Always [Part 1]

Author : AlinePark ( @angiiewijaya )

Main Cast :

  • Park Eun Hee (OC’s)
  • Kim Myung Soo (Infinite)
  • Shin Dong Ho (U-Kiss)

Other Cast : Find by Yourself

Genre : MIX

Length : Series

Rating : Teenager (T)

Disclaimer : Cerita milik saya ^^

Note : Annyeong Readers! ^^ Ok, ini FF pertama Author, semoga Readers yang baca suka ya 😀 Oklah, Author ngak mau banya ngomong ._. Yang udah baca harap comment ya 🙂

~Happy Reading~

Normal POV

Seorang yeoja berjalan disebuah lorong sekolah. Yeoja itu berhenti ketika menemukan ruangan kelas “10-B”.

Ia membuka pintu ruangan kelas itu, lalu ia masuk kedalam kelas itu. Ia duduk disebuah kursi dan meletakkan tasnya.

“Eun Hee!” teriak seorang murid yeoja.

Yeoja itu menoleh karena merasa dirinya dipanggil. Ternyata yeoja itu bernama ‘Eun Hee’.

Eun Hee melihat seorang murid yeoja menghampirinya.

“Eun Hee, Eun Hee, Eun Hee…” panggil murid yeoja itu sekali lagi.

“Waeyo Ji Yeon?” tanya Eun Hee. Ternyata murid yeoja yang daritadi memanggilnya bernama ‘Ji Yeon’ alias sahabat Eun Hee.

Ji Yeon terlihat mengatur nafasnya, terlihat ia seperti sedang terkejut. “Aku dengar ada murid baru.” kata Ji Yeon.

“Murid baru? Benarkah?” tanya Eun Hee.

“Ne.” jawab Ji Yeon.

“Tumben sekali ada murid baru, biasanya murid baru hanya ada pada saat tahun ajaran baru.” kata Eun Hee.

Ji Yeon mengangguk. “Dan menurut kabar yang kudapat, murid barunya itu adalah seorang namja.” kata Ji Yeon.

“Namja?” tanya Eun Hee.

“Ne.” jawab Ji Yeon. “Ah, aku tak sabar ingin melihat murid baru itu.”

“Aku yakin kau penasaran karena murid barunya namja bukan?” tebak Eun Hee.

Ji Yeon hanya nyengir menanggapi perkataan Eun Hee.

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka. Terlihat seorang yeoja, ya kira-kira berumur 30 tahun masuk kedalam kelas.

“Ah, aku kembali ke tempat duduk ku dulu ya, Mr. Kim sudah datang.” kata Ji Yeon.

Eun Hee menjawabnya dengan mengangguk.

Ji Yeon lalu pergi ke tempat duduknya.

“Selamat pagi, anak-anak. Saya ingin mengumumkan bahwa ada murid baru hari ini.” kata Mr. Kim.

Semuanya pun terlihat terkejut dan penasaran, termasuk Eun Hee dan Ji Yeon yang daritadi dapat dibilang sudah penasaran.

“Masuklah.” panggil Mr. Kim kepada murid baru yang ada didepan kelas.

Seorang namja membuka pintu kelas dan masuk kedalam kelas. Ia berdiri menghadap kearah murid-murid.

“Perkenalkan dirimu.” kata Mr. Kim.

Namja itu mengangguk kepada Mr. Kim. “Annyeong Haseyo. Kim Myung Soo imnida. Aku pindah kesekolah ini, karena orang tua ku memiliki urusan pekerjaan.” kata namja yang bernama ‘Kim Myung Soo’ itu, memperkenalkan diri sambil tersenyum.

Murid-murid pun heboh, termasuk Ji Yeon. Ya, tentu saja para yeoja heboh, Myung Soo memiliki wajah yang tampan dan tentu saja membuat gila para yeoja.

Tetapi berbeda dengan Eun Hee, ia terlihat terkejut dan hanya diam membeku. Ia terlihat seperti tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Tenang semuanya, jangan membuat Myung Soo tidak nyaman.” kata Mr. Kim.

“Ah, aku tidak apa-apa Mr. Kim.” kata Myung Soo, sambil tersenyum.

“Baiklah Myung Soo, kau duduk disana. Sepertinya hanya itu bangku kosong.” kata Mr. Kim, sambil menunjuk bangku yang berada disebelah Eun Hee.

“Baiklah Mr. Kim.” jawab Myung Soo. Myung Soo pun berjalan menuju bangku yang ada disebelah Eun Hee, lalu duduk dibangku itu.

Terlihat banyak yeoja yang ingin berkenalan dengannya. Tetapi mungkin karena repot, Myung Soo hanya menjawabnya dengan senyuman.

Eun Hee daritadi hanya melihat Myung Soo dengan tatapan tidak percaya, terlihat tubuh Eun Hee bergetar.

Mata Myung Soo dengan perlahan melihat kearah Eun Hee. Dilihatnya Eun Hee yang melihatnya dengan tatapan tidak percaya. Myung Soo hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“Baiklah semuanya, kita lanjutkan pelajaran kita yang kemarin.” kata Mr. Kim.

Semuanya pun membuka buku mereka, begitu juga dengan Eun Hee, ia membuka bukunya.

Mr. Kim menjelaskan pelajaran hari ini, meskipun mungkin banyak murid yeoja yang kurang memerhatikannya dan memilih untuk memerhatikan Myung Soo.

Normal POV END

Eun Hee POV

Kringg… Kringg…

Bel berbunyi, menujukkan jam istirahat.

“Baiklah kita lanjutkan pelajaran dilain waktu.” kata Mr. Kim.

Kulihat banyak murid yang menutup bukunya dan mukanya terlihat sangat lega karena pelajaran telah selesai.

Tiba-tiba kulihat Ji Yeon menghampiriku.

“Eun Hee, ayo kekantin.” ajak Ji Yeon.

“Kau duluan saja, aku nanti akan menyusul.” jawabku.

“Baiklah, aku pergi dulu kalau begitu.” kata Ji Yeon, lalu pergi keluar kelas.

Aku lalu berjalan menuju tempat Myung Soo. “Tunggu sebentar, aku ingin bicara denganmu.” kataku.

“Baiklah.” jawabnya.

Akhirnya semua murid sudah keluar, aku pun memutuskan untuk berbicara sekarang.

“Kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku dingin.

“Memangnya kenapa?” tanya Myung Soo.

“Myung Soo, kau sudah tiada didunia ini.” kataku.

“Aku memang sudah tiada didunia ini.” jawabnya.

“Lalu bagaimana bisa kau ada disini?!” tanyaku dengan nada yang sedikit tinggi. Dan kurasakan air mataku telah menggenang dimataku.

“Karena aku tidak dapat jauh darimu.” jawab Myung Soo.

“Kau gila! Kau sudah menyakitiku!” kataku.

“Aku tau bahwa aku telah menyakitimu, tapi aku memang tidak dapat jauh darimu.” kata Myung Soo.

Aku mengigit bibir bawahku. Kurasakan setetes air mata membasahi pipiku.

Tiba-tiba Myung Soo berdiri dan menghapus air mataku, tetapi aku menyingkirkan tangannya dan langsung pergi.

Aku berlari menuju toilet dan mencuci mukaku agar tidak terlihat seperti habis menangis. Aku melihat diriku di bayangan cermin toilet.

“Kenapa kau bisa kembali Myung Soo? Kau sudah tidak ada didunia ini. Apa aku hanya bermimpi sekarang? Apa aku belum bangun?” kataku pada diriku sendiri.

Aku memutuskan untuk tidak memikirkan itu, lalu keluar dari toilet dan menuju kantin.

Sesampainya di kantin, kulihat Ji Yeon yang sedang duduk sambil menyantap makanannya. Akupun menghampirinya.

“Apa kau sudah lama menungguku?” tanyaku.

“Ah, belum, lagipula tadi antriannya sedikit panjang.” jawab Ji Yeon. “Kau memang tadi sedang apa?” tanya Ji Yeon.

“Aku? Ah, aku hanya sedang mencari bukuku yang hilang.” jawabku, berbohong.

“Ah, kau kenapa tidak bilang, kan aku bisa membantumu.” kata Ji Yeon.

“Gomawo Ji Yeon, tapi aku tadi bisa menemukannya sendiri kok.” jawabku. Aku lalu duduk disampingnya, karena sedari tadi aku belum duduk sama sekali.

“Kau tidak makan?” tanya Ji Yeon.

“Ani, aku sedang malas makan.” jawabku.

“Nanti bagaimana kau sakit?” tanya Ji Yeon.

“Sudahlah, tidak usah memikirkan aku. Jika aku lapar aku akan makan, lagipula masih ada istirahat kedua kan?” jawabku.

“Baiklah jika itu maumu.” kata Ji Yeon.

Aku hanya tersenyum melihatnya yang begitu perhatian padaku.

“Oh, ya, Myung Soo itu tampan sekali ya.” kata Ji Yeon.

“A-apa?” kataku terkejut, karena tiba-tiba Ji Yeon membahas Myung Soo.

“Myung Soo, menurutku dia tampan.” kata Ji Yeon.

“Ah begitu.” tanggapku. Aku bingung harus berkata apa.

“Menurutmu bagaimana?” tanya Ji Yeon.

“M-menurutku?” tanyaku.

Ji Yeon mengangguk.

“Myung Soo biasa saja menurutku.” jawabku, berbohong, padahal Myung Soo tampan, tapi entahlah aku tidak dapat mengatakan itu.

“Biasa saja? Benarkah? Kau berbeda dari yeoja lain, yeoja lain padahal mengatakan bahwa Myung Soo itu tampan.” kata Ji Yeon.

Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya.

Kulihat Ji Yeon makan. Betapa lahapnya ia makan, memang dari dulu sampai sekarang ia sama. Dan terkadang kulihat Ji Yeon melihat sekeliling. Tiba-tiba ia terlihat heboh.

“Eun Hee, Eun Hee…” panggilnya sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Waeyo?” tanyaku.

“Lihatlah, Myung Soo melihatimu terus.” kata Ji Yeon sambil menunjuk kesebuah arah.

Akupun melihat kearah yang ditunjuk Ji Yeon. Memang benar, Myung Soo melihat kearahku. Aku hanya membuang muka saat ia melihatku dan aku melihatnya.

“Kenapa kau tenang begitu? Lihatlah, seorang murid baru yang tampan melihatimu terus.” kata Ji Yeon.

“Ah, itu biasa saja menurutku.” jawabku.

“Iya juga ya, tadi kau juga bilang bahwa Myung Soo biasa saja.” kata Ji Yeon. Ia pun melanjutkan makannya.

Eun Hee POV END

7 PM

Myung Soo POV

Aku berbaring ditempat tidurku. Kulihat langit-langit kamarku. Betapa bahagianya aku, bahwa aku masih bisa berada dibumi, meskipun mungkin tidak 100% menjadi manusia.

Aku masih bisa dibumi ini karena aku memintanya dan aku masih belum bisa melepaskan Eun Hee.

Aku tau, bahwa aku tidak akan dibumi selamanya, mungkin maksimal hanya sampai 1 tahun, dan jujur saja itu tidak cukup untukku. Aku membutuhkan waktu lebih. Aku membutuhkan waktu lebih untuk merasa tenang meninggalkan Eun Hee.

Aku tau, bahwa dulu aku telah menyakiti Eun Hee, memang usia kita dulu masih muda, tetapi cinta kami sungguh besar.

Aku tau jika aku ke bumi, Eun Hee akan marah padaku, tetapi itu memang keinginanku. Aku ingin bersama Eun Hee terus hingga puas.

Aku benar-benar tidak dapat melepas Eun Hee.

Myung Soo POV END

Eun Hee POV

Kulihat langit lewat jendela kamarku. Langit malam yang begitu indah. Tetapi, jujur saja, hatiku tak seindah langit malam ini.

Kenapa Myung Soo bisa kembali? Itu membuatku mengingat semua tentangnya.

Aku berjalan menuju meja kecil yang ada disebelah tempat tidurku. Kubuka laci paling bawah, yang memang sudah jarang sekali kubuka, atau mungkin sudah tidak pernah.

Kuambil sebuah buku yang ada didalam laci itu. Kulihat buku itu sudah berdebu. Aku lalu mengambil tissue untuk membersihkan sedikit buku itu.

Aku lalu berjalan menuju tempat meja belajarku. Aku duduk dikursi meja belajarku. Kuletakkan buku itu diatas meja belajarku.

Kubuka perlahan buku itu. Kulihat sebuah tulisan “Eun Hee & Myung Soo” dan sebuah foto kami berdua. Kulihat fotoku yang tersenyum bersamanya, dengan mesra saling merangkul. Aku hanya menatap tanpa arti foto itu. Kulihat halaman selanjutnya dan selanjutnya yang berisi tulisan singkat dan foto kami berdua.

Dan akhirnya aku sampai dihalaman terakhir yang ada isinya, tetapi belum sampai halaman belakang. Kulihat sebuah tulisan yang kami tulis saat hari ulang tahun berhubungan kami.

” Eun Hee : Aku akan selalu memikirkanmu Myung Soo, aku akan selalu bersamamu Myung Soo, aku akan selalu mencintaimu Myung Soo. “

” Myung Soo : Aku akan selalu memikirkanmu Eun Hee, aku akan selalu bersamamu Eun Hee, aku akan selalu mencintaimu Eun Hee. “

Air mataku mengalir saat membaca itu. Aku tak ingat dan tidak menyangka bahwa aku akan menulis itu. Apa aku bodoh? Menulis seperti itu untuk orang seperti Myung Soo.

Flashback

“Hari ini hari ulang tahun berpacaran kita. Kau masih menyimpan buku kita kan?” tanya Myung Soo.

“Tentu saja masih. Buku yang berisi foto-foto kita, dan kenang-kenangan kita.” jawabku, sambil tersenyum.

“Kau membawa buku itu kan?” tanya Myung Soo.

“Tentu saja bawa.” jawabku. Kukeluarkan sebuah buku dari tasku.

“Tulislah sebuah kata untukku.” kata Myung Soo.

“Baiklah.” jawabku. Aku mengambil pulpen didalam tas ku dan mulai menulis.

” Eun Hee : Aku akan selalu memikirkanmu Myung Soo, aku akan selalu bersamamu Myung Soo, aku akan selalu mencintaimu Myung Soo. ”

Itulah yang kutulis.

“Sekarang kau yang menulisnya.” kataku.

“Baiklah.” jawabnya.

” Myung Soo : Aku akan selalu memikirkanmu Eun Hee, aku akan selalu bersamamu Eun Hee, aku akan selalu mencintaimu Eun Hee. “

Itulah yang ia tulis.

“Gomawo.” kataku sambil tersenyum.

Ia tersenyum kemudian memelukku.

Flashback END

Aku menutup buku itu dengan kasar dan berjalan menuju jendela kembali.

“Betapa baiknya kau, tapi hebat sekali kau dulu menyakitiku. Apa kau tak tau Myung Soo aku sangat mencintaimu?” kataku sendiri.

Flashback

“Kau berpacaran dengan yeoja lain kan?” tanyaku.

“Tentu saja tidak, aku tidak mungkin selingkuh.” jawabnya.

“Kenapa kau berbohong?!” tanyaku, lalu membanting sebuah fotonya bersama seorang yeoja berjalan bergandengan tangan.

“Ini salah paham, aku tidak berpacaran dengannya, yeoja itu yang memaksaku seperti itu.” kata Myung Soo.

“Sudahlah, kau tidak usah berbohong! Kau jahat! Jangan pernah muncul dalam hidupku!” kataku, lalu aku pergi meninggalkannya.

Dapat kudengar ia memanggilku dari belakang, tetapi aku tidak peduli.

Tetapi saat aku sudah menyebrang jalan, tiba-tiba…

BRAKKK

Terdengar suara tabrakan. Kumenoleh kebelakang. Kulihat Myung Soo tergeletak dengan darah yang cukup banyak.

“Myung Soo!” teriakku.

Flashback END

Semenjak itulah, aku tidak dapat melihatnya lagi, tidak mau mengingat Myung Soo lagi. Aku benci padanya. Sangat benci. Aku juga taku tersakiti saat mengingatnya.

Tetapi, keajaiban apa yang membuatnya hidup kembali? Ia sudah tiada, mengapa aku masih bisa bertemu dengannya? Aku tidak percaya ini semua.

Myung Soo… Kau telah menyakitiku dan kau membuatku bingung.

TBC~

Gimana FF nya? Gaje ya? ._. Ya, kalo jelek atau apa, Author minta maaf, ini kan FF pertama Author juga disini.

Oh, ya, Readers kalo misalnya disini sama blog ini ada FF yang sama, kalian ga perlu heran, itu blog Author ^^ Silahkan dikunjungi #plakk

Ok deh, semoga Readers para suka ya. Yang udah baca tolong comment, jangan jadi SIDERS. Kritik / saran / mau kenalan *plakk* / yang lainnya follow & mention @angiiewijaya .

Ok, udah cukup kayaknya. Hehe.

Sampai jumpa di FF lainnya Readers ! ^^

25 responses to “Always [Part 1]

  1. woaaah myungsoo hidup lagi gitu?? tapi kayaknya myung udh cinta ke eun… mgkn omongannya dulu beneran dipaksa cewek difoto… tapi kalo ktemunya maks 1 tahun kasian myung 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s