[Freelance] Now And Forever

Tittle: Now and Forever

Author : Viehyun♥

Cast : kyuhyun, leeteuk, choi min soo(you)

Support Cast: Kim seojin

Rating :all age

Genre : romance and friendship

Type:oneshoot

Sound track : suju – your eyes

Hey..hey..hey…ketemu lagi sama author viehyun di ff baru, kali ini judulnya Now and forever. Tp kali ini POV di ff -nya cuma dari choi min soo alias reader. Sebelumnya klw ada yg dah ngerasa pernah baca berarti itu bukan plagiat, karena author pernah publis ff nie d beberapa blog oke… dari pada bwt reader penasaran langsung ke cerita aja oke..^^

*********

Udara di sekitarku membuat tubuhku membeku dalam kesunyian yang mungkin takkan berakhir, dalam sendiri aku menangis, menangis tanpa suara agar tak ada yang mendengar tangisanku. Rasanya sepi, rasanya takut, rasanya marah dan bingung, harus  ku katakan pada siapa perasaan ini. Melihatnya dengan yeoja lain sangat menyakitkan untukku, tapi apa hakku untuk menegurnya, aku bukan siapa-siapa. Aku  hanya yeoja yang menyukainya dalam hati.

“minsoo-ah!” teriak seojin temanku dari lapangan parkir kampusku.

“sedang apa kau disini sendiri?” tanya seojin saat duduk disampingku.

“anni, aku hanya sedang menggambar!” jawabku sambil tersenyum padanya.

“coba ku lihat !” ucap seojin sambil mengambil kertas yang ku pegang.

“wah, tampan sekali namja ini!” ucapnya saat melihat hasil gambaranku.

“siapa ini?” tanya seojin sambil melihat ke arahku.

“ne? itu hanya tokoh khanyalanku.” Jawabku asal, sebenarnya itu adalah gambar namja yang ku kagumi selama tiga tahun. Namja yang sudah ku kagumi sejak aku masih duduk di bangku kelas satu SMA.

“harusnya kau masuk jurusan seni bukan kedokteran!” ucap seojin sambil sedikit menggodaku.

“aissh, sudah kembalikan itu belum selesai ku gambar semua!” ucapku sambil mengambil kertas itu lagi.

“apa hari ini kau ada acara?” tanya seojin sambil menatap lurus kedepan tanpa melihat ke arahku.

“kenapa memang?” jawabku balik bertanya.

“aku akan bertemu dengan seseorang apa kau mau menemaniku?” jawab seojin sambil menatapku penuh harap.

“kapan?” tanyaku singkat tanpa mengalihkan pandanganku dari gambaranku.

“malam ini, di café inred. Apa kau mau? Mau yah temani aku?” bujuk seojin sambil menggenggam tanganku.

“arra..arraso!” jawabku sambil tersenyum lebar padanya.

——

——

Aku memakai mantel hitamku dan syal merah sebelum keluar menemani seojin, karena malam ini cuaca sangat dingin dan sedang turun salju.

“apa kau siap bertemu dengan namja itu?” tanyaku pada seojin yang sudah menunggu di ruang tamu rumahku.

“tentu!” jawabnya nyakin.

malam ini rencananya kami akan pergi ke café inred untuk menemui namja yang sering menelfon seojin akhir-akhir ini. seojin sangat penasaran dengan namja itu, dia bilang namja itu juga adalah mahasiswa di kampus kami.

“huuuhhh..!” seojin menghela nafas sebelum kami turun dari bis menuju ke dalam café.

“apa kau sangat gugup?” tanyaku sambil berdiri dari dudukku.

seojin hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Kami berdua turun dari bis dan masuk ke dalam café yang cukup ramai itu.

“apa itu namjanya?” tanyaku saat melihat namja yang memakai jas merah yang membelakangi kami..

“kurasa iya, penampilan namja itu sangat persis dengan ciri-ciri yang di sebutkan namja yang selalu menelfonku.” Jawab seojin nyakin sambil menarikku ke meja namja itu.

“hay, aku Kim Seo Jin!” ucap seojin sambil menepuk pundak namja itu.

OMO, namja itu adalah leeteuk. Namja yang ku kagumi selama tiga tahun ternyata menyukai sahabatku.

“leeteuk!” ucap seojin kaget ketika melihat wajah namja itu.

“ne, aku yang selalu melefonmu selama ini!” jawab leeteuk sambil tersenyum kearah seojin.

Taukah kau perasaanku saat itu, hatiku rasanya seperti  diiris pisau dan langsung di siram air garam ditasnya. Sakitttt.. sangat sakiittt. Ku tahan nafasku agar ekspresiku tidak terbaca oleh dua orang yang sedang kasmaran itu.

“apa ini temanmu?” tanya leeteuk pada seojin sambil menatapku.

DEG..

Jantungku langsung berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya, karena ini adalah kali pertama aku mengobrol dengannya.

“ne, ini chinguku!” jawab seojin sambil menatapku.

“hem.. choneun choi  Min soo imnida!” jawabku sambil memperkenalkan diri.

“ah!” jawab leeteuk seperti tak peduli dan langsung menatap lagi seojin.

Mereka mengobrol dengan sangat akrab tanpa memperdulikan kehadiranku sama sekali. Aku hanya meneguk minumanku ketika mereka tertawa bersama. Sungguh, aku bingung untuk melakukan apa, rasanya aku ingin pergi dari tempat ini secepatnya.

“em.. aku mau ke toilet dulu!” ucapku ketika aku sudah tidak tahan lagi.

“ah, ne!” jawab seojin sambil langsung melanjutkan obrolannya dengan leeteuk.

Bergegas aku memasuki toilet , karena rasanya semua perasaan berkecamuk dalam hatiku. Rasa sedih, marah, kecewa dan hancur.

“anni, aku tidak boleh seperti ini, lagi pula seojin tidak mengetahui perasaanku pada leeteuk selama ini, ini bukan salahnya ini semua salahku!” gumamku saat di dalam toilet sambil menahan air mataku.

Aku menarik nafas sebelum keluar dari toilet itu.

“apa aku akan baik-baik saja?” tanyaku pada diriku sendiri.

“sudahlah, ini kan saat membahagiakan untuk seojin, aku tidak boleh mengacaukannya hanya karena keegoisanku!” ucapku menyemangati diriku sendiri.

Aku bergegas keluar dari toilet itu menuju meja seojin dan leeteuk.

PRRAAANGGG

Tanpa sadar aku menubruk seorang pelayan yang membawa makanan di nampannya, otomatis semua yang  dibawa pelayan  itu tumpah ketubuhku.

“mianhae!” ucapku sambil menundukan tubuhku berulang kali.

“aissh..bagaiman ini ?nona, kau harus ganti rugi ini semua!” ucap pelayan itu saat melihat makanan dan minuman yang tumpah ruah.

“mianhae aku akan ganti semuanya!” ucapku pada pelayan itu. Ku akui aku tidak punya banyak uang untuk mengganti kerugian ini. Apa aku harus minta tolong pada seojin?

DRTDRRTRTDRT

Hand phone  ku bergetar di saku mantelku. Baru saja aku memikirkan seojin dia sudah mengirim sms padaku.

“mian, minsoo-ah  leeteuk mengajakku berjalan-jalan, jadi aku pegi duluan, apa kau pulang sendiri tidak apa-apa?”

From: seojin

Mulutku menganga membaca sms itu, bagaimana sekarang ?

“kalau begitu ikut saya untuk membayar tagihannya!” ajak pelayan tadi saat melihatku sudah membaca sms itu.

“ne!” jawabku sambil menaruh kembali hpku kedalam saku mentelku.

“ini billnya nona!” ucap pelayan itu saat sampai di meja kassir.

OMO apa semahal ini! Ucapku dalam hati ketika melihat angka yang tertera di kertas itu.

“em..aku hanya punya!” ucapku sambil mengeluarkan uang yang ada didompetku.

“maaf nona ini tidak cukup!” jawab pelayan itu setelah menghitung uang yang ku berikan.

“berapa lagi kurangnya?” tiba-tiba terdengar suara seorang namja di belakangku.

“ah, kalau begitu pake dulu ini!” lanjut namja itu setelah melihat kekurangannya.

“ah, tidak usah aku bisa membayarnya sendiri!” cegahku saat namja itu akan memberikan uangnya pada pelayan.

“benarkah, ku lihat tadi dompetmu sudah kosong!” jawab namja itu sambil menatapku.

Aissh..kenapa aku harus bertemu dengan namja tampan ketika aku sedang keadaan seperti ini! Ucapku dalam hati ketika melihat wajah namja yang akan membantuku itu.

“eu..aku akan membayarnya dengan mencuci piring mungkin!” jawabku ragu.

“hahaha..tidak usah seperti itu, pakai saja ini dulu, ini pelayan!” jawab namja itu sambil tertawa dan memberikan uangnya pada pelayan.

—–

—–

Aku  terduduk di halte bis, setelah namja itu membayar semua tagihanku dia langsung pergi  sebelum aku mengucapkan terimakasih dan berkenalan dengannya. Rasanya hari ini aku sangat sial, orang yang kusukai ternyata menyukai sahabatku, aku ditinggal di café dalam keadaan yang memalukan dan sekarang aku sama sekali tidak punya uang untuk naik bis kerumahku, selain itu bajuku sekarang semuanya kotor.

“hah..lengkap sudah penderitaanku hari ini!” ucapku sambil menundukan wajahku lesu.

“apa kau belum pulang?” ucap seorang namja dari dalam mobil jaguar hitam yang berhenti di hadapanku.

“kau?” ucapku kaget ketika melihat wajah namja itu, dia adalah namja yang menolongku di café tadi.

“sedang apa kau disini?” tanya namja itu keluar dari mobilnya dan ikut duduk di bangku halte yang kududuki.

“ne? em…..!” jawaku bingung.

“wah, bajumu kotor sekali apa kau tidak membersihkannya dulu tadi?” tanya namja itu tiba-tiba sambil melihat kerah bajuku yang memang sudah seperti lap dapur.

“aku sudah membersihkannya tadi!” jawabku sambil mengelap-elap bajuku.

“pake ini untuk membersihkannya!’ ucap namja itu sambil menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna biru muda padaku.

“ne!” jawabku sambil meraih sapu tangan itu.

“bagaiman kalau aku antar kau pulang, sepertinya kau tidak punya uang untuk naik bis atau taxi?” ucap namja itu sambil tersenyum ramah padaku.

“ah.. aku..!”

“sudahlah!” ucap namja itu sebelum aku menyelesaikan kalimatku dan langsung menarik lenganku.

“ah, tidak usah!” ucapku saat aku sudah duduk di dalam mobilnya.

“sudahlah, jangan menolak tawaran baik seseorang, kau tunjukan saja jalan menuju rumahmu ,oke!” ucap namja itu sambil menyalakaan mesin mobilnya.

“gomawo, jeongmal gomawoyo!” ucapku saat mobil itu mulai bergerak.

“sekali lagi terima kasih!” ucapku ketika sampai di depan rumahku.

“ah, chakaman siapa namamu?” tanyaku pada namja itu sebelum aku keluar dari mobilnya.

“namaku?” jawab namja itu balik bertanya.

Aku mengangguk.

“Cho kyuhyun, panggil aku kyuhyun!” jawab namja itu sambil menatap kearahku.

Aku segera keluar dari mobil namja yang bernama cho kyuhyun itu.

“aissh..kenapa aku tidak mengenalkan namaku!” gumamku saat aku keluar dari mobil namja itu.

“NAMAKU CHOI- MIN-SOO!’ teriakku saat mobil itu sudah sedikit jauh dariku.

“apa dia mendengarnya?” tanyaku pada diri sendiri.

“meski hari ini sangat sial tapi setidaknya aku bertemu dengan namja yang sangat baik sekaligus sangat tampan, hehe!” gumamku saat memasuki rumahku.

——–

——–

Aku duduk di bangkuku di dalam kelas. Hari ini aku belum melihat seojin, apa dia dengan leeteuk?

Hah, kenapa hatiku belum bisa menerima semua kenyataan ini? Lagi pula ini salahku yang tidak mengakui perasaanku sendiri.

“minsoo-ah!” seojin menggetkanku.

“aissh, kau ini! Bagaimana kencan kemarin?” tanyaku pada seojin.

“em..sangat..sangat menyenangkan!” jawabnya sambil tersenyum dengan tersipu-sipu.

“wah..aku ikut bahagia!” ucapku sambil tersenyum lirih padanya.

“hari ini aku sudah resmi menjadi yeojachingu leeteuk!” lanjut seojin, membuat benteng dalam hatiku runtuh seketika.

“hem..!” jawabku tersenyum menyembunyikan rasa sedihku.

“anak-anak semuanya duduk!” pinta guru lee saat masuk ke dalam kelas.

“ne!” jawab semua siswa dalam kelasku.

“hari ini ada murid baru pindahan dari incheon!” ucap guru lee dengan mantap.

“ayo masuk!” lanjutnya pada seseorang yang ada di balik pintu kelasku.

OMO, aku sangat terkejut ketika melihat namja itu.

Bukankah dia itu namja yang menolongku tadi malam, Cho kyuhyun.

“annyeonghaseo, ireumeunje cho kyuhyun imnida, bangapseumnida manaseo!” ucap kyuhyun saat berdiri di depan kelas. Seketika semua siswa yeoja saling berbisik satu sama lain. aku yakin pasti mereka membicarakan ke tampanan kyuhyun.

“wah, tampan sekali!” ucap seojin di depanku.

Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan temanku itu, kyuhyun memang tampan tapi rasanya masih tampan leeteuk. Meski sekarang ketampanan leeteuk tidak bisa ku nikmati lagi karena dia sudah menjadi namjachingu temanku sendiri.

“kalau begitu sekarang kau boleh duduk!” pinta guru lee pada kyuhyun yang telah menyelesaikan perkenalannya.

Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya semua, dia terlihat melihat-lihat terlebih dahulu bangku yang ada di dalam kelas. Tak di pungkiri semua yeoja di dalam kelas kembali saling berbisik seperti menginginkan kyuhyun untuk duduk di samping mereka.

Tapi aku merasa aneh ketika kyuhyun terus menatap ke arahku.

“minsoo-ah, dia menuju kearahmu!” ucap seojin saat kyuhyun berjalan ke arahku.dam benar saja dia duduk tepat di sampingku.

“kita, bertemu lagi!” ucapnya sedikit berbisik padaku. Otomatis semua siswa yang ada di dalam kelas melihat kearahku dan saling berbisik. Pasti sekarang mereka sedang membicaran kenapa kyuhyun mau duduk di sampingku.

“hem..!” jawabku pada kyuhyun sambil tersenyum seramah mungkin.

——-

“kenapa semuanya memandangku?” tanya kyuhyun saat aku dan kyuhyun akan menuju kantin.

“ne? mungkin hanya perasaanmu saja!” jawabku menyakinkannya.

Apa dia itu tidak sadar kalau wajahnya itu menarik perhatian banyak orang, bagaimana bisa dia memiliki wajah setampan itu. Dan kenapa dia menyuruhku menemaninya?

Setelah jam pelajaran tadi habis dia langsung mengajakku untuk ke kantin bersama dengannya, dan anehnya seojin tiba-tiba menghilang saat aku membutuhkannya untuk menghindar dari kyuhyun.

“kau mau makan apa?” tanyaku saat sampai di kantin kampus.

“em..aku tidak lapar,bagaimana kalau belikan saja orange juice !” jawab kyuhyun.

“arraso, kau tunggu disini!” ucapku pada kyuhyun.

“wah, hebat sekali! Kau bisa langsung menarik perhatian mahasiswa baru itu!” ucap Henna yang merupakan yeoja tercantik di kampusku.

“ne?” tanyaku bingung.

“wah, kau pura-pura bodoh, apa cara ini juga yang kau pakai untuk menarik perhatian kyuhyun!” ucap henna sinis.

“aigoo, ada apa denganmu? Datang tibat-iba dan langsyng menuduh orang seperti itu!” ucapku kesal mendengar ucapannya.

“kenapa lama?” ucap kyuhyun tiba-tiba di sampingku.

“ne, mianhae!” ucapku pada kyuhyun.

“ah, hello kyuhyun-shi, choneun Park Hen Na imnida!” ucap henna tiba-tiba memperkenalkan dirinya saat kyuhyun datang sambil menjulurkan tangannya mengajak bersalaman.

“ayo, aku sudah haus!” ucap kyuhyun tanpa memperdulikan henna dan menarik lenganku menuju kantin yang menyajikan orange juice.

“kenapa kau tidak menanggapi heena?” tanyaku pada kyuhyun saat kami sudah berada di kantin yang menyajikan orange juice.

“ne? itu tidak penting!” jawab kyuhyun sambil meneguk orange juice yang ada di tangannya.

Aneh, kyuhyun memperlakukanku sangat baik tapi pada orang lain dia sangat sinis. Bukan pada henna saja dia bersikap seperti ini, tadi saja di kelas orang-orang yang mau berkenalan dengannya dia tolak dengan tidak sopan.

“minsoo-ah!” teriak seojin saat akan menghampiriku. Seojin datang dengan leeteuk, mereka berdua sangat serasi dan aku sangat iri dengan mereka. Hatiku memang sesak melihat mereka berdua bersama tapi aku bisa apa?

“hey!” ucapku saat mereka berdua benar-benar sudah ada di hadapanku.

“em. Ini leeteuk dari fakultas tekhnik sipil !” ucapku memperkenalkan leeteuk pada kyuhyun.

“hello!” ucap leeteuk pada kyuhyun,

“hey!” jawab kyuhyun datar.

“em..kenapa kalian bisa bersama?” tanya seojin pada ku sambil menatap kearahku dan kyuhyun bergantian.

“aku yang memintanya mengantarku!” ucap kyuhyun yang menjawab pertanyaan seojin yang sebenarnya di tujukan untukku.

“oh!” jawab seojin mengerti.

“arraso, aku dan leeteuk kesana dulu yah!” ucap seojin sambil menunjuk kearah perpus.

“ne!” jawabku mempersilahkan.

Seojin dan leeteuk pun beranjak dari tempat mereka menuju perpustakaan. Aku memandangi punggung dua orang itu. Saat di tengah jalan leeteuk merangkul pundak seojin dengan mesra. Saat itu hatiku kembali seperti teriris lagi.

“apa kau suka leeteuk!” ucap kyuhyun tiba-tiba saat aku sedang mengamati kepergian pasangan itu.

“ne?” tanyaku berpura-pura bingung,

“jangan bohong itu terlihat jelas dari ekspresi wajahmu!” lanjut kyuhyun dengan nada datar.

“wah, apa terlihat sejelas itu!” ucapku tak percaya sambil mendongakkan kepalaku pada wajah kyuhyun yang berada sepuluh cm lebih tinggi dari wajahku.

“berarti kau mengakuinya?” tanya kyuhyun sambil menatap kearahku.

“aissh, bagaimana bisa aku mengakui hal ini padanya!” gumamku.

“jadi aku benar!” ujar kyuhyun seperti mendengar apa yang aku gumamkan.

“mwo, kau dengar?” tanyaku kaget.

“ne!” jawabnya singkat.

“aissh, tolong jangan beri taju siapapun!” pintaku pada kyuhyun.

“arraso, lagi pula aku ini bukan penggosip!” jawabnya menyakinkanku.

Aigoo, kenapa aku bisa setenang ini saat kyuhyun mengetahui perasaan ku pada leeteuk yang sudah ku rahasiakan selama ini. Dan kenapa aku merasa nyaman saat sudah mengatakan hal ini pada kyuhyun.

——-

——-

“omma! Apa omma lihat buku diary ku?” tanyaku pada omma setelah mencari-cari diary ku di kamar.

“anni, mungkin kau lupa menyimpannya!” jawab omma.

Aku kembali ke kamarku untuk memestikannya lagi. Tapi memang tidak ada. Apa aku lupa menyimpannya? Aissh..bagaimana kalau hilang dan di baca orang lain? disanakan ada rahasia-rahasiaku, termasuk rahasia tentang perasaanku pada leeteuk.

——-

——-

“apa kau lihat seojin?” tanyaku pada donghae teman sekelasku.

“kalau tidak salah dia keluar menemui leeteuk!” jawab donghae datar.

“oh, gomawo!” ucapku padanya.

“aku telfon saja!” lanjutku sambil menekan tombol nomor HP seojin.

“seojin-ah, tugas kita kau simpan dimana? Tanyaku langsung pada seojin saat dia sudah mengangkat telfonku.

“di lokerku, kau ambil saja ,sekarang aku sedang bersama leeteuk kuncinya ada di kolong bangkuku!” jawab seojin menjelaskan.

“ne, arraso!” jawabku setelah menemukan kunci itu.

Segera ku langkahkan kaki menuju loker seojin setelah menutup telfon.

“ini dia!” ucapku saat sampai di depan loker seojin. Ku buka loker itu dengan kunci yang ku pegang.

“mana yah!” gumamku sambil mencari-cari tugas kelompokku dengannya.

“ini!” ucapku kaget ketika melihat diary ku ada di dalam loker seojin.

“bagaimana bisa ada disini?” tanyaku bingung.

‘Tunggu, bukankah hari itu seojin menungguku di kamarku. Apa waktu itu dia mengambilya tapi kenapa? Atau dia tidak sengaja membawanya?” gumamku pada diri sendiri.

“aku mengambilnya!” tiba-tiba terdengar suara seseorang di belakangku.

“seojin!” ucapku saat melihat orang yang berdiri di belakangku adalah dia.

“wae? Tanyaku bingung.

“aku hanya ingin tahu bagaimana kau sebenarnya!” jawabnya datar.

“apa kau sudah baca semuanya?” tanyaku gelisah.

“tentu!” jawabnya sinis.

“MWO?” ucapku tak percaya.

“jadi kau tahu aku suka pada leeteuk?” tanyaku frustasi.

“tentu dan itulah alasanku untuk menjadikan leeteuk namjachinguku!” jawabnya masih dengan nada sinis tidak seperti seojin biasanya.

“kenapa?” tanyaku tak mengerti dengan yang di ucapkan seojin.

“karena aku sangat membencimu sejak dulu, kau tahu aku berteman denganmu untuk mengetahui semua kelemahanmu tapi kau sangat tidak terbuka padaku, jadi aku memilih mengambil buku diarymu saja, dan bingo aku dapat semua rahasiamu!” jawabnya sinis.

“kenapa kau seperti ini?” tanyaku padanya.

“sudah ku bilang aku benci padamu, kau tahu saat di SMA dulu kau sangat terkenal dan kau selalu menolak semua pria yang menyukaimu termasuk kakakku kau ingat kim heechul, dan kau tahu kakakku sangat menderita saat kau lakukan itu. Dia hampir bunuh diri karena terlalu menyukai, aku sangat habis pikir pada namja-namja itu setelah tau dirimu sesungguhnya, karena kau biasa-biasa saja di mataku. Dan sekarang apa kau bisa rasakan sakitnya. Karena orang yang kau sukai sejak dulu menyukai orang lain bahkan orang yang kau sukai itu menjadi pacar orang yang kau anggap sahabat!” jelas seojin.

“hah, jadi ini semua sudah kau rencanakan?” tanyaku tak percaya.

“tentu!” jawabnya sambil tertawa sinis padaku.

“aku sungguh tidak percaya ini semua, kau..!” ujarku tak menyelesaikan kalimatku karena kini air mataku tak bisa ku bendung lagi.

“jangan menangis, kalau kau seperti ini, berarti nenek sihir ini menang!” ucap seseorang di belakang seojin, ternyata itu kyuhyun.

“oppa!”ucap seojin saat melihat leeteuk bersama dengan kyuhyun.

“tidak ku sangka kau melakukan ini padaku untuk hal sejahat itu!” ucap leeteuk sambil menatap tajm kea rah seojin.

“tapi untuk perasaanku padamu itu asli leeteuk-ah!” bela seojin pada leeteuk.

“kau sudah keterlaluan!” ucap leeteuk sambil meninggalkan seojin.

>>>>

“kau sudah membantuku lagi dalam melewati masa sulit!” ucapku pada kyuhyun saat aku sudah berada di dalam mobilnya.

“tentu, akukan malaikat penolongmu!” ucapnya bangga.

“malaikat, cih..malaikat macam apa?” jawabku tak setuju.

“aissh, kau ini sudah ku bantu masihseperti itu!” jawab kyuhyun kesal.

“mianhae, gomawoyo!” jawabku memelas padanya.

“arra..arra..! aku antar kau pulang!” ucap kyuhyun sambil menyalakan mesin mobilnya.

“bagaimana dengan hubungan seojin dan leeteuk?” tanyaku khawatir pada kyuhyun.

“aissh, kau ini sudah di tipu oleh seojin kau masih perhatian padanya!” ujar kyuhyun malas.

“jawab saja!” ucapku memaksa.

“ku rasa mereka putus, karena tadi setelah kejadian itu  seojin menangis di kelas!” jawab kyuhyun sambil menatap lurus jalan yang ada dihadapannya.

“kasihan!!” ucapku setelah mendengar penjelasan kyuhyun.

“aissh, menjijikan sekali kau masih mengasihaninya, dia saja tidak kasihan denganmu!” jawab kyuhyun masih tak setuju dengan ucapanku.

“mungkin dia memang salah, tapi setelah dia melakukan itu aku menyadari kalau aku tidak menyukai leeteuk seperti dulu!” ucapku menjelaskan.

“benarkah?” tanya kyuhyun tak percaya.

Aku hanya menganggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya itu.

“omma, aku pulang!” ucapku pada omma saat aku dan kyuhyun sudah ada di depan pintu rumahku.

“ayo masuk!” ajakku pada kyuhyun.

“mwo, annio aku antar sampai sini saja!” ucap kyuhyun sedikit salah tingkah.

Kenapa dia salah tingkah? Memangnya ada apa?

“ah, kau sudah pulang!” tiba-tiba ommaku sudah ada di hadapan kami.

“ne, omma kenalkan ini temanku!” ucapku pada omma memperkenalkan kyuhyun.

“kyuhyun!” ucap omma terkejut ketika melihat kyuhyun.

“omma kenal?” tanyaku bingung.

“tentu diakan yang akan di jodohkan denganmu!” jelas omma sambil tersenyum riang padaku.

“mwo?” ucapku tak percaya.

“mianhae omma belum bilang padamu, karena akhir-akhir ini kau terlihat sedih jadi omma belum berani memberitahumu, apa kyuhyun tidak memberitahumu?” jawab omma balik bertanya padaku.

“anni!” jawabku sambil menatap kyuhyun.

“mianhae aku belum bilang!” jawab kyuhyun sambil menunjukan muka bersalahnya.

“kau!” ucapku sambil berlari keluar meninggalkan rumahku.

Kenapa dia tidak memberitahuku? Apa selama ini dia baik padaku karena  dia ingin mengambil simpatiku?

“minsoo-ah!” teriak seseorang di belakangku dan sangat jelas itu suara kyuhyun.

Aku terus berlari tanpa menghiraukan teriakan kyuhyun.

“ya, kenapa kau tidak menghentikan larimu?” tanya kyuhyun saat berhasil menghentikanku.

“aku benci padamu?” ucapku dengan air mata bercucuran.

“wae?” tanya kyuhyun tak terima.

“kau berdifat baik padaku hanya karena ingin menarik simpatiku kan?” tanyaku to the poin.

“….” Dia hanya diam tidak menjawab pertanyaanku.

“jawab, kenapa banyak sekali orang yang menipuku hari ini!” ucapku kesal sambil menghapus air mataku dengan kasar.

“annio, aku tidak seperti yang kau banyangkan!” jawab kyuhyun menegaskan.

“buktinya?” tanyaku pada kyuhyun.

“ini!” jawab kyuhyun menunjukan beberapa foto seorang namja dan yeoja.

“siapa itu!” tanyaku karena aku tidak mengenali orang yang ada di foto-foto itu.

“ini aku dan kau saat masih kecil!” jawab kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk foto itu.

“aku ? kapan?” tanyaku tak mengerti.

“pasti kau tidak ingat? Karena saat kau pindah ke seoul untuk masuk SMA sebelumnya kau mengalami kecelakaan saat menuju seoul dan akhirnya kau melupakan masa kecilmu denganku saat di incheon!” jelas kyuhyun padaku.

“dan sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak kecil, makanya aku menerima perjodohan ini, aku tidak memberitahumu karena aku takut kau tidak mau dekat denganku!’ lanjut kyuhyun menjelaskan.

Memanng baru-baru ini aku menyadari bahwa aku tidak dapat mengingat masa kecilku saat SMP atau SD, tapi apakah hal ini penjelasannya. Rasanya saat aneh bagiku? Dan aku merasa hal ini seperti bom atom yang meledak dalam otak dan hatiku.

“apa kau masih marah padaku?” tanya kyuhyun saat aku terus terdiam.

“mianhae, aku sudah salah sangka padamu!” ucapku setelah menenangkan hati dan pikiranku.

“arraso, mungkin ini salah ku juga! Kalau kau tidak mau di jodohkan denganku aku akan bilang pada omma dan ajjuma!” ucap kyuhyun pasrah.

“annio!” cegahku saat dia akan pergi meninggalkanku.

“ne?” tanya kyuhyun tak mengerti.

“em, apa kau benar menyukaiku?” tanyaku ragu.

“ne, tentu saja jigeum yeongwonhi *sekarang dan selamanya*!” jawab kyuhyun yakin.

“kalau begitu kita coba dulu!” jawabku malu-malu.

“chinca?” tanya kyuhyun tak percaya.

“ne!” jawabku sambil tersenyum manis padanya.

>>>>.4tahun kemudian

“omma mana buket bunganya?” tanyaku pada omma.

“ada disini!” teriak omma dari luar ruang gantiku.

Hari ini adalah hari yang sungguh menyenangkan untukku karena ini adalah hari pernikahanku dengan namjachinguku tentunya siapa lagi kalau bukan cho kyuhyun, selama empat tahun ini dia sudah menemaniku melewati semuanya dan dia benar-benar sudah membuatku jatuh cinta padanya. Meski jalanku dan kyuhyun masih panjang aku pasti bisa melewatinya bila bersama kyuhyun. Dalam hati ku dia seperti pelangi yang selalu memberi  warna dalam hidupku. Seperti layaknya pelangi yang selalu datang sesudah badai, itulah kyuhyun untuk sekarang dan selamanya. cho kyuhyun uri nampyon.

Ingat, janganlah kalian terus bersedih karena sesuatu hal, karena kalian harus tahu pelangi akan selalu datang setelah hujan bahkan setelah badai yang besar.Now and forever.

-THE END-

Selesai reader, suka gg sama ff oneshoot.a moga suka yach! Oke biar author bisa bikin ff yang lebih bagus lagi, tolong komen yah reader karena komen kalian itu kayak pelangi buat author #plakk..gomawo dah baca ff.a ^^

Advertisements

8 responses to “[Freelance] Now And Forever

  1. Uwaaaa !!

    Kasihan sama min soo nya. Tapi akhirnya tetap happy ending 😀
    Kejadiannya banyak yang terduga, suprise banget bacanya haha.
    Alurnya juga bagus banget. Lanjutkan thor !!
    Hwaiting !

  2. waaah so sweet nikah ma kyu
    seojin nyebelin deh, sahabat nusuk dr blakang!
    lanjut ff lain thoorr, daebak d^^b

  3. Baca ffnya manis asem asin thor xD komplet deh feelnya walau ga dalem dalem amat /plaakk tapi tetep sampe kok mksudnya 😀
    mgkin buat tanda baca aja thor, antara ‘?’ sama ‘!’ author sering salah tanda ._.v
    dan karena endingnya lgsg nikah jd trkesan kecepetan, kirain pas minsoo biilang ‘kita coba dulu’ udah end xD
    but at all, good job thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s