HELLO, MR! Part 1

Tittle :  Hello, Mr!

Author : Kimhyunna

Length : Chapter

Language : Indonesian and English

Location : South Korean

Main Cast : Jo Kwangmin (Boyfriend), Kim Ki Bum ( SHINee), and Kim Hyunna (OCs)

Other Cast : Nichole (KARA)

Genre :   Sad Romance

Rated : PG

Disclam : I do not own Kwangmin, Ki Bum, nor Hyunna, They belong to SHINee and I belong to My Parents. And other cast belong to Her Parents. I do own this plot story, that belongs to my imagination and I just wanna share about my dream.

Please don’t be silent reader, comment please!! and Please don’t copy all that is in this story without my permission.Thank you..

***

“ Pedih.. itu yang sekarang ku rasakan sekarang.. Mungkin, lebih tepatnya aku sangat menyesal telah mempertemukan mereka berdua.”

Kim Hyunna merasa hatinya terluka setelah mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Terlebih, dia mengetahui salah satu sahabatnya adalah seorang pengkhianat. Siapa yang akan menyangka pesahabatan mereka berujung petaka baginya yang sudah lama terkubur setelah dia menyelesaikan jenjang pendidikannya sewaktu di SMA dulu.

“ Drrt.. drttt”

Hyunna menatap handphonenya yang berada di atas meja dan berdecak kesal karena bunyi itu tidak berhenti berdering setelah 2 jam lamanya. Tanpa pikir panjang ia menerima panggilan tersebut dan menjawab dengan nada ketus.

“ Ada perlu apa lagi?? Bukankah saya sudah bilang jauhi saya.. Bila perlu ambil semuanya dari saya,” kata Hyunna sambil terus memandang lurus kedepan. Dia baru menyadari orang yang sedang menelponnya sedang berada di depannya.

Hyunna menatap wanita itu dengan tajam dan langsung memalingkan muka ke arah berlawanan. Dia berpikir apakah wanita ini tidak punya malu memperlihatkan mukannya? Atau malah dia berpura-pura tidak mengetahui bahwa dirinya adalah kunci dari permasalahannya.

“ Tidak ada yang ingin saya katakan pada anda,” kata wanita itu dengan tatapan yang menurut Hyunna menyebalkan.

“ Terserah.. mulai sekarang kita sudah menjalani hidup masing-masing, Dan, menurut saya sebaiknya anda segera pergi dari hadapan saya.” Kata Hyunna dengan nada datar dan mimik muka yang dingin.

Setelah mengatakan itu Hyunna bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar dari restoran. Dia bosan dengan hidupnya yang selalu terlibat dengan masalah yang tidak kunjung selesai. Bahkan, masalah juga datang dari tempat kerjanya.

“ Drr.. drttt “

“ Halo, Miss Kim.. dimana anda sekarang? Bukankah saya sudah mengatakan anda harus datang tepat jam 10. Lihat, sekarang sudah jam 2”

“ Maafkan saya.. tadi saya merasa tidak enak badan. Apakah sekarang masih bisa? Saya akan ketempat anda segera,” dalam hati Hyunna baru menyadari kalau hari ini ada meeting dengan kliennya.

“ Saya sedang berada di Mocha caffe.. sebaiknya anda segera datang kesini, karena saya masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan”

“ Baiklah, saya akan segera kesana,” setelah menutup pembicaraan Hyunna langsung berlari ke stasiun kereta. Untung saja sekarang ia menggunakan sendal teplek dengan motif pita di atasnya, kalau tidak mungkin kakinya sudah membiru.

Di dalam kereta ia membuka galeri yang ada di dalam handphonenya. Masih tampak jelas senyum di bibir mungilnya bersama orang yang dulu ia sebut dengan status sahabatnya dulu, dia berpikir “ Bodohnya aku, sudah tertipu dengan wanita ular itu”

Delete..

Itu yang ia lakukan sekarang. Ia menghapus semua foto yang ada di galeri tersebut dan dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan lemah akibat kelakuan wanita itu. Tentu, itu yang akan ia lakukan dan berharap hari esok akan lebih indah.

Setelah turun dari kereta, ia langsung berlari keluar menuju Mocha cafe. Di lihatnya sosok lelaki berbadan tegak dan berwajah tampan sedang menatap ke arah luar jendela cafe. Dengan enggan Hyunna berjalan menuju meja lelaki tersebut. Tidak lama setelah Hyunna menuju meja itu, lelaki tersebut memandang ke arah Hyunna. Hyunna yang tampak gugup menyadari penampilannya sekarang sudah tidak layak untuk di lihat dan itu terpantul jelas di cermin cafe yang berada di belakang lelaki tersebut.

“ Miss Kim?” lelaki itu menanyakan namanya untuk memastikan.

Hyunna hanya tersenyum “ Benar, nama saya Kim Hyunna. Tapi, panggil saya Hyunna”  mendengar pernyataan tersebut lelaki tersebut mempersilahkan dia untuk duduk.

“ Maaf membuat anda menunggu, saya berjanji tidak akan mengulangi” kata Hyunna memecah keheningan.

Lelaki itu mengerutkan dahinya dan kemudian tersenyum sinis “ Ya, semoga anda tidak mengulanginya di kemudian hari.” Hyunna merasa dirinya sedang berada dengan masalah lagi, tapi, ia harus meminta maaf karena itu memang kesalahannya.

“ Saya tahu kalau jadwal anda sibuk. Maka dari itu saya akan memulai pembicaraan ini” kata Hyunna sambil mengeluarkan berkas yang ada dalam tasnya.

“ Tidak usah terburu-buru, hari ini saya di berikan waktu libur dua hari.”

Hyunna terus mengeluarkan berkas-berkas yang ada di dalam tasnya tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh lelaki tersebut dan membuat lelaki itu merasa kesal dengannya.

“ Ini berkas-berkas dan contoh model bajunya,” Hyunna memberikan berkas-berkas tersebut kepada lelaki itu.

“ Di acara nanti anda akan memakai jas hitam yang ada di sebelah kanan. Saya harap anda menyukai pakaian itu.” kata Hyunna sambil tersenyum ramah.

“ Baiklah.. saya akan memakainya, apakah acara tersebut sudah terancang dengan benar? Karena, saya tidak mau tampil jika ada sesuatu yang tidak benar.” kata lelaki itu sambil terus fokus pada berkas itu.

“ Tenang saja, semua sudah di atur.. anda bisa melihatnya nanti.”

“ Baiklah… sepertinya saya harus pergi. Karena, ada urusan penting,” lelaki itu pamit dan bangkit dari tempat duduknya.

Hyunna terkesima saat melihat punggung lelaki itu dari belakang. Bentuk tubuh dan wajah yang sempurna, pantas ia menjadi artis terkenal. Bahkan, ia tidak mempertanyakan tentang keterlambatan dirinya. Benar-benar lelaki yang sempurna !

Setelah merapikan berkas yang ada di meja, ia langsung keluar dari cafe dan berhenti di sebuah toko buku. Di sana ia melihat majalah tentang biodata dari lelaki yang baru bertemu di Mocha cafe. Karena penasaran ia membuka majalah itu dan membacanya.

Jo Kwang Min itu namanya. Lelaki yang sempurna menurut Hyunna dan juga mempunyai otak yang cemerlang. Terbukti, pada sewaktu duduk di bangku sekolah ia selalu mendapatkan nilai mengaggumkan dan belum lagi dia sangat ahli di bidang olahraga dan seni. Menurut berita kakeknya adalah seorang pianis hebat era 80-an.  Aha ! pantas saja ia bisa memainkan piano. Tapi, menurut berita ia tidak pernah tersenyum sejak 5 tahun yang lalu dan penyebabnya masih belum diketahui.

Hyunna menghela napas dan berpikir “ Pantas, ia terlihat dingin kalau dipikir sayang sekali ia tidak pernah tersenyum padahal dia pasti sangat tampan jika tersenyum.”

“ Siapa yang tampan?” seru seorang lelaki di belakang Hyunna. Hyunna berbalik dan menatap lelaki yang sedang memegang tiga buah buku di tangannya.

“ Mr. Jo … bukankah anda ada urusan,”  tiba-tiba tubuh Hyunna berubah jadi kaku seketika.

“ Memang, saya harus membeli beberapa buku,” Kwangmin menatap ke arah majalah yang berada di tangan Hyunna.

“ Oh” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya, ia baru menyadari majalah yang ada di tangannya.

“ Majalah apa yang ada di tanganmu?”

Pertanyaan itu membuat Hyunna ingin sekali mati di saat itu atau menjatuhkan diri dari gedung bertingkat. Hyunna harus mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

“ Saya sedang mempelajari resep yang ada di majalah ini.”

Sepertinya lelaki itu masih kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh dirinya. Hal itu terlihat jelas dari tatapan lelaki itu.

“ Oh, baiklah.. saya permisi dulu.” Kata Kwangmin pamit.

“ Tunggu..”

Kwangmin berhenti dan berbalik “ Apa anda memanggil saya?” Astaga! Hari ini Hyunna mengutuk dirinya karena perbuatannya. Ia harus mencari suatu alasan yang baik, supaya lelaki itu percaya.

Hyunna menatap handphone yang jatuh di lantai dan memungutnya “ Apakah ini handphone anda?”. Lelaki itu melirik ke arah handphone yang ada di tangan Hyunna dan menaikan alisnya “ Bukankah itu handphone anda? Lihat, saya tidak mempunyai gantungan bermotif sapi seperti itu. Itu akan terlihat kekanakan,” perkataan yang keluar dari lelaki itu membuatnya malu seketika.

“ Tapi..” perkataan Hyunna terhenti ketika ada seorang wanita cantik menghampiri dan memegang tangan Kwangmin dan mengajak lelaki itu pergi. Kwangmin hanya melihat ke arah belakang dan merasa bersalah meninggalkan Hyunna dalam posisi seperti itu.

***

Hyunna menyadari kalau ia terlihat bodoh dengan posisinya sekarang. Ia berjalan keluar dengan perasaan yang gundah. Ia masih memikirkan kejadian yang membuat hidupnya berantakan, Andai ia bisa mengulang waktu.

Salju turun mengiringi jalan Hyunna, ia berpikir “ Bahkan, salju tahu kalau hatinya sedang gundah.” Hyunna menghela napas panjang.

“ Drr.. drttt”

“ Yoboseyo?” terdengar suara rendah yang ia kenal.

Dengan gugup Hyunna menjawab “ Ada yang bisa saya bantu, Mr. Jo?”

“ Panggil saya Kwangmin, Jo itu sangat formal.” Kata Kwangmin

“ Ya, apa ada yang bisa saya bantu?”

“ Maaf, Jika saya tadi meninggalkan anda sendirian,” mendengar kata maaf dari Kwangmin membuat hati Hyunna senang. “ Hanya itu saja, maaf kalau saya menggangu anda.”

“ Tuttt… tuttt”

Hyunna menatap handphonenya sesaat dan memeluknya. Ia tidak menyangka seorang Kwangmin meminta maaf kepadanya walaupun melalui handphone. Dengan langkah senang ia menari-nari di jalanan, ia tidak memperdulikan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.

“ Kriiuuukkk,” Hyunna mendengar bunyi dari arah perutnya. Ia sangat lapar. Ia baru menyadari kalau dia belum makan sejak siang. Karena, melihat wanita ular itu. Ia berlari ke arah restoran tradisional yang ada di seberang jalan.

“ Ajhuma, pesan Kimchi 1, Bulgogi 1 dan jangan lupa Soju 1” kata Hyunna tanpa melihat menu.

“ Kau terlihat lelah sekali,” kata ajhuma dengan tatapan mengkhawatirkan. Hyunna hanya tersenyum untuk meyakinkan kalau dia baik-baik saja. Hyunna melihat sekeliling dan  memandang ajhuma dengan tatapan bingung “ Kemana yang lainnya, Biasanya banyak sekali orang-orang disini?” Ucapan itu membuat ajhuma itu tertawa “ Kau tahu restoran ini libur, karena besok adalah natal.”

“ Natal?” ajhuma itu hanya mengangguk dan tersenyum.

“ Kau tidak pulang ke indonesia? Kau pasti sudah libur, bukan?” tanya ajhuma itu menatap Hyunna.

“ Aku tidak pulang. Karena, ada satu proyek yang harus saya selesaikan pada akhir tahun.”

“ Baiklah, makananmu akan ajhuma buatkan dulu,” Hyunna memandang ajhuma itu dari belakang, tatapannya kosong. Ia memang ingin sekali bekumpul bersama dengan keluarganya di Indonesia. Tapi, tuntutan pekerjaan yang membuat dia harus tetap tinggal disini. Selain itu, ia sangat merindukan ayah dan ibunya. Ayah Hyunna adalah Manager perusahaan terkenal di Korea, sedangkan Ibu Hyunna adalah sekretaris di perusahaan Indonesia. Pertemuan ayah dan ibu Hyunna terbilang unik. Karena, perbedaan negara dan tentunya bahasa. Tapi, yang menyatukan mereka adalah Cinta. Ia masih ingat bagaimana ayahnya mengajarkannya bahasa Korea. Dan, bagaimana ibunya mengajarkannya bahasa Indonesia.

“ Ini makanannya” Hyunna tersadar dari lamunannya dan memandang ke arah ajhuma. Ia langsung memakan makanan yang ia pesan. Ajhuma itu hanya tersenyum memandang Hyunna yang lahap memakan makanannya.

***

Hyunna terbangun dari tidurnya, ia merasa hari ini lebih dingin daripada kemarin. Ia melihat ke jendela dan tersenyum. Ternyata, salju turun lagi menuruni kota seoul. Ia bergegas ke kamar mandi dan mengganti bajunya.

-3 ˚ C, pantas saja Hyunna merasa kedinginan tadi. Ia melihat handphonenya yang menunjukkan 20 pesan masuk. Ia membuka dan merasa kesal dan langsung menghapus pesan itu. Dasar,Kim Ki Bum! Untuk apa ia masih mengirimi pesan yang membuatnya kesal. Ia benar-benar bodoh atau apa. Ini semua gara-gara wanita yang bernama Nichole. Kalau saja dia tidak datang dan mengganggu pesahabatan dia dengan Kim Ki Bum. Padahal Kim Ki Bum, dan dia sudah berteman sejak duduk di kuliah. Kenapa wanita itu tega menggambil sahabatnya itu!

“ Wanita Ular”

“ Ki Bum.. Kau bodoh!”

“ Kenapa kau lebih mempercayai wanita itu. Padahal, kita sudah berteman sejak lama”

Kata-kata itu keluar dan membuat air mata Hyunna tidak terbendung lagi. Andai saja Ki Bum mempercayai dirinya.. hanya itu harapan Hyunna. “ Tuhan, tolong aku! Lindungi sahabatku.. walau ku tahu kalau sahabat ku itu lelaki yang sudah tidak mempercayai ku.”

“ Drr.. drttt” 1 pesan suara.

“ Kim Hyunna, kau ada dimana? Jawab sms ku, Nichole dan aku mengkhawatikanmu.. kau jangan besikap kekanakan.. Aku tahu kalau selama ini kau menyukaiku.. aku.. aku sudah diberitahu olehnya.. Tapi, maaf aku tidak bisa menyukaimu.. Karena, aku menyukai Nichole.. Dan, aku minta jangan pernah memfitnah dirinya.. Aku mohon…”

Hyunna menangis sekencang-kencangnya. Ia merasa bodoh! Aku memang menyukaimu.. tapi, aku tidak pernah memfitnahnya. Tapi, sebaliknya dia lah yang memfitnahku dan menghancurkan persahabatan kita. Kalau saja aku lebih cepat mengatakannya mungkin kau tidak membenciku. Tapi, aku ingat persahabatan kita. Dengan hati yang terluka Hyunna menghubungi Ki Bum dan ingin mengakhiri ini semua.

“ Halo.. Ki Bum”

“ Ya, Kim Hyunna..” terdengar suara yang ia rindukan selama ini.

“ Aku tidak akan lagi menganggu kalian. Tapi, ingatlah aku akan selalu percaya padamu.. walau aku tahu selama ini kau tidak mempercayaiku. Aku akan mendoakanmu.. Selamat tinggal”

“ Halo.. Halo.. Hyunna.. Kim Hyunna”

Hyunna mematikan dan membanting handphonenya dengan keras. Inilah saatnya ia memulai hidup baru tanpa seorang sahabat. Ia bangun dari tempat duduknya dan mengganti pakaian kerja. Kali ini ia harus fokus dengan pekerjaannya. Ia berjalan keluar dari apartemennya dengan lunglai menuju kantornya. Saat menuju kantor ia melihat toko handphone, ia berpikir membeli handphone yang baru karena hanphonenya rusak. Setelah membeli handphone baru, ia bergegas ke kantornya.

Baru saja menapakan kaki di kantor, Mr. Han memanggil untuk ke ruangannya. Hyunna mengikuti Mr. Han dari belakang dengan tenang.

“ Miss Kim, kenapa handphone anda tidak bisa di hubungi?” tanya Mr. Han memulai pembicaraan.

“ Maafkan saya, handphone saya rusak. Saya baru membeli yang baru” kata Hyunna sambil memperlihatkan kantong handphone.

Mr. Han mengangkat alis matanya dan menghela napas “ Baiklah, tadi Mr. Jo Kwangmin menelpon anda.. Tinggalkan nomor anda.. saya akan memberitahukan nomor baru anda.. Jangan sampai karena kecerobohan seperti tadi menghancurkan event kita nanti.” Mendengar itu Hyunna hanya mengangguk dan menuliskan nomor barunya.

“ Oke, anda sudah bisa kembali ke meja anda” seru Mr. Han sambil mengambil nomor yang sudah di tulis oleh Hyunna.  “ Saya akan mengirimkan nomor ini kepada Mr. Jo, dan saya akan mengirimkan nomor anda ke bagian karyawan untuk diganti pada profil anda” kata M. Han menambahkan.

“ Terimakasih, Mr Han. Maaf merepotkan anda” kata Hyunna sambil membungkuk dan pamit untuk keluar. Baru saja keluar dari ruangan, Ada pesan masuk ke handphone Hyunna. Hyunna dengan cepat melihat isi pesan itu yang berisikan : “ Seperti biasa anda melakukan hal di luar pemikiran saya. Tertanda Kwangmin,” melihat isi pesan itu Hyunna bingung dan membalas sms itu. “ Bukan mau saya kalau handphone itu rusak karena perasaan saya yang sedang kesal.”

“ Drr.. drttt”

“ Kesal? Apa yang membuat anda kesal?”

Hyunna hanya mengangkat alisnya dan segera membalas sms itu “ Ini masalah pribadi saya. Jadi, saya tidak bisa menceritakannya kepada anda.”

“ Drr.. drttt”

“ Maaf, tapi saya hanya mencoba membantu”

Hyunna membaca pesan itu dan merasa bersalah karena ia sudah besikap tidak baik. Padahal, Kwangmin sudah bersikap baik padanya. “ Maaf, saya sudah menyakiti hati anda. Bisakah saya bertemu anda sekarang? Saya akan mentraktir anda untuk menebus kesalahan saya tadi,” Hyunna mengirimkan pesan itu dan berharap kalau Kwangmin memaafkannya.

“ Drr.. drttt”

“ Baiklah, temui saya di tempat pertama kita bertemu jam 7 malam,” melihat balasan dari Kwangmin, Hyunna merasa lega dan berharap nanti Kwangmin akan memaafkannya. Setelah itu Hyunna memasukan kembali Handphonenya ke dalam kantung celana.

Hyunna berjalan ke arah mejanya dan memandang foto yang ada diatas mejanya. Ia menggerutu kesal dan membuang foto-foto itu ke tempat sampah di sebelah meja kerjanya.

“ Drr.. drttt”

Hyunna bergegas mengambil handphone yang ada di dalam kantung celananya. Melihat nomor yang tidak asing, Hyunna dengan malas mengangkat telepon itu.

“ Yoboseyo..”

“ Ya, dapat dari mana kau nomor baru ku?” kata Hyunna dengan nada sinis.

“ Aku menelpon kantormu dan dia memberikan nomor barumu kepadaku” kata Ki Bum dengan suara serak.

“ Lalu, ada masalah apalagi Ki Bum-ssi?” tanya Hyunna dengan singkat.

“ Aku mau minta maaf kepadamu kalau aku tidak bisa mencintaimu. Tapi, apakah kita masih bisa berteman Hyunna?” tanya Ki Bum.

“ Maaf, permintaan anda saat ini saya tolak,” kata Hyunna dengan wajah muram.

“ Tidak bisakah kita seperti dulu, Hyunna? Bersahabat? Dan, aku mohon kau jangan memfitnah Nichole lagi. Dia adalah yeoja yang baik,” kata Ki Bum dengan perasaan berharap.

“ Maaf, Mr. Ki Bum. Permintaan anda saya tolak. Saya tidak bisa lagi menjadi sahabat anda. Dan, asal anda tahu kalau bukan saya yang memfitnah Nona Nichole,” kata Hyunna yang sudah kesal.

“ Tapi..”

“ Dan, maaf Mr. Ki Bum. Tolong jangan hubungi saya lagi,” kata Hyunna sambil menutup telpon. Hyunna tidak bisa berpikir jernih ketika Ki Bum meminta untuk jangan memfinah Nichole. Padahal kenyataannya Nichole lah yang memfinahnya dan membuat persahabatan Hyunna dan Ki Bum berantakan. “ Apa yang harus aku lakukan untuk bisa bersama denganmu lagi Ki Bum? Tidak ada dan tidak akan pernah! Karena kau pasti akan membela Nichole” gumam Hyunna dalam hati. Perlahan air matanya turun membasahi wajahnya. Ia hanya bisa menangisi dirinya.

“ Maaf, Miss Hyunna..” terdengar suara berat memanggil namanya, dengan cepat Hyunna menghapus air mata dan membalikan tubuh sambil menatap seseorang yang ia baru kenal.

TO BE CONTINUED

Mian, Readers.. kalau ff ini terlalu pendek. Karena, author sedang UAS jadi hanya sempat membuat ini. Di part selanjutnya author berjanji akan panjang.. haha

Dan, author minta maaf kalau ff ini rada kaku soalnya cerita ini adalah kisah author sendiri.. haha *curcol*

34 responses to “HELLO, MR! Part 1

  1. Pingback: Hello, Mr! Part 3 | FFindo·

  2. bahasanya bener2 formal, tapi bagus.. itu mengambarkan sikap formal ama seseorang yang baru dikenal… 🙂
    next part ya author.. 🙂

  3. Pingback: HELLO, MR ! 3 | Kimhyunna's Blog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s