THE 4th FLOWER BOYS! [ Part 2 ]

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Lee HyukJae

Lee DongHae

Support Cast : SNSD and SuJu

PG : +16 and BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : They all belong to God. I just write it. I love KyuRi Couple not SeoKyu or other ^^ Sorry. This is PURE my own and mine. So please, DON’T BE A PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS ok? 🙂

“ Kesahalan terbesarku adalah bahwa aku mencintaimu?” –Kwon Yura.

“ Jawab dengan jujur, Kwon Yuri…” ucapnya lalu mulai memainkan dasiku dan melepaskannya dari leherku. Aku tertegun kaget dan terkejut. “ Jika kau tak menjawab pertanyaanku dengan jujur, maka aku tak akan sungkan untuk melepaskan seluruh pakaian yang kau kenakan saat ini.” Ucapnya yakin dan menatapku tajam.

Aku menahan napas dalam diam.

******************* Part 2 *********************

“ Jika aku ingin, aku bisa saja membunuhmu saat ini.” Ucapnya lagi sambil memainkan kerah baju seragamku.

Tubuhku bergetar hebat karena diperlakukan seperti itu olehnya.

“ Atau aku ingin apapun, seterah aku. Kau hanya perlu menuruti setiap perkataanku saja.” Ucapnya dengan nada sedikit mengancam.

“ Sun-bae..” panggilku lirih.

“ Wae? Apa kau takut?” tanyanya dengan nada yang menyeramkan. Kali ini dia memainkan rambut panjangku dan mulai membelainya.

“ Le-lepaskan a-aku…” pintaku memohon dengan air mata yang tertahan dipelupuk mataku.

“ Ssst! Tenanglah, aku hanya ingin bermain-main sebentar denganmu.” Ucapnya dengan suara seperti orang sakit jiwa.

“ Sun-bae…” panggilku lagi.

“ Nikmati waktu kita saja, Yuri-ah.” Ucapnya sambil mengelus-elus wajahku, keningku, alisku, hidungku, dan terakhir… bibirku. Ia menatap bibirku cukup lama dalam diam. Ia menatapnya dengan napsu yang tertahan.

“ Su-n-ba-e…” panggilku takut.

“ Bibirmu ini… apa tadi telah dicium oleh Siwon?!” tanyanya sedikit marah dan berteriak padaku.

Aku diam membisu mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutnya.

Ia menatapku dengan tajam, membuatku bergidik ketakutan ditatapnya seperti itu. Sedangkan tangnya masih menyentuh bibirku dan tangan satunya lagi menarik tengkukku untuk mendekatinya.

“ Bukankah sudah ku bilang, Kwon Yuri? Ja-wa-b a-ku!!” titahnya kesal dan rasa sakit menghampiriku. Jari kuku-kukunya menyakiti kulit bibirku. Aku meringis kesakitan.

“ Sunbae!” teriakku tanpa sadar.

“ Wae? Apa kau…” ucapnya kepotong karena aku keburu menyelanya.

“ A-aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Siwon sunbae. Dan ia tidaklah menciumku.” Jelasku padanya.

Ia menatapku tak percaya. Mungkin kaget dan shock?

Kami terdiam cukup lama selama beberapa waktu. Ia hanya menatapku dengan bingung sedangkan aku merasakan ketakutan yang teramat sangat.

“ Sun-bae?” panggilku ragu setelah beberapa lama kami saling terdiam.

Ia tersadar dan menatap lurus ke mataku. Untuk beberapa saat aku diam membisu saat melihat matanya. Bola matanya tidaklah berwarna hitam seutuhnya, melainkan hitam kecoklatan. Aku baru menyadarinya saat ini. Tetapi disana terpancar kesunyian, kehampaan, kebengisan, dan keangkuhan yang teramat sangat, tetapi disana juga ada… kelembutan, kehangatan, dan kasih sayang yang tulus? Tapi bagaimana mungkin orang seperti dia memiliki hal-hal seperti itu?

“ Maaf, telah salah paham atas kalian.” Sesalnya, yang membuat ke dua mataku membulat kaget.

Apa? Seorang Cho KyuHyun meminta maaf? Apa aku tengah bermimpi?

“ Kalau begitu, ayo kita keluar. Lama-lama disini membuatku tak nyaman saja!” ucap cuek sembari berjalan menjauhiku. Aku terdiam menatapnya dengan bingung.

Apa?

“ Ya! Kau ingin keluar atau tidak?” tanyanya ketus, yang membuatku tersadar dan berlari menghampirinya.

Terserah! Apapun itu, yang terpenting saat ini adalah tidak berurusan dengan laki-laki ini.

Ia membukakan pintu untuk mempersilahkanku keluar lebih dulu. Aku canggung. Tentu saja, tiba-tiba diperlakukan seperti itu olehnya. Tidakkah aneh?

Saat keluar, ku dapati mereka semua menatapku dengan kaget juga terkejut. Aku menatap mereka satu per satu dengan kening berkerut.

“ Ada apa?” tanyaku pada mereka semua.

“ Yuri-ya!” panggil SeoHyun sembari berjalan mendekatiku.

Aku tersenyum lembut padanya.

“ Apa kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

“ Hm, seperti yang kau lihat, SeoHyun-ah.” ucapku menenangkannya. Seulas senyum tersungging diwajahnya.

“ KyuHyun-ah, kita harus bicara.” Ucap Siwon sunbae yang berdiri tidak jauh dariku. Aku menatapnya dengan bingung. Siwon menarik lengan KyuHyun dan membawanya pergi menjauh dari ku dan SeoHyun, yang diikuti oleh EunHyuk dan DongHae dibelakangnya dengan tatapan bingung mereka. KyuHyun menepis tangan Siwon dengan kasar.

“ Jangan sentuh!” peringatnya dengan dingin, lalu berjalan lebih dulu dari Siwon sunbae.

Aku menatap punggung mereka, terlebih KyuHyun. Rasanya entah mengapa… begitu aneh?

“ Yuri-ya, ayo kita pulang. Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri.” Ucap SeoHyun yang menyadarkanku. Aku menatapnya lalu mengangguk pelan.

Apapun yang terjadi padanya, bukan urusanku.

***

“ Maaf, tadi aku berlari meninggalkanmu.” Ucap SeoHyun saat kami berjalan ingin menuju rumah. Sebenarnya, rumah kami berlawanan arah. Hanya saja, kami masih satu jalur di jalan dekat sekolah menuju jalanan besar.

Aku menoleh sekilas menatapnya, lalu menganggukkan kepala kemudian. “ Tidak apa-apa.” Ucapku pelan.

“ Kau tahu? Tadi aku merasa sangat bingung sekali terhadap apa yang harus ku lakukan? Dan saat ke dua sunbae itu bilang bahwa Siwon sunbae yang dapat menghentikannya. Aku hanya dapat berpikir, untuk mencarinya dengan segera dan menyelamatkanmu dari KyuHyun sunbae.” Jelasnya. Aku menoleh padanya. Sinar matahari sore menyinari wajah cantiknya. Ia menatap lurus ke langit. Aku diam, menunggu ia melanjutkan ucapannya.

“ Maaf, seandainya saja aku tidak memaksamu untuk melakukan itu. Pasti semua ini tidak akan terjadi.” Sesalnya.

“ Melakukan hal apa?”

“ Menyuruhmu untuk memastikan makanan yang kau berikan padanya.” Jelasnya dengan nada suara yang sangat menyesal.

Aku menggelengkan kepala pelan. “ Tidak, SeoHyun, ini bukan salahmu. Semua ini telah terjadi karena takdir.” Ucapku lembut.

Ia menoleh menatapku. Ia diam dan menghentikan langkahnya. Aku menatapnnya dengan bingung. “ Apa kau percaya pada takdir?” tanyanya.

Aku diam mendengar pertanyaannya. Apakah ia slah seorang yang tidak percaya dengan sesuatu yang bernama takdir?

Aku menganggukkan kepalaku pelan.

Ia mendengus kesal lalu menatap langit sore kembali. “ Yuri-ya, selama ini aku tidak pernah percaya pada takdir.” Ucapnya sembari berjalan kembali. “ Takdir? Apa itu? Bukankah hanya sebuah tipu muslihat belaka saja?” tamabahnya.

Aku menyusulnya yang berjalan lebih dulu lalu menoleh menatapnya saat telah berada disampingnya.

“ Tidak ada yang namanya takdir, Kwon Yuri. Semua ini telah terjadi karena kita sendiri yang telah membuatnya.” Lanjutnya sembari menoleh kepadaku dan tersenyum lembut.

Aku menggeleng pelan. “ Tidak, tetapi itu memang takdir yang telah menentukannya. Terserah kita ingin memilih jalan yang mana? Baik atau buruk. Itu semua telah tertulis.” Jelasku.

Ia menghela napas kasar. “ Terserah, aku tidak peduli.” Ucapnya cuek.

“ Tuhan telah menulis takdir untuk kita. Tidakkah kau tahu?” tanyaku.

“ Terserah, Kwon Yuri! Aku tidak peduli.” Ucapnya dengan dingin. Aku menatapnya bingung. Tidak biasanya ia marah karena pembicaraan hal sekecil ini.

“ Maaf.” Sesalnya kemudian.

Aku menganggukkan kepalaku dengan pelan.

Aneh. Ada apa dengannya?

***

Aku merebahkan tubuhku dikasur. Rasanya lelah sekali untuk hari ini. Ku penjamkan ke dua mataku untuk mengurangi sedikit kelelahanku.

“ Yuri?” panggil seorang laki-laki yang sangat ku kenali. Aku membuka ke dua mataku dan mendapati kakak laki-laki ku berdiri di pintu.

“ Oppa?” panggilku.

Ia mendekatiku dan duduk disamping kasurku dengan wajah yang tertekuk.

“ Ada apa?” tanyaku lembut.

“ Bosan.” Ucapnya dengan manja.

“ Kenapa?”

“ Temani aku minum.” Pintanya dengan manja dan memasang wajah puppy-eyes miliknya.

Aku mendelikkan mataku. “ Apa?!” tanyaku kaget.

“ Aku bosan. Aku tidak memiliki teman untuk minum.” Jelasnya dengan manja.

“ Oppa! Kau mana boleh mengajakku seperti itu?” omelku.

“ Tidak masalahkan? Lagipula kau ini sudah besar dan dewasa. Jadi, apa salahnya kau menemaniku minum?” tanyanya tak mau kalah.

“ Tidak mau!” tegasku.

“ Oh, ayolah, adikku yang manis! Temani aku minum!” rengeknya.

Aku menghela napas. “ Tidak.” Tegasku sekali lagi.

“ Oh, ayolah~” rengeknya lagi.

Ya Tuhan, dia ini kenapa seperti anak kecil sekali?

“ Oppa, aku lelah.” Ucapku lemah.

“ Ah? Oh, baiklah, aku mengerti. Kau istirahatlah yang banyak, aku akan menjagamu dari luar.” Ucapnya yang tiba-tiba berubah menjadi khawatir dan kembali menjadi seorang kakak.

Inilah, salah satu jurus andalanku. Jika aku mengatakan hal itu, ia akan menjadi seorang kakak yang melindungi adiknya. Kenapa? Karena aku mudah sekali sakit, jika aku sudah merasa lelah.

Ia pergi menjauh dariku dan berjalan menuju pintu kamarku. “ Mimpi yang indah, adikku sayang.” Ucapnya lembut saat hendak menutup pintu kamarku. Aku tersenyum lembut melihatnya. Benarkan yang ku katakan tadi? Ia akan menjadi seorang kakak yang baik.

Aku merebahkan tubuhku kembali. Ayah dan ibuku belum juga kembali dari kantor. Mereka masing-masing sibuk dengan pekerjaan mereka, tanpa memedulikan ke dua anaknya. Tapi, bukan berarti mereka orangtua yang buruk. Tidak, mereka orang tua yang terbaik dari yang ada di dunia ini.

Walau mereka sibuk, mereka masih memedulikan kami, sebagai anak-anaknya. Walau kami hanya bertukar kabar melalui telepon, setidaknya itu sudah cukup. Karena dipikiran dan hati mereka, ada kami, anaknya.

Ayah, ibu, cepatlah pulang. Aku merindukan kalian.

Bulir-bulir lembut mengalir di sudut mataku begitu saja.

***

“ Yuri! Kwon Yuri!” panggil seseorang laki-laki dibelakangku saat aku berjalan dikoridor sekolah. Aku menoleh kebelakang dan mendapati Siwon sunbae tengah berlari menghampiriku. Aku menatapnya dengan bingung.

Ada apa?

“ Hai!” sapanya ceria saat ia telah berdiri disampingku. Aku menatapnya dengan kening yang berkerut. “ Hahaha… kau ini lucu sekali. Kemarin aku ingin menanyakan kabarmu, tapi tak jadi karena aku harus berbicara sesuatu pada KyuHyun.” Jelasnya lalu kembali berjalan. Aku mengikutinya. “ Bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Aku mengangguk pelan. “ Seperti yang kau lihat sunbae, baik-baik saja.” jawabku tak kalah ceria darinya.

Ia tersenyum dengan sangat manis. “ Syukurlah kalau begitu.”

Aku diam mematung melihat senyumannya. Tidakkah ia sangat tampan?

Aigoo~!!!

***

“ Yuri-ssi, ada yang ingin bertemu denganmu.” Ucap salah seorang teman perempuanku saat aku telah duduk di mejaku dan mengobrol dengan SeoHyun.

Aku mengernyitkan keningku. Siapa?

“ Dia menunggumu diluar.” Lanjutnya, lalu pergi begitu saja.

Aneh? Siapa yang ingin bertemu denganku? Bukankah jika ia temanku ia akan datang menghampiriku? Tetapi, ini mengapa ia tak datang menemuiku secara langsung saja?

“ Siapa?” tanya SeoHyun yang sama bingungnya denganku. Aku mengendikkan bahu sambil menatapnya.

“ Aku akan keluar sebentar. Kau tunggu disini saja.” ucapku sembari berdiri dari dudukku dan dibalas dengan anggukan pelan SeoHyun.

Aku berjalan keluar kelas dan mendapati seorang laki-laki yang bertengger di dinding koridor menatapku dengan senyum yang tersungging. Orang ini tak asing lagi bagiku, walau kami baru saja bertemu kemarin. Tapi bagaimana bisa aku melupakan seseorang yang hmpir saja mencelakaiku?

Lee EunHyuk.

Tidakkah kalian juga mengingatnya?

“ Hai, ikuti aku. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Jelasnya lalu berjalan lebih dulu dariku.

Aku diam. Berpikir.

Apakah aku harus mengikuti ucapannya? Tidakkah aku hampir saja mengalami kejadian yang hampir buruk? Tetapi, bersyukur karena sunnbae menyebalkan itu masih memiliki akal dan moral yang cukup baik?

“ Maaf, sunbae, aku sibuk. Aku tidak bisa ikut denganmu.” Tolakku halus. Entah ia mendengar atau tidak? Karena ia sudah berjalan lebih dulu dariku walaupun hanya beberapa langkah.

Ia berhenti berjalan. Membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan kesal. Ia mendekatiku. Aku berjalan mundur.

“ Sesibuk apakah kau hingga kau tidak bisa menyisakan waktumu lima belas menit saja?” tanyanya dengan nada dingin.

“ Sunbae, maaf.”

Ia berjalan lebih mendekatiku lagi. Aku melangkah mundur, tapi sepertinya sia-sia. Ia menarik lenganku untuk mengikutinya.

Tsk! Dasar mereka ini! Tidakkah kalian memiliki pekerjaan lain selain mengganggu orang?

***

Ia membawaku ke sebuah ruangan khusus yang tak boleh dikunjungi oleh siapapun kecuali orang-orang tertentu.

F4.

Ruangan itu ditulis dengan plat nama yang berukuran cukup besar. Aku mengernyitkan keningku. Sementara EunHyuk sunbae mendorong pelan tubuhku untuk masuk ke ruangan itu. Aku menatapnya kesal.

Untuk apa aku berada disini? Tidakkah hanya membuang-buang waktu saja?

Aku masuk ke ruang itu yang disusul oleh EunHyuk sunbae dibelakangku. Aku mendapati mereka bertiga yang saat ini tengah menduduki meja mereka masing-masing. Aku menghela napas. Ku dapati KyuHyun sunbae tengah tersenyum sinis padaku.

“ Tinggalkan kami berdua!” titahnya pada mereka bertiga. Aku mengernyitkan keningku.

“ Baiklah, lakukan ucapanmu itu, Cho KyuHyun.” Ucap Siwon sunbae. Aku menatapnya dengan bingung, sedangkan Siwon sunbae hanya tersenyum manis padaku.

“ Santailah, tidak akan ada hal buruk yang terjadi padamu.” Ucapnya mencoba menenangkanku. Ia membelai kepalaku dengan lembut lalu pergi meninggalkan kami berdua.

Aku menelan ludahku sendiri.

“ Cih! Sepertinya kalian memiliki hubungan yang baik ya?” tanyanya sinis padaku.

Aku diam. Terlalu kelu lidahku untuk berbicara padanya.

“ Baiklah, tidak perlu membuang waktu yang banyak untuk gadis sepertimu. Untuk kemarin, aku minta maaf padamu.” Lanjutnya dengan dingin.

Aku diam menatapnya.

“ Kenapa?” tanyanya sinis.

Aku menggeleng pelan. “ Tidak, tapi, bukankah kemarin kau sudah meminta maaf padaku sunbae?”

Ia menatapku untuk beberapa saat.

“ Jauh… jauh sebelum kau meminta maaf kepadaku-pun aku telah memaafkanmu, sunbae.” Ucapku pelan dan tertunduk.

“ Cih! Tak usah sok baik padaku, Kwon Yuri!”

“ Maaf, kalau begitu aku permisi.” Ucapku pelan lalu berjalan pergi meninggalkannya.

Aku keluar dan mendapati ketiga orang itu tengah berdiri menungguku. Aku menatap mereka dengan bingung.

“ Bagaimana? Apakah ia sudah meminta maaf?” tanya DongHae sunbe dengan lembut.

Aku mengangguk pelan. “ Ya, tapi jauh sebelum ia mengucapkan kata maaf hari ini, ia sudah mengatakannya kemarin. Dan aku telah memaafkannya.”

“ Benarkah? Syukurlah.” Ucap DongHae sunbae lega.

“ Hm, aku kembali ke kelas dulu.” Ucapku pelan yang dibalas dengan anggukan kecil ketiga sunbae itu.

***

“ Kau pergilah ke toilet lebih dulu, nanti aku akan menyusulmu.” Ucapku pada SeoHyun saat sekolah telah usai.

“ Benarkah? Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dulu ke toilet, kau tunggu disini saja. nanti aku akan kembali.” Ucap SeoHyun sembari menitipkanku sebuah tumpukan buku. Aku mengangguk kecil dan ia pun langsung berlari.

Aku menaruh barang titipan SeoHyun dimejaku, dan kembali merapikan buku-buku milikku. Aku memeriksa sekali lagi pada laci mejaku, memastikan untuk tidak ada barang yang tertinggal.

Tak sengaja aku menyentuh tumpukan buku SeoHyun dan membuatnya berjatuhan dilantai. Aku mendengus kesal dengan sikap cerobohku ini.

Aku memungutinya dan merapikannya satu per satu. Gerakan tanganku berhenti pada sebuah file (binder) berukuran sedang. Sebuah foto di file itu, menarik perhatianku. Sebuah foto yang sangat ku kenali. Aku mengambil foto itu dan membuka file milik SeoHyun.

My Lovely Boy ♥

Napasku tercekat saat membaca tulisan itu.

Ya Tuhan… apa ini?

Aku merapikan kembali file itu termasuk foto itu, menumpuknya dan merapikannya seperti semula.

Mataku basah. Mungkin saat ini juga telah memerah.

***

“ Yuri?” panggil SeoHyun lembut di depan pintu. Aku menatapnya dan memaksakan sebuah senyuman. “ Sedang apa kau? Kenapa melamun?” tanyanya.

Aku menggeleng pelan. “ Tidak, SeoHyun-ah. Kau pulang dulu saja, aku baru ingat, aku ada janji dengan oppa-ku.”

Ia berjalan mendekatiku. Untuk beberapa saat ia terdiam cukup lama, menatap tumpukan buku miliknya. Aku tidak peduli, aku berjalan melewatinya begitu saja.

“ Yuri-ya, apa kau telah melihat file-ku?” tanyanya penuh selidik. Aku diam mendengar pertanyaannya saat aku tengah berada di pintu kelas.

“ Maaf, Yuri, tapi aku… mencintainya. Mencintai Cho KyuHyun-ku yang telah kau rebut dariku.” Lanjutnya dengan nada sinis yang ku tangkap. Tapi benarkah ia bersikap sinis padaku? Tidak mungkin, SeoHyun tidak mungkin melakukan itu.

Aku melanjutkan langkahku, tanpa memedulikan ucapannya barusan.

Sakit. Perih.

Jika SeoHyun memang benar adanya bahwa ia mencintai KyuHyun, kenapa ia tak berterus terang padaku saja?

Kenapa ia berbohong?

Tidakkah aku terlihat jahat? Telah merebut laki-laki yang ia cintai lebih dulu daripada aku yang mencintainya?

Tapi…

Aku telah jatuh cinta padanya saat ini.

Aku berjalan dengan langkah gontai. Lemas dan tak bertenaga. Hatiku terlalu terasa sakit. Aku melihat ada 2 orang laki-laki yang berjalan didepanku. Salah satunya, sangat aku kenali dengan baik.

“ DongHae-ya, tidakkah teman Yuri itu cantik?” tanya laki-laki di depanku yang cukup jauh untuk jarak kami.

“ Siapa SeoHyun?” tanya DongHae.

“ Ah! Ya! SeoHyun! Gadis itu! Tidakkah ia sangat menarik?” ucap laki-laki yang sangat ku kenali walau jarak memisahkanku dan dia.

Aku diam. Mataku basah. Hatiku terasa lebih perih dari apa yang ku bayangkan.

“ Kenapa? Kau menyukainya?”

“ Ya, aku menyukainya.” Ucap laki-laki itu dengan yakin. Laki-laki yang ku temui tadi pagi. Laki-laki yang baru saja meminta maaf. Dan tak lain, laki-laki yang kini aku cintai… Cho KyuHyun.

Ku pikir, laki-laki itu memiliki hal yang sama sepertiku.

Ku pikir, jika mencintainya takkan ada masalah seperti ini.

Ku pikir, jika tetap terus bertahan untuk mencintainya, ia takkan menyakitiku lagi.

Tapi, ternyata aku salah.

Ternyata, apa yang ku pikirkan semuanya salah.

Ya Tuhan…

Mungkin, memang benar adanya.

Kesalahan terbesarku adalah mencintaimu?

Tidakkah aku egois karena ingin memilikimu?

Hingga aku menyakiti perasaan sahabatku sendiri tanpa sadar?

Kejamkah aku?

Dan jahatkah aku…

Telah melakukan ini semua?

***

=====================TBC =====================

Haiii~!!! My lovely readers! ^^ Gimana? Adakah yang menantikan kelanjtan ff ini? Kekekeke~ ^^

Don’t forget to RCL (READ, COMMENT, AND LIKE) PLEASE!!!

Komennya ditunggu ya! Maaf kalo telat post dan maaf banget jarang bales komen kalian ^^ hehehe soalnya sibuk dan lagi, aku jarang ol sekarang *curcol* Kekekeke #nggak penting abaikan

Oh ya, maaf ya kalo ff ini nggak begitu bagus. Lagi bad mood. Sorry -__-v

But, happy reading all~ 😀

36 responses to “THE 4th FLOWER BOYS! [ Part 2 ]

  1. authorr !! lanjutannya mana, aku udh mati penasaran iniii..
    lanjutannya yang cepet ya thor, ditunggu sangat thoorrr…

  2. author lnjutannya manaa??
    penasaran ini ama ceritanya, cepetan ya thor 🙂 ditunggu ..
    coz ff nya daebak bgt, mudahan pairingnya kyuri, kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s