Birthday Days

Birthday Days

Story and Written by :

Jilockets91(Keyhee423)

Main Cast :

Kim Jonghyun SHINee

Rated : PG -13

Genre : Angst, Friendship, life

Length : Drabble

Disclaimer : The story is real my imagination. Plot is mine! And main cast belong to God.

==============================================================

Ia terbangun dari tidurnya. Matanya membesar, menandakan bahwa ia sedang bersemangat kala itu. Tangan kekarnya menyingkapkan selimut yang menutupi sebagian badannya, dan meraih sebuah handuk yang kemudian ia kalungkan ke lehernya.

Perlahan ia merubah posisinya menjadi duduk, setelah terlebih dahulu menggeliat kecil. Menatap sebuah kalender di atas nakas di samping tempat tidurnya. Jari tangannya menyentuh sebuah angka dalam kalender yang sudah dilingkari dengan spidol berwarna merah.

Bibirnya membentuk sebuah lengkungan. Tepatnya kerena sesuatu yang memaksanya untuk tersenyum sangat lebar.

Ia mengingat hari besok. Hari yang sangat spesial menurutnya. Hari dimana ia akan genap berusia 22 tahun. Hari yang begitu dinantikannya.

Cukup puas dengan kalendernya, ia mengambil sebuah notes kecil miliknya. Menuliskan sesuatu disana dengan senyum manis yang tak juga pudar dari wajahnya.

Sedetik kemudian, ia bergegas ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan badannya dari serangan kuman. Bersenandung kecil dengan suara merdu miliknya. Perasaan senang yang ada di hatinya, membuatnya mendekam lama dalam kamar mandi karena terus bernyanyi lagu ‘selamat ulang tahun’ untuk dirinya sendiri.

Ia menggunakan baju santai untuk hari itu. Meski dalam keadaan apapun, ia terlihat sangat tampan. Langkah kakinya membawanya ke meja makan untuk bergabung dengan yang lainnya. Acara sarapan.

“Hai semuanya!” sapanya semangat. Semua orang di ruangan itu menatapnya aneh.

“Mengapa kau terlihat begitu senang, Jjong hyung?” tanya seseorang yang terlihat paling tinggi di antara semuanya.

“Kau aneh hari ini, hyung!” timpal seseorang dengan sebagian poni yang di cat berwarna merah muda. Dengan pakaian yang mencolok di antara yang lainnya. Beberapa pernak-pernik melekat dalam tangan pria itu.

“Kau tahu besok hari apa?” pria yang sering dipanggil Jonghyun itu mengabaikan beberapa pertanyaan dari orang yang tadi menanyainya. Tentu, senyumnya semakin lebar.

“Besok? Tentu saja hari Minggu! Apa kau sudah lupa ingatan, Jjong?”

Senyumnya sedikit memudar, “Maksudku…hari—“

“Sudahlah Jonghyun hyung, jangan membahas hal yang tak penting. Perutku sudah sangat lapar!”

Senyumnya hilang seketika. Digantikan dengan sebuah raut kecewa. Ia duduk dikursinya lesu. Bayang-bayang tentang hari menyenangkannya seakan mendadak hilang.

‘Apakah mereka lupa dengan hari ulang tahunku?’ batinnya berkata dengan nada sangat pelan. Ia tak lagi merasa lapar. Ia hanya mengaduk-aduk makanan yang tersaji dihadapannya.

“Sebaiknya kita segera bersiap. Hari ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan!”

Kenyataannya, bahwa mereka benar-benar akan melupakan hari ulang tahunnya. Keadaan mereka yang menjadi penyebabnya. Sebuah group boyband yang ia geluti, telah mengeluarkan sebuah album yang dinanti-nanti oleh berjuta fans mereka. Dan tentunya dengan jadwal yang sangat padat, sebuah boyband dengan nama SHINee itu, menerima tawaran untuk tampil di stasiun TV dan juga sesi pemotretan.

Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya. Baru saja ia akan mengetik sebuah nomor, namun suara seseorang terdengar jelas sekali menegurnya.

“Jjong! Kau harus segera bersiap-siap. Pagi ini kita di suruh Manajer Hyung untuk menghadapnya!”

“Baik, Onew hyung,” jawabnya pelan.

Ia duduk sendirian di atas sofa. Menyenderkan kepalanya ke bantalan empuk, dan memejamkan matanya. Ia sangat kelelahan. Tentu, ia tahu. Lelah adalah sebuah resiko yang harus dihadapinya ketika ia memilih untuk menjadi seorang bintang.

“Huh, hari ini benar-benar melelahkan, iya kan Jjong hyung?” suara yang familiar ditelinganya, terdengar tengah mendesah panjang. Merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang sambil mengelap keringat dengan handuk yang ia bawa.

“Oh…y-yah…tentu,” jawabnya. “Mm…Key-ah?” Pria disampingnya merespon kecil, “Kau ingat besok hari apa?”

Key menatap heran padanya “Kau belum minum obat, hyung? Atau kau sedang amnesia? Kau sangat aneh hari ini! Apa perlu aku panggilkan dokter? Ah~ ini pasti karena kau kelelahan, bukan? Atau kau belum makan? Aku akan berbicara pada Onew hyung, sebaiknya kau istirahat saja dulu! Jadwal hari ini memang cukup—“

“Key, stop it! Hentikan ocehanmu itu! Aku semakin pusing mendengarnya!” ia memegangi kepalanya sendiri. “Maksudku bukan seperti itu…”

“Kau terlihat aneh, hyung! Tidak biasanya kau begini! Atau…maksudmu…hm…ah! aku tahu! Besok kau akan…”

Jonghyun perlahan mengembangkan senyumnya. Mungkin ia berpikir bahwa Key akan mengingat hari paling persejarah dalam hidupnya.

“Mentraktirku! Yeah, besok kau akan mentraktirku karena kau telah berjanji! Ah~ terimakasih hyung, kau telah mengingatkanku…”

Seratus persen Jonghyun menganga lebar. Bukan kalimat itu yang ia harapkan keluar dari bibir seorang couplenya. Benar’kah tak ada seorang pun yang mengingat bahwa ia akan berulang tahun?!

Hari ini, ia bersama member groupnya pulang lebih awal dari biasanya. Sang leader, atau sering kita sebut Onew, menyetir mobil sambil tersenyum. Sementara penumpangnya—terkecuali Jonghyun—sudah tepar tak berdaya di jok mobil. Mereka kelelahan.

Jonghyun melihat ke arah arloji tangannya. Jam setengah sebelas. Satu setengah jam lagi untuk menuju hari ulang tahunnya.

“Onew hyung?” ucapnya pelan.

“Ya Jjong ada apa?”

Jonghyun meneguk air liurnya, “Apakah kau benar-benar tak mengetahui besok hari apa?”

Onew tertawa. “Bagaimana mungkin aku akan lupa, Jjong-ah! Besok hari minggu! Dan manajer bilang, besok kita full free…”

Jonghyun menghela napas. “Oh, aku sangat senang mendengarnya hyung…” jawabnya lesu. Waktu berjalan begitu cepat, mengantarkan mereka sampai di depan dorm mereka sendiri.

Onew membangunkan semua adik-adiknya dengan kasar. “Heh! Cepat semuanya bangun!! Kita sudah sampai!”

Jjong bergidik melihat tingkah laku hyungnya sendiri.

Semua member SHINee memasuki dormnya dengan perlahan. Lantas langsung menggelepar di lantai. Mereka semua memang sangat kelelahan dengan aktivitasnya.

“Jjong-ah! Sebaiknya kau pergi dulu, satu jam saja! Lalu kembali kesini. Disini ada yang perlu aku kerjakan,” ucap Onew. Jonghyun mengangguk patuh.

Ia keluar pintu dorm, berdiam diri sejenak di depan pintu. Mengintip apa yang Onew lakukan sampai menyuruhnya untuk keluar.

Yoboseyo! Ah manajer hyung! Cepat datang, pestanya akan segera dimulai! Tolong bawa alat-alatnya! Kami ingin memberi’nya’ kejutan~”

Mendengar itu, ia lantas berjingkrak senang. Senang karena member SHINee yang tak lupa ulang tahunnya. Ia tak ingin pergi keluar. Ia ingin menunggu hari yang dinantikannya.

Tatapan matanya melebar saat melihat manajernya membawa sekotak dus besar dengar beberapa pernak-pernik menjuntai ke bawah. Hatinya berteriak senang.

Satu jam ia lalui dengan perasaan gembira tiada tara. Kakinya melangkah masuk menuju dorm.

Ia menebak nebak, bahwa lampu akan mati begitu ia masuk. Dan tebakannya seratus persen benar. Lampunya mati. Ia berpikir, begitu ia menyalakan lampunya, semuanya akan berteriak ‘SURPRISE!’ padanya.

CTEK

“Hah?” ia tersentak saat tak ada satu orangpun di ruang tengah. Telinganya menangkap sebuah suara dari arah dalam kamarnya. Lantas, ia berjalan cepat dan membuka pintu kamarnya dalam satu kali hentakan. Dan apa yang terjadi?!

Dilihat dari sisi manapun, kamarnya terlihat seperti sebuah kapal yang baru dihantam sebuah karang es besar. Sangat berantakan. Matanya berkilat marah, saat melihat semua member SHINee juga manajernya yang tengah menatap kaku padanya.

M-mianhae Jonghyun hyung, kami menggunakan kamarmu untuk merayakan ulang tahun kucing milik manajer hyung,” seseorang yang tampak paling muda diantara yang lainnya menunjuk sebuah kucing mungil di tengah kamarnya. Dengan  lumeran eskrim di tangan dan sekitar mulutnya.

“J-jadi…kalian menyuruhku pergi untuk ini, hah?!!” ia berteriak marah. Tangannya mengepal kuat.

“T-tenang saja hyung, kami akan membereskannya—“

“Maksudku bukan seperti itu!!” bentaknya. Giginya bergemeletuk, menandakan bahwa ia tengah menahan amarah yang bergejolak dalam batinnya. Sedetik kemudian, air mata mulai merembes ke luar menelusuri pipi tirusnya, “K-kalian!! Kalian benar-benar tak tahu ini hari apa?!”

“T-tentu saja ini hari…ah~ ini hari minggu, Jjong—“

“Sekarang ini hari ulang tahunku, bodoh!”

Semua orang tercekat mendengar kalimat yang diluncurkan dari mulut seorang Kim Jonghyun. “Kalian semua bodoh!! Padahal, aku selalu menyempatkan untuk mengingat hari ulang tahun kalian! Aku selalu sempat untuk menyiapkan sebuah kejutan untuk kalian! Tapi apa?! Ini balasannya padaku?! Kalian tahu, Aku selalu menantikan saat-saat dimana kalian mengucapkan selamat padaku…tapi ini?!”

“Mianhae Jonghyun hyung…aku benar-benar lupa,”

“Lupa katamu?! Oh…kalian lupa untuk sekedar mengingat hari ulang tahunku?! Setidaknya, aku hanya berharap kalian mengucapkan selamat padaku, tak lebih! Apa ini sebuah lelucon untukku?! Shit!”

Ia berlari keluar sambil menahan kekesalan yang membuncah dalam hatinya. Apakah salah, jika ia hanya sekedar ingin anggota grupnya mengingat hari ulang tahunnya? Apakah ini berlebihan?

“Jonghyun hyung! Tunggu! Kami benar-benar minta maaf!!” ia sama sekali tak menggubris teriakan-teriakan di belakangnya. Dinaikinya mobil, dan langsung memacunya dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan tempat dimana orang-orang menatap bersalah padanya.

Baka! Pabo! Kuso! Shit! Damn!” ia terus mengumpat kasar dalam keheningan dimobilnya. Tak peduli berapa kecepatan mobil yang dikendarainya. Yang hampir oleng ketika ia membanting stirnya saat hampir menabrak sebuah pohon.

Entah ini apa, yang membuat mobilnya mogok di depan sebuah hotel. Tatapan tanda tanya yang ia keluarkan. Sontak ia memutuskan untuk keluar dari mobil setela sebelumnya memakai sebuah kacamata penyamarannya.

Ia berjalan ke arah meja resepsionis.

“Apa yang bisa saya bantu?” tanya sang resepsionis ramah.

“Saya ingin memesan sebuah kamar,” ucapnya pelan.

“Boleh saya melihat kartu tanda pengenalnya?”

Ia mengangguk. Mengeluarkannya dari dalam dompet dan menyerahkannya pada tangan sang resepsionis.

Resepsionis itu mengamatinya sejenak.

“Mm…nama anda…Kim Jonghyun?”

Ia mengangguk.

“A-anda Kim Jonghyun SHINee??!!!”

Ia menggelengkan kepalanya.

“Tapi foto kartu tanda pengenal anda sangat mirip dengan Kim Jonghyun SHINee…”

Jonghyun kembali menggelengkan kepalanya “Saya fanboynya. Jadi saya operasi plastik agar mirip dengannya,” Aneh dan konyol! Apa yang ia bicarakan sungguh tak masuk akal! Tapi sang resepsionis manggut-manggut mendengarnya.

“Boleh anda buka kacamata anda?” resepsionis itu kembali berkicau.

“Saya sedang sakit mata, maaf…” jawab Jonghyun—berbohong.

“Benar’kah? Oh, baiklah. Anda bisa tunggu sebentar…” resepsionis itu pergi meninggalkan Jonghyun untuk menunggu lebih lama lagi. Ia menghela napas.

Tak sengaja matanya menangkap sebuah saluran TV yang menayangkan suatu berita yang membuatnya tertohok.

“Sebuah boyband yang tengah popular di tengah masyarakat, SHINee…diberitakan telah mengalami kecelakaan tragis. Diduga penyebabnya adalah karena pergi menyusul salah satu membernya yang bernama Kim Jonghyun karena masalah hari ulang tahunnya. Sebuah truk besar menyerempet mobil yang mereka kendarai hingga terjungkal ke jurang. Sampai saat ini, Kondisi ke empat membernya masih kritis di rumah sakit. Pihak SM memberitahukan, jika ada yang melihat Kim Jonghyun, segera memberitahu dan membawanya ke SM Entertainment.

Ia semakin tertohok. Kenapa jadi begini?! Batinnya bergulat. Ia hanya menginginkan agar semua member SHINee mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Oh~ ya Tuhan!

“Benar-benar tragis,”

“Ya…hanya karena masalah ulang tahun, mengantarkan ke empat member kepada kematian…”

“Yeah, menurutku seorang Kim Jonghyun memang kekanak-kanakan…oh~ aku menyesal telah menjadi seorang blingers,”

Ia tersentak mendengar percakapan seorang dua orang remaja, dan salah satunya adalah fansnya. Telinganya memerah. Panas mendengar fansnya sendiri mengatainya. Sampai kedatangan resepsionis menyelamatkannya.

“Kamar 408, Tuan…”

Ia berjalan gontai menuju kamar yang telah ditujukan sang resepsionis. Bayang-bayang berita tadi…ingin sekali ia langsung berlari menuju rumah sakit untuk sekedar melihat keadaan member SHINee, tapi egonya yang kelewat tinggi memaksanya agar tetap untuk bertindak diam.

CKLEK

Ia membuka kenop pintu setelah membukanya dengan kunci yang ia bawa. Kamar yang masih gelap, memaksanya untuk meraba-raba dinding hanya untuk mencari sumber penerangan.

CTEK

“SURPRISE!!!!!”

“Eh?” ia sedikit berjengit melihat para member SHINee dengan senyum lebar, juga para artis SM. Kenapa bisa? Apa yang…

Saengil chukka hamnida~ Saengil chukka hamnida~ Saranghaneun, uri Jonghyun~ Saengil chukka hamnida~”

Ia semakin berjengit. “Tiup lilinnya~ Tiup lilinya~ dan jangan lupa make a wish~”

Ia mengangguk dan langsung menutup matanya. Membuat sebuah permohonan yang tidak diketahui oleh siapapun.

PHUH~

Semua bersorak senang tatkala Jonghyun meniup lilin berbentuk angka dua puluh yang berada di atas kue tart.

Kembali ke topik awal, ia menatap ke arah member SHINee dengan deathglarenya. “Kalian mengerjaiku, huh?”

“Yeah, tentu. Kami bahkan mengawasi setiap aktivitasmu! Coba kau lihat, kami memasang sebuah penyadap pada bajumu,  haha…”

Sebuah kesenangan menjalar di hatinya. Ia melemparkan kue tart ke semua member SHINee sambil tertawa.

Malam itu, malam yang sangat dinantikan olehnya, berakhir dengan bahagia.

END

Gatot alias gagal total!

Ff ini aku kerjain semalem, jadi mian kalau gak memuaskan*Lho?

 

Akhir kata…aku mau ngucapin selamat ulang tahun untuk Jonghyun SHNee…

Happy Birthday, Oppa…

20 responses to “Birthday Days

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s