Foreigner Love Part 2 [END]

Title  : Foreigner Love

Cast  : Henry SJ, Hyun Neul (OC)

Genre  : Romance, Comedy

Author : reizky, @reizkycnb

PART 1

Annyeong^^..maaf ya br bisa nerusin FF ini. Semoga reader suka ya..

RCL PLEASE!!

“Henry-ya! Kenapa berlari seperti itu?” teriak seseorang yang sepertinya Sungmin. Hyun yang mendengar nama Henry dan suara Sungmin sontak berusaha menahan nafasnya yang berhembus tak teratur. Dia lagi-lagi bertemu dengan suju. Dan lagi-lagi Henry yang mengajaknya. Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. Ia sangat maulu untuk berbalik.

“Hyun-ah! Kita bertemu lagi,” ujar Henry sambil membalikkan badan Hyun menghadap kearah member suju. “Eh, kenapa mukamu merah?” tanya Henry innoncent.

Henry benar-benar tak tahu perasaan seorang wanita. Tentu saja seorang wanita akan sangat malu jika diperlakukan seperti ini lalu tiba-tiba dalam keadaan yang tidak harusnya bertemu dengan idolanya. Tentu ia akan meras gugip dan grogi. Namun benar-benar Henry tak bisa memahaminya.

“Oh,Hyun-a. Henry, bagaimana kau bisa bertemu dengan Hyun?” tanya Donghae.

“Oh tadi aku sedang dikejar ELF. Lalu bertemu dengannya di depan. Sepertinya dia sedang mencariku,” jawab Henry santai. Sedangkan Hyun? Ia syok berat. Menoleh ke arah Henry dan…

“Hyaa!!! Kau menyebalkan! Dasar artis aneh! Konyol!” Hyun memukuli Henry dengan tasnya. Hae dan yang lain segera menghentikkan aksi penganiayaan yang memang patut diterima Henry*LOL*.

“Hey,kenapa kau memukulku? Apa salahku?” tanya Henry tak berdosa.

Hyun semakin naik darah, “Mwo?! Salahmu? Tentu saja banyak. Kenapa kau menyeretku kesini? Kenapa? Lalu kau membawaku masuk kesini. Setelah itu kau bilang aku mencarimu. Kau ini innoncent atau sok innoncent? Menyebalkan sekali!”

“Hah, Cuma seperti itu saja marah.”

“Hah? Kau…” Belum selesai Hyun mengomel lagi, Leeteuk segera melerai mereka.

“Sudahlah. Kalian ini seperti anak kecil saja. Henry, kenapa kau membawa Hun kemari padahal Hyun tidak menginginkannya?” tanya Leeteuk.

“Mmm..Aku hanya iseng saja,Hyung,” jawab Henry sambil nyengir.

“Selalu saja seperti itu. Selalu jahil kepada orang lain. Kalau kau mau jahil itu terhadapa Kyuhyun. Itu baru adil. Kau kan baru kenal Hyun, kenapa sudah merasa sok dekat seperti itu?”

“I..itu karena..A..a..aku..”

Lagi-lagi Henry belum selesai berbicara, Eunhyuk langsung berujar, “Kau menyukai Hyun ‘kan??”

“Mwo?! Aniya. Aku hanya senang mengerjainya saja. Sudahlah aku mau main dengan Amber saja.” Henry pergi meninggalkan Hyun. Sebenarnya wajah Henry sudah seperti kepiting rebus. Ia merasa jantungnya berdetak cepat saat Eunhyuk mengatakan kalimat itu. Hyun yang mendengar itu segera berlari keluar ruangan. Bukannya ia tersinggung, tapi ia malu jika sampai member Suju melihat wajahnya yang sudah berubah merah merona itu.

–HYUN POV—

Jinja. Mimpi apa aku tadi malam. Kenapa aku harus bertemu lagi dengan seorang Henry Lau yang ternyata menyebalkan itu? Aku benar-benar malu diperlakukan seperti itu di depan para member. Tapi, ada sesuatu yang berbeda. Kenapa jantungku berdetak cepat saat mendengar kalimat Hyuk Oppa? Tentu saja berdetak cepat. Namanya juga malu. Aku tidak boleh berpikir aneh-aneh.

Aku berjalan mencari toilet untuk menenangkan diri. Tentu saja aku tidak akan bisa bertemu dengan Henry jika aku masuk toilet wanita. Kecuali lelaki itu benar-benar nekat.

“Eh, kenapa aku jadi percaya diri sekali. Kenapa Henry harus mengikutiku? Kenapa aku ge-er ya? Aissh,” gumamku.

–ATUHOR POV—

Setelah selesai menenangkan diri di toilet, Hyun pergi mencari pintu keluar dari backstage. Karena sebenarnya tempat ini hanya untuk para artis saja. Tapi karena Henry tadi, Hyun diperbolehkan masuk oleh security. Hyun hampir putus asa mencari jalan keluar. Tapi saat ia berjalan, tak sengaja ia membaca kertas yang tertempel di sebuah pintu ruangan. “BIG BANG’s ROOM”. Matanya melotot. Bibirnya membuka lebar.

“Seungri Oppa,” gumamnya. ‘Ceklek’ Seseorang keluar dari ruangan tersebut. Gotcha! It’s Seungri. Seungri menatap aneh Hyun.

“Mmm..kau staff KBS baru ya?” tanya Seungri. Hyun hanya diam. “Kalau begitu aku duluan ya. Bye,” Seungri lalu pergi setelah menyapa Hyun.

“Aku baru saja bertemu dengan pangeran. Dia menyapaku. Dia sangat ramah,” kata Hyun pelan. Hyun lalu meneruskan perjalanannya. Namun sialnya, dia malah masuk ke backstage. Dilihatnya banyak sekali Kpop Idol disana. Ia benar-benar tak percaya dnegan semua ini. Ini semua gara-gara Henry juga. Karena Henry, ia bisa bertemu dengan para artis ini. Hyun hanya bisa berdiam diri. Diantara para artis yang sedang mempersiapkan penampilan mereka. Ia kini berdiri di backstage dekat panggung. Ia dapat menonton para artis tampil dengan sangat jelas. Ia samar-samar mendengar staff KBS berbicara. “Sekarang waktunya Suju. Ayo siap-siap dulu,”kata Staff tersebut.

Sontak Hyun membeku. Dia malu sekali jika bertemu dengan suju lagi. Ia berharap suju tidak melihatnya. Saat suju tampil di depan, ia merasa snagat senang dan beruntung sebagai seorang ELF. Melihat idolanya tampil live sedekat ini. Bahkan Hyun bisa saja mencium idolanya tiba-tiba jika ia mau dan tak punya malu, karena jarak mereka yang sangat dekat dan tanpa pengamanan security. Saat Suju menyanyikan lagu Mr.Simple bagian pertengahan, ada seseorang yang sepertinya berdiri di samping Hyun. Hyun ingin menoleh dan melihat siapa orang itu. Tapi, ia mengira bahwa orang itu pastinya staff.

“Eh, agasshi, Kau staff baru KBS ya?” tanya orang di samping Hyun yang ternyata laki-laki.

Hyun menjawab tanpa menoleh, “Aniyo. Aku hanya penonton yang nyasar karena seseorang yang menyebalkan.”

Henry yang mendengar suara itu serasa mengenalinya. Dan jawaban gadis di sampingnya itu juga membuatnya semakin curiga. Henry menoleh dan berkata pelan, “Hyun-ah.”

Hyun sontak menoleh ke sampingnya. Ia membelalakkan matanya. “Henry! Kenapa kau mengikutiku?” tanya Hyun percaya diri.

“Mengikutimu? Halo! Bukannya kau yang mengejar-ngejarku? Kau mau menonton penampilanku ‘kan? Tapi ternyata aku tak tampil. Kasihan sekali. Hahahaha,” Henry terus tertawa. Sedangkan Hyun hanya bisa memandangnya kesal.

“Hyung!” seseorang memanggil kearah Henry. Henry menoleh begitu juga Hyun Ternyata lelaki itu adalah Key, Kim Ki Bum SHINee. Lagi-lagi Hyun bertemu sang pangeran tampan lain. Benar-benar surga dunia, pikirnya.

“Oh, Key. Waeyo?” tanya Henry.

“Aku hanya heran melihat kalian yang sepertinya bertengkar. Hyung, gadis yang bertengkar denganmu ini siapa?”

“Oh ini wanita asing yang mengerjar-ngejarku.ckck,” kata Henry sambil cekikikan. Hyun melotot kearahnya.

Hyun menoleh kearah Key, lalu membungkuk dan menyapa dengan ramah, “Annyeonghaseyo. Joneun Kim Hyun Neul-imnida. Kau bisa memanggilku Hyun saja, Ki Bum-ssi.”

Henry mendengus, “Ck..Sok manis.”

“Ah kau terlalu formal. Kim Ki Bum-imnida. Kau bisa panggil aku Key, seperti orang-orang biasa memanggilku. By the way nama marga kita sama ya? Hahaha. Kebetulan sekali,” kata Key ramah.

“Tidak perlu ramah dengan wanita ini. Dia itu mengerikan,” ejek Henry.

“Henry-ah, dia cukup manis kok,” kata Key. Pernyataan Key itu membuat Hyun menjadi malu. Wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus.

Henry, Key dan Hyun kemudian melihat penampilan super junior. Mereka terlihat sangat menikmati penampilan itu. Tak lama, Super Junior selesai perform. Jantung Hyun berdetak cepat. Selalu seperti itu jika bertemu dengan Super Junior. Para member Suju mendekati Hyun, Henry dan Key. Donghae yang ada di barisan depan. Ia melemparkan senyum menawannya kepada Hyun.

“Annyeong, Hyun-ssi. Kau, Key dan Henry terlihat seperti teman sebaya yang snagat akrab,” jelas Hae ramah.

“Andwae! Kajja kita pulang,” kata Henry seenaknya lalu berlalu dari hadapan Hyun dengan wajah sok cuek. Hyun mendengus kesal. Semua member suju satu per satu menyapanya lalu mengikuti si Henry pergi.

“Enak saja dia. Selalu menggangguku. Selalu menjahiliku. Padahal baru bertemu beberapa hari yang lalu. Artis seperti apa dia. Aku menyesal pernah menyukainya. Sangat menyesal,” gerutu Hyun panjang lebar. Tanpa disadarinya, Key sedari tadi mendengarkan gerutuan Hyun. Ia merasa bahwa Hyun ini snagat lucu.

“Hyun?”

Hyun membalikkan badannya. Ia kaget. Ia menutupi mulutnya yang menganga lebar. Tentu saja ia menjadi seperti itu. Apalagi ada seorang idola yang ada didepannya mendengarkan gerutuannya yang memalukan tadi.

Key tersenyum smabil berkata jahil, “Gwenchana. Aku tidak akan mengatakannya pada Henry. Kau tenang saja. Ngomong-ngomong kau sangat lucu dan cute.” Key lalu berlari meninggalkan Hyun yang masih terbengong-bengong.

[HYUN POV]

Hari i ini benar-benar hari yang sangat melelahkan. Hal-hal yang terjadi padaku hari ini benar-benar di luar dugaan. Bertemu Suju lagi, Seungri, Key itu sangat menyenangkan. Tapi ada satu yang membuat moodku benar-benar rusak. Henry! Dia sangat childish, menyebalkan, jahil, nakal, usil, semuanya. Semua sifat evil yang seharusnya ada pada Kyuhyun tapi malah ada dalam diri si mochi itu.

Aku menyusuri jalanan malam Seoul. Kebetulan aku sudah hafal jalan menuju ke hotel tempatku menginap. Walaupun hari melelahkan, aku tetap bahagia. Akhirnya aku bisa juga berdiri di sini. Di Korea Selatan. Mulai besok aku sudah harus ke KBRI. Aku bisa ada di sini karena KBRI memberiku hadiah atas prestasiku dalam menulis naskah drama. Beruntungnya ayahku adalah asli Korea, jadi ya aku mudah sekali untuk hidup di sini. Bisa berbahasa Korea dan mengetahui segala budayanya. Walaupun aku ini keturunan Korea, tapi ayahku tidak pernah membawaku ke sini setelah kepindahanku 10 tahun lalu. Dan akhirnya kini aku bisa kembali ke tanah nenek moyangku dnegan jeripayahku sendiri. Menyenangkan sekali rasanya.

~<3333~

[AUTHOR POV]

DROM SUJU

Para member suju pagi-pagi sekali sudah bangun. Hari ini mereka sedang mendapatkan libur. Mereka bangun pagi khusus untuk jogging di taman dekat dorm mereka. Taman di dekat apartement suju sangat indah tetapi sangat sepi. Jadi mereka bisa tenang bermain-main di sana tanpa ada penguntit ataupun para fans-fans yang mengejar-ngejar mereka. Saat semua telah bangun, tinggal Henry yang masih tertidur pulas diatas kasur empuknya.

Hya! Henry-ya. Cepat bangun!” teriak Eunhyuk.

“Malas. Duluan saja,” jawab Henry.

“Ya sudahlah kita tinggal saja. Anak ini benar-benar childish.”

Para member suju pergi ke taman. Mereka melakukan berbagai macam hal. Walaupun tidak semua ikut, karena ada beberapa member yang mempunyai urusan sendiri. Henry lalu datang dengan wajah yang sudah sangat tampan dan baju santai yang bersih. Ternyata ia sudah mandi.

Henry berjalan menuju taman. Ia melihat Hyung-hyungnya sedang bermain-main. Ia mengedarkan pandangannya di sekitar taman. Matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk sambil memainkan kamera SLR-nya. Gadis itu memfoto setiap sisi dari gedung apartement suju bukan si sujunya sendiri. Mungkin ia tidak melihat bahwa di taman itu juga ada Super Junior. Henry berjalan mendekati gadis itu. Gayanya santai mengingatkan Henry pada seseorang yang beberapa hari lalu ditemuinya.

“Annyeong,” sapa Henry ramah.

Gadis itu menjauhkan lensa SLR dari wajahnya. Ia menoleh ke asala sura yang menyapanya. Gadis itu melotot melihat Henry. Begitu juga Henry. Namun, bukannya Henry sebal, tapi dia malah senang harus bertemu dengan gadis ini lagi.

“Kau lagi kau lagi,” Hyun mendesah putus asa.

“Haha..Kau itu menguntitku ya?” tanya Henry yang duduk di samping Hyun.

“Enak saja. Aku ini sedang mencari tugas dari KBRI untuk mengikuti pameran fotografi. Jangan terlalu percaya diri, Henry-ssi,”

“Ah~ Begitu ternyata. Kalau dilihat-lihat kau itu cantik juga ya?” goda Henry.

“Jangan kurang ajar ya.”

“Aku hanya bilang sejujurnya. Masa kau tak percaya..ckck,” kata Henry dengan senyum evilnya. Hyun menahan senyumnya. Mukanya yang merah berusaha ditutupinya. Ia tak tahu mengapa, saat Henry mengatakan itu jantungnya serasa berlari estafet. Begitu juga Henry, walaupun ia memang sengaja menggoda Hyun tapi muncul suatu getaran dalam hatinya. Seketika suasana di sekitar mereka berdua menjadi hening. Tidak ada yang angkat bicara. Hanya ada diam.

“Hya! Lagi-lagi ketahuan berduaan. Kalian pacaran ya?” ucap seseorang yang membuat Hyun mengangkat wajahnya.

“Aniyo, Hyung. Aish kalian menyebalkan sekali,” seru Henry pada Leeteuk.

“Oh jadi kau sudah mandi karena akan bertemu dengan Hyun. Jadi magnae kita yang ini sudah dewasa ya. Kalau begitu nikmati kencan kalian ya..haha,” para member suju tertawa dan berlari meninggalkan Henry dan Hyun.

“Hyun-ah, kau mau kutemani mencari objek untuk fotografimu?” tanya Henry canggung.

“Untuk apa kau membantuku? Kau mau mengerjaiku lagi ya?”

“Ani, aku benar-benar ingin membantumu. Ya sudah kalau tak mau,” Henry beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Hyun.

“Ah tunggu. Baiklah. Tapi kau nanti mentraktirku ya?” tawar Hyun.

Henry mendesah putus asa, “Baiklah.”

Mereka berjalan-jalan bersama seperti saat pertama kali mereka bertemu. Namun, kali ini berbeda. Mereka terlihat lebih akrab. Hyun tidak galak seperti biasanya. Ia malah menunjukkan sedikit perhatiannya pada Henry. Seperti saat baju Henry terkena noda es krim anak kecil yang berlari-lari dan menabraknya. Henry tetap saja jahil terhadap Hyun. Itu karena dirinya senang sekali melihat ekspresi Hyun saat sedang marah.

~<33333~

                Sudah 3 minggu Hyun dan Henry saling berhubungan. Hampir setiap hari Henry bertemu dengan Hyun dan meneleponnya. Sebenernya pertemuan mereka lebih banyak tidak disnegaja. Seperti takdir telah memepertemukan mereka. Henry mulai nyaman dnegan adanya Hyun disisinya. Walaupun setiap hari mereka selalu bertengkar, tetapi pertengkaran itu pertengkaran yang indah. Setiap ucapan yang keluar dari mulut maisng-masing adalah cacian. Tapi cacian yang membuat keduanya semakin terlihat hangat.

Hari ini Hyun benar-benar sibuk karena harus training membuat naskah drama bersama para penulis skenario drama korea. Henry terus mencoba menelepon Hyun. Namun HP Hyun ada di dalam tasnya. Hyun terlalu fokus dengan pekerjaannya. Henry sangat gelisah. Ia takut tidak bisa bertemu dengan Hyun lagi. Karena sewaktu-waktu dia bisa saja mendapat pekerjaan ke luar kota. Itulah yang terjadi saat ini. Manager suju menunjuk Henry untuk ikut member yang lain tampil di sebuah acara di Jeju. Awalnya Henry menolak. Tapi karena itu demi karirnya, ia merasa wajib menerimanya.

[HENRY POV]

DORM SUJU

“Aissh..Kemana anak itu? Kenapa tak mengangkat teleponku ya?” kata Henry gelisah.

“Mungkin dia sedang sibuk,Henry. Jangan terlalu dipikirkan. Kau malah akan mengganggunya nanti,” kata Sungmin menenangkan Henry.

Henry menaruh handphonenya dan duduk di sofa, “Ne. Tapi nanti kalau aku tak bisa bertemu dengannya lagi bagaimana? Kita kan belum tahu sampai kapan di Jeju. Hyun pulang seminggu lagi. Bagaimana bisa aku tenan?”

“Ah~ Kau menyukainya ya?” goda Eunhyuk.  Henry hanya diam.

“Mengaku sajalah. Kau itu kelihatan sekali menyukainya,” kata Kyuhyun ikut campur.

“Kelihatan? Benarkah? Berarti aku sangat bodoh. Belum pernah aku seperti ini. Apakah Hyun tahu aku suka dia? Apakah dia sadar? Apa dia suka juga denganku? Atau dia ingin menjauhiku makanya dia tidak mengangkat telepon? Bagaimana kalau itu terjadi? Dia akan pulang ke negaranya. Huwaaaaa!!” Henry frustasi seperti orang gila. Member suju yang lain menatapnya dengan aneh,kasihan, tapi juga menahan tawa.

Siwon maju dengan gagah ke hadapan Henry , “Nyatakan padanya secepatnya setelah dia mengangkat teleponmu. Jika tidak kau pasti akan menyesal.”

“Ah~ Baiklah. Aku harus segera meneleponnya ulang.”

~<33333~

                Hyun telah menyelesaikan trainingnya. Ia segera kembali ke hotel tempatnya menginap dengan bis. Kini dia sudah terbiasa naik bis, karena sudah kenal daerah di sekitar hotelnya dan KBRI. Ia mengambil handphonenya. Ia terperangah melihat 10 misscall dari Mochi. Ya Mochi adalah nama kontak Henry di HP Hyun. Dan ada lebih dari 10 sms yang dikirim oleh Henry.

“Aish. Anak itu kenapa sih?” gumamnya.

SMS 1

From: Mochi

Hyun~a, hari ini aku akan ke Jeju. Aku tidak tahu kapan akan kembali ke Seoul.Kapan kau akan pulang ke Indonesia? Bisakah kita bertemu sebelum aku berangkat pukul 19.00 malam nanti.

SMS 2

Hyun~a, kamu mau tidak bertemu denganku?

SMS 3

Hya! Kenapa tak membalas? Ayolah balas smsku. Sudah ku telepon berkali-kali tapi kenapa tak diangkat?

SMS 4

Hyun, jebal balas smsku. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu.

(langsung sms yg akhir-akhir aja ya)

SMS 9

Aku lelah. Ini sudah setengah 7. Itu berarti kau tidak mau bertemu denganku? Apa kau sedang ada kerjaan, atau marah padaku?

SMS 10

Ya sudahlah..Aku sudah mau berangkat. Aku tak tahu kapan kembali. Kuharap saat aku kembali kau masih di Seoul. Annyeong, Hyun~a. Jangan lupa makan dan istirahat ya..

Seulas senyum tibul di bibir mungil Hyun. Matanya menerawang keluar menatap suasana malam kota Seoul. Dihapusnya embun pada jendela. Ia menghela nafas panjang berusaha menahan air mata yang akan menyeruak keluar dari pelupuknya.

“Henry~ya, mianhe,” gumamnya tepat saat butiran air jatuh mengalir pada pipinya.

~<33333~

                Henry berlari memasuki hotel.Ia menanyakan kepada resepsionist tentang penghuni kamar 1911. Namun nihil. Sang penghuni telah check out. Henry berjalan gontai keluar dari hotel. Garis mukanya yang gelisah tak mempedulikan pandangan orang-orang disekitarnya. Ia kini tak peduli orang-orang akan mengenali bahwa dirinya ini seorang Henry Lau Super Junior. Mungkin orang-orang malah akan menjauhi seorang lelaki yang bertampang resah, sedih, kacau sambil mengacak-acak rambutnya.

Henry mengunjungi taman dimana ia dan Hyun pertama kali berjalan-jalan bersama.

“Hyun~a. Tega sekali kau tak memberiku kabar,” ucap Henry frustasi sambil duduk di bangku taman.

~<3333~

[INCHEON INTERNATIONAL AIRPORT]

Seorang gadis memakai skinny jeans, kaos putih biru bertuliskan ‘I’M GENTLE GIRL’, sneaker biru muda dan tas ransel besar berjalan dengan sneyum mengembang di bandara. Langkahnya pasti. Tak seperti dulu saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Korea. Fashion airport? Ah tak usah ditanya. Itu masalah gampang baginya. Ia bukan artis. Kenapa harus ada fashion airport.

Gadis itu menyusuri jalan pertama yang ia lalui saat pertama kali ke Korea Selatan. Langkahnya terhenti di depan sebuah kedai kopi. 1 tahun lalu. Tempat ini adalah tempat bersejarah dalam perjalanannya di Seoul. Kisah pertamanya di Seoul. Ia melangkah masuk ke kedai. Mengambil tempat duduk di dekat jendela. Sama. Sama seperti dulu. Lagi-lagi ia tersenyum mengenang masa-masa itu. Tak terasa butiran air menetes dari pelupuknya. Ya gadis itu merindukan Mochi. Sangat merindukannya.

“Henry~ya,” gumam si gadis.

“Ya?” jawab seseorang. Si gadis mengangkat wajahnya. Melihat siapa orang itu. Ia terbelalak melihat lelaki di depannya itu. Lelaki dengan topi khasnya itu sedang tersenyum kearahnya. Air mata Hyun semakin deras. Namun, dihiasi dengan senyum manisnya.

“Kau memanggilku?”

END

23 responses to “Foreigner Love Part 2 [END]

  1. Eh itu gmn critanya kok tiba2 ud sethn aj? kok tiba2 bs ktm di kafe itu lg??
    alurnya cepet amat..buat sequelnya atau ap gt hehehe..
    Makasih…

    • ini maksudnya emang dbuat agak nggantung..tapi pastinya udah jelas mreka ktemu dan happy ending..oek kpn2 aku buat sequelnya..hehe

      ________________________________ From: “comment-reply@wordpress.com” To: naona_lawluff@yahoo.com Sent: Sunday, February 5, 2012 12:34 AM Subject: [FFindo] Comment: “Foreigner Love Part 2 [END]”

      New comment on your post “Foreigner Love Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s