Uncontrol [Part 6]

Title :Uncontrol

Author : Inthahindah

Length : Series

Genre: Romance, Friendship, Life, Love Trik (?)

Rate : PG +16

Cast :

  • Yang Yoseob B2ST
  • Goo Hyemi (OC)
  • Lee Ji Eun / IU
  • Son Dongwoon B2ST
  • Son Naeun A-Pink
  • Kim Soohyun
  • Another B2ST member

Disclaimers :This story really mine!!! Adaptasi dari sebuah novel terjemahan khusus dewasa #judulnya dirahasiakan# yg jalan ceritanya diubah di sana-sini tanpa mengubah karakter..

Read first Part 1 , 2 , 3 , 4 , 5

Warning : In view times, An Italic are the flashback!!

*** Uncontrol ***

“Kau yakin tidak apa-apa?”

“Eo! Aku sudah menanyakannya pada Manager Hyung dan member lain. Mereka sama sekali tidak keberatan.” jawab Yoseob dari seberang telepon.

“Kkeunde…”

“Ayolah! Kau mau beralasan apalagi? Kau tidak ingin kesalahpahaman antara kau dan Naeun selesai? Ini bisa jadi momen yang tepat, Hye! A-Pink juga akan ada.”

Hyemi mendesah. “Aku tidak yakin Naeun akan mendengarku.” sahutnya lesu.

“Kau harus mencobanya. Lagipula, kau tidak ingin bertemu Dongwoon dan minta maaf padanya atas ucapan bodohmu?”

“Kau? Bagaimana kau tahu aku mengenal Dongwoon Oppa?” tanya Hyemi tercekat.

“Dongwoon Oppa? Kau memanggilnya Oppa?” ungkap Yoseob dengan nada yang sedikit aneh di telinga Hyemi.

“Gaereom! Dia kan lebih tua dariku.”

“Dan aku lebih tua darinya, Hye! Kenapa kau tidak memanggilku Oppa?” rutuk Yoseob.

Hyemi menahan tawanya. Yoseob cemburu? Suaranya terdengar begitu kesal. “Kenapa aku harus memanggilmu Oppa? Siapa kau?” goda Hyemi.

“Hye, kau tidak serius, kan?” Ada nada terkejut di sana.

Hyemi membekap mulutnya, mencegah tawanya meledak. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Hye, setelah malam itu, kau masih mau mengabaikanku? Setelah aku mengatakan betapa berartinya kau buatku? Setelah semua telepon dan sms yang kukirimkan untukmu? Setelah aku berkali-kali menciummu?”

Hyemi memerah mendengar kalimat terakhir itu. “Baiklah! Aku mengerti. Aku hanya butuh waktu untuk membiasakan diri memanggilmu begitu.”

“Kau.. Kau tadi hanya mengerjaiku, kan? Sebenarnya kau tahu jawabannya. Cihh! Kau ini. Baiklah, kami harus latihan untuk lagu baru kami. Lusa kujemput, eo?”

“Ne!”

“Sampai bertemu, chagiya…”

KLIK!!

Chagiya? Hyemi mengukir senyum kecil di bibirnya mengingat ucapan Yoseob.

“Kutebak! Kau berhasil menjeratnya!”

Hyemi mengerang kecil mendengar suara itu.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu? Kau sama sekali tidak sopan!” tukas Hyemi.

“YAA! Jaga bicaramu. Beraninya berbicara seperti itu pada orang tuamu sendiri.” bentak namja yang merupakan Appanya itu.

“Ayolah! Kita sudah membahas tentang kata orang tua itu berulang kali. Aku tidak mungkin terus mengulangnya setiap kali kau berucap, bukan?” sinis Hyemi.

Sang Ayah melangkah mendekat. Rahangnya mengeras mendengar penuturan sang anak. “Goo Hyemi! Sopan santunmu memang sudah menghilang kurasa.”

“Mungkin! Aku tidak ingat bagaimana harus bersikap sopan karena memang tak ada figur ayah yang mengajariku.” tekan Hyemi.

Ayahnya menggeram. Hyemi sadar artinya itu. Lagi, mereka akan beradu pendapat. Dan lagi, akan selalu berakhir dengan tamparan di pipinya jika sang Eomma tidak datang.

Tapi sepertinya kali ini hati sang ayah sedang berbunga. Ia menggeram. Ia marah. Tapi ia tak menggunakan tangannya untuk berkomunikasi dengan kekeraskepalaan Hyemi hari ini.

“Terserah kau! Yang jelas, aku senang kau berhasil membuat namja itu mengejarmu.”

“Apa?” tanya Hyemi. Ia mengerti, tapi ia ingin mendengar maksud itu dari mulut Appanya.

“Yang Yoseob. Itu darinya, kan? Bagus! Meski dia bukan pengusaha kaya, tapi aku yakin ia punya banyak uang. Yah, mengingat pamor boyband-nya yang kudengar sedang naik selama dua tahun terakhir. Apalagi dia vokalis utama. Dan sepertinya dia juga sering mengikuti reality show. Bayarannya tidak mungkin sedikit dengan seabrek aktivitas, bukan?” urai Appa Hyemi.

Hyemi melongo. Ia tahu jalan pikiran Appanya. Tapi ia mengetahui sampai sedetil itu tentang Yoseob?

“Appa, jangan harap dia yang akan jadi pasanganku nantinya.”

Appa Hyemi berbalik dan memandang Hyemi tajam. “Apa maksudmu?”

“Aku tidak akan menikah dengan orang yang Appa rekomendasikan, atau orang yang Appa harapkan. Jangan pernah berharap!” Dalam, dingin, dan begitu ketus.

“Goo Hyemi!”

“Aku hanya akan bahagia jika melihat Appa kecewa karena pilihanku!” tekan Hyemi lagi.

PLAAAKKKK!

Hyemi memegang pipinya yang telah berbekas akibat tangan sang ayah. Perih, tapi tak pernah seperih hatinya.

“SAMPAI KAPAN KAU BERSIKAP BODOH?” bentak Appanya.

“Sampai kau berhenti mengurus kehidupanku!” balas Hyemi.

PLAKK!

Tap! Tap! Tap!

Hyemi mendengarnya, langkah kaki itu. Tapi ia tak berusaha mencari tahunya. Ia lebih memilih membalas tatapan tajam sang ayah padanya. Dan ia merasa sangat yakin kali ini. Hyemi benar-benar membenci Appanya.

“Yeobo, geumanhae!”

Eomma Hyemi langsung berdiri di tengah Hyemi dan ayahnya. Ayah Hyemi sendiri bernafas naik turun akibat amarahnya yang tersulut. Ia masih memberikan tatapan mematikan pada Hyemi. Yang ditatap bahkan tak memancarkan rasa takut sama sekali.

Appa Hyemi berbalik dan segera melangkah keluar kamar dengan menahan amarahnya.

Eomma Hyemi menatap Hyemi sendu. “Hyemi-ah….”

“Hajima, Eomma! Jangan bela dia lagi. Jangan!” pinta Hyemi sambil berusaha keras menahan air matanya.

“Hyemi-ah…” Eomma Hyemi menyentuh pundak anak perempuannya itu lembut.

“Janngan lagi, Eomma! Aku tak lagi ingin mendengar pembelaan tentang sikapnya. Dia tidak bisa terus mendikteku menjadi bonekanya.”

Sang ibu tak bersuara. Ia menarik Hyemi kembali ke dekapannya, untuk ke sekian kalinya.

“Uljima!” Dan selalu, ucapan yang sama.

*****

“Mau apa kau di sini, Hye?”

…..

“Kali ini pacar siapa lagi yang akan kau rebut?”

……

“Belum puas dengan Soohyun Oppa? Atau kau sudah membuangnya, dan mencari mangsa baru di sini? Cihh! Tak kusangka kau begitu murahan, Hye.”

…..

“Apa? Kau mau mengelak? Hye, mengakulah! Kau memang yeoja seperti itu. Murahan, dan tak punya harga diri. Ah? Aku lupa. Harta lebih penting buatmu, bukan?”

Yoseob menghela nafas kesal mengingat kejadian itu. Merasa kalah. Harusnya dari awal mereka bertemu dia tahu yeoja itu bermasalah dengan kepribadiannya. Hanya karena terpesona akan kecantikannya, Yoseob sampai mengesampingkan firasat awalnya. Sampai akhirnya ia benar-benar melihat sendiri bagaimana yeoja yang diketahuinya bernama Hyemi itu bersikap. Dan malam ini ia harus menerima kenyataan lagi. Satu lagi kenyataan tentang keburukan Hyemi. Pertengkaran antarsahabat, karena namja. Parahnya, Hyemi tahu namja itu pacar sahabatnya. Dan yang mengejutkan, sahabat Hyemi adalah Naeun A-Pink, yang juga cukup dekat dengan Yoseob dan member B2ST lainnya. Pantas saja ketika bertemu pertama kali dengan Hyemi, Yoseob merasa sedikit aneh dengan tatapan tajam Naeun.

Yoseob membuang kaleng minumannya ke tong sampah terdekat. Tepat saat ia akan turun dari atap gedung tempat ia menyaksikan sendiri, ia menangkap sesosok siluet yeoja di arah yang berlawanan dengan Yoseob tadi. Yoseob urung turun. Kakinya justru melangkah mendekati siluet itu.

Hyemi!

Meski tak jelas, tapi hatinya langsung berseru menyuarakan nama itu. Yoseob sangat yakin itu Hyemi.

Dan Yoseob mendengarnya. Isakan itu. Ia terkejut. Yeoja itu bisa menangis?

“Hyemi-sshi….” ucap Yoseob hati-hati saat ia sudah dekat dengan Yoseob.

Punggung Hyemi menegang. Terkejut ada yang menemukannya di saat yang, ia yakin tidak ada seorang pun di sisinya. Hyemi berbalik tanpa ingat menghapus air matanya. “Kau!” pekiknya tertahan.

“Kau… Kau menangis?”

Hyemi sontak mengangkat tangannya. Sesegera mungkin diusapnya sisa-sisa air mata di wajahnya. “Terlihat seperti itu?” tanya Hyemi datar.

“Eo!”

Hyemi mendengus. Wajahnya yang awalnya terlihat sendu, kembali mengambil ekspresinya yang biasa, datar dan sombong. “Baguslah! Berarti aktingku berhasil.”

“Mwo?” Yoseob mengerutkan keningnya mendengar jawaban aneh itu. “Maksudmu, kau baru saja berpura-pura menangis?”

“Gaereom! Kau pikir aku serius? Ayolah, Yoseob-sshi. Kau juga pasti mengakui pesonaku, bukan? Mana mungkin yeoja berkelas seperti aku menangis. Cihh!” cibir Hyemi.

Yoseob mengerang. Lagi-lagi merasa kesal. Hatinya ternyata membenarkan alasan itu. Mana mungkin yeoja itu bisa menangis.

“Hyung! Apa yang kau pikirkan?”

“Eo, Dongwoon-ah. Aniyo! Amugotdo aniyeyo!” elak Yoseob.

“Kau yakin?” tanya Dongwoon lagi mencoba memastikan.

“Eo! Kau sudah selesai merekam bagianmu?”

“Sudah! Sekarang sedang giliran Gikwang Hyung.” jawab Dongwoon. Ia beranjak meninggalkan Yoseob sambil menepuk pundak Yoseob. Yoseob hanya memberikan senyuman tipis.

Junhyung mengambil posisi di samping Yoseob setelah kepergian Dongwoon. Tak lama Doojoon ikut menyusulnya dengan berdiri di depan mereka.

“Waeyo?” tanya Yoseob. Pertanyaan itu terlontar melihat kelakuan dua manusia di depannya yang memandanginya tajam.

“Kau mungkin bisa mengelak pada Dongwoon. Tapi tak’kan mempan pada kami. Katakan ada apa!” paksa Doojoon.

Yoseob menghela nafas. Ia memang tak pernah bisa bersembunyi jika di depan Doojoon atau Junhyung. Akhirnya ia mulai menumpahkan apa yang dipikirkannya. Beberapa potongan kejadian masa lalu yang masih menguasai kepalanya.

PLETAKK!

“Neo jinjja paboo namja, Yang Yoseob!” maki Doojoon, yang hanya disambut tawa kecil oleh Junhyung.

“Ah, wae?” Kenapa memukulku? Sakit, bodoh!” balas Yoseob geram.

“Harusnya kau bahas dengan magnae itu! Dia yang paling tahu bagaimana Hyemi. Kenapa tadi kau tidak jujur saja pada Dongwoon?” sahut Junhyung.

“Mwo?” tanya Yoseob bingung.

“Yaa! Kau ketularan lemotnya Hyunseung? Kau ingat, kan? Dongwoon tumbuh bersama Hyemi. Harusnya tadi kau jujur. Tanyakan saja padanya.” sambung Doojoon.

Yoseob menghembuskan nafas berat. “Andwaeyo! Justru karena dia tumbuh dengan Hyemi, aku tidak bisa menanyakannya.”

“Wae?”

“Karena dia pasti membela Hyemi yang adalah sahabatnya. Aku juga tidak mungkin membahas itu dengan Naeun. Hyemi akan menjadi pihak yang tersudut jika itu kulakukan.”

Junhyung menepuk-nepuk pundak Yoseob. “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

Yoseob mengendikkan bahunya. “Molla! Mungkin aku akan menanyakannya langsung pada Hyemi?” tanyanya meminta pendapat.

“Bodoh! Sudah pasti dia akan membela dirinya. Mana ada maling yang mau mengaku.” bentak Doojoon.

Yoseob mendengus. Memaki Doojoon yang terus-menerus mengatainya bodoh di dalam hatinya saja.

“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Yoseob.

Mereka diam. Masing-masing mereka sibuk dengan pikiran dan ide sendiri yang dirasa paling tepat.

“Kurasa memang satu-satunya cara terbaik adalah langsung bertanya pada Hyemi.” ucap Junhyung akhirnya.

*****

“Oppa!”

Yoseob berbalik mendengar namanya diteriakkan seseorang. Dan ia mengurai senyum saat mengetahui siapa yang memanggilnya. “Eo, Naeun-ah. Wae gaereu?”

Naeun semakin mendekat, membuat Yoseob menyadari ekspresi yeoja itu.

“Oppa, yang kudengar bohong, kan? Kau tidak mungkin dengan yeoja itu, kan?” berondong Naeun.

Yoseob mengernyit. “Mwosun niriya, Naeun-ah?”

“Goo Hyemi! Kau tidak ada apa-apa dengannya, kan, Oppa? Itu hanya gossip murahan antarmember B2ST, kan?” desak Naeun.

“Aniyo!” jawab Yoseob mantap.

Naeun tertegun. “Oppa…”

Yoseob mengelus puncak kepala Naeun lembut. “Mianhe, Naeun-ah! Tapi itu memang benar. Dan dia tidak seburuk yang kukira dulu.”

“Oppa, kau belum tahu dia yang sebenarnya! Kau harusnya tanyakan dulu padaku. Atau Dongwoon Oppa! Dia juga mengenal Hyemi.” cerocosnya.

Yoseob tersenyum kecil. “Sudah! Aku sudah membahasnya dengan Dongwoon. Tapi aku sudah bulat. Mianhe, kalau keputusanku menyakitimu.”

Sekali lagi ia mengelus kepala Naeun penuh kasih. Kemudian dilangkahkannya kakinya pergi dari pandangan Naeun tanpa berbalik lagi saat Naeun masih memanggilnya.

*****

“Kau jahat!”

Dongwoon mengernyit. “Mwo?”

“Oppa! Kenapa kau biarkan Yoseob Oppa bersama Hyemi? Kau jahat! Kau bodoh! Aku benci padamu.” amuknya.

Dongwoon membuang muka. Kini ia mengerti kenapa yeoja ini langsung heboh saat menemukannya.

“Apa salahnya?” tanya Dongwoon pelan.

Naeun membelalakkan matanya. “Oppa! Kau tahu bagaimana Hyemi, kan? Kenapa kau tega melakukannya? Bagaimana jika Hyemi menyakiti Yoseob Oppa?”

“Naeun-ah, geumanhae! Hyemi tidak seburuk itu. Hanya karena dulu dia menjahatimu, bukan berarti dia juga akan melakukan hal jahat pada Yoseob hyung.”

“Oppa, wae irae? Dari dulu, Oppa! Dari dulu kau selalu membela Hyemi jika kami berselisih paham. Bahkan setelah dia juga menjatuhkanmu dulu, kau masih membelanya! Kau menyukainya?”

Dongwoon gerah. Amarahnya sedikit terpancing mendengar ungkapan Naeun. “Kenapa semua orang selalu mengira aku memiliki perasaan pada Hyemi? Sebelumnya para hyungku. Sekarang kau! Aisshh, jinjja!” maki Dongwoon.

Naeun memundurkan dirinya sedikit melihat kekesalan Dongwoon. “Oppa…”

Sadar Naeun merasa takut, Dongwoon kembali melunak. Ditatapnya Naeun intens. “Naeun-ah, amugotdo aniyeyo! Dari dulu hingga sekarang, tidak pernah berubah. Kau, Hyemi, kalian berdua adalah adikku yang kusayang. Tidak ada yang diistimewakan. Kalau memang aku terkesan lebih membelanya, kau harusnya juga mengerti. Hyemi tidak memperoleh kasih sayang seperti yang kita dapat dari kedua orang tua kita. Pribadinya terbentuk karena kekerasan ayahnya. Dan harusnya kau yang lebih mengerti dia daripada aku.” ungkap Dongwoon.

Naeun menundukkan kepalanya. “Oppa….”

Dongwoon melangkah mendekati yeoja itu. Disentuhnya pundak Naeun pelan. “Gwaenchanha! Oppa tidak menyalahkanmu. Kau hanya harus mereka ulang semuanya, dan menatapnya dari sisi yang berbeda. Arra?”

** To be Continue **

Annyeooooooooooooooong!!!!
Mianhe, readersnim!!
Ini dipost lebih lama karena satu dan lain hal *alasan*
Semoga masih ada yang baca yaq….
DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!!!
Kamsahamnida, readersnim…

31 responses to “Uncontrol [Part 6]

  1. Naeun kok segitunya sih padahal kan dia belum denger penjelasan dari hyemi kenapa dia selalu menyalahkan hyemi 😦 kasian hyemi semoga ketika sama yoseob kehidupan dia akan lebih menyenangkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s