[Freelance] unforgettable marriage 9/9

Cast :
Kyuhyun Suju
Kang Hyunmi
Donghae Suju
And other cast
Tittle: unforgettable marriage part 9 end
Genre : romance
Author: Nunuy Neomu Yeoppo

AUTHOR
“ Sebenarnya….kami berdua ingin bercerai.” Ucap Kyuhyun ragu di hadapan appa.
“ Mwo…???”
“ Ne~…kami berdua ingin bercerai.”
“ Apa tak bisa di pertimbangkan lagi ?.”
“ Kami berdua sudah tak ada kecocokan.”
Kyuhyun dan appa saling debat tentang perceraian kami. Aku sendiri hanya bisa menunduk dihadapan kedua orang itu.
“ Kalau itu adalah keputusan kalian berdua, aku tak bisa melarangnya. Mungkin sudah tidak ada kecocokan antara kalian berdua.” Kata appa menyudahi pembicaraan, ia kemudian bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan kami berdua.
Di rumah eomma dan appa juga begitu, awalnya mereka berdua kaget, tapi akhirnya sama seperti appa mertuaku, mereka juga setuju. Mulai saat itu aku juga tinggal bersama orang tuaku.
…….
Hari terakhir pernikahan kami, itu berarti empat bulan sudah aku tinggal bersama Kyuhyun dan appa. Besok aku dan dia akan segera mengurus surat perceraian.
“ Aku akan segera mengangkut barang-barangku.” Ucapku pada Kyuhyun saat kami bertemu di sekolah.
“ Ne~…tapi sebaiknya malam hari saja, agar tak di lihat tetangga.”
“ Baiklah.”
Malam harinya……
Aku mendatangi rumah Kyuhyun untuk mengambil barang-barangku. Appa mertuaku sedang duduk di ruang tamu dengan secangkir minuman di hadapannya. Ia menatap kosong kedatanganku. Aku segera menghampirinya.
“ Appa….aku kemari ingin mengambil barang-barangku.” Ucapku riang, seolah-olah aku bahagia sekali. Padahal aku juga merasakan apa yang tengah appa rasakan. Aaku juga sedih sepertinya. Perlahan appa memelukku. Entah kenapa aku tak bisa menahan airmataku karena itu.
“ Appa akan sangat merindukanmu.”
“ Ne…aku juga akan sangat merindukan appa.”
“ Walau kau dan Kyuhyun berpisah nantinya, aku masih bersedia kau panggil appa.”
“ Ne~…appa, kau masih appa’ku.”
“ Aku harus segera ke kamar appa.” Kataku sambil melepas pelukannya.
Aku pun pergi menuju kamar, saat aku ingin membuka pintunya, dari dalam Kyuhyun juga membuka pintu kamar itu. Buru-buru kuhapus airmataku dengan tangan. Sekilas ia menatap ke arahku.
“ Gwaenchana ?.” tanyanya datar.
“ Ne….aku akan segera mengambil barang-barangku.”
Tanpa memperhatikannya lebih lama lagi, aku segera masuk ke dalam kamar.
Saat masuk dalam kamar itu aku langsung tercekat. Inilah kamar yang ku tempati bersama Kyuhyun selama empat bulan. Keadaannya masih sama, tak ada yang berubah. Aku pasti akan merindukan kamar ini nantinya.
Satu persatu barang di tempat itu ku amati. Kaset video game itu masih ada, selimut dan bantal yang biasa kupakai untuk tidur. Dua orang bodoh itu, Popeye dan Olive Dan di pojokan sepatuku yang hak’nya patah masih duduk dengan rapi. Semua itu….menyimpan banyak kenangan untukku.
Perlahan airmataku tumpah begitu saja, ternyata empat bulan bukanlah waktu yang lama. Bahkan terlalu singkat. Baiklah….lupakan semua ini, sebentar lagi ujian akhir. Aku hanya harus fokus pada hal itu, perceraian ini bukanlah apa-apa. Aku juga harus pikirkan ujian masuk universitas.
Aku pun segera mengambil koper besarku dan memasukkan semua pakaianku ke dalamnya.
Setelah semua selesai.
“ Hah~…aku menyerah. Aku memang tak bisa terima ini dengan mudah.” Gumamku dalam hati.
Akupun menghampiri ranjang Kyuhyun dan berbaring di sana. Kupandangi langit-langit kamar sambil menerawang mengingat apa saja hal-hal yang benar-benar berkesan selama pernikahan kami.
“ Aku bahkan tak bisa menjaga gelang pemberiannya.” Ucapku di sela-sela isakan.
“ Lihatlah Popeye berlari….”
“ Olive dalam bahaya….”
“ Popeye…selamatkan aku.”
“ Popeye hampiri Brutus untuk lepaskan kekasihnya….”
“ Brukk…..Brukkk….Brutus memukulnya.”
“ Pow…..Poe….Pow….Poe….sekaleng bayam telah ditelan….”
“ Sekali pukulan balasan Popeye, Brutus terkalahkan.”
“ Yipeeye…..Popeye…saranghae.”
Aku menyanyikan lagu yang dulu pernah Kyuhyun nyanyikan untukku. Berulang-ulang kali.
“ Aku memang mencintai Popeye….”
…….
“ Aku pamit appa.” Ucapku pada appa yang masih duduk di tempatnya.
“ Ne~….jaga dirimu baik-baik Hyunmi.”
Perlahan kuseret koper besarku keluar dari rumah itu.
*****
Kyuhyun POV
Sesuai perjanjian tadi siang, aku ingin jalan-jalan bersama Seohyun. Mungkin aku ingin memulai kembali apa yang dulu pernah terhenti bersamanya.
Saat aku ingin keluar kamar, dari arah luar rupanya seseorang juga membuka pintu kamar. Hyunmi, dia terlihat seperti sedang menangis. Namun ia segera menghapus airmata itu.
“ Gwaenchana ?.” tanyaku padanya.
“ Ne, aku akan segera mengambil barang-barangku.”
Setelah ia masuk kamar, aku segera pergi meninggalkannya. Di ruang tamu, kulihat appa sedang duduk. Setelah melihat kedatanganku ia hanya menatapku tanpa ekspresi.
“ Kau baik-baik saja ?.” tanyaku padanya.
“ Harusnya aku yang tanya begitu padamu Kyu.” Ucapnya berat.
“ Aku baik-baik saja.”
“ Kuharap kau tidak menyesal Kyu. Sebaiknya kau hentikan semua ini sebelum kau menyesal.”
“appa Bicara apa kau?.”
“ Ah~….sudalah pergilah.” Kata appa sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
……
Di taman hiburan….
“ Kukira kau takkan datang Kyu.” Sapa Seohyun sambil tersenyum menyambut kedatanganku.
“ Aku pasti datang.” Ucapku sambil menatap wajah Seohyun, aku ingin mencari daya tarik yang dulu pernah kutemukan dari wajahnya, mungkin agar aku bisa mencintainya lagi.
Namun entah kenapa wajah yang kini ada dihadapanku adalah wajah Hyunmi. Senyumnya, pipinya, bibirnya. Semuanya….hanyalah Hyunmi.
“ Hyunmi kau…..” ucapanku terputus karena kekagetan Seohyun.
“ Hah~….apa kau bilang ?. Hyunmi ?.”
“ Ngggg….maafkan aku Seohyun.”
“ Sudahlah, lupakan. Sekarang aku mau main. Kau mau temani aku kan ?.”
“ Main apa ?.”
“ Itu….” Kata Seohyun sambil menunjuk Kincir angin yang ada di tempat itu.
“ Kau yakin ?.”
“ Ne…aku yakin.”
“ Kajja….” Kataku yang langsung menarik tangannya.
…….
“ Bagaimana Hyunmi, kau sudah puas ?.”
“ Kyuhyun…apa yang kau katakan ?. aku Seohyun, bukan Hyunmi.”
“ A….aku…”
“ Jangan bilang kau mau minta maaf lagi. Saat ini dalam pikiranmu hanya ada Hyunmi saja.”
“ Kau bilang besok kalian akan bercerai. Karena itu aku sangat senang. Aku masih mengharapkan kau dan aku masih bisa bersama, dan malam ini. Aku pikir malam ini adalah awal yang baru untuk kita berdua dan membuatnya benar-benar berkesan. Tapi ternyata aku salah, kau memang tak bisa melupakannya.”
“ Aku benar-benar minta maaf Seohyun.”
Aku kembali menatap wajah Seohyun yang mulai sedih, ia juga telah menumpahkan airmatanya.
“ Seohyun…sebenarnya aku ingin semuanya kembali seperti dulu. Kau dan aku. Namun itu sudah tidak bisa lagi, kenyataannya sekarang hati dan pikiranku telah ada di tempat lain.”
Seohyun terus terisak menatap wajahku.
“ Aku sudah mencobanya. Tapi aku benar-benar tak bisa Seohyun.”
“ Sekarang pergilah Kyu. Aku juga tak bisa berbuat apa-apa lagi.” Ucap seohyun berat, terlihat ia menghela napas dengan terpaksa. Maafkan aku Seohyun, aku tidak bisa mencintaimu lagi.
“ Gamsahamnida Seohyun.”
Perlahan kulangkahkan kaki berbalik menjauhi Seohyun yang terus menangis, namun kali ini aku tak berhak untuk menghapus airmatanya.
Dengan sekuat tenaga aku segera berlari agar aku cepat pulang ke rumah. Kuharap Hyunmi belum meninggalkan rumah.
“ Hyunmi….Hyunmi~ah….” Teriakku ketika aku tiba di rumah.
“ Heh~ kenapa kau Kyu ?.” Kata appa yang menyambutku dengan pertanyaan bingungnya.
“ Hyunmi ?. dimana dia appa ?.”
“ Dia sudah pergi sekitar setengah jam yang lalu.”
“ Mwo ?.”
“ Ne~…dengan membawa koper-kopernya.”
“ Kenapa Kyu ?. ada yang salah denganmu ?.”
“ Sekarang kejarlah dia. Kalau perlu jemput dia ke rumah orang tuanya.”
Aku tersenyum menatap appa, ia juga membalas senyumanku.
“ Hwaiting Kyuhyun.”
…….
Sebisa mungkin aku mengatur napasku ketika aku tiba di tempat itu, aku harus bisa bersikap tenang.
“ Tok…tokk…tooookkk.” Aku mengetuk pintu rumah itu dengan ragu setelah sebelumnya menarik napas beberapa kali.
“ Krekkk….” Seseorang membuka pintu. Aku pun mundur beberapa langkah.
“ Kyuhyun….ada apa ?.” ternyata appa mertuaku yang membukakan pintu untukku.
“ Maaf appa….apa Hyunmi ada di sini ?.”
“ Aniyo~…memangnya dia tak ke rumahmu ?.”
“ Dia tadi memang ke rumah.”
“ Hyunmi belum pulang hingga sekarang.”
“ Jadi….. Hyunmi tidak ada disini ?”
“ Lalu kemana dia ?.” appa mertuaku sekarang terlihat cemas.
“ Tenang appa. Aku akan mencarinya.”
Aku segera berpamitan padanya dan pergi meninggalkan rumah Hyunmi.
……..
“ Dimana kau Kang Hyunmi ?.”
“ Kenapa kau begitu menyusahkan ?.”
Aku benar-benar kepayahan setelah lama mencari Hyunmi di tempat-tempat yang mungkin ia datangi.
“ Kang Hyunmi, berhentilah membuatku cemas.”
Di tengah keputus asaan itu, aku melihat seorang yeoja sedang duduk di ayunan sebuah taman yang tak jauh dari rumah Hyunmi. Di sampingnya ada sebuah koper besar, di sebelah ayunan itu ada sebuah ayunan lagi. Boneka Popeye yang juga duduk di ayunan itu.
Perlahan kuhampiri yeoja itu. Rupanya ia sedang menangis, terdengar dari isakan-isakan kecilnya.
“ Untuk apa kau menangis ?.” tanyaku padanya.
“ Bukan urusanmu.” Jawab yeoja itu ketus di sela isakannya.
“ Jika kau menangis karena seorang namja, kau itu pabo.”
“ Aku tidak pabo hanya karena menangisi seorang namja.”
“ Lalu kenapa kau menangis sekarang ?.”
“ Berhentilah bertanya karena ini sama sekali bukan urusanmu.” Kali ini Hyunmi bangkit dan menoleh padaku.
“ Kau ….?.” Hyunmi terlihat kaget melihat kehadiranku. Ia pun langsung menghapus airmatanya.
“ Kenapa kau kaget ?.” tanyaku sambil tersenyum evil.
“ Mau apa kau kemari ?.”
“ Pabo~…kau pikir aku mau apa ?. melihatmu menangis ?, begitu ?.”
“ Lalu….?.”
“ Heh~…kau menculik Popeye’ku.” Kataku sambil melirik boneka Popeye yang masih duduk di ayunan.
“ Mwo ?. jadi tadi aku membawa Popeye ? bukan Olive ?.” saat itu juga ia menghampiri dan mengamati boneka Popeye, entah dia benar-benar bodoh atau hanya sengaja bertindak bodoh untuk menghindariku.
“ Kembalikan Popeye’ku.”
“ Lalu Olive’ku ?.”
“ Kau bisa mengambilnya di rumah.”
“ Yay~…mana mungkin aku kembali ke rumahmu ?.”
Perlahan aku menghampiri Hyunmi dan meraih tangannya. Kurasakan tangan itu benar-benar dingin, mungkin karena udara malam yang saat itu juga lumayan dingin.
“ Pulanglah bersamaku. jangan biarkan Olive kesepian di sana..”
“ Maksudmu ?.” Hyunmi mulai menatap mataku.
“ Tetaplah menjadi istriku.”
“ Tapi Kyu…perjanjian itu….”
“ Lupakan perjanjian itu, dan kita mulai dari awal lagi.”
Aku pun mengambil sesuatu dari saku celanaku, gelang yang waktu itu tak sengaja kutemukan pada saat pesta topeng. Kupasangkan gelang itu kembali ke tangannya.
“ Kyu…bagaimana ini ada di tanganmu ?.”
“ Apa kau merasa telah menghilangkannya ?.”
“ Tapi….bagaiman kau tahu kalau gelang ini menghilang ?.”
“ Orang yang waktu itu menciumku di pesta topeng adalah kau.”
“ Jadi….”
“ Aku takkan membunuhmu.”
Saat itu juga Hyunmi memelukku erat, akupun membalas pelukan itu.
“ Ayo kita pulang…” ajakku pada Hyunmi sambil menarik koper miliknya. Ia sendiri sedang menggendong boneka Popeye’ku.
“ Lalu nanti apa alasanku pada eomma dan appa ?.”
“ Waktu itu kan semua orang mengira kau hamil, bilang saja begitu lagi.” Jawabku enteng.
“ Yay~…mana bisa.”
“ Atau kita bisa membuat dirimu jadi hamil betulan ?.”
“ Andwaeeeeeee……..aku belum mau jadi ibu.”
“ Semua bisa terjadi sekarang.”
THE END
Yuhuiiiii…………akhirnya selesai juga ff’ku ini. Makasih banget bagi yang udah mau baca unforgetable marriage ini. Aku tunggu komenannya loh.
Gamsahamnida

Advertisements

68 responses to “[Freelance] unforgettable marriage 9/9

  1. sukaaa, suka banget sama ceritanya…
    sampe promosi ke temen hehehe 😀 *serius*
    good job, thor… next storynya ditunggu 🙂

  2. Waah Ternyata ff ini di post ulang ya… Aku dh baca sampe end…ceritan bgs bgt n ada happy ending. Dibuatin sequel yayayay…dtunggu ya thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s