A Safe Place to Fall [Special Kyuhyun’s birthday]

Tittle : A Safe Place to Fall [Special Kyuhyun’s birthday]
Author : Cho Chae Hyun
Length : one shoot
Main Cast : Cho Kyuhyun, Park Yoora
Genre: Romance
Rated : PG

—————o————–

Yoora memandang dengan mata kosong pada layar laptop didepannya. Yoora tahu ini resiko yang harus dirasakan, rasa sakit yang terus dirasakannya saat laki-laki yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain tanpa rasa canggung sendikitpun.

Bahkan Yoora pun belum pernah merasakan romantisnya makan malam bersama kekasihnya sendiri. Setangkai bunga mawarpun belum pernah didapatkannya dari laki-laki itu. Tapi, tanpa ada hubungan perasaan, hanya sebatas kerja. Wanita asing itu bisa mendapatkannya dengan mudah, pada pertemuan pertama, dan tanpa harus memimpikannya dulu.

Yoora sebenarnya ingin menangis, dia sudah terlalu sering melihat kekasih seperti itu, bahkan sangat sering. Tapi gadis itu mencoba kuat, hanya gadis bodoh yang akan menangisi seorang laki-laki. Itu kata yang pernah keluar dari mulutnya, tapi kata itu tak pernah sama dengan yang ia rasakan dihatinya.

Yoora menekan tombol turn off pada laptopnya dan tanpa menunggu laptopnya mati, gadis itu sudah melipat layar laptopnya dengan kasar. Dia menghelah nafas panjang lalu matanya tertuju pada kalender didekatnya. Angka 3 pada bulan febuary menjadi pusat perhatiannya. Hari ulang tahun kekasihnya, Cho Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun Super Junior.

“Sebentar lagi,” pikir gadis itu. Hanya menghitung hari memang, tapi Kyuhyun tidak sama sekali menghubungi Yoora. Yoora masih terlalu ingat ditahun-tahun sebelum laki-laki itu akan sangat cerewet jika mendekati hari ulang tahunnya. Tapi sepertinya tahun ini akan berbeda.

——–o——-

Yoora mencari nama sebuah contact di handphonenya. Gadis itu menekan tombol call lalu menempelkan handphonenya ketelinganya.

“Yoboseyo.. ada apa kau menelponku” ujar orang diseberang telpon.

“Memangnya tidak boleh, hah?!” teriak Yoora sebal.

“Aku sedang sibuk, Yoora-ya” balas Kyuhyun tenang.

“Sesibuk itukah kau sampai tidak bisa berbicara denganku beberapa menit saja? Oh aku tahu, kau mulai sibuk dengan ‘istri’ mu itu kan? Oke silahkan lanjutkan kencan buta kalian!” ujar Yoora tanpa diperintah dari otaknya. Dia hanya ingin meluapkan rasa kecewanya yang terlalu banyak dipendam.

“Hei, aku tidak ada hubungannya dengan kencan buta!” ujar Kyuhyun setengah berteriak. “Baiklah, aku beri waktu 3 menit untukmu”

“3 menit untukku? Lalu kau berikan sisa waktumu untuk ‘istrimu’ yang ELEGAN itu? Cih~”

“Waktu 3 menit akan segara habis kalau kau terus mengoceh tidak penting”

“Aku lihat foto kalian berdua. Wanita berwajah tua dengan make-up berlebihan! Sebenarnya kau juga berwajah tua sih. Hahaha!”

“Park Yoora jaga bicaramu!” teriak Kyuhyun, kali ini lebih keras. Yoora hanya bisa terdiam, matanya mulai menggenang air mata.

“Kau menyukai wanita elegan seperti dia, kan? Ya, aku tahu dia sangat berbeda jauh denganku. Dia angsa yang sangat cantik dan aku hanya itik busuk” ucap Yoora berusaha menstabilkan suaranya.

“Yoora-ya..”

“Dan mawar merah yang kau berikan… sangat cantik, sangat cocok dengannya. Andai aku bisa memiliki 1 dari bunga itu” lanjut Yoora dengan suara bergetar.

“Yoora-ya, bukan seperti itu maksudku…”

“Aku tutup telponnya…”

Yoora langsung menakan tombol merah di handphonenya. Air mata mengalir munuruni pipinya, tapi dengan cepat ia menghapusnya. Gadis itu sekarang sedang berpikir, pasti Kyuhyun akan menelponku balik. Dia terus memandang layar handphonenya, menunggu sebuah panggilan telpon dari Kyuhyun. Namun 30 menit sudah Yoora menunggunya, tidak ada 1 pun sms ataupun telpon dari Kyuhyun. Dan itu cukup untuk membuat satu lagi lubang keperihan di hatinya.

——–o——-

Yoora berjalan di trotoar sambil memasukkan tangannya ke saku mantelnya. Hari ini dia berniat berbelanja karna stok makanannya habis. Gadis itu terus berjalan sampai akhirnya tidak sengaja menemukan sebuah Cafe. Yoora terdiam dan berpikir keras kenapa dia bisa sampai ketempat itu. Kona beans, siapa yang tidak tahu tempat itu.

Tidak tahu ada apa dengan otak gadis itu hingga dia berani melangkah masuk ke Cafe itu. Kemaraian yang langsung didapatnya. Bahkan tempat pemesanan saja sudah penuh dikerubungi para gadis-gadis muda. Ide membuat cafe oleh ibu-ibu yang mempunyai anak artis memang sangat menguntungkan.

Yoora ikut mengantri distan pemesanan, cukup lama ia mengantri hingga ia berada di urutan paling depan. Yoora terdiam sejenak saat melihat yang menjaga stan pemesanan adalah ibu dari Cho Kyuhyun, dan di sisi lain Yoora bisa melihat anak dari Ny. Cho menjaga kasir. Gadis itu hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mendumel pelan.

“Ada yang bisa kami bantu, agashi?” tanya Ny. Cho. Kyuhyun memang tidak pernah mengenalkan Yoora pada orang tuanya.

“1 hot mocca” jawab Yoora tenang. Ny. Cho tersenyum lalu menyiapkan pesanan Yoora.

“Ini, silahkan bayar dikasir” ujar Ny. Cho sambil memberikan pesanan Yoora. Yoora menganguk dan bergeser sedikit ke kasir. Jantungnya mulai berdetak tak karuan.

“1 hot mocca,” ujar suara berat itu. Tangan Yoora terasa dingin, padahal ia tengah menggenggam cup coffee yang hangat.

“25 ribu yen (anggep aja 25rb rupiah -,-)” ujar Kyuhyun lagi. Yoora menganguk dengan wajah tertunduk dalam. Gadis itu mengambil uang di dompetnya lalu memberikannya pada Kyuhyun tanpa bicara.

Yoora mendengar mesin kasir berbunyi. Terbilang cukup lama hanya untuk membayar 1 minuman. Mungkin Kyuhyun belum begitu mengerti cara menggunakan mesin kasir.

“Kenapa kembaliannya lama sekali” kata itu keluar tanpa disadari Yoora.

“Ah, mianhae. Ini kembaliannya dan strucknya. Datang lagi ke Kona Beans ya” ujar Kyuhyun sambil memberikan kembalian dan struck pada Yoora. Yoora langsung menerima apa yang diberikan Kyuhyun lalu meremuknya dan memasukkannya ke saku mantel.

Yoora buru-buru menyingkir dari kasir karna sudah banyak yang mengantri. Gadis itu menyesap mocca yang ia pesan sambil sesekali menoleh kebelakang, berharap masih bisa melihat wajah laki-laki itu. Namun kasir sudah tertutup rapat oleh tubuh gadis-gadis disana.

Satu kekecewaan lagi karna sepertinya Kyuhyun tidak menyadari bahwa itu Yoora.

——–o———

2 febuary 11.50 pm. Yoora menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut. Gadis itu mencoba tidur, tapi entah kenapa itu sangat sulit untuk malam ini. 10 menit lagi laki-laki itu ualng tahun, biasanya saat-saat seperti ini, Yoora dan Kyuhyun sibuk memandangi kue ulang tahun yang siap ditiup. Tapi malam ini Yoora hanya bisa diam ditempat tidurnya.

Ada niat untuk menelpon Kyuhyun, tapi rasa takut akan diacuhkan selalu menghantui pikirannya. Dan itu semakin membuat hatinya bertambah sakit. Jam 12 tepat, Yoora hanya bisa menangis kecil dibalik selimutnya sambil mendoakan kekasih dari jauh.

“Saengil chukkae. Aku mencintaimu…” isak Yoora pelan. Semalam gadis itu berpikir keras tentang sesuatu, tentang kelanjutan hubungannya dengan Kyuhyun. Dan dengan sangat terpaksa, Yoora memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Sebenarnya Yoora tidak ingin, tapi keadaan yang memaksa untuk melakukannya.

——–o——–

Keesokkan harinya Yoora mulai membereskan barang-barang yang berhubungan dengan laki-laki itu. Dengan sedikit dihiasi air mata saat melakukannya. Satu persatu barang dari Kyuhyun mulai disingkirkannya ke gudang.

Seharian Yoora menghabiskan waktu dengan hal-hal tidak penting. Hanya untuk membuat pikirannya lupa oleh laki-laki itu, meskipun itu tidak berhasil.

Sampai dengan malam hari, Yoora berniat mencari makan diluar dan sedikit minum-minum. Yoora memakai mantel yang tergantung dilemarinya lalu sedikit merapikan rambutnya. Gadis itu menenteng tas di sebelah tangannya lalu tangan satunya lagi dimasukkannya ke saku mantel.

Srrakkk..

Suara itu keluar saat tangan kanan Yoora memasuki saku mantelnya. Gadis itu meraba saku mantelnya lalu mengeluarkan benda yang ada didalam sana. Beberapa lembar uang dan sebuah struck. Yoora ingat kalau itu kembalian dan struck dari Kona Beans waktu itu.

Yoora memasukkan lembar uang itu kedalam sakunya lagi dan strucknya akan ia buang. Namun gerakkannya terhenti saat melihat sebuah tulisan tangan dibelakang struck. Yoora melebarkan struck yang remuk itu, dan dia sangat terkejut dengan tulisan tangan itu.

‘Temui aku ditempat biasa saat tanggal 3 nanti jam 7 malam. Waktu ku tidak banyak, jadi kau harus datang tepat waktu’

Yoora menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Dia tahu itu tulisan tangan Kyuhyun, dan dia sangat tidak menyangka. Yoora melihat jam dipergelangan tangannya, Jam 07.30. Mulut Yoora menganga kaget dan gadis itu langsung menghambur keluar apartment.

Yoora berlari ditengah hujan salju yang turun kebumi. Nafas gadis itu tersengal-sengal dan bibirnya bergetar kedinginan. Yoora berhenti dihalte bis dan berniat naik bis, namun tidak ada satupun bis yang muncul. Yoora mendesah keras lalu mencoba memberentikan taxi. Sebuah taxi berhenti dan Yoora dengan cepat menaiki taxi itu.

“Ke taman kota. Cepat ahjussi” teriak Yoora tidak sabaran. Supir taxi itu menganguk lalu melajukan mobilnya ke taman kota. Yoora dengan cemas menggigit jarinya sambil memandang jam ditangannya, 07.50.

“Ya tuhan, semoga dia masih ada” guman Yoora. Taxi berhenti 15 menit kemudian. Yoora langsung memberikan uang lebih tanpa menunggu kembaliannya.

Gadis itu berlari mencari tempat biasa dia bertemu dengan Kyuhyun. Malam hari dan bersalju membuat Yoora kebingungan mencari tempatnya. Namun akhirnya Yoora berhasil menemukan tempatnya dan Yoora juga melihat seseorang tengah duduk di kursi.

Yoora berlari dan menghampiri orang itu. Dan benar itu Kyuhyun. Yoora berhenti didepan Kyuhyun dengan nafas terengah-engah dan bibir membeku. Kyuhyun menyadari kedatangan Yoora lalu mendongakkan kepalanya. Yoora melihat wajah laki-laki itu pucat dan bibirnya yang gemetaran.

Gadis bisa menebak berapa lama Kyuhyun berada disini dari tampangnya yang akan siap mengamuk.

“Mi-mianhae, aku baru membaca tulisanmu tadi. Aku benar-benar tidak tahu, maaf-maaf” ujar Yoora sambil membungkuk berkali-kali. Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya dan membuat Yoora terhuyung beberapa langkah kebelakang. Gadis itu mendongak sebentar melihat wajah Kyuhyun, namun kembali menunduk saat mata mereka bertemu.

“Ma-maaf…” guman Yoora pelan. Tubuhnya tersentak tiba-tiba, Yoora kaget setengah mati saat menyadari bahwa laki-laki itu memeluknya. Pelukkan hangat dan sangat erat.

“Aku pikir kau tidak akan datang..” ujar Kyuhyun dengan suara bergetar. “Aku pikir kau masih marah padaku…” lanjutnya lagi. Yoora hanya bisa terdiam karna syok.

“Aku tahu kalau aku yang salah. Harusnya aku meminta maaf padamu dari awal. Tapi… ego ku terlalu kuat untuk dilawan. Maafkan aku…”

Yoora mengatup bibirnya berusaha menyembunyikan isakkannya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Kyuhyun berpikir seperti itu. Harusnya Yoora bisa mengerti keadaan Kyuhyun. Sekarang penyesalan menghinggapi pikiran Yoora, membuat gadis itu tidak dapat menahan tangisannya.

“Kenapa kau yang meminta maaf. Harusnya aku yang mengatakan maaf padamu. Aku… aku harusnya mengerti keadaanmu. Yang ku pikirkan hanyalah perasaanku sendiri. Kenapa aku begitu egois…” isak Yoora di dada Kyuhyun. Laki-laki itu merenggangkan pelukkannya lalu memandang wajah kekasihnya yang memerah akibat menangis.

“Kau tidak salah, Yoora. Justru akulah yang egois. Aku selalu membuatmu kecewa, aku tidak pernah membuatmu tersenyum, dan aku hanya biasa menyakitimu” ujar Kyuhyun. Yoora menggeleng kuat sambil terus menangis.

“Uljimara… aku tidak mau ini terjadi lagi. Kau tahu, merayakan hari ulang tahun tanpamu benar-benar aneh. Semuanya terasa hampa saat aku tidak mendengar suaramu didekatku” ujar Kyuhyun sembari memeluk Yoora kembali. Yoora menganguk pelan lalu membalas pelukkan Kyuhyun.

“Mianhae, saengil chukka, saranghamnida…” ucap Yoora pelan masih dengan sesugukkan. Kyuhyun tersenyum lalu mengecup dahi Yoora lembut. Mereka terdiam sejenak. Namun tiba-tiba bibir Kyuhyun melontarkan kata-kata yang bahkan dia sendiri tidak menyadarinya.

“Kau tau, bunga mawar yang aku berikan pada wanita itu akan mudah layu hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja…” ujar Kyuhyun. Yoora mendongak lalu menatap wajah kekasihnya heran.

“Kau tidak perlu memiliki salah satu dari mawar itu”

“Kenapa?” tanya Yoora dengan nada sedikit sebal. Kyuhyun terdiam sejenak, mata laki-laki itu memandang intens wajah kekasihnya.

“Karna kau sudah memiliki banyak bunga mawar, taman bunga mawar sendiri, bunga mawar yang khusus ditanam untukmu, dan tidak akan pernah layu” lanjut Kyuhyun lagi. Yoora memiringkan kepalanya menandakan gadis itu masih kebingungan dengan apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Mereka tumbuh dihatiku, Yoora-ya. Dan kau bisa memetiknya setiap saat tanpa perlu cemas akan kehabisan. Karna taman bunga mawar itu takkan pernah habis untukmu…”

THE END

Kyuhyun’s Special POV

Park Yoora. Sebuah nama yang mampuh membuat otakku lumpuh. Bukan hanya otak, bahkan tubuhku mampuh dibuat lumpuh olehnya.

Dia gadis yang sangat aku cintai. Aku bertemu dengannya 3 tahun lalu disebuah super market. Dia berbelanja beberapa barang, dan saat membayar ternyata dia lupa membawa dompet. Karna merasa kasihan, aku pun membayar belanjaanya. Tidak terlalu banyak memang, tapi dia memaksa untuk mengganti uangku.

Akhirnya aku ikut ke apartmentnya dan tentu saja aku membuka kedokku disana. Yang membuatku kaget adalah ekspresi yang sangat biasa saat aku mengatakan bahwa aku Kyuhyun Super Junior. Itulah yang membuatku takjub padanya.

Dan sekarang. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Barusan saja gadis itu menelponku. Aku tahu aku yang salah karna berkata kasar tapi aku memang sedang sibuk. Dari suaranya dia terdengar ingin menangis. Dia bilang aku mulai sibuk dengan Yeonju-sshi, partner ku di WGM. Aku mencoba menjelaskan padanya, tapi dia keburu menutup telponnya. Aku sangat ingin menelponnya kembali tapi managerku malah menyita handphoneku.

Beberapa hari aku tidak pernah kontak dengan Yoora, dan sebentar lagi hari ulang tahunku. Aku sangat ingin meminta maaf padanya dan mengajaknya untuk merayakan pesta ulang tahun bersama. Tapi aku terlalu sibuk, bahkan untuk kekasihku sendiri aku tidak mempunyai waktu banyak. Aku bisa membayang perasaan Yoora. Pasti dia membenciku, pasti dia sangat kecewa padaku.

Dikemudian hari aku berkunjung ke Cafe milik eomma. Hanya sekedar berkunjung, dan melakukan fans servis. Aku disuruh eomma menjaga kasir, dan itu pekerjaan yang sangat membosankan.

Namun saat mataku tertuju pada gadis itu. Semua yang kulakukan terasa menyenangkan. Apalagi rasa rindu yang kupendam selama ini terasa meluap begitu saja saat dia berdiri depanku, walaupun dengan wajahnya yang tertunduk. Dia masih marah padaku. Ya, aku tahu itu.

Aku menulis sebuah pesan dibelakang struck belanjaan. Menyuruhnya menemuiku saat tanggal 3 febuary nanti jam 7 malam ditempat biasa kami bertemu. Aku tidak tahu dia akan membacanya atau tidak. Atau mungkin dia akan mengabaikan pesanku.

Pada saat tanggal 3 febuary, sebelum jam 7 malam aku sudah menunggu ditaman tempat biasa kami bertemu. Hari ini aku sudah mengusahakan jadwalku agar tidak terlalu padat, demi bertemu dengannya.

Namun hingga jam 07.30 malam dia tidak kunjung datang. Rasa takut dia tidak akan datang terus berkelebat di pikiranku. Salju yang turunpun turut membuat tubuhku melemah. Aku terus berdoa dalam hati agar tuhan mengirim dirinya kesini. Dan itu benar-benar menjadi kado terindah saat aku bisa mendengar suaranya dari dekat. Saat dia berdiri didepanku, rasa bahagia itu memuncak.

Dia mengatakan maaf berkali-kali padaku karna ia terlambat membaca pesanku. Aku tidak butuh penjelasannya, yang aku butuhkan hanyalah kehadirannya. Aku memeluknya erat saat itu juga. Mencoba meluapkan rasa rinduku padanya. Aku bisa merasakan tubuhnya yang menegang. Namun perlahan sirna saat aku mulai meminta maaf padanya dan menjelas semuanya.

Dia menangis dihadapanku, untuk pertama kalinya. Dia pernah bilang, hanya wanita bodoh yang menangisi seorang laki-laki, dan aku mengutuk diriku sendiri karna membuatnya menjadi wanita bodoh karna menangisiku.

Dia meminta maaf padaku karna dia pikir dirinya lah yang egois. Tapi aku terus membantah itu dan menyalahkan diriku sendiri. Aku memeluk dirinya lagi mencoba menenangkan dirinya. Dia mengatakan sebuah kata-kata yang mampuh membuat jantungku berdegup kencang.

“Mianhae, saengil chukkae, saranghamnida”

Aku tersenyum mendengar kata itu. Dan entah kenapa, aku malah mengoceh hal yang bahkan aku tidak tahu dapat dari mana. Arti sebuah mawar untuknya. Bahwa dia tidak perlu mendapatkan bunga mawar yang mudah layu, karna dia sudah memiliki taman bunga mawar sendiri dihatiku, dan tidak akan pernah layu.

Kyuhyun’s Special POV END

—–o—-

FF ini kayaknya lebih ke galau Kyu wgm dari Kyu ultah. Yasudlah, yang penting readers suka.

Buat Kyu yang ulang tahun, saengil chukkahamnida. Kamu makin tua Kyu, bikin sifat kamu juga tambah tua jangan muka aja yang di tua-in! semoga rezeki kamu makin banyak, jodoh didekatkan biar cepet kawin, dan hidup dimudahkan. Walaupun kamu makin tua, tapi kami para ELF dan SparKyu terus mendukung karir kamu kok, baik solo mau bareng Super Junior. BIG HUGS AND KISSES FROM SPARKYU INDONESIA. WE LOVE YOU SO MUCH

Advertisements

32 responses to “A Safe Place to Fall [Special Kyuhyun’s birthday]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s