My Fat & Game Chp. 8a

Author: KidneyPea

Rating: Teen

Genre: A LITTLE BIT AU , Romance *gatau bakal ada apa enggak*

Lenght: Chaptered

Main Cast:

– Joo Jihyun (OC)

– Cho Kyuhyun (Super Junior)

– Park Sang Mi (OC)

– Joo Hyomin (OC – Jihyun’s sister)

– Yong Junhyung (B2ST)

Cameo:

– Choi Minho (SHINee)

Read First: PROLOG | Chp.1 | Chp.2 | Chp. 3 | Chp. 4 | Fighting! (Side Story) | Chp. 5 | Chp. 6 | Chp. 7 |

CHAPTER 8a

“Mengurus anak, berdua dengan partner masing-masing..”

JLEB!

AAAAAAAAAAA!!! Perlu aku berteriak sekarang? perlu aku demo disini sekarang juga? oh Tuhan, kau sungguh pembuat skenario yang tak terduga, tega sekali membuatku menderita seperti ini. kau tega membuatku harus mengurus anak.. dengan manusia superevil seperti dia!? Anak itu akan menjadi apa!?

Wajah panitia itu tampak berseri, bahagia, gembira, seperti pengantin yang akan melempar bunga ke penontonnya. Merasa tak bersalah sama sekali, huh? Halooooo~ yang disini, diujung sini menderita! Kalau boleh lantai marmer ini kucakar akan kucakar sekarang.

Pertama, aku malu bertemu dengannya karena kejadian kemarin. Kedua, aku takut dia marah. Ketiga, dia membenciku. Keempat, dia tak menerima alasanku meninggalkannya. Kelima, dia sudah tidak mood mengikuti pertandingan ini karena aku. Keenam, semua kemungkinan terburuk lainnya sudah mengumpul diotakku.

Tunggu, apa hubungannya game ini dengan mengurus anak? Yang kudengar kini banyak protesan serupa dari mulut para peserta. Iya juga ya? Inikah alasan kenapa pemilihan Game Master kali ini harus berpasangan?

Tak satupun panitia menjawab. Yah, mau tidak mau kita—para peserta harus menelan bulat-bulat tes kedua ini.

Panitia hanya menjelaskan tempat selanjutnya, kapan, dan pukul berapa. Peserta tampaknya tidak puas dengan penjelasan panitia tersebut. Well, aku juga. Sejak 5 menit yang lalu, harusnya aku sudah dijalan menuju rumah. Tapi, Hyomin belum kutemukan.. Aku harus mencarinya! Yah, begini-begini aku masih mengkhawatirkan adik kandungku satu-satunya itu.

Postur itu, gestur itu.. familiar, badannya yang tegap. Dikelilingi banyak wanita di sekitarnya. Ini pertanda buruk, aku harus menyingkir dari sini sekarang juga. Bodoh! Hyomin dimana? Aku mengitarkan pandanganku kesemua sudut lobby yang luas ini dengan kedua mataku. Sulit. Ada banyak orang disini.

Itu Hyomin! Tapi, kenapa dia harus ikut mengerubungi pria menyebalkan itu, yah semenyebalkan dia, tetap saja dia adalah partnerku.. itu tidak bisa dipungkiri.

Aku melangkahkan kaki mendekati kerumunan para gadis itu, ingin menarik Hyomin. Namun, tiba-tiba jalanan terbuka lebar, Kyuhyun—pria yang di kerubungi itu menatapku tanpa ekspresi.

Hening…

Aku menarik Hyomin dari kerumunan itu, dan menatap Kyuhyun lagi.. dia membuang muka. Bagus! Firasatku tidak meleset. Dia benar-benar marah terhadapku. Aku harus segera pergi dari sini, atau aku akan merasa sesak.

Eonni.. aphayo!(Kak, sakit)” Hyomin meringis melihat cengkraman tanganku di lengannya. Aku segera melepasnya. Well, tidak seharusnya aku melampiaskan kemarahanku kepada Hyomin. Dia tidak tahu apa-apa.. dan, kenapa aku harus sekesal ini? karena dia kah? Ah tidak mungkin!

Di taksi, tidak ada satupun dari kami yang bersua. Hening. Sibuk dengan masalah masing-masing mungkin?

Kamipun sampai di depan gerbang rumah kami yang kecil ini. Yah, aku tak terlalu berharap lebih.. toh, ekonomi Appa dan Eomma memang biasa saja, dan.. tak ada peningkatan kurasa. Aku semakin ingin menjadi orang sukses nantinya, melebihi Appa dan Eomma.

Tapi, tak lama aku ingin membuka kunci gerbang rumah. Sebuah mobil yang terlihat cukup mewah melintas tepat di depan gerbang rumah kami dan berhenti. Ada apa ini? Ah, mungkin tetangga!

Dua orang pria berpakaian lengkap hitam menghampiri Hyomin. Mencengkram lengan Hyomin dan menutup mulut Hyomin. Aku menatap mereka dengan panik. Mereka mamandang kearahku dengan tidak yakin dan kemudian menggeleng.

“Yaa! Siapa kalian!!?” teriakku pada mereka. Apa hubungan mereka dengan Hyomin?

“Kau diam!” sahut salah satu dari mereka dengan ketus. Aku sibuk menggapai Hyomin agar terlepas dari cengkraman mereka. Sepertinya usahaku sangat percuma, tenagaku kalah jauh dengan mereka.

“Kita pergi” pria itu masuk kedalam mobilnya dan pergi seketika.

“YAAA!!! Tunggu!!!! Mau kau apakan adikku!!!!” teriakku sekencang-kencangnya sambil berlari mengejar mobil yang aku tahu tak akan terkejar olehku.

Aku langsung menyetop taksi dan menyuruh supir taksi itu untuk mengejar mobil sedan sport silver di depan yang sudah nyaris jauh.

***

(Kyuhyun PoV)

Kenapa aku harus bertemu dia waktu itu? Kenapa harus dia yang menjadi partnerku? Kenapa dia harus membuatku gila seperti ini!? Banyak pertanyaan yang bermunculan ketika aku mengingat dia.

Harusnya aku tidak sekesal ini. Tapi, aku tidak suka dibohongi. Aku rela menunggu lama hanya untuk dia.. tapi mengapa balasannya seperti itu? Apa aku hanya sampah kecil mengganggu jalanmu? Yang sama sekali tak ada artinya di hidupmu? Lalu, selama ini aku dianggap apa?

Memikirkan hal ini jujur memacu emosi. Sekarang, ditambah pengumuman bahwa tes kedua adalah mengurus bocah!? Oh! Kenapa hidup ini sungguh tak adil!?

Aku jadi malas melihat wajahnya. Ditambah, tadi ia menampakkan diri di hadapanku.

Tuhan, kenapa harus dia….?

***

(Author PoV)

Di sebuah Mansion yang megah itu, terdapat sekumpulan orang yang sedang melepas rindu.. mungkin semacam reuni kecil-kecilan, sebagian dari mereka sudah berkeluarga dan bercerita tentang keadaan keluarganya masing-masing.

Ne, ini anakku Yong Junhyung” sahut wanita paruh baya yang sepertinya menyandang status sebagai Eomma dari pria bernama Yong Junhyung itu.

“Ah.. mirip sekali dengan ayahnya” wanita itu tersenyum kagum melihat anak dari sahabatnya sendiri, berarti sudah lama sekali mereka tidak bertemu.

“Oh, Kamsahamnida” Junhyung membungkuk kearah wanita yang ia tahu adalah teman dari Eomma-nya.

“Ya, Jun Ah.. Seonghyun.. mana anakmu? Aku tak sabar melihat calon menantuku”

“Sabar Hwamin-ah.. sebentar lagi akan kesini” Jun Ah angkat bicara, “Tapi.. sungguh, apa kau yakin dengan keputusanmu?” Jun Ah kembali ragu dengan keputusan yang sudah diambil Hwamin—mengingat postur tubuh anaknya.

“Kenapa tidak?”

“Kuharap kau tidak kecewa nanti..”

“Kenapa harus kecewa? Semua orang punya kelebihannya masing-masing, ne?” Jun Ah dan Seonghyun hanya mengangguk ragu, berharap Hwamin benar-benar memegang ucapannya nanti ketika melihat buah hatinya yang sedang ditunggu-tunggu.

Jwesonghamnida, Tuan.. Nona Hyomin sudah ditemukan” kedua pria dibelakang yang mencengkram Hyominpun melepas cengkramannya. “Nona Ji—“

Ap-appaaa!!??” Hyomin terkejut melihat Appanya. Sudah datang ke Korea tapi tidak memberitahu anak-anaknya? Apa maksudnya ini?

“Ah, dimana Eonnimu?” tanya Appanya—Joo Seonghyun, “Ia.. tadi…” Hyomin baru ingat, kedua orangtuanya kan tidak tahu kalau kakaknya sudah menjadi kupu-kupu. Ketika melihat sekeliling, ia menangkap sosok yang sangat tidak asing, seseorang yang pernah ia gilai, kagumi, bahkan sangat ia idolakan—Yong Junhyung. Ia gugup seketika.

“Err… tadi.. ia…”

Eomma..!!? Appa!??” teriak seorang wanita yang baru datang dengan dua satpam yang mencengkram lengannya.

Eonni!” sahut Hyomin kaget. Ia tak menyangka kakaknya akan mengejarnya.

Mwo..?” Seonghyun menilik lagi postur wanita yang dipanggil anak bungsunya dengan sebutan ‘Eonni’ itu, mungkinkah dia.., “Joo Jihyun…?” gumamnya.

“Ya, Seonghyun-ah! ini anakmu?” tanya Sunho—suami Hwamin, ia mendekat kearah Jihyun, “Aah, Neomu yeppeoyo..” dipuji seperti itu Jihyun hanya tersenyum kaku dan membungkuk.

“Seperti inikah yang kau bilang aku akan kecewa? Kau lucu sekali Jun Ah!” Sunho terkekeh mengingat perkataan Jun Ah belum lama ini. Sunho menatap gadis di depannya, “Ireumi mwoya?”

Joneun Jihyun imnida—Joo Jihyun”

Seorang pria yang tak jauh dari sana mendengar—mendengar dengan jelas, nama yang familiar itu.. semua kenangan masa lalunya seakan menguap kembali dan membuatnya mau tak mau mengingat kejadian pada game itu.. “Joo.. Jihyun?” gumamnya.

“Ada apa ribut-ribut” suara berat memecah keheningan yang baru saja terjadi disini.

“Ah, kebetulan sekali.. sini kau!” panggil Sunho melihat anaknya turun dari tangga, sembari melambaikan tangannya agar dia lekas kesini.

“Ini anakku, Choi Minho” pria yang disebut Minho itu membungkuk sopan dan tersenyum—meskipun sedikit terpaksa.

“Minho yang akan jadi tunanganmu, Jihyun-ah~” sahut Hwamin dari tempat duduknya. Minho dan Jihyun sama-sama terkejut dengan perkataan tiba-tiba yang sukses membuat keduanya terdiam.

Jihyun merasa ada yang memperhatikannya sedari tadi, ia memutuskan untuk melihat siapa gerangan yang menatapnya. Terkejut, tapi masih bisa ia sembunyikan. Sesempit itukah dunia ini? Kejutan apalagi yang disiapkan Tuhan untuknya? Mengapa hidupnya serempak menjadi menegangkan begini?

Setelah perkelahiannya dengan Kyuhyun, kini perjodohannya dengan Minho, lalu pertemuan mendadak dengan Junhyung yang tak lain adalah anak dari sahabat orangtuanya sendiri. Jihyun memandang Hyomin ragu, Hyomin hanya menunduk tak bergeming daritadi.

***

 

(Hyomin PoV)

Kenapa orangtuaku tega sekali? Mereka tidak memberitahu kami kalau ternyata relasinya adalah kaum sosialita seperti mereka? Tidak adil! Kau tahu rasanya ternyata bias kita adalah anak dari sahabat orangtuamu? Bisa bayangkan!? Kau tahu kau pasti akan berteriak histeris mengetahuinya. Tidak untukku.

Aku sedang dijalan melupakan bias lama, tapi kenapa.. justru saat ini Tuhan baru mendengar permintaanku? Ah, aku jadi galau sendiri.

Minho Oppa.. dia juga, walaupun bukan biasku tapi aku seorang fangirl dan aku berada di negara yang sama dengannya.. aku tahu dia siapa, tidak seperti Eonniku yang terlalu cuek pada lingkungannya sendiri.. Sekarang Eonniku bahkan dijodohkan oleh seorang Choi Minho SHINee! Ah, kalau aku pasti sudah melompat kegirangan!

Aku bingung, Eonniku yang memang dari awal tidak pernah sama sekali tertarik dengan artis Korea.. tapi, malah justru dia yang mendapat apa yang semua fangirl inginkan! Hidup sungguh tak adil bukan? Tahu begitu aku akan memilih untuk tidak menyukai artis Korea.. tapi ini sudah takdir.. mau bagaimana lagi? Eh.. apa mungkin nasib?

Ini bingung keduaku, kurasa Eomma dan Appa ku itu sedikit tidak masuk akal.. pulang-pulang bukannya menemui putri-putrinya yang katanya tercinta ini, malah langsung menjodohkan putrinya dengan seenaknya! Setidaknya cari tahu dulu kabar anaknya.

***

Aku, Jihyun Eonni, dan kedua orangtua kami kini di dalam mobil, hendak pulang dari rumah Minho Oppa. Aku bingung, kenapa Eomma dan Appa bisa dapat mobil sebagus ini? Apa sesukses itukah mereka di China? Mungkin..

Hey, apa mereka lupa jalan pulang? Kenapa lewat sini..?

Appa, bukankah rumah kita belok kiri?” tanya Jihyun Eonni, pertanyaan yang bagus. Pemikiran Eonni sama denganku rupanya.

“…”

Hening, tak salah satu dari mereka menjawabnya. Hidup mendadak seaneh ini! Ya ya ya.. aku hanya bisa mengikuti skenario Tuhan saja. Biarlah.. toh, Tuhan juga memberi cobaan yang setara pada kemampuan umatnya.

Mobil ini berhenti di depan sebuah rumah yang megah, terlihat sangat elit. Rumah siapa lagi ini?

Gerbang rumah tersebut terbuka secara otomatis, melihat desain depan rumahnya.. yang punya pasti kaya sekali—kaya tujuh turunan! Waaah.. andai saja aku yang menempati rumah itu..

Kami semua turun dan memasuki rumah tersebut, aku ternganga-nganga melihat isinya! Bagus sekali! Benar-benar elit! Aku penasaran siapa pemilik rumah ini.

“Appa.. Eomma.. ini rumah siapa?” tanyaku memberanikan diri. Mereka berdua hanya tersenyum.

“Kita”

“NEE!!?????” teriakku berbarengan dengan Jihyun Eonni. Ba-ba-bagaimana bisa? Aaah! Ini gila! Semua gila! Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba hidup berputar 180 derajat begini? Aku menepuk-nepuk pipiku lalu mencubit lenganku agak kencang.. Apha! Jadi, ini benar kenyataan?? Aku tidak sedang tidur kan?

“Sst.. kita akan bercerita nanti, kalian pasti capek dan butuh istirahat..” Eomma menyahut dengan santainya. Sementara aku.. dan sepertinya Jihyun Eonni masih belum terbiasa dengan semua ini.. terlalu….. istimewa.

***

(Jihyun PoV)

Aku membuka pintu yang di tunjukkan oleh pelayan yang barusan mengantarku sampai sini.

<CKLEK!>

“…”

i-iini apaa? Kamarku! Oh, kamarku? Apa benar ini kamarku? Bahkan kamar ini lebih besar 4 kali kamarku yang dulu—atau bahkan lebih? Ini benar-benar kamar impianku! Bahkan ruangan ini penuh dengan warna ungu.. warna kesukaanku!

Aku menjatuhkan diri di kasurku.. ya kasurku! Sekarang sudah resmi jadi kamarku kan? Ah, nyaman sekali.. aku menengok ke arah kanan, terdapat lemari besar bertengger disana.

Aku membuka pintu lemari tersebut dan…

Mian.., bajunya masih ukuran tubuhmu yang dulu” sahut seorang wanita yang aku tahu itu pasti Eomma dari arah pintu. Aku melongokkan kepalaku dan melihat beliau tersenyum.

Gwenchanaa..”

Ottae, kau suka kamarnya?”

Aaaaju johayo! (Saaangat suka!)” aku menyengir menatap Eomma, dia masih cantik seperti dulu. Akupun memeluknya.

“Ya! Kau manis sekali.. Ceritakan pada Eomma-mu ini bagaimana bisa jadi seperti ini, eoh?”

Akupun bercerita kepada Eomma di kasur. Semua yang kujalani selama tak ada mereka, kecuali tentang Kyuhyun dan hal-hal yang menurutku Eomma tak perlu tahu. Cukup aku dan Tuhan yang tahu. Eomma tertawa dan mendengarkan ceritaku dengan antusias. Aku suka momen seperti ini..

***

Shock. Sangat shock! Apalagi ketika Eomma bercerita tentang usahanya menurunkan berat badanku.. kalian tahu? Mereka sengaja meninggalkanku dan Hyomin ke China. Ya, karena uang sangat terbatas dan mau tak mau kami harus menghemat agar tidak habis. Itu trik mereka agar aku berhenti belanja camilan.

Lalu, dengan uang terbatas.. kami pasti memilih bahan makanan apa yang tidak terlalu mahal, kami pasti tidak akan membeli daging karena yang jelas itu mahal disini. Kami membeli sayuran! Yah, itu salah satu trik mereka juga.

Dan yang membuatku sangat terkejut adalah, mereka sengaja menyembunyikan ini semua dari kami! Ya, menyembunyikan fakta kalau mereka sebenarnya kaya! Katanya, kalau kami tahu mereka punya banyak uang, mereka takut kami akan menjadi wanita yang suka menghamburkan uang hanya untuk barang tidak penting! Mereka ingin mendidik kami agar terbiasa menabung dan menghemat uang.

Aku tidak marah, bahkan aku salut dengan mereka! Mereka mau memikirkan anaknya sampai dengan cara seperti itu! Mereka Orangtua yang hebat!

Belum sempat aku kesal karena ulah mereka, mereka malah menyuruhku membeli baju yang sesuai dengan ukuranku dengan Hyomin! Tentu saja aku tidak menolak! Bahkan, mereka menambahkan, aku boleh membeli apapun asal bukan camilan! Aku tertawa terbahak-bahak disini!

***

24 September at the Building

Seperti yang di umumkan panitia minggu kemarin, aku datang lagi. Kali ini di gedung yang berbeda, seperti Hotel.. ehm, bukan! Apartemen. Sebenarnya, aku sudah dongkol duluan ketika ingin pergi menuju ke tempat ini! Yaa, mengingat disini pasti ada dia. Dan akulah partnernya!

Memang sih, disini aku sebagai orang yang bersalah. Tapi, sepertinya dia lebih bersalah karena tak mau mengantarku pulang! Gila. Eh, tapi harusnya aku tidak bersikap seperti itu ya padanya.. seharusnya aku bicara baik-baik dengannya bukan malah kabur membiarkan dia menunggu disana—eh? Dia menunggu tidak sih? Ah, pede sekali kau Jihyun! Tidak mungkin dia menunggu orang yang baru saja ia temui.

Kenapa aku jadi galau disini? Ah! ini gara-gara dia!!

“Semua peserta diharapkan berbaris sesuai nomer, dengan partnernya masing-masing”

Sial! Panitia ini maunya apa!?

Tenangkan dirimu Jihyun! Kau harus siap melihat wajahnya. Aku dan Kyuhyun nomer 411, itu berarti aku di barisan ke 2. Aku berjalan dari posisiku sekarang menuju barisan yang sudah ditentukan.

DEG!

Mataku dan dia bertemu. Kumohon! Jangan membuatku merasa bersalah.. apa yang harus kulakukan? Minta maaf? Tapi, memangnya maaf dapat menyelesaikan masalah? Kupikir tidak.

Aku berdiri disampingnya, perasaanku jadi gelisah. Tidak bisa berpikir dengan tenang, jantungku berdebar lebih cepat. Err, sebenarnya aku ini kenapa sih? Apa perasaan ‘merasa bersalah’ rasanya seperti ini?

Di samping itu, sebenarnya aku juga deg-degan! Kau tau karena apa? Aku penasaran dengan apa yang akan terjadi ketika kami mengurus ‘anak’ yang dibilang panitia tempo hari. Apakah bertengkar hebat seperti sepasang suami istri yang kepergok selingkuh? Atau… sebaliknya..? err…

“Peserta 411, dengan Jo Youngmin dan Jo Kwangmin!” Panitia yang menyebutkan ini sepertinya bahagia sekali.

Aku melihat sepasang anak lelaki kembar di depan sana. Umur mereka sepertinya.. masih 7-8 tahun. Mereka lucu, tapi aku tidak bisa membedakan yang mana Kwangmin dan Youngmin, mereka terlalu mirip! Astaga mereka lucu sekalii..

Aku ingin tahu apa yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini..

***TBC***

disini, Jo twinsnya itu masih cilik yaaa… :3

kyaaaa >.< kali ini jangan salahin saya kenapa lama -_- /plak saya lama karena beta read juga, ngetik ulang.. ._. btw, ini udah panjangkan? masa banyak bgt kmrn yg ngeluh kependekan.. 😐

jangan salahin saya kalo kalian ganemu konflik, menurut saya yang udah saya kasih disini itu konflik, mungkin gak wah bgt tapi yg penting ada.

kenapa 8a? karena gamau ini ff kesannya panjang bgt -_-

saya udah janji mau kasih foto hyomin ya? nih:

jangan ngomong kayak anak kecil, dia emang semacam anak kecil gitu (?) -__- /plak. coba baca aja chapter yg sebelum belumnya, disana dia cerita kalo dia mini dan masih smp-an lah.

btw, foto sangmi di 8b ya 😀 *itupunkaloudah kepilih* masalahnya ada 3 kandidat yang bisa jadi sangmi..

saya gamau janji janji lagi ah, ntar dosa lagi -_-; chapter yang akan datang masih belom tau kapan.. hoho /plak *disantetreader*

selesai saya terlalu bacot sepertinya, KEEP RCL YAAA :3 makasiih *peluk reader*

Advertisements

91 responses to “My Fat & Game Chp. 8a

  1. wah wah aku mau nya jihyun ama kyuhyun
    si choi minho tu campakin aja#plak
    huahahahahaha
    wah wah si tuan cho ngambek eh??
    aish jinjja
    Kyu oppa jangan merajuk lah hahaha
    ehmmm ni kapan next part nya chingu???
    penasaran eyy ama lnjutannya huwaaaaaaa
    fighting chingu
    kekeke

  2. wah,aku suka banget ff ini,sumpah keren abis …. cepet bikin lanjutannya dong authorrr >//< like this very much deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s