[FF_Haha! This Is Our Story_part 6]

part sebelum nya :

OSIR :1 2 3 4 5(15(2)–>end

Sequel :teaser , 1(1) , 1(2)2 , 3 , 4(1) , 4(2) 5

Title : 

“ Haha! This Is Our Story!” ( sekuel FF Our Story In Ramadhan )

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin

Genre :

Comedy, romance, friendship, family

Main Casts :

Lee Family :

Park Jungsu a.k.a Leeteuk sebagai Ustadz Leeteuk dan ayah dalam keluarga

Kim Taeyeon sebagai Ibu Ustadz

Lee Jinki a.k.a Onew sebagai anak sulung

Lee Gikwang sebagai anak tengah-tengah

Lee Taemin sebagai anak paling bontot                                   

Bae Suzy sebagai anak angkat

Kim Family yang terdiri dari :

Kim Jonghyun sebagai pengusaha bakso

Kim Ki Bum a.k.a Key sebagai istri Jonghyun

Shin Se Kyung sebagai istri kedua Jonghyun

No Minwoo sebagai anak Sekyung

Kim Jongwoon a.k.a Yesung sebagai anak sulung

Kim So Eun sebagai anak paling bontot

 

Other Casts :

Im Yoona sebagai sahabat So Eun

Lee Donghae sebagai teman SMA Yoona

Cho Kyuhyun sebagai pengusaha warnet game online (tapi udah kebakar :p #plak!!)

Choi Sooyoung sebagai adik Siwon

Choi Siwon sebagai anak penjaga masjid

Choi Minho sebagai anak paling tajir sekomplek

Kim Sang Bum sebagai sahabat Siwon dan Yesung

Moon Geun Young sebagai teman satu sekolah Yesung

Jo Kwangmin & Jo Youngmin sebagai sahabat Minwoo

Yang Yoseob sebagai sahabat Gikwang

Park Sungyoung a.k.a Luna sebagai fans Jinki (?)

 

Rating :

Nah loh, apa ya? Rahasia :p *author minta ditabok*

Type :

Sekuel

Part : 6

 

Author POV

 

Senin pagi *subuh*, takol 04.00 WIB

 

Sejarah bagi keluarga Lee, pagi itu ayam Jinki kalah dengan Suzy (?) #poorthechicken #bestrongchicken #prayforchicken-_- #plak!!

Pagi itu Suzy sudah kasak-kusuk didapur, penampilannya sudah rapi. Entah jam berapa ia bangun, ayam Jinki belum berkokok ia sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga barunya.

“ Wah wah wah.. Suzy, jam berapa kamu bangun? Jam segini udah cantik.”puji bu Taeyeon yang baru saja bangun dan menghampiri Suzy yang sedang menata piring.

“ Hehe.. iya tante. Biasanya aku bangun jam lima, tapi karena aku tinggal disini mama Victoria bilang aku harus biasa bangun jam setengah empat.”jawab Suzy.

“ Kamu buat apa ini? Hmm.. sepertinya enak.”kata Bu Taeyeon sambil membuka tudung saji. Suzy senyam-senyum sendiri.

“…wah, nasi goreng. Kamu hebat, Suzy. Tante salut sama kamu. Jarang-jarang loh keluarga kami sarapan nasi goreng, soalnya kalo tante bikin biasanya hambar -_-“

“ Hehe. Makasih tante..”

“ Mana luka kamu? Udah gak apa-apa kan?” Bu Taeyeon melihat jari tangan Suzy yang dililit plester.

“ Enggak kok. Udah gak apa-apa..”

“ Tapi kemarin kukumu patah kan?”

Suzy mengangguk, “ Tapi gak apa-apa kok tante.”

“ Ya, walaupun begitu saya tetap minta maaf ya. Taemin emang keterlaluan. Padahal jarang-jarang dia begitu.”

“ Iya tante, nggak apa-apa kok.”

“ Ya sudah, tante bangunin dulu yang lain trus main habis itu shalat subuh..”

“ Iya tante, aku juga siapin piring-piring dulu.”

Bu Taeyeon pun tersenyum dan menepuk bahu Suzy, kemudian mengambil pemukul kasti dan menggedor-gedor pintu kamar anak-anaknya dengan alat tersebut -_-

 

Takol 06.30

 

“ Hari ini adalah hari terakhir MOS! Maka itu hari ini kita isi dengan bersih-bersih dan kerja bakti, setelah itu setiap gugus diberi kesempatan untuk mempersiapkan apa yang hendak ditampilkan dalam acara pentas seni penutupan MOS besok!” terdengar suara kak Minho melalui megaphone menggantikan Siwon yang tidak bisa hadir karena harus menjaga Sooyoung dirumah sakit.

Seluruh peserta MOS bersorak gembira, dengan semangat mereka langsung mengambil sapu lidi dan melaksanakan kerja bakti.

“ Siwon mana?”tanya kak Tiffany menghampiri kak Minho.

“ Dia masih jagain adeknya di RS.”jawab kak Minho.

“ Besok pas pensi dia bisa dateng ngga?”

“ Kayaknya engga..emang kenapa?”

“ Yah, gak bisa. Dia kudu dateng!”

“ Idih, kok jadi aneh sih lo?”

Kak Tiffany langsung sedikit menarik tangan Kak Minho agar telinga cowok itu mendekat kemulutnya.

“ Kalo besok gue terpilih jadi kakak tercantik dari angket anak-anak MOS, gue bakal nembak di pas pensi!” bisik Kak Tiffany serius.

“ Hah?? Yang bener aja lo!! Masa iya elo yang nembak??” Kak Minho kaget.

“ Yaiyalah. Gue yang naksir, ya gue yang nembak! Jaman sekarang mah udah kagak ada lagi yang namanya gengsi. Yaudah deh, izinin gue ya. Gue mau ke RS.” Kak Tiffany pun mengambil tasnya yang ia letakkan dibawah tiang bendera.

“ Eh, tapi tapi..”

“ Jangan lupa bagiin angketnya ke anak-anak, trus juga kasih soal snack teka-tekinya!”

“ I..iya deh.”

“ Jadi gimana? Kalian mau nampilin apa besok?”tanya kak Yunho selaku pembina gugus Lady Gaga.

Semua anak masih diem, entah mikir entah malu entah ogah.

“…ada yang bisa nyanyi ngga?”tanya kak Yunho lagi.

“ Iya bener! Kalo ada, duet sama kak Luna.”kata kak Luna pede sambil kedap-kedip sok iye kearah Jinki.

Jinki nyengir, “ Tapi aku gak mau nyanyi ah, terlalu biasa.”

“ Jadi kamu mau apa?”tanya kak Luna.

“ Kita satu gugus ini bikin mini drama aja!”

“ Setuju, kebetulan aku suka akting!” kata So Eun antusias, kak Luna manyun satu meter (?)

“ Wah, setuju.. setuju!” sambung anak-anak yang lain.

“ Boleh, ide yang bagus. Tapi.. drama tentang apa?” tanya kak Yunho.

“ Tentang perjuangan.”kata Jinki serius.

“ Wow, judulnya apa?”

“ Ayam yang Tertukar.”

“ -________-“

 

“ Walaupun gugus ini adalah gugus yang paling jelek, paling sering jadi bulan-bulanan, kalian kudu menampilkan yang terbaik buat pensi besok! Oke? Jadi besok mau nampilin apa?” tanya mas Kimbum dan kak Hyukjae selaku pembina gugus bebegi.

Semua anak gugus bebegi masih saling pandang.

“ Lo mau dance ngga besok?”tanya kak Hyukjae pada Donghae.

“ Boleh. Tapi kudu ada pasangannya.”kata Donghae sambil melirik kearah Yoona. *indikasi -___-*

“ Nah, yaudah sama Yoona aja. Gimana?”

“ Hah? Kok gue? Gue sih mau.. tapi kaki gue lagi sakit, biasalah sering jatoh.”jawab Yoona.

“ Ntar gue pijit lagi deh.”kata Donghae. *gak boleh! Pijit author baru boleh :p #ditendang*

“ Duh, gimana yah? Kalo dance masa’ latihannya cuman hari ini?”

“ Gampang, lo kan udah punya basic. Gue sama Hyoyeon yang ngelatih kalian hari ini.”kata kak Hyukjae.

“ Hmm.. gimana yah.”

“ Ayolah Yoong, biar gugus kita nggak malu-maluin.”

Yoona pun mengangguk pelan, meskipun dalam hati ia masih ragu karena ia tahu Gikwang tak mungkin mengizinkannya. Namun demi gugusnya ia bersedia, lagipula dance dengan cowok bukan hal baru baginya. Saat SMP dulu ia pernah menari dengan Gikwang pada acara perpisahan kakak kelas, saat itu Gikwang masih kelas satu dan ia kelas dua. Dari situlah mulai tumbuh bibit bebet bobot (?) cintrong diantara mereka hingga mereka akhirnya memutuskan untuk pacaran diam-diam beberapa bulan kemudian. *Sejarah cinta KwangYoon, ckckck -_-*

 

“ Apa ngga terlalu buru-buru?”

“ Nggak lah pa, justru semakin cepat semakin baik.”

Tuan Kim menghela nafas bimbang, ia berpikir sejenak.

“…sudahlah pa, berangkat aja. Restoran disini biar saya yang urus. Papa berangkat dengan Key.”kata Sekyung sok manis dan sok ikhlas :p

“ Apa manajer disana sudah ditelepon?”

“ Sudah.. mereka menunggu kedatangan papa.”

“ Ya sudah, kalau begitu mungkin sore ini saya berangkat. Kau yakin aku pergi dengan….”

“ Iya, tidak apa-apa. Biar aku disini saja mengurus restoran sekalian ngejagain Minwoo, So Eun, dan Yesung.”

Tuan Kim tersenyum, “ Kamu memang istri yang baik.”

Sekyung membalas tersenyum ‘tulus’, “ Iya pa, ya sudah papa istirahat saja, barang-barangnya biar aku yang siapin.”

Tuan Kim mengangguk kemudian berlalu.

Tak lama setelah itu Sekyung pun tertawa puas, rencana membujuk Tuan Kim untuk pergi ke luar kota berhasil sempurna.

 

Taemin hanya memainkan pulpennya dengan resah saja sepanjang jam pelajaran, tak ada sedikitpun materi pelajaran yang nyangkut di memori otaknya, sejak tadi ia hanya memikirkan gadis yang semalam tak sengaja ia patahkan kukunya itu.

Jam sudah menunjukkan takol satu, sebentar lagi bel pulang sekolah berdentang. Akan tetapi entah mengapa hari itu bel lama banget bunyinya, apa petugas yang biasa nyalain belnya emang sengaja bikin anak-anak geregetan? Entahlah. Yang jelas Taemin sudah gelisah setengah mati karena ia harus menjemput Suzy sendirian untuk pulang bersama nanti, Gikwang harus menjemput Yoona dulu seperti biasanya.

Tanpa sengaja ketika ia menatap jendela, ia menangkap sosok Suzy yang terlihat celingukan digerbang sekolah, ternyata gadis itu sudah pulang sekolah duluan dan malah dia yang inisiatif menjemput Taemin.

Tak lama, bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Semua siswa langsung berhamburan keluar dari kelas. Namun ternyata tidak dengan kelas Taemin, sang guru masih mendikte soal PR.

“ Aduuuuh!~” gerutu Taemin, ia sudah tak sabar untuk keluar kelas, matanya terus memandangi Suzy yang celingukan mencarinya ditengah kerumunan anak-anak yang sudah pulang sekolah.

Hingga pemandangan yang tidak mengenakkan terlihat dijendela kelasnya, Suzy diganggu oleh anak-anak kelas 3 ! gadis itu digoda dan mulai dipegang sembarangan oleh anak-anak kelas 3 yang notabene anak-anak nakal itu, gadis itu berusaha menepis dan wajahnya mulai ketakutan.

“…Suzy!” teriak Taemin tanpa sadar, seisi kelas langsung menatap kearahnya dengan bingung.

“ Kenapa Taemin?”tanya guru heran.

“ Maaf, Bu! Saya duluan!” Taemin langsung membenahi buku-bukunya, kemudian memasang tasnya dan tanpa pamit berlari keluar kelas.

“ Taemin!! Taemiiiiiin!!!” teriak guru dengan geram, namun Taemin sama sekali tak menghiraukannya.

 

“ Maaf kak, tolong jangan ganggu dia.”Taemin langsung datang dan menarik badan Suzy agar berdiri dibelakang punggungnya.

“ Hei, lo Taemin kan? kelas dua?” tanya anak-anak kelas 3 itu.

Taemin mengangguk, “ Jangan ganggu dia, dia..dia pacarku.”

Suzy terkejut, namun ia diam saja.

“ Haha! Gak nyangka anak kayak lo bisa punya pacar juga!” mereka tertawa remeh, bahkan tangan mereka masih coba-coba menggapai Suzy, Taemin semakin emosi.

“ Jangan ganggu dia!!” Taemin sedikit membentak.

“ Yeee, nyari ribut ya lo!!”mereka malah ikut emosi dan nyaris melayangkan tonjokan kearah wajah Taemin.

BUK!!

Taemin menghajar salah satu dari mereka duluan, ia sendiri terkejut karena ia berani melakukan hal tersebut. Sebelumnya ia tak pernah berani melukai orang lain.

“ Ayo!!” Suzy inisiatif menarik Taemin pergi menjauh sebelum ia balas dipukul.

Setelah sudah agak jauh berlari, mereka berhenti.

“ Sepeda aku masih di parkiran!!” Taemin memukul jidatnya karena ingat dengan sepedanya, Suzy tercenung.

“ Sorry min, aku hanya gak mau kamu balas dipukul.”kata Suzy cemas.

Taemin langsung balik kanan dan berlari menuju sekolahnya lagi, Suzy ikut menyusul dibelakang.

Namun apa yang terjadi?? Taemin mendapati sepedanya sudah hilang dari lapangan parkir.

“ Mana sepeda gue?” Taemin celingukan, Suzy semakin khawatir.

“ Tadi dibawa pergi sama anak-anak itu tuh.. tuh!” seorang siswa yang kebetulan menjadi saksi mata langsung melapor.

Taemin melemparkan pandangan keaah jalan, terlihat segerombolan anak nakal itu membawa sepeda Taemin pergi bahkan sudah agak jauh meskipun masih kelihatan. Ia langsung lari mengejarnya dan Suzy kembali ikut menyusul dibelakang dengan sepedanya yang sengaja dipelankan untuk menyesuaikan langkah Taemin.

Hingga mereka kehilangan jejak anak-anak tersebut karena telat mengejar, mereka berhenti di persimpangan. Wajah Taemin terlihat sangat kesal sementara Suzy benar-benar cemas dan merasa bersalah.

“ Kamu nyium bau asap ngga?”tanya Suzy tiba-tiba.

“ Asap?? Hmm.. iya. Asap darimana nih?” kata Taemin, karena penasaran merekapun langsung menuju sumber asap.

 

“ Astaghfirullah!! Apa-apaan ini!!!” amuk Taemin, ternyata sepedanya dibakar oleh anak-anak tersebut, dan sekarang mereka kabur sambil tertawa-tawa. #poorTaemin

Suzy tak kalah terkejut, rasa bersalah semakin membuncah-buncah dibenaknya.

“ Taemin.. maaf. Ini salahku..” mata Suzy berkaca-kaca menahan tangis.

Taemin hanya diam beberapa lama, membiarkan Suzy menangis.

“ Ayo pulang.”katanya kemudian.

“ Sepedamu bagaimana?”

“ Biar saja, ini jadi rahasia kita. Jangan bilang ke appa atau umma. Biang saja sepedanya dibengkel.”

“ Tapi..”

“ Sudahlah tenang saja ayo pulang.”

Suzy pun menurut, namun ia tetap sesenggukan sepanjang jalan karena merasa bersalah, sementara Taemin tetap berusaha santai.

 

“ Oke, kalian boleh pulang dulu buat istirahat. Ntar jam tiga balik lagi, mulai latihan dance. Oke? Jangan telat!” pesan kak Hyoyeon sebelum Donghae dan Yoona pulang.

“ Iya kak.”jawab mereka serempak, kemudian berjalan keluar dari gedung sekolah.

Sesampainya didepan sekolah, ternyata Gikwang sudah ada disana. Seperti biasa menjemput Yoona dengan motor Yoseob. Cowok itu terlihat sedikit kesal melihat noonanya keluar bareng dengan Donghae.

“ Yoong, jangan lupa ya entar soreee…..” perkataan Donghae terhenti ketika Yoona menginjak kakinya dan mengkode agar jangan bicara keras-keras, ia tak mau Gikwang tahu bahwa mereka akan menari bersama untuk acara penutupan MOS besok.

“ Iya iya.. gue duluan yah!” Yoona langsung pamit kemudian berlari kecil kearah Gikwang kemudian langsung naik ke jok motor.

“ Mau balik lagi kesekolah ntar sore?”tanya Gikwang yang ternyata denger aja apa yang dikatakan Donghae.

“ Hah? A.. anu.. i..iya.”jawab Yoona gugup.

“ Mau apa?”

“ Mau.. mau nata panggung untuk penutupan MOS besok.” Yoona terpaksa berbohong.

“ Ooh. Aku anter yah.”

“ Gak usah.. aku berangkat sendiri aja.”

“ Yakin nih sendiri? Gak sama kak Donghae?”katanya curiga.

“ Hah? A.. ah ya enggaklahh.”

Gikwang pun tak memaksa, karena nanti sore juga ia memang harus mengerjakan PRnya yang menumpuk.

Tiba-tiba dada Yoona bergetar (?), ternyata ada sms masuk ke hpnya. *aaaaa readers udah yadong thinking ya??? xD #ketawasetan #plak!!dilempartomatsamareaders-_-*

“ Gua jmput ntar sore. Kt brngkt bareng. Awas lo kalo brngkt sndiri. Tnang aja gw jmput lo pk motor kok bkn pk sepeda.”

Sms dari Donghae.

“ Ya Tuhan.. semoga Gikwang gak curiga. Semoga dia gak akan tau.”batin Yoona khawatir, dengan hati-hati ia menjawab sms Donghae untuk mengiyakan, alasannya karena ia sebenarnya tak bisa berangkat sendiri, rantai sepedanya jebol (?) akibat jatuhnya kemarin.

“ Nah, udah sampe.” Gikwang menghentikan motornya didepan rumah Yoona. *cepet amat nyampenya o.O*

Yoona segera turun dari motor, wajahnya terlihat khawatir dan seperti bersalah pada Gikwang karena merasa telah selingkuh secara tidak langsung (?).

“ A..aku masuk ya.”kata Yoona gugup. Gikwang mengangguk dengan heran sambil tersenyum seperti biasanya.

Namun ketika baru saja hendak masuk rumah, Yoona kembali berbalik.

“ Ada apa noona?”Gikwang bingung.

Chu~

Gadis itu tiba-tiba menempelkan bibirnya dipipi kiri Gikwang untuk menebus rasa bersalahnya yang tidak diketahui oleh pacarnya itu.

“ Hati-hati dijalan ya sayang.”kata Yoona kemudian, lalu ia berbalik dan masuk kerumahnya dengan salah tingkah.

“ Noona..~ aAaAaAaAaAaAaAaAaAaAaA YOONA NOONA NYIUM GUEEE!!! AAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!” Gikwang berteriak kesenangan, tak peduli berapa banyak orang yang memperhatikannya -_-

——————————————————–

 

Esok harinya, takol 06.30

 

So Eun membuka tudung saja meja makan rumahnya.

Tidak ada makanan sedikitpun disana, malah terdapat selembar kertas yang ditulisi oleh Sekyung.

APA? MAU NYARI MAKANAN? MAU SARAPAN? BUAT SENDIRI ! SAYA GAK PUNYA WAKTU BUAT NGURUSIN KAMU.

“ Sialan!! Dasar mak lampir!!!” So Eun meremas kertas tersebut kemudian melemparnya kebelakang.

“ Eh!” ternyata gumpalan kertas tersebut mengenai kepala Yesung yang baru turun tangga.

“ Kak! Masa dia kayak begini! Liatin, keterlaluan banget! Bener kan apa kata So Eun, papa dan mama pergi dia langsung beraksi buat bales dendam!!” adu So Eun geram.

Yesung menghela nafas, bingung.

“ Kakak juga tahu. Tapi kita mesti gimana? Kakak juga gak tau harus ngapain.”jawab Yesung bete.

“ Sekarang itu mak lampir kemana?”

“ Udah ngater Minwoo sekolah pake mobil kita. Kunci motor matic dibawa sama dia.”

“ Apa?? Dia make mobil kita!? Kunci motor kita dibawa??? Trus aku berangkat sekolah pake apa dong???”

“ Dia nyuruh jalan kaki. Tadinya kakak sempet ngelawan ampe rebutan kunci mobil, eh si Minwoo gelitikin pinggang kakak, jadi kelepas deh kuncinya -_-“

“ Grrrrr dasar anak tikus! Anak curut! Anak marmut! Anak ulet!!!” hujat So Eun kesal.

“ Udahlah gak usah marah-marah, sekarang mendingan mikir gimana caranya bisa sarapan sama berangkat.”

So Eun melirik jam dengan gelisah, seharusnya ia datang lebih pagi karena harus geladi untuk mini dramanya bersama gugus Lady Gaga yang akan ditampilkan untuk penutupan MOS hari ini.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah.

“ Assalamualaikuuum..”

“ Waalaikumsalam.” Yesung langsung berdiri dan membuka pintunya, “ Geun Young..? hmm.. Silahkan masuk.”

Tamu yang ternyata adalah Geun Young itu tersenyum simpul, kemudian masuk kedalam rumah.

“ Tadi teteh liat mobil kalian lewat depan rumah teteh, teteh kira itu Yesung yang nganter So Eun sekolah, tapi pas diliat bener-bener ternyata didalemnya tante Sekyung dengan Minwoo..”kata Geun Young.

“ Emang bener.”jawab So Eun kesal.

“ Nah, makanya teteh agak cemas. Jadi kesini deh. tuh, teteh bawa roti bakar. Sarapan dulu gih, ntar berangkatnya pake motor teteh aja.”

So Eun tersenyum, ia langsung memakan roti yang dibawa Geun Young buru-buru.

“ Thanks yah.. jadi ngerepotin.” Yesung malu.

“ Iya, gak apa-apa kok..”kata Geun Young.

“ Aku ngerasa gak becus jadi kakak So Eun, dia sering dijahatin tante Sekyung dan aku selalu gak bisa berbuat apa-apa..”

“ Emang bener! Kak Yesung gak becus!” timpal So Eun kesal dengan mulut penuh roti, Yesung garuk-garuk kepala sementara Geun Young nyengir.

“ Aku ngerti kok. Kalau aku di posisi kamu mungkin aku juga seperti itu..” kata Geun Young, “…tapi kalian tenang aja. Aku akan bantu kalian semampuku. Kalian yang sabar yah..”

Yesung dan So Eun mengangguk.

“ Hmm, sudah. Antar aku dong?” So Eun yang selesai sarapan langsung bersiap hendak berangkat.

“ Ayo.” Geun Young berdiri.

“ Eh, biar aku aja yang anter..”kata Yesung.

“ Aku aja. Kamu jaga rumah. Ayo Sso..” Geun Young menggandeng So Eun keluar kemudian pergi mengantar adik Yesung itu ke sekolah.

Yesung tersenyum kemudian bergumam, “ Untung aku kenal orang sebaik kamu :)”

*CIEEE YESUNG OPPAAAA 😛 😛 #cubitYeppa #plak!digebukinclouds-_-*

——————-

 

Kakak terbaik : Kak Minho

Kakak terlucu : Kak Hyukjae alias Kak Eunhyuk alias Kak Hyukkie *borong nama -_-*

Kakak ter-ramah : Kak Hyoyeon

Kakak tergalak : Kak Tiffany

Kakak terimut : Kak Kimbum

Kakak terbawel : Kak Luna

Kakak termurah senyum (?) : Kak Yunho

Kakak terpopuler : Kak Citra #plak!!!salah!kesalahanteknis-_- #abaikan

Kakak terkalem : Kak Minho

Kakak terbijak : Kak Siwon

Kakak terganteng : Kak Siwon

Kakak tercantik : …

 

Kak Tiffany terus ngunyeng-ngunyeng kak Yunho yang masih mumet ngitungin suara hasil angket yang dibagikan ke peserta MOS kemarin, hanya hasil dari kakak tercantik yang belum ditemukan karena Kak Tiffany saingan dengan Kak Hyoyeon untuk mendapatkan gelar tersebut. Perolehan suara mereka kejar-kejaran.

“ Woy kalo lo gangguin gue ya gak bakal selesai lah!!” protes kak Yunho.

“ Elu sih lelet amat ngitungin ginian doang!!” amuk kak Tiffany.

“ Emang kenapa? Ntar juga lo tau hasilnya. Kepedean amat sih, Hyoyeon menang kapok dah lu.”

“ Grrrr!! Awas lo! Cepetan itung! Gue kasih waktu tiga menit lagi, kalo belum selesai gue jejelin sosis tau rasa lo!” Kak Tiffany menjitak kak Yunho kemudian berdiri didepan pintu ruang OSIS.

Hingga tak lama ia melihat kearah gerbang, Kak Siwon (tumben author panggil KAK -_-) ternyata baru saja datang dan memarkir sepedanya dibawah pohon ketapang dekat ruang OSIS. Jantung kak Tiffany langsung dag dig dug duer (?).

“ Woy Tiff!! Menang nih lo, selisih 6 suara sama Hyoyeon!!” teriak kak Yunho dari dalam ruangan OSIS.

“ What???!! Serius??” Kak Tiffany terkejut, ia kembali melemparkan pandangan kearah kak Siwon. Hari ini ia benar-benar harus menepati janjinya untuk menembak kak Siwon jika mendapatkan gelar sebagai kakak tercantik.

Apakah ia akan benar-benar menepati janjinya itu?

 

“ Jadi hayang ngabangun warnet deui? Naha buru-buru pisan bang..” kata Sooyoung sambil menatap bang Kyuhyun heran.

Bang Kyuhyun yang saat ini menggantikan Siwon menjaga Sooyoung dirumah sakit tersenyum tipis.

“ Abang gak bisa kalo gak punya usaha.”kata Bang Kyuhyun.

“ Tapi kan ntong buru-buru oge atuh. Santai heula.. bangun warnet kan susah. Tunggu aku sembuh heula atuh.”

“ Nunggu kamu sembuh? Emang buat apa?”

“ Yah. Abang teh lupa? Eta warnet kabakar ulah siapa? Bukan ulah abang aja kan, abdi ge terlibat. Eta artinya abdi ge kudu ikut ngabantu abang untuk bertanggung jawab..”

“ Ini bukan salahmu Soo, ini salah abang yang terlalu phobia sama iguana..”

“ Salah abdi oge bang, geus nyaho abang sieun ka iguana kalahkah ngabawa wae..”

“ Bukan, salah abang kok.”

“ Nteu ah, salah abdi.”

“ Salah abang.”

“ Salah abdi.”

“ Salah abang.”

“ Geus weh lah, salah sadayana. Lamun kitu, abang kudu tunggu abdi sembuh. Abdi hayang ngabantu abang. Abdi masih hayang kerja jeung abang.”

“ Tapi Soo…”

“ Abdi bisa ngulah serabi, cireng, batagor, pokoknya mah loba masakan Jawa Barat, ngke abdi jual di sekolah pas geus asup sekolah. Lumayan kan hasilna keur bantu abang bangun usaha deui.”

“ Hah? Kamu serius Soo?? Tapi.. kamu gak perlu..”

“ Geus weh lah bang, biarkeun abdi bertanggung jawab atas kebakarna Kyu.net eta..”

“ Makasih ya Soo. Abang juga bakalan kerja buat nambahin modal. Tapi sekarang, kamu jangan pikirin soal Kyu.net, sekarang yang penting kamu sembuh dulu.”

“ Hmm.. hatur nuhun ya bang.”

“ Iya. Oh iya Soo, sebenernya dari dulu abang mau bilang kalau..”

“ Bilang apa?”

“ Sebenernya, abang…”

Situ Ciburuy, laukna hese dipanciiiiing..~ nyeredet hate, ningali ngamplak cainaaa (?)~~

Lagu Bubuy Bulan (lagu Sunda) terdengar dari ponsel Sooyoung tiba-tiba, ada telepon masuk. *ringtone Sooyoung bubuy bulan -_-*

“ Abang hayang nyarios naon?” tanya Sooyoung.

“ Hmm.. angkat dulu lah teleponnya.”kata Bang Kyuhyun.

Sooyoung pun mengambil ponselnya, saat melihat nama yang tertera dilayar hpnya, ia sedikit nyengir.

“ Siapa?” tanya Bang Kyuhyun penasaran.

“ Hmm.. kabogoh abdi..”

“ APA!???? Ehm, a.. abang pulang!” Bang Kyuhyun yang terkejut langsung berdiri dan keluar ruang perawatan dengan wajah cemburu.

“ Bang! Eh.. naha angkat.” Sooyoung bingung karena Bang Kyuhyun pergi tiba-tiba.

 

“ Sejak kapan Sooyoung punya pacar?? Kenapa dia gak pernah ngasih tau aku!?” Bang Kyuhyun terus bergumam sepanjang jalan, hatinya kesal dan marah seketika.

——————————————————-

 

“ Please.. gue mohon. Gue mohoooon banget sama kalian. Jangan kasih tau Gikwang. Bisa mati gue, plis jangan.. gue gak mau kehilangan dia..” Yoona memohon-mohon kepada Jinki dan So Eun yang masih bengong karena tercengang melihat penampilannya dancenya dengan Donghae barusan.

“ Lo masih sayang sama adik gue? Kenapa selingkuh?” kata Jinki sok sebel.

“ Hah? Selingkuh? Duh.. gue gak selingkuh! Gue cuman tampil bareng demi memperbaiki nama gugus. Lo ngerti dikit kek -_- . lo tau sendiri kan gue cuma sayang sama Gikwangie. Kemaren aja gue ngesun pipinya.“

“ Tapi secara gak langsung lo udah selingkuh. Kasian Gikwang. Gue tau lo nyium dia buat nebus rasa bersalah kan.”

Yoona menunduk, merasa bersalah.

“ Udahlah yank, ngertiin Yoona. Dia gak punya pilihan.”kata So Eun. *cie Jinki dipanggil YAAAANKKKKK :p #plak!!gangguajaluthor #diusir-_-*

“ Tapi..”

“ Kamu juga ngirim surat cinta ke Kak Luna demi tugas MOS kan? aku ngerti-ngerti aja.”

Jinki nyengir, bener juga yah :p

“ Yaudah, gue gak akan bilang ke Gikwang.”kata Jinki kemudian.

Yoona tersenyum lega.

“…tapi ada syaratnya :p.”kata Jinki dengan seringai licik yang memperlihatkan gigi-gigi putihnya (?)

“ Syarat? Apaan?”

“ Lo bayarin gue sama So Eun makan di KFC. Oke?”

“ Pasti ayam -_-“

“ Mau kagak lo!?”

“ Gue gak punya duit T.T”

“ Kagak mau tau.”

“ Tega amat sih ka….” So Eun hendak bicara namun mulutnya ditutup Jinki. Akhirnya ia diam karena kalo dipikir-pikir lumayan juga ditraktir makan oleh Yoona, karena kebetulan dirumahnya gak ada makanan gara-gara tante Sekyung.

“ Iya deh, iya. Gue traktir. Kita makan bareng ntar pas pulang.”kata Yoona.

“ Ye! Enak aja, emang elo yang neraktir tapi jangan makan bareng kita juga kali. Sama aja lo ganggu orang pacaran.”kata Jinki licik.

“ Jahat amat sih lo -___-“ Yoona serasa ingin nampol Jinki.

“ Jangan gitu ah.” So Eun menegur Jinki karena tak enak dengan Yoona.

“ Biarin. Itu ganjaran buat orang yang udah ngebohongin adik gue.”kata Jinki. Maklum readers, dia sayang banget sama Gikwang dan gak akan ngebiarin ada orang yang berani ngebohongin adiknya itu *uuu so sweet ;p*

“ Iya deh gue ngaku salaaaaah.. T.T~” kata Yoona pasrah, Jinki tersenyum puas.

Yoona pun langsung ngacir mencari Donghae. Hingga ia menemukan cowok itu sedang nangkring dibawah pohon belakang sekolah dan seperti biasa sambil menghisap batang tembakau -_-

“ Hae.”

“ Eh! Apa?” ia langsung membuang puntung rokoknya sembarangan kemudian berdiri.

“ Em.. gue.. gue mau..”

“ Mau apa?”

“ Minjem duit lo, boleh ngga?”

“ Ha!? Minjem..duit?”

“ I..iye. seratus ribu aja, please.. gue gak tau mesti minjem ke siapa lagi selain elo.”

“ Lo.. lo tau darimana kalo gue tajir?”

“ Hah??? Jadi lo tajir??? Gue malah nggak tau!”

Donghae langsung menutup mulutnya karena nyaris membuka rahasia besarnya kalau dia adalah anak orang kaya, selama ini ia selalu mengungkapkan pada orang lain kalau dia orang miskin.

“ Ah, udahlah.” Donghae salah tingkah.

“ Lo anak orang kaya?? Iih.. cerita dong, bokap lo kerja dimana??” Yoona malah penasaran.

“ Iiiiih apaan sih lo! Mau tau aja! Nih! Ambil! Gausah diganti! Udah sana pergi!” Donghae menempelkan selembar seratus ribuan ke jidat Yoona kemudian membalikkan tubuh gadis itu agar cepat-cepat pergi.

*tega amat Mas -___-*

 

“ Mamiii.. Minwoo capek.” Minwoo terduduk dikursi dekat balkon mal sambil meminum soft drinknya.

“ Mami juga.”kata Sekyung sambil duduk disamping anaknya kemudian menaruh belanjaannya.

“ Tapi overall, Minwoo seneng kok mi. Enak banget bolos buat shopping kayak gini, coba aja bisa tiap hari kita begini.”

“ Mana mungkin bisa tiap hari kalau keuangan kita masih diatur sama papi kamu yang ekonomis itu?” dengus Sekyung.

“ Loh, jadi sebelum papi pergi mami gak minta duit?”

“ Mami minta, tapi papi nolak. Papi kan udah ngasih jatah bulanan minggu lalu. Tapi kan kamu tau sendiri uangnya udah habis buat mami beliin tas branded.”

“ Yah! Papi pelit!”

“ Makanya, jalan satu-satunya, kita harus tau kode brankas papi kamu. Setiap mami tanya dia gak pernah mau ngasih tau, dia bilang Nyonya Key juga gak tau kodenya apa. Dia bilang cuman Yesung yang tau.”

“ Hah?? Aah, kalo gitu mah gampang! Minwoo tau caranya supaya kak Yesung ngasih tau kode brankas papi!”

“ Oh ya? Gimana?”

Minwoo membisikkan sesuatu ke telinga Sekyung sambil tertawa licik, Sekyung tersenyum menyetujui ide anaknya..

 

“ Jadi sepedanya gimana, Min? Kita udah alesan bilang ke orangtuamu kalo tu sepeda dibawa ke bengkel. Tapi kan yang namanya dibawa ke bengkel kudu balik. Lah ini gimana mau balik kalo sepedanya udah jadi abu.”kata Suzy cemas sambil ngotak-ngatik setrikaan dikamar Taemin. Kebetulan ustad Leeteuk dan bu Taeyeon sedang pergi makanya mereka bebas mengadakan konferensi pers (?) soal sepeda yang terbakar itu.

Taemin yang duduk tak jauh dari Suzy bingung juga, ia hanya menggelengkan kepalanya.

“…aha!! aku tau!” kata Suzy tiba-tiba.

Taemin menatap Suzy sambil mengangkat alisnya.

“…gini, beli aja sepeda yang persis kayak sepedamu itu!”

“ Ha!? Gila! Duit darimana!?” Taemin baru buka suara.

“ Duit aku lah, Min.. ini juga kan salahku.”

“ Ah, enggak deh! kamu kira sepeda itu harganya sama kayak harga lotek apa -_-“ *tau lotek gak readers? Itu loh, lontong pake tahu tempe dengan kacang panjang plus toge disiram (?) bumbu kacang :p #plak!promosi-_- #authornyajualanlotek*

“ Ayolah, Min. Ini jalan satu-satunya biar gak ketahuan. Aku ikhlas kok. Besok kita beli sepedanya ya?”

Taemin pun akhirnya mengangguk setuju meski masih rada gak enak hati dengan Suzy. Sepertinya mulai saat ini ia tak punya daya lagi untuk berlagak cuek didepan gadis itu.

 

“ Iiih!! Curang! Curaaaang!!!” Gikwang ngamuk ditelepon karena tahu Jinki makan dengan So Eun, apalagi pas tau yang ngebayarin Yoona. Ia yang baru saja pulang sekolah dan memarkirkan sepedanya di garasi langsung hendak balik kanan nyusul Jinki.

“ Hoho.. kocoon doh looo..” kata Jinki gak jelas karena mulutnya sedang penuh dengan ayam.

“ Aku sama Taemin nyusul kesana!! Aku juga pengen makan disana, kan jarang-jarang :(“

“ G.. gak usah nyusul!” tiba-tiba seseorang datang menepuk bahu Gikwang.

“ Eh, noona? Loh, aku kira noona disana..”Gikwang kaget.

“ Ng.. ngga. Gak mau ganggu Jinki sama So Eun, hehe.”kata Yoona.

“ Noona ngapain ngebayarin mereka makan?”

“ Lagi banyak uang aja jadi mau berbagi, hehe..”kata Yoona salting *boong banget padahal minjem ke Donghae :p #plak!!authorditampolYoona*

“ Iih curang. Kok aku nggak ditraktir.” Gikwang pura-pura ngambek.

“ Sorry. Yaudah deh, kamu mau makan apa?”

“ Ehm, gak usah ditraktir deh..”

“ Loh? Jadi mau apa?”

“ Kemaren kan baru pipi kiri, sekarang pipi kanan. Yah yah??” Gikwang menunjuk pipi kanannya dengan manja.

“ -_____-“

*peringatan! Yoona, jangan cium sebelum aba-aba dari author! #plak!!*

 

“ Mana So Eun? Apa dia belum pulang?” tanya Sekyung yang baru saja pulang shopping dan mendapati Yesung sendirian dirumah.

“ Belum, katanya lagi makan siang diluar.”jawab Yesung tanpa menoleh.

Sekyung manggut-manggut saja, kemudian dengan berlagak sok basa-basi ia duduk disamping Yesung.

“ Yesung, tante.. boleh tanya sesuatu?”

“ Tanya apa?”

“ Kamu tahu kode brankas papamu itu kan? beritahu saya.. apa kodenya?”

Dahi Yesung keriting seketika mendengar pertanyaan ibu tirinya itu, dengan cepat ia menggeleng.

“…bener nih gak mau ngasih tau?”

“ Nggaaa. Maaf tante, papa bilang jangan kasih tau siapa-siapa.”

“ Beritahu, atau Geun Young…..”

“ Geun Young??? Ada apa dengan dia???” Yesung terkejut dan tak mengerti karena Sekyung berbicara seakan-akan wanita itu sedang ‘menculik’ seseorang.

 

*BERSAMBUNG, TO BE CONTINUED! #samaajathor-_-*

 

Kyaaa.. gaje? Iya pasti dah T.T #plak!

Keep RCL readers. Semoga gak ada silent readers ya :’) . yang RCL author doain dapet pahala, lancar rizkinya, amiiiin^^ #modus :p

Kritik dan saran juga sangat diperlukan 🙂

47 responses to “[FF_Haha! This Is Our Story_part 6]

  1. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ PART 2 : Ada Apa dengan Ayam? ] | FFindo·

  2. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ PART 3 : KKJB ( Kembali ke Jalan yang Benar ) ] | FFindo·

  3. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [Part 4A : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk] | FFindo·

  4. Noh sekyung ama anak nya kagak tobat2 ye,, cemplungin ke sumur aja cit biar gak nimbul2 lagi -__-”
    Suka sama moment Taemin Suzy deh gimana gitu kan mereka b2 itu 🙂
    Oy penasaran juga nih kenapa dulu Suzy nolak Taemin ya.. o.O)a
    Tancap baca aja ding toh udh ada lanjutan nya juga :p

  5. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ Part 4B : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk ] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s