Super Junior’s Love Story {1# Leeteuk – Ah Rin}

Author: Ulfah_Naziah

Title: Super Junior’s Love Story {1# Leeteuk-Ah Rin}

Cast(s):

  • Park Jungsoo (Leeteuk)
  • Song Ah rin

Genre: Romance

Rating: PG-14

Length: Oneshot

Warning: Cerita ini waktu promosi Mr.Simple sekitar bulan agustus

Prolog

Story

Super Junior sekarang benar-benar sibuk, setelah kami mengeluarkan album ke-5 kami “Mr.Simple” kami tambah semakin sibuk. Kami harus mempromosikan lagu Mr.Simple diberbagai acara music.  Aku lelah, aku benar-benar lelah itu pasti, tapi aku juga tidak mau mengecewakan Elfs yang setia menunggu kami, ini resiko yang harus aku ambil karena aku telah memilih jalan untuk menjadi seorang aktris. Sekarang aku dan member Super Junior lain  telah menyelesaikan acara promosi Mr.Simple diInkigayo rasanya aku benar-benar butuh istirahat sekarang, rasanya aku ingin cepat pulang kedorm dan tidur dengan nyenyak.

“Oppa!, Jungsoo oppa!” Seseorang memanggilku, aku sangat mengenal suara ini, suara yang telah menemaniku dan mengisi ruang hatiku selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini.

“Ah Rin-ah” Aku berbalik dan kulambaikan tanganku padanya. Ya, yeouja yang bernama Ah Rin atau Song Ah Rin ini adalah yeouja cinguku. Aku resmi berpacaran dengannya 2 tahun yang lalu.

“Oppa, penampilanmu tadi hebat sekali. Aku sampai terpukau melihatnya” Seru Ah rin antusias padaku. Melihatnya tersenyum dan gembira seperti itu membuat lelah dan rasa kantukku hilang. Ini terkesan berlebihan tapi memang itu yang aku rasakan.

Apa aku sudah mengatakan kalau Ah rin itu adalah seorang Elf? Makanya jangan heran kalau tadi dia sangat antusias melihat penampilan kami lebih tepatnya penampilanku. Kekeke~. Karena dia adalah seorang angels. Aku pernah berkata kalau aku ingin menikah dengan seorang Elf’kan? Sekarang impianku benar-benar terkabul. Aku berharap aku bisa menikah dengan Ah rin dan mengundang semua Elf kepesta pernikahanku. Aku benar-benar sangat berharap akan hal itu.

“Oppa.. oppa.. kau melamun?” Tanya Ah rin padaku, dia mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku seketika khayalanku tentang pernikahan dan dirinya buyar seketika.

“Ani, aku hanya lelah saja jagi~” Aku sengaja memanjakan suaraku dan wajahnya terlihat memerah. Ah~ lucu sekali wajahnya itu, aku ingin mencubitnya~

“Oppa, jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu disini, bagaimana kalau nanti ada yang mendengarnya? Ini masih distudio SBS oppa” Ah rin terlihat mengok kiri kanan memastikan tidak ada yang mendengar perkataanku tadi. Satu hal yang aku inginkan sekarang, aku ingin mengumumkan pada warga korea bahkan dunia kalau aku telah memiliki seorang yeouja cingu. Aku telah memiliki Song Ah rin, wanita yang sangat aku sayangi dan cintai. Wanita yang telah membuatku bahagia, wanita yang bisa membuatku tersenyum. Tapi sayangnya hal itu tidak dapat aku laksanakan sampai sekarang. Manager hyung dan perusahaan masih tidak mengijinkanku untuk mengumumkan ini.

Elfs juga menjadi salah satu alasanku untuk tidak memberitahukan ini pada media, aku takut Elfs akan kecewa mendengar kalau aku sudah mempunyai seorang yeouja cingu. Bahkan aku pernah membaca salah satu artikel yang menceritakan setelah seorang idol itu mengumumkan bahwa dia mempunyai seorang pacar ada salah satu fansnya yang nekat bunuh diri karena tidak terima idolanya berpacaran dengan orang lain. Aku tidak mau hal itu sampai terjadi padaku. Tapi aku percaya suatu saat aku akan mengumumkan kepada media dan aku yakin suatu saat itu Elfs akan mengerti. Ya, aku akan menunggu sampai suatu saat itu tiba.

“Ne, ayo aku antar kau pulang” Aku mengajaknya pulang bersama, untung tadi aku membawa mobil sendiri.

“Ani oppa, lebih baik aku pulang sendiri saja. Aku takut nanti ada yang melihat kita” Ya, ampun, Ah rin memang sangat takut kalau hubungan kita sampai ketahuan. Dia sangat tidak ingin melihat Elfs kecewa dan sakit hati karena dia juga mungkin seorang Elfs. Jadi dia tahu bagaimana perasaan Elfs, kalau sampai tahu hubungan ini.

“Tenang saja, kau masih ingat kau kemari bukan sebagai yeouja cinguku tapi sebagai sepupuku. Orang-orang pasti tidak akan memcurigai hubungan kita. Arra?” Setelah aku mengatakannya dia terlihat berpikir beberapa saat, dan akhirnya dia menganggukan kepalanya pertanda dia setuju dengan ajakanku.

“Kajja” Aku menggenggam tangannya dan mengajaknya untuk masuk kedalam mobilku. Ya, memang sampai saat ini aku hanya bisa mengumumkan Ah rin adalah sepupuku pada orang yang menanyakan tentang status kami. Makanya Ah rin bisa keluar masuk waiting room Super Junior dan studio SBS.

“Oppa, tadi aku tidak melihat member  Super Junior yang lain, kemana mereka?” Ah rin bertanya padaku. Sekarang kami sudah berada dimobil menuju keapartement Ah rin. Ah rin memang tinggal sendiri di Seoul orang tuanya berada di Busan.

“Mereka semua pulang duluan setelah menyelesaikan comeback tadi. Tadi aku menunggumu makanya aku ditinggal sendiri oleh mereka.” Jelasku padanya, kulihatnya dia hanya ber-oh-ria dengan jawabanku.

Aku memutuskan untuk fokus kejalanan, sisa perjalanan ini kami habiskan dengan keheningan. Akhirnya aku sampai juga didepan apartemen Ah rin. Setelah aku mempinggirkan mobilku, Aku menoleh padanya tapi, omo~ dia tertidur pasti dia sangat kelelahan, aku tidak ingin membangunkan malaikatku ini. Lantas aku buka perlahan seat beltnya, aku kenakan topi dan syal supaya menutupi wajahku aku tidak ingin orang-orang mengenaliku sekarang. Aku bergegas membuka pintu mobilku dan keluar untuk membukakan pintu satunya. Aku membuka pintu mobilku perlahan dan menggendong Ah rin ala bridal style menuju keapartemenya. Ya, jagi, kenapa kau ringan sekali sih? Kau harus banyak makan jagi, gerutuku ditengah perjalanan.

Akhirnya aku sampai didepan apartemenya, aku dengan mudah bisa masuk kedalam apartemenya karena kode apartemennya adalah hari ulang tahunku sendiri. Setelah aku masuk, aku bergegas membaringkannya dikasur kamarnya dengan hati-hati aku tidak ingin malaikatku terbangun. Aku menyelimutinya dengan hati-hati sekilas aku memandang wajahnya yang cantik dan kurapikan rambut yang menghalangi wajahnya, aku mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

“Jaljayo~jagi mimpi indah” Setelah aku mengatakan itu aku matikan lampu kamarnya dan bergegas meninggalkan apartemenya untuk pulang kedorm. Hari ini aku benar-benar lelah.

>>>><<<<

Sesampainya didorm aku melihat semua dongsaengku sedang berkumpul disana, tapi saat ini aku benar-benar lelah jadi aku memutuskan untuk pergi kekamarku.

“Teuki hyung, kau dari mana saja?” Tanya Donghae padaku, lantas aku berbalik dan menjawab pertanyaannya. “Tadi, aku mengantarkan Ah rin pulang keapartemenya dulu” setelah mengatakan itu aku berbalik menuju kekamarku lagi.

“Ya! Park Jung Soo jangan langsung nyelonong seperti itu” aku mendengar Chullie berteriak padaku. “Aku mengantuk Chullie-ah” Kataku malas, aku menutup pintu kamarku dan aku segera membaringkan tubuhku dikasur. Rasanya sekarang-sekarang aku jarang bisa tidur nyenyak. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk tidur, sekarang aku sudah terlelap dan segera memasuki alam mimpiku.

>>>><<<

Aku dibangunkan oleh suara handphone yang bergetar disaku celanaku, lantas aku mengambilnya untuk melihat siapa orang yang telah mengirimin pesan pagi-pagi seperti ini.

From: My angel

            Morning jagi~ ^^

            Apa kau tidur dengan nyenyak? Apakah hari ini kau ada waktu?

Setelah melihat siapa orang yang sms aku tersenyum kecil dan segera membalas pesannya.

To: My Angel

            Morning too. My angel chuu~ ^^

Aku tidur sangat nyenyak jagi~ Minggu ini ya?

Hmm~ kalau tidak salah hari ini tidak ada jadwal memang ada apa jagi? Kau kangen padaku ya?

Setelah aku mengetik pesan itu aku segera mengirimnya butuh waktu beberapa menit untuk menunggu balasan darinya.

From: My Angel

Chuu balik~ ^^

Orang tuaku ingin bertemu denganmu. Bagaimana kau bisa?

Aku kaget dan langsung terduduk membaca pesan darinya. Orang tuanya ingin bertemu denganku Otokhe? Butuh waktu yang lama untuk aku membalasnya.

To: My angel

            Baiklah aku bisa jagi~

Akhirnya aku memutuskan untuk menyetujuinya, tidak apa-apalah mungkin orang tuanya ingin berkenalan denganku. Aku jadi teringat saat pertama kali aku bertemu dengan Ah rin. Waktu itu aku bertemu dengan Ah rin distudio SBS diacara yang sama yaitu di Inkigayo waktu promosi album ke-3 Sory-sory

~Flasback .. 2009..~

Tidak terasa sekarang Super Junior sudah memasuki album ke-3, album ini merupakan permintaan maaf Super Junior pada Elfs yang telah menunggu lama kami, karena waktu itu kami lebih focus pada sub group. Makanya albumnya dinamakan Sory-Sory. Sekarang aku dan member Super Junior sedang berada diacara Inkigayo untuk melakukan comeback. Teriakan para Elf sampai terdengar kewaiting room kami, itu membuatku malah semakin gugup, aku beberapa kali mengambil napas untuk menghilangkan kegugupanku.

“Hyung, tenang saja. Ini bukan pertama kali kita melakukan comeback’kan? Kau ingat waktu album ke-2 kita juga melakukan comeback kan” Seru Sungmin berusaha menenangkan kegugupanku. Ya juga sih, waktu album ke-2 aku atau kami melakukan comeback, tapi kenapa sekarang aku benar-benar gugup? Tenang Leeteuk, tenang, jangan gugup. Hwaiting! Aku memberikan sugesti pada diriku sendiri.

“Super Junior siap-siap 5 menit lagi kalian akan tampil” Seru salah satu staff pada kami, lantas staff itu pun kembali keluar.

Aku menyuruh semua dongsaengku berkumpul dan meletakan sebelah tangan kami ditengah. “SUPER JUNIOR HWAITING!!” Seru kami semua. Lantas kamipun keluar dari waiting room dan bergegas menuju panggung. Suasana dipanggung ini benar-benar ramai, teriakan para Elf benar-benar antusias menyambut kami dan aku senang akan hal itu lantas aku mengedarkan pandanganku pada semua Elfs yang hadir disini, diantara semua Elfs yang hadir aku melihat salah satu Elf yang dengan semangat meneriakan namaku, dia benar-benar sangat manis.

Kami akhirnya memulai bernyanyi, Elf benar-benar sangat antusias terutama yeouja itu, aku terus memperhatikannya dia benar-benar sangat manis dan aku mulai tertarik padanya. Kami mengakhiri lagu sory-sory dengan sangat baik, aku seperti biasa meneriakan terd mark kami “Urineun syupo Juni~” Aku berteriak dengan lantang. “O ye,yo~” Dan Elf menjawabnya dengan semangat itu membuat kami sangat senang.

Aku kembali keruang tunggu Super Junior dan aku melepaskan baju panggung kami, aku menggantinya dengan baju biasa yang aku bawa, terlihat manager hyung sangat puas dengan penampilan kami. Aku masih teringat dengan yeouja itu sekarang aku benar-benar tertarik padanya aku ingin mengenal lebih jauh dengannya. Lantas aku memanggil salah satu staff dan menyuruh dia untuk mencari yeouja itu dan aku menuliskan no handponeku pada staff  untuk staff itu berikan padanya. Tak lupa aku juga menyebutkan ciri-ciri yeoja itu.

>>>><<<<

Sekarang aku sudah berada didrom lebih tepatnya kamarku, aku benar-benar tidak bisa tidur. Aku terus memikirkan yeoja itu, aku benar-benar dibuat gila olehnya. Aku mengacak rambutku prustasi, aku terus memperhatikan handphoneku barang kali ada pesan atau telepon masuk darinya, tapi hasilnya nihil setengah jam aku terus memelototi handphoneku yang tak berdosa tapi tetap saja handphoneku tidak juga bercahaya (?). Donghae sampai terbangun oleh kelakuanku.

“Wae hyung? Kenapa kau belum tidur? Dari tadi kau terus memperhatikan handhonemu, memang ada apa dengan handphonemu hyung? Kau aneh sekali” Tanya Donghae beruntun padaku. Apa aku harus menceritakan ini pada Donghae? Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan masalah ini pada Donghae.

“Donghae-ya, aku menyukai salah satu Elf yang tadi ada distudio” Akuku pada Donghae, dia terlihat terkejut dengan pengakuanku.

“Mwo? Joengmal?” Tanya Donghae, dan aku hanya mengangguk.

“Makanya aku terus menunggu telepon darinya, karena tadi aku sudah menyuruh salah satu staff mencarinya dan memberikan nomor handphoneku pada yeoja itu.” Jelasku, terlihat Donghae manggut-manggut dengan penjelasanku.

“Ah~ jadi seperti itu. Good Luck ya Hyung aku akan mendukungmu. Sekarang ini aku mengantuk aku tidur dulu ya Hyung.” Setelah mengatakan itu Donghae beringsut kembali lagi kekasurnya. Hah~ seperti itu yang kau bilang mendukungku? Setidaknya kau temani aku menunggu telepon darinya kek? Awas ya Donghae-ya!. Karena terlalu lama aku menunggu telepon darinya , aku mulai mengantuk dan lama-lama aku tertidur juga.

>>>><<<<

Aku dibangunkan oleh suara handhoneku yang berdering dengan nyaring, lantas aku mencari-cari handphone itu. Nomor yang tidak dikenal, aku mengangkatnya dengan malas.

“Yeoboseyo?” Suara wanita disebrang sana. Wanita? Jangan-jangan… Aku segera bangun dan mendudukan tubuhku. Lantas aku menjawab teleponnya.

“Yeoboseyo”

“Benarkah ini Leeteuk leadernya Super Junior?” Tanya yeoja itu padaku. Aku berharap dia benar-benar Yeoja itu.

“Y-ye, aku Leeteuk Super Junior. Nuguseyo?” Seruku sedikit gugup, entah kenapa sekarang aku benar-benar gugup.

“Ah~ Choneun Song Ah rin imnida~” Seru yoeja itu memperkenalkan diri. Jadi namanya Song Ah rin, nama yang manis seperti orangnya. Kekeke~

“Oh~Ah rin-ssi”

“Y-ye, kemarin aku didatangi oleh salah satu staff dan memberikan nomer handphone Leeteuk-ssi padaku. Katanya kau yang menyuruhnya apakah benar itu Leeteuk-ssi?” Ah~yeoja itu sedikit gugup mengatakannya. Sekarang aku ingin melihat wajahnya yang manis itu~

“Ne, aku yang menyuruhnya. Bolehkah kau panggil aku dengan sebutan oppa?” Tanyaku langsung. Apa yang kau lakukan Jung soo kau mengatakannya tanpa dipikir dulu. Dasar pabo gateun~

“Baiklah, oppa” dia sedikit malu-malu mengatakan itu. Aku terkekeh mendengarnya. Lama kami mengobrol sampai suara Heechul didepan pintu mengagetkanku

“Ya! Park Jung Soo bangun, kau tidak ingat sekarang kita punya jadwal” Heechul berteriak-teriak didepan pintu padaku. Isshh~ terkadang aku kesal dengan kelakuan Heechul.

“Ah rin-ah, mianhe sekarang aku tutup dulu teleponnya nanti aku hubungi lagi. Annyeong~” Klik aku menutup sambungan teleponku.

“Arra~ Arra~ Chullie-ya, kau ini bisa tidak sih jangan berteriak?” Sungutku padanya, beberapa menit tidak ada balasan darinya. Mungkin dia sudah pergi, lantas aku bergegas pergi kekamar mandi untuk memulai aktifitasku seperti biasa sebagai seorang aktris.

>>>><<<<

Semakin hari aku semakin sering menelponnya, aku juga sering bertemu secara diam-diam dengannya. Aku jadi semakin mengenalnya, dia benar-benar wanita yang baik. Member Super Junior yang lain juga mengetahui tentang ini. Sampai-sampai Heechul meledekku. Minggu ini aku berencana mengajaknya untuk kencan. Dan ini adalah kencan pertama resmi kita dan aku juga berencana akan menyatakan perasaanku padanya. Aku jadi tidak sabar menunggu hari minggu besok. Aku segera menelponnya dan mengajaknya dan ternyata dia menyetujuinnya.

>>>><<<<

Sekarang aku berada dalam perjalanan untuk menjemputnya, aku sediki telat karena tadi aku sedikit pusing untuk memilih pakaian yang pas aku kenakan. Dan sekarang aku mengenakan pakaian yang sedikit formal, setelah sampai aku bergegas memparkirkan mobilku, setelah aku memparkirkan mobilku, aku buru-bur masuk menuju lift dan menekan lantai 5.

TING, pintu lift terbuka, aku segera menuju apartemen Ah rin dan menekan belnya, dan akhirnya pintupun terbuka dan munculah Ah rin dia terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress putihnya, rambut yang dia gerai tambah mempercantik penampilannya. Aku beberapa saat terus memperhatikan penampilannya. Sampai dia menepuk pundakku menyadarkanku.

“Kau sudah siap? Kau terlihat cantik sekali Ah rin” Aku mengatakannya dengan jujur. Memang hari ini dia terlihat sangat cantik. Pipinya bersemu merah dan dia mengangguk tanda bahwa dia sudah siap. Aku menggenggam tanganya dan membawanya ketempat yang sudah aku siapkan. Aku membawanya kesebuah restoran yang arsitekturnya bergaya eropa, aku sengaja membawanya kesini. Aku membawanya untuk duduk dikursi yang telah aku persiapkan juga.

“Kau mau pesan apa Ah rin?” Tanyaku lembut padanya. Setelah aku mengatakannya dia mendongak menatapku, karena dari tadi dia hanya menundukan kepalanya.

“Terserah oppa saja.”

“Baiklah” Kataku, lantas aku memanggil salah satu pelayan yang ada disini dan aku memesan 2 buah steak dan 2 gelas wine. Pelayan itu mencatat pesananku sebelum pelayan itu pergi aku membisikan sesuatu padanya dan dia mengangguk mengerti. Beberapa menit aku menunggu pesanan, dan akhirnya pesanan itu datang dan meletakan pesanan yang aku minta dimeja.

Kami makan dalam suasana hening, dan pada saat itu salah satu pelayan yang lainnya yang aku suruh datang dan memainkan biola yang menciptakan  alunan melodi yang kuminta. Ah rin sedikit terkejut dan melirikku, aku hanya membalasnya dengan senyuman manis. Ini saatnya Jungsoo.

“Ah rin” Kataku lembut padanya

“Ye oppa?” Dia menghentikan makannya dan menatapku. Ditatap seperti itu membuat jantungku berdetak dengan keras.

“Sudah sangat lama aku ingin mengatakannya, bahwa a-aku benar-benar mencintaimu. Maukah kau menjadi yeoja cinguku Ah rin?” aku gugup menunggu jawaban darinya. Beberapa saat ia terlihat berpikir.

“A-aku mau oppa” Dia mengangguk kecil. Melihat itu senyumku semakin mengembang. Tuhan saat ini aku benar-benar bahagia, orang yang aku cintai bersedia menjadi pacarku. Lantas aku menggenggam tanganya dengan erat.

“Gomawo, Ah rin” kataku tulus padanya, kulihat dia mengangguk kecil dan menundukan kepalanya. Ah~ manisnya.

Kami selesai makan, aku dan Ah rin bergegas keluar setelah membayarnya. Aku harus berterima kasih pada restoran ini, memang restoran ini aku yang menyewanya selama satu hari jadi tidak ada tamu lain yang masuk kesini. Kamipun keluar dari restoran itu, tapi diluar ternyata hujan. Mobil yang aku parkirkan berada jauh dari tempat restoran jadi aku dan Ah rin terpaksa hujan-hujanan, aku menunjuk box telepon yang ada disana untuk sekedar beristirahat menunggu hujan reda dan Ah rin menyetujuinya. Ah rin terlihat kedinginan lantas aku lepas jasku dan kupakaikan padanya, kulihat dia sedikit terkejut dan kubalas dengan senyuman pertanda tidak apa-apa.

“Gomawo oppa” Ah rin tersenyum padaku, dia benar-benar terlihat sangat manis ditambah cantik. Hari ini sudah berapa kali aku mengatakan Ah rin cantik? Ah~yeojaku memang cantik. Aku terus memandangi wajahnya entah ada keberanian dari mana aku mendekatkan wajahku padanya, lama-lama jarak wajah kami semakin dekat Ah rin terlihat telah memejamkan matanya. Akhirnya aku menempelkan bibirku pada bibirnya. Ciuman ini sangat manis dan berlangsung lama ditengah hujan lebih tepatnya didalam box telpon.

~Flasback End~

Aku tersenyum mengenang kenangan aku dan Ah rin waktu itu, ciuman kami waktu itu terasa sangat tulus dan penuh cinta. Membayangkannya lagi membuat wajahku semakin panas dan malu. Setelah mengingat kenangan itu aku bergegas mandi dan berangkat keapartemen Ah rin, karena orang tuanya ingin bertemu denganku. Mengingat hal itu aku jadi merasa gugup.

>>>><<<<

Sekarang aku sudah berada didepan pintu apartemen Ah rin, sekarang aku benar-benar gugup. Beberapa kali aku menarik napas, setelah merasa tenang aku menekal bel dan tanpa menunggu lama Ah rin membukakan pintu belnya. Ah rin mempersilahkanku masuk terlihat orang tua Ah rin sudah berada disana. Kulihat Abonim beberapa kali memperhatikanku dari bawah sampai atas terlihat seperti memastikan sesuatu.

“Kau Leeteuk?” Tanya Abonim akhirnya padaku.

“Ye, Abonim”

“Aku ingin bicara berdua denganmu. Istriku, Ah rin-ah bisakah kalian pergi sebentar?” Suruh Abonim kepada istrinya dan Ah rin. Abonim mau membicarakan apa denganku sampai harus empat mata? Ah, ini membuatku gugup.

Setelah istrinya dan Ah rin pergi Abonim mulai berbicara padaku. “Leeteuk-ssi sudah berapa lama kalian pacaran?”

“Kira-kira sudah 2 tahun Abonim” Jawabku sopan, terlihat Abonim manggut-manggut dengan jawabanku.

“Kau mencintai anakku?”

“Ne Abonim, aku benar-benar mencintai Ah rin”

“Baguslah, kalau begitu aku ingin kau berjanji untuk selalu menjaga uri Ah rin. Dia adalah satu-satunya anakku, jangan pernah kau sekali-kali menyakiti dan membuatnya sedih. Arasso?”

“Ne, arassoyo Abonim” Setelah aku mengatakan itu kulihat Abonim tersenyum gembira dan setelah itu Abonim memanggil Omonim dan Ah rin untuk kembali lagi kesini. Aku kira Abonim akan membicarakan apa, Abonim aku berjanji aku akan selalu membuat Ah rin bahagia, aku tidak akan pernah membuatnya sedih dan terluka.

“Appa, kau membicarakan apa dengan oppa” Kulihat Ah rin penasaran sekali dengan pembicaraan kami.

“Itu pembicaraan antara seorang namja. Bukan begitu Leeteuk-ssi” Abonim mengedipkan sebelah matanya padaku meminta persetujuan.

“N-ne” Jawabku akhirnya, kulihat Ah rin mengerucutkan bibirnya kecewa dengan jawabanku.

“Sudah-sudah, sekarang kita makan bersama saja. Oemma sudah memasakan makanan yang enak untuk kita. Ayo Leeteuk-ssi kita makan bersama.” Ajak omonim padaku, dia menarik tanganku menuju meja makan. Akhirnya aku makan bersama dengan keluarga Ah rin. Keluarganya sangat baik. Aku bersyukur mempunyai Ah rin, aku tidak akan pernah membuatnya kecewa dan aku akan menjaga cinta kita, dan aka kupegang janjiku pada abonim untuk membuatmu selalu bahagia berada disampingku.

~FIN~

7 responses to “Super Junior’s Love Story {1# Leeteuk – Ah Rin}

  1. Bagus kok ceritanya, Story’nya Kyuhyun oppa buatin jg donk Thor 😀 kalo bisa yg sad ending biar terakhirnya buat gue (?) *reader edan*

    • Iya, yang Kyuhyun pasti buat. Dia kan member terakhir, pasti buatnya juga terakhir. Kekeke~
      Sad ending ya? Gmna ntar aja deh ya.
      Thanks ya udh komen ^^

  2. Pingback: Super Junior’s Love Story {2# Heechul – Hyeorin} | FFindo·

  3. Pingback: Super Junior’s Love Story {3# Yesung – Saejin} | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s