Because You’re the Prettiest [PART 7]

Title : Because You’re the Prettiest

Author : Lathifah Sinarwulan a.k.a Summer Cho (@chosm96)

Main Casts : Jung Eunji A Pink, Min Jinhong Apeace, Lee Sunghwan a.k.a Sandeul B1A4, Kim Namjoo A Pink, Yoo Dongho Apeace

Other Casts : Kim Jinwoo Apeace, Jung Younguk Apeace, Tia Hwang Chocolat, and others Apeace’s members

Genre : school live, friendship, little bit romantic, little bit comedy, AU

Rating : PG13~

Length : Series

Disclaimer : all casts except Jung Younguk isn’t mine, but the plot and Younguk is mine, kkk~ 😀

Previous : TEASER|PART 1|PART 2|PART 3|SPECIAL EDITION|PART 4|PART 5|

Huaaaaaa, mianhaeeee T,T

Udah berapa bulan ngaret nih? 😀 mian mian, aku sibuk ama tugas sekolah dan otak juga lg buntu buat FF, part ini juga ga mencapai target yang harusnya 13 halaman jadi Cuma 8 halaman karena otak buntu dan gaada waktu -,-

Nikmati dulu apa yang ada, insyallah aku publish part 8 secepatnya ^^ Happy reading

“Bagaimana kalau kau satu-satunya murid perempuan dikelas yang berisi 21 orang laki-laki?”

# # # # #

Jung Eunji’s POV

“Aku mencintai Jinhong, Eunji-ya. Aku mencintainya. Bisa bantu aku agar Jinhong membalas perasaanku?” kata-kata Namjoo kemarin masih terngiang diotakku. Dan sampai sekarang aku masih menyesali jawabanku.

“Keurae. Akan kuusahakan.”

Kenapa aku jadi kesal begini? Apa aku menyukai, Jinhong? Tidak mungkin!

“Jung Eunji!” aku terlonjak kaget ketika seseorang menepuk kedua bahuku.

“Ya! Jung Younguk, kau mengagetkanku!”

“Makanya jangan berjalan sambil melamun!” cibirnya sambil tertawa puas. “Padahal, kalau kau ada masalah, kau bisa cerita padaku. Hitung-hitung, mengurangi bebanmu dan waktu melamunmu, hehe!” aku mendengus kesal mendengarnya.

“Kau ini mau menawarkanku solusi atau mau meledekku?” tanyaku to the point membuat ia terbahak lagi.

“Aigoo, Eunji-ya! Kau lucu sekali ya!” Younguk merangkulku lalu mencubit pipi kananku.

“Yonguk-ah, appo!”

“Hehe, mian.”

“Eunji-ya! Younguk-ah!” kami membalikkan badan serempak dan mendapati Jinwoo berlari kearah kami.

“Berdua saja, huh? Mana Jinhong dan Dongho?” tanya Jinwoo ketika ia sudah mensejajari langkahnya dengan kami.

“Dongho sedang tidur diruang kesehatan, dan Jinhong sedang bercengkrama dengan pacar barunya itu.”

“Pacar?” tanyaku dan Jinwoo bersamaan.

“Maksudku Kim Namjoo itu. Habis, semenjak ada yeoja itu, Jinhong jadi lebih banyak diluar kelas, jarang mengobrol dengan kita lagi.”

“Dan kudengar dari Dongho semalam, kau dan Jinhong sedang bertengkar, benarkah?”

Baru saja aku hendak menjawab, mataku menangkap sosok Namjoo dan Jinhong yang berjalan kearah kami. “Baru saja dibicarakan.” Gumam Younguk sebelum Namjoo melambai lalu berlari menghampiriku.

“Eunji-ya! Mana Dongho? Sandeul?”

“Ya, Jinhong-ah. Darimana saja kau?” seru Jinwoo ketika Jinhong sudah dekat dengan mereka.

“Ke ruang musik bersama Namjoo.” Jawab namja itu seraya tersenyum kearah Namjoo.

“Kalian pacaran ya?” Jinhong dan Namjoo tersentak mendengar pertanyaan Younguk.

“Kau kemanakan Eunji?” tanya Jinwoo membuatku ikut terkejut dan refleks menjitak kepalanya.

“Bicara apa kau!”

“Ah, appo! Eunji-ya, hentikan..” rintih Jinwoo yang kutampar punggungnya berkali-kali.

“Apa Eunji dan Jinhong ada hubungan?” tanya Namjoo membuatku menghentikan aktivitasku memukul Jinwoo.

“Ti–“

“Tentu saja mereka ada hubungan!” jawab Younguk bersemangat. Aigoo, awas kau Younguk. “Sebelum kedatanganmu, Jinhong dan Eunji selalu berdua, kalau tidak tambah Dongho atau kami. Mereka selalu terlihat akrab, tidak seperti sekarang. Mereka seperti tidak saling kenal.”

“Anniyo! Kami hanya teman! Kami memang dekat, jadi Jinwoo dan Younguk salahpaham, padahal kami Cuma teman! Dan, kami sedang ada masalah belakangan ini.” Elakku asal. Ternyata aku ada bakat mengarang.

“Jeongmal?” aku mengangguk mantap. Namjoo pun kembali bersikap ceria seperti biasa.

“Sebenarnya apa masalah kalian? Cepatlah berbaikan!” seru Namjoo membuat kami terdiam.

# # # # #

Min Jinhong’s POV

Aku menatap langit-langit ruang kesehatan dengan perasaan kesal. Entah kenapa aku merasa kesal dengan pengakuan Eunji tadi. Yaaa, apa yang terjadi padaku?

“Jinhong?” aku menoleh dan mendapati orang pertama yang tidak ingin kutemui.

“Mwo?”

“Sedang apa kau disini?”

“Bukan urusanmu.”

“Memang bukan urusanku.” Tumben sekali namja itu bertanya padaku. Aneh.

“Sandeul-ah.”

“Hm?” sahutnya yang entah sedang apa dengan lemari obat itu.

“Namjoo sudah kembali, apa kau senang?” tanyaku yang kembali menatap langit-langit ruangan.

“Tentu saja aku senang!” namja itu tersenyum sinis. “Karena dengan kedatangan Namjoo, hubunganmu dan Eunji meregang.”

“Mwo?!” aku terduduk diatas ranjang sembari menatap Sandeul yang sibuk menempelkan plester pada jarinya.

“Baik-baiklah dengan Namjoo dan serahkan Eunji padaku.”

BUKK

“Tidak akan pernah.” Sandeul tersungkur disamping ranjang. Ia menyentuh sudut bibirnya lalu tersenyum sinis.

“Wae? Tanpa kau serahkan pun, Eunji akan berpaling padaku.”

“Tutup mulutmu.” Aku melangkahi tubuhnya menuju pintu. Berada diruangan ini membuatku semakin kesal.

Tanpa kusadari, kakiku kini melangkah kearah tangga menuju atap sekolah. Ah, siapa tau aku bisa menjernihkan pikiranku disana.

# # # # #

Yoo Dongho’s POV

“Jinhong eodiya?” tanyaku pada Jinwoo yang sedang menyalin catatan Hyunsung.

“Tadi dia bilang mau tidur diruang kesehatan.” Akupun melangkahkan kaki ke pintu kelas, lalu menyusuri lorong menuju ruang kesehatan.

“Dongho oppa!” aku mendengar suara yeoja yang memanggilku, akupun berbalik.

“T–Tia?” yeoja itu tersenyum lalu berlari menghampiriku.

“Apa kabarmu, oppa?” aku memerhatikan yeoja dihadapanku ini dari atas sampai bawah. Tidak salah lagi, ini memang Tia Hwang.

“Apa yang membuatmu kemari? Jam sekolahmu sudah selesai?” tanyaku tanpa menghiraukan pertanyaannya. Tia mengerucutkan bibirnya kesal.

“Jawab dulu pertanyaanku!”

“Haha, ne! Aku baik-baik saja. Kau sendiri?”

“Na do!”

“Ya, apa kau tidak sekolah?” tanyaku masih penasaran. Tidak mungkin ia berkeliaran bebas jam segini kalau sekolah.

“Aku baru mulai minggu depan. Jadi hari ini aku bebas.”

Sifatnya sudah kembali seperti dulu. Polos, ceria, dan selalu tersenyum ramah. “Oppa, pulang sekolah sudah ada janji?” pertanyaan Tia membuyarkan lamunanku.

“Anni. Wae?”

“Bagaimana kalau kita makan malam di kedai ramyun favorit kita itu?” tawarnya dan langsung kusetujui.

# # # # #

“Selamat makan!” ia memasukkan sumpitnya ke dalam mangkuk besar dengan ekspresi lucu, membuatku tidak bisa menahan senyumku. Ia makan dengan lahap, sudah lama aku tidak melihatnya makan.

“Ya, kenapa memandangku terus? Ramyun nya dimakan, oppa.” Tegurnya membuatku tersadar. Aku tersenyum lalu mengangkat sumpitku

“Ne, aku makan.” Kami makan dalam diam. Lebih tepatnya terfokus pada makanan masing-masing. Ramyun dikedai ini memang sangat-sangat enak!

“Wah, sudah lama aku tidak makan ramyun disini! Terakhir kemari waktu bersama oppa dihari ulang tahunku. Ne?” ah, aku ingat. Tempat terakhir kami makan bersama. Semenjak hubungan kami berakhir.

“Aku ingat, Tia-ya.”

“Sudah berapa bulan kita berpisah, oppa?”

“Sekitar 10 bulan.”

“Bagaimana kabar tunanganmu? Yang kau ceritakan waktu itu.” Tanya Tia dengan ragu.

“Molla. Aku juga tidak peduli dengannya.” Jawabku santai sembari menggigiti sumpitku.

Tiba-tiba sebuah sumpit melayang ke kepalaku. “Ya! Kenapa melempariku?” protesku tidak terima.

“Tuangan macam apa kau, oppa! Tidak berperasaan.” Ujarnya sakastis. Aku hanya terkekeh ringan.

Mimik muka Tia tiba-tiba barubah serius. Ia memandangku tanpa berkedip. “Waeyo? Ada yang mau kau bicarakan padaku?” tanyaku heran.

“Oppa, aku kan tadi bilang kalau minggu depan aku mulai bersekolah disekolah baruku.”

“Ne, lalu?”

“Tapi oppa, aku mendaftar sekolah di Perth.”

“Mwo?!” tanyaku tak percaya. Perth? Australia?!

“Setelah lulus, rencananya aku akan melanjutkan ke universitas Oxford atau Harvard. Jadi, kemungkinan aku tidak akan kembali lagi ke Korea.” Lanjutnya membuat dadaku terasa sesak. “Hari ini hari terakhirku berada di Seoul. Aku akan berangkat besok jam 9 pagi, dijam sekolahmu, oppa.”

“Kenapa mendadak sekali?” tanyaku lemas.

“Mian, oppa. Aku disini hanya akan membebanimu saja. Kau sibuk, tidak akan ada waktu untuk meladeniku.”

“Hajiman, Tia-ya –“

“Oppa. Baik-baik dengan eonni yang di London sana ya! Kirim email padaku kalau ia pulang atau menghubungimu. Arra?” yeoja manis dihadapanku ini melihat jam tangannya lalu bangkit. “Sudah jam 8, aku harus pulang dan istirahat untuk perjalanan besok.”

Tia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan meletakkannya di atas meja. “Annyeong, oppa. Sampai bertemu lagi!” ia melambai lalu berlari keluar kedai. Akupun mengerjarnya yang belum jauh.

“TIA-YA! HWANG TIA!”

GREB

“Kkajima.. Jebal, kkajima…” aku emmeluk tubuhnya erat-erat dari belakang. Kuletakkan kepalaku dibahu kirinya dan menangis. Akupun mendengar suara tangis yang bersumber dari Tia. “Tia-ya, saranghae… Kkajima.”

“Oppa…”

“Aku tidak akan menyia-nyiakanmu lagi. Aku akan membatalkan pertunanganku dan kembali padamu.” Ujarku sambil menangis.

“Op..pa…”

Kami menangis di trotoar tersebut. Tidak peduli berapa banyak orang yang menyaksikan, yang penting aku sedang sedih saat ini.

# # # # #

Author’s POV

Kelas Unggulan-2 terdengar bising ketika Park songsaengnim tengah menerangkan.

“Jadi, tugas kalian ada–“ Park songsaenim menghentikan ucapannya karena Dongho mengangkat tangannya. “Apa yang bisa saya bantu, Dongho-ssi?”

“Bolehkah aku keluar sebentar?”

“Memangnya ada apa.”

“Mau lihat pesawat.” Sontak seisi kelas terbahak-bahak. Terutama Seunghyun dan Jinwoo. “Hari ini temanku pergi, saem. Izinkan aku melihat pesawat yang ditumpanginya.”

Lelaki itu berjalan keluar kelas tanpa memedulikan teguran Park songsaenim. Dongho melangkah menuju atap sekolah dan duduk didinding pembatasnya.

Ia memandang langit. Pikirannya benar-benar kacau. Ia takut kehilangan Tia.

Tiba-tiba ponsel yang ada disaku blazernya bergetar. “Yeoboseyo?”

“Ternyata nomormu masih yang ini, oppa.”

“Tia-ya!”

“Sebentar lagi aku take off. Ada yang mau oppa sampaikan padaku?”

“Ada.”

“Apa itu?”

“Saranghae.” Tidak ada jawaban disebrang sana, membuat Dongho gelisah. “Ti–“

“Na do. Na do saranghaeyo, oppa. Yeongwonhi.” Kini giliran Dongho yang terdiam. “Oppa…”

“Ne?”

“Jangan lupa kirimkan undangan pernikahanmu padaku ya. Aku harus pergi, annyeong.”

Ti–“

Tuuuuuuutt……

“Aish!” umpat Dongho. Tangannya yang menggenggam ponsel tiba-tiba terangkat dan membanting benda tersebut ke lantai membuatnya hancur berkeping-keping. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi dan terus mengumpat. Tidak lama kemudian lelaki itu menangis. Dadanya terasa sakit sejak tadi, seperti ada salah satu organ yang diambil dari tubuhnya secara paksa.

“Tia-ya… Kkajima…”

# # # # #

Min Jinhong’s POV

Seiring berjalannya waktu aku mulai menikmati kehadiran Namjoo. Entah karena pembawaannya yang selalu ceria dan humoris yang membuatku betah berlama-lama dengannya. Namun, aku juga kesal, terkadang Namjoo sangat manja padaku yang menimbulkan salahpaham di antara murid-murid sekolah.

Aku tersentak ketika seseorang menarik earphone yang kupakai dengan paksa. Aku mendongak dan mendapati Dongho tengah menatapku dengan kesal. “Mwo?”

“Sampai kapan kau mau seperti ini terus?” tanyanya yang terlihat seperti menahan emosi. “Tidak kunjung memaafkan Eunji, semakin dekat dengan Namjoo, dan membiarkan Eunji semakin dekat dengan Sandeul. Sebenarnya siapa yang kau sukai? Eunji atau Namjoo?!” tanya Dongho bertubi-tubi. Untung kelas sedang kosong.

“Aku tidak bermaksud–“

“Sekarang aku tanya kau, Eunji atau Namjoo?” tanya Dongho dengan tegas. Aish, kenapa aku jadi bingung begini?

“Err, Dongho-ya–“

“Sudah kuduga kau tidak akan bisa menjawab. Eunji akan berakhir bersama Sandeul atau siapapun, kuharap kau tidak akan menyesal. Sekalipun namja yang beruntung itu aku.” Ancam Dongho lalu berjalan keluar kelas.

Apa maksudnya? Sekalipun lelaki yang beruntung itu dia? Mendapatkan Eunji? Ia berakhir bersama Eunji! Andwae! Apalagi Sandeul, tidak akan kubiarkan!

Kira-kira Eunji ada dimana sekarang? Aku harus segera meminta maaf padanya. Harus cepat!

“Jinhong-ah! Sendirian?” tiba-tiba Namjoo muncul dimulut pintu kelasku. Aku mendesah pelan lalu tersenyum padanya.

“Ne. Kau tidak ke kantin?”

“Aku mau ke kantin bersamamu. Kajja!” ia mengamit lengan kiriku dan menarikku keluar kelas.

“Namjoo-ya, tapi aku ada urusan mendesak.” Gadis itu menghentikan langkahnya lalu menoleh padaku.

“Urusan apa?”

“Err, mian. Tapi ini privasiku.” Elakku sembari menyingkirkan tangan Namjoo dari lenganku perlahan.

“Sejak kapan Min Jinhong bermain privasi denganku? Kau selalu beterus terang!” seru Namjoo yang nampak tidak terima membuatku heran. Kenapa ia mesti marah?

“Hey, apa yang sedang kalian bicarakan? Serius sekali.” Kami menoleh bersamaan dan mendapati Sandeul bersama Eunji.

“Aniyo, Sandeul-ah. Hanya masalah kecil.”

Aku bergerak cepat. Kusingkirkan tangan Namjoo lalu menyambar tangan Eunji dan menariknya pergi. “J–Jinhong-ah…”

“Aku hanya ingin berbicara sebentar saja.”

“Tapi Namjoo melihat.”

“Biarkan saja.”

Author’s POV

Sementara Sandeul dan Namjoo hanya bisa memandang dua orang yang sedang berjalan itu sebelum menghilang ditikungan.

“Sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka? Aku merasakan hal yang ganjil.”

“Apa kau tau? Mereka hampir saja jadian jika kau tidak datang.”

“M–mwo?! Jadian?” seru Namjoo terkejut. “Jadi mereka, saling mencintai, begitu?” Sandeul mengangguk membuat Namjoo semakin syok.

“Anniyo! Kau bohong! Jinhong tidak akan pernah melihat yeoja selain aku!” elak Namjoo, untung saja saat itu koridor sedang sepi.

“Apa kau pernah berpikir kalau Jinhong tidak pernah mengatakan kalau ia menyukaimu?! Namjoo-ya, sadarlah! Jinhong tidak mencintaimu!”

# To Be Continued #

Huaaaa, kacau !!!! u,u

Part ini mungkin lebih fokus ke Dongho-Tia, maaaf banget kalo pendek T,T

Doain aja moga aku ada ide lagi dan cepet nyelesaiin ni FF ^^

Gomapta buat yg mau komen, tenang aja, mulai sekarang AKU BALES karena peraturan baru FFindo 😀 *lirikadmin

29 responses to “Because You’re the Prettiest [PART 7]

  1. Pingback: Because You’re the Prettiest [EPILOG] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s