Seasons of The Lucifer [CHAPTER 10] Part. A

Seasons of The Lucifer

Title:Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: romantic – comedy, Friendship, AU

Leght: Chaptered

Ratting: G

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

Support Cast:

Uzuki Naomi

Uzuki Naoki

Elison Kim

 

Credit Poster: @dEanKeya –Jeongmal Gomawo*bow

 

 

Let’s begin, Summer Jonghyun.

Cuma mau bilang, pertanyaan kalian udah kejawab di part part awal dan Ini latarnya nggak sesuai musim loh ya

Ku saranin, bacanya sambil dengerin backsound yang aku kasih ya. Soalnya, aku nulis sambil dengerin lagu itu.

Happy Reading ^_^

SOL [teaser] | SOL [chapter 1] | SOL [chapter 2] | SOL [Chapter 3] | SOL [Chapter 4] |SOL [Chapter 5], SOL [chapter 6] part.A, | SOL [chapter 6] part.B |SOL [chapter 7] part.A | SOL [chapter 7] part.B  | SOL [Chapter 8], | SOL [Chapter 9] | and Others

 

______________

 Lucifer

Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis

Hati yang egois

Cinta yang tulus

Kesucian yang keliru

Mengancam

Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis

Mempunyai perasaan yang tidak jelas

Lucifer adalah keberanian

______________

            Ditengah aktifitas yang semakin memanas, tiba tiba Taemin melepas ciumanya. Chaerin tersentak pelan, ia menatap Taemin binggung namun namja di hadapanya itu tidak membalas tatapanya. Pandangan Taemin teralih ke arah samping, menatap tajam pada Locker tempat seseorang bersembunyi.

“CK! Aku tahu kau disitu Choi Minhyun! Jangan lari karna sudah lama aku tahu kau adalah Yeoja!” seru Taemin seraya menyuguhkan senyum sinis penuh kemenangan.

 

~*~*~*~

 

Seorang gadis berlari di bawah penerangan redup lampu jalan, rambutnya yang tersapu angin melambai seirama dengan langkahnya yang semakin pelan. Tak ada deru kendaraan yang bergaung di atas tanah beraspal itu, bahkan bulan yang biasanya berbias ceria kini hanya menyisakan secerca cahaya remang yang terlalu enggan menemaninya.

Ia merasa sendiri, namun lebih baik. Ia tak sudi dunianya dijamah iblis berwujud malaikat yang memupus mimpi liarnya tentang kehidupan dimana persahabatan menempati tahta tertinggi yang mampu memendarkan lingkup kehangatan.

 

Persetan dengan persahabatan, karena hal itu dirinya dihadapkan dengan satu masalah besar yang terus membuahkan ranting ranting kecil yang kian mengeras. Kelak, Kejutan apalagi yang akan didapatkanya? Entahlah, karena baru saja dirinya disuguhi fakta yang membuatnya terguncang hebat.

Taemin tahu rahasia terbesarnya…

“SHIT!” Minhyun menendang kerikil di hadapanya, berkali kali umpatan kesal terdengar. Kini ia tak lagi berlari, nafasnya habis menderu dan dia hanya bisa berjalan dengan sempoyongan.

 

Saat Taemin menyatakan bahwa dirinya mengetahui identitas Minhyun, gadis itu hanya mampu berlari dengan pikiran yang belum tercerna sempurna. Bagaimana bisa Minhyun begitu teledor membiarkan Taemin mengetahui identitasnya. Cukup mahluk keparat bernama Choi Minho saja yang tahu…

Sekarang, apa yang harus dilakukanya? Melarikan diri –lagi- dengan kembali ke Los Angeles?

Langkah Minhyun terhenti ketika ia telah sampai dihadapan Mobilnya, Minhyun memang sengaja memarkir mobirlnya agak jauh. Ia membuka pintu kemudi lalu menghempaskan punggungnya di sandaran jok.

Tanganya meraih ponsel di atas dashboard. tak lama setelah jarinya berkutat, ponsel itu ia dekatkan ke telinga dan terdengar nada sambung disana.

 

“Yeoboseyo Park ahjussi. Maaf mengganggu, apakah SHINee ada di Dorm?” tanya Minhyun langsung ke inti. hebat bahwa Park Ahjussi masih menerima telepon padahal sudah jam 2 pagi.

“tidak, asrama mereka kosong. Kim Jonghyun keluar sekitar jam 5 sore, Lee Taemin keluar tepat jam 22.45. sedangkan Kim Kibum dan Choi Minho kemungkinan bersar berada di Breath of Heaven. Lee Jinki saya tidak tahu”

Minhyun menyatukan alis “Breath of Heaven?” ulang Minhyun.

“itu adalah pulau pribadi milik keluarga Kim Kibum”

Minhyun mengangguk pelan. bukan hal mudah memiliki sebuah pulau di korea selatan, sudah pasti seorang Kim Kibum bukan dari keluarga sembarangan.

Setelah mengucapkan terima kasih,  Minhyun memtuskan sambungan telepon lalu menjalankan mobilnya. Mengingat Dorm sedang kosong, ia pun berniat untuk ‘mengubah penampilan’ disana saja.

 

~*~*~*~

 

Minhyun melangkahkan kakinya ke arah Mini bar yang menjadi sekat antara dapur dan ruang makan. ia membuka lemari kaca di sudut bar yang menyatu dengan dinding. Di raihnya mug biru kesayanganya lalu mengisi mug itu dengan air putih yang tersedia di Refrigenerator.

Saat Minhyun hendak kembali ke kamar, langkahnya terhenti ketika melihat pintu kamar Jonghyun – Onew sedikit terbuka. Ia menyernyit, bisa saja salah satu namja itu sudah pulang ketika ia sibuk kembali menjadi ‘Cho Minhyun’

 

“Hyung!” panggil Minhyun. Ia berjengit ke arah daun pintu lalu mengintip pada sela kecil disana. “hyung” panggilnya lagi.

Merasa tak ada jawaban, Minhyun membuka perlahan pintu kayu berwarna coklat tua itu. ia mengedarkan pandanganya dan tak mendapati seorangpun disana, mungkin memang dari awal posisi pintunya sudah seperti tadi.

Selama Minhyun tinggal di Dorm, ia belum pernah memasuki kamar Jonghyun-Onew. Selain karena mereka tidak mengundangnnya, dia merasa memasuki kamar orang tanpa ijin sangat tidak sopan –kecuali sekarang tentunya.

 

Minhyun menarik kesimpulan kalau daerah Onew di tingkat atas dan Jonghyun di bawah. Itu terlihat jelas karena lantai bawah didominasi dengan warna merah-hitam-perak, sedangkan tinggkat atas berwarna lebih ceria.

Pandangan Minhyun tertuju pada meja belajar yang terletak di bawah jendela. di atas meja itu tergeletak sebuah buku setebal 5cm yang bagian tenganya agak menggembung. Di sela jajaran alat tulis terselip beberapa Roll Film, Chip memory dan kamera Nikkon Coolpix.

 

MInhyun menyernyit heran, sejak kapan seorang Kim Jonghyun menyukai Fotografer?. Penasaran, ia pun menarik menarik kursi di bawah meja lalu duduk disana. Minhyun mengamati buku bersampul hitam itu, awalnya ia kira lekukan garis di cover buku hanya berupa hiasan namun ketika di amatinya lagi, Lekukan itu membentuk kata “Neverstory”

Dengan gerakan hati hati ia membolak balik buku itu. ternyata bagian tengah yang menggembung dikarenakan dalam buku itu terhias banyak foto Jonghyun dan… Naomi?

Model cantik yang biasanya Fashionable itu terlihat sangat polos dan manis dalam kumpulan foto di buku Hitam Jonghyun. Bahkan beberapa foto bergambarkan Naomi tengah mengenakan seragam sekolah.

Minhyun menyadari sesuatu…

Ada untaian kisah yang tertulis di setiap lembarnya, dan kumpulan foto itu seakan menjadi bukti abadi penguat keakuratan cerita. Minhyun kembali ke halaman awal dan mulai membaca.

 

~ THE STORY BEGINS~

 

SHINee – REPLAY

 

“Naoki! Berikan bolanya padaku!” seru seorang pemuda dengan bahasa jepang namun aksen korea masih terdengar kental dalam kalimatnya.

“Jonghyun, Terima bolanya!” sahut pemuda yang berada di luar garis lapangan basket. Mereka memang hanya bermain main saja.

Sudah 10 hari Jonghyun berada di negeri sakura itu beberapa hari terakhir ia dan Naoki banyak menghabiskan waktu bersama karena mereka mempunyai Hobby yang sama. Photograph.

 

Sejak kecil Jonghyun sudah belajar bahasa Jepang karena ia terobsesi bertemu dengan ayahnya setelah ibunya mengatakan bahwa ayah Jonghyun bernama Herry Kim dan berjanji akan mengajak Jonghyun ke jepang untuk bertemu denganya yang menetap disana.

Saat liburan musim panas tahun pertama sekolah menengah atas, janji itu terpenuhi. Ia berangkat ke Jepang dan SHINee tahu itu, tapi tidak dengan tujuan bertemu ayahnya. Jonghyun menutup hal itu rapat rapat.

 

“nande? Kenapa kau biarkan bolanya, Bakka na…!” gerutu Naoki kesal, bukanya menerima bola, Jonghyun malah terfokus ke arah lain dan membiarkan bola itu melambung jauh.

Jonghyun tak menggubris ucapan Naoki, ia melayangkan cengiran aneh lalu berlari keluar lapangan basket, menyusuri Trotoar dan berhenti di depan sebuah Cafe Ice Cream berdinding kaca trasparan yang diatas pintunya terdapat palang nama “Nakawai Ice Cream”

Senyum Jonghyun mengembang ketika matanya mendapati seorang gadis berambut lurus panjang yang sudah berdiri di balik meja bar. hampir seminggu ia mengamati gadis itu, tapi baru sekarang berani menemuinya. Sebelumnya, Jonghyun harus puas dengan melihat gadis cantik itu dari lapangan basket.

 

Jonghyun membuka Saddlebag hitamnya lalu mengambil sebuah kamera disana,  Sudah banyak gambar gadis itu yang di ambilnya dari jauh –secara diam diam tentunya. Sebelum masuk, ia sempat memotret depan Nakawai Ice Cream untuk ditempelkan pada buku pribadinya.

Nakawai Ice cream ini memang digemari pasangan muda mudi karena selain tempatnya yang Stategis, rasa dan tampilan ice Creamnya juga menarik.

Jonghyun memilih duduk di sudut ruangan. Ia meletakkan tas dan kameranya di atas meja dan tak lama kemudian datang seorang pelayang yang memakai seragam Khas Waitress dengan dress Peach yang dipadukan celemek putih di roknya yang mengembang.

“Konnichiwa” sapanya ramah sembari membungkuk kecil “mau pesan apa?”

“Fruity sallad Ice Cream”

Waitress itu mencatat pesanan Jonghyun di Notes kecil “matte Kudasai” ucapnya kemudian berbalik.

“cotto!” panggil Jonghyun, seketika Waitress itu berbalik.

“bisakah yang mengantar pesananku Waitress di balik bar itu?” ujar Jonghyun seraya menunjuk.

“hai, Shosho Omachi Kudasai”

 

Setelah Waitress itu pergi, Jonghyun tak menyianyiakan waktu begitu saja. Ia mengambil kameranya dan membidik gambar ke arah gadis yang sedang mempersiapkan sesuatu di atas nampan.

Menyadari kalau gadis itu berjalan ke arahnya, Jonghyun membidik gambar ketika gadis itu menoleh ke samping kemudian memasukan kameranya ke dalam tas.

 

“doozo tabetekudasai” ucapnya setelah meletakan semangkuk Ice Cream di depan Jonghyun.

Dengan gerakan kilat Jonghyun melirik Name tag yang dikenakan gadis itu ‘Uzuki Naomi’ itulah nama yang terlulis dengan huruf kanji pada Name tag.

“tunggu!” panggil Jonghyun ketika gadis bernama Naomi itu hendak pergi.

“nan desu ka?”

“bisakah kau menemaniku di sini?”

Naomi terlihat berfikir sejenak “Sumimasen, tapi saya banyak pekerjaan” tolaknya halus.

“itu tidak benar, disini ada 10 pengunjung dan aku tahu jumlah pelayan disini ada 12. Kau tidak sibuk, Nona”

 

“aku yakin habis ini kau pasti duduk di belakang bar lalu membaca komik karna tidak ada kerjaan. Sebaiknya kau menemaniku disini, tamu adalah raja bukan?”

Merasa Kalah, Naomi menuruti keinginan Jonghyun. “dari mana kau tahu?” tanyanya setelah duduk di depan jonghyun.

“karena aku selalu mengamatimu”

“untuk apa?”

“karena kau menarik”

“itu bukan jawaban yang ku mau” tukas Naomi. Ia tak habis pikir ada seorang pemuda aneh yang menemuinya hari ini.

 

Jonghyun tak membalas ucapan Naomi, ia sibuk berkutat dengan Ice Creamnya. Jonghyun merasa kalimatnya sudah menjurus keinti bahwa ia menyukai gadis itu. keterlaluan sekali kalau naomi tak sadar akan hal itu.

“aku tidak mengerti maksudmu”

Gubrakkk… Jonghyun meletakkan sendok Ice Cream-nya. Ia melipat tanganya di atas meja lalu menatap naomi dengan gemas, sesaat ia mengulum tawa karena ekspresi gadis itu benar benar polos.

“namaku Kim Jonghyun. Aku dari korea dan baru pertama kali ke jepang” ucap Jonghyun perlahan.

“aku tahu itu karena aksen jepang mu benar benar aneh, meskipun bahasamu lumayan lancar” ungkap Naomi dengan tampang polosnya, sebenarnya dia memuji atau menghina hah? gerutu Jonghyun.

 

“boleh aku tahu apa kau masih sekolah atau sudah kuliah?” tanya Jonghyun yang kembali menyuapkan ice cream ke dalam mulutnya.

Naomi memainkan nampan yang ada di pelukanya, ia menumpukan dagunya di sisi atas nampan itu. bibir tipisnya seedikit manyun karena kulit dagunya terdorong ke atas. Jonghyun merasa sangat gemas terhadap Naomi, ekspresi Konyol yang dilihatnya setiap hari dan juga raut wajah anehnya ketika sedang berfikir, sungguh ia ingin memiliki gadis itu.

“aku masih sekolah. tahun akhir di sekolah menengah atas” tutur Naomi.

“kalau begitu kau lebih tua dua tahun dariku”

“Deshou?” Naomi memekik, matanya yang lebih besar dari kebanyakan orang jepang itu membulat lebar “ku kira kau seumuran denganku. Kalau begitu kau masih berumur 16tahun?”

Jonghyun terkekeh kecil “apakah wajahku terlalu tua, Naomi-san?”

“ie, hanya saja badanmu terlalu matang untuk usia segitu” mata bulat Naomi menyapa penglihatan Jonghyun, tatapan mereka saling menyambut “ya, walaupun kau pendek. Orang korea biasanya kan tinggi”

Lagi lagi Jonghyun menggerutu dalam hati, sebenarnya gadis ini berniat memuji atau menghina sih? Atau memang dia benar benar polos sehingga tidak bisa membedakan pujian dengan makian.

“baiklah Naomi-san, kau benar aku memang pendek. Dan sejak kecil aku sudah menguasai Taekwondo”

 

Setelah jognhyun mengakhiri kalimatnya, kesempatan untuk mengobrol lebih jauh dengan Naomi lenyap sudah karena sekelompok muda mudi dengan Style harajuku yang didominasi warna hitam masuk dan membuat suasana Café menjadi ramai.

“ah aku permisi dulu” pamit Naomi.

Jonghyun mengumpat dalam hati. Heran, kenapa manusia hitam hitam seperti mereka malah nongkrong di toko ice cream yang manis manis. Sama sekali tidak keren dan mengganggu saja. Apalagi kalau sampai bergosip, sangat keterlaluan.

Sedetik kemudian… tuh kan benar mereka bergosip!

 

~*~*~*~

 

Jonghyun membuka pintu Flatnya, setelah di dalam ia meletakkan sepatunya ke dalam lemari sepatu yang terletak di sisi kiri. Selama di jepang  dirinya difasilitasi sebuah Flat, uang dan Mobil audy hitam milik ayahnya.

Ia senang dengan ini semua karena di korea mustahil ia mendapatkanya secara Cuma Cuma. Jonghyun tahu pekerjaan ayahnya tidak sembarangan dan sangat dilimpahi materi namun meski begitu ia sama sekali tak berniat untuk memanfaatkanya.

Jonghyun hanya ingin bertemu dengan ayahnya tanpa embel embel mengajak ayahnya pulang ke Korea tau membiayai hidupnya, hanya sesederhana itu saja.

Langkah Jonghyun terhenti ketika seorang pria berwajah asli Korea duduk di sofa ruang tamu. JOnghyun mematung, raut kekagetan terpeta jelas di wajahnya.

“kau Kim Jonghyun? Aku Herry Kim, ayahmu. Aigoo… kau sudah besar rupanya hahaha” ucap Pria itu dengan bahasa korea dan diakhiri tawa renyah. Ternyata sikap Jonghyun yang murah mengumbar tawa menurun dari ayahnya.

Jonghyun berjalan Linglung ke arah pria itu. sulit dipercaya, akhirnya ia bertemu ayahnya! Meskipun baru pertama kali, Jonghyun tak menaruh dendam pada ayahnya karna telah menelantarkan ia dan ibunya. Jonghyun tahu bahwa kisah mereka sulit di satukan.

Herry Kim masih terlihat muda, tak banyak kerutan di dahi dan bawah matanya padahal pekerjaanya sangat menguras otak. Mungkin itu semua karena ia sering tertawa sehingga tak cepat tua, lagi pula umur ayahnya itu baru 22 tahun saat Jonghyun lahir.

Herry Kim memang tampan, tapi sayang Jonghyun tak mewarisi lekuk wajahnya karena ia lebih mirip ibunya. Namun, sepertinya Jonghyun familiar dengan wajah Herry Kim… tapi kenapa?

 

~*~*~*~

 

SHINee – Kiss Kiss Kiss

 

Pagi ini Jonghyun terlihat berseri seri, kenapa? Karena semalam ia sangat puas bercengkrama dengan ayahnya walaupun subuh tadi ayahnya  harus pergi untuk menghadiri undangan ke luar negeri.

Meski menetap di jepang, Herry Kim lebih sering berpergian ke luar negeri. Dan satu yang Jonghyun sadari, ternyata sifatnya sangat mirip dengan Herry Kim padahal wajahnya lebih mirip ibunya.

 

Jonghyun memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, ia berniat ke minimarket sore ini karena persediaan makanan yang sudah menipis. Jonghyun memelankan laju mobilnya saat ia menangkap siluet Naomi yang berjongkok di tepi Trotoar. Sepertinya gadis itu jatuh karena ia sibuk mengipas ngipas lututnya yang berdarah.

Jonghyun turun dari mobil kemudian berjalan memutar ke tempat Naomi, ia sedikit membungkuk.

“kau kenapa?” tanya Jonghyun ala Naomi yang polos polos Pabbo, ya udah tau luka pake nanya segala.

Naomi menengadah, menatap Jonghyun dengan wajah polosnya “tadi ada angin, terus aku jatoh”

Ya, benar benar ajaib mahluk di depan Jonghyun ini sodara sodara. Kalau orang jatuh ditabrak sepeda atau diserempet truk teronton, tapi mahluk ini cukup dengan libasan angin langsung oleng.

 

“sini, aku antar kerumahmu” tawar jonghyun. Ia membantuh Naomi berdiri kemudia memapahnya ke dalam Mobil. Jonghyun berjalan mengitari depan Mobil lalu duduk di Jok kemudi.

Ia menghidupkan mesin kemudian menoleh ke arah Naomi yang memasang wajah polos polos Pabbo “dimana rumahmu?” tanya Jonghyun dengan senyum melebar.

“disitu” Naomi menunjuk sebuah rumah disisi kiri depan.

Senyum Jonghyun hilang seketika. Kalau tau rumah Naomi jaraknya Cuma seuprit buat apa dia ngantar pakai mobil, jarak segitu kepeleset juga sampai.

“kenapa kau tidak bilang hah? aishh” gerutu Jonghyun sambil mematikan mesin mobil. Sebenarnya ia ingin mengomel panjang lebar, tapi melihat raut wajah Naomi yang sendu sendu Pabbo jadi tak tega juga.

 

Jonghyun membuka pintu mobil lalu berjalan memutar ke pintu sebelah. Sebenarnya ia berniat membantu Naomi turun dan memapahnya kerumah, tapi ternyata Naomi sudah keluar dan berdiri sendiri. Kalau tau begitu, untuk apa Jonghyun memapahnya tadi hhaaaaahhhhhh?!!!

“ayo” ajak Naomi. Ia berjalan melewati Jonghyun dan Jonghyun pun mencoba mensejajari langkah naomi, tapi ternyata langkah gadis itu cepat juga. Ini semua membuat Jonghyun ingin berteriak, sebenarnya naomi luka atau tidak? Sebenarnya yang luka siapa hah? yang Bakka (bodoh) siapa hah??????!!!

sesampainya di rumah, Naomi langsung membuka pintu dan masuk kemudian menutupnya lagi. membuat Jonghyun yang mengekori langkahnya, sukses berciuman dengan pintu.

jonghyun benar benar dongkol, kenapa dia ditinggal hah? kenapa dia bisa suka dengan mahluk aneh seperti Uzuki Naomi? Dengan raut wajah kesal jonghyun berbalik bersiap meninggalkan rumah Naomi.

 

“Jonghyun-kun!” langkah Jonghyun terhenti ketika Naomi memanggilnya. Ia berbalik dengan senyum lebar, ternyata Tuhan sudah menyadarkan mahluk ajaib yang satu ini.

“aku lupa kalau tadi kau ikut” Naomi nyengir kuda.

Jonghyun tersenyum pedih, sepertinya ia harus membiasakan diri dengan hal hal seperti ini. bisa sajakan Naomi lupa membukakan pintu untuknya pada malam pertama, upsss… yadong kekekeke -___-

 

“mau minum apa?” tanya Naomi saat Jonghyun sudah duduk di kursi teras, baru saja Jonghyun membuka mulut hendak berbicara tapi naomi lebih dulu menyelanya “yang ada hanya air putih, itu saja ya hehehe”

“terserah sajalah, Naomi! Asal kau bahagia . . . hiks” batin Jonghyun

Naomi pun berlalu ke dalam rumah. tak lama kemudian ponsel Jonghyun bergetar, ia pun mengeluarkan benda persegi itu dari saku celananya kemudian membuka satu pesan masuk.

 

Nanti malam ada hal penting yang harus dibicarakan melalui webcam. Ada misi untukmu, Kim Jonghyun!

 

Jonghyun menyernyit setelah membaca isi pesan itu, ia terpekur sejenak lalu memasukkan lagi ponselnya ke dalan saku celana.

 

“kau sedang apa?” suara itu membuyarkan lamunan Jonghyun, ia mendapati Naoki sedang berdiri di hadapanya dengan menenteng sebuah kamera.

“kau sedang apa?” bukanya menjawab, Jonghyun malah balik bertanya.

“ini rumahku”

“aku sedang menunggu Naomi”

Ucap mereka bersamaan, menyadari kekonyolan itu, Kontan Jonghyun dan naoki tertawa lebar.

“kau menunggu adikku?” tanya Naoki di sela tawanya

“Naomi adikmu?”

Naoki menggangguk “nama kami saja saudah mirip, Naoki dan Naomi. Dia adikku dan kami berbeda setahun”

Jonghyun mangut mangut, ternyata Naomi yang A3 (aneh abstrak ajaib) punya kakak yang hebat seperti Naoki. Jonghyun merasa Naoki adalah kakak yang ideal karena jonghyun belajar banyak hal dari Naoki.

“Onisan!”

Jonghyun dan Naoki sama sama menoleh ke arah naomi yang datang membawa nampan. Dan sore itu mereka habiskan dengan obrolan ringan yang mengundang tawa.

Ternyata dua kakak beradik itu tinggal sendiri di Ohsaka karena saudara mereka berada di Hokaiido, orang tua mereka sudah meninggal 2 tahun lali. Kakak beradik itu memberitahu Jonghyun tengtang kehidupan mereka tapi Jonghyun hanya menceritakan tentang kedatanganya ke jepang untuk bertemu dengan ayahnya.

Jonghyun sama sekali tak membongkar tentang asal usulnya, dan baru ia ketahui bahwa Herry Kim sangat terkenal dalam bidang Aerodynamic di jepang.

 

~*~*~*~

 

SHINee – Stranger

 

Jonghyun duduk bersila di depan sebuah meja kecil, ia membuka Laptopnya yang tergeletak di atas meja kemudian menekan tombol Power. Setelah webcam dan segala tetek bengeknya beres, Jonghyun memasang Headset di telinganya.

Tak lama kemudian gambar seseorang muncul di layar, dengan senyum miring namja itu mengawali percakapan dengan Jonghyun “siap dengan misimu?”

 

Berawal Ketika Jonghyun berumur 11 tahun, ibunya meninggal dan dia sama sekali tak mempunyai kerabat. Ibunya yang merupakan Pimp Prostitute terinveksi virus HIV oleh seorang pria yang berprofesi sebagai Gembong narkoba.

Hidup Jonghyun terluntang lantung sepeningalan ibunya –beruntung ia tidak terltular HIV, Jonghyun mencari pekerjaan serabutan dan tak jarang pulang malam padahal tak ada sepeserpun uang yang di bawanya. Mengingat pekerjaan ibunya dulu, sebenarnya ia bisa saja menjadi penerus dan mendapatkan banyak uang.

Tapi apa nikmatnya menghabiskan hidup dengan uang haram dan bekerja sebagai Supplier para wanita jalang. Dia tak sudi! Sampai suatu ketika seorang Namja bernama Kim Kyoung Jae atau lebih dikenal dengan nama samaran Elison Kim datang.

Namja yang lebih tua 8tahun darinya itu adalah penerus profesi ayahnya yang seorang Gembong Narkoba, ayahnya lah yang menularkan virus mematikan itu pada ibu Jonghyun.

Eli mengajaknya bergabung dan menjadikan Jonghyun sebagai penagih hutang orang orang yang terjerat Narkotika. Jonghyun tak punya pilihan, saat itu tubuhnya sangat kurus dan dia juga jarang makan.

Terpaksa ia menerima tawaran Eli. Sejak saat itu, hidup Jonghyun tak lagi luntang lantung. Dia juga diharuskan menguasai ilmu bela diri yang keras karena itulah tubuhnya kelewat matang dibandingkan anak seusianya.

 

“misi apa, Eli-ssi?”

“aku tahu detail tempatmu berada. Disana ada seorang pria yang menunggak hutang, dia pelanggan kita sejak dua tahun lalu dan tak mau membayar tunggakanya.”

Disebrang sana terlihat Eli menyelipkan sebatang rokok di bibirnya, ia menyalakan matches lalu mendekatan apinya ke ujung rokok dan menghisap rokok itu secara bersamaan.

Kepulan asap menyeruak ketika jari telunjuk dan tengahnya mengapit batang rokok itu lalu dijauhkan dari mulutnya. “besok akan ku kirim pistol untukmu” ujar Eli lalu kembali menghisap rokok.

“untuk apa? Apa misi kali ini aku bertugas sendirian?” tanya Jonghyun. Setaunya, hanya orang orang tertentu yang beri Pistol dan misinya pun tergolong berat.

“cukup berbahaya karena sindikat kita hampir ketahuan polisi. Dua jam yang lalu pria brengsek itu menyerahkan diri ke Polisi karena tak sanggup membayar Hutang, dia mengancam akan membongkar semuanya, keparat!” Umpat Eli sambil menekan ujung rokoknya yang berapi ke atas meja hingga apinya tandas.

“aku mau kau menyandra adik semata wayangnya, dengan itu aku bisa mengancamnya agar dia bunuh diri di Sel kalau mau adiknya selamat. Kalau tidak berhasil, aku akan membunuh adiknya”

 

 “misi yang cukup rumit” Komentar Jonghyun seraya mengangkat bahu acuh “siapa nama orang itu”

“Uzuki Naoki dan Uzuki Naomi”

 

~SC~

 

Minhyun berdebar tak karuan saat membaca kalimat terakhir, semakin kesini foto yang menghiasi buku itu semakin sedikit. Tapi cerita yang tertulis sangat detail, namun tak ada satu kalimatpun yang menyatakan bagaimana perasaan Jonghyun.

Ternyata di balik kecerian seorang Kim Jonghyun, ia sangat tertutup dengan semua hal yang menyangkut perasaan dan masalah Pribadinya.

‘tapi bukanya Minho tau tentang Jonghyun dan Naomi?’ batin Minhyun.

Ia tidak mengerti bagaimana Minho bisa tahu padahal Jonghyun setertutup ini. lagi pula ada satu hal yang membuatnya tak habis pikir, bagaimana bisa Jonghyun menjadi Kejam terhadap Naomi padahal pertemuan mereka sarat akan keceriaan.

Diumpamakan seperti musim panas, melingkupi kehangatan namun dapat menghanguskan dengan sekali terjangan. Musim yang misterius, penuh kejutan namun sangat dibutuhkan.

 

__TBC__

 

Annyeong… makasih yang udah baca jangan lupa di Like and Comment ya ^_^

sedikit bocoran, part B bakalan ada semacam Live Action gitu (?).

oh ya aku ngadain Kuis iseng iseng berhadian nih –sabun colek kali ._.

ada yang tau karakternya Naomi dan komedi di part ini terinspirasi dari FF indonesia lama yang judulnya apa dan pengarangnya siapa? *buset

kalo tau aku jawab deh semua pertanyaanya, pasti penasaran dong sama FF gaje ini *timpuk Author* ya meskipun jawaban pertanyaanya selalu ku selipik disetiap kata *sadaaappppp* kalo yang mantengin temlen tuiterku tangal tujuhbelasan pasti tau deh muahahahha *kaburrrr

 

Cheers,

LucifeRain (ayya) 

Advertisements

140 responses to “Seasons of The Lucifer [CHAPTER 10] Part. A

  1. astaga….ktwa ngakak aku liat tingkah polah naomi sama jonghyun hahaha….
    smkin jlas ni dngan mslah mreka msing2…mkin seruuuuuuu??!!!!!!!!!

  2. Itu polos ato bego ?*gubrak !!!!

    Jadi kerjaan Jonghyun awalnya bantuin org dlm organisasi sindikat narkoba ?? Pas aja sih ama mukanya yg sengak-sengak ngeselin. *duakkkk

  3. Nggak bisa bayangin perasaannya Jonghyun-‘
    Kalo aku jadi Jonghyun mungkin pengin bunuh diri kali ya (loh kok:v)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s