[1/4 – FYIFM Sidestory] That Girl Is Gumiho?

 Author: v3aprilia Feat. LiaaML

Cast: Seungshin High School Family

Special appearance: Kim Young Ok (Protect The Boss, God Of Study)

Genre: comedy abnormal, romance (dikit)

Length: 4-series

Rate: PG

Part I

 

Minhyuk menguap lebar ngalahin kuda nil saat dia tiba-tiba terbangun di pagi buta (baca: jam enam, pagi buta versi Minhyuk). Dia bangun dari tempat tidur, kriyep-kriyep, molor lagi dengan posisi duduk. Kemudian kebangun lagi, gosok-gosok pantat, ngusap iler di sudut mulut, garuk-garuk kepala, merem lagi. Terus kebangun lagi, berusaha nyeret badannya yang baru keisi setengah nyawa, tidur lagi di lantai. Gitu terus, dan alhasil dari tempat tidur ke pintu kamar aja perlu waktu setengah jam.

Kelar mandi dan beresin tempat tidur *anak rajin, padahal cuman takut digampar neneknya aja gara-gara tempat tidur berantakan*, Minhyuk beranjak ke teras rumah untuk sarapan bersama neneknya. Yap, libur sekolah ini Minhyuk lebih milih ngabisin waktu dengan liburan ke desa neneknya di daerah Cheonan, daripada pulang ke Jepang, dan hari ini adalah hari terakhir Minhyuk ada disini. Alesannya Minhyuk lebih milih liburan ke desa, kali aja dia nemu cewek cantik di desa neneknya, karena menurut pemikiran dodolnya, suasana desa yang masih asri dan segar bisa memberikan dampak yang bagus untuk gadis-gadis di desa. Gadis-gadis itu pastinya terlihat lebih cantik dan segar, jauh dari bahan pengawet kimia berbahaya *lu kata makanan?*.

Tapi rupanya, dugaan Minhyuk salah. Boro-boro nemu cewek cantik, selama dua minggu disini, yang dia liat cuman nenek-nenek dengan bau minyak angin semriwing. Kalopun dia nemu gadis yang seumuran sama dia, ngga ada cantiknya sama sekali. Kalo ngga bertompel besar di pipi, jerawatan sekujur muka, gendutnya ngalahin Shin Young. Berabe dah.

“Minhyuk-ah, tahun ini ada anak didesa sini yang bakalan sekolah di Seungshin,” kata Young Ok, nenek Minhyuk.

“Oh ya? Cewek atau cowok?” tanya Minhyuk sambil menyeruput supnya.

“Kalo cewek kamu langsung semangat kan,” tebak Young Ok. Minhyuk terkekeh sebentar, tapi tidak terlihat antusias. “Biasa aja lah, halmeoni. Palingan ngga cantik…”

“Lagak lu!” Young Ok udah siap-siap nabok kepala Minhyuk, dan Minhyuk buru-buru menghindar. “Kemarin waktu ngeliat Bo Kyung aja langsung malu-malu trus ngacir masuk ke kamar…” ledek Young Ok.

“Bo Kyung?” tanya Minhyuk bingung . Selama dia liburan disini, Minhyuk sama sekali ngga ngerasa pernah tersipu-sipu ngeliat cewek disini. Kalo merinding mah, sering. “Bo Kyung yang mana?”

“Yang bantuin kamu bawain tas kerumah, waktu kamu baru nyampe kesini.”

“Hah? Yang itu?! ” seru Minhyuk kaget. Bo Kyung yang disebutin neneknya itu emang rada montok (baca: bulet) dan mukanya banyak flek item bekas jerawat, dan waktu bantuin Minhyuk bawain tas, tuh cewek cengengesan mulu ngeliatin Minhyuk, mungkin baru kali itu dia ketemu cowok ganteng nan kiyut turun dari surga *halah*. Sementara Minhyuk, begitu nyampe rumah neneknya langsung ngacir ke kamar.

“Ngga mau!” kata Minhyuk. “Tega-teganya halmeoni nuduh aku naksir sama beruang madu!”

Pletaaak! Sendok nasi melayang dan nyaris bikin dahi Minhyuk bocor . “Jangan sembarangan ngatain anak orang! Gitu-gitu Bo Kyung rajin tau bantuin nenek di sawah, daripada kamu yang kerjaannya molor mulu!”

“I, iya halmeoni…” kata Minhyuk takut-takut .

“Dan jangan ngata-ngatain Bo Kyung beruang madu!” omel neneknya lagi. “Bo Kyung itu bukan beruang madu, tapi bayi kuda nil!”

Hening.

“Udah, cepet abisin sarapannya, trus beres-beres baju. Nanti halmeoni mintain tolong Bo Kyung buat nganterin kamu ke…”

“Ngga usah halmeoni, makasih, aku bisa kok jalan sendiri,” Minhyuk menolak halus.

Kelar sarapan, Minhyuk membereskan baju-bajunya karena sebentar lagi dia sudah harus kembali ke Seungshin, tempat makhluk-makhluk abnormal bersarang dan saling berbagi kesablengan satu sama lain *dihajar*. Beberapa saat kemudian, Minhyuk keluar kamar dengan satu ransel besar warna hitam.

“Halmeoni, kemarin aku sempat tanya ke harabeoji yang tinggal di sebelah rumah ini, katanya dipinggir desa ada danau ya,” kata Minhyuk. “Yang ada kuil tuanya.”

“Iya, tapi untunglah kamu baru tau danau itu kemarin, jadi kamu ngga sempat kesana,” kata Young Ok.

“Emangnya kenapa?”

Young Ok menghela napas berat, gayanya persis ibu-ibu di sinetron yang berusaha ngomong ke anaknya kalo ternyata dia bukan anak kandung, atau adegan ketika cewek ngomong ke pacarnya kalo dia hamil diperkosa tukang rujak. “Sangat berat untuk menceritakannya, cucuku…”

“Cerita halmeoni, ceritakan…” pinta Minhyuk lebay, sambil menggenggam tangan keriput neneknya. “Katakan yang seujurnya padaku, apa yang terjadi disana? Apa dulu halmeoni diperkosa tukang sapu kuil, lalu hamil Appa-ku?”

Ulekan sambel melayang ke kepala Minhyuk.  “Bukan gitu!” kata Young Ok gedeg. “Di kuil itu… katanya lho ya, ada gumiho yang gentayangan disana dan suka makan hati cowok ganteng…”

“Ah, halmeoni bisa aja muji aku ganteng… ” Minhyuk nyengir kambing sambil ngais-ngais tanah, keGRan.

-______- Bisa-bisanya mantu gue ngebrojolin anak dodol macem gini, gumam Young Ok. “Yah, pokoknya ceritanya kayak gitu deh. Konon ada beberapa orang yang ngeliat penampakan cewek pake baju putih yang berekor sembilan, katanya sih itu gumiho.”

“Yaelah, hare gene masih percaya gumiho? Ngga gaul!” kata Minhyuk ababil, padahal dia udah hampir pipis di celana.

Lagi-lagi ulekan sambel melayang .

Setelah pamit sama neneknya, Minhyuk jalan sendirian menyusuri jalan tanah di desa yang masih asri itu. Sesekali dia membungkuk sopan kepada tetangga-tetangga neneknya, kecuali saat dia ngeliat Bo Kyung. Begitu ngeliat cewek itu nyengir sambil melambai-lambai kearahnya dari radius 5 meter, Minhyuk ngibrit.

Minhyuk melihat ke arlojinya. “Baru jam segini, ngga usah lah buru-buru balik ke Seungshin, palingan anak-anak juga belom pada dateng ke sono.

Tiba-tiba saja, nongol ide buat jalan-jalan bentar ke danau di pinggir desa. Minhyuk belok dari jalan keluar desanya menuju ke danau tersebut. Minhyuk menelusuri jalan setapak tanah yang semakin menurun, mengarah ke danau kecil yang diceritakan neneknya. Suasana di sepanjang jalan itu sepi, hanya satu dua penduduk desa yang berpapasan dengan Minhyuk. Bunyi jangkrik bersahutan di balik sesemakan.

Setelah berjalan hampir sepuluh menit, akhirnya Minhyuk sampai di danau itu. ngga ada kesan sama sekali saat Minhyuk melihat danau itu, dengan kuil tua yang berada di tengahnya dan jembatan kayu yang menghubungkan pinggir danau dengan kuil. Suasananya mirip dengan apa yang ditonton Minhyuk di My Girlfriend Is Gumiho. Bunyi jangkrik semakin ramai terdengar, tak ada siapapun disana kecuali Minhyuk.

Jembatan kayu itu masih basah saat Minhyuk berdiri di ujungnya, karena hujan deras semalam. Dengan hati-hati Minhyuk berjalan di pinggir jembatan, sambil melihat pemandangan sekitar danau yang sangat indah. Air danaunya terlihat jernih, dengan ikan-ikan gemuk berwarna-warni yang berenang di bawah jembatan. Minhyuk semakin tidak percaya dengan rumor gumiho yang diceritakan neneknya.

“Ngga mungkin ada di tempat kayak gini…” gumam Minhyuk.

Dia sampai di kuil tua itu. Perlahan Minhyuk mendorong pintu kayunya, awalnya dia mengira kalau pintunya pasti berdebu. Tapi ternyata pintunya bersih, meskipun sudah tua. Berarti ada orang yang rajin bersih-bersih disini. Minhyuk masuk kedalam, melihat-lihat sekitarnya.

“Annyeonghaseyo, apa ada orang disini?” kata Minhyuk. Tak ada jawaban. Minhyuk mulai menapaki tangga yang mengarah ke ruang utama. Tapi ruang utama itu disekat rak-rak yang berisi guci-guci kecil, sehingga Minhyuk tidak bisa melihat ruang utama dengan jelas.

Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh di luar, ternyata langit sudah mendung lagi, dan sudah terdengar bunyi gemuruh guntur. Minhyuk menoleh ke luar, hendak pergi dari tempat itu dan kembali ke rumah.

“Sreeeek…”

Deg! Bulu kuduk Minhyuk berdiri. Di ruang utama tempat menaruh sesajian itu, sepertinya ada seseorang. Minhyuk mengintip dari celah-celah rak, tidak ada siapapun. Minhyuk mengelus tengkuknya, merinding.

“Sreeeek…”

Kali ini suara sesuatu yang berat bergeser. Minhyuk mengintip lagi.

Di ujung ruang utama, dia melihat sesuatu berwarna putih bergerak-gerak. Rambut hitamnya yang panjang menutupi sebagian punggungnya, dan dia terus bergerak-gerak seperti ingin melepaskan diri.

Minhyuk mangap. Apaan tuh?

Sosok berbaju putih itu berhenti bergerak, seperti menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikannya. Sosok itu berbalik, dan ternyata dia seorang gadis.

“Neomu yeppo…” gumam Minhyuk tanpa sadar . Gadis itu seperti menyadari Minhyuk yang mengintipnya, matanya yang bulat indah menatap Minhyuk.

“Bisa minta tolong?” tanya gadis itu, dengan suaranya yang lembut. “Bebasin aku…”

Minhyuk seketika tersadar dari lamunannya. Bebasin aku? Minhyuk menatap gadis itu heran. Dia kemudian melihat kearah sesuatu yang digenggam gadis itu. Benda itu berwarna putih panjang, dan sepertinya tersangkut. Yang bikin Minhyuk kaget sampe-sampe lupa napas, benda itu berbulu.

Ekor!

“Gyaaaaaa …… gumihoooo!!!” Minhyuk menjerit histeris dan lari tunggang langgang keluar dari kuil. Beberapa kali dia jatuh karena jembatan kayu yang licin dan hujan gerimis, tapi Minhyuk ngga peduli. Kalopun harus merangkak, dia bakalan merangkak, yang penting dia ngga dikejar gumiho!

“Tunggu, jangan pergi!” terdengar suara gadis itu dari dalam kuil. “Tolong bebasin aku dulu…”

“Shireo!!” teriak Minhyuk, lalu bangkit dan lari lagi. Tapi tampaknya jembatan kayunya terlalu licin hingga Minhyuk terpeleset lagi, dan malangnya, Minhyuk nyebur ke danau.

“Aaaghh… tolong… blep…blep…” Minhyuk ngap-ngapan mencoba berenang, tapi sayangnya sodara-sodara, cowok dodol ini sama sekali ngga bisa renang. Dia mendorong kakinya supaya bisa berenang mendekati jembatan, sementara tangannya menggapai-gapai keatas. Tapi semakin kuat Minhyuk mencoba mendorong, dia semakin tenggelam.

Perlahan Minhyuk mulai kehabisan tenaga, sementara tubuhnya sudah semakin tenggelam. Tangannya melemah, dan saat dadanya semakin sesak dan pandangannya semakin menggelap, dia melihat gadis gumiho itu ada di atasnya, menatapnya dengan panik dari atas jembatan…

***

Minhyuk mengerjapkan matanya, menatap nanar ke sekelilingnya. Dia merasakan tangan dan punggungnya menyentuh tanah basah, dan ternyata Minhyuk memang terbaring di pinggir danau dengan tubuh basah kuyup.

“Sudah sadar, oppa?”

Minhyuk menoleh kearah suara yang terdengar lembut itu. Sosok gadis cantik berbaju putih berjongkok di sampingnya. Matanya yang bulat lucu menatap Minhyuk dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu.

Cantiknya…” gumam Minhyuk dalam hati. Tapi sedetik kemudian dia tersadar. Minhyuk lalu memandang gadis itu ngeri.

“Gyaaaaa! Kamu siapa?!” tanya Minhyuk. Dia sekilas melihat tasnya ditaruh tak jauh darinya.

“Aku?” gadis itu menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Miho…”

“Aaaaaaarrgh! Gumiho! Gumiho!” Minhyuk menjerit histeris, lalu menyeret badannya menjauhi gadis bernama Miho itu. Miho kayaknya ngga ngeh kalo yang dimaksud ‘gumiho’ sama Minhyuk itu ya dia sendiri. Miho refleks memeluk lengan Minhyuk, ikut-ikutan takut.

“Huwaaaaa, dimana gumihonya, oppa? Dimana?” jerit Miho takut.

“Lepasin! Lepasin! Jangan makan aku!” teriak Minhyuk.

“Aku juga ngga mau mau dimakan! Jangan makan aku!” teriak Miho.

“Lepasin tangan gue! Lepasin!”

“Aku takut, oppa! Aku takut sama gumiho!”

Minhyuk berhasil melepaskan tangannya dari rangkulan Miho. Dia menyambar tasnya, lalu kabur dari pinggir danau sambil jejeritan kayak orang gila lepas. Miho berlari mengikutinya.

“Aaaaarrgh, jangan ikutin gue! Jangan makan gue!” teriak Minhyuk.

“Aaaaaaah, gumihonya di belakangku ya? Tungguin, aku takut!” teriak Miho.

Minhyuk makin kenceng larinya, dia ketakutan setengah mampus ngeliat Miho ngejar dia di belakang. Padahal nih cowok udah ngerasa larinya kenceng banget sampe pol, tapi tu cewek bisa juga ngejar.

Nih makhluk napsu banget pengen makan gue…” pikir Minhyuk panik.

Minhyuk terus berlari sampai akhirnya dia menemukan jalan besar. Tepat saat itu ada bis melintas dan berhenti di halte yang tak jauh dari tempat Minhyuk berdiri mengatur napasnya yang udah ngak-ngik-nguk. Melihat bis itu, Minhyuk langsung sprint ke halte dan melompat masuk ke bus.

Amaaaaaan…” gumam Minhyuk, napasnya ngos-ngosan. Dia melihat ke belakang bus. Gadis itu sudah tidak terlihat lagi.

***

Keesokan harinya, di Seungshin High School Dormitory…

Minhyuk berjalan gontai menuju ke lapangan, tertinggal dari teman-temannya. Kaki dan badannya pegel ampun-ampunan gara-gara kemarin lari tunggang langgang nyelametin diri dari gadis gumiho itu.

Sampai di lapangan upacara, dia langsung baris di barisan belakang. Teman-temannya udah lebih dulu sampai disana, terutama cowok-cowok. Eits, apa ini berarti murid-murid cowok Seungshin lebih rajin dan disiplin dibanding murid-murid cewek? Oh, tentu tidak. Rajin itu adalah daftar nomer kesekian dalam kamus cowok-cowok Seungshin yang udah kondang dengan kelihaian mereka menggabungkan antara kegantengan wajah dan kedodolan otak ini. Bukan kedisiplinan yang membuat mereka rajin baris di lapangan, melainkan murid-murid angkatan baru yang masih kinyis-kinyis itu, yang sudah baris dengan rapi di barat lapangan. Cowok-cowok ini punya kerjaan baru yang sangat istimewa di hari penerimaan siswa baru ini: hunting cewek cakep.

“Min, Umin, lu ngapain memble gitu?” Dongwoon nowel Sungmin. Yang ditowel malah makin memble, bibir bawah makin merdeka berkibar-kibar.

“Ini hari pertamaku sekolah tanpa kehadiran Siwon hyung…” ratap Sungmin lebay, lalu menatap nanar ke langit biru. Berasa bisa ngeliat Siwon di atas langit lagi terbang-terbang sambil main harpa  kali yak?

“Widiiiih, lebay… Biasa aja kali Min, Siwon hyung masih di Korea ini, bukannya bedol rumah ke planet Mars,” kata Dongho, kumat frontalnya.

“Kalo kangen, samperin aja ke depan rumahnya sambil bawa banner gede “Siwon oh, Siwon oh, Siwon… I love you…” Taemin joget dengan goyangan super mantap, author ngga mau tanggung jawab kalo seandainya Sule nuntut Taemin gara-gara lagu ‘Mimin’-nya diacak-acak gitu. Dongho ngakak. Sungmin melengos judes.

“Udah deh Min, mending hepi-hepi disini, tuh liat banyak yang cakep noh anak kelas satu…” Dongho nghibur Sungmin sambil nunjuk-nunjuk anak kelas satu. “Noh, yang itu pas banget buat lu, Min. Lu demen kan sama yang tinggi begitu?”

“Yang kamu tunjuk itu kan cowok!” kata Sungmin.

“Lha, itu demenan lu kan?” tanya Dongho polos.

Obrolan akrab itu berakhir dengan aksi jambak-jambakan sampe kedua cowok ini kayang berjamaah, karena mereka saling narik kepala masing-masing ke belakang. Dongwoon langsung noleh lagi ke depan ngeliat kepsek BoA pidato, pura-pura ngga kenal dengan dua cowok itu.

Tau gitu si Sungmin kagak usah gue tegur, deh…” pikir Dongwoon.

Sementara itu, Minhyuk mukul-mukul bahu dan pahanya sambil meringis kesakitan, badannya berasa rontok semua. Rasanya pengen cepet-cepet kelar nih upacara, trus dia bisa ngacir ke kamar asrama buat tidur seharian. Bolos aja deh hari pertama ini, pikirnya.

Karena bosen, Minhyuk iseng ngeliat-liat ke sekelilingnya, ke barisan kelas 3, barisan kelas 1, dan para orangtua murid baru yang duduk di belakang. Di barisan kursi paling depan, Minhyuk melihat seseorang yang sudah ngga asing baginya.

“Halmeoni?” tanyanya.

“Apaan? Halmeoni?” kata Jjong, ngga sengaja denger gumaman Minhyuk.

“Deuuu…. Jjong paling ngga bisa nih yee, denger kata ‘halmeoni’…” ledek Taemin. “Keingetan neneknya Iseul terus ya, Jong?”

BUAAGH!!  Taemin jongkok dan meringis megangin matanya yang biru-biru ditonjok Jjong. Puas mem-bully Taemin, Jjong noleh ke Minhyuk lagi. “Halmeoni lu, Hyuk?”

“Ho’oh,” kata Minhyuk.

“Lu kan bukan murid baru, Hyuk, ngapain halmeoni lu dateng?”

“Ya pasti bukan karena gue lah,” kata Minhyuk. “Oiya, halmeoni bilang ada cewek di kampung gue yang tahun ini jadi murid di Seungshin…”

“Cewek? Cakep ngga, Hyuk?” tanya Jjong dengan ekspresi penuh napsu. Ini beneran lho, nyatanya pas Jjong nanya, idung Jjong kembang kempis kayak kambing jantan di musim kawin.

Minhyuk mencibir. “Ngga yakin deh, Jjong. Sebulan gue refreshing kesana, membersihkan paru-paru dari polusi Seoul, ngga ada gue nemu yang bening-bening. Butek semua.”

“Yah, ngga asik…” Jjong mendadak hilang gairah. “Kau memberiku harapan palsu, Minhyuk…”

“Yee, lu nya aja yang napsuan! Siapa juga yang ngasi harapan ke elu!” kata Minhyuk.

Karena sama sekali ngga merhatiin, tanpa terasa upacara penerimaan murid baru selesai. Setelah ini murid-murid baru itu akan diajak berkeliling sekolah. Minhyuk buru-buru berjalan ke seberang lapangan, ke asrama. Matanya udah 5 watt, bawaannya pengen tidur aja. Kayaknya kelamaan sekamar sama Gikwang, nih cowok mulai ketularan kebonya deh. Asal jangan ketularan Kissing Monster aja.

Tapi langkah Minhyuk terhalang oleh cowok-cowok sesama anak kelas 2 yang bergerombol melototin ke satu arah sambil berulang kali berdecak kagum.

“Gilaa, tuh cewek cantik banget…” celetuk Baro, cowok kelas 2B. Bibirnya manyun-manyun, siul-siul ganjen berharap cewek yang dia pelototin bakalan noleh.

“Imut banget… itu emaknya dulu ngidam apaan yak?” timpal Sandeul.

“Yang jelas ngga ngidam ngemut ban bekas…” kata Jeongmin.

“Kok gitu?”

“Soalnya kalo ngidam ngemut ban bekas, ntar yang lahir mukanya kayak lu, mancung di bibir,” Jeongmin nunjuk Sandeul.

“Kepret lu!”

Minhyuk melihat kearah cowok-cowok itu. Bisa dilihat kalau cowok-cowok itu sedang melihat ke kerumunan murid-murid cewek kelas satu yang masih menunggu anggota OSIS untuk menemani berkeliling sekolah. Tak ada yang benar-benar istimewa di mata Minhyuk, sampai akhirnya dia melihat satu sosok mungil yang berdiri agak di belakang kerumunan anak-anak kelas satu.

Miho!

Minhyuk mendadak keringet dingin , kakinya kelotakan gemetar. Sementara cowok-cowok lainnya terpesona karena memang si Miho ini cantiknya menyengat sampai ke hati #eeaak, Minhyuk malah ketakutan.

Minhyuk buru-buru lari dari tempat itu sebelum Miho sempat melihatnya. Dia kabur menjauhi kerumunan anak-anak kelas satu di sisi timur lapangan, ngibrit ke gedung belakang aula.

Gila tuh gumiho ngikutin gue sampe kesini…” gumam Minhyuk, keringet dingin ngocor ngga berenti-berenti. Yang ada di kepalanya saat ini adalah, nyari Ryeowook minta jimat penghalau gumiho.

Minhyuk segera pergi ke kelas 3, berharap Ryeowook lagi baca mantra atau ngapain kek gitu di kelas. Tapi bahkan belum sampe ke gedung kelas, rombongan kecil anak-anak kelas satu menghalangi jalannya.

“Permisi, permisi… numpang lewat ya…” kata Minhyuk. Anak-anak itu langsung minggir mempersilakan Minhyuk lewat. Begitu Minhyuk berdiri tepat di belakang cewek berambut panjang, cewek itu berbalik dan matanya tepat menatap kedua mata Minhyuk.

Cewek itu ternyata Miho.

“Gyaaaaaa!! ” teriak Minhyuk. Anak-anak kelas satu itu pun ikut kaget denger teriakan Minhyuk, begitupun dengan Miho. Dia yang awalnya kaget bercampur senang bisa bertemu lagi dengan Minhyuk, berubah menjadi kaget ngeliat Minhyuk mendadak teriak kayak orang kesurupan. Minhyuk berbalik arah dan lari menghindari Miho.

“Oppa!” panggil Miho. “Oppa!”

Minhyuk ngga peduli dengan teriakan Miho. Dia ngacir sambil ketakutan, sesekali menoleh ke belakang. Minhyuk makin histeris bercampur stress setelah ngeliat ternyata Miho berusaha ngejar dia!

“Mamaaaaak, dia ngejar gue lagiii…” kata Minhyuk histeris.

“Oppa, tunggu!” panggil Miho.

Waktu Miho berlari ngejar Minhyuk dan melewati gerombolan murid-murid cowok, tanpa dikomando cowok-cowok itu kompak pada noleh ngeliatin Miho dengan tatapan penuh pesona. Kecantikan Miho ini membuat cowok-cowok terbius.

“Ooh, ada sekelebat bayangan putih yang mempesona dan wangi melintasi relung hatiku… ” kata Kyuhyun, saat Miho berpapasan dengannya. Mendadak otaknya yang suka error secara otomatis merangkai berbagai macam kata-kata puitis khas infotainment Investigasi Selebriti.

Macem-macem dah reaksi cowok-cowok itu saat Miho berlari ngelewatin mereka. Yang matanya sipit mendadak bulet gara-gara terlalu napsu melotot , ada yang mimisan , ada yang matanya langsung melengkung mesum , bahkan Taemin pun langsung siul-siul ganjen, membuat dia sukses ditabok sama Minzy. Lain lagi dengan reaksinya Eunhyuk.

Baru ngeliat Miho aja mukanya udah kayak gini, gimana kalo kenalan?

Tapi Miho ngga peduli dengan cowok-cowok itu, dia masih konsen nguber Minhyuk.

“Oppa!” panggil Miho.

Minhyuk terus lari, dia ngga sadar kalo dia malah lari ke dalam lapangan basket indoor yang juga rame dengan anak-anak kelas satu. Miho menyusul masuk kesana.

Minhyuk ngos-ngosan, jongkok di dekat ring basket.

“Oppa!” panggil Miho.

“Jangan deket-deket!” teriak Minhyuk, membuat anak-anak kelas satu dan murid-murid kelas lain yang ada disana sontak menoleh kearah Minhyuk.

Miho menatap Minhyuk bingung.

“Kenapa…?”

“Jangan deket-deket!” teriak Minhyuk lagi, kali ini dia membentuk tanda salib dengan kedua tangannya. “Pait, pait, pait, pait…”

“Oppa kenapa sih?” tanya Miho bingung.

“Jangan deket-deket gue, gumiho!” teriak Minhyuk. “Jangan makan gue, jangan makan gue!”

“Hah?” Miho ngga konek. “Gumiho? Mana gumiho?” dia noleh ke belakangnya. Jelas aja ngga ada gumiho disana, yang ada cuman anak-anak kelas satu yang bisik-bisik ngeliat tingkahnya Minhyuk.

“Eh, sunbae yang itu bilang apa? Gumiho?”

“Di lapangan ini ada gumiho, gitu? Iiih, takut… ” kata salah satu anak kelas satu lalu ngelus-ngelus tengkuknya.

“Keluar aja yuk dari sini? Kok aku merinding ya…”

“Adik-adik, tenang… Ngga ada yang namanya gumiho…” kata Jiyeon berusaha menenangkan anak-anak kelas satu ini. Murid-murid cowok anggota basket, termasuk Minho, juga berusaha membujuk anak-anak kelas satu supaya tetap berada di lapangan indoor. Tapi anak-anak itu udah terlanjur merinding denger teriakan Minhyuk, mereka tetep keluar dari lapangan indoor.

Minho yang gedeg mampus langsung nyamperin Minhyuk yang masih mengkeret di bawah tiang ring basket. “Heh, Minhyuk ! Kalo mau nyari sensasi, kira-kira dong! Tuh anak-anak pada kabur kan! Kalo sampe tahun ini yang daftar di ekskul basket menurun, itu semua salah lu!”

“Oppa, tenang dulu…” kata Jiyeon. “Minhyuk-ah, kamu ngapain sih teriak-teriak?”

“Gumiho… gumiho…” rengek Minhyuk sambil nunjuk-nunjuk Miho yang berdiri di depannya. Minho-Jiyeon noleh kearah Miho yang berdiri di sebelah mereka, dan Miho langsung geleng-geleng.

Begitu ngeliat Miho, cowok sesengak Minho pun langsung terpesona. Minho yang awalnya ngamuk pengen nge-dribble kepalanya Minhyuk, seperti luluh dengan kecantikan cewek mungil ini.

“Yeppo…” gumamnya tanpa sadar.

Minho digampar Jiyeon, lalu diinjek-injek *jarang-jarang kan ngeliat Jiyeon ngamuk? :p*.

Sementara Miho masih bengong ngeliatin Jiyeon nge-bully Minho, Minhyuk manfaatin kesempatan itu untuk berbalik dan lari secepat-cepatnya.

BUAAK!! Malang tak dapat ditolak, Minhyuk nabrak tiang ring basket tepat di dahinya dan dia pun sukses pingsan. Sial bener nih bocah, dua kali ketemu Miho, dua kali pula dia pingsan.

***

2 jam kemudian…

Minhyuk membuka matanya dan ternyata dia sudah ada di ruang kesehatan. Hidungnya langsung mencium bau obat khas ruang kesehatan, sekaligus bau khas bujang lapuk yang doyan lelaki (baca: Leeteuk) *author dibakar*.

“Minhyuk-ah…”

Minhyuk noleh ke arah suara yang memanggil. Ternyata neneknya, Young Ok.

“Halmeoni!” Minhyuk langsung memeluk neneknya. “Halmeoni, ada gumiho ngejar-ngejar aku sampe kesini! Tolong aku, Halmeoni!”

“Gumiho?” tanya Young Ok ngga konek. “Gumiho apaan?”

“Gumiho di kuil tua di tengah danau itu, lho!” kata Minhyuk. “Dia ngejar aku sampe ke sini, Halmeoni! Dia disini!”

“Haaah?” tanya Leeteuk. “Hari gini lu masih percaya gumiho? Inget umur, woooy, inget umur! Dikibulin mau aja!”

“Tapi aku beneran liat, ahjussi! Dia berekor!”

Young Ok dan Leeteuk saling pandang dengan heran.

“Ahjumma, saya punya rujukan rumah sakit jiwa yang bagus. Mau?” tawar Leeteuk.

“Enak aja! Emangnya cucu gue udah gila?!” Young Ok siap-siap nyambit Leeteuk pake tas tangan.

“Halmeoni… ” rengek Minhyuk. “Halmeoni, aku ngga bo’ong…”

“Ini lagi!” bentak Young Ok. “Ngga ada yang namanya gumiho! Gosip yang dibikin orang-orang di kampung itu bo’ong! Lha kemaren kan kamu sendiri bilang ngga percaya sama yang begituan!”

“Tapi… tapi…”

“Bawel banget sih lu! Gumiho itu kagak ada! Titik!” kata Young Ok gedeg. “Yaudah lah, kayaknya kamu udah ngga apa-apa nih, halmeoni pulang aja ya. Kamu balik sana ke asrama,” katanya lalu berjalan keluar ruang kesehatan.

“Halmeoni, Minhyuk oppa gimana? Ngga apa-apa?” tiba-tiba aja Miho masuk ke ruang kesehatan. Minhyuk yang ngeliat Miho masuk ke ruang kesehatan langsung jejeritan dan refleks memeluk Leeteuk.

“Gyaaa… gumiho!” teriak Minhyuk.

“Lepasin, woooy! Lu nyekek leher gue!” Leeteuk meronta-ronta hendak melepaskan diri.

Minhyuk noleh ke orang yang dia peluk itu. “Gyaaa… mahoo!”

PLEETAAAK!! Leeteuk ngegampar Minhyuk, tapi setelah itu giliran Leeteuk yang digampar sama Young Ok gara-gara berisik *jaelah, kirain ngebelain cucu…*.

“Ngga apa-apa, gara-gara kebentur tadi otaknya Minhyuk jadi rada geser dikit,” kata Young Ok ngaco. Buset dah, otak geser dikata ngga apa-apa. Pandangan Young Ok lalu tertuju ke depan pintu. “Apaan tuh ribut-ribut?”

Young Ok mendengar suara gaduh di koridor di luar ruang kesehatan, ternyata hampir 30-an murid cowok pada umpel-umpelan menuhin sepanjang koridor di depan ruang kesehatan itu, semuanya saling sikut, bejek, bacok (?) supaya bisa ngeliat Miho dari jarak dekat, kehebohannya bahkan ngalahin suasana di Bandara Soekarno-Hatta waktu Super Junior dateng ke Indonesia. Kecantikan Miho ternyata sudah menyihir anak-anak yang emang dari awal udah gila ini, untuk menjadi lebih gila lagi, jadi waktu Miho jalan ke ruang kesehatan, hampir semua cowok-cowok ngikutin dia kesana.

Ngga cuman itu, anak-anak cowok lain juga banyak yang teriak-teriak manggilin Miho dari luar jendela. Beberapa cowok bahkan sampe kegencet ke kaca jendela, mukanya ketempel ke jendela sampe mencong-mencong ngga karuan gara-gara kegencet sama orang di belakang mereka. Tapi meskipun muka udah abstrak ngga karuan, mereka masih sempet-sempetnya ngelambai-lambai kearah Miho.

Aaaaaaarrgh, ngapain sih nih anak-anak pada ngerusuhin daerah territorial gue? Belum pernah dicipok sampe mampus kayaknya nih orang-orang! pikir Leeteuk dalem hati, nafsu ke-homo-annya kumat seiring dengan kemarahannya *ditabok*. Sementara di kerumunan cowok-cowok lemah otak penggemar Miho itu, tentu aja Trio Kwek-Kwek Sr & Jr ikut, bahkan Taemin yang jelas-jelas udah punya pacar aja nekat ikut.

“Heh curut! Lu ngapain ikut? Lu kan udah punya pacar! Minzy mau lu kemanain?” semprot Eunhyuk. Donghae diem-diem SMS Minzy.

“Tau nih! Ketauan Minzy sunbae bisa digoreng lu!” kata Dongho.

“Lu keluar sono! Ini buat jomblo doang, tau!” omel Jjong.

“Berisik ah! Dongho-Jjong juga sama aja, udah ngga single! Lu berdua kan udah punya keponakannya Kepsek Boa sama neneknya Iseul!”

BUAAAGH !! Taemin sukses ditendang keluar, dan di luar ruang kesehatan pun ternyata sudah ada Minzy yang lagi ngasah golok. Kelar diasah, tuh golok diputer, dijilat, trus dicelupin ke susu *lu kata Oreo?*.

“Mi… Minzy jagi…” Taemin gemetaran.

“Udah bosen idup lu, Min ?” tanya Minzy, suaranya dingin tapi nyeremin.

“Kagak… kagak bosen kok… Sueeer…” kata Taemin. Detik berikutnya Taemin udah ngacir menghindari kejaran Minzy yang ngamuk ngejar dia sambil ngacung-ngacungin golok.

Leeteuk langsung ngebongkar lemari mencari sesuatu. Setelah itu dia menggeser jendela, dan…

WUUUSH!! Bagaikan petani sedang membasi hama wereng di sawah, Leeteuk nyemprotin cowok-cowok dodol di luar jendela itu dengan alkohol 90%. Nyemprotnya juga bukan pake semprotan dari botol plastik lagi, tapi pake alat yang mirip dengan alat penyemprot pestisida.

“BUBAR LU SEMUAAAAA!!” teriak Leeteuk. Ngga sampe semenit, sudah terlihat puluhan tubuh bergelimpangan di luar jendela, pada teler disemprot alkohol. Minhyuk nganga ngeliat Leeteuk dengan garangnya mompa alat itu dan menyemprotkannya ke cowok-cowok itu, ngga jelas deh kekaguman Minhyuk itu karena Leeteuk terlihat keren, atau malah heran kok bisa-bisanya Leeteuk punya barang begituan di ruang kesehatan. Dokter hewan aja kagak bakalan sampe segitunya kalo mau ngobatin gajah.

“The power of maho…” kata Minhyuk.

Crooot! Minhyuk ngga luput dari semprotan Leeteuk, dan Minhyuk pun lagi-lagi pingsan. Tapi setelah itu giliran Leeteuk yang klenger gara-gara kepalanya ditabok Young Ok.

“Ngapain cucu gue juga lu semprot?!” bentak Young Ok. Nenek ini lalu menoleh ke sisa-sisa makhluk-makhluk ghaib (Trio Kwek-Kwek minus Taemin) yang masih betah gencet-gencetan di depan pintu.

“Ini juga, pada ngapain ngekorin Miho, hah? Lu kata induk bebek pada diekorin?” tanya Young Ok galak.

“Oh, annyeonghaseyo, nenek mertua. Apa kabar?” sapa Eunhyuk PD tingkat akhirat.

“Nenek mertua… nenek mertua… Sampe kucing beranak monyet juga gue ogah keluargaan sama elu!” kata Young Ok. “Keluar lu pada, keluar! Bikin penuh ruangan aja!”

Young Ok ini emang nenek-nenek super. Dia udah mau angkat tuh lemari kaca buat ngusir-ngusir cowok-cowok imbisil itu. Kerumunan makhluk-makhluk ghaib sontak bubar, koridor pun sepi seketika.

“Kekuatan orang zaman dulu memang menakjubkan…” kata Leeteuk, muka masih setengah teler.

***

Setelah ‘kerusuhan’ kecil (?) mereda dan Young Ok udah pulang, Minhyuk keluar dari ruang kesehatan. Itupun sebelumnya dia ngintip dulu keluar, mastiin kalo ngga ada Miho pada radius 10 meter. Setelah mastiin kalo suasana udah sepi, barulah Minhyuk berani kaluar.

“Oppa…”

“Huwaa!!” Minhyuk teriak dan nyaris nabrak tong sampah. “Lu lagi! Ngga ngikutin semenit aja bisa ngga, sih?”

“Aku mau mastiin oppa ngga apa-apa,” jawab Miho. “Oppa udah baikan, kan?”

Minhyuk ngga jawab, dia masih takut sama Miho. Cowok itu bergegas pergi ninggalin Miho.

“Oppa kira aku ini gumiho ya?” tanya Miho tiba-tiba. Minhyuk berhenti, bulu tengkuknya merinding lagi. “Tadi sebelum pulang, halmeoni bilang ke aku,” lanjut cewek itu.

“Emang bener lu gumiho kan? Yang gentayangan di kuil tua itu?” kata Minhyuk.

“Aku ini manusia tulen, oppa!”

“Bo’ong! Gue liat sendiri waktu di kuil itu, pantat lu berekor!”

“Ekor?” tanya Miho bingung. “Itu bukan ekor, oppa! Itu syal-ku! Syalnya nyangkut jadi aku minta tolong oppa buat ngelepasin!”

Tapi Minhyuk masih juga ngga percaya (inilah efek buruk kalo terlalu menghayati cerita drama). Tanpa sengaja dia memandang keluar jendela, dan dia kaget karena ternyata sudah mulai sore. Mendadak Minhyuk punya ide dodol.

“Nanti malem, lu dateng ke halaman depan aula. Gue tunggu lu disana,” kata Minhyuk.

“Ngapain?” tanya Miho.

“Pokoknya dateng!” kata Minhyuk, lalu pergi meninggalkan Miho.

***To Be Continue***

82 responses to “[1/4 – FYIFM Sidestory] That Girl Is Gumiho?

  1. Suer…
    Lgsg terbayang kerusuhan tingkat dewa di dpn mata. Kayak demon anak kuliah skrg. Keren deh…..
    Buat halmeoni, sering2 latihan angkat rumah aja, biar makin keren klo pingin bergulat sama cucu sendiri. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s