UNSPOKEN WORDS [END]

Unspoken Words [End]

Author : Keyholic & Zeya

Cast : Kim Jonghyun,Kim Chaerin.

(Cameo : Keybum,Shin Hyunchan)

Genre : Romance,Angst

Rate : PG 15

Length : 2shot

Semua cast di sini milik orang tuanya 😀

<<Prev

***

Suara riuh berpantulan disetiap sudut aula.Para pemain drama musical sekolah sedang beristirahat sejenak.Beberapa ada yang masih sibuk latihan,entah itu melatih gerakan mereka,acting ataupun vocal,ada juga yang hanya rebahan di lantai panggung dan sebagian memilih bercengkrama antar pemain,tak terkecuali Kim Jonghyun.

Namja itu berada di sisi lain aula ini sedang memamerkan keindahan vokalnya bercampur dengan petikan senar gitar yang bertengger manis di pangkuannya.Dan yang pasti tak luput dari kerumunan para gadis-gadis.

Sedangkan aku,diriku hanya duduk –duduk saja meratapi nasib kaki ku yang terkena cedera ringan,setidaknya itulah yang di katakan dokter.

Pikiran ku tiba-tiba saja flashback ke beberapa hari yang lalu,saat tak sengaja salah satu lampu panggung hampir menimpaku dan aku terselamatkan oleh namja yang selama ini ku anggap rival ku,Kim Jonghyun.

Hal itu benar-benar membuatku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku.Entah itu sebab dari rasa haru ku karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang mau melindungi ku ataukah ada sebab yang lain.

Hampir di setiap kesempatan,mata ku tanpa perintah dari otak selalu ingin bergerak ke arahnya,dan bukan dalam jumlah yang sedikit aku dan Jonghyun acap kali bertatapan mata.Anehnya,setiap hal itu terjadi perasaan aneh dalam diri ku selalu muncul ,padahal sebelum-sebelumnya aku sangat sering berkontak mata dengannya,tapi rasanya biasa saja.

“kau itu pemain yang hebat.Bahkan walaupun kehilangan beberapa hari latihan pun aku yakin saat pertunjukan nanti,kau tetap akan menjadi yang terbaik.”

Itulah ucapnya saat  dokter mengatakan aku harus istirahat beberapa hari saja demi kesembuhan total kaki ku.

Dan kata-kata itu walaupun terdengar sangat biasa,bahkan Hyunchan dan Key pun selalu berkata seperti itu untuk menyemangatiku,namun ada sesuatu yang berbeda saat Jonghyun yang mengatakannya.

Aku merasa seolah mendapatkan dorongan yang begitu luar biasa.

“Hei,bengong saja! Kalu mau ikut gabung,ke sanalah.”

Aku menoleh ke sumber suara yang mengagetkan ku tadi.

Aishh shin Hyunchan..

“dari pada hanya menatapnya dari sini,kenapa tak ke sana huh?” ia mengarahkan pandangannya kearah Jonghyun.

Ternyata tanpa sadar sedari tadi aku terus menatap Kim Jonghyun,bahkan Hyunchan pun menyadarinya.

“Nugu?Siapa yang melihatnya?” elak ku.

Dan sebuah pukulan pun mendarat di kepala ku.

“Ya! Mau berbohong huh?! kau masih perlu belajar banyak tentang filosofi berbohong.” Ejeknya

Aku hanya mendesis kesal.

“Humm,Kim Jonghyun.Tak kusangka namja itu baik juga,sampai rela menggendong badan mu yang berat ini hingga ke UKS. Aku saja ,kalau Key yang badannya  kurus itu pingsan,aku  tak akan rela menggendongnya ke Uks.” Hyunchan mulai membuka topik baru dan di akhiri dengan kelakarnya yang garing. -__-“

Aku menatap Jonghyun sambil mendengarkan ucapan Hyunchan.Oke,dia benar.Itu salah satu hal yang membuat makin terpesona sama Jonghyun.

Mwo?! Terpesona!

Aku ralat,astaga! Sejak kapan mulut ku mempelajari kata-kata itu!

Suara ribut-ribut menyadarkan ku dari pergolakan batin ku.Para pemain yang tadinya asik dengan kesibukannya masing-masing kini sudah tak berada di tempat dan berpindah kearah kerumunan banyak di sudut panggung.

“waeyo?” Tanya ku pada Hyunchan yang tampangnya sedari tadi datar-datar saja

“Biasa Si nyonya Jessica..”

“Oh,pingsan lagi.Ck pasti karena program dietnya itu.”

Itu sudah jadi rahasia umum,kalau Jessica si primadona sekolah ini,untuk menjaga bentuk badannya,ia melakukan program diet yang ketat.Beberapa siswi pernah menagkap basah dirinya sedang berusaha memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.

Aku hendak mengajak Hyunchan untuk pergi sejenak dari aula ini,tapi langkahku seketika terhenti saat kulihat siapa yang menjadi pahlawan dia antara kerumunan orang- orang itu.

Jonghyun!

Mataku menagkap jelas kini si Jessica itu tengah berada di punggung Jonghyun dalam keadaan tak sadarkan diri.Sedangkan Jonghyun ,langkahnya begitu cepat hingga beberapa saat kemudian ia sudah menghilang dari pandangan ku.

Heh,ternyata aku salah prasangka selama ini.Ku fikir aku sudah menjadi orang yang special saat ia berusaha melindungiku,tapi buktinya sekarang..

Ia memang melakukannya terhadap semua orang,bukan Cuma pada diri ku.

Selama ini aku saja yang kegeeran.

Senyum kecut terpampang di wajah ku.Kurasakan tangan Hyunchan menepuk pundak ku,seolah memberikan ku semangat.Ia tahu saja apa yang kurasakan saat ini tanpa perlu aku katakan.

***

Ku tandakkan kaki di tanah sembari menatap jam tangan ku.Aku menengok ke sana kemari melihat apakah Bus yang biasa ku tumpangi sudah ada.Tapi yang kudapat hanya teriknya matahari beserta hembusan debu yang beterbangan.

Sebenarnya hari ini adalah latihan terakhir kami.Minggu depan semuanya akan mulai sibuk dengan Ujian akhir,dan begitu setelah ujian akhir selesai maka pementasan akan segera berlangsung.Rencananya,para pemain yang lain akan mengadakan party di salah satu noraebang *rumah bernyanyi* di kawasan dongdaemun.Tapi,aku sedang tidak mood untuk berparty apapun itu.Suasana hatiku tak bagus akhir-akhir ini.

Yah, itu sudah berlangsung sejak kejadian Jonghyun jadi pahlawan kesiangannya Jessica.Sejak itu entah mengapa mereka berdua jadi lebih akrab,dan Jonghyun sudah tak pernah berdebat apaun lagi dengan ku.

Oke,seharusnya aku senang kan? Tapi aku merasa ada sesuatu yang hilang saat aku tak pernah lagi mendengar segala ocehan-ocehnnya yang selalu membantah ku, keluar dari mulutnya.

Tanpa kusadari ,bus yang kutunggu pun tiba.Baru saja aku hendak melangkahkan kaki ku ke dalam bus,sesorang menahan lenagn ku.

Aku menoleh.

Jonghyun!

“Wae?aku mau pulang!” Ucap ku Jutek.

Kulepaskan genggamannya dengan paksa.Tapi ia kembali menarik lengan ku dan menjauhkan ku dari pintu bus hingga bus itu pun pergi.

“Apa-apaan kau?” Ucap ku kesal

“kau tahu,tadi itu bus terakhir pabbo! Sekarang bagaimana caranya aku pulang?”

Tanpa menjawab pertanyaan ku, ia langsung menarik ku ke dekat motornya.

“pakai ini!” ia melemparkan helm pada ku.

“Untuk apa?Kita mau kemana?”

“Pesta perpisahan pemain drama.Naik!”

“sirheo!”

Jonghyun yang sudah duduk manis di atas motornya menoleh ke  arah ku.

“Aishh,Palliya! Nanti aku yang mengantar mu pulang.”

“Shirheo! Aku tidak mau ke pesta.”

“Ternyata kau orang yang seperti ini.”

“Mwo! Apa maksud mu?” aku agak tersinggung dengan ucapannya.

“Tipe orang yang tidak setia kawan.Menganggap bahwa pemain lain itu bukan partner mu dan hanya pelengkap untuk mencapai impian mu.Jadi karena itu kau tak mau ikut perpisahan ini dengan yang lainnya,Karena bagimu mereka adalah orang-orang yang tak penting.Egois!”

“bu..bukan seperti itu.” Ucap ku .

“geundae Mwo? *tapi apa?*”  ia menatap ku tajam.

“Ngg itu..Aishh.Baiklah,aku ikut.” Akhirnya aku pasrah.

Satu-satunya cara hanya ini.Tidak mungkin kan aku berkata jujur padanya bahwa alasan ku tak ikut pesta itu karena mood ku buruk di sebabkan aku cemburu pada Jessica.

***

“Hei,kenapa berhenti di sini?Bukannya kau mau mengantar ku pulang.”

Dahi ku mengkerut bingung saat motor Jonghyun berhenti mendadak.

“Sepertinya,ada masalah dengan mesinnya.” Ucapnya sembari menyengir.

“jadi?”

“ada bengkel tak jauh dari sini.Kau boleh pulang sendiri kalau kau mau,atau kau mau tetap menunggu motor ku di perbaiki?”

Aku berpikir sejenak.Jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 tengah malam.kalau aku pulang sendiri,sepertinya aku terlalu berani untuk itu.Lagi pula jalanan ke rumah ku pasti sudah sangat sepi dan gelap hiiii.

“Aku akan menunggumu.kau kan sudah janji mau mengantar ku pulang.Janji harus di tepati.” Ucap ku dengan alasan yang bohong.

Akhirnya tibalah kami di sebua bengkel motor.Tak ku sangka jam segini masih saja ada bengkel yang tetap buka.

“Setengah jam lagi,motornya akan selesai.Ayo cari makan dulu.Baegoppa~” Ucapnya sambil memegang perutnya.

“Bukannya kau minum juga tadi,kenapa bisa lapar?”

“Aku minumnya sedikit,pabbo! Memangnya kau tidak lapar?”

“Tidak.”

Aku berbohong.Itu karena hari ini aku benar-benar tak membawa uang sepeser pun.Maksudku, siapa tau saja bayar masing-masing.

Semua uangku tertinggal di rumah.Yang ada hanya saldo kartu bus ku.Dan sayangnya itu tak bisa di jadikan uang  hikss..

Dan kebohongan ku pun ketahuan ketika saat itu juga perut ku berbunyi meminta sebuah makanan masuk ke dalamnya.

Jonghyun terkikik mendengarnya.

“kau masih perlu belajar banyak tentang filosofi berbohong.” Ledeknya.

Hei kenapa semua orang berkata begitu pada ku,Hyunchan juga dulu pernah berkata demikian.

***

Aku duduk di salah satu bangku di sebuah taman yang pastinya sudah sangat sepi.Hanya lampu dan cahaya sang primaona malam yang menemaniku disertai hembusan sepoi-sepoi  sang angin.

Dari kejauhan kulihat Jonghyun dengan dua buah kantong belanjaan.Untunglah dia yang membayar semuanya hahha.

Ia menghampiri ku.

“Igeo!” ucapnya begitu tiba di hadapan ku,memberikan salah satu bungkusannya.

Ternyata ramyun dan sekaleng minuman soda.

“kata penjualnya ini ramyun yang sangat pedas,jadi hati-hati memakannya.” Pesannya.

Kami berdua mulai menikmati makanan kami dalam hening,ramyun ini benar-benar pedas.

Jonghyun kemudian membuka suara.

“tak terasa kita sudah dekat dengan perjuangan akhir.Menurut mu,setelah ini kita masih bisa bertemu.”

“Anio! Kalau bisa aku tidak mau bertemu orang seperti mu lagi.”

Kurasakan Jonghyun berhenti menikmati ramyunnya.

“ya!” teriaknya dengan mulut penuh.

“Aku hanya bercanda,pabbo!” Ucap ku terkikik.

“Kurasa itu akan sulit.Rencananya eomma mau meneykolahkan ku ke New York.Aku tak yakin kita masih bisa bertemu.”lanjut ku.

Aku miris mendengar ucapan ku.Tak ada jaminan bahwa aku masih bisa terus bersama Jonghyun,dan tak ada jaminan juga bahwa namja di samping ku ini akan sendiri terus.Suatu saat dia pasti akan bersama dengan orang lain,dan untuk mencegah itu aku harus mengungkapkan perasaann ku dulu.Tapi,aku takut.

Takut kalau ini cuma rasa yang sepihak,dan akhirnya aku akan jauh lebih sakit saat mengetahuinya nanti.

“sepertinya begitu.”

Kami kembali makan seperti sebelumnya.

“Chaerin-ah,kau tahu.Kisah kita itu seperti ramyun pedas ini.sebuah kisah yang bisa di bilang tak ada manis-manisnya,yang ada malah seperti rasa pedas.Pertengkaran,persaingan,perdebatan heh itu benar-benar lucu kan?” ia tertwa kecil

Aku hanya menatapnya.

“Bayangkan saja,hampir 3 tahun dan kita hanya berada dalam lingkaran-lingkaran itu saja.3 tahun yang hanya di warnai dengan,pertengkaran,perdebatan,dan persaingan.Tapi,seperti yang ku bilang tadi.Seperti ramyun.Walupun pedas namun tetap memberikan kesan tersediri bagi penikmatnya.Walaupun mungkin kenangan itu bukan kenangan yang menyenagkan,tapi  itu sungguh kenangan yang berkesan.Karena itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku.”

Aku tersentuh dengan kata-katanya.Tak kusangka ia menganut paham yang seperti itu.Kufikir aku tak akan pernah berkesan untuknya dan hanya berlabel sebagai “Kim Chaerin saingan Kim Jonghyun”.

“Baiklah.Ayo kita sekaligus merayakan perpisahan antar musuh bebuyutan ini.Untuk musuh ku,saingan ku namun teman ku juga selama 3 tahun ini,Kim Chaerin.”

Jonghyun mengangkat minuman kalengnya.

“Yeah! Untuk musuh ku,saingan ku,dan juga teman ku selama 3 tahun ini.,Kim Jonghyun!” Aku mengangkat kaleng minuman ku dan membiarkannya bertumbukan dengan kaleng Jonghyun.

Kami berdua tertwa menatap langit.

Kualihkan pandangan ku ke arah wajahnya.

“dan ..untuk orang yang  kusayangi.” Miris ku dari dalam hati.

***

Masa-masa perjuangan menghadapi ujian kahir pun selesai.Semuanya sedang sibuk menunggu hasil,tak terkecuali para pemain drama musical yang berada di tingkat 3 juga,tapi sayangnya malam ini hal itu semua harus terlupakan.Malam ini kami hanya boleh memikirkan tentang pementasan drama musical kami.

Semuanya sudah bersiap di belakang panggung,sebentar lagi kami akan tampil.Disinalah buah dari hasil latihan kami selama ini tertuai.

Sambutan penonton begitu antusias.

Aku menggenggam tangan ku saking gugupnya.

“Tenanglah.Semuanya pasti berjalan lancar.” Ucap seseorang yang memegang pundak ku.

Ternyata Jonghyun.

Ia melemparkan senyuman termanisnya pada ku.Oke,dan gugup ku memang sedikit berkurang.

Pementasan pun berlangsung sesuai dengan rencana.Semuanya berjalan dengan baik hingga akhir.

“Baiklah,anak-anak.Untuk ke suksesan drama kita kali ini,ibu ucapkan banyak terima kasih.Kalian semua benar-benar hebat.” Ucap Yoon saem bergembira.

Tepuk tangan riuh menyertai ucapannya.

Aku segera ke tempat tata rias untuk memebersihkan make up ku.

“Acting mu dengan Jonghyun tadi betul-betul menakjubkan,Chaerin-ah” ucap salah seorang pemain.

Aku hanya tersenyum.

“Pastinya akan lebih baik jika kau yang jadi pemeran utamanya “ Ucap sulli yang juga sedang membersihkan riasannya.

Aku hanya tersenyum membalas ucapan mereka.Tapi ngomong-ngomon,kemana si kim Jonghyun itu.Sejak usai pementasan aku tak pernah melihatnya.

Aku mulai berjalan mencarinya,begitu pembersihan riasan ku selesai.

“kau lihat di mana Jonghyun?”

Tanya ku kepada beberapa orang yang ku temui.Tetapi semuanya menjawab dengan gelengan .

“hei,kau lihat Jessica dan Jonghyun?”

Langkahku terhenti saat telingaku tak sengaja menagkap percakapan dua ratu gossip sekolah.

“Kudengar hari ini Jonghyun akan menyatakan perasaannya pada Jessica?” Ucap yoona

“Ah Jinjayo?!” Jerit sooyoung tak percaya.

“kau lupa yah,belakangan ini kan mereka sangat dekat.” Yoona kembali berucap.

Jonghyun dan Jessica dekat? Oke untuk yang satu ini aku benar-benar tak tahu.aku memang belakangan ini tak pernah bertemu Jonghyun kecuali di kelas.Aku terlalu sibuk berkutat dengan segala buku-buku pelajaran untuk persiapan ujian akhir.

Ku tinggalkan dua orang yeoja itu dan kembali ke kegiatan ku sebelumnya.

Aku terus mencarinya hingga ke sudut-sudut sekolah .

Ketemu!

Aku bisa melihat punggungnya dari arah belakang.

“Jong..”

Suara ku tercekat saat kulihat posisinya lebih dekat dan kudapati suatu pemandangan tak mengenakkan.

Aku mungkin terlambat untuk menjadi saksi pengakuan cinta Jonghyun terhadap Jessica,tapi adegan ciuman yang ada di hadapan ku ini sudah cukup memperjelas bahwa dua orang anak manusia ini telah resmi dalam suatu hubungan.

Aku berbalik bersembunyi dari salah satu tembok gedung sekolah.Kaki ku gemetaran.Tangan ku sekuat tenaga bertahan di tembok gedung.

Dada ku mulai terasa sesak dan tak lama setelahnya seolah ada gejolak dati dalam yang memaksakan air mata mengucur dari mata ku.

Apa yang kurasakan saat ini tak tahu harus seperti apa mendeskripsikannya.

Semua tingkah manis Jonghyun,kenangan-kenangan bersamanya secara tidak langsung ter-flashback di benak ku.

Jadi apakah aku yang salah menafsirkan smuanya itu sehingga  aku mengira bahwa Jonghyun memiliki rasa yang sama dengan ku atau ada hal yang lain?

Aku merasa begitu dekat dengan Jonghyun dan aku merasa hubungan ku dengan Jonghyun sudah sangat baik bahkan dekat,tapi..

Kenapa? Kenapa dia bisa bersama wanita itu?kenapa dia memilihnya.

Tubuhku jatuh terperosot kelantai.Ku peluk kedua lutut ku dan menyembunyikan wajah ku.

Aku menangis..

Kurasa aku akan menghentikan semua perasaan ku sampai di sini.Ini harus berhenti sampai di sini!

Walaupun melihatnya harus bersama dengan orang yang kubenci,tapi bukankah dia bahagia?

Jadi atas dasar apa lagi aku tak merestui hubungan mereka.

Lagi pula bukan salahnya jika dia tak mempunyai perasaan yang sama dengan ku.Dan tak ada hukum yang melarang bahwa ia tidak boleh berpacaran dengan Jessica.

Tapi..Ini terlalu sakit.Mungkin otak ku bisa berkata demikian tapi hati ku tidak.

Wajahku memanas dan tak lama kemudian carain bening pun berkucuran di wajah ku.

“Kim Chaerin,kau kena..”

Dan suara itu terhenti tiba-tiba.Kurasa ia sudah tahu alasan ku seperti ini.

Sebuah tangan memeluk ku tiba-tiba.

“gwenchana.” Ucanya menepuk-nepuk pundak ku.

Ini suara Hyunchan.

Walupun aku tak tahu bagaimana ia bisa menemukan ku tapi aku bersyukur sekarang ia ada di sini.

“Menangislah,selama itu bisa membuat mu lebih baik”

Tangis ku makin pecah.Masa bodoh jika Jonghyun atau jesssica mendengarnya.Dadaku terasa begitu sesak,aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.

Setelah merasa agak baikan,aku melepaskan pelukan ku dari Hyunchan.

“Sudah merasa lebih baik?” ia menatap ku prihatin.

Aku hanya memberikannya sebuah anggukan.

Kini aku dan dia duduk bersandar di tembok gedung sambil menikmati pemandangan malam.

“Keburukan tak selamanya akan menjadi keburukan terus, pada akhirnya akan muncul kebaikan.Kesedihan tak akan selamanya sedih terus menerus ,pada akhirnya akan ada kebahagiaan yang datang.Itu lah hidup.Hari ini buruk yakinlah bahwa besok akan menjadi hari yang lebih baik.Di setiap garis takdir yang diberikan tuhan pada kita,pasti itulah yang terbaik untuk kita.”

Aku menatap Hyunchan,berusaha mencerna kata-katanya.

“Mungkin saja untuk saat ini kalian belum saatnya bersama,mungkin akan  ada saat yang tepat untuk kalian.Atau mungkin saja juga dia bukan orang yang tepat untuk mu,yang nantinya jika dipaksakan,pasti akan lebih sakit daripada ini.Ingat sang pencipta jauh lebih mengetahui apa yang terbaik untuk makhluk ciptaannya dari pada diri kita sendiri sebagai makhluknya.”

Ia menarik nafas lalu kembali bicara.

“Terima semuanya saja dengan ikhlas maka kau akan melihat hasil yang baik.” Ia menoleh kepada ku dengan senyuman.

Aku lama menatapnya,hingga akhirnya..

“Gomawo,Shin Hyunchan.” Ucap ku tersenyum

“Tentu.Geundae..” Ia terlihat berfikir sejenak lalu melemparkan tatapan licik pada ku.

“kau tahu kan kata-kata ku tadi itu sangat sulit di dapat.Tak ada yang gratis di dunia ini kan.Jadi,,

“Ya” aku memotong ucapannya lalu segera memukul kepalanya.

“sama teman saja perhitungan!”

Dan kami pun tertawa bersama-sama.

“aigo! Tak kusangka,jagoan sekolah kita akan menangis hanya karena seorang pria.Hello! pria di dunia ini masih banyak.saat ini belum kiamat,jadi masih ada banyak kesempatan mencari pria.” Hyunchan tertawa terbahak bahak.

“ya! Berhentilah mengejek ku.kau sendiri Cuma bisa bicara.Kalau pria di dunia ini masih banayak, kenapa kau hanya dapat seorang namja yang hobi ke salon.Yuuuk marii.rempong de ah!” Ejek ku.

“Key itu namja langka .Paling tidak dengan jiwa feminimnya dia,dia lebih bisa mengetahui perasaan wanita sedikit lebih di banding namja yang lain.”

Dan terjadilah acara saling ejek-mengejek.

Saat-saat seperti ini aku benar-benar merasakan arti seorang sahabat.

“Gomawo shin hyunchan.”

***

“Oke selamat malam pemirsa sekalian.Annyeonghaseyo.Hari ini kita kedatangan bintang tamu yang sangat special.Di tengah kesibukannya promo album terbarunya,ia masih menyempatkan untuk menjadi bintang tamu di acara ini.Baiklah tanpa perlu berlama-lama lagi,kita sambut Kim Chaerin!”

Aku melangkah masuk di iringi tepuk tanga riuh penonton yang hadir di studio.

“Annyeong haseyo.” Ucapku membungkuk.

“Anjajuseyo,Chaerin-sssi.” Sang Mc mempersilahkan ku untuk duduk.

“Ne,gamsahamnida.”

Heran dengan apa yang terjadi dengan diri ku? Sampai detik ini pun aku masih belum percaya.

Sekarang aku bukanlah kim chaerin yang dulu.Aku adalah Kim chaerin,seorang solois hebat yang sedang berada di puncak popularitasnya.Teman main ku bukan lagi tumpukan buku-buku ataupun penelitian-penelitian bodoh,melainkan segala hal yang berhubungan dengan dunia entertaimen ku saat ini.

Keburukan tak selamanya akan menjadi keburukan terus, pada akhirnya akan muncul kebaikan.Kesedihan tak akan selamanya sedih terus menerus ,pada akhirnya akan ada kebahagiaan yang datang.Itu lah hidup.Hari ini buruk yakinlah bahwa besok akan menjadi hari yang lebih baik.Di setiap garis takdir yang diberikan tuhan pada kita,pasti itulah yang terbaik untuk kita.”

Sekarang aku sudah melihat bukti dari ucapan itu.Bahwa di setiap segala sesuatu yang tidak menyenangkan pasti akan muncul sesuatu yang menyenangkan.Ucapan itu terbukti pada malam itu juga.Tak lama setelah aku bersedih dan merasa dunia seakan hancur,Key datang membawa kabar gembira.Seorang perwakilan dari agensi ternama di korea memintaku untuk mengikat kontrak dengan mereka.

Setelah mempersiapkan debut ku selama kurun waktu hampir setahun,maka jadilah aku seperti sekarang ini.

Coba bayangkan jika seandainya aku dan Jonghyun bersama,hubungan kami pasti tak akan bisa bertahan lama dan pada akhirnya rasa sakit itu akan jauh lebih parah di banding waktu aku melihatnya dengan Jessica.

Selama persiapan debutku,aku betul-betul di asramakan dan terisolasi dari dunia luar.Yang ku kerja hanya latihan,latihan,dan latihan.Setelah masa-masa sulit itupun dunia ku saat ini benar-bena tak membiarkan ku memikirkan hal lain selain bagaimana agar karir ku tetap bertahan.Belum lagi fans yang terlalu protektif kepada idolanya sehingga idolanya tak boleh menjalin hubungan dengan orang lain.

Jika sudah seperti begitu aku sudah bisa menduga bahwa Jonghyun pun pasti tak akan bertahan.

Kadang untuk memperoleh sesuatu yang besar di butuhkan juga pengorbanan yang setimpal.Jika aku memilih Jonghyun maka aku tak akan bisa meraih karir seperti sekarang ini.Itulah kenapa tuhan menakdirkan aku harus sakit hati saat itu pada Jonghyun sehingga kelak pikiran ku tak akan terganggu olehnya dan bisa berhasil menjadi sekarang ini.

“Terima semuanya saja dengan ikhlas maka kau akan melihat hasil yang baik.”

***

Begitu narasi film selesai di bacakan ,aku segera mematikan laptop ku.

“ya! Kim Chaerin. Palliya! Sebentar lagi kau akan tampil!” Hyunchan berteriak panic dan frustasi.

Kasihan dia,selama jadi menejer ku sepertinya ia sudah hampir menjadi penghuni RSJ karena kepadatan jadwal ku.

“Ini untuk ke sekian kalinya kau memutar film mu itu ? Aisshh” Ia mendesis.

Yang tadi itu adalah debut acting ku.Sebuah film yang menceritakan kisah asli perjalana cinta seorang Kim chaerin.Semuanya sama,mulai dari lokasi syuting,adegan,dialog semuanya,kecuali pemain lainnya selain aku.

Dengan film ini,jika saja Jonghyun melihatnya aku harap kata yang tak sempat terucapkan oleh ku kepadanya dulu, bisa tersampaikan melalui film ini.Walau aku tak pernah tahu lagi  bagaimana kabar dia semenjak lulus,tapi kuharap ia dapat melihat film ini.

“kau tak bosan huh?Tidak di rumah,di mobil,di ruang make up,di semua tempat.ya! Aku tahu itu debut film pertama mu,tapi lihatlah situasi juga.Aku sudah setengah waras mengaur semuanya dank au dengan santainya menonton film terus bukannya berlatih? Kau..”

Aku langsung menutup mulut Hyunchan sebelum ia mengomel terlalu jauh hingga sangat panjang sepanjang rel kereta api.

“Ne,Ne arsseo! Ishhh kau ini lama-lama ketularan cerewetnya Key juga.” Ucap ku lalu bersiap-siap menuju panggung.

“Mwo! Ya! Berhenti kau Kim  Chaerin.Ya!” hyunchan terus berteriak memanggil ku tapi tak kupedulikan.

Sepertinya dulu aku juga pernah beradegan seperti ini.

“Walaupun mungkin kenangan itu bukan kenangan yang menyenagkan,tapi  itu sungguh kenangan yang berkesan.Karena itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku.”-Kim Jonghyun-

Bagi ku kenangan itu juga telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku,tapi bagi ku itu bukanlah sesuatu yang berkesan seperti fikir Jonghyun.Kenangan itu hanyalah pelajaran hidup bagi ku agar kelak jika di hadapkan pada situasi yang sama,aku tak akan mengulangi ke salahan yang sama juga.-Kim Chaerin-

Aku mungkin tak bisa bersama dengan Jonghyun.Tapi apa yang telah kucapai sekarang aku rasa itu sudah lebih daripada cukup.Hidupku tak boleh terhenti hanya karena seorang pria.Duniaku masih panjang dan akan banyak kesempatan untuk ku mencari namja-namja yang jauh lebih pantas untuk ku.

Sepatah kata dari ku kepada kalian yang mungkin pernah merasakan hal yang sama dengan ku.

“Mungkin saja untuk saat ini kalian belum saatnya bersama,mungkin akan  ada saat yang tepat untuk kalian.Atau mungkin saja juga dia bukan orang yang tepat untuk mu,yang nantinya jika dipaksakan,pasti akan lebih sakit daripada ini.Inga,t sang pencipta jauh lebih mengetahui apa yang terbaik untuk makhluk ciptaannya dari pada diri kita sendiri sebagai makhluknya.”

END

Ini beneran kisah asli dari seseorang,dengan sedikit tambahan kejadian dan dialog demi kepentingan ff. Komen yah J Gomawo..

 

 

 

 

23 responses to “UNSPOKEN WORDS [END]

  1. orang klo lagi jatuh cinta pasti kena penyakit GR 😦
    di baikin dikit udah ngayal yg nggk2, eh ternyata….. T_______T
    ㅠ_ㅠ pahitnya kenyataan #pukpukChaerin

    • hohoh iya betul banget..yah namanya juga udah kena virus cinta, jadi resikonya virus GR itu dapat menyerang kapan saja #eh #plakk wkakak
      iya kasian chaerinnya..
      gomawo yah udah mau komen 😀 padahal tadinya saya kira udah ga ad yang mau komen lagi heheh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s