I Love You But, I Hate You — Part 1

Tittle : I Love You But, I Hate You

Author : Kazu1chi

Rating : PG-15

Genre : Romance, School Life, Comedy

Main Cast : Kang Ji Young (KARA), Jung Jin Young (B1A4), Kang Dae Sung (Bigbang)

Support Cast / Other Cast : Kang Min Hyuk (C.N. Blue), Jung Eun Ji (Apink), and other.

Disclaimer : Aku tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan saja lho. Plot milikku, para cast tentu milik kalian 😛

I Love You But, I Hate You

Part 1

I Love You But, I Hate You. Kata-kata itu sangat sering didengar banyak orang termasuk kalian juga pastinya. Bahkan sampai dibuatkan dalam bentuk suatu karya, seperti film, novel, drama, komik, puisi bahkan lagu pun turut ikut campur. Kata-kata itu selain memiliki makna tentang cinta pada seseorang, juga sebenarnya tersirat keputus-asaan loh. Contohnya adalah aku.

Kisah hidupku. Pengalaman pertama ku jatuh cinta.

Sekolah. Masa-masa dimana semua orang belajar tentang kehidupan. Disana ada pelajaran yang mengandung cinta, emosional, dan masih banyak lagi. Pokoknya arti kehidupan dalam berbagai macam bentuk ada di sana.

Dari tempat itulah, awal bertemunya aku dengan orang yang telah membuatku mengalami apa itu jatuh cinta. Jung Jin Young, siswa kelas 3C, berwajah tampan, kulitnya putih, matanya sipit, hidungnya yang panjang dan mancung, alisnya agak tebal, selalu mengeluarkan ekspresi ceria, adalah orang yang pertama kali kucintai. Meski dia tampak seperti pangeran atau pria idaman wanita, namun ada satu sifat yang membuatku sangatlah jengkel. Yakni sifat jail yang super minta ampun itu, mampu mematahkan beratus-ratus hati umat manusia di muka bumi ini.

Tak percaya? Baiklah, akan aku jelaskan lewat ceritaku yang penuh warna ‘gelap’ ini yang merupakan pemberian darinya (tunjuk : Jinyoung).

Sehabis lulus SMP, tentu akan menjejang pendidikan SMA. Dari situlah, permulaanku jatuh cinta. Yaitu melalui pandangan pertama padanya saat berpapasan di hari pertama sekolah.  Mata saling berhadap-hadapan meski sambil berjalan. Awalnya ku berpikir bahwa dia itu baik hati, ramah, sopan, dan sifat-sifat yang positif. Tapi aku salah, dia tak seperti yang ku perkirakan.

***

“Min Hyuk oppa! Jangan usik sepatuku!!” aku segera turun dari tangga, menginjaki anak tangga satu per satu dengan cepat. Ku pasang wajah cemberut, begitu melihat oppa ku sedang sibuk ‘bermain-main’ dengan sepatuku yang terletak baik di lantai kayu. Teriakku menggelegar sehingga membuat kedua telinga oppa ku pengang, “Yaa!!!”

Bingo!

Sesuai dengan dugaanku, ia langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, jadi aku dapat mengambil kedua sepatuku dan kabur menghindar dari oppa ku. Di halaman rumah, kupakai sepatuku yang untungnya masih utuh, belum penuh coretan dari hasil ‘karya’ oppa ku. Tanpa sengaja mataku mengarah pada jarum jam tanganku.

Aigoo! Jam telah menunjukkan pukul 09.15 AM KST!!

Bagaimana bisa ini terjadi, di hari pertamaku duduk di bangku SMA di sekolah baruku?!

Aku segera mengikat tali sepatuku, kemudian jok sepeda kududuki, dan ku gowes secepat mungkin menuju sekolah. Kami (sebut : aku dan Min Hyuk oppa) memang satu sekolah, akan tetapi kami pergi ke sekolah dengan kendaraan masing-masing.

Aku yang setengah mati mengeluarkan seluruh tenagaku hingga tetesan keringat pun tak kuanggapi, tiba-tiba dengan seenaknya sebuah motor melintas dengan cepat di sebelahku persis. Plat motor tersebut sama persis dengan nomor plat motor oppa ku! Ah, sialan! Aku kalah cepat!

Pada akhirnya, aku telah sampai di tempat parkir sekolah. Kulihat motor milik oppa ku telah bersantai dengan gagah di tempat parkir. Secepat mungkin ku parkirkan sepedaku, kemudian berlari menuju kelas 1D. Sekeliling sekolah sudah sangat sunyi, hanya terdengar kicauan burung-burung yang berterbangan di langit yang indah namun lebih ‘indah’ dari hari-hariku sebelumnya.

Sudah ku tahu pasti. Begitu di depan pintu kelas, sang guru menyuruhku pergi ke kantor guru menghadap kepala sekolah! Omoo!!

Baru sampai di luar kantor guru, aku melihat oppa ku berdiri sambil menunduk di sebelah meja kepala sekolah kami. Ku berjalan pelan-pelan menghampiri meja kepala sekolah.

“Ya!! Kamu..,” ucap sepatah kepala sekolah dengan nada bentak menatapku dengan sangar, “Kamu juga terlambat?!”

Aku berjalan pelan dengan menunduk sambil mengangguk.

“Bagaimana bisa, kalian kakak-beradik, sama-sama terlambat, di hari pertama masuk sekolah pula?!” tanyanya dengan nada marah. Kami semua hanya diam menunduk. Ah.. nasib-nasib, oppa ku juara satu masuk ‘penjara’ dan aku juara dua masuk ‘penjara’. (_ _”)V

Ia tertegun. Beliau pun menghela nafas, “Baiklah. Akan saya beri keringanan. Tapi hanya untuk hari ini saja! Lain kali, kalau sampai terlambat lagi, kamu akan terima hukuman yang lebih berat. Kalian, tetap diberi hukuman keringanan. Yakni berdiri di luar kelas selama satu jam penuh!”

Ige mwoya?! Hukuman keringanan? Itu sebuah keringanan, apa ringan untuk memberi kesadisan?!

Hukuman yang katanya ‘keringanan’ dimulai dari sekarang. Kami berterima kasih (dalam hati, sangatlah terpaksa!) pada kepala sekolah, kemudian mengikuti apa kata kepala sekolah.

Hendak keluar dari kantor guru untuk menjalani hukuman, tak sengaja aku berpapasan dengan seorang namja. Kami sempat saling menatap, kemudian berlalu begitu saja. Akan tetapi, tak seperti biasanya, hatiku kali ini tiba-tiba berdegup kencang. Ige mwoya? Ada apa denganku?

Di luar, aku hanya bertopang dagu, menikmati pemandangan sekolah di pagi hari. Lumayan sejuk. Namun seperti ada getaran kimia dari dalam diriku, aku segera menoleh, dan mendapati namja itu berjalan keluar dari kantor guru menuju kelasnya. Melihat kemunculannya dia, membuat hatiku seperti terikat, juga membuat suhu tubuhku meningkat. Ada apa sebenarnya ini? Aku sungguh tak mengerti dengan keadaan diriku sekarang..

Mataku terus memperhatikan dia, tak sedikitpun langkahan darinya terlewati dari mataku. Secara tiba-tiba, oppa ku membuyarkan fokusku. “Jiyoung!!” hardiknya. Badanku terasa lompat begitu mendengar hardikan darinya. Ah, memang oppa paling menyebalkan sedunia.. (= =”)

“Ada apa, oppa?!” kesalku dengan nada sedikit teriak dan tersenyum kecut.

“Oh tidak ada apa-apa, dongsaeng!” balasnya yang juga ikut-ikutan sepertiku.

“Lalu kenapa mengagetkanku, oppa?!”

“Hanya iseng saja, dongsaeng!”

Diam langsung. Aku malas melanjuti percakapannya. Karena tentu, akan terus berlanjut seperti itu, dan membuatku bosan. Pandangan mataku yang tadi mengarah pada Minhyuk oppa, kini sedang mencari posisi si ‘orang’ itu tadi yang berjalan menuju kelasnya. Cepat sekali orang itu menghilang. Serasa seperti ditelan bumi.

“Apa yang sedang kau cari, dongsaeng?!” tanyanya yang mencoba menghardikkan kembali.

“Oh tidak apa-apa, oppa!”

“Oh begitu! Baiklah, dongsaeng!” Minhyuk oppa langsung membalikkan posisinya lalu menikmati pemandangan sekolah. Aku pun juga begitu seperti Minhyuk oppa.

Selama satu jam penuh, kami hanya mondar-mandir atau bertopang dagu menikmati pemandangan sekolah atau saling berbicara. Itu dilakukan untuk berusaha memecahkan kebosanan, tapi yang ada malah tambah bosan. Bagaimana ini? (_ _”)

***

“Jeongmal gamsahamnida, seonsaengnim. Atas hukumannya (dalam hati, super super berat!) yang ringan tadi,” bungkukku pada guru kelasku, sebelumnya kami (tunjuk : aku dan Minhyuk oppa) memberi hormat pada kepala sekolah lalu kami berpisah.

“Ne. Kalau gitu, jangan terulang lagi, ya,” ceramah guruku. Kuanggukkan kepalaku sambil membungkukkan badanku lagi, kemudian mencari tempat duduk yang kosong.

Akhirnya.. duduk juga. Sudah satu jam tak duduk, daritadi hanya bersandaran pada dinding juga berdiri. Untungnya, pelajaran masih belum ada, jadi masih bisa santai. Pikiran pun juga tak tambah pusing setelah diberi hukuman ‘berat’ tadi.

Waktu terus berlalu, detik demi detik terlewati, jarum jam terus menerus berputar. Tanpa kusadari, bahwa diriku telah tertidur di sudut ruang kelasku. Tak ada satupun yang mau membangunkanku, mungkin karena mereka belum mengenalku (itu baru mungkin loh).

Ketika sedang nyenyak-nyenyaknya tidur di kelas, oppa ku tiba-tiba menggoyang-goyangkan tanganku gunanya untuk membuatku terbangun. “Yaa!! Dasar pemalas, bangun!” hardiknya yang membuatku terbangun seketika.

Dengan matanya yang masih mengantuk dan mulut yang mangap untuk menguap, kulihat wajah jelek dari oppaku kalau dia lagi kesal.

“Tumben oppa bangunin aku,” balasku yang masih malas-malasan.

“Dasar anak manja! Ini udah bel istirahat, kau belum punya teman kah, kok gak ada satupun yang bangunin kau?”

“Heh? Terus kenapa? Ya.”

“Jiyoung, Jiyoung,” oppa ku menggeleng-gelengkan kepalanya, “Ya sudah, kalau belum punya teman, ayo temanin oppa makan di kantin, sini.”

Mau tak mau, aku menganggukkan kepalaku. Mau gimana lagi, aku belum ada teman disini, ya jadi terpaksa mengikuti oppa ku.

Sampai ku di kantin, aku dikejutkan dengan hiruk-piruk nya kantin yang menurutku lebih mirip dibilang pasar ketimbang kantin. Bahkan disini ada yang tawar-menawar pula, dia adalah ‘orang’ yang mampu membuat jantungku berdenyut tak beraturan.

“Hayah, mahal amat disini. Mending aku beli di pasar kalau begini,” dengarku ‘orang’ itu mengeluh pada mbak-mbak kantin.

“Mahal apaan? Begini mahal? Cuma 500 perak, dibilang mahal?! Ya ampun, Jinyoung!” mbak-mbak kantin itu juga ikut-ikutan mengeluh dengan keluhan ‘orang’ yang ternyata bernama Jinyoung itu. Mendengar namanya, membuatku kaget. Loh kok namanya bisa nyaris mirip dengan namaku?

To Be Continued

Note : Annyeong, udah lama aku gak post FF yang berlength Chapter/part, dan kali ini baru ngepost juga haha.. Btw, jangan lupa pada mampir ke http://gdluck.wordpress.com yo.. (?) Oh ya, gak bisa banyak berkata lagi, mohon dukungannya, dan mianhamnida kalau misalkan ini FF nya tersendat-sendat (pasti (?)), hehe.. gomawo, monggo dibantu share.. 😀 *bow*

11 responses to “I Love You But, I Hate You — Part 1

  1. asiiiikk cast nya si cutie Jjing XD
    kebetulan aku lagi suka2nya Jjing-Jinyoung, eh taunya ada ff nya xD
    btw, Minhyuk cocok juga jadi kakaknya Jjing xD
    oya, aku suka! aku suka ff nya xD ditunggu chap selanjutnya, thor xD

  2. Awalnya lebih mirip cerita2 Indo buka ff Korea..
    Tangahnya bagus n ceritanya menarik..
    Pertama baca judul, aq kurang respek sama cerita..
    Beberapa menit kemudian baru teringat bahwa judulnya sama judul ff yang aq mau buat*baru tahap kerangka ceritanya n belum tahu kapan mau buat cerita yang sebenarnya*..
    Lanjut y chingu..^^

  3. masih bingung sama jalan ceritanya, karena belum ketauan sikap jinyoung ke jiyoung. Tapi, penasaran ^^

    • hahaha, gomawo.. ;D
      oh iyo, mianhae kalo misalkan lama banget ya.. 🙂
      hehe, gwenchanayo.. 🙂

      gomawo uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

    • lom sempet nulis juga lom kepikiran ide nya.. 😀 *peace*
      hehe, mianhae kalo uda bikin lama.. 😦 *bow*
      haha, gomawo.. 🙂

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s