My Wife, My Best Friend (Part 2 – Cheating)

 PROLOGPart 1

Title :  My Wife, My Bestfriend – Part 2 (CHEATING)

Author : Annisa a.k.a @Joonisa

Rating : PG 15

Genre : Married Life, Romance, Family, Friendship

Length : Chaptered

Cast : 

  • Kim Jong Hyun (SHINEE)
  • Kim Kyeong Jae / Elison Kim / Eli (U-KISS)
  • Lee Eun Kyung (OC/You)

Supported Cast:

  • Lee Jonghyun (CNBLUE) as Eun Kyung’s brother
  • Sisanya temukan di dalam cerita ^^

Disclaimer  : The plot is mine.

Note:

Thanks to Park Kyung Jin yang udah bikinin poster bertema soft-hearted(?) begini XD..

===============

“Kau? Orang itu.. KAU?”

Eunkyung mengangguk, kali ini lebih mantap. Jonghyun mendesah panjang dan kembali fokus ke makanannya dengan lunglai.

“Aku sedang tidak mood bercanda, Eungkyung-ah.”

“Aku tidak bercanda!” Ucap Eunkyung tegas, membuat Jonghyun menoleh dan menatapnya heran.

“Eunkyung-ah, aku tahu kau wanita yang baik, tapi..”

“Jonghyun, apa aku kelihatan seperti sedang bercanda?” potong Eunkyung cepat

“Kau tidak perlu segitunya menghiburku sampai harus berbohong seperti itu…” ucap Jonghyun lembut.

“Jadi kau mengira aku berbohong?” tanya Eunkyung dengan mata berkaca-kaca.

“Eunkyung-ah..” Jonghyun terkejut melihat air mata Eunkyung yang mulai menetes.

“Aku serius..” ucap Eunkyung menahan isak tangisnya.

“Eunkyung, tapi itu tidak mungkin..”

Eunkyung menunduk dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat, menahan tangisnya agar tidak dilihat orang lain. Ia kemudian beranjak dari kursi kantin dan pergi meninggalkan Jonghyun sendirian.

“Eunkyung-ah! Ya! Kau mau ke mana?” teriak Jonghyun, tapi tidak digubris oleh Eunkyung dan ia terus berjalan meninggalkan kantin. Jonghyun pun meraih tasnya dan berlari menyusul Eunkyung.

“Eunkyung-ah tunggu!” Jonghyun berhasil menjajari Eunkyung, tapi Eunkyung terus berjalan dengan cepat tanpa memedulikan Jonghyun.

“Eunkyung-ah, tidak mungkin kan kau menyukaiku?”

Eunkyung akhirnya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Jonghyun. “Aku tahu, aku tidak mungkin menyukaimu karena aku hanya anak yatim piatu miskin sedangkan kau anak orang kaya..”

Jonghyun memutar bahu Eunkyung agar menghadapnya. “Bukan begitu, Eunkyung-ah! Bukan begitu maksudku!”

“Lalu apa?”

“Karena…” Jonghyun mengambil jeda. “Kau tahu kan kalau aku ini hanya seorang loser , tidak pernah dipandang oleh orang lain bahkan aku harus berusaha berkali-kali lipat lebih keras untuk bisa lulus di setiap mata kuliah dengan nilai bagus. Sedangkan kau… Kau hebat, kau cantik, kau pintar dan nilai-nilaimu selalu bagus tanpa harus bersusah payah karena kau jenius. Kau mengerti kan maksudku?”

“Kalau kau menilaiku sebagus itu, harusnya kau dengan mudah menyukaiku kan?” tanya Eunkyung dengan suara bergetar.

“Aku bukan pria yang pantas untukmu, Eunkyung-ah. Kau tahu, aku bahkan tidak punya pikiran sedikit pun untuk mencoba menyukaimu karena kau terlalu hebat. Aku takut dianggap tidak tahu diri..”

“…..”

“Bukannya aku tidak menyukaimu, hanya saja aku tidak berani menyukaimu, Eunkyung-ah. Maaf..”

“Tapi kau sudah membuatku menyukaimu.. dan itu sudah lama..”

Eunkyung  menurunkan tangan Jonghyun dari bahunya, kemudian melangkah perlahan meninggalkan Jonghyun. Jonghyun termenung, mencoba mencerna kalimat terakhir Eunkyung. Ia tidak mengejar Eunkyung lagi karena sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Eunkyung juga semakin jauh meninggalkan Jonghyun bersama dengan air matanya yang terus meleleh di pipinya.

“Jadi… dia.. benar-benar suka padaku? Sudah lama?” gumam Jonghyun pada dirinya sendiri.

===============

“Ahhh..”

Eli menyembulkan kepalanya dari dalam air di tepi kolam renang. Ia mengusap wajahnya beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk naik.

“Hmm.. rumah Appa lumayan juga, ada swimming pool yang cool.” Gumam Eli sambil mengelap badannya dengan handuk. “Setidaknya ada yang membuatku betah di sini.”

Eli kemudian meraih ponselnya. Dari wajahnya ia terlihat berpikir.

“Aku harus segera membereskan sayembara konyol itu, baru aku bisa sepuasnya bersenang-senang di Seoul sebelum menunggu si bodoh Jonghyun lulus.”

Eli menekan tombol hijau lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya sembari meminum jus jeruk yang baru saja diantarkan seorang pelayan. Tidak lama sambungan telepon itu diangkat.

Yeoboseyo?

“Hi Babe..

“Hmm? Nuguseyo?” suara seorang wanita di seberang telepon itu terdengar bingung.

“G.Na.. kau tidak ingat padaku? I’m Elison, your sexy handsome man..” jawab Eli dengan suara yang dibuat-buat seksi.

“Oh! Hello Eli!! Long time no see!! I really miss you!!” suara G.Na di seberang sana juga ikut-ikutan berubah menjadi genit seperti Eli. Eli terkekeh.

I miss you too honey. Aku sekarang ada di Korea.”

Really?”

“Uh-huh.” Eli merebahkan dirinya dan mulai menikmati panas matahari. “Mau melepas rindu bersamaku?”

Tentu saja honey..

“Tapi sebelumnya kau harus bersedia memenuhi semua permintaanku!”

“Apapun yang kau minta, honey.. Kapan aku pernah tidak mengabulkan permintaanmu, huh?”

“Hahaha..” Eli tertawa lepas. “Bagus.. Tenang saja, aku juga akan memuaskanmu dan mengabulkan semua yang kau minta. Deal?”

DEAL!!”

“Okay!” Eli menjentikkan jarinya. “SMS aku di mana alamatmu, nanti kujemput sekitar satu setengah jam lagi. Bye..

Bye honey.. Mmmuuahh…”

“Mmmuuaahhh..”

KLIK!

Eli meletakkan ponselnya di meja yang terletak di sebelah tempatnya berjemur. Smirk tergores di bibirnya.

“9 bulan lagi aku akan jadi CEO.. Tsk..”

Tanpa Eli sadari, sejak ia menelepon G.Na tadi, ayahnya – Kim Jongkook – berdiri tidak jauh darinya. Ayahnya berdiri tanpa mengeluarkan suara apapun, jadi tanpa bersembunyi Jongkook bisa mendengar semua pembicaraan Eli di telepon dan Eli  sama sekali tidak menyadari kehadiran ayahnya itu.

Jongkook mengepalkan tangannya dengan geram. Ia ingin sekali menampar anaknya itu sekarang juga, tapi ia tidak yakin kalau hal itu bijaksana untuk dilakukan. Selama sekitar 5 menit Jongkook berdiam diri di tempatnya, begitu pula dengan Eli yang asik berjemur sampai hampir ketiduran. Akhirnya Jongkook menghampiri Eli dengan poker face nya.

“Eli..” Jongkook mengguncang pelan bahu Eli. Eli langsung terbangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Appa?”

“Ini..” Jongkook meletakkan kunci mobil di telapak tangan Eli. “Mobil yang kau mau. Surat-suratnya sudah ada di dashboard.”

“Wow! Thanks Appa!” Eli menyambut kunci mobil itu dengan mata berbinar.

“Ingat, jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas karena SIM mu belum jadi!” Jongkook menunjuk Eli dengan jari telunjuknya. Eli mengangguk mantap.

“Okay! Aku lihat mobilnya dulu ya Appa..”

Eli beranjak dan meninggalkan Jongkook dengan perasaan girang karena baru dibelikan mobil. Sementara itu Jongkook menatap punggung Eli yang semakin lama semakin menghilang dengan gelengan kepala.

“Aku harus segera menyelamatkan Jonghyun..”

===============

“Wohooooo!!!”

Eli bersorak ketika melihat mobil yang dibelikan Jongkook untuknya bertengger manis di halaman. Mobil sport berwarna putih itu terlihat mewah dan mengkilap tanpa cacat sedikit pun. Eli mengelus-elus kap mobil itu dengan jemarinya.

“Ini lebih baik dari jeep Jonghyun. Like car like owner!” seru Eli. (pepatah Eli sumpah absurd banget -___-)

Tanpa basa-basi lagi Eli langsung menaiki mobil itu dan memacunya di atas aspal. Deru mobil itu membelah jalanan kota Seoul dengan kecepatan yang awalnya sedang menjadi sedikit lebih cepat dari biasanya. Eli juga menyetel musik dengan volume yang bisa dibilang keras dan sedikit tidak aman untuk pengemudi mobil. Tapi ia tidak peduli, ia bahkan ikut menggoyangkan tubuhnya seiring dentuman musik.

CIIT!

Eli memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah coffe shop. Dengan gayanya yang khas ia turun dari mobil sambil melepas kacamata hitamnya. Tentu saja kehadirannya menarik perhatian orang-orang sekitar.

“Wah.. siapa dia?”

“Dia tampan sekali!!”

“Apa dia artis?”

Eli tersenyum simpul mendengar bisik-bisik yang ia dengar ketika ia melewati meja pengunjung coffee shop itu. Ia bahkan mengibaskan rambutnya untuk lebih membuat bisik-bisik itu terdengar.

“Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?” sapa kasir coffee shop itu.

Eli mengetuk-ngetukkan jari telunjuk ke bibirnya. “One Americano.”

“Baiklah. Ada lagi?”

“Itu saja.” jawab Eli sambil menyunggingkan senyum.

“Semuanya 10 ribu won.”

Eli membuka dompetnya, dan ternyata uang cash yang ia punya semuanya adalah dollar. Eli pun mengeluarkan kartu kreditnya dan menyerahkannya pada kasir itu.

“Maaf, jumlah pembelian anda terlalu kecil untuk menggunakan kartu kredit. Apa anda ingin memesan yang lain juga supaya anda bisa menggunakan kartu kredit?”

“Aku tidak ada uang cash, nona.”

“Maaf Tuan, tapi anda tidak bisa membayar dengan kartu kredit kalau total pembelian anda terlalu sedikit..” jelas kasir itu lagi. Eli mengerutkan alisnya, berpikir sejenak. Lalu seulas senyum terukir di bibirnya. Eli melirik name tag kasir itu, lalu menyondongkan tubuhnya ke arah kasir itu.

“Kau boleh menyita kartu kreditku, Lee Eunkyung-ssi..” bisik Eli tepat di telinga kasir – yang ternyata adalah Eunkyung. Eunkyung menjauhkan sedikit badannya.

“Ma.. maksud anda?”

“Pinjami aku uang dulu, nanti akan kukembalikan malam ini dan akan kutukar dengan kartu kreditku yang kau sita.” Rayu Eli dengan suaranya yang seksi.

“N…ne?” pekik Eunkyung tertahan. Eli semakin mendekatkan wajahnya ke arah Eunkyung.

“Di mana kita bisa bertemu untuk menukarkannya? di hotel? Di klub malam? Atau.. di rumahmu? Aku akan memberimu bonus…”

PLAKK!!!!

Spontan mereka berdua menjadi tontonan pengunjung coffee shop itu. Eli syok, begitu pula dengan Eunkyung. Tapi tidak berlangsung lama, karena Eunkyung dengan tangannya yang cekatan sembari menahan geram membuatkan pesanan Eli. Beberapa saat kemudian, kopi Americano  yang dipesan Eli sudah jadi, sementara Eli masih mematung dan syok di tempat.

“Ini kopi Anda..” Eunkyung meletakkan kopi itu di meja kasir dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celemeknya. “Dan ini, uang 10 ribu won. Aku yang traktir!”

Dengan penuh emosi Eunkyung memasukkan uang itu ke dalam mesin kasir sampai-sampai mesin kasir itu mengeluarkan bunyi TAK-TAK-TAK-TAK.

BUKK!!

Eli memukul meja kasir dengan telapak tangannya yang besar, membuat Eunkyung dan beberapa orang yang ada di sana.

“Aku tidak akan melupakan ini, Nona! You’ll regret!!” Eli mengacungkan jari tengahnya dan membawa Americano yang dipesannya dengan wajah memerah. Tapi siapa yang menyangka, begitu keluar dari coffee shop itu, Eli malah tersenyum lebar. Ia bahkan sampai terkekeh geli.

“Wanita yang menarik.. Siapa namanya tadi? Lee Eunkyung?”

Sementara itu di dalam coffee shop

“Lee Eunkyung!”

Eunkyung berbalik cepat begitu mendengar namanya dipanggil oleh seseorang bersuara berat. “N.. ne?”

“Kenapa kau menamparnya?”

“Tadi dia ingin berbuat kurang ajar pada saya, Haha Sajangnim.” Jawab Eunkyung sambil menundukkan kepala.

“Oh begitu.. ya, sebenarnya tadi aku juga melihatnya sih..” pria yang bernama Haha itu menggaruk kepalanya. “Tapi itu sama saja kau tidak ramah dengan pembeli..”

“Tapi kan saya membela diri..” jawab Eunkyung dengan wajah memelas. “Masa saya diam saja diperlakukan seperti itu?”

“Iya ya, benar juga..” Haha mengangguk-anggukkan kepala. “Ya sudah, besok kau kuberi libur.”

“Ne? Libur?” Eunkyung terkejut.

“Anggap saja bonus, karena sudah membela harga dirimu. Aku juga tidak suka melihat anak muda kurang ajar seperti dia.”

“Tapi gaji saya?”

“Kunaikkan!”

Eunkyung menangkupkan kedua tangannya, kemudian menyalami tangan Haha. “Gamsahamnida sajangniiimmmm!!!!!”

===============

“Hahhh.. akhirnya selesai juga..”

Jonghyun merebahkan dirinya di atas tempat tidur, mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah beberapa jam mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke rumah ayahnya. Jonghyun memejamkan matanya menikmati udara dari AC yang sepoi-sepoi. Tiba-tiba kejadian di kampus tadi pagi terlintas di benaknya.

“Kalau kau menilaiku sebagus itu, harusnya kau dengan mudah menyukaiku kan?”

“Tapi kau sudah membuatku menyukaimu.. dan itu sudah lama..”

Jonghyun membuka matanya dan menerawang ke langit-langit kamar.

“Apa benar Eunkyung menyukaiku? Apa aku bermimpi? Tapi tadi dia menangis…” Jonghyun berbicara sendiri.

“Bagaimana bisa dia suka padaku? Apa hebatnya aku? Aku ini kan payah..”

TING! TONG!

Jonghyun bangun dengan malas dari tempat tidurnya begitu mendengar ada yang memencet bel.

“Siapa sih?” sungutnya sambil mengacak rambutnya. Begitu melihat siapa yang ada di depan pintu lewat interkom, kedua alisnya terangkat dan ia segera membukakan pintu.

“Appa?” Jonghyun membuka pintu dan menutupnya kembali ketika ayahnya memasuki apartemennya.

“Sedang sibuk?” Ayahnya duduk di sofa. Melihat wajah ayahnya yang terlihat was-was, Jonghyun mengerutkan alis dan duduk di sebelah ayahnya.

“Aniyo, aku baru saja habis berkemas-kemas. Ada apa Appa? Sepertinya ada masalah..”

“Benar. Ada berita buruk..” jawab ayahnya dengan wajah yang suram.

“Berita buruk?”

“Saudaramu, Kyeongjae atau Eli – ah siapapun namanya pokoknya saudara kembarmu..” Jongkook mengambil nafas. “Dia mencoba untuk curang..”

“Curang? Tunggu.. curang bagaimana maksudnya? Aku.. aku tidak mengerti…”

Jongkook mengusap wajahnya frustasi. “Aku juga tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh anakku yang satu itu. Yang pasti dia sudah mem-booking seorang wanita untuk dinikahi 9 bulan lagi, tepat setelah kau lulus…”

“MWO?” Teriak Jonghyun tanpa sadar. “Jadi.. Kyeongjae berniat melakukan hal semacam kawin kontrak?”

“Kira-kira begitulah..”

Jonghyun merosot dari sofa dan menutup wajahnya. Ia mengacak-ngacak rambutnya lebih keras dan membuatnya semakin berantakan. “Anak itu apa sudah gila? Tanpa curang pun dia pasti bisa mendapatkan wanita dengan mudah kan? Aishhhh jinjja…”

“Jonghyun..” Jongkook merangkul anaknya itu. “Appa punya ide, dan Appa sangat butuh bantuan dan keihlasan darimu. Appa sudah memikirkan ide ini dengan sangat matang.”

Jonghyun menatap hampa ayahnya. “Ide? Ide apa?”

“Kau harus menikah… SEKARANG..”

“Puahahahaha..” Jonghyun tertawa terbahak-bahak. “Appa, sepertinya Appa sudah ketularan gila oleh Kyeongjae..”

“Memang, ide ini kudapat dari saudaramu itu. Dan ide ini memang sedikit gila.. tapi tolong dengarkan Appa sampai selesai!”

Jonghyun berhenti tertawa ketika melihat ayahnya yang sudah mulai meninggikan suaranya. Sebenarnya ia ingin tertawa lagi, tapi mengingat badan ayahnya yang lebih besar darinya membuat nyalinya ciut. Minimal lehernya bisa patah -___- *Kim Jongkook gitu loh*.

“Cari wanita yang kira-kira menyukaimu. Lalu ajak dia untuk menikah saat ini juga. Kalau dia tidak mau, bujuk dia sampai mau!”

“Appa! Ide ini terlalu gila! Ini pernikahan, kenapa kedengarannya seperti mainan?” protes Jonghyun.

“Appa akan menjual seluruh harta Appa kalau perlu, agar kau memenangkan sayembara ini, Jonghyun!” Ayahnya bersikeras tanpa memedulikan protes Jonghyun.

“Appa..”

“Nanti perusahaan Kim Corporation akan jatuh ke tangan Eli! Kau mau hasil kerja keras Appa jatuh ke tangan orang yang tidak setia seperti dia, hah?” Ayahnya mengguncang-guncang bahu Jonghyun.

“Appa.. tapi aku tidak..”

“Akan lebih bagus lagi kalau wanita itu adalah wanita yang baik seperti temanmu, si Eunkyung itu!”

Jonghyun membelalakkan mata mendengar ucapan terakhir dari ayahnya. Ia begitu terhenyak sampai-sampai ia lupa bagaimana caranya bernafas dengan benar. Kepala Jonghyun mendadak pusing dan wajahnya memucat. Berbagai pikiran melintas di kepalanya.

Eunkyung? Kenapa Appa bisa kepikiran Eunkyung? Kenapa harus Eunkyung? Aku.. bagaimana pun tidak akan memperalat Eunkyung untuk sayembara gila ini..

Tapi bagaimana kalau perusahaan Appa jatuh ke tangan Eli?

Tapi kenapa Eunkyung? Haruskah….

“Jonghyun? Kau baik-baik saja kan?”

Kurasa ini memang takdirku…. Kupastikan mereka berdua tidak ada yang dikorbankan..

“Jonghyun? Ya! Kau masih hidup kan?” Ayahnya mengguncang bahu Jonghyun lebih keras, sampai akhirnya Jonghyun tersadar dari lamunannya.

“Ne Appa, aku masih hidup.”

“Jadi bagaimana? Kau mau membantu Appa kan?

Jonghyun menelan ludah, lalu mengangguk lemah. “Ne. Aku akan membantu Appa.”

===============

Jonghyun mengedarkan matanya di perpustakaan kampus. Sudah berapa kali ia berkeliling kampus untuk mencari Eunkyung tapi tidak ketemu juga. Pencariannya akhirnya berakhir di perpustakaan. Ia menemukan Eunkyung duduk di meja yang ada di dekat jendela.

Jonghyun duduk di kursi yang ada di sebelah Eunkyung. Ia memutar badannya sedemikian rupa agar wajahnya berhadapan dengan Eunkyung. Eunkyung yang sedang  – pura-pura – asik membaca buku tidak bergeming sama sekali seolah-olah tidak ada siapapun di sana.

“Eunkyung-ah..”

“Hmmm?” sahut Eunkyung tanpa menoleh.

“Kau marah padaku?”

“Ani.” Jawab Eunkyung pendek. Matanya tetap fokus ke buku yang sedari tadi ia baca.

Jonghyun menghela nafas sambil mengusap-usap dadanya. Merasa beruntung karena Eunkyung tidak marah padanya.

“Kau.. masih menyukaiku?”

Eunkyung tersentak mendengar pertanyaan Jonghyun yang menurutnya begitu mendadak. Ia lalu menoleh dan menatap Jonghyun lekat-lekat.

“Masih..” jawab Eunkyung, sangat pelan. Beberapa saat mereka hanya saling menatap tanpa suara.

“Menikahlah denganku..” ucap Jonghyun pada akhirnya. Eunkyung membelalakkan matanya.

“M.. Mwo?”

“Ayo kita menikah!”

“Hah?”

To Be Continue…

Nah looooo .. Nah loooo… Gimana ini gimana ini.. hehehe ^^.. komennya yah komennya.. Part ini memang agak pendek, soalnya nanti part berikutnya panjang.. hehehe ^^ Mian..


96 responses to “My Wife, My Best Friend (Part 2 – Cheating)

  1. Pas baca yang jonghyun-eungkyung tentang suka itu kok ngena banget ya ._.
    umm…. gatau kenapa, aku ngebayangin jonghyun disini tuh malah onew xDD hahaha

  2. hayo gimana ittu. .
    eli kyaknya suka ma eunkyung,.
    ah ya, author mian ya di part 1 gak komen, abis susah gagal mulu. . jeongmal mianhae author*bungkuk 90°

  3. haisshh si Eli ketemu Eunkyung -,- gimana kelanjutannya itu ckck bisa jadi mainan dia atau ._. atau malah jadi cinta segitiga .____.V
    gak PD si Jjong ngena deh dapet banget ><
    ehh tapi di ending si Jjong "Ayo kita menikah!” ngebet banget lu bang urusan beginian -____-"
    udah diajak nikah pokoknya harus mau itu si Eunkyung, kalo gak mau nanti aku yang gantiin eh? .__.V
    good job thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s