[FF_Don’t Touch My Girl_shoot2(END)]

PREVIOUS PART

Title :

“ Don’t Touch My Girl”

Author :

Citra Pertiwi Putri

Genre :

Romance, Friendship

Main Casts :

Lee Donghae x Im YoonA x Lee Gikwang

Rating :

Nah loh, gak tau ._.v #kabur

Type :

Twoshoot

NB : – Kekeke~. Readers, percaya ngga? *readers: ngga -_-~* Author bikin shoot 2 ini dengan belum melihat MV lanjutan dari MV Beautiful (I Like You The Best), kemaren author pengen download biar bisa ngelanjut FFnya, eh downloadernya minta ditabok ._.

Jadi author bikin shoot 2 ini tanpa inspirasi dari MV I Like You The Best 😦 . so, mian kalo endingnya nganeh, gaje, kepanjangan, dll.

– Satu lagi, mian buat readers yang masih SMP atau mungkin SD atau mungkin TK atau bahkan playgroup #plak!! author kagak maksud meracuni kalian dengan beberapa adegan yang mungkin agak ensi di part ini, ff ini cuma sekedar fiksi dan hiburan semata T.T

Segitu ada NB-nya, selamat membaca *v^^v*

Donghae POV

 

“ Ada yang harus kita bicarakan.” aku menghalangi jalan seorang namja yang tak lain dan tak bukan bernama AJ yang sudah hendak keluar dari gedung Seoul Dance Club bersama Yoona.

“ Jinjja? Bagus, ada yang harus aku bicarakan juga.” Jawab namja itu enteng sambil mengeratkan gandengannya ditangan Yoona, membuatku semakin panas. Yoona hanya bisa menunduk, mungkin karena masih syok dengan kejadian yang ia alami.

“ Lepaskan dia.” pintaku sembari masih menahan amarah.

“ Siapa?”

“ Jangan pura-pura bodoh. Lepaskan Yoona, dia yeojaku!” aku mulai emosi.

“ Oh ya? Benarkah? Adakah yeoja yang tahan berpacaran dengan namja sepertimu, yang tidak pernah menghiraukannya ketika sedang melakukan sesuatu yang kau suka?”

“ Darimana kau tahu??” aku benar-benar terkejut karena AJ tiba-tiba tahu urusanku dengan Yoona.

“ Kau tidak perlu tahu.”

Aku mengalihkan pandangan kearah Yoona. Yeoja itu masih menunduk, kakinya bergetar.

“ Tapi itu bukan urusanmu! Biar aku dan Yoona yang menyelesaikannya.” kataku.

“ Benarkah? Kau kira dia mau menyelesaikannya? Sepertinya ia lebih nyaman bersamaku. Benar begitu?” AJ menatap Yoona yang berada dalam genggamannya.

“ Darimana kalian saling kenal?” tanyaku heran, aku sama sekali tidak mengerti darimana mereka saling kenal. Namun mereka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku.

“…apa sudah selesai yang kau ingin bicarakan?” tanya AJ.

“ Aku minta kau lepaskan dia!” tegasku, dan setelah itu kutarik tangan Yoona dengan kasar karena tak tahan melihatnya bergandengan dengan AJ.

“ Hei! Kau tidak bisa begitu. Aku yang mengajaknya kesini, dan aku juga yang harus mengantarnya pulang!” AJ tak mau kalah, ia menarik kembali tangan Yoona dengan cara yang sama kasarnya denganku.

Yoona mulai berkaca-kaca, merasa bersalah dan ketakutan melihat perdebatan antara aku dan AJ, ditambah lagi tangannya kesakitan karena baik aku maupun AJ tak ada yang berhenti menarik tangan mungilnya.

 

“ Hei! Apa-apaan kalian ini!!?” Hyoyeon datang karena terkejut melihat Yoona yang sedang ditarik-tarik dengan tidak manusiawi oleh aku dan AJ yang sedang sama-sama emosi, ia langsung mengambil alih Yoona kemudian menyuruh gadis itu berdiri dibelakangnya.

“…aku tahu kalian rival. Tapi tolong jangan perlakukan yeoja seperti ini!” kata Hyoyeon tegas, “…kalau kalian ingin bertengkar, silahkan! Adu jotos pun boleh, tanggung sendiri akibatnya. Yoona biar aku yang antar pulang!”

Setelah itu Hyoyeon membawa Yoona pergi. Yoona pun menoleh kebelakang, menatap aku dan AJ yang terpaku melihat kepergiannya.

 

Yoona POV

 

“ Sebenarnya ada apa dengan semua ini? Aku tidak mengerti, Hyo. Aku tidak tahu bahwa ternyata Gikwang itu adalah seorang dancer. Kau tahu? Gikwang adalah anak baru dikelasku dan ia adalah.. seseorang yang benar-benar polos. Berkacamata besar, pakaian yang terlalu rapi, wajah bodoh, cara bicaranya aneh.. pokoknya, ia sama sekali bukan Gikwang yang kulihat tadi.” aku menyandarkan kepalaku disandaran sofa rumah Hyoyeon, kemudian mengusap air matanya yang sempat mengalir dipipiku. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku harus mengalami kejadian seperti tadi.

“ Sepertinya ada sesuatu yang sedang direncanakan AJ.” sahut Hyoyeon sambil duduk disampingku.

“ AJ? Siapa AJ?” tanyaku tak mengerti.

“ AJ adalah stage name Gikwang, ia dikenal sebagai AJ di Seoul Dance Club, tidak ada yang tahu kalau nama aslinya adalah Lee Gi Kwang kecuali aku dan DJ Doojoon. Donghae pun tidak tahu kalau nama asli pesaingnya yang bernama AJ itu adalah Gikwang. Aku dan DJ Doojoon memang sudah berjanji pada AJ untuk merahasiakan nama aslinya.”

Aku terbelalak, terkejut dengan setengah kenyataan yang kudengar dari Hyoyeon, “ Lalu.. lalu???” tanyaku tak sabaran.

“ Ya.. begitulah. AJ alias Gikwang, dia adalah dancer terhebat di Seoul Dance Club, ia selalu menang dalam setiap dance battle. Hingga suatu ketika, Donghae masuk kedalam klub kami. Baru saja menjadi pendatang baru, Donghae langsung mengalahkan Gikwang, dan pada saat itu kasusnya agak sama seperti saat ini. Saat itu tangan kiri Gikwang sedang cedera dan ia tidak bisa menari dengan baik, makanya ia kalah. Saat itu juga Donghae dan Gikwang masih sama-sama dancer solo, belum ditemani oleh Hyukjae dan Sungmin juga Yoseob dan Dongwoon. Dance battle antara Donghae dan Gikwang terjadi setahun yang lalu.” jelas Hyoyeon.

Aku semakin terkejut, kedua tanganku sampai memegangi dadaku yang berdebar kencang. Ini gila! Itu berarti, Gikwang ternyata memang dancer yang hebat. Ia memuji tarianku saat didepan toko eskrim tersebut. Berarti yang mengatakan bahwa aku berbakat menari itu adalah seorang dancer hebat, bukan seorang namja bodoh.

“ Lalu?? Apa lagi??” tanyaku lagi.

“ Semenjak kekalahan itu, Gikwang keluar dari klub kami karena merasa tidak terima, ia dikabarkan pindah ke Daegu dan melanjutkan sekolah disana. Hingga akhirnya, Donghaelah yang didaulat menjadi dancer terhebat di Seoul Dance Club, menggeser Gikwang.”

Aku menunduk dan memijiti kepalaku, “ Aku benar-benar tidak menyangka..” desahku lirih.

“ Ne, dan aku tidak menyangka bahwa AJ kembali. Apalagi sekarang ia punya dua partner, Yoseob dan Dongwoon.”

“ Tapi mengapa ia harus berpura-pura seperti orang bodoh begitu? Yoseob dan Dongwoon juga, mengapa mereka seperti itu??” tanyaku tidak mengerti.

“ Sudah kubilang, pasti ada sesuatu yang direncanakan AJ.”

Mendengar perkataan Hyoyeon itu, aku jadi bimbang. Haruskah aku mengubah pandanganku terhadap Gikwang yang selama ini kukenal? Kini aku sudah tahu siapa dia sebenarnya. Ah entahlah, yang jelas sampai saat ini aku masih tidak bisa percaya bahwa ia ternyata adalah musuh Donghae.

“ Yoona, bagaimana rasa dicium oleh AJ?” goda Hyoyeon sambil menunjuk bibirku yang masih basah.

“ Ah, kau ini!” aku menyeka bibirku kemudian tertunduk malu.

“ Hei, kau tahu? AJ digilai banyak wanita. Kau begitu beruntung, kau satu-satunya orang yang pernah diciumnya, apalagi ditengah dance. Itu luar biasa! Aku yang sudah dimiliki Hyukjae saja iri melihatmu saat itu.”

Aku hanya tertawa kecil, jantungku berdebar lagi ketika mengingat saat aku dicium oleh Gikwang, namja planet mars gadungan seperti dia ternyata bisa berbuat hal seperti itu didepan umum, dan entah mengapa aku sama sekali tidak bisa marah, sekalipun aku tahu Donghae melihat semuanya dengan jelas.

 

Normal POV

 

Pagi itu Yoona masih duduk sendirian dibangkunya, ia memang selalu datang terlalu pagi ke sekolah, hal itu sengaja dilakukannya agar bisa bersih-bersih kelas dengan leluasa.

Setelah selesai membersihkan kelas, gadis itu hanya duduk dibangkunya sembari merenungkan kejadian yang ia alami semalam, ia memikirkan apa yang terjadi antara Gikwang dan Donghae. Apakah setelah ia pergi dua namja itu benar-benar berkelahi? Entahlah.

Tak lama, terdengar suara derap langkah kaki dan masuklah Gikwang ke kelas dengan penampilan seperti biasanya. Kacamata tebal, baju yang terlalu rapi, hanya model rambutnya saja yang ia ubah menjadi sedikit lebih lumayan dari biasanya.

Melihat hanya Yoona didalam kelas, ia tersenyum dan langsung duduk disamping gadis itu.

“ Mengapa kau masih begitu? Bukankah identitasmu sudah terbongkar?” tanya gadis itu heran.

Namja itu tersenyum simpul kemudian melepas kacamatanya.

“ Siapa bilang identitasku terbongkar? Kau kira Donghae tahu bahwa aku adalah orang yang berkelahi dengannya kemarin?” jawabnya enteng.

Yoona langsung memusatkan pandangannya kepipi namja itu, lebam. Ternyata namja itu memang berkelahi dengan Donghae semalam. Gadis itupun baru ingat penjelasan Hyoyeon semalam, Donghae tidak tahu bahwa Gikwang adalah AJ. Ia mengerti mengapa Gikwang masih harus menyamarkan diri.

“ Tapi ia pasti curiga karena kau membawaku semalam.” jawab Yoona.

“ Itu urusanku, kau tidak perlu memikirkannya. Aku yakin kau sudah tahu dari Hyoyeon bahwa aku punya nama lain selain Gikwang.”

Yoona mengangguk, “ Kau, AJ.”

“ Ssstt..” Gikwang menaruh telunjuknya dibibir Yoona, “…benar-benar pantangan menyebut nama itu disini, bisa-bisa identitasku terbongkar. Jangan sebut nama itu lagi, ara?”

“ Ehm, mian. Arasseo.”

“ Bagus. Aku mohon padamu, jangan beritahu Donghae kalau aku AJ.”

“ Memangnya kenapa?”

“ Aku akan membuatnya tahu sendiri.”

Yoona mengangguk, lagipula ia memang tidak mau mengatakannya karena tak mau memicu perkelahian diantara kedua namja itu lagi.

“ Apa kau baik-baik saja?” Yoona menyentuh pipi namja itu, “…pasti pukulan Donghae keras sekali,sampai begini lukanya.”

“ I’m okay.” jawab Gikwang sambil tersenyum dan memegang tangan Yoona, membuat dada gadis itu berdebar kencang.

“ Gikwang, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Yoona gugup.

“ Apa?”

“ Mengapa kau menciumku semalam?”

Wajah Gikwang langsung bersemu merah, namun tangannya masih tak lepas memegang tangan Yoona, “ Ehm.. sebenarnya aku..”

“ Donghae datang!” Yoona yang menyadari hal itu langsung menurunkan tangannya dari pipi Gikwang, kemudian memakaikan kacamata namja itu dengan buru-buru.

Donghae masuk kedalam kelas dan menatap heran kearah mereka, hingga akhirnya ia mendekati Yoona.

“ Ada yang harus kubicarakan.” Donghae menarik tangan Yoona.

Yoona mengangguk, melirik kearah Gikwang yang hanya tersenyum tipis.

 

Donghae menghentikan langkahnya dibelakang laboratorium sekolah, sesampainya disana namja itu langsung meringis karena tangannya yang masih diperban mulai kesakitan akibat menarik tangan Yoona terlalu keras.

“ Sudah kubilang jangan terlalu keras menarikku, masih sakit kan tanganmu.” Yoona ikut memijit kecil pergelangan tangan Donghae.

“ Kau masih perhatian padaku?” tanya namja itu datar.

“ Huh!” Yoona langsung berhenti memijit kemudian membelakangi Donghae sambil melipat tangannya.

“  Aku bingung, sebenarnya siapa yang seharusnya marah?” tanya Donghae sambil berjalan pelan mendekati yeojachingunya itu.

“ Tentu saja aku! Mengapa kau?” cetus Yoona.

“ Tentu saja aku juga bisa marah. kau lupa ada namja yang mencium bibirmu semalam??”

Yoona terdiam, hingga Donghae memutar tubuhnya agar mereka saling berhadapan.

Tiba-tiba namja itu mendekati wajahnya dengan pelan, membuat gadis itu merasa gugup dan langsung menutup matanya.

Chu~

Bibir mereka pun bersentuhan dengan lembut. Merasa keadaan aman, Donghae mulai menuruni bibir Yoona dan mencium leher gadis itu dengan pelan, sementara kedua tangannya menyentuh dada gadis itu, Yoona hanya diam dan masih dengan mata tertutup, sensasi seperti itu tak pernah ia rasakan selama berpacaran dengan Donghae.

 

“ Darimana kau kenal AJ?” bisik namja itu didekat telinganya.

 

Yoona membuka matanya kembali dan mendorong tubuh Donghae dengan kesal. Sial! Ternyata intinya ia ingin menanyakan hal itu.

“ Aku..aku..”gadis itu tak tahu harus menjawab apa, ia sudah janji pada Gikwang untuk tidak mengatakannya pada Donghae.

 

“ Yoona!”

Sebuah suara mengagetkan mereka, ternyata Gikwang, dengan aktingnya sebagai namja bodoh ia muncul dengan tiba-tiba.

“ Hah, ganggu aja.”omel Donghae, Yoona tersenyum lega.

“ Wae?” tanya Yoona kemudian.

“ Hmm.. kau, dicari oleh.. Kim songsaenim.”jawab Gikwang.

“ Oh, memangnya ada apa?”

“ Molla. Sebaiknya kau temui saja beliau.”

Yoona melirik Donghae sesaat.

“ Ya sudah, sana. Aku disini saja dulu” kata Donghae malas.

Yoona langsung buru-buru menghampiri Gikwang.

Donghae menoleh, kemudian menatap punggung Gikwang dan Yoona yang pergi bersama.

“ Untung kau datang! Terimakasih.” Yoona berterimakasih pada Gikwang yang sudah menyelamatkannya dari pertanyaan Donghae barusan.

“ Ne, aku memang sengaja membuntutimu.”jawab Gikwang, “…memangnya, apa yang Donghae lakukan padamu?”

“ Ia.. menyentuhku.”jawab Yoona sedikit tersipu.

Tahu apa yang dimaksud oleh Yoona, Gikwang langsung memicingkan matanya, namun setelah itu menghela nafas berat, “ Oh, ya.. memang haknya sebagai namjachingumu.”katanya, meski dengan nada dongkol.

“ Tapi ternyata dia melakukan itu untuk bertanya, darimana aku kenal AJ.”

“ Jinjja?”

“ Ne, dan ia pun sedikit menghakimiku karena insiden ciuman kita kemarin.”

Gikwang langsung terdiam, seperti memikirkan sesuatu.

“ Hei, apa yang kau pikirkan?” tanya Yoona heran.

“ Sepertinya, aku tahu apa yang harus aku lakukan.”

 

BRUK!

Sepulang sekolah, Donghae langsung menghempaskan tubuhnya ketempat tidur. Pikirannya masih melayang memikirkan Yoona yang sama sekali ia herankan, mengapa yeoja bisa mengenal musuhnya, AJ. Coba saja namja bodoh bernama Gikwang itu tidak memotong pembicaraannya dan Yoona tadi pagi, mungkin ia sudah tahu jawabannya.

Tiba-tiba..

PRANG!!!

Kaca jendela kamar Donghae pecah karena lemparan batu dari luar. Namja itu terlonjak dan langsung bangkit menatap jendela.

“ Hei!!! Siapa kau!!!! Sialan!!!” teriak namja itu kasar.

Brrmmm!!!

Pelaku yang melempar batu dari bawah itu ternyata langsung kabur melarikan diri dengan motor besarnya, wajahnya tertutup helm dan tubuhnya memakai jaket kulit dengan rapat, benar-benar misterius dan Donghae tidak tahu siapa dia.

Ia mengalihkan pandangannya kearah batu yang dilempar oleh si pelaku tadi, ternyata batu tersebut diselimuti kertas, Donghae segera membukanya dan membaca tulisan dikertas tersebut.

 

Annyeong, Donghae..

Hahaha, sepertinya kau sangat penasaran darimana aku mengenal yeojachingumu itu.

Kau tidak perlu tahu, Hae. Yang harus kau pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya kau merebut dia kembali. Aku rasa posisimu terancam, karena yeojachingumu itu sepertinya kini lebih nyaman bersamaku. Buktinya, semalam aku menciumnya dan ia sama sekali tidak marah padaku. Aku yakin kau melihatnya juga, kan?

Dan berita buruk bagimu, Hae. Aku menyukai yeojachingumu. Benar-benar menyukainya, laki-laki mana yang tidak tertarik dengan gadis seperti Yoona? Dan aku merasa sangat beruntung karena sekarang ia dekat denganku.

Kau harus tahu, sekalipun Yoona sudah dimiliki olehmu, aku tidak peduli. Aku ingin memilikinya.

Tapi aku tidak akan merebutnya langsung darimu. Aku ingin menantangmu untuk dance battle solo minggu depan.

Siapa pemenangnya, dialah yang berhak memiliki Yoona.

 

Sampai bertemu minggu depan di Seoul Dance Club.

 

Your rival,

AJ

 

 

Donghae langsung meremas surat tersebut dengan emosi. Kemudian tangannya yang masih sakit dengan reflek memukul dinding dengan keras. Namja itu merenung dalam.

 

Keesokan harinya …

 

Yoona terpaku membaca surat yang ditunjukkan Donghae kepadanya, gadis itupun sampai membaca surat tersebut berulang-ulang karena tidak percaya, hingga akhirnya ia menatap Donghae resah.

“ Katakan pada AJ bahwa kau tidak ingin dipertaruhkan seperti ini. Kumohon katakan.”pinta Donghae sambil menatap Yoona.

Gadis itu hanya diam, berpikir.

“…Yoona, kumohon.”ulang Donghae.

Kini gadis itu menatap Donghae, “ Aku tidak tahu harus bagaimana.”

Donghae menghela nafas berat, “ Jebal, Yoona..”

Yoona hanya menggelengkan kepalanya, kemudian berlalu meninggalkan namja itu dengan berlari kecil. Pergi entah kemana dan meninggalkan kebingungan dibenak Donghae.

“ Gikwang, ada yang harus aku bicarakan.”

“ Duduklah.”

Yoona pun duduk dibangku taman belakang sekolah tersebut, disamping seorang namja berpenampilan bodoh yang sedang duduk sendirian disana.

“ Benar kau mengirim……” belum selesai gadis itu bicara, pertanyaannya sudah dipotong.

“ Surat? Untuk Donghae? Ya, benar. Donghae mengatakannya padamu? Sudah kuduga.” Gikwang tertawa sinis.

“ Untuk apa kau mengiriminya surat?”

“ Tentu saja menantangnya. Apa itu kurang jelas?”

“ Tapi mengapa kau menantangnya?”

“ Dasar bodoh.”

Yoona langsung memicingkan matanya, “ Hei, mengapa kau malah menyebutku bodoh?” protesnya.

“ Apakah surat itu kurang jelas? Karena aku menyukaimu, Im Yoona.”

Gadis itu tertunduk seketika.

“…itulah alasanku mengapa aku mencium bibirmu malam itu. Kau kira aku main-main? Aku memang menyukaimu makanya aku berani melakukan hal itu.”sambung namja itu datar.

Yoona benar-benar kehabisan kata-kata, kakinya bergetar seketika mendengar penuturan dari Gikwang.

“…beri aku kesempatan, Yoong. Biarkan aku dan Donghae bersaing untuk mendapatkan hatimu. Justru karena adanya persaingan ini, kau akan tahu siapa yang terbaik untukmu.”namja itu menatapnya dalam.

“ Tetapi, tangan kiri Donghae sedang sakit, tulangnya patah karena latihan dance minggu lalu. Ia tidak bisa mengikuti dance battle.”ujar Yoona sedikit khawatir.

“ Jika ia memang berniat memperjuangkanmu, ia pasti akan melakukan apapun sekalipun tangannya patah.”

Yoona menyetujui perkataan Gikwang dalam hatinya, dan memutuskan untuk membiarkan kedua namja itu bersaing untuk memperebutkan dirinya.

Gadis itupun berdiri dan meninggalkan Gikwang tanpa pamit.

“ Mwo?? Yoona! Apa kau gila?” Hyukjae dan Sungmin terbelalak mendengar penjelasan dari Yoona, mereka langsung saling tatap berkali-kali karena tak habis pikir.

“ Sudahlah. Ini urusanku, kalian sampaikan saja pada Donghae. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku tidak bisa melarang AJ untuk menantang Donghae. Aku pikir dengan adanya pertarungan ini aku bisa memilih siapa yang terbaik. Hehe” jawab Yoona kikuk sambil menggaruk kepalanya.

“ Memang, sebenarnya kau kenal AJ darimana? Kami bingung.”

“ Kalian tidak perlu tahu.”gadis itu memilih untuk berlalu, menghindari pertanyaan yang terlarang untuk dijawab itu.

Bel tanda pulang sekolah berdering, semua siswa Cheongdam High School keluar dari kelas mereka.

Donghae keluar dari kelasnya dengan wajah muram, matanya terus memegangi tangan kirinya yang masih terkilir. Ia benar-benar kecewa karena keputusan Yoona yang disampaikan Hyukjae dan Sungmin padanya.

“ Donghae!”

Seseorang yeoja memanggilnya, Yoona.

“ Wae?” tanya namja itu datar.

“ Apa kau sudah tahu..”

“ Sudah.”namja itu memotong dengan cepat dan tetap datar.

“ Hmm.. sekarang, kau mau kemana?”

“ Latihan.”pertanyaan yeoja itu masih dijawab dengan datar, “…aku duluan.”ia pun berlalu dengan wajah dingin.

“ Hae!”

“ Apalagi??”

“ Mengapa kau begitu?”

“ Tanya dirimu sendiri. Sudahlah, jangan panggil aku lagi. Aku harus segera latihan, ini semua juga untukmu, Yoong.” Namja itupun berlalu dengan langkah cepat, membuat gadis itu tertunduk.

“ Hae hanya sedang emosi, jangan diambil hati.” Sungmin tiba-tiba muncul dan menepuk bahu Yoona.

“ Ne.. arasseo.”

“ Sudahlah, jangan murung.”

Yoona hanya mengangguk dengan pasrah sambil memainkan hamparan rumput yang ada didepannya.

“…kelihatannya kau benar-benar mencintai Donghae ya.”kata Gikwang sinis.

Yoona menoleh kearahnya, “ Entahlah, terkadang aku kesal padanya. Namun jika ia marah padaku, aku jadi tidak tenang.”

“ Biar saja ia serius dengan latihannya. Sepertinya ia memang harus berlatih keras, karena aku tak akan membiarkannya menang.”

“ Hmm, ne. Arasseo.”jawab Yoona dengan nada tidak enak perasaan.

“ Sepertinya hari ini juga aku akan latihan. Apa kau mau ikut?”

“ Jinjja? Aku boleh ikut? Apa tidak mengganggumu?”

“ Tentu tidak. Ayo.”namja berpenampilan bodoh itupun bangkit dari duduknya kemudian membantu Yoona berdiri.

 

Mungkin jika soal perhatian, Gikwang lebih peka daripada Donghae. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Yoona untuk membiarkan kedua namja itu bersaing demi dirinya.

 

“ Teman-temanku belum datang.” Gikwang mendapati tempat latihannya masih kosong.

Yoona menatap sekeliling, ternyata tempat latihan Gikwang alias AJ tidak begitu besar, namun cukup nyaman.

“…duduklah dulu, kita harus menunggu mereka, sepertinya mereka masih dijalan.” Gikwang mempersilahkan gadis itu duduk, kemudian ia berjalan menuju ruang ganti, melepas kacamata besarnya, merapikan rambutnya, dan mengganti seragamnya menjadi pakaian bebas, ia berubah menjadi AJ. Ketika Gikwang mengganti pakaiannya, Yoona baru benar-benar tahu siapa AJ sebenarnya lewat tato-tato yang ternyata banyak terlukis ditubuh Gikwang *author nganga ngebayangin Gikwang gak pake baju trus banyak tatonya, aigo pasti macho abis :O #ngiler #plak!*

“…mengapa menatapku seperti itu? Apa aku mengerikan?” Gikwang tertawa kecil melihat Yoona yang kebingungan melihat dirinya, ia pun duduk disamping gadis itu.

“ Ya, kau mengerikan sekali.”

“ Tapi kau tidak takut, kan?”

“ Tentu tidak.” Yoona tertawa kecil, “…aku tidak takut kalau mengingat sosokmu yang lain. Yang polos.”

Namja itu tersenyum, kemudian tiba-tiba meremas tangan Yoona dengan erat.

“ Kau lebih suka aku yang mana?”tanyanya.

“ Hmm.. yang asli.”jawab gadis itu cepat, “…mana mungkin aku menyukai Lee Gikwang yang bodoh itu.”

“ Apa kau tidak salah? Jika kau lebih menyukai AJ,berarti kau tidak akan marah kan jika aku memperlakukanmu seperti ini?” namja itu tiba-tiba menyentuh pipi Yoona, kemudian ibu jarinya mengelus pipi gadis itu dengan lembut.

Gadis itu hanya diam, tak dapat menolak pesona dari seorang AJ, sekalipun namja itu bukan kekasihnya yang berhak menyentuhnya.

“…Yoona, jawab dengan jujur. Apa kau menyukaiku?” tanya namja itu.

“ Aku..aku tidak tah..” belum selesai Yoona menjawab pertanyaan Gikwang, namja itu sudah membungkam bibirnya dengan ciuman yang diiringi desahan nafas mereka berdua. Sama seperti kejadian di lingkaran dance waktu itu, Yoona lagi-lagi tak dapat menolak. Bahkan ketika namja itu memperdalam ciumannya hingga menimbulkan suara kecupan yang cukup keras, gadis itu malah semakin menikmati ciuman itu bahkan membalasnya sesekali, hingga semakin lama ciuman itu semakin menggila.

*author panas dingin -,- Lanjutin ngga yah? -___-*

 

“ Hei, apa yang kalian lakukan?”

DJ Doojoon muncul diambang pintu dengan mata belo dan mulut menganga menyaksikan pemandangan yang ia temukan saat baru saja membuka pintu. Dongwoon dan Yoseob yang ada dibelakangnya ikut terhenyak melihat pemandangan itu.

Gikwang dan Yoona yang tersadar langsung melepaskan ciuman mereka.

“ Apa yang kita lakukan?” Yoona salah tingkah, ia segera berdiri, “…sebaiknya aku pulang saja, annyeong.” Ia pun berlari dengan terburu-buru bahkan sampai menabrak DJ Doojoon ketika sampai dipintu.

Gikwang terus menatap gadis itu hingga hilang dari pandangannya. Kemudian pandangannya beralih kearah namja yang berada diambang pintu itu.

“ Ganggu saja kalian!!!” bentaknya kesal.

Mereka hanya tertawa kemudian menepuk-nepuk bahu Gikwang.

“ Dasar gila kau. Haha, tapi mengapa tadi aku tidak memotretnya. Sayang sekali.” kata DJ Doojoon sambil menaruh tas dan memasang headphonenya..

“ Biar saja. Aku memang sudah gila karenanya.”

“ Kau benar-benar jatuh cinta padanya?” tanya Yoseob.

“ Tentu saja. Kalau tidak, untuk apa aku melakukan hal seperti itu?”

“ Tapi kan dia sudah punya pacar.”jawab Dongwoon.

“ Aku punya kesempatan untuk merebutnya. Aku menantang Donghae dance battle solo, makanya aku ingin latihan hari ini. Siapa yang menang, dialah yang akan menjadi kekasih Yoona.”

“ Jinjja?!” mereka terbelalak.

“ Ne, dan Yoona menyetujui pertarungan ini.”

“ Apa kau tidak takut? Tidak ingat dengan kejadian tahun lalu? Kau kalah dari Donghae. Kemarin kau menang karena kau mencium Yoona. Kau tidak mungkin melakukan hal yang sama kan?” ujar Yoseob serius.

“ Tenang saja. Kalian lupa? Tangan kiri Donghae sedang cedera, ia tidak mungkin bisa menari dengan baik.”jawab Gikwang enteng.

“ Tapi ia masih punya tangan kanan, kan?” sahut DJ Doojoon.

“ Maksudmu,hyung?”

“ Jika ia memang benar-benar mencintai Yoona. Bisa saja ia tetap ikut battle. Ia bukan dancer biasa, ia bisa melakukan banyak gerakan meski dengan satu tangan. Aku tahu siapa Donghae, selama kau berada di Daegu, namja itu mengalami banyak perkembangan.”

“ Lalu apa yang harus aku lakukan?” Gikwang jadi sedikit khawatir.

“ Patahkan tangan kanannya.”sahut Dongwoon datar.

Serentak Gikwang, Doojoon, dan Yoseob menoleh kearah namja yang mengucapkan ide gila barusan.

“ Aku setuju!” sahut Yoseob.

“ Sepertinya aku juga.” DJ Doojoon tertawa licik.

Gikwang seakan masih memproses ide tersebut dalam otaknya, hingga beberapa saat kemudian ia tersenyum.

 

*kyaa.. baby Kwangie, kok kamu jahat gitu sih T.T #salahluthor–‘*

 

4 hari kemudian … *mulai dari sini bener-bener author singkat biar gak kepanjangan^^*

 

Donghae meremas sprei putih tempat tidurnya dengan geram, terus memberontak dan berusaha bangkit, namun Hyukjae dan Sungmin terus memeganginya.

“ Ayolah! Aku sudah latihan berhari-hari, aku tidak mau gagal! Lepaskan aku!!!!” bentak namja itu kesal.

“ Andwae, Hae! Jangan paksakan dirimu untuk ikut dance battle. Kau tidak akan bisa apa-apa dengan keadaan seperti itu..” Sungmin menasihatinya dengan pelan.

Donghae terus menggeleng, “ Aku tidak mau AJ menang. Aku tidak mau kehilangan Yoona, apa kalian tidak mengerti!?”

“ Kami mengerti. Tapi kami tidak ingin kau kenapa-napa, keadaanmu sudah parah.”jelas Hyukjae.

“ Lalu bagaimana dengan Yoona!!??”

Sungmin dan Hyukjae menggeleng pelan, kemudian memandang Donghae prihatin. Namja yang seharusnya berada di Seoul Dance Club untuk mengalahkan AJ malam itu malah terbaring dirumah sakit akibat terserempet oleh seorang pengendara motor yang tak dikenal hingga tangan kanannya terluka. Dan kini namja itu hanya bisa menatap kedua tangannya yang sama-sama diperban, luka dikedua tangannya sudah dipastikan menjadi hambatan besar untuk namja itu mengikuti dance battle.

“ Aku akan beritahu Hyoyeon.” Hyukjae mengeluarkan ponselnya kemudian mengetik pesan singkat untuk yeojachingunya itu.

 

Hyoyeon masih mondar-mandir dipintu depan gedung dance ilegal tersebut sambil menatap jamnya. 10 menit lagi dance battle antara AJ dan Donghae dimulai namun Donghae belum datang sama sekali.

Hingga tak lama sebuah pesan masuk keponselnya.

“ Mwo?? Aish, bagaimana ini?” yeoja itu langsung panik setelah membaca pesan yang ia terima, dengan segera ia mengambil tasnya kemudian berjalan keluar dari gedung tersebut dan segera berangkat menuju rumah sakit dimana Donghae berada.

BRAK!!!

Karena tidak hati-hati, ia menabrak DJ Doojoon yang baru saja datang.

“ Hati-hati!” tegur DJ Doojoon, kemudian langsung berlalu.

“ Doojoon! Gawat! Donghae tidak bisa ikut battle!” Hyoyeon menahan langkah DJ Doojoon.

Namja itu salah tingkah, namun langsung berusaha memasang wajah terkejut, “ Jinjja? Wae?”

“ Kata Hyukjae, ia diserempet oleh motor. Sekarang ia dirumah sakit.”

Sebuah senyum tipis dan nyaris tidak terlihat terukir dibibir DJ Doojoon yang ternyata adalah pelaku yang mencelakai Donghae, namun namja itu berusaha menyembunyikan kesenangannya.

“ Ya sudah, lebih baik datangi saja dulu dia. Tanya benar-benar apakah ia bisa ikut battle atau tidak. Aku akan mengawasi batas waktunya disini. 10 menit lagi ia tidak datang. AJ menang.”kata namja itu.

“ Ck,” Hyoyeon mendesah panik, kemudian ia berlalu dan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.

Ketika Hyoyeon benar-benar pergi, DJ Doojoon langsung tertawa sinis.

“ Hahaha. Aku senang bisa membantu Gikwang.”katanya sambil tersenyum puas.

 

“ Masalahnya, aku tidak bisa melanggar peraturan yang aku buat sendiri di klub. Kau ingat kan kejadian tahun lalu? Ketika kau mengalahkan AJ, tangan dia juga sedang cedera dan tak ada toleransi untuknya, ia tetap dinyatakan kalah.”kata Hyoyeon sambil menatap Donghae prihatin.

“ Minggu lalu juga kami kalah. Dan minggu ini juga sudah dipastikan kalah. Apakah.. kami dikeluarkan dari klub? Sesuai peraturan yang menyatakan jika dua minggu berturut-turut kalah, maka akan dikeluarkan?” tanya Sungmin cemas.

Hyoyeon mengangguk lemas, “ Ne. Mianhae, lagi-lagi aku tidak bisa melanggar peraturan yang aku buat sendiri.”

“ Ne, gwenchana..” jawab Hyukjae, meski dengan nada kecewa.

Donghae semakin terpuruk, bukan soal keanggotaannya di klub yang tercabut, namun ia benar-benar memikirkan Yoona yang kini belum bisa ia relakan bersama AJ.

“ Hyoyeon, waktunya sudah tiba. Apa Donghae ikut dance battle?” terdengar suara DJ Doojoon dari ponsel Hyoyeon yang sengaja di-loud, Hyukjae dan Sungmin menatap Donghae yang hanya bisa terdiam dalam penyesalan. Sementara Hyoyeon merasa tidak tega mengatakan bahwa Donghae tak bisa mengikuti battle malam itu.

“…Hyoyeon, ottokhe? Baik AJ maupun Yoona, mereka menunggu Donghae.”suara DJ Doojoon terdengar lagi, kali ini sedikit keras karena suara penonton dance battle yang begitu ramai.

“ Donghae.. tidak bisa ikut.”jawab Hyoyeon gugup, dan ternyata tanpa basa-basi lagi DJ Doojoon langsung memutuskan sambungan teleponnya.

 

“ Jeongmal mianhae, Yoong. Aku tidak bisa memperjuangkanmu. Jeongmal mianhe..” desah Donghae pelan dengan nada menyesal.

———————————————————————–

 

Yoona berlari kecil menyusuri koridor rumah sakit sepulang sekolah siang itu, mencari ruang perawatan Donghae. Wajahnya terlihat cemas dan khawatir karena semalam ia tak sempat menjenguk namja itu.

KLEK

Gadis itu membuka pintunya dengan cepat setelah menemukan ruangan yang ia cari.

Matanya membesar ketika melihat Donghae baru saja bangkit dari tempat tidurnya.

“ Yoona?” ia terkejut melihat kedatangan Yoona yang tiba-tiba.

Gadis itu langsung berlari dan memeluknya sambil menangis sesenggukan.

“ Maafkan aku, Hae.. aku menyusahkanmu. Maafkan aku.. aku menyesal telah menyetujui dance battle itu.”tangisnya.

Donghae membalas pelukan Yoona kemudian mengelus rambut gadis itu dengan lembut.

“ Gwenchana.. aku yang minta maaf karena tidak hati-hati.”katanya.

“ Aku tetap merasa bersalah. Kau begini semua gara-gara aku.” Yoona semakin mengeraskan tangisannya.

“ Aniyo.. jangan menyalahkan dirimu, sayang.” Donghae mengeratkan pelukannya, “…bagaimana dengan AJ? Kau sudah resmi menjadi yeojachingunya, kan?”

Dan kali ini Yoona benar-benar menangis keras, tubuhnya bergetar ketika ia mengiyakan pertanyaan Donghae. Namja itu menghela nafas berat, berusaha membuang rasa ketidakrelaannya jauh-jauh, meski tidak kuasa karena ia masih mencintai Yoona entah sampai kapan.

Perlahan ia melepaskan pelukan mereka kemudian menatap Yoona dalam sambil memegang erat kedua bahu gadis itu.

“…aku janji akan berusaha memilikimu lagi.”katanya dengan senyum pasti, kemudian menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya.

Air mata gadis itu menetes lagi, kepalanya menggeleng tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Donghae.

“ Sudahlah, relakan yang sudah terjadi. Aku kan sudah janji akan berusaha merebutmu dari namja bodoh itu.”

“ Kau tahu?” Yoona terkejut.

Donghae tertawa kecil, “ Nde, Hyoyeon memberitahuku kemarin. Ternyata Gikwang adalah AJ. Betapa bodohnya aku tidak menaruh curiga kepada namja sialan itu. Aku pikir dia bukan siapa-siapa.”

“ Maaf karena aku tidak memberitahumu soal ini, aku sudah janji pada Gikwang untuk merahasiakannya.”

“ Nee.. gwenchana. Aku tahu, semenjak kehadiran namja bodoh itu, separuh hatimu pasti sudah ada padanya. Aku minta maaf karena sempat mengecewakanmu.”

Air mata Yoona kembali menitik, “ Maafkan aku juga, Hae..”

“ Sudahlah, jangan minta maaf terus. Aku bosan mendengarnya.”

Yoona tersenyum kecil. Kemudian ia menatap Donghae yang ternyata sedang mendekati wajahnya.

Bibir merekapun berpautan cukup lama diiringi dengan suara tangisan Yoona ketika Donghae mengucapkan kata ‘saranghae’ disela ciuman mereka, hingga mereka disadarkan oleh sebuah suara,

 

“…Yoona, kau terlalu lama.”

Gikwang muncul diambang pintu dengan wajah kesal, dan sepertinya menahan amarah ketika melihat pemandangan didepannya.

Namja dan yeoja itupun melepaskan ciuman mereka dan saling diam beberapa saat.

“ Maaf telah menyentuhnya.”ucap Donghae, “…kau tenang saja, aku tidak akan melakukan hal itu lagi padanya. Besok aku akan benar-benar membiarkan kalian menjalani hubungan seperti aku dan dia dulu. Besok, aku akan pindah ke Mokpo dan melanjutkan sekolah disana.”

Gikwang tersenyum puas, sementara Yoona benar-benar terkejut mendengarnya, ia langsung menatap Donghae dengan tatapan tak percaya, namun namja itu hanya tersenyum penuh misteri.

———————————————————————————————————————

 

 

Seoul Absence of comprehensive Art University, First Year

 

Gikwang dan Yoona berjalan beriringan memasuki kampus mereka. Hampir setahun menjalani hubungan, mereka kini mendaftar ke universitas yang sama setelah lulus dari Cheongdam High School. Gikwang telah mengembalikan jati dirinya sebagai seorang AJ yang tidak bodoh dan polos seperti topengnya di SMA dulu, ia kini menjadi namja yang membuat para yeoja iri dengan Yoona karena semua kelebihan yang dimilikinya.

Yoona, meskipun masih tak dapat menghapus bayangan Donghae dari benaknya, ia masih tetap menunggu dan percaya bahwa namja itu akan menepati janjinya untuk merebut ia kembali, meskipun kini ia sama sekali tidak merasa tertekan menjalani hubungan dengan Gikwang. Ia menunggu janji Donghae dengan mengisi hari-harinya sebagai dancer perempuan di Seoul Dance Club.

 

“ Chagiya.. aku kesana dulu, kau tunggu disini ya.” Gikwang berpamitan sebentar untuk menemui Dongwoon dan Yoseob yang baru saja datang.

Yoona mengangguk, kemudian membiarkan namjachingunya itu pergi.

Ketika gadis itu baru saja hendak mencari tempat duduk, tiba-tiba..

BRAK!!

Seorang namja yang sedang membawa banyak buku menabraknya hingga buku-buku tersebut berserakan dilantai kampus.

Yoona menatap namja itu aneh, karena penampilan namja tersebut mengingatkannya pada karakter Gikwang di SMA dulu. Dan otaknya mulai bekerja keras ketika ia menemukan banyak kemiripan diwajah namja itu dengan wajah seseorang yang sedang ia tunggu janjinya.

 

“ Permainan apa lagi ini? Apa Donghae benar-benar ingin menepati janjinya?” pikir Yoona heran bercampur penasaran, matanya tak berkedip menatap namja yang sedang sibuk mengumpulkan buku-bukunya itu.

Namja itupun meliriknya sesaat, kemudian mengerlingkan matanya sedikit sebagai isyarat, “ I will keep my promise..”

 

_THE END_

 

Kyaaa!!! Gaje sudah, gajeee.. tamat dengan gantung pula T.T

Keep RCL yah, kritik saran diterima dengan lapang bola. Eh, lapang dada^^v

Bye..bye :*

#PLAK!!

Advertisements

41 responses to “[FF_Don’t Touch My Girl_shoot2(END)]

  1. Menurutku ini gk happy end karna yoonhae blm bersatu
    Jadi tolong buat sequelnya ya author
    Ditunggu pokoknya 🙂
    Fighting!!

  2. haa, sedih bacanya, knp yoona harus suka sama gikwang! OwO
    harusnya setia sama donghae dong, kasian donghaeee T.T

    gak ada sequel ya thor? ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s