[oneshoot] Silent Day

Author: v3aprilia

Genre: comedy

Length: oneshoot

Rate: G

Cast: noh, udah keliatan kan di gambar diatas, hehehe

NB: ini semua cuman epep ya, B2ST sama sekali ngga pernah ke Bali, hehehe

Oiya, thanks to LiaaML buat ide penyewaan motornya, hehehe

Silent Day

“Welcome to Bali”

Tulisan itu terpampang dengan jelas di pintu kedatangan Bandara Internasional Ngurah Rai. Keenam cowok ganteng itu sejenak celingukan, setengah senang tapi juga bingung, kok suasana disini adem ayem aja. Padahal ada mereka lho…

Emangnya mereka siapa?

Sebenarnya kedatangan mereka ke Bali ini tanpa rencana, dan murni buat liburan. Ya, dari pengalaman yang udah-udah, jarang banget ada kehebohan di bandara tiap ada artis Korea lagi di Bali. Sekalipun itu Jessica SNSD, Yuri SNSD, Go Hye Sun, Wooyoung 2PM, atau artis-artis lain yang author ngga tau namanya, hehehe, mereka sama seperti turis-turis lainnya. Begitu akhirnya berita mereka lagi di Bali muncul dan orang-orang heboh, merekanya udah pada cabut duluan dari Bali.

Mungkin inilah yang baru pertama ini dirasakan oleh cowok-cowok yang baru-baru ini sukses menggelar konser Beautiful Show di Jakarta ini, yang kemudian pengen refreshing sekitar 1-2 hari di Bali.

Nah, sekarang udah pada tau kan siapa cowok-cowok ganteng ini? Hah, belum tau? Ok, author beritau. Mereka itu B2ST, boyband dari Korea. Hah? Belum tau juga? Itu lho, yang membernya ada Doojoon, Hyunseung, Junhyung, Yoseob, Gikwang, sama Dongwoon. Apa? Masih belum tau juga? Googling dulu sono!

Singkat kata, mereka pun akhirnya menuju Alam Kulkul, hotel yang letaknya tepat di seberang pantai Kuta. Tapi ada satu yang menarik perhatian cowok-cowok ini, yaitu benda besar yang mereka lihat di sepanjang jalan. Benda itu terlihat seperti patung besar berwarna-warni, kebanyakan berbentukan seperti raksasa mengerikan dengan taring dan kuku-kuku yang panjang, dan dibawahnya terdapat alas yang terbuat dari beberapa batang bambu.

“Apaan nih?” tanya Yoseob, dia sampe nempelin wajah dan hidung yang ukurannya ngga seberapa itu #plaak ke kaca mobil, saking takjubnya liat benda itu.

“Turunin aja kacanya Yob, udik banget sih. Ntar kalo hidungmua tambah rata gimana?” sekarang aja ukurannya cuman segitu,” kata Junhyung.

“Ngga usah ngomongin idung, napa?” kata Yoseob, harga dirinya terusik. “Dasar ngga berperikehidungan!”

“Tapi ini keren banget, apaan ya? Kayaknya bukan patung deh,” kata Hyunseung, sibuk motret-motret benda-benda besar itu. anak-anak B2ST yang emang baru pertama kali ke Bali memang ngga tau itu benda apaan, yaitu ogoh-ogoh. Kebetulan mereka ke Bali sehari sebelum Nyepi, jadi wajar aja kalau ogoh-ogoh beberapa sudah siap-siap untuk dikeluarkan dari banjar, dan itu yang bikin jalan-jalan di Kuta yang rada kecil jadi tambah macet.

“That’s ogoh-ogoh,” jawab si supir taksi dengan bahasa Inggris apa adanya. “Tomorrow, we the Hindu people will celebrate Nyepi, or Silent Day. There will no activities, no car, no motorcycle, no going to work, no electricity. Today is Pangrupukan, and tonight we will parade this ogoh-ogoh, to chase away the evil spirit,” jelas si supir. Junhyung-Hyunseung-Yoseob cuman ber-“ooh” doang, ngga jelas deh mereka ngerti atau ngga.

Di taksi lain (karena ngga mungkin juga enam orang umpel-umpelan dalam satu taksi. Emangnya mau saling pangku?), Gikwang-Doojoon-Dongwoon juga ngga kalah heboh saat mereka melihat ogoh-ogoh itu.

“Ki, Ki, disitu tuh, seksi banget, Ki! Bagel girl, Ki!” tunjuk Doojoon. gikwang si pecinta bagel girl, terbukti dari siapa yang dia idolakan selama ini (baca: Hyosung, kekekek, :p), langsung nongolin kepala keluar jendela, celingak celinguk sambil pasang mata lebar-lebar.

Dada montok muka kiyut, kan?

“Bagel girl apaan?!” Gikwang ngomel-ngomel, setelah tau kalo yang ditunjuk Doojoon bukan cewek, tapi ogoh-ogoh.

“Hahahaha, lagian denger bagel girl aja napsu amat.”

“Berarti ini semua ada di seluruh Bali dong? Ntar keliling yuk, hyung…” ajak Dongwoon.

“Naik apa? Taksi aja udah merayap gini jalannya,” kata Doojoon.

“Ya sewa motor aja,” kata Gikwang. “Sewanya 3, biar bisa bonceng. Tapi kalo ada sih, sewa sepeda juga boleh, biar lebih murah,” kata Gikwang. dasar, artis tapi kok pelit merkedit gini!

“Iya, sewa sepeda tapi pulang-pulang betis pada meledak semua saking pegelnya,” kata Doojoon.

Setelah nyaris setengah jam “merayap” (dan meninggalkan “kenang-kenangan” berupa argo taksi yang gila-gilaan), mereka check in di hotel, sekaligus minta tolong resepsionis menghubungi rental motor untuk membawakan motor ke hotel. Karena Doojoon dkk tipe orang yang ogah ribet (baca: malas yang diperhalus) naik motor pake ceklak ceklek pindah gigi, mereka maunya nyewa motor yang tinggal nge-gas doang, alias matic.

Kelar mandi dan makan, motor sewaan itu diantar ke hotel. Sekitar jam 4 anak-anak B2ST pun keluar dari kamar. Jeng jeng, 3 Mio imut siap dikendarai!

“Ngga salah nih?” tanya Dongwoon, melongo.

“Ya nggalah, ini kan motor,” kata Hyunseung.

“Tapi kecil semua hyung, kakiku nekuk banget nih,” keluh Dongwoon. “Ini sih cocoknya buat Gikwang hyung sama Yoseob hyung.”

Gikwang-Yoseob, duo imut bogel itu untuk pertama kalinya ngga ngamuk saat disinggung tinggi badannya, mereka malah cengengesan berdua.

“Sesuatu banget ya Ki, punya badan pendek,” kata Yoseob, merangkul lengan Gikwang dengan mesra.

“Iya, bawa berkah banget ya,” timpal Gikwang.

“Masih untung dapet motor, Woon, bawel aja lu. Daripada jalan kaki?” kata Doojoon.

“Iya, tapi kecil banget hyung. Ngga ada yang gedean dikit?” kata Dongwoon. “Ducati, gitu.”

“Yaelah, ngga lucu banget gue bawa Ducati tapi ngebonceng cowok,” kata Doojoon.

“Lu tunggu sampe Casey Stoner pension balap, trus buka usaha sewa motor di Bali, baru lu dapet Ducati,” kata Junhyung.

“Udah ah, berangkat yuk,” kata Hyunseung. “Kalo capek, taruh aja kakimu di pinggangnya Doojoon, Woon.”

“Iya, trus gue atraksi naikin motor biar nih anak kejungkir,” kata Doojoon ngga terima.

***

Akhirnya, dipimpin oleh Doojoon (dan Mio imutnya), keenam cowok ganteng itu jalan-jalan melihat ogoh-ogoh yang dipajang di pinggir-pinggir jalan. Untung aja mereka nyewa motor, karena sekarang semua jalan udah macet, beberapa ruas jalan bahkan sudah ditutup. Motor aja susah lewat, apalagi mobil.

“Yob, kayaknya kamu udah terkenal juga nih di Bali,” kata Gikwang, sambil tetep fokus ngendarain motornya.

“Kok tau?” tanya Yoseob GR, dengan nada kayak pengen dirayu *idiiiih…*.

“Noh, dijadiin model,” Gikwang nunjuk kearah trotoar, di tempat yang banyak berkumpul anak-anak kecil.

Inikah Yoseob?

“Sialan lu!” Yoseob noyor Gikwang.

“Adaww! Sakit Yob! Ntar kalo nabrak gimana?” omel Gikwang.

“Woow, ada Hulk,” Junhyung nunjuk ogoh-ogoh yang memang sekujur tubuhnya berwarna hijau.

“Hulk mana ada yang kayak gitu,” kata Hyunseung.

“Hulk versi Bali mungkin, biar ngga dikira mirip sama yang di Amrik,” kata Junhyung sotoy.

“Iya ya, kali aja. Orang Bali kan kreatif, masa niru mentah-mentah dari luar negeri,” kata Hyunseung malah lebih ngaco lagi. Author nyombong dikit ngga apa-apa yak, padahal dirinya sendiri ngga ada bakat seni sama sekali, nyahahaha.

Di motor lain, Dongwoon asik phUtTu-PhUttU naRziZ eh salah, memotret ogoh-ogoh yang dilihatnya bagus dan bernilai seni tinggi *halah, udah kayak lukisan mau dilelang aja.*

“Ngapain Woon?” tanya Doojoon.

“Fotoin ogoh-ogoh, hyung. Ntar aku mau upload ke Twitter,” kata Dongwoon. Bagus Woon, dengan ini author menunjukmu sebagai duta pariwisata ngga resmi Bali! *jabat tangan*

“Apaan yang kamu potret? Disitu kan dealer motor, ngga ada ogoh-ogoh.”

“Aku foto ini nih,” Dongwoon nunjukin layar HP-nya ke Doojoon. Mata Doojoon melotot setelah ngeliat sekilas.

“Ngapain lu foto yang begituan? Itu kan Agnes Monica, temennya Siwon sunbaenim!”

“Emangnya kenapa? Kan dia cantik.”

“Ya mending orangnya langsung kamu foto, Woon… Itu kan banner iklan!”

Maknae satu ini emang rada-rada deh…

Karena asik berkeliling, tanpa terasa hari semakin sore, puluhan pria yang memakai busana adat ringan sudah mulai bersiap-siap. Ogoh-ogoh yang ditutupi terpal sudah dibuka, tak sedikit bule-bule yang berhenti sebentar untuk foto-foto.

Makin malam, suasana makin ramai. Orang-orang memadati trotoar ingin menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang tentu saja hanya ada setahun sekali ini. Minimarket-minimarket mendadak ramai, belasan orang keluar masuk untuk belanja cemilan sebagai bekal nonton ogoh-ogoh, meskipun yang dibeli cuman es krim sebiji-dua biji, hehehe. Bunyi tetabuhan gamelan mulai terdengar di jalan-jalan.

Junhyung memperhatikan orang-orang yang menabuh gamelan tak jauh darinya itu, kali aja dari tetabuhan itu dia jadi nemu inspirasi buat lagu baru, hehehe. Dia ngga sadar kalau disampingnya ada dua orang anak kecil pake baju hanoman jalan di sampingnya, sepertinya anak itu ikut pawai ogoh-ogoh. Begitu Junhyung noleh ke sampingnya,

“Waaaa! Ada monyet! Monyeeeeet!!” jerit Junhyung, dia refleks meluk leher Hyunseung, kakinya bahkan sampe naik ngelingkarin pinggang Hyunseung.

“Aaaaaargh, lepasin! Sesek napas, nih!” teriak Hyunseung, sambil mukul-mukul helm rapper sableng ini. Orang-orang sontak ngeliatin dua orang ini, yang hebohnya udah ngalahin bleganjur, hehehe.

“Ada monyet putih, Seungie, aku takut digigit!” teriak Junhyung.

“Itu anak kecil, Jun! Anak kecil! Lepasin tangan lo!” teriak Hyunseung.

Junhyung berhenti teriak-teriak, lalu menoleh kembali ke sampingnya. Anak-anak kecil berbaju hanoman itu saat ini tengah menatapnya heran dari balik topengnya. Gamelan pun bahkan sempat terhenti gara-gara Junhyung-Hyunseung teriaknya ngga kira-kira, kayak gadis desa kesurupan.

“Oh, anak kecil ya?” tanya Junhyung polos.

Gubrak!

“Turunin kakimu!” omel Hyunseung.

“Iya iya,” Junhyung nurunin kakinya.

“Tangan juga! Emang aku cowok apaan, pake dipeluk-peluk!”

“Cowok cantik,” celetuk Yoseob. Hyunseung ngelirik judes.

“Si Junhyung nih, malem-malem main peluk aja. Inget Hara, Jun, dia menantimu di Korea,” kata Doojoon. “Dia melepasmu dengan air mata lho, takut yayangnya kecantol cewek-cewek Bali.”

“Tau nih, boro-boro sama cewek bali, ujung-ujungnya malah sama Hyunseung,” timpal Gikwang. “Ntar kalo Seungie hamil, kamu mesti tanggung jawab lho, Jun.”

“GUE COWOK YA! CAMKAN ITU!!” Hyunseung lempar helm.

“Jangan ditabokin dong!” seru Yoseob. “Ntar kalo Gikwang pingsan gimana? Siapa yang nganterin aku ke hotel?”

“Sialan lu Yob, kirain belain temen,” kata Gikwang.

“Grooook…” si maknae Dongwoon malah enak-enakan tidur di bahu Doojoon.

“Nih anak malah tidur lagi… Bangun, onta! Lu yang ngajakin jalan tapi malah tidur!” Doojoon ngedorong bahunya.

“Grok! Eh, mian hyung, abisnya aku capek…”

“Lu cuman duduk manis doang capek, gimana gue!” kata Doojoon. Nih orang kayaknya tekanan batin banget gara-gara naik motor kecil, hehehe.

Di depan mereka, belasan bahkan bisa sekitar 20-an orang mengusung ogoh-ogoh untuk diarak keliling. Ogoh-ogoh yang ukurannya lebih besar dari rata-rata dipasangkan roda di bagian alas. Yang bikin anak-anak B2ST ini kompak nganga adalah saat peserta ogoh-ogoh melakukan atraksi. Di perempatan, bunyi gamelan terdengar riuh dan semangat saat peserta memutar-mutar ogoh-ogoh yang mereka angkat dan menaikturunkannya. Ngga jarang, saat atraksi ini, ada bagian tubuh ogoh-ogoh yang rusak atau bahkan lepas karena goncangan. Tapi disinilah serunya.

“Yaaaak, goyang teruuuss!!” seru Yoseob, sekilas dia lagi kayak dangdutan.

“Ya ampun, itu kepalanya lepas!” kata Dongwoon.

“Ogoh-ogohnya dimutilasi!” kata Gikwang.

Anak-anak B2ST pelan-pelan menjalankan motor mereka mengikuti arah pawai ogoh-ogoh, terus berjalan hingga mereka ngga sadar kalau mereka sudah kelar dari daerah Kuta.

Jam 23.45…

“Balik yuk, udah hampir tengah malem nih,” ajak Gikwang.

Doojoon ngeliat ngeliat arlojinya. “Eh iya bener, udah jam segini, balik yuk,” katanya lalu puter motor, tapi sesaat kemudian berhenti.

“Kenapa hyung?” tanya Dongwoon.

“Kok jalannya beda ya?” Doojoon nanya balik. “Eh, jalan pulang kemana nih?”

“Lha, ngga tau. Kan kita ngikutin kamu aja tadi…” kata Yoseob. “JADI KITA NYASAR GITU?!!”

Beberapa orang yang masih ada di tempat itu menoleh saking kerasnya Yoseob teriak, tapi tetep aja mereka ngga ngerti apa yang Yoseob omongin. Yang mereka tau, Yoseob panik. Gitu doang.

“Aku ngga mau tidur dijalan!” kata Gikwang panik.

“Ya ngga mungkin lah kita tidur dijalan, bisa ditangkep polisi!” kata Junhyung.

“Mau pulaaaang…” kata Yoseob, mulai nangis.

“Tenang dulu, kita cari siapa kek gitu yang bisa ditanyain,” kata Doojoon, celingukan nyari seseorang yang bisa ditanya, kalo bisa seseorang yang berseragam. Dia kemudian melihat ada 3 orang pria memakai pakaian adat ringan dan rompi hitam, dan membawa handy talky. Bapak-bapak ini adalah polisi adat atau biasa disebut pecalang.

“Oh, itu kayaknya petugas deh, aku tanyain dulu,” kata Doojoon. “Ahjussi, help!”

“Goblok! Mana ada orang Bali dipanggil ahjussi!” kata Junhyung.

“Bawel lu ah! Yang penting kan dia nyamperin!” balas Doojoon.

“What happened?” tanya bapak-bapak pecalang ini dengan logat Bali yang kental.

“We’re lost…” kata Doojoon. “Kuta?” tanya Doojoon, nunjuk-nunjuk ke tanah.

Bapak-bapak itu saling pandang dengan heran. “No, this is Puputan.”

“Hah? Apaan?” tanya Dongwoon congek.

“No, Puputan,” ulang Pak Pecalang.

“No Kuta?” tanya Doojoon lagi.

“No. Kuta is far away…”

Asal tau aja, Lapangan Puputan yang di Denpasar dengan Kuta itu jaraknya bisa belasan kilometer. Bisa-bisanya nih cowok-cowok nyasar sampe sejauh itu.

“Ommaaaaaa!” Yoseob-Gikwang-Dongwoon nangis dan saling berpelukan. “Mau pulaaaaang!!”

“Ahjussi, anterin kita pulang…” Junhyung-Hyunseung narik-narik rompi Pak Pecalang, mohon-mohon supaya ditunjukin jalan pulang.

“Ape orahang jak ye (trans: dia ngomong apaan sih?)?” si pecalang ngomong ke temannya.

Kira-kira bisa ngga cowok-cowok ini pulang ke hotel?

***

Jam 01.15…

Resepsionis Alam Kulkul yang sejak tadi nahan buang air itu meninggalkan mejanya sejenak untuk pergi ke toilet. Pikirnya, ngga mungkin jam segini ada tamu lagi. Sekarang sudah terhitung tanggal 23, sudah Nyepi.

5 menit kemudian, si petugas resepsionis kembali lagi ke mejanya, dan…

“Ya ampuuun, apa-apaan ini?” serunya kaget.

Tiga meter di depannya, tepatnya di sofa lobi, yang semestinya jadi tempat tamu duduk-duduk santai sambil baca koran, wifi-an, atau main congklak, sudah disabotase enam makhluk (?) yang kini terdampar tak berdaya dengan baju dan rambut yang lusuh, serta wajah berminyak. Semuanya ketiduran. Ada yang menggelosor di sofa, kepalanya bersandar di meja, bahkan tidur telentang di lantai. Keenam makhluk ini, yang ternyata adalah anak-anak B2ST, mengupayakan segala macam cara supaya bisa balik ke hotel. Dari mulai mohon-mohon ke bapak pecalang supaya ditunjukin jalan ke Kuta, nguras uang di dompet buat bayar denda karena naik motor (ngebut gila-gilaan pula) lewat dari jam 12 malem, bahkan nyaris menggadaikan Gikwang (?) sebagai jaminan. Belum lagi motor mereka mogok gara-gara kehabisan bensin, sehingga mereka harus lari-larian sambil dorong motor karena ngga mungkin ada SPBU buka.

“Excuse me…” mbak-mbak resepsionis mencoba membangunkan Doojoon. “You can’t sleep here…”

Doojoon melek dikiiit, dilihatnya si petugas menatapnya heran.

“1…1…2, please…” kata Doojoon super pelan, menyebut nomor kamarnya, lalu kembali tepar.

Well, semoga aja pengalaman ngga banget ini ngga bikin anak-anak B2ST kapok buat liburan ke Bali.

 ***The End***

NB: Sori kalo ceritanya geje dan banyak typo, nulisnya aja cuman 2 jam, hehehe

Advertisements

58 responses to “[oneshoot] Silent Day

  1. bner2 ngakak bacanya, mana aku baca pas tengah malem wkwkwk
    thor org bali ya? aku juga #gakadayangnanyak

  2. Hahaha selalu deh ff eonni bikin aku ngakak!
    penghinaan buat Yoseob dalam bgt sedalam kali ciliwung penuh air kiriman dari bogor #plaaakk
    kalo mereka beneran ke bali gimana ya?
    T.a.p.i!!
    kenapa pas hari nyepi nggak diceritain?? *pout* justru itu kan serunya! ╮(╯_╰)╭ kan mereka mau liburan tapi malah di hari nyepi kan tingkah laku mereka bisa bikin heboh dibali tuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s