KILLER KISS – Reverenge

KILLER KISS – Reverenge

Author: LucifeRain (ayya)

Ratting: PG – 15

Length: Oneshoot

Main Cast:

     Choi Minho (SHINee)

     Han Hyerin(OC)

     Park Nayoung(OC)

     Lee Jeongmin (Boyfriend)

Support Cast:

     Lee Jinki ( SHINee)

     Choi Siwon (SuJu)

     Han Jinwoo (OC)

 

FF ini tercipta dari ide ide Season of The Lucifer yang tereleminasi. ide SoL terlalu banyak, jadi beberapa aku transfer ke FF ini karena ada beberapa ide yang nggak nyambung kalo dimasukin ke FF itu.

 

Tapi, FF ini nggak ada hubunganya sama SoL kok ^_^

Happy Reading…

 

жγжγж

 

Choi Corporation merupakan salah satu perusahaan yang terdaftar dalam 5 perusahaan dengan penghasilan tertinggi di dunia. Hal ini memberi pengaruh besar pada stabilitas perekonomian Korea, terhitung 90% pengangguran di negara tersebut telah di rekrut menjadi tenaga kerja.

 

Setahun lalu Choi Dae Seok yang merupakan pemimpin perusahaan, lengser dari jabatan dikarenakan faktor usia. Kini Choi Corporation yang memiliki cabang di seluruh dunia dipimpin Oleh Putra bungsu Choi Dae Seok, yaitu Choi Minho yang baru berusia 23 tahun.

 

Hal ini dikarenakan Choi Siwon, Putra Sulung Choi Dae Seok yang berumur 25 tahun telah mantap dengan Profesinya yaitu seorang pilot sekaligus pemilik maskapai Choi Airlines.

 

Choi Corporation tidak hanya mencakup satu bidang saja, tetapi mengendalikan semua aspek sosial yang berkembang dalam masyarakat seperti alat transportasi, barang elektronik teknologi terbaru, perhotelan, pusat perbelanjaan, sekolah dan lain lain.

 

Penemuan mereka yang paling mendunia adalah Liqphere yaitu bahan bakar ramah lingkungan, Auto Lock yaitu sebuah Chip Electro yang merupakan kunci otomasis, CARerial yaitu mobil tanpa kemudi karena terkendali secara otomatis dan benda menakjubkan lainya.

 

Bulan depan Choi Corporation akan meluncurkan CapSZone dimana seseorang dapat memutar ulang masa lalu di sebuah layar dengan hanya menyentuhkan telapak tangan saja. Dan peluncuran itu dipimpin oleh Choi Minho selaku pemimpin muda yang sukses….

 

KLIK

Seorang gadis meletakkan ibu jarinya di atas layar persegi berukuran 5cm dan disaat bersamaan televisi di depanya pun mati. Benda itu juga penemuan Choi Corporation dimana kita cukup meletakkan salah satu jari di layar tipis itu maka pikiran kita dengan sendirinya dapat terbaca, namanya Control Tab. tetapi pada masing masing benda harus dipasang antena kecil agar Control tab dapat mengendalikan perintah.

 

Gadis itu melenguh malas, ia muak dengan semua sekmen televisi yang terus membicarakan kehebatan Choi Corporation. Baginya Choi Minho adalah bajingan yang pantas mati.

 

Ia berjalan keluar kamar kemudian berbelok ke kiri dimana terdapat sebuah kamar berpintu kaca buram. Pintu itu terbuka dengan sendirinya ketika ia berjarak 1 meter, karena gadis itu telah menempelkan Auto Lock di Control Tab yang selalu dibawanya.

 

Auto Lock adalah sebuah Chip berukuran 1cm dengan jaringan ultrasonik khusus dimana sistem itu akan mendeteksi Chip electro yang sudah di padukan dengan kode khusus pada setiap pintu. Setiap rumah mempunyai Auto Lock masing masing.

 

“Jinwoo-ah…” ia mengedarkan pandang ke sekeliling kamar bernuansa biru khas anak anak. Di atas karpet tergeletak asal Stik Nirkabel Playstation 7 yang baru dibelinya kemarin.

“Eomma!” seorang anak laki laki berumur sekitar 4 tahun memeluk kakinya dari belakang, membuat gadis itu tersentak lalu berbalik. Ia berjongkok untuk mensejajari tingginya dengan Jinwoo kemudian mengelus pelan puncak kepala anak itu.

 

“Jinwoo-ah, dari mana saja?” tanyanya lembut.

“bermain dengan hae-hae” ucap Jinwoo menyebutkan nama anjing kesayanganya.

“ck… kenapa perempuan galak sepertimu bisa sangat lembut dengan anak sendiri” seorang Pria di ambang pintu mengeleng gelengkan kepala takjub.

“Diam kau Lee Jeongmin, kau ingin pulang tak bernyawa rupanya!” ancam gadis itu membuat jeongmin bergidik ngeri “kenapa kau bisa masuk hah?!” tanyanya galak

“apa kau lupa kalau aku punya Auto Lock rumahmu? Dasar perempuan dengan kadar kepikunan melebihi nenek nenek!” ejek Jeongmin

“Diam kau!! Mau apa kau kemari?”

“ada pekerjaan untukmu…”

 

жγжγж

 

gadis itu bernama Han Hyerin, berumur 23 tahun dan menempati sebuah Apartmen di pusat Seoul bersama anak kandungnya yang berumur 5 tahun. Ia belum menikah dan tidak mempunyai keluarga selain anaknya sendiri.

 

Sepintas Hyerin terlihat seperti perempuan pada umumnya meski terkadang orang tak percaya bahwa dia sudah memiliki anak karena Hyerin masih sangat muda dan memiliki garis wajah sempurna.

 

Namun kenyataan tergelapnya adalah Kwon Hyerin merupakan Pembunuh berdarah dingin yang memiliki pendapatan paling tinggi dalam kalangan mafia. Kecerdasan dan strategi yang sangan licin membuatnya kebanjiran tawaran. Di dunia itu, Hyerin dikenal dengan nama Shirley, dia tak pandang buluh dalam membunuh.

 

Orang terdekatnya adalah Lee Jeongmin, pria sebayanya yang mempunyai profesi serupa. Bedanya Jeongmin hanya sebagai perantara Job saja, ia masih punya hati, tidak seperti Hyerin yang telah mati rasa.

 

“jadi apa pekerjaan baru itu?” tanya Hyerin Straight to the point.

Jeongmin melepas senyum miring meremehkan yang seketika merubah paras ramahnya. “kau akan dibayar 100 juta dollar dan tanpa membunuh”

“apa yang harus ku lakukan?”

“anak dari keluarga Kang dari Kang Company mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu dan meninggal dunia tanpa diketahui publik, padahal dia akan menikah minggu depan…”

 

Hyerin mengangguk kecil, wajahnya datar seakan acuh tak acuh. Jeongmin melengos, ia kesal karena Hyerin selalu memasang ekspresi datar saat dia tertarik atau tidak dengan suatu misi. Hyerin benar benar buruk dalam berekspresi maupun penyampaian emosi.

 

“masalahnya, anak tunggal keluarga Kang mirip sekali denganmu dan nama kalian pun serupa, Kang Hyerin. Mr. Kang kelimpungan karena anaknya itu telah dijodohkan dengan anak bungsu keluarga Choi”

“C… Choi Minho?” sambar Hyerin, Jeongmin mengangguk mantap.

“padahal Mr.Kang menikahkan putrinya dengan Choi Minho untuk mencuri berkas CapsZone dan arsip Choi Corporation lainya. Mr. kang dendam pada Choi Dae Seok karena menghianati persahabatan mereka dulu, itulah sebabnya Mr. kang berpura pura baik pada Choi Dae Seok. Tugasmu adalah berpura pura sebagai Kang Hyerin dan kau tau kelanjutanya kan?” papar Jeongmin panjang lebar sembari mengangkat sebelah alis di akhir kalimat.

“kau gila?! Berpura pura menjadi Kang Hyerin masih bisa ditolelir tapi pernikahan itu sungguhan!” tukas Hyerin.

“demi Profesionalitas, Hyerin-ah. Lagi pula yang tercatat di mata hukum kan pernikan dengan Kang Hyerin bukan Han Hyerin”

 

Hyerin menghela nafas berat, tatapanya menerawang tersirat jelas bahwa ia sedang berfikir. Ini kesempatan bagus mengingat krisis keuangan sedang melandanya, tapi bertemu Choi Minho adalah mimi buruk apalagi menjadi istrinya, sama saja menghempaskan diri ke neraka.

 

“… akan kucoba” ucap Hyerin dengan keraguan yang besar.

“kau tidak usah khawatir, Kang Hyerin dan Choi Minho baru bertemu dua kali dan kemungkinan besar mereka belum hafal kebiasaan masing masing. Lagi pula, Mrs. Kang akan memberitahumu kebisaan Kang Hyerin dan tugasmu hanya sampai peluncuran CapSZone setelah itu mereka akan merancang seoalh olah Kang Hyerin meninggal”

 

жγжγж

 

“apa pil ini akan bekerja optimal?” tanya seorang pria yang mengenakan Jas formal pada seorang pria berjubah putih khas dokter di sebelahnya.

“tentu, aku menghabiskan waktu 2 tahun untuk membuatnya” papar Pria berpakaian putih yang bernama Lee Jinki itu. “Minho-ya kenapa kau kemari? Bukanya semalam kau ada rapat besar perusahaan dan aku yakin kau belum tidur seharian”

 

Pria berambut coklat gelap yang mengenakan setelan jas hitam dengan garis putih di setiap lekukanya itu mengangguk membenarkan ucapan Jinki. Ia menatap butiran pil di hadapanya dengan mata besar –diatas rata rata orang korea- yang menghitam di sekitar kelopak bawah.

“kau benar, Hyung! Aku hanya penasaran dengan penemuanmu” tanyanya lalu meneguk kopi pahit di dalam cangkir yang tergeletak di sebelah botol pil tadi.

 

Ia dan Lee Jinki sudah berteman sejak SMP dan mereka terpaut satu tahun. Sejak Choi Minho diangkat menjadi pemimpin Choi Corporation, mereka semakin jarang bertemu padahal Minho sangat mengagumi Jinki karena di umurnya yang ke-24, Jinki menjalani kuliah untuk mendapat gelas Profesor.

 

Lee Jinki adalah dokter terhebat di Korea yang menangani sistem syaraf dan otak di rumah sakit internasional dengan predikat terbaik. Ia berperan besar dalam menangani penyakit Minho dulu, bahkan Minho rasa Jinki lebih tau dirinya ketimbang ia sendiri.

 

Jinki berjalan ke arah Minho, ia meletakkan botol berisi pil berwarna merah di sebelah Botol yang berhadapan dengan Minho.

“itu untuk perempuan” ucap Jinki seraya menunjuk pil berwarna merah “ini untuk laki – laki” sambungnya dengan jari telunjuk mengarah pada botol berisi pil biru

“Bukankah sistem syaraf manusia itu sama?” tanya Minho

 “kerja pil ini ekstrim. Ada bagian syaraf yang berbeda pada perempuan dan laki laki, fatal akibatnya kalau pil ini bekerja pada syaraf yang berbeda, akibat terburuknya kematian”

“bagaimana cara kerjanya?”

“dengar baik baik, jika memakan pil ini memory yang tersimpan di otak dalam kurun waktu 10 tahun akan hilang dan tak bisa di kembalikan. Pil ini bekerja sekitar satu menit dan akan membuatmu pingsan sesaat”

 

Minho mengangguk mengerti, ia meminta beberapa pil pada Jinki untuk dijadikan sampel siapa tau berguna untuk CapSZone atau penemuan selanjutnya. Saat ia berdiri untuk pergi, tiba tiba seorang gadis muncul dari pintu ruangan.

 

Gadis berambut ikal panjang itu mengenakan dress hijau tosca selutut dengan jas putih yang tidak terkancing dan stetoskop yang menggantung di lehernya, ia melangkah ke arah Minho kemudian memeluknya dengan sangat erat.

“Bongoshipoyo, Choi Minho” bisiknya sembari menyandarkan kepala di bahu Minho.

“nado, Nayoung-ah” balas Minho, ia tersenyum kala mengelus rambut hitam Nayoung yang tergerai. Di telungkupkanya telapak tangan pada tenguk hingga rahang bawah Nayong, menuntun gadis itu agar membalas tatapanya.

“maaf untuk semua yang akan terjadi” ucap Minho, ekspresinya datar namun tatapanya sarat akan kesenduan.

 

Nayoung mengangguk samar “aku baik baik saja, percayalah. Pernikahan itu hanya scenario kan? Kau tidak akan mengikari janji kan?”

“apa kau melihat kebohongan dimataku?” tanya Minho, Nayoung menggeleng pelan. Perlahan Minho mendekatkan wajahnya dengan  Nayoung, mata mereka sama sama terpejam menunggu datangnya buncahan sensasi meski mereka telah melakukan berkali kali.

“ku harap kalian tak melupakan seseorang disini” sela Onew yang keberatan disuguhi telenovela kuno di hadapanya, namun sepertinya pemain telenovela itu benar benar melupakan dirinya, mereka terus berciuman.

 

жγжγж

 

setelah penawaran misi disepakati, Jeongmin menghubungi Mrs. Kang untuk memberi konfirmasi bahwa Hyerin telah sepakat diajak kerja sama. Diluar perkiraan, ternyata Mrs. Kang menyuruh mereka untuk menemuinya karena ia tak punya waktu luang tiga hari kedepan.

 

Lampu CARerial Silver milik jeongmin berkedip ketika ia menempelkan jarinya di Control Tab yang sudah diprogram untuk menerima sinyal yang tepasang dari antena mungil di dalam mobil.

 

Jeongmin membukakan pintu untuk Hyerin dan Jinwoo, Hyerin membawa Jinwoo ikut karena Park Ahjuma -tetangganya dimana ia biasa menitipkan Jinwoo- sedang pergi.

 

“Eomma, kita mau kemana?” tanya Jinwoo saat mereka sudah duduk di dalam mobil.

“ke rumah sakit” Jawab Hyerin sekenanya

“apa suster disana akan memberiku wortel lagi?” tanya Jinwoo sambil menggelembungkan pipinya, terlihat menggemaskan.

“tidak, hanya pasien yang diberi wortel” jelas Jeongmin seraya mengulum senyum. Masih hangat dalam pikiranya ketika Jinwoo sakit dan dia rela tidak makan karena suster yang menjaganya memberikan bubur campuran wortel.

“pantas saja di rumah sakit banyak orang meninggal, makananya tidak enak begitu huekkkk” ucap Jinwoo membuat Jeongmin tak dapat membendung tawanya.

 

Bila di era 5 tahun lalu di depan Jok kemudi masih dipasangkan setir untuk mengendalikan mobil, kini di depan jok pengemudi hanya ada layar persegi yang dibuat miring menghadap ke keatas agar pengemudi lebih rileks menatapnya. Layar itu adalah GPS.

 

Jeongmin menekan tombol Power yang terletak di deretan tombol sisi kanan GPS, seketika muncul peta jalur darat. Ia memasukkan nama rumah sakit yang akan mereka kunjungi pada kolom yang terletak di sisi bawah layar. Dan tak lama titik merah muncul di layar itu menandakan tempat sudah terdeteksi dan CARerial pun melesat.

 

Transportasi darat tampak teratur karena sistem GPS telah mengontrol kecepatan. CARerial akan melambat dengan sendirinya ketika mendeteksi adanya kendaraan lain di sekitar. Jika kendaraan lain lebih lambat, maka CARerial akan melewati mobil itu secara tertib.

 

Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di rumah sakit. ternyata Mrs. Kang adalah dokter yang menangani ibu & anak di rumah sakit terbaik se-Korea itu. tak lama, mereka sudah berada di dalam ruangan Mrs. Kang yang cukup luas.

 

“annyeong haseyo” seorang wanita paruh baya menyambut mereka, raut wajahnya terlihat ramah dan sangat keibuan.

“annyeong haseyo” Jeongmin dan Hyerin refleks mengangguk sopan.

Mrs. Kang mempersilahkan mereka duduk di sofa yang terletak di sebelah kanan meja kerjanya. Ia mengambil 3 cangkir yang berisi Green tea di dalam Tea Maker yang berbentuk Box di sebelah sofa.

 

“jadi kau kembaran Hyerin?” tanya Mrs. Kang sambil menyesap tehnya.

Hyerin menyernyit sesaat  “Saya sama sekali tak mengenal Kang Hyerin” ucapnya datar, ia memang payah soal tata krama.

“wajar, karna waktu kami mengadopsi Hyerin kalian masih sangat kecil”ujar Mrs. Kang sembari tersenyum sendu “maaf kami memisahkanmu dan maaf kami tidak bisa menjaga Kang Hyerin lebih lama lagi”

 

Masih dengan ekspresi datar, Hyerin mengangguk. Entah mengapa ia merasa asing dengan kenyataan bahwa ia memiliki saudara kembar, Mungkin karena ia lebih terbiasa sendiri. Hyerin memang jarang menunjukan ekspresinya, ia menganggap dirinya mati rasa.

 

Mrs. Kang beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju meja kerja kemudian mengambil sebuah Frame disana “lihatlah, kau dan Hyerin sangat mirip. Bedanya, wajah Kang Hyerin lebih tirus dan dia kurus”

 

Hyerin mengangguk, ia sedikit peraya namun perasaan asing itu lebih mendominasi. “lalu apa kebiasaanya?”

“kau tenang saja, Hyerin baru bertemu dua kali dengan keluarga Choi dan aku yakin mereka belum hafal betul sifat Hyerin”

“kalau begitu kenapa mereka mau dijodohkan?” celetuk Jeongmin yang sibuk dengan stetoskop, ia heboh mendengarkan detak jantung dari jempol kaki dan ternyata eksperimenya itu gagal.

“kau terlihat bodoh” umpat Hyerin

“ku anggap itu pujian”

 

“hahaha kau berbeda sekali dengan Kang Hyerin” sela Mrs. Kang “Hyerin itu lembut dan tak banyak bicara, dia juga murah senyum”

“sepertinya aku akan gagal menjadi Kang Hyerin” ucap Hyerin sambil menjitak kepala Jeongmin, entah apa hubunganya yang jelas ia gemas melihat tinggkah mahluk itu. Jinwoo yang tadinya mengantuk kini tertawa lebar.

“tenang saja, kau bisa menjadi dirimu sendiri jika kau mau” ujar Mrs. Kang

“aigoo… apa ini anakmu?” tanya Mrs. Kang sembari meletakkan Jinwoo di pangkuanya “apa kau dan Jeongmin sudah menikah?”

 

Baru saja Hyerin membuka mulut hendak berbicara tapi Jeongmin menyelanya lebih dulu “yes, She is my wife…” Jeongmin mengantung kalimatnya ketika ia menangkap aura gelap terpancar dari tatapan tajam Hyerin “… in the future” ucapnya menyesal.

 

“annyeong haseyo Halmeoni, Naneun Han Jinwoo imnida” sapa Jinwoo dengan senyum cerianya.

“aigoo… Jinwoo-ah kau lucu sekali. Tapi dia sama sekali tidak mirip denganmu Hyerin-ssi, dia juga tidak mirip dengan Jeongmin, pasti mirip dengan ayahnya” komentar Mrs. Kang.

“tidak, tidak! Dia mirip denganku bukan ayahnya. Bisakah Nyonya tak membahas ini?” wajah Hyerin yang semula datar itu tiba tiba mengeras. Ia sangat sensitif jika ada orang yang berkata seperti itu.

 

Drrtttt… drtttt… Ponsel di saku Hyerin bergetar panjang pertanda ada panggilan masuk, ia pun meminta ijin untuk keluar.

Kebiasaan buruh Hyerin saat sedang menelepon yaitu kakinya gatal bila tidak berjalan, dan biasanya ia tidak akan sadar karena termakan oleh obrolan. Alhasil jika durasi telepon lama, pasti dirinya sudah jauh dari tempat semula. Parahnya lagi, kaki Hyerin lebih suka melangkah ke tempat yang tidak waras seperti sekarang.

 

Hyerin menutup panggilan telepon sembari menatap sekeliling dengan raut wajah yang tak berubah sejak tadi, datar. Ia agak bingung namun sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, lain kali mungkin ia harus mengikat kakinya bila menerima telepon.

“Aaaaaaaaakkkkkhhhh!!!”

“Oeeeeeoeeeeee (?)”

Hyerin melengos masam, ternyata kakinya memang somplak karena kali ini tempat bersalin lah yang menjadi tujuanya. Tiba tiba seorang dokter keluar dari sebuah ruangan sambil membuka masker dan sarung tanganya.

 

“dokter!” panggil Hyerin namun dokter itu tak menoleh.

Dokter itu melangkah cepat, membuat Hyerin mau tak mau mengejarnya karena di lorong rumah sakit tak ada satupun suster atau dokter yang lewat. Kalau pengungunjung atau pasien, mana mungkin dia tahu ruangan Mrs. Kang.

“Dokter!”

 

Dokter itu membuka sebuah pintu yang di atasnya terdapat kaca transparan yang berukuran seperempat dari pintu tersebut.

 

Hyerin mematung ketika tatapanya menerobos pemandangan dibalik kaca transparan itu. belum sempat ia menyiapkan tameng untuk memperkuat benteng pertahananya namun serangan telah diterimanya dalam keadan selunak agak agar.

Wajah yang biasanya datar tanpa ekspresi itu kini memendarkan cahaya sendu, terpapar jelas semburat pilu yang mengitari bola mata bening di dalam naungan mata sayu Hyerin.

 

Choi Minho dihadapanya, meski mereka tak berhadapan langsung namun kondisi itu membesarkan sulutan emosi yang terpendam dalam diri Hyerin. Mata yang semula sayu itu kini membut ketika ia menyaksikan Minho berciuman dengan hebatanya dengan dokter tadi.

“menarik sekali” guman Hyerin “jadi beginikah kelakuan pria yang minggu depan akan menikah? Sekali brengsek akan tetap brengsek” umpatnya.

 

jelas sekali Hyerin melihat Minho sangat mencintai gadis itu. tapi faktor sosial tentu sangat dipertimbangkan keluarga Choi yang kaya raya itu. mana mungkin mereka mau menerima seorang dokter biasa untuk jadi menantunya.

Hyerin menyeringai penuh arti, sepertinya gadis itu bisa dijadikan alat balas dendam. Kau akan tahu rasanya…

 

жγжγж

 

Minho menghempaskan punggungnya di sandaran kursi kerjanya. Ia baru saja menerima kabar bahwa Kang Hyerin sudah meninggal seminggu yang lalu. berita ini seakan ditutup tutupi. Sebenarnya ini sama sekali tidak penting baginya, hanya sedikit menarik.

 

Mungkin keluarga Kang bisa menyembunyikan semua ini dengan sangat rapi, tapi bagi seorang Choi Minho mengetahui fakta yang tak bercela hanya butuh satu jentikan jari. Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau.

 

Minho melirik arlojinya, hari ini keluarganya ada pertemuan pribadi dengan keluarga Kang untuk membahas acara pernikahan, ia memang sengaja mengulur waktu lagi pula mana mungkin acara ini tetap dilaksanakan.

 

Ponsel Minho berdering, ia menyentuh layar tipis itu untuk menerima panggilan dan sekejap kemudian muncul wajah Siwon di layar.

“Choi Minho cepat hadiri pertemuan ini, jangan coba melarikan diri!” secepat Siwon berbicara, secepat itulah telepon dimatikan.

Minho memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, ia berjalan keluar lalu memasuki Lift dan berhenti di sebuah area Parkir Pribadi. Pintu CARerial Minho terbuka ketika ia mendekat dan mobil itu pun melesat secepat 140km/jam.

 

Sepanjang Minho melangkah menuju ruang VIP sebuah restaurant, semua pelayan membungkuk hormat padanya karena Restaurant termewah di Seoul ini berdiri dalam naungan Choi Corporation.

 

Seulas senyum miring tersungging di bibir Minho. Segalanya sesuai rencana, dan palingan pertemuan keluarga ini membahas kematian putri keluarga Kang atau pembatalan perjodohan. Cihhh…dirinya tidak sudi menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

Minho melangkah menuju ruang VIP tempat pertemuan itu, disana terdapat sebuah meja makan bundar yang diatasnya terhiasi berbagai macam makanan berkelas.

Ketika derap langkah Minho terdengar, semua menoleh ke arahnya kecuali seorang wanita berambut lurus panjang dengan ujung yang melingkar lingkar. Ketika gadis itu menoleh, Minho membeku…

 

“Aigoo… Choi Minho kenapa lama sekali, nak?” sapa ibu Minho dengan ramah.

“Minho-ah” panggil ibu Minho yang heran melihat anaknya terdiam.

 

Minho tak menggubris ucapan ibunya dan tak memperdulikan tatapan heran dari kedua keluarga itu. ia melangkah menuju seorang gadis yang menatapnya datar tanpa ekspresi.

Minho mengamati Hyerin lekat. ketika tatapan dingin mereka beradu, Minho sadar sesuatu…

Gadis di hadapanya ini bukan Kang Hyerin, meskipun baru bertemu dua kali tapi Minho hafal rupa gadis itu yang agak tirus tidak seperti gadis dihadapanya yang mempunyai lekuk wajah sempurna. Lagi pula Kang Hyerin selalu dihiasi dengan senyum ramah.

Minho merasa dipermainkan. Sepanjang pertemuan tatapan Minho hanya tertuju pada Hyerin, melihat itu keluarga mereka pun senang. Padahal Minho sedang menyusun rencana untuk pernikahanya yang dilaksanakan 3 hari lagi.

 

~*~*~*~

 

“BAGAIMANA BISA KALIAN BEGITU BODOH!!!” teriakan Minho menggema dalam ruang berukuran luas yang merupakan ruang kerjanya di kantor pusat Choi Corporation.

“ma… maaf boss, tapi Kang Hyerin terlalu cerdas” ucap seseorang di ujung sana.

“Arggghhhh….” Dengan Murka Minho membanting ponselnya, ia menepis semua berkas berkas yang menumpuk di atas mejanya hingga berserak tak karuan di lantai.

 

Minho telah membayar Spy Agent termahal untuk mencari tahu seluk beluk gadis yang mengaku sebagai Kang Hyerin. Dia memberi perintah agar mereka mencekoki Hyerin dengan Pil penghilang ingatan ciptaan Lee Jinki.

Tapi baru saja dia mendapat kabar bahwa Kang Hyerin palsu dengan sangat cerdik mengetahui letak Pil itu di dalam makanan dan minuman yang diselipkan sangat hati hati bahkan telah berupa serbuk.

Selain itu, dengan mudahnya Kang Hyerin mengetahui keberadaan Spy Agent yang tersembunyi dan dengan sekali gerakan dia berhasil membantai orang orang yang tak diragukan lagi kehebatanya, hingga sekarat.

 

“sebenarnya kau orang macam apa?” guman Minho dengan tangan terkepal keras.

Tiba tiba Ipad Minho berbunyi, ia pun meraih benda yang terletak di sudut mejanya lalu membuka pesan yang diterima.

~

Profile

Korean Name        : Han Hyerin

Western Name      : Shirley Han

Date of Brith        : 08-09-1989

High                     : 170cm

Weight                 : 55kg

 

Han Hyerin lahir di Praha, Republik Ceko. Menetap di Seoul sejak 4 tahun lalu dan merupakan Pembunuh berdarah dingin yang memiliki pendapatan paling tinggi dalam kalangan mafia.

~

Senyum Miring terukir di bibir Minho, biodata singkat Han Hyerin memunculkan dugaan besar bahwa keluarga Kang punya rencana terselubung dibalik pernikahan putrinya.

 

“baiklah, akan ku mulai permainan ini”

Minho melangkah menuju sofa lalu merain Tuxedo putih yang tergeltak disana, dengan sekaligerakan tangan Tuxedo itu sudah membalut rapi tubuhnya. Ia melangkah keluar ruangan dan bersiap menghadiri pernikahanya.

 

~*~*~*~

 

Pandangan Minho lurus kedepan menghadap Mimbar pendeta, tatapanya tak berfokus dan suara suara yang menggema dalam gereja seakan lenyap dari benaknya.

Alunan seriosa yang mengalun dari paduan suara gereja menciptakan suasana kudus namun romantis. Gedung gereja bergaya Eropa klasik itu dihias sedemikian rupa mengingat acara hari ini adalah Loyal Wedding orang terkaya di dunia.

Para Jemaat yang menempati kursi gereja seketika berdiri ketika mempelai wanita memasuki gereja dengan di dampingi sang ayah.

Han Hyerin terlihat sangat bercahaya, auranya yang terpancar jelas memancing decak kagum bagi siapa saja yang memandangnya. Tiara perak menghiasi puncak kepalanya dan Tubuhnya terbalut kain putih gading berhiaskan motif bunga aster sepanjang lutut dan pada bagian belakang gaun itu menjutai panjang berhiaskan manik manik berkilau.

Hyerin melangkah dengan sangat anggun di atas karpet merah yang terbentang menuju altar. Mawar putih disebar sepanjang karpet merah oleh para gadis gadis kecil yang berjalan di depanya.

 

“semoga kau bahagia, nak” Ucap Mr. Kang saat menyerahkan tangan Hyerin dalam Genggaman Minho.

Mata dingin mereka lagi lagi beradu, tanpa terasa pengucapan janji pun selesai. Semua berjalan begitu cepat bagi Minho karena pikiranya sama sekali tak terfokus kesana.

“silahkan cium pengantinmu”

 

Minho menatap tepat dimanik mata Hyerin, ia mengangkat dagu Hyerin dengan tangan kananya lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir Hyerin. Sorak heboh dan tepuk tangan terdengar ketika Minho menekan tenguk Hyerin dengan tangan Kirinya dan ia membuka membuka bibir Hyerin.

Minho terlihat seakan menikmati lumatan bibir itu, namun sebenarnya ia sedang berusaha memindahkan pil penghilang ingatan yang sejak tadi ditahan dalam gigi gerahamnya agar tak terkena banyak saliva. Hanya ini satu satunya cara efektif…

 

tarikan nafas tertahan terdengar secara bersamaan ketika pengantin wanita tiba tiba pingsan. Dengan sigap, Minho menangkap tubuh Hyerin. Ia berjalan di atas karpet merah dengan membawa Hyerin ala Bridal Style.

Semua sesuai rencana.

 

~*~*~*~

 

Minho merangkul bahu Hyerin sembari menaikkan selimut hingga sebatas dada. Ia mengelus pelan rambut panjang Hyerin yang berstatus sebagai istrinya sejak beberapa jam lalu. Sejak tadi seulas senyum kemenangan tak lepas dari bibirnya.

Hyerin menggeliat kecil dalam pelukan Minho, sejurus kemudian mata bulat itu mengerjap pelan. Minho mengecup kening Hyerin ketika matanya terbuka sempurna. Seakan membaca semburat kebingungan yang menghiasi wajah gadisnya, Minho berkata.

“kita baru saja melakukan yang seharusnya dilakukan pengantin baru”

Minho memeluk Hyerin. Kulit bertemu kulit.

 

Ketika Minho memejamkan matanya, Hyerin tersenyum bengis. Semua rencananya berjalan sempurna. Seorang Han Hyerin adalah Han Hyerin…

 

__THE END__

 

maafkan segala typo yang ada…

Kalau komenya banyak akan ku usahakan ada lanjutanya. Buat yang belum baca Seoason of The Lucifer, baca ya klik aja Category Ku hehe

 

Cheers,

 

LucifeRain (ayya)

Advertisements

126 responses to “KILLER KISS – Reverenge

  1. Gantung…. Need sequel…. Tpi bgus jga, hanya saja ttg teknologi yg wah mmbuat q trsenyum geli,,, kpan ya itu terjadi… Btwy smw OK

  2. jadi yang hilang ingatan mingppa? begitu kah? ada sequel? aku reader baru d sini.. baru nyasar dari mbah gugel. hehe

  3. author,need sequel,penasaran banget sama masa lalunya Han Hyerin 😦
    lanjut ya?ya ya ya 🙂
    keep writing author 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s