Wait Me in Heaven

Author: Choi Jinhya a.k.a Thya

Main Cast: –    Lee Jieun (IU)

–          Choi Minho

Support Cast: SHINee, Krystal Jung

Genre: Romance, Angst

Length: Oneshot

Rating: PG-15

Copyright 2012, choi_jinhya

Jieun POV

Saat ini di Yonsei University sedang keranjingan band. Belum bisa di bilang gahol jika tidak tahu-menahu soal band. Bagi para namja, mereka kebanyakan membentuk sebuah band dan mempertunjukan eksistensinya di depan orang banyak. Sedangkan para yeojanya berlomba-lomba untuk mencuri perhatian para member band yang terkenal di kampus ini.

SHINee, salah satu band yang menjadi pusat perhatian di kampus ini. Membernya terdiri dari 5 namja tampan yang hanya bisa membanggakan harta orangtuanya. Cih, bahkan mereka terlihat sombong dan menurutku sangat norak. Lee Jinki, member tertua dan terkaya sekaligus leader dari SHINee. Paras mukanya yang menarik dan suara yang khas sangat memukau perhatian para yeoja (itu menurut orang banyak, tidak denganku!). dia menempati posisi vokal, orang-orang mengenalnya dengan sosok yang cute karena mukanya yang terlihat chubby dan polos seperti bayi(?), namun dia sangat sangtae dan itu terkesan sangat aneh.

Kim Jonghyun, member kedua menempati posisi bassis. Dia memang mahir dalam memaikan bass juga kaya namun dia terkenal playboy kelas kakap yang hanya bisa mempermainkan hati yeoja seenak jidat. Tingkahnya bahkan sangat annoying! Sok keren dengan tingginya yang pas-pasan.

Lalu Kim Kibum atau sering disebut Key. Posisi pada keyboard, member paling fashionista diantara member yang lainnya. Dia paling aneh, bayangkan saja setiap hari dia mengubah gaya dan warna rambutnya, tsk. Bahkan dengan rambutnya yang blonde bagaikan bule palsu ditambah pakaian mencolok berwarna pink serta skinny jins membuatnya sangat norak. Tapi anehnya kenapa banyak sekali yang mengejarnya. Dan dengan pedenya dia merespon itu banyak dengan melakukan weird seperti memberikan kiss bye atau melakukan wink kepada orang banyak, aigoo.. benar-benar cari sensasi.

Selanjutnya Lee Taemin pada posisi gitaris. Dia adalah adik dari sang leader. Orang kampus bilang bahwa dia memiliki paras innocent dan cantik(?). tapi siapa sangka ketika berada diatas panggung dia beruabah menjadi liar. Yah, mungkin diantara ke 5 nya dialah yang lebih naik. Dia tidak terlalu sombong dan lumayan terkenal di bidang akademik. Setidakknya itu memberi image agak sedikit bagus untuk prestasinya.

Dan yang terakhir yang paling angkuh, dingin, sok tampan, suka meremehkan orang lain, selalu ingin menang alias paling egois, menyebalkan, bahkan untuk mengumbar senyum pun jarang sekali. Ya, dia adalah Choi Minho sang drummer SHINee band. Aku heran kenapa para yeoja-yeoja begitu menyukainya. Bahkan terakhir kudengar kabar bahwa ada seorang yeoja yang menyatakan cinta padanya tetapi ditolak mentah-mentah dan dipermalukan didepan orang banyak. Betapa bodohnya para yeoja yang menyukainya, sikapnya senaknya jidat hanya karena dia anak pemilik yayasan universitas ini. Dia sering membolos, mencari gara-gara dan membully mahasiswa yang lemah.

Yeah, itulah kelima namja yang paling di segani oleh penghuni Yonsei University. Sedangkan aku? Aku Lee Jieun, seorang yeoja biasa yang mendapatkan beasiswa karena prestasiku dan diterima di Universitas favorit Korea Selatan ini. Kata orang-orang aku ini sangat beruntung bisa masuk Universitas ini, tapi tidak denganku. WTH! Aku muak dengan semua yang ada di kampus ini yang berisikan orang-orang kaya yang sombong dan hanya mengandalkan uang untuk mendapatkan gelar mereka. Yang mereka bicarakan setiap hari hanyalah fashion, shopping, jalan-jalan ke luar negeri, memamerkan barang-barang, berfoya-foya etc. Hanya satu alasan yang membuatku bertahan, umma! ya, umma memang hanya seorang penjaga kantin di kampusku. Dia ingin melihatku sukses dan tentu saja dengan pendidikan gratis ini. Aku hanya tinggal dengan umma, sedangkan appa sudah meninggal. Jadi aku harus membuat umma bangga, dan aku ingin sekali untuk membahagaiakan umma untuk merubah nasib ini meskipun sebenarnya aku tak sudi bersekolah di tempat ini.

****

“jieun-ah, ireona chagiya” suara lembut umma terdengar ketika membangunkanku.

“hoaaaam..” aku pun bangun sambil mengucek-ngucek mataku yang masih mengantuk, umma hanya mengelengkan kepalanya ketika melihat ekspresiku ini.

“sudah cepat sana mandi dulu, umma sudah membuatkan sarapan untukmu” seru umma seraya membelai rambutku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu aku beranjak dari kasur untuk menuju kamar mandi.

Setelah selesai mandi, aku menuju meja makan. Disana sudah ada 1 piring nasi goreng yang dibuat oleh umma. Lalu aku duduk dan memakannya nasi goreng itu. Ku lirikan pandangan kearah kiri dan kanan. Hmm, sepertinya umma sudah pergi untuk berjualan di kampus. Umma memang selalu lebih pagi ke kampus, dia akan mempersiapkan jualannya sebelum mahasiwa datang. Dan karena jadwal kelasku jam sembilan, sehingga aku dan umma tidak berangkat bersama.

Sepuluh menit pun berlalu, aku sudah selesai sarapan dan saatnya untuk pergi ke kampus. Ku kenakan tas slempang yang sudah aku pakai sejak SMA dulu. Lalu aku menaiki sepeda bekas peninggalan appaku. Yeah, hanya ini yang aku punya. Aku tak mau menghamburkan uang untuk ongkos ke kampus, karena masih ada kendaraan yang ku punya yaitu sepeda tua yang bahkan sudah karatan, bel-nya pun tak berfungsi lagi, begitu pula dengan rem-nya yang sudah putus . Tapi aku tetap percaya diri untuk memakainya ke kampus, karena beginilah adanya.

Ku kayuh sepedaku yang sudah menjadi temanku sehari-hari menelusuri jalanan seoul, sambil menghirup udara segar sesekali aku bersenandung kecil menikmati indahnya pagi ini.

“annyeong…..”  Sesekali aku memberikan senyum sapa kepada orang yang berlalu lalang.

Tak sampai dari seperempat jam aku hampir sampai menuju kampus, yeah itu karena jarak antara rumah dan kampusku tidak terlalu jauh. Aku mengayuh cepat untuk sampai di gerbang dengan semangat, namun tanpa diduga ada seorang namja tepat di depanku sedang melangkah gontai dengan headphone yang menempel ditelinganya, aku kaget karena jarakku dengannya kini semakin dekat. Oh gad!

“YA! Awaaaaaaaaaaass..” teriakku mencoba menyuruhnya untuk menyisi namun sepertinya sia-sia karena dia tetap asik karena musik yang mungkin sedang melantun dari headphonenya. Lalu kuinjak ban depan sepedaku dengan kaki guna mengeremnya agar sesuatu yang kubayangkan takan pernah terjadi. Tapi sayangnya jarak antara aku dan namja itu sudah semakin dekat, dan dekat. Finally, terjadilaahh…..

BRUUUUKK! dengan sukses aku jatuh terpental dari sepeda begitupila dengan namja itu yang kaget juga ikut tersungur.

“aaaauw…” ringisku kesakitan. Aku menyentuh dahiku yang serasa perih mengeluarkan cairan amis lalu ketika kulihat.. “daraaah?!” dan semuanya gelap~

****

Author POV

“gwaenchana??” tanya Minho pada Jieun yang baru sadar dari pingsannya. Jieun mendelik heran, matanya mengitari ruangan yang tampak asing untuknya.

“kau sedang berada di ruang kesehatan kampus, gwaenchaneyo?” tanya lagi Minho dengan raut yang sedikit khawatir. Jieun pun akhirnya sadar dan mengingat kejadian yang tadi dialaminya. Ya, dia tadi menabrak seorang namja yang tak lain adalah Minho, Choi Minho seseorang yang sangat berpengaruh di kampus ini, yang paling tak disukai oleh jieun.

“ah ne, gwaen-chana.. Go-gomawo” ucap jieun terbata, minho hanya membalas dengan senyuman.

“sebaiknya kau istirahat disini dulu. Aku sudah bilang pada dosen kelasmu untuk meminta ijin karena kau sakit. Arraseo?” ujar Minho seraya mengacak-ngacak rambut Jieun dan berlalu meninggalkannya. Jieun hanya diam mematung dan bingung atas perlakuan Minho tadi. Apakah itu benar Minho namja paling angkuh sekampus ini? Tapi kenapa ia bisa bersikap lembut pada jieun?

****

Sementara di tempat lain Jinki, Jonghyun, Key dan Taemin sedang menunggu kedatangan sang drummer yang tak kunjung datang. Mereka sedang berada di basecamp tempat latihan dan berkumpulnya member SHINee.

“Ya, sebenarnya kemana si Minho dari tadi belum keliatan batang hidungnya?” tanya Jonghyun pada member lain

“mollaso.. Tak biasanya dia datang telat” timpal Jinki.

“sudahlah kita tunggu saja dulu” sahut Taemin. Mereka berempat beranjak dari posisinya yang sedari tadi memegang alat musik bersiap untuk latihan, namun sang drummer tak kunjung menampatkan diri sehingga latihan ditunda.

Tak lama dari kejauhan, terlihat Minho yang melangkah gontai dengan senyum-senyum tidak jelas, ia hendak menghampiri ke empat temannya yang telah menunggu lama karenanya. Keempat member pun menatap heran kearah Minho.

“halo guys, apa ada? ada apa? kalian menatapku dengan pandangan tak biasa” ujar Minho masih dengan tampang sumringahnya.

“Yaa, kau kenapa? Sakit?” Key mencoba meraba kening Minho, sedangkan Minho malah semakin memperlihatkan senyum bahagianya.

“hyung, apa yang terjadi padamu? Kenapa tiba-tiba kau mengumbar senyummu yang mahal itu?” tanya taemin diikuti anggukan jinki.

“apa kau.. sedang jatuh cinta?” tebak jonghyun

“hmm.. sepertinya iya” jawab Minho enteng seraya mengambil minuman kaleng yang dipegang oleh jonghyun.

“MWO??” keempat membera pun tebelalak atas jawaban Minho. Dan lagi-lagi Minho hanya tersenyum layaknya orang gila.

“dengan siapa? Siapa yeoja sial itu?” kini jinki yang mengintrogasi

“aish.. sialan kau dubu!” Minho melempar buku kearah jinki yang meledeknya, sedangkan yang ditimpuk hanya tekekeh “hmm.. sepertinya aku benar-benar menyukainya, Lee Jieun..” guman minho sambil menyunggingkan senyum miringnya

“Jieun anak Lee ahjumma maksudmu?” tanya Key, Minho hanya mengangguk dan meminum kembali minuman kalengnya.

“nde? Apa tak salah? Kau menyukai anak ibu kantin di kampus kita? Ya! dia itu tidak cantik, tidak populer, dia juga tidak seksi seperti shin sekyungku” sahut jonghyun merendahkan

“aah wajarlah, Minho kan sedang jatuh cinta. Dan jatuh cinta itu tak mengenal perbedaan” timpal jinki yang menepuk bahu jonghyun.

“yeah, seperti yang kalian tahu, hanya dia yang tak menyukai dan tergila-gila pada kita. Terutama kepadaku, aku sudah lama memperhatikannya, dia sangat menarik! Bahkan dia adalah gadis yang cerdas, cantiknya alami” papar minho mengagungkan jieun

“ya, jinjayo? Lalu apa rencanamu hyung?” Taemin melirik kearah Minho

“emmpt.. aku ingin mendekatinya. Tapi, bagaimana caranya?” Minho meminta pendapat dan keempatnya tampak berpikir

“YA! bagaimana kalau kau minta bantuan krystal, bukankah dia teman dekat jieun?!” usul Taemin, Minho menaikan alisnya ‘betul juga apa yang di katakan taemin’ guman Minho dalam, lalu ia pun tersenyum apa yang ada dipikirannya.

Akhirnya setelah Minho mendengar saran teman-temannya dia langsung menghampiri Krystal yang tak lain adalah sahabat dari Jieun. Awalnya krystal menolak tawaran Minho untuk menitipkan salam untuk Jieun, tapi setelah dibujuk dengan iming-iming tiket konser SuJu, akhirnya Krystal pun menuruti apa yang diperintah oleh Minho.

***

Krystal berjalan menghampiri Jieun yang sedang membaca buku di taman kampus dan dia duduk di sebelahnya. Jieun yang sadar ada seseorang di sampingnya ia pun menoleh ke arah Krystal.

“annyeong eonni.. kekeke~” sapa krystal dengan senyum tak jelas. Ya, krystal memanggil Jieun dengan sebutan eonni. Kenapa? Karena sebenarnya umur krystal satu tahun di bawah Jieun, tapi karena otaknya sangat cerdas ia loncat kelas, yang seharusnya masih menempati bangku SMA kelas 3 dia sekarang sudah masuk di perkuliahan semester 2.

Jieun menatap aneh kearah krystal yang tampak tak biasa, “wae?” tanya Jieun kembali fokus pada buku bacaannya

“eummpt.. eonni, itu.. kau.. ada salam dari.. heumb.. Minho” ucap krystal dengan ragu sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, seketika Jieun menghentikan aktifitas membacanya lalu menoleh kearah krystal.

“nde?” tanya Jieun terkejut seoalah tak percaya apa yang tadi di katakan oleh krystal

“ne.. sepertinya dia menyukaimu eonni” ujar krystal

“MWO??” Jieun mebelalakan matanya, mana mungkin itu terjadi, konyol!

“wa..wae eonni? bukankah dia tampan?!”

“YA! Shireo! cih, dia itu berandal dan juga orang kaya yang sangat sombong”

“hmm.. arraseo, aku hanya ingin menyampaikan itu saja”

Mereka berdua terdiam, lalu sedetik kemudian Jieun kembali membuka bukunya dan membaca lagi. Walaupun dalam pikirannya terbesit ucapan di katakan krystal barusan.

‘apakah krystal serius dengan ucapannya barusan? Tapi kenapa tiba-tiba Minho menyampaikan salam untukku? apa benar yang dikatakan krystal kalo dia menyukaiku?’ guman Jieun dalam hati

****

Minho sudah mendengar balasan dari krystal. Dan krystal pun tidak bisa membantu Minho lebih jauh lagi. Minho tampak agak kecewa, namun pada akhirnya Minho memutuskan untuk berusaha sendiri untuk mengejar Jieun. Beberapa minggu ini minho mencoba mendekati Jieun, namun Jieun tak pernah merespon sedikitpun. Itu membuat Minho semakin penasaran dan tertarik pada Jieun. Karena menurutnya hanya Jieun yeoja yang berbeda di kampus ini, tidak seperti yang lain selalu mengemis cinta padanya. Dan Minho sangat kagum pada Jieun yang sangat berprestasi dalam bidang akademik, bahkan yang tak pernah malu kalo umma nya hanya seorang ahjumma penjaga kantin kampus. Maka itulah minho jatuh cinta pada Jieun.

Minho berdiri di depan kelas Jieun. Ia menunggu kehadiran sosok yeoja yang di cintainya itu. Beberapa menit kemudian Jieun keluar dari kelasnya karena mata kuliah sudah selesai. Sekilas Jieun tampak kaget atas adanya Minho yang berdiri di depan kelas sambil tersenyum ke arahnya. Tapi kemudian Jieun hanya mengacuhkannya, dan berlalu meninggalkan Minho.

“Jieun-ah apa kau sudah makan siang?” tanya Minho menyusul langkah jieun, jieun hanya diam dan tetap berjalan. “kau mau makan bersama ku?” Minho berjalan mundur dan mengarahkan pandangannya pada Jieun, namun Jieun tetap tak menghiraukannya.
“Ya, sampai kapan kau akan begini terus??!” Minho meraih tangan Jieun dan membuatnya menghentikan langkah. Kini Jieun menatap Minho dengan tajam.

“sebenarnya mau mu apa sih, tolong jangan mengejarku!” ujar jieun kembali berjalan

“jieun-ah, bisa kau mengerti perasaanku? Aku sangat mencintaimu” Minho menahan Jieun yang hendak pergi, sesaat jieun mengurung niatnya untuk melangkah

“kau juga harus mengerti perasaanku yang setiap hari di hakimi dan di cibir oleh para fansmu! Mereka selalu mengatakan aku ini hanyayeoja tak tahu diri yang akan memeras dompetmu. Kita ini berbeda Minho!” kata Jieun setengah berteriak

“persetan dengan semua itu!”

“kau yang setan”

Jieun berlari meninggalkan Minho. Tapi Minho tak menyerah ia tetap mengerjar Jieun. Minho meneriaki nama Jieun namun Jieun tak memperdulikannya, ia tetap berjalan pulang menuju rumahnya. Saat Jieun hendak menyebrang tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menabraknya. Melihat itu Minho dengan cepat berlari kearah Jieun dan mendorongnya sampai jatuh tersungkur. Alhasil Minho lah yang terserempet oleh mobil tersebut.

Jiuen terkejut melihat inho pingsan, ia menghampiri Minho yang tidak sadar, lalu Jieun berjongkok memangkukan kepala Minho mencoba untuk menyadarkannya.

“Minho-ssi, gwaenchana? Minho-ssi ireona!!” ujar Jieun mengguncang-guncangkan tubuh Minho. “Minho-ssi, ireona! kenapa kau melakukan ini pabo! Jebal ireona, hiks.. Kau tidak boleh mati Minho, hiks. Mianhae, aku terlalu muna mengingkari perasaanku hiks..” ucap Jieun menangis tersendu-sendu sambil memeluk Minho.

“sudah kuduga kau juga mencintaiku” ucap Minho tiba-tiba membuat Jieun menghentikan tangisannya dan melepas pelukannya.

“YA, NEO!” ujar Jieun geram, Minho hanya nyengir kuda.

“rupanya kau khawatir padaku hihi” goda minho pada jieun

“aish.. Jinja!” pekik jieun kesal, ia bangun dari jongkoknya dan hendak berlalu namun tangan minho menahannya.

“jieun-ah, chakkaman” Minho berdiri dan menatap Jieun lekat-lekat “saranghae..” bisiknya lembut. Mereka berdua diam sejenak dan hanya saling bertatapan satu sama lain. Tiba-tiba air mata Jieun terjatuh lagi.

“Pabo! mengapa kau melakukan hal berbahaya seperti tadi huh?!” Jieun memukul kecil badan atletis Minho, dan Minho dengan cepat mendekap jieun dalam pelukannya.

“aku menyayangimu jieun, aku ingin melindungimu” kata minho membelai rambut jieun “kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya minho menggenggam tangan jieun, jieun hanya menangis tertunduk “Ya, kau diam berarti jawabannya Ne kan?”

“mwo? Aku tak bilang begitu!” elak jieun memalingkan muka

“eeeh.. hatimu tak bisa berbohong” kata minho membuat jieun gelagapan tak bisa menjawab “mulai sekarang kita resmi pacaran!”

“nde?  keundae..” Jieun tak meeunlanjutkan kata-katanya, seketika Minho merangkulnya dan berjalan

“aku tahu yang kau pikirkan. kau tak usah pedulikan orang lain, aku tak peduli apa yang orang bicarakan tentang dirimu, aku hanya mencintaimu” ucap minho, tanpa sadar jieun menyunggingkan senyumnya “mulai sekarang kau harus memanggilku oppa, arra?!”

“nde? oppa? SHIREO!” tolak jieun dan berjalan meniggalkan minho

“YA! kau harus!” minho mengerjar langkah jieun

“Shireo!”

“harus!”

“Shireo!”

“harus!”

****

_Setahun Kemudian

Jieun POV

Kini sudah satu tahun aku dan Minho menjalin hubungan. Memang awalnya para fans yeoja Minho tidak merelakan aku berpacaran dengannya. Banyak dari mereka yang mencibir, mengejek, dan bahkan ada sunbae yang menggencetku. Tapi seiring berjalannya waktu mereka akhirnya lelah juga melakukan hal itu padaku. Yeah, kini aku dan minho menjalani ini dengan baik. Dulu aku tidak menyukainya, tapi hatiku tak bisa memungkiri kalau aku jatuh cinta padanya apalgi setelah dia berjuang untukku.

Dia memang namja yang menepati janji, dia menyayangiku sepenuh hati dan selalu melindungiku. Dia tak pernah malu punya yeojachingu sepertiku yang hanya seorang yeoja biasa. Aku beruntung memilikinya, ternyata dulu dugaanku salah kalau minho sombong, hihi mianhae oppa. Oppa? Yeah, aku memang memanggilnya oppa karena dia memaksaku. Tapi lama kelamaan pun aku terbiasa dengan panggilan itu.

Sekarang aku sedang berada di kerumunan penonton pertandingan basket. Kali ini memang tim club basket kampusku sedang mengadakan pertandingan. Minho dan teman-temannya adalah perwakilan kampus. Dan kulihat disekitar banyak yeoja yang meneriaki dan mensupport Minho, hmm sudah terbiasa dengan hal itu.

“eonni, apa kau tak cemburu. Fans fanatik Minho begitu histeris” ujar krystal yang ada disampingku, dan aku hanya memberikan jawaban senyum. Ya mau bagaimana lagi, kalo di bilang cemburu pasti. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, karena beginilah resiko berpacaran dengan bintang kampus.

“TAEMIN OPPA, HWAITIING!!” kudengar krystal meneriaki taemin salah satu teman minho yang juga anggota tim basket.

Waktu pertandingan pun sudah habis, dan tim kampusku lah yang menang. Aku dan krystal turun ke bawah. Lalu kulihat minho menghampiriku dan krystal. Dia tersenyum ke arahku dan aku memberikan sebotol minuman ionik kepadanya.

“gomawo chagi” ucapnya seraya mengacak-ngacak rambutku,  aku hanya tersenyum mendapati perlakuannya yang lembut itu.

“sunbae, dimana taemin oppa?” seru krystal. Eh? Anak ini, kenapa tiba-tiba menanyakan taemin? Aku mendelik heran kearahnya tapi krystal malah cengengesan.

“taemin? Dia ada di kantin. Minuman itu untuk dia kah? Susul saja kesana” kata minho seraya menunjuk pada bawaan krystal yang memang isinya minuman

“ah ne, gomawo” krystal pun berlalu meninggalkan kami

“ada apa dengan dia aneh sekali” ujarku memicingkan mata

“mungkin dia menyukai taemin. Sudah biarkan, lagi pula taemin masih sendiri” kata minho merangkulku dan kita berjalan menuju taman. “chagi, nanti malam bisakah kita jalan? Aku ingin sekali dinner bersamamu sebelum aku pergi ke jepang”

“nde? Jepang?” tanyaku bingung dan kaget

“ne, haraboji sakit. Aku appa dan umma berniat untuk menjenguknya”

“berapa lama?”

“hanya 3 hari”

Aku terdiam dan menunduk, entah kenapa perasaanku jadi tidak enak. Kenapa sepertinya aku tak ingin minho pergi ke jepang.

“hey, kau kenapa chagi?” minho menyadarkan lamunanku

“kau akan kembali kan oppa?”

“nde? hahahaha.. kau ini seperti mau kehilangan aku selamanya saja.”

DEG! ucapannya, kenapa aku tiba-tiba takut akan sesuatu. Aniyo, hanya 3 hari dan minho akan kembali ke korea lagi. Gwaenchana jieun!

“nanti malam kujemput ya, sekarang aku mau ganti baju dulu”

CUP

Minho mengecup keningku dan berlalu meninggalkanku. Aku masih terdiam memikirkan apa yang dikatakan minho tadi. Kenapa rasanya aku takut dia tak kembali?

****

Malampun tiba, aku sudah siap dengan penampilan anggun untuk berkencan dengan minho. Yeay, ini juga karena bantuan krystal yang menataku menjadi seperti putri. Aku menatap kembali diriku di cermin. Apakah minho akan suka penampilan ku? Err.. atasan kuning dilapisi sweeter putih dengan rok panjang bermotif kotak-kotak dan kutambahkan headphone sebagai aksesoris tidak terlihat norak kan?

“sudah cantik kok tuan putri” seru krystal yang ada di belakangku, aku hanya menarik kedua ujung bibirku membentuk senyuman

Tok.. Tok.. Tok..

Suara ketukan pintu rumah terdengar, itu pasti minho! Aku dan krystal langsung menuju ke depan. Dan ku dapatin minho denagn jaket kulit berwarna hitam serta skinny jins tak lupa bagpack membuatnya terlihat sangat tampan.

“annyeong..” ujar tiba-tiba seseorang muncul dari belakang minho

“taemin oppa” seru krystal antusias

“hehehe” taemin hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya

“dia ingin menemui krystal, jadi kuajak saja kesini karena aku tahu krystal pasti ada di rumahmu” ujar minho membuatku menaikan alis kananku. “kau sudah siap kan chagi? Kajja” minho menarik tangganku kearah mobilnya. Dia mengajakku ke sebuah restoran mewah dan kita pun dinner bersama.

“kau suka makanannya?” tanya minho

“ne oppa” jawabku sambil tersenyum

“sudah selesai, kajja kita ke menara itu” seru minho. Dan kini dia membawaku ke sebuah menara yang bisa melihat indahnya pemandangan seoul dimalam hari

“neomu yeppeoda!!” seruku kagum memandang keadaan sekitar

“kau senang?”

“heem” aku menggangguk

“jieun-ah, besok aku akan ke jepang. Kau jaga dirimu baik-baik”

deg! Apa maksud perkatanya?

“selama ini hanya aku yang mengingatkanmu jika kau lupa makan. Jadi kau tak boleh telat makan, arra?” ucapnya mencubit kedua pipiku

“ah ne, arraseo. Ya! kau juga jangan mencoba bermain-main dengan yeoja jepang!” seruku meninju kecil perutnya.

“hahaha.. Tidak mungkin, karena di hatiku hanya ada kau” ujarnya kini mencubit hidungku, aku hanya menggembungkan pipiku.

“heumb geurae, yakso?”

“yakso!” aku dan minho menyatukan jari kita, dia tersenyum lalu berkata “jieun-ah, saranghae”

“nado saranghae minho oppa”

****

Sudah tiga hari Minho pergi ke jepang seharusnya hari ini adalah kembalinya dia ke seoul. Tapi dari tadi pagi aku tak mendapat kabar darinya. Bahkan aku menelpon pun ponselnya tak aktif. Kemana dia sebenarnya? Apakah terjadi sesuatu padanya?

Aku berbaring di kasur. Waktu sudah menunjukan 10.00pm, kulihat fotoku bersama minho yang tertera di wallpaper ponselku.

“oppa, naega bogosipho. Kenapa kau belum pulang juga?! Kau tahu aku sangat khawatir padamu? Jeongmal bogosipho” ucapku pada layar ponsel. Tak terasa air mataku terjatuh, aku sangat merindukan minho.

Kupeluk boneka yang diberikan minho ketika ulangtahunku tahun lalu dan tak terasa aku sudah terlelap ke alam mimpi.

Pukul 00.00

Tok.. Tok.. Tok..

Aku merasa mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu rumah. Siapa tengah malam begini yang bertamu? Lalu aku beranjak bangun dari tidurku untuk melihat siapa yang datang.

Cekleeek…

Kuputar kenop pintu lalu kubuka perlahan. Dan kemudian nampak seseorang berdiri di depanku dengan wajahnya tampak sangat pucat.

“minho oppa..” ucapku kaget, yeah karena yang ada di depanku sekarang ini adalah minho! “oppa, kau sudah kembali? Kenapa malam-malam begini ke rumahku?” dia tak menjawab pertanyaanku, dan malah menarikku pergi keluar. Ternyata setelah berjalan cukup jauh dia membawaku kesebuah taman

“oppa, untuk apa kita kesini?” tanyaku bingung, lagi-lagi dia tak menjawab. Dia menggenggam tanganku. Kurasanya tangannya sangat dingin. Lalu dia menyenderkan kepalanya kebahuku. Yeah, walaupun tubuhnya serasa dingin tapi aku merasa hangat berasa di dekatnya.

“oppa, naega bogosipho” ucapku padanya. Dia tetap tak menjawab dan malah membelai rambutku. Lalu tak terasa aku tertidur dipangkuannya.

****

Author  POV

“jieun eonni.. Ireona!”

Jieun membuka matanya, ia merasa asing. Lalu ia tersadar kalau dirinya tertidur di bangku taman. Jieun mengingat-ngingat kejadian kenapa ia bisa tertidur di taman. Sedetik kemudian ia ingat apa yang telah terjadi semalam.

“krystal, dimana minho oppa?” tanya jieun. Krystal terkejut atas perntanyaan jieun begitu pula taemin yang sedari tadi ada di sebelahnya

“eonni, kau harus sabar ya” ucap krystal dengan sendu, itu membuat jieun tak mengerti

“nde? Maksudmu?” tanya jieun bingung

“Minho hyung sudah tidak ada jieun-ah, dia meninggal dalam kecelakaan saat perjalanan pulang ke seoul” ujar taemin, jieun mebelalakan matanya, jatungnya berdenyut kencang, hatinya serasa ditusuk-tusuk

“nde? Kau jangan bercanda taemin. Jelas-jelas semalam aku dan dia bersama di taman ini. Kau bohong taemin!” pekik shinhye tak tenang

Krystal dan Taemin saling berpandangan, lalu taemin menyodorkan koran ke arah jieun.

“igeo mwoya?” tanya jieun, taemin hanya menghela napas. Ketika itu pula jieun membaca berita pada koran tersebut yang berisi

‘Seoul. Minggu,  12 maret 2012. Telah terjadi kecelakaan pada pesawat Tiger air tujuan Tokyo-Seoul pada sore hari kemarin. Kecelakaan ini menyebabkan penumpang pesawat tewas dan hilang. Berikut nama korban-korban yang tewas….”


Saat membaca Jieun menemukan nama ‘CHOI MINHO’ di daftar korban tewas pada kecelakaan itu. Setika tangan jieun bergetar, tubuhnya terasa lemas, ia berharap ini hanya mimpi, dan saat itu juga air mata jatuh dipipinya.

“krystal, taemin-ah katakan ini tidak benar, katakan!” sahut jieun sambil menangis, ia tak bisa menerima kenyataan kalo namja yang sangat dicintainya sudah tidak ada.

“eonni, sabar ya.. Kau harus merelakan minho sunbae, agar arwahnya tenang disana” ucap krystal memeluk menenangkan jieun sementara taemin hanya bisa menepuk-nepuk bahu jieun.

“ANIYO, ANDWAE!! MINHO OPPA KAU TAK BOLEH MENINGGALKAN KU! Hiks.. Hiks.. KAJIMA….. ANDWAEEEEE………”

————————————–END————————————–

Wkwkwk.. setelah bikin FF key-IU di ‘Hey, I am Kim Kibum’ sekarang aku nyoba buat bikin Minho-IU, itu karena aku gemes liat mereka di salamander guru. Tapi sebelumnya FF ini udah pernah aku pub di blogku dengan cast Yonghwa-Shinhye, hehehe^^ dan mian, gak bermaksud buat minho mati .____.v ini hanya fikti belaka yoo xD

Dan terakhir, Komennya yaaa~~~  😀 

35 responses to “Wait Me in Heaven

  1. hwaaaaaaaaaaaaaaaaa ini mah ngegantung… T.T
    itu minho bnern mati? mati?? hweee andweeeeeeeeeeee
    sbener’ny aq lg troma bca angst cz menggalau q dri seminggu ga ilang2,,, ini sebelum baca udh tw angst dri liat jdul’ny,, tp tetep ja bkin penasaran,,,,, -.-”
    jd’ny aq sekarang kembali menggalu ria….
    ayoo dlanjuut,,,bkin sequel’ny,, demi ap ini aq nyesek bacany,,, supaya ga nanggung ngeggalau q, mw sequel’ny ,,,hehe
    nice angst… T.T

  2. huweeee….. sedih! ksian Jieun 😦
    Minho knp mesti mati????? TT^TT
    lanjut bikin FF berpairing IU dengan siapalah… hehe…
    coz’ aku suka bgt sma FF yg ada pairing IU sama siapa aja… hehe… XD
    FIGHTING eonn! ^^

  3. omona ….
    kamu buat FF MIN-U .. hahaha
    suka bangat saeng ..

    SHINee jadi band bukan boyband ..
    suka ide kamu di bagian ini .. udh gitu kan emang ganteng” saeng ..
    apalagi itu Minho namja dingin ya ?

    ternyata jieun ga suka sama Minho ya
    dia sebel bangat kayanya sama minho

    tapi pagi” dia udah nabrak orang .
    udah gitu orangnya Minho lagi , hadohhh pasti Jieun shock bangat itu
    apalagi minho ngacak rambut Jieun , dari sini eonn udah curiga nihh sama minong . hahaha

    wahh minho jatuh cinta sma jieun … daebak
    sampe minta tolong sama krystal pula lagi

    kasian minho kecewa sama ucapan jieun itu . hadoohh jieun jieun jgn blng ga sukanya nunjukin bgt tar jadi suka loh …
    aku ngakak bagian minho ngajakin makan
    trus Minho bilang “persetan dengan semua itu!”
    Jieun malah bilang
    “kau yang setan”
    ngakak bangat dah …

    tapi Minho ga nyerah ya dia buat dapetin Jieun …
    dan akhirnya Jieun mau juga jadi pacrnya …

    udah setahunan ..
    perasaan aku udah ga enak pas Minho pamit ..
    ternyata minho meninggal ?
    omo aku ga nyangka endingnya jadi kaya gini saeng …
    di buat sekuelnya dong jadinya ada key gitu . hahaha ngarep bgt ..
    overall daebak ffmu ..

  4. hmm.. Kasian skali eonniku.. ketiduran d taman gara” diculik arwah minho oppa. Hahaha keren keren cingu ^^

  5. 안녕하세요 , 반가워요

    the best part is “Kim Jonghyun, member kedua menempati posisi bassis. Dia memang mahir dalam memaikan bass juga kaya namun dia terkenal playboy kelas kakap yang hanya bisa mempermainkan hati yeoja seenak jidat. Tingkahnya bahkan sangat annoying! Sok keren dengan tingginya yang pas-pasan.”.ngakak aku bacanya

    pertamanya, bikin aku inget ma sanchai (bukan jandi)

    ehm,kurang konflik menurutku ^^

    근데 갈수록 좋아질 것 같아요, Keep writing ^^

    salam kenal ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s