Cruelty Of Love Part 3

Tittle : Cruelty Of Love Part 3

Length : Chaptered

Rating : PG

Genre : Romance, Angst, AU

Cast :

Cho Kyuhyun

Yoon Seojin

Lee Seungri

Other cast :

Shim Changmin

I Know

Cruelty Of Love

 “Aku belum memberikan hadiah untuk pernikahan kalian ,kan?” Tanya Ahra di tengah acara makan malam mereka. Seojin mendongak, ia sedikit tidak ngeh kalau kakak iparnya itu sedang bertanya padanya ataupun Kyuhyun.

“Kau bertanya dengan siapa?” Balas Kyuhyun tetap terfokus dengan makanannya.

“Yah! Siapa lagi yang barusan menikah selain kalian?”

“Lalu kau ingin memberikanku apa? Kalau mobil, apartement, perabotan rumah aku sudah punya.” Balas Kyuhyun bangga. Seojin tidak menghiraukan lagi. Dia merasa bosan dan canggung. Kalau hari biasa, Kyuhyun akan bertindak sok manis padanya ketika sedang makan. Tapi untuk beberapa hari ini tidak lagi.

“Prancis!” Kata kakaknya dengan nada riang. Dia sudah merencanakan hal ini dari hari pertama ia tiba di Seoul. Impiannya untuk memiliki keponakan yang lucu sebentar lagi akan terkabul. Itulah tujuan awalnya mengapa menghabiskan banyak uang untuk adik tersayangnya ini.

Kyuhyun keselek makanannya, “Maksudmu kau memberikanku hadiah bulan madu?” Tanyanya kaget.

Bukan hanya Kyuhyun, Seojin pun hampir tersedak setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Kyuhyun barusan. Bulan madu? Demi apapun itu hal yang lebih buruk dari yang terburuk. Mereka saja sedikitpun tidak pernah memikirkan itu. Dan bagaimana bisa pemikiran seperti itu malah keluar dari orang lain?

Ahra mengangguk sumringah, “yah benar. Kalian suka, kan?”

Kyuhyun hampir saja mau menjawabnya langsung, kalau saja sudut matanya tidak melihat Seojin yang mati-matian menahan panik. Senyum miring tiba-tiba terpampang dibibirnya, “tentu saja kami suka, noona.”

Seojin terbelalak dan menatap Kyuhyun tidak percaya. Ini akan menjadi mimpi buruk berikutnya. Tolong jawab bahwa ini bohong dan semoga ini hanya lelucon. Mohon gadis itu dalam hati.

“Kalau begitu kalian bisa berangkat besok siang.” Kata Ahra lagi dengan senyum yang masih melekat dibibirnya.

Lagi, Seojin shock setengah mati. Besok? Tidakkah itu terlalu cepat? Aish dia masih ingin di Seoul. Dia memang suka jalan-jalan, apalagi keluar negeri. Ini kesempatan yang pernah diimpikannya dulu. Tapi jika dia pergi dengan Kyuhyun, lebih baik tak usah. Pria ini pasti telah merencanakan banyak hal untuk membuatnya menderita.

“Baiklah, terima kasih noona atas hadiahnya.”

Seojin menyenggol lengan Kyuhyun, “Ta..tapi, bukankah kau sangat sibuk dengan perkerjaanmu?”

“Kalau itu kau tenang saja Seojin-ah, Appa pasti memberikannya izin, benarkan ?” Potong Ahra sebelum Kyu menjawabnya. Matanya tertuju pada Appanya, menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir beliau, walau sepenuhnya dia sudah yakin kalau sang Appa pasti menyetujuinya.

“Tentu saja, sayang.” Jawab Appa Kyuhyun menyetujui. “Dan tentunya kalian juga harus segera memberikan kami cucu, ne?”

Seojin terperangah, sekujur tubuhnya terasa kaku. Jiwanya terus saja mengutuk kelakuan Kyuhyun yang menurutnya terlalu seenaknya. Cucu? Bayi? Itu pasti akan menyebalkan nantinya. Dan dia masih belum mau melakukan ‘itu’ dengan suaminya yang brengsek ini.

“Kalau soal itu, menurutmu bagaimana, sayang?” Tanya Kyuhyun ke Seojin dengan senyum malaikatnya.

Tentang hal-hal yang seperti ini, Seojin cukup menyesali kenapa dia slalu kalah dengan Kyuhyun. Benar-benar pria monster, dia bisa terlihat begitu baik jika dia mau atau terlihat begitu menyeramkan dan kejam disaat yang bersamaan.

Seojin menggeleng-gelengkan kepalanya, “Ahh apa? Ih..itu… hmmm…..” Jawabnya gagap sambil mengelus-elus tengkuknya.

Kyuhyun menyentuh tangan kanan istrinya, membuat wanita itu terkejut dan menatap matanya. Kau-hanya-perlu-menjawab-baiklah, begitulah yang dapat Seojin tangkap dari tatapan mata itu.

Aku tidak punya pilihan. Gumamnya dalam hati. Dengan berat hati dia menganggukkan sedikit kepalanya.

“Ba____baiklah.” Jawaban itu akhirnya muncul juga dari bibir merah mudanya. Kyuhyun tersenyum puas, sekeras kepala apapun istrinya ternyata dia tetap mampu untuk mengendalikannya.

***

Seojin’s Pov

Memori di otakku masih terus mengingat tentang kejadian minggu lalu. Dimana saat itu aku sempat berpikir kalau Kyuhyun tidak akan membiarkanku bernapas lebih lama lagi.

Dia hampir mencekekku gara-gara gadis itu! Gila sekali bukan? Walau dia slalu bertingkah manis didepan orang lain, tetapi jika hanya ada aku dan dia, ia akan bertindak seenaknya!

Cho Kyuhyun, pria itu sama sekali tidak bisa kutebak jalan pikirannya. Tapi yang jelas, aku tahu betul kalau dia tidak dan tidak akan pernah menyukaiku.

Kira-kira sampai kapan ini akan berakhir? 6 bulan lagi? Satu tahun lagi? Atau mungkin selamanya?

Tidak mungkin selamanya. Jelas saja Kyuhyun mencintai gadis lain dan itu sayangnya bukan aku. Aku juga begitu. Aku mencintai Seungri. Bodohnya lagi aku masih memiliki rasa padanya walau jelas-jelas dia sudah menghianatiku.

“Kau tidak beres-beres?” Tanya Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi dan reflek membuat pandanganku teralihkan kearahnya. Dia mengelap rambutnya yang basah dengan handuk putih dan…. topless. Butuh beberapa detik untuk membuatku menutup mulutku setelah terasa seperti waktu dibumi baru saja berhenti.

“A…aku.”

“Aku apa?” Tanyanya lagi. Dia berjalan ke arah lemari, tanpa perintah otakku, mataku terus mengikuti gerak-geriknya. Ia mengambil acak sebuah kaos lengan pendek dan mengenakannya. Astaga, kenapa dia sama sekali tidak berkelakuan seperti manusia? Dia seperti pangeran langit…… “Yah! Kenapa melamun?” Tiba-tiba dia duduk disebelahku. Mengambil remot yang terletak diatas meja didepan kami dan mengganti channelnya. Sampai sekarang-pun aku masih saja memperhatikannya.

Aku menghela napas sebagai akhir dari imajinasi bodohku tentang pria ini. Ayolah Yoon Seojin, kau tidak boleh tertarik dengan pria sinting ini. dia itu sinting dan menyebalkan. Bagaimana bisa kau mencintai pria ini? Dan jika kau mencintainya lebih dulu maka kau akan kalah!

Yah, mensugesti diri sendiri seperti itu memang memuakkan. Lagian kenapa suamiku harus setampan dia? Seharusnya aku memang bersyukur, tapi kalau begini bisa aku yang termakan omongan sendiri.

“Kau yakin ingin ke Paris?” Tanyaku pelan ketika kurasa otakku sudah tidak error lagi.

“Aku yakin karena aku tahu kau tidak mau.”

Aku memutar bola mata-ku tak percaya, “dasar sinting.” Gumamku.

“Terimakasih sayang.”

“Itu bukan pujian!”

“Apa pun yang keluar dari bibir-mu merupakan pujian untuk-ku.” Katanya sambil mengelus atau lebih tepatnya mengacak-acak rambutku.

Menjijikan sekali. Demi Tuhan pria ini tidak bisa didepkrisikan betapa menyebalkannya dia. Padahal satu minggu yang lalu dia benar-benar marah padaku. Dan sekarang berkelakuan seperti tidak terjadi apa-apa. Terlalu cepat melupakan? Atau pura-pura tidak tahu?

“Tentang ‘baby’?” Tanyaku hati-hati.

Dia tertawa tertahan, “Bukankah seharusnya kita memang melakukan ‘itu’?”

Aku meneguk ludahku, rasanya sulit sekali. Sekujur tubuhku tiba-tiba terasa dingin, “Kyu… Ah__aku belum siap…!”

Aku terbengong melihatnya yang tiba-tiba terbahak,  “Kau pikir tadi itu aku serius? Tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu sampai aku benar-benar mencintaimu!” Jawabnya santai.

Aku menghela napas lega sekaligus malu. Aku saja yang terlalu berlebihan berpikiran tentang ini. Sampai dia benar-benar mencintaiku? Kalau begitu ini tidak akan pernah terjadi!

“Baguslah, ternyata kau tidak semesum yang kupikirkan.” Ujarku pelan lalu berdiri dari sofa. Aku menuju lemari pakaian kami dan mengeluarkan sebuah koper besar.

“Berapa hari kita disana?”

“Mungkin 10 hari.” Jawab Kyuhyun singkat. “Dan Sekalian susun pakaianku.” Lanjutnya enteng, “Semoga saja kau tidak lupa kalau seorang istri harus mengikuti perintah suami.”

Apakah kau tahu bagaimana rasanya diperintahkan? Itu tidak enak. Dan melakukan sesuatu dengan tidak iklas tetapi tak ada pilihan lain itu lebih tidak enak. Aku benar-benar bisa gila karena tertekan batin! Kalau saja dia berkata lebih sopan sedikit, mungkin aku akan lebih iklas. Tapi ini, dia benar-benar memperlakukan-ku seperti pembantu pribadinya. Aish Cho Kyuhyun, aku ini istrimu, bukan pembantumu -___-

“Baiklah, tuan Cho Kyuhyun yang ter-hor-mat.”

—————

Kami sudah berada di airport sekarang. Ahra Eonni dan Eommonim setelah mengantar kami langsung pulang kerumah. Dan tentunya hanya ada si pria iblis ini disekitarku saat ini.

“Aku tidak suka Paris.” Ucapnya  tiba-tiba. Sontak aku memandangnya dengan penuh tanya, “dan seharusnya Noona tahu itu. Aku tidak mengerti mengapa Paris dijadikan hadiah untuk kita.”

Aku terbelalak mendengar kalimatnya. Yah! Jadi dia rela ke Negara yang tidak disukainya hanya karena aku? Karena dia senang jika aku kesal? Aneh, dia melakukan apa saja hanya untuk membuatku kesal -___- atau jangan-jangan Kyuhyun telah mengetahui semuanya makanya dia senang jika aku tersika?

“Itu deritamu, siapa suruh menyetujuinya kemaren?”

“Aku tahu kau juga butuh jalan-jalan, kan?” Tanyanya balik. Kenapa dia berkelakuan seperti ingin membahagiakanku? Errr sebenarnya apa isi otak si sinting ini?

“Tidak usah sok peduli Kyuhyun-sshi.”

“Bagaimana bisa aku tidak memperdulikan istriku?” Tanyanya sambil tersenyum polos. Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku kedalam sumur yang paling dalam. Aku benci kenapa aku tidak pernah bisa membalas semua gombalan bodohnya ini. Dan yang paling menjijikan adalah jantungku slalu berdetak jauh lebih cepat ketika dia mulai bertingkah seperti ini.

“Berhentilah bertingkah seperti itu!” Ucapku sesantai mungkin, “Sebenarnya aku juga lebih suka Italia dibanding Prancis.”

Dapat kulihat ekspresi Kyuhyun yang tadinya suram itu sedikit berubah, “Kau serius ingin ke Italia?”

“Tentu saja aku ingin. Tetapi sayangnya kita mau ke Prancis kan? Itu tidak terlalu masalah.”

Dia menghentikan langkahnya tiba-tiba yang membuatku juga ikut berhenti, “Kenapa?”

Kyuhyun tidak menjawabku, ia mengambil selembar amplop yang kutahu isinya tiket pesawat VIP itu, lalu dengan polosnya dia mensobeknya…….

Aku terbelalak, “Kau gila?”

Dia tidak menghiraukanku, malah mengambil handphone disakunya lalu menelpon seseorang. “Carikan aku 2 tiket ke Italia. Kalau bisa di jam-jam ini.”

Aku menahan napas. Sudah berapa kali aku mengatakannya sinting hari ini? Kami sudah di airport dan hanya menunggu keberangkatan lalu dia dengan gampangnya mengganti tempat tujuan. Ya Tuhan jika begini terus aku akan ikut-ikutan sinting!!!!

“Sinting…..” Gumamku masih belum bisa mempercayai apa yang dilakukannya barusan. Dia hanya tersenyum miring lalu menempelkan kacamata hitam dihidungnya. Aku menahan napas. Kenapa harus dia yang sekeren ini? Kenapa harus si iblis ini?

“Bagaimana kalau Ahra eonnie tahu kalau kita tidak jadi ke Prancis? Dia pasti akan kecewa!”

“Mereka tidak akan tahu kalau kau tidak memberitahu.” Ujarnya enteng lalu berjalan memasuki ruang tunggu.

***

Bahkan Italia jauh lebih menakjubkan dari apa yang kubayangkan selama ini. Mataku terus saja memperhatikan setiap sudut airport ini. benar-benar menakjubkan. Aku tidak sabar untuk mencicip mozzarella dari Negara asalnya sendiri.

Langkahku tiba-tiba terhenti karena teringat sesuatu, “Jadi kita kemana?” Tanyaku seperti tak memiliki tujuan. Apa yang sudah diberikan oleh Ahra Onnie kemaren sudah lengkap dengan hotel dan segala macamnya. Dasar Kyuhyun bodoh, seharusnya dia tidak perlu mengganti-ganti sesukanya seperti ini.

“Apartementku saja.”

“Hah?”

“Ini italia.”

“Terus?” Tanyaku tak mengerti.

Kyuhyun men-stop sebuah taxi lalu mengatakan sesuatu, sepertinya nama tempat. Astaga aku lupa kalau si sinting ini lama di Italia. Pantas saja dia senang sekali ketika aku mengatakan kalau lebih suka Italia dan langsung menggantinya.

“Aku lelah.” Ucapnya polos lalu tak lama kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahuku. Aku agak terkejut dengan kelakuannya ini. Kenapa dia tiba-tiba mau bermanja-manja begini? Kepadaku pula. Aku risih tak risih. Yang jelas kali ini aku merasa lebih dekat dengannya.

“Kau tidur saja.” Balasku. Pelan-pelan kepalaku melirik kearahnya, dia sudah tertidur! Astaga, kenapa cepat sekali? Eh tapi ini akan berhenti dimana?

Bangunkan-tidak-bangunkan-tidak-bangunkan-tidak.

Bangunkan! Tapi dia kelihatan begitu lelah. Aku tak tega -__-

Kalau tidak, bagaimana jika kami kesasar? Hey ini taxi dan aku benar-benar tidak tahu tentang negara ini.

Yasudahlah kalau begitu 5 menit lagi akan kubangunkan.

.

.

.

.

“Hey…bangun.” Aku menguap. Badanku terasa pegal. Jadi aku tertidur? Tapi kenapa terasa ada beban pikiran yang membuatku tidak boleh tidur nyenyak?

“Kyu?” Tanyaku memastikan. Ini masih di dalam taxi. Itu tandanya……..

“Ya! kenapa kau ikut-ikutan tertidur?”

“Jadi kita kesasar?”

Dia mengangguk enteng, “lalu kenapa kau santai sekali, bodoh?”

“Sudah terlanjur. Aku ingin ke dalam sebentar.” Tunjuknya kearah sebuah gedung besar khas eropa.

Aku mengangguk saja. Paling itu supermarket. Kami turun dari taxi ini setelah Kyuhyun membayarnya dengan uang dollar. Dia menurunkan satu tas koper besar dari bagasi. Ya, kami hanya membawa satu koper. Memang terlalu sedikit untuk ukuran pergi ke luar negeri. Tapi ini kemauan si iblis ini. Awas saja jika bajuku kurang nanti, aku akan…..hmmm akan. Ahh tidak tahulah!

Tangan kanannya mengangkat koper itu sedangkan tangan kirinya mengenggam tanganku. Jujur, aku salah tingkah habis-habisan karena kelakuannya ini.

“Kyu, disini tidak ada orang. Jadi tolong lepaskan tanganmu!”

“Yah, paling sebentar lagi kau yang akan bergelayut manja dilenganku.”

“Ini tempat apa?” Tanyaku karena ketika satu langkah aku memasuki ruangan ini, hawanya terasa mengerikan. Seperti sedang mau masuk kerumah hantu saja. Sama sekali bukan supermarket.

“Casino.”

“Un….untuk apa kita kemari?” Tanyaku kaget. Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang normal, kah?

“Bersenang-senang!”

“Aish, pulang sekarang yah?” Bujukku.

“Kita sudah masuk, itu tandanya tidak bisa keluar lagi. Kau tahu bagaimana orang-orang disini?” Bisiknya dengan nada menyeramkan. Aku menggeleng polos dengan mengintip ke sekeliling. Banyak pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam serta kacamata hitam disini, mereka lebih menakutkan dibanding hantu! “Mereka bisa saja membunuh kita kalau kita masuk lalu keluar semudah itu!”

“Lalu kenapa tadi kau memilih masuk?” Tanyaku emosi. Aku takut! Aku tidak mau mati sia-sia disini. Umurku masih 22. Masih banyak hal yang belum kulakukan didunia ini. Lagian jika aku mati sekarang itu artinya aku benar-benar menyedihkan.

Kami berhenti disebuah ruangan besar bercat cream. Badanku menegang karena tatapan-tatapan orang yang sedang duduk di sekitar meja bundar panjang tak jauh dari tempat kami berdiri sekarang, “Ciao.” Sapa Kyuhyun sambil sedikit membungkukkan badannya. Aku tidak tahu harus bagaimana.

Kyuhyun mengajakku duduk dibangku kosong meja ini. beberapa dari mereka langsung mengeluarkan setumpuk uang, perhiasan ataupun pistol. Sekarang aku mengerti apa lagi yang akan dilakukan pria sinting ini.

Aku memeluk lengan kiri Kyuhyun. “Kau bisa bermain judi?” Tanyaku berbisik.

Dia berdecak. “Kau meremehkanku?”

“Kyuhyun-ah jangan bodoh, kau mau kita jadi gembel disini hanya karena kau kalah? Mereka tahu kita di Prancis bukan di…………”

“Bukankah itu romantis? Kita menghadapi susah berdua?”

Aku membuka sedikit mulutku. Disaat aku sudah hampir gila begini dia malah mengatakan itu. “Jika aku kalah, mungkin kita berdua akan mati.”

Deg, jantungku kembali berdetak tidak normal, “Kau tidak membawa uang, kan?”

“Anggap saja isi koper ini adalah uang.”

Aku menghela napas. Si sinting ini slalu saja membuatku tidak bisa berpikir dengan tenang. Cepatlah waktu berlalu. Cepatlah ini berakhir. Dan jangan sampai aku dan Kyuhyun benar-benar harus menjadi gembel atau mati sia-sia karena ini. Cho Kyuhyun-sshi, awas saja kau!

Kartu sudah dikocok. Aku sibuk memperhatikan raut orang-orang disini. Ada seorang wanita 30an dengan dandanan berlebihan sambil menyesap rokok, lebih sibuk menatapku sinis dibanding kartunya. Atau om-om yang sedang disemangati oleh beberapa wanita cantik berbaju sexy.

Aku sama sekali tidak suka dengan suasana ini!

Semuanya terlihat senang, selain Kyuhyun. Apakah artinya dia akan kalah?

Aku meremas lengannya menandakan bahwa aku panic dan ingin cepat keluar dari tempat ini.

“Tenanglah, bodoh.” Bisiknya singkat. Mana bisa aku tenang kalau aku berada disatu kandang yang sama dengan harimau lapar.

5 menit.

30 menit.

Sudah kartu terakhir.

Slesai. Aku menatap orang-orang itu secara bergantian, lalu Kyuhyun. Sekarang rautnya kembali datar.

“Kau tidak jadi kalah?”

“Aku tidak pernah kalah walau seharusnya aku kalah!” Balasnya.

Kyuhyun berdiri walau sebelumnya sempat berbincang menggunakan bahasa itali dengan mereka.

“Hey kau disini Kyuhyun-ah?” Kepalaku reflek melihat ke belakang. Pria dengan tinggi badan diatas rata-rata dan sepertinya merupakan orang korea. Jelas saja, bahkan dia berbicara menggunakan bahasa korea.

Kyuhyun langsung berdiri dan menghampiri pria itu, “Honeymoon.” Jawabnya singkat lalu meninju pelan bahu pria itu. “Kemaren kenapa tidak datang ke pernikahanku?”

“Pernikahanmu terlalu mendadak dan lagi waktu itu aku ada urusan di Paris.”

“Kalau begitu perkenalkan,dia istriku..” Kyuhyun melirik kearahku yang sedari tadi mematung.

“Waw kau benar-benar tidak menikah dengan Haerin.” Changmin tersenyum mengejek kearah Kyuhyun yang hanya dibalas dengan pandangan tak suka darinya.

Lagi-lagi Haerin. Sebenarnya seberapa hebat hubungan ‘suamiku’ dengan wanita itu?

“Yoon Seojin.” Kataku pelan.

“Shim Changmin,” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya. Aku menjabat tangannya dan tersenyum malu.

“Yah! Tidak usah lama-lama,” teguran Kyuhyun membuat pria tinggi ini melepaskan tangannya lalu menyeringai.

“Kau tidak berpikir aku akan merebutnya, kan?”

“Aku belum lupa bagaimana kebiasaan-mu, Changmin-ah!”

Aku hanya terbengong melihat perdebatan mereka. Sepertinya mereka berdua benar-benar dekat/ Pasti mereka berdua memiliki kelakuan sebelas-duabelas. Pantas saja bisa menjadi teman.

“Sepertinya istrimu risih berada disini terlalu lama,” kata Changmin dengan tatapan menyelidiknya kearahku. Good, dia berlipat-lipat lebih peka dibanding Kyuhyun ternyata.

Kyuhyun melirik kearahku dan menghela napas, “baiklah kita pulang sekarang!”

*

“Tanganmu dingin.” Komentar Kyuhyun ketika kami sudah berada diluar gedung tadi.

“Kau tidak tahu betapa paniknya aku, huh?”

“Payah! Jadi kau berpikir ucapakanku tadi itu serius?”

Aku mengangguk polos, “Tch, mereka itu temanku, bodoh. Dan kau tahu kan pria tadi? Dia Shim Changmin, pemilik tempat itu.”

“MWO?” Aku menatapnya tidak percaya ,tapi dia malah tersenyum innocent. Sialan! Kenapa dia suka sekali menakut-nakutiku? Aku pikir mereka benar-benar akan membunuh kami. Ahh kyuhyun brengsek. awas saja kau…….

*

“Tempatnya bagus, mau berfoto?” Tawarnya. Seharusnya dia tahu kalau saat ini aku sedang kesal setengah mati padanya. “Kau masih marah?”

Tentu saja aku mengangguk.  Dia mendengus, “Anak kecil.”

“Apa katamu?”

“Anak kecil.” Ulangnya lebih keras.

“Kau setan!” Balasku tak kalah keras sampai-sampai membuat beberapa orang di trotoar ini menatapi kami.

“Setan yang akan menculik anak kecil sepertimu.”

“Aishh diamlah bodoh, aku sedang marah seharusnya kau membujukku!”

“Membujukmu untuk apa?” Dia menurunkan koper yang sedari tadi diangkatnya diatas aspal secara tiba-tiba. “Kau mau aku tinggalkan disini?” Tanyanya sambil tersenyum sinis.

Aku terbelalak. “Arrgghhh kau menyebalkan Cho Kyuhyun!!!!!”

“aku lapar, kita makan dulu, yah?” Aku tidak menjawabnya. Karena jujur, aku juga sudah kelaparan saat ini. Hari sudah semakin gelap. Tetapi kami belum makan apa-apa sedari tadi. “Mau tidak mau memang kau harus mau. Ayolah tidak usah manja.”

“Aku mau ma…..”

“Aku tidak menyuruhmu memilih!” tegasnya. Astaga pria ini……….”Kita makan disana saja. Kau suka Pasta, kan?”

Aku tidak mengangguk ataupun menggeleng tetapi itu sama sekali tidak diperdulikannya. Dia berjalan duluan dan mau tidak mau aku memang harus mau!

*

“Kau pesan apa?”

“Terserah.”

Dia mendengus dan menuliskan pilihannya. Aku tahu dia pasti memilih makanan dengan acak. Astaga bagaimana kalau makannya tidak enak? Aku benar-benar lapar dan tidak lucu jika aku tidak jadi makan hanya gara-gara tidak menyukai makanannya.

“Aku keluar sebentar.” Ujarnya sambil membawa handphonenya keluar.

“Ne.”

Aku menunggu makanannya dengan gelisah. Aku takut jika ditanya ini-itu oleh pelayannya nanti. Aku takut jika Kyuhyun ternyata meninggalkanku disini. aish mana mungkin dia berani melakukan itu. Tapi pria itu kan sinting, dia bisa saja melakukan sesuatu yang lebih sinting dari bayanganku.

Pelayan itu sudah meletakkan makanannnya diatas meja. Dia sempat mengucapkan sesuatu padaku yang aku tidak mengert artinya apa. Jadi aku hanya mengangguk saja.

Kelihatannya yang dipesan kyuhyun tidak buruk. Aku lapar apalagi makanan ini terlihat lezat.

Aku tidak sabar untuk memakannya tetapi disisi lain aku juga harus menunggu Kyuhyun.

Sudah berpuluh menit dia keluar dan minumanku sudah hampir habis. Mau berapa lama lagi dia diluar? Jika menyusul, aku takut kesasar.

Aku menatap makanan dan minuman Kyuhyun yang belum tersentuh sama sekali itu dan beberapa botol kecil dimeja ini secara gantian. Tiba-tiba terlintas ide konyol dibenakku.

Karena kau sudah mengerjaiku habis-habisan sedari tadi, sekarang tidak ada salahnya kan jika aku balas dendam?

Aku mencampurkan beberapa bubuk yang aku tidak tahu ini apa kedalam cream pasta-makanan Kyuhyun. Banyaknya juga tidak tanggung-tanggung. Dan pasti akan sangat menyenangkan melihat ekspresi Kyuhyun ketika memakannya nanti. Membayangkannya saja sudah membuatku hampir tertawa.

Cepat-cepat aku kembali menetralkan rautku ketika dia terduduk dihadapanku.

“Kenapa kau tidak makan duluan?”

“Aku menghormatimu, bodoh.”

Dia hanya diam lalu mencampurkan cream itu keatas pastanya. Aku menahan napas, ini betul-betul membuatku tegang. Kyuhyun hampir saja memasukkan makanan itu kemulutnya tetapi tiba-tiba dia menatapku heran.

“Kau kenapa? Cepat makan makananmu,” ucapnya. Aishh kenapa dia tidak kunjung memakannya?

Lalu aku dapat mendengar suara batuk-batuk keras dari arah depanku. Aku mendongak dan melihat Kyuhyun menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

“Sayang, kau kenapa?” Tanyaku pura-pura tidak tahu. Tapi demi Tuhan, aku benar-benar tidak tahan untuk tidak mentertawakannya.

Ekspresinya tetap panic. Mati-matian dia menahan agar tidak memuntahkan makanan dimulutnya. Dan demi apapun ini sangat amat lucu.

“Sayang, kalau makanan sudah dimulut itu harus ditelan.” Kataku seperti ibu yang menasehati anaknya. Perutku sampai sakit dan napasku tercekat karena menahan tawa. “Sepertinya minuman ini enak.” Lanjutku polos lalu meneguknya sebelum Kyuhyun merampasnya.

Dia menatapku kesal lalu berjalan__hampir berlari ke belakang, mungkin kamar mandi. Dan saat inilah waktunya untuk tertawa habis-habisan. Beberapa orang bahkan menatapku aneh. Peduli apa? Yang jelas sekarang aku sangat-amat puas karena balas dendam-ku lebih berhasil dari yang kuharapkan.

Tak berapa lama Kyuhyun kembali duduk dikursinya dengan muka yang memerah.

“Kalau marah berarti anak kecil!” Kataku disertai dengan senyuman termanis yang kubisa. Dia masih saja terbatuk-batuk kecil. Aku jadi penasaran bagaimana rasanya sampai-sampai membuat Kyuhyun seperti ini.

“Aku tidak marah aish.”

“Kau lapar kan, kalau begitu makan saja ini.” Aku menyuapkan sesendok pastaku kearahnya tetapi dia tak kunjung membuka mulutnya. “Aku tahu kau lapar, lagian ini makananku, tidak kutaro apa-apa,”Yakinku. Akhirnya ia membuka mulutnya juga walau disertai keraguan. Dan kelihatannya aku benar-benar menjalani suka-duka dengan si sinting ini.

“Suamiku, kau tahu betapa manisnya kita sekarang?”

“Berhentilah, ini tidak lucu, bodoh.”

“Aku tidak menyangka memiliki hubungan yang seromantis ini dengan-mu,” ejekku lagi.

“Yah! Kau tidak bisa diam?”

“Bahkan kau terlihat jauh lebih tampan ketika sedang kesal.”

“Berhentilah, kau menyebalkan ketika berpura-pura.”

“Sayang…hmftshahaha.” Aku tertawa terbahak lagi dan kali ini dihadapannya. Dia betul-betul lucu apalagi kalau sudah kalah telak begini.

Ckrek.Aku tidak sadar kalau dia memegang handphone sedari tadi.

Dia menahan tawa sambil melihat hasil jepretannya, “tidak buruk,”

“Yah! Apa yang kau lakukan, cepat hapus fotonya!”

Dia menatapku dengan seringai iblisnya, “Satu sama.”

Ya Tuhan. pasti hasilnya kacau sekali.

***

Aku benar-benar kelelahan karena seharian ini. Kyuhyun telah berhasil membuatku takut, kesal, sedih, kacau dan senang……

Dia membawaku ke sebuah apartement mewah yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tadi. Dia mengerjaiku. Si sinting itu benar-benar ingin melihatku mati ketakutan sepertinya.

“Karena selama ini aku tinggal sendirian, jadi hanya ada satu kamar.”

Aku mengangguk paham. Lalu untuk apa menyatakan itu kepadaku?

“Kau tidur di sofa, aku di kasur.” Ucapku asal.

“Kau saja yang disofa.”

Kyuhyun langsung membaringkan badannya diatas tempat tidur membuatku semakin membelalakan mataku tidak percaya. Anak ini……….

“Ya! Pria itu slalu mengalah untuk wanita.”

“Koreksi, wanita yang dicintainya.”

Aku menghela napas, berjalan kearah tempat tidur lalu mengambil bantal.

“Kenapa kau tidak tidur disini saja?” Dia menepuk-nepuk tempat kosong disebelahnya berbaring.

“Malas….”

Dia menarik tanganku dan langsung membuatku terjatuh berbaring disebelahnya. “Tidur disini!” Perintahnya. Aku menelan ludah. Ya Tuhan, kalau sudah begini aku tidak berani membantah lagi.

“Kyuhyun-ah, boleh aku menanyakan sesuatu?”

Dia menatap kearahku sekilas, “Apa?”

“Bukan maksudku untuk ikut campur. Aku juga tidak tahu kau sudah tahu ini atau belum.”

“Hmmm?”

“Kau berpisah dengan Haerin karena apa? Sungguh, aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi kau harus tahu bahwa ‘kita’ saling berhubungan.”

“Jadi kau mengenal Haerin?” Tanyanya dengan nada datar.

Aku menggeleng, “Tidak…tapi……..” Aishh aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa.

“Dia yang meninggalkan-ku karena pria lain.” Jawabnya senduh. Dia menatap kearah atas. Kedua tangannya terlipat dibawah kepalanya.

“Pria lain?”

“Aku juga tidak mengerti. Tetapi pria itu pasti yang telah mengancamnya.”

“Berarti dia tidak mempercayaimu atau kalau tidak, dia terlalu bodoh. Jika dia mencintaimu, seharusnya dia mempercayaimu. Sekalipun mungkin kau orang paling membahayakan didunia.” Aku tidak mengerti kenapa kalimat-kalimat itu bisa keluar dari bibirku. Lagi-lagi aku cari mati.

Aku tahu dia pasti marah. Jika aku menatapnya sekarang, dia pasti terlihat sangat menakutkan. Maka dari itu aku lebih memilih melihat kearah atas.

“Maaf jika aku terlalu lancang. Tapi kau akan tahu nanti. Bahwa aku yang paling menderita disini!” Lanjutku lagi.

Kini aku menghadap kearahnya, memperhatikan mata tajamnya. Dia hanya diam. Apakah dia tersinggung dengan ucapanku tadi?

“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?”

Aku hanya tersenyum hambar.  Aku ingin dia mengetahuinya sendiri. jika aku menceritakannya sekarang, mungkin ‘kami’ akan semakin salah paham.

“Aku ngantuk. Selamat tidur.” Ucapku lalu memejamkan mataku tanpa menghiraukannya lebih jauh lagi. Semoga saja dia membebaskanku, tidak membangunkanku dan memaksaku menjelaskan semuanya sekarang. Aku tidak akan sanggub.

Tapi tidak ada. Tidak ada suara lagi. Ruangan ini terasa begitu sunyi. Aku penasaran dia sedang apa sekarang. Tertidur juga kah?

Kalau Haerin sudah kembali padamu bagaimana? Apakah kau akan menceraikanku?

Bukankah ini yang aku mau? Tapi karena hari ini. hari ini Kyuhyun telah membuatku percaya kalau dia bisa menjagaku dengan baik.

***

Aku membuka mata. Tidur disamping Kyuhyun membuatku tidak bisa terlelap dengan nyenyak. Tidurku lasak, tidak lucu jika aku menendang-nendangnya ataupun memeluknya secara asal.

Aku melihat kesamping tempat tidur ini. dia sudah tidak ada. Mungkin keluar sebentar atau sudah ada didepan.

Aku bangkit dari tempat tidur, membuka koper dan mencari bajuku.

Bahkan barang-barang lama Kyuhyun rata-rata masih tersisa disini. Apakah ini semua kenangan buruk untuknya?

__

Apartemennya tidak terlalu besar, tapi sangat amat mewah. Aku tidak tahu untuk apa mengitari apartement ini. Mencari pria itu?

Tapi sungguh. Dia sama sekali tidak berada disekitar ruangan ini. mungkin dia sedang keluar. Atau dia marah kepadaku soal semalam? Ahh atau mungkin dia mau meninggalkanku sendirian disini?

Aku membuka pintu  balkon. Lantai 30, jadi aku cukup leluasa menikmati pemandangan dari sini. Beginikah Italia?

Dulu aku begitu mendambakan Negara ini. seungri juga kuliah disini. dan apakah dia juga sedang berada disini sekarang? Bagaimana jika kami bertemu? Ahhh bukankah kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi?

‘kriuk ..kriukk.(?)’ aku memegang perutku.

Aigo, aku kelaparan. Dan sepertinya dibawah sana ada restoran Pizza yang lumayan ramai pengunjung. Jelas saja, letak apartement ini kelewat strategis. Dan kebetulan tadi malam Kyuhyun sudah menukar uang dan menyerahkan nya beberapa kepadaku.

.

Aku menahan napas untuk beberapa saat setelah membayar semua pesananku.

Pria itu. Aku masih mengenal dengan jelas bagaimana lekuk wajahnya. Mungkin 2 bulan yang lalu terakhir aku melihatnya. dia masih tampan, tetap gagah dan mengagumkan. Aku memalingkan muka saat matanya tiba-tiba terarahkan kepadaku. Aku ingin keluar dari sini!!

Kulangkahkan kakiku keluar secepat yang kubisa. Tidak peduli kalau pesananku tetap kutinggalkan disana. Semoga dia tidak mengenaliku. Tuhan kumohon~~

Aku mendengar pintu itu kembali terbuka setelah aku menutupnya, “Seojin-ah….” Panggil suara serak tu. Mau tidak mau aku berhenti dan membalikkan badanku.

“Apa?” Tanyaku malas-malasan. Aku kembali merasa seperti boneka yang slalu mengikuti apa kata tuannya setelah memandang mata sayu ini. dia berada didepanku, tepat dihadapanku.

“Kenapa bisa ada disini?”

Aku tidak dapat mendiskripsikan dengan baik bagaimana raut wajahnya saat ini. Sedih, senang, kesal, kecewa. Ntahlah. Tetapi jujur, aku sama sekali belum siap menghadapinya lagi.

“Memangnya tidak boleh?”

“Kau masih marah? Ayolah waktu itu aku hanya………….”

“Hanya berselingkuh dengan seorang gadis cantik?” Potongku sinis.

“Seojin-ah jangan bertingkah seperti anak kecil.” Rayunya lagi. Aku tidak akan termakan dengan rayuan bodoh seperti ini lagi! Tidak akan!!!

“Aku sudah menyuruhmu menjelaskan tapi waktu itu kau diam saja, kan?”

“…..”

“Kenapa diam? Kalau begitu aku pergi sekarang!”

Seungri menahan tanganku lalu memaksaku kembali berbalik kearahnya. Untuk beberapa detik aku merasa seperti mati rasa. Dia membawaku kedalam dekapannya, mengelus puncak kepalaku lembut. Aku memberontak tapi sama sekali tak bisa terlepas darinya.

“Sssstt…aku merindukanmu. Tolong, biarkan seperti ini. sebentar saja.”

“Aku membencimu…” Ucapku lemah. “Aku benci kau! Kenapa kau menghianatiku, huh? Kenapa kau mencium gadis itu? Kau bilang kau mencintaiku lalu kenapa kau menyakitiku? Lepaskan aku Lee Seunghyun! Aku lelah menangis karena mu!”

Perlahan pelukan itu terasa mengendor. Aku menghela napas lega sekaligus kecewa. Kenapa rasanya sesak? Aku masih ingin dia memelukku, mengelus rambutku dan menenangkanku. Demi Tuhan aku juga merindukannya.

Aku membeku setelah satu tangan lagi menarik tubuhku menjauh dari Seungri.

“Kyuhyun…” Gumamku.

“Seojin-ah, kau mengenalnya?” Tanya Seungri kaget.

“Dia suami-ku.”

Aku merasa begitu sulit untuk mengakui ini. seperti hal nya tidak akan ada peluang lagi dari segala harapanku setelah aku mengucapkannya. Aku tahu ini akan semakin buruk. Dan aku tidak menyangka semuanya akan terkuak secepat ini.

“Apa masalahmu Lee Seungri?” Tanya Kyuhyun dingin. Aku dapat merasakan kalau dia berlebihan mencengkram tanganku.

Seungri hanya diam. Dia seperti terlalu shock dengan semua ini. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti apa masalah mereka. Tetapi yang jelas, mereka mencintai gadis yang sama.

Itu menyedihkan. Saat kau mengetahui kalau suami dan mantan pacarmu mencintai dan memperebutkan gadis yang sama. Aku tahu ini emang lebih dulu. Waktu itu, aku menemukan foto seorang gadis di dompet Kyuhyun. Mungkin aku terlalu lancang. Tetapi awalnya aku hanya tidak sengaja menjatuhkan dompet itu.

Walau ingatanku buruk, tapi tetap saja aku masih mengingat dengan jelas bagaimana gadis yang berciuman dengan Seungri waktu itu. Membuatku sadar kalau aku benar-benar tidak berguna.

Aku tahu dari awal Kyuhyun menikahiku hanya untuk menjadikanku pelarian atau mungkin yang lebih buruk dari itu. Aku tidak peduli. Walau suatu saat nanti dia menceraikanku aku juga tidak peduli. Yang aku takuti hanya satu. Dia tidak akan melepaskan-ku begitu saja jika keadaannya sudah seburuk ini.

“Demi Tuhan Kyuhyun, aku tidak pernah mencoba merebut Haerin dari-mu.” Ucap Seungri tiba-tiba.  “Ka….kalian berdua salah paham!” Lanjutnya lagi.

Aku dan Kyuhyun saling berpandangan. Salah paham? Apa maksudnya? Apakah ada sesuatu yang tidak aku ataupun Kyuhyun ketahui? Atau ini hanya akal-akalan Seungri oppa saja? Lalu sebenarnya kemana Haerin? Seharusnya dia bersama Seungri, kan?

Tbc.

Sorry lanjutannya lama banget. soalnya kmrn filenya sempat kehapus dan bener2 bikin aku bad mood -___- dan sorry kalo ceritanya makin ga jelas -___-

ada yang bisa nebak kemana Haerin? Ayo tebaaak hehe -___-

Komennya tetep dibutuhkan.. kritik saran jangan lupa (?)

Advertisements

64 responses to “Cruelty Of Love Part 3

    • aauauuaauh chinguhhh jadi 1st yang komen (?)/apadeh..
      duh yah itu shim changmin nyempil doang kok.. dan ntah kenapa aing skrg rada ngelirik dia ching..
      dan jangan salahkan aing kalo si trio ganteng aing embat semua -___-

  1. waahhh dah publish….tpy aq dah lupa part sblum ny…
    salah faham….oh jngan sampai mreka cerai…aq gak rela…***lebaiii maaffff….

  2. Astaga~ Kyu mulai perhatian ya sama seojin.. cieee. Lagi seru-seru baca konfliknya kyuseojinseungrihaerin malah TBC >.< aothor ngebuat aku penasaran setengah idup nih :3 Lanjutannya jangan lama thor! Semangat! ^^)_]

      • yah~ apapun jalan ceritanya terserah padamu thor :3 tapi tetep berharap kalo kyu bakal beneran cinta sama seojin 😀 ini ceritanya sama kayak yang di wp pribadi aothor ga?

  3. kyu dan seojin mereka benar” lucu sling ngerjain hahaha,,
    kyu dan seungri merebutkan hearin??,,emm kedekatan kyu seojin mesti d perdalam biar dpat feelnya,,naikin konflik secra perlahan-lahan thorr,untuk part ini keren dech
    emmm,poor seojin,,apa tuh maksdnya slah paham??aigoo jgan smpe kyu dan seojin berpisah#ga mau…….
    aku seneng akhirnya post jga,jeball untuk part selanjutnya jgan lama” yahh,
    tetap semangat thorr,,semangat nulis yaaa

  4. *deg deg deg deg* suka deg2an kalo baca ff ini, abis feelnya kerasa ><
    Si evilgyu yang dingin, nakal (?), dan kadang2 romantis xD hahaha
    Eh changmin nongol :3 aku kira dia sodara kyu yang tinggal di Italy (?) xD kkkkk
    eiy, si maknae seungri akhirnya muncul disini XD hohohoho
    konfliknya mulai kerasa lagi :)) gak sabar baca yang lanjutannya xD *udah gak sabar aja ni anak xD* /plak
    Oya, author punya blog pribadi kah? :3 hehehehe

  5. aaaa, menunggu publish ff ini . .

    aigoo, ada apa dgnmu kyu??
    b’harap kyu benar2 pny rasa bwt seojin dan bkn pelampiasan atau tmpt bls dendam

    d tggu lanjutan’a
    a.s.a.p

  6. keren thorrrr. kyunya mulai perhatian tuh. pagi seru-serunya malah tbc ><
    next chapnya cepetan yh thor ditunggu loh:D

  7. author lama banget nunggu ff ini hoho
    Keren ih kyuhyun evil banget bikin greget dan gemes!! 😀
    seojin kesian tapi menderita mulu -_-
    Seungri!! Kyaaaaaaaa ><~ pasti ceritanya makin seru~! woahaaa next chap 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s