Always [Part 3]

Author : AlinePark ( @angiiewijaya )

Main Cast :

  • Park Eun Hee (OC’s)
  • Kim Myung Soo (Infinite)
  • Shin Dong Ho (U-Kiss)

Other Cast : Find by Yourself

Genre : MIX

Length : Series

Rating : Teenager (T)

Disclaimer : Cerita milik saya ^^

Note : Annyeong Readers ! Ini dia Part 3 nya ! *pukul” drum* Untuk Part 3 ini, Author minta maaf kalo mungkin jelek, dll. Dan kalo ada kesamaan ya Author tidak tau. Oh, ya, tolong yang udah baca, comment, jangan jadi SILENT READERS, lebih baik tidak usah baca jika ngak suka *ini tolong banget ya*. Ok, segitu aja dari Author.

~Happy Reading~

Eun Hee POV

Mataku terbuka perlahan. Aku mulai bangun dari tidurku. Kurasakan ada sesuatu yang menyelimutiku dan menjadi sandaranku.

Kulihat seorang namja duduk disampingku dan kepalaku berada dipundaknya, dan kulihat sebuah jaket yang pernah kulihat menyelimuti tubuhku.

“Myung Soo…” panggilku dengan suara yang dapat dibilang pelan.

Myung Soo menoleh kearahku. “Kau sudah bangun?” tanyanya.

Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya. Entah mengapa aku merasa diriku lemas sekali sekarang dan badanku tidak begitu enak.

“Kenapa mukamu lemas sekali? Kau sakit?” tanya Myung Soo lalu ia memegang wajahku. “Badan mu panas.” katanya.

“Benarkah?” tanyaku.

Dia mengangguk. “Aku rasa karena sempat kehujanan dan kau sempat terkejut saat menyebrang tadi.” katanya.

Aku tak menyangka aku akan sakit seperti ini. Tapi, itu lebih baik dibanding tadi aku tetabrak.

“Kalau kau mau tidur lagi, tidur saja, hujannya juga masih deras.” katanya.

Aku tidak menjawab pertanyaannya lalu menaikkan kepalaku hingga tidak berada dipundaknya.

“Ahh…” ringisku saat merasakan kepalaku yang sakit karena pusing. Aku memegangi kepalaku.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Myung Soo, terlihat wajahnya khawatir.

“Aku tidak apa-apa, hanya pusing saja.” jawabku.

“Lebih baik kau tidur lagi, jangan terlalu dipaksakan.” katanya.

“Sudah tidak usah.” jawabku.

Entahlah, kurasakan ia tetap perhatian padaku seperti dulu, padahal kami sudah tak berhubungan lagi.

Kulihat jaket yang menyelimuti tubuhku.

“Jaket ini…”

“Kau masih mengingat jaket itu?” tanya Myung Soo.

Aku tidak menjawab, hanya melihati jaket itu.

Flashback

Aku bersama Myung Soo sedang berteduh disuatu tempat, karena saat perjalanan pulang sekolah tiba-tiba hujan.

Aku menggosok-gosokkan kedua tanganku karena aku sangat merasa kedinginan.

“Kau kedinginan?” tanya Myung Soo.

Aku mengangguk.

Tiba-tiba ia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah jaket, lalu ia menyelimuti jaket itu ketubuhku.

“Bagaimana?” tanyanya.

“Sudah lumayan tidak kedinginan lagi.” jawabku.

“Baguslah…”

“Jaketmmu nyaman sekali dipakai.” kataku.

“Tentu saja kan aku yang memakainya.” jawabnya sambil tertawa.

Aku memukul lengannya. “Dasar kepede-an.” kataku.

Dia hanya tertawa lalu mencubit pipiku.

“Hey, aku tidak mengizinkanmu untuk mencubit pipiku.” kataku.

“Pelit sekali kau.” katanya.

“Biar.” jawabku lalu menjulurkan lidahku. Aku lalu menyenderkan kepala ku ke pundaknya.

“Hey, siapa yang bilang kepalamu boleh disenderkan ke pundakku.” katanya.

“Ah, kau pelit sekali.” kataku.

“Biar, tadi saja kau tidak mengizinkanku mencubit pipimu.” jawabnya, membalasku.

“Ishh… Aku kan cuma bercanda.” kataku.

“Iya, iya, aku tau. Sudah jangan ngambek.” jawabnya. Ia lalu mengelus lembut kepalaku.

“Aku boleh kan tidur dipundakmu?” tanyaku.

“Tentu saja boleh.” jawabnya sambil tersenyum.

Akupun perlahan memejamkan mataku. Kurasakan tangannya mengelus wajahku. Aku membuka mataku perlahan. Kulihat dia sedang melihati wajahku.

“Tidak tidur? Tadi katanya mau tidur.” tanyanya.

“Iya.” jawabku.

Tiba-tiba ia mencium keningku. Aku terkejut dan langsung melihatnya dengan tatapan terkejut.

Ia hanya tersenyum melihatku. “Tidurlah.” katanya.

Aku hanya mengangguk, lalu mulai memejamkan mataku kembali.

Flashback END

“Ini membuatku mengingat masa lalu.” kataku.

Dia hanya tersenyum tipis. “Ternyata kau masih ingat.” katanya. “Kau tau, aku merindukan dirimu pada saat dulu kita berhubungan. Kau selalu manja padaku, kau sering ngambek jika aku jahili, jika menangis kau akan selalu memelukku dan kau sering tertidur dipundakku.”

“Kau yang membuatnya seperti itu, kau membuat aku tersakiti, membuat kau tidak dapat merasakan seperti dulu.” jawabnya.

Ia hanya tersenyum tipis. “Kau tau, aku masih ingin memilikimu.” katanya.

“Kau tidak akan bisa memilikiku lagi.” jawabku.

“Mengapa?” tanyanya.

“Karena aku sudah terlalu benci padamu.” jawabku.

“Aku tau,” katanya. “tetapi kau juga tidak akan bisa membenciku 100% pasti masih ada rasa.” lanjutnya.

“Kau tidak usah mengatakan hal yang tidak benar.” kataku.

“Yang tidak benar? Apa maksudmu?” tanyanya.

“Aku benar-benar sangat membencimu.” kataku.

“Jika kau benar-benar benci padaku, aku yakin kau sudah pergi daritadi.” katanya.

Aku terkejut mendengar perkataannya. Ia memang orang yang seperti itu, ia bisa menjawab sebuah perkataan yang susah dijawab. Itu membuatnya sedkit menyeramkan.

“Kau masih sama seperti dulu.” kataku.

“Aku?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Kau selalu terlihat misterius seperti saat tadi kau menjawab pertanyaanku.”

Ia hanya tersenyum mendengar perkataanku. “Kau masih pusing?” tanyanya.

Aku mengangguk.

“Tidurlah kembali.” katanya. Dengan perlahan ia mendorong kepalaku ke pundaknya seperti sebelumnya.

“Myung Soo… Kau masih perhatian seperti dulu.” batinku.

Entah apa yang menghantuiku aku mau saja tidur dipundaknya. Perlahan aku memejamkan mataku dan tidak lama aku langsung tertidur.

Eun Hee POV END

Myung Soo POV

Kulihat Eun Hee tertidur kembali dipundakku.

“Wajahmu memang polos, jika tidur seperti ini kau tambah polos.” kataku.

Aku mengelus wajahnya. Ia benar-benar cantik, baik luar maupun dalam. Tapi aku tau karena ia marah padaku ia terlihat berbeda.

Aku tersenyum sendiri melihatnya tertidur. Benar-benar seperti dulu. Ia sering tertidur dipundakku.

Flashback

Kami berjalan-jalan ditaman hingga malam.

Kami memutuskan untuk pulang dengan bus. Kami pun menunggu bus dihalte.

Saat dihalte, tiba-tiba kepala Eun Hee berada dipundakku dan matanya terpejam.

“Ia tertidur.” batinku.

Kulihat wajahnya saat tertidur. Menggemaskan dan sangat polos. Aku tersenyum melihatnya.

Flashback END

Ya itulah dirinya. Tertidur dipundakku itu sering terjadi dulu.

Aku terus melihati wajahnya. Entahlah, mataku tak bisa lepas darinya. Aku ingin selalu melihatinya dan tidak mau melihat kearah lain.

Tiba-tiba hujan berhenti. Kulihat ia masih tertidur.

“Lebih baik tidak usah dibangunkan.” batinku.

Aku lalu menggendongnya. Kurasa aku tidak mungkin membawanya kerumah karena orang tuanya tau bahwa aku meninggal.

Aku memutuskan untuk membawanya kerumahku.

Aku membuka pintu rumahku, sedikit sulit karena aku menggendong Eun Hee. Aku lalu masuk kedalam rumahku. Setelah itu aku membaringkannya ditempat tidurku.

Ya, aku memang aku tidak tinggal dengan keluargaku. Tidak mungkin aku bersama keluargaku sementara pada kenyataannya aku sudah meninggal. Seterkejut apa mereka jika melihatku sekarang?

Kurasakan tubuh Eun Hee panas. Aku lalu menyediakan air dingin dan kain. Kumasukkan kain itu ke air dingin itu, lalu meletakkannya dikening Eun Hee.

Kulihat ia masih tertidur pulas. Aku rasa kondisinya sungguh buruk sekarang.

“Eung…” gumamnya tiba-tiba, tetapi kulihat ia tidak terbangun.

“Ternyata dia mengigau.” batinku.

“Myung Soo…”

Aku terkejut tiba-tiba ia mengigau seperti itu. Kenapa ia tiba-tiba mengigaukan namaku? Perlahan tanganku memegang tangannya.

Mengapa ia bisa mengigaukan namaku sedangkan ia mengatakan bahwa ia membenciku? Tapi, lebih baik aku biarkan saja.

Aku hanya tersenyum melihatnya.

“Memang benar kau tidak bisa membenciku 100%” batinku.

Myung Soo POV END

Normal POV

Eun Hee terbangun dari tidurnya. Ia heran mengapa tiba-tiba ia berada di sebuah kamar. Lalu ia melihat kesamping, dilihatnya Myung Soo duduk ditepi tempat tidur sambil memegang tangan Eun Hee.

“Ini ada dimana?” tanya Eun Hee.

“Dirumahku.” jawab Myung Soo.

“Kenapa tidak kau antarkan aku kerumahku?” tanya Eun Hee.

“Aku tidak mungkin kerumahmu, orang tua mu mengetahui aku sudah meninggal.” jawab Myung Soo.

“Benar juga.” kata Eun Hee. “Dimana orang tua mu?” tanya Eun Hee.

“Aku tidak mungkin tinggal bersama orang tua ku, seterkejut apa mereka melihat ku sekarang?” jawab Myung Soo.

“Ah, iya.” kata Eun Hee. “Oh, ya Myung Soo, aku rasa aku harus pulang sekarang.”

“Tapi, ini sudah malam.” kata Myung Soo.

“Sudah malam? B-benarkah?” tanya Eun Hee, tak percaya.

“Sudah pukul 8.” jawab Myung Soo.

“Ah, orang tua ku pasti khawatir.” kata Eun Hee, mukanya terlihat panik.

“Lebih baik kau menginap dirumahku, dan beritahu orang tuamu kau menginap dirumah teman. Lagipula besok libur kan?” saran Myung Soo.

“Menginap?” tanya Eun Hee.

“Iya. Lagipula keadaan mu sangat buruk untuk berjalan, apalagi malam-malam.” jawab Myung Soo.

“Err… Apa tidak merepotkan?” tanya Eun Hee.

“Tidak, tidak merepotkan.” jawab Myung Soo sambil tersenyum.

“Umm… Yasudah, aku akan menelfon orang tuaku.” kata Eun Hee.

Lalu Eun Hee menelfon orang tuanya. Setelah menelfon orang tuanya, Myung Soo mengajak Eun Hee makan malam.

“Aku baru tau kau dapat memasak.” kata Eun Hee.

“Aku baru-baru ini bisa memasak.” jawab Myung Soo.

“Ah, begitu rupanya.” kata Eun Hee.

“Bagaimana masakan ku?” tanya Myung Soo.

“Enak.” jawab Eun Hee.

“Gomawo.” kata Myung Soo.

“Oh, ya, mengapa daritadi kau memakai seragam sekolah?” tanya Eun Hee.

“Karena aku daritadi menjagamu terus.” jawab Myung Soo.

“Eh? Seharusnya tidak usah.” kata Eun Hee.

“Aku merasa tidak apa-apa, lagipula keadaanmu tidak begitu baik.” jawab Myung Soo.

“Kau terlalu perhatian.” kata Eun Hee.

Myung Soo hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.

Terlihat Eun Hee sedang duduk dimeja makan dan meminum teh hangat yang dibuatkan oleh Myung Soo.

“Oh, ya, nanti kau tidur dikamarku ya, aku akan tidur di sofa.” kata Myung Soo tiba-tiba.

“Eh? Tidak usah, aku tidur di sofa saja, lagipula aku masa sudah menginap masa tidur di kamar juga.” jawab Eun Hee.

“Sudah, kau sedang tidak sehat, tidak mungkin tidur di sofa.” kata Myung Soo.

“Tapi…”

“Sudah, nanti kau tidur dikamarku.” kata Myung Soo memotong perkataan Eun Hee.

Eun Hee pun hanya menurut.

Next Day…

Eun Hee yang masih dengan seragam sekolahnya dan Myung Soo berjalan-jalan di taman pada pagi hari. Terlihat taman masih sepi.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Myung Soo.

“Sudah lebih baik setelah istirahat.” jawab Eun Hee.

“Baguslah.” kata Myung Soo sambil tersenyum.

“Aku pegal, bisakah kita duduk di kursi panjang itu?” tanya Eun Hee.

“Baiklah, aku juga pegal.” jawab Myung Soo.

Mereka pun duduk disebuah kursi panjang.

“Udaranya segar sekali.” kata Eun Hee sambil tersenyum. Terlihat ia sangat menikmati udara pada pagi hari.

Myung Soo tersenyum melihat Eun Hee.

“Lain kali ajak aku kesini lagi ya.” kata Eun Hee.

Myung Soo tertawa kecil. “Baiklah.” jawabnya.

Tiba-tiba Eun Hee melihat pasangan yang sedang duduk disebuah bangku taman. Terlihat mereka tertawa-tawa dan sang namja merangkul yeoja nya.

“Mereka serasi sekali.” kata Eun Hee.

“Siapa?” tanya Myung Soo.

“Mereka.” jawab Eun Hee sambil menunjuk pasangan yang ia lihat tadi.

“Ah, itu, dulu kita juga seperti itu.” kata Myung Soo sambil tertawa.

“Tidak usah mengingatkanku pada masa lalu.” kata Eun Hee.

“Aku tau kau benci dengan masa lalu itu.” kata Myung Soo.

Eun Hee hanya menghela nafas.

Tiba-tiba Myung Soo berbaring di kursi panjang itu dan meletakkan kepalanya di pangkuan Eun Hee.

“Eh?”

“Kali ini saja, kumohon.” kata Myung Soo.

Terlihat muka Eun Hee sedikit memerah. Ya, inilah Myung Soo. Dulu ia sering berbaring dan kepalanya berada dipangkuan Eun Hee.

Flashback

Setelah pulang sekolah, Eun Hee dan Myung Soo memutuskan untuk kesebuah taman.

“Ah, tubuhku pegal sekali karena olahraga tadi.” kata Myung Soo.

“Lagipula tadi kau berolahraga terus dan tidak mau istirahat.” jawab Eun Hee.

Myung Soo hanya nyengir menanggapi perkataan Eun Hee. “Bolehkah aku berbaring dan meletakkan kepalaku di pangkuan mu?” tanya Myung Soo.

“Tentu saja boleh.” jawab Eun Hee.

Myung Soo lalu berbaring dan meletakkan kepalanya kepangkuan Eun Hee.

Eun Hee terus melihati wajah Myung Soo dan juga sebaliknya. Mereka tersenyum-senyum sendiri.

Flashback END

“Kau masih sama seperti dulu.” kata Eun Hee.

“Memang.” jawab Myung Soo sambil tersenyum.

Eun Hee hanya diam membeku. Mungkin mukanya benar-benar memerah sekarang. Ia sudah tidak pernah seperti ini semenjak Myung Soo tiada. Benar-benar ia hanya dapat diam membeku.

Entahlah hari ini Eun Hee tidak dapat tidur. Ia masih memikirkan kejadian yang ada ditaman tadi. Itu benar-benar masih melekat di otaknya.

“Ahhhh, aku kenapa tidak dapat tidur? Padahal besok sekolah, bagaimana kalau aku kesiangan?” kata Eun Hee.

Daritadi ia masih memikirkan kejadian yang ditaman. Benar-benar membuatnya tak dapat tidur.

“Ah, sudah, sudah, pokoknya aku harus bisa tidur.” kata Eun Hee, ia lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Di awal pagi, Mr. Kim lah yang mengajar.

“Ah, Ji Yeon, apa kau sudah mengerjakan PR Matematika?” tanya Eun Hee.

“Sudah,” jawab Ji Yeon. “memang kenapa?” tanyanya.

“Aku belum mengerjakannya.” jawab Eun Hee.

“Benarkah?” tanya Ji Yeon.

Eun Hee mengangguk. “Mr. Kim jika sudah marah akan menyeramkan sekali. Kira-kira aku dihukum apa nanti.”

“Sudah, sudah, tenanglah, apa kau mau mencontek jawabanku?” tanya Ji Yeon.

“Tidak usah, tidak baik jika aku mencontek jawabanmu.” jawab Eun Hee.

“Baiklah. Eh, tampaknya Mr. Kim telah datang, aku bangku ku dulu.” kata Ji Yeon.

Eun Hee hanya mengangguk.

Mr. Kim masuk kedalam kelas. “Selamat pagi semuanya, kumpulkan PR Matematika kalian.” kata Mr. Kim.

Eun Hee diam membeku karena ia belum mengerjakan.

“Ah, bagaimana ini nasibku?” batin Eun Hee.

“Eun Hee dan Myung Soo, mana tugas kalian?” tanya Mr. Kim.

“A-a-aku belum mengerjakannya.” jawab Eun Hee.

“Aku juga.” jawab Myung Soo.

“Kalian keluar dan sapu depan kelas.” kata Mr. Kim.

“A-a-apa?” tanya Eun Hee terkejut.

“Baiklah Mr. Kim.” jawab Myung Soo. “Ayo keluar.” bisik Myung Soo kepada Eun Hee.

Eun Hee hanya menurut dan ikut keluar dengan Myung Soo.

Diluar lalu mereka mulai menyapu, tetapi tiba-tiba ada seorang murid yang keluar dari kelas 10-A.

“Dong Ho?” kata Eun Hee saat melihat murid yang keluar dari kelas 10-A adalah Dong Ho.

“Ah, Eun Hee, kau sedang apa?” tanya Dong Ho.

“Aku disuruh menyapu karena aku lupa mengerjakan PR.” jawab Eun Hee sambil nyengir.

“Ah, sama seperti ku, aku disuruh mengepel lantai karena lupa mengerjakan PR.” kata Dong Ho sambil nyengir.

“Ah, begitu rupanya, yasudah lebih baik kita bekerja.” kata Eun Hee.

“Myung Soo? Kau juga dihukum?” tanya Dong Ho.

“Ne.” jawab Myung Soo dingin.

“Ah, begitu rupanya.” kata Dong Ho.

Terlihat pada saat itu Eun Hee dan Dong Ho mengobrol-ngobrol. Dan Myung Soo menatap mereka sinis. Tiba-tiba Myung Soo menarik Dong Ho ketempat yang sedikit jauh dari Eun Hee.

“Sebegitu besarkah keinginanmu memiliki Eun Hee?” tanya Myung Soo.

“Memang mengapa?” tanya Dong Ho.

“Kau tidak dapat memilikinya, kau bukan manusia.” kata Myung Soo.

“Kau juga Myung Soo.” kata Dong Ho.

“Aku tau, tapi kau tidak bisa memilikinya.” kata Myung Soo. “Mengapa makam kita bisa bersebelahan, ini membuat kita bertemu.”

“Begitulah.” jawab Dong Ho.

Myung Soo menghela nafas. “Apa kau mengenal Eun Hee sebelum kau meninggal?” tanya Myung Soo.

Dong Ho hanya tersenyum menanggapinya.

“Kalian sedang apa?” tanya seseorang, tiba-tiba.

Myung Soo dan Dong Ho melihat kearah orang itu, ternyata Eun Hee.

“Ah, kami sedang tidak melakukan apa-apa.” jawab Myung Soo.

“Ayo kembali bekerja, nanti kita malah tambah dimarahi.” kata Eun Hee.

Mereka berdua hanya mengangguk. Dan saat mereka mau kembali bekerja, mereka berdua saling menatap tajam.

“Apa Dong Ho mengenal Eun Hee sebelum ia tiada?” batin Myung Soo.

“Apa Myung Soo memiliki hubungan dengan Eun Hee?” batin Dong Ho.

TBC~

Part 3 selese ~ Tambah gaje ya? Hehe ._. Pada penasaran ya kenapa Dong Ho gentayangan? Liat ntar ya. Hehe.

Ok, segitu aja dari Author. Kritik / saran / mau kenalan *plak* / yang lain follow and mention @angiiewijaya

Bagi yang udah baca, harap comment. Ngak suka FF nya? Harap GA USAH BACA. Tolong jangan jadi SILENT READERS. Tolong benar-benar ga ada SILENT READERS. Sekali lagi, ga suka, ga usah baca.

Gomawo ^^

21 responses to “Always [Part 3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s