Saengil Chukkahamnida Sehun

Title : Saengil Chukkahamnida Sehun

Author : @amyiw / Choi Minah

Length : Oneshot

Main Cast : EXO

Minor Cast : Some Artist of SM Entertainment

Genre : Friendship, Little Comedy (?)

Rating : G

NB: Ini FF bukan FF buatanku ya, tapi FF buatan temenku yang nitipin post disini hehe monggo dibaca^^

Hari begitu cerah dan bersahabat. Rasanya sangat sayang untuk melewatkan hari ini begitu saja. Hari ini kedua belas member EXO lengkap ngumpul di Korea. Tapi besok pagi EXO-M harus berangkat ke China.

Baekhyun mengambil syal yang bertengger rapi bersama beberapa syal dan dasi lainnya. Ia mengambil yang berwarna biru, lalu mengenakannya.

“Hyung mau kemana?” tanya Sehun.

Tapi Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Sehun, ia malah ngobrol dengan Chanyeol.

“Bagus tidak? Aku mau keluar sebentar,” ujar Baekhyun.

“Kemana? Aku ikut dong,” kata Chanyeol yang ikut-ikutan mengambil syal, hoodie, dan topi.

Ingat satu hal, EXO sekarang adalah rookie terbaru dibawah naungan SM Entertainment. Keluar dengan membuka identitas, sama aja dengan cari mati.

Sehun gondok mampus, pertanyaan tidak dijawab Baekhyun. Tapi Baekhyun meladeni perkataan Chanyeol. Kedua orang namja itu pun keluar dari apartment tanpa pamit pada Sehun yang jelas-jelas duduk diruang tamu.

“Kkamjong, cepetan dikit,” seru Suho.

“Iya iya, sabar dong hyung,” Kai sibuk memakai sepatunya.

Sehun melirik Suho dan Kai yang sibuk berlalu lalang didepannya, “Mau kemana?”

“Kajja hyung,” Kai menggandeng tangan Suho dan mereka pun keluar dari apartment.

Untuk kedua kalinya, Sehun dikacangi. Sebenarnya Sehun udah marah. Rasanya dia ingin berteriak “Apa salah gue?”. Sehun pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke dapur. Disana terlihat D.O yang sedang sibuk memasak, dan Chen juga Xiumin membantunya.

“Garam,” pinta D.O

“Ini,” Chen menyodorkan garam pada D.O.

“Lagi masak apa?” tanya Sehun sambil ngelihat kepanci.

“Eh sana sana, ntar masakan aku nggak enak,” usir D.O sambil mendorong Sehun untuk menjauhi masakannya.

“Emang masakan hyung pernah enak? ANIYO!!!”

Sehun mulai jengkel. Dengan jahilnya ia mematikan kompor gas yang masih menyala. Lalu berlalu menuju ruang tengah dimana terdapat Tao sedang latihan bela diri. Seperti keahlihannya, Tao salto salto sambil memainkan tongkatnya.

“Hiaa…”

Buagh…

Tanpa disangka dan diduga. Tongkat yang dimainkan Tao mengenai badan Sehun. Tentu saja Sehun meringis kesakitan, tapi ia tetep mencoba untuk cool.

“Punya mata kan? Sakit ini! Latihan itu jangan diruangan sempit. Oon banget sih jadi orang.”

Karena saking palaknya, Sehun memaki Tao tanpa perduli Tao itu lebih tua darinya satu tahun. Sebenarnya percuma aja Sehun merepet panjang lebar. Toh Tao nya nggak ngerti apa yang dibilang Sehun.

“Lu olang ngomong apa ah?” tanya Tao dalam bahasa Cina.

Sehun yang kurang ngerti bahasa China pun dongkol. “Tau ah!”

“Kenapa sih semua orang yang ada di dorm ini pada bikin aku kesel?” gerutu Sehun.

Ia pun berjalan menuju kamar Luhan. Luhan adalah satu-satunya orang yang dianggap Sehun sebagai tempatnya mengadu, curhat, marah, manja, dll lah.

“Luhan hyung.”

Sehun celingak-celinguk didepan pintu kamar Luhan. Lalu dia tersenyum mendapat Luhan yang sedang duduk di tempat tidur bersama Kris, dan Lay.

“Haha tu olang bodo benel,” Luhan terkekeh. (Menggunakan bahasa China)

“Hyung aku boleh gabung?” tanya Sehun.

Ketiganya langsung melihat kearah Sehun. Luhan tersenyum sesaat, lalu wajahnya kembali datar.

“Kau tidak mengerti apa yang kami bicarakan. Lebih baik kau keluar saja. Ngobrol sama Kai gitu kek, kalian kan satu sekolah,” tolak Luhan mentah-mentah.

“Hyung aku mau curhat,” rengek Sehun. Ia pun menggunakan kekuatan puppy eyes-nya.

“Sorry, aku sibuk.”

Lay menutup pintu kamar. Sehun jelas sangat kaget. Seketika itu juga matanya langsung berkaca-kaca tak tahan menahan sedih.

BRAK.

Sehun membanting pintu kamarnya.

“Semua yang ada dorm ini memuakkan! Luhan hyung jahat!” teriaknya. Sehun berbaring di tempat tidur, dan menutup wajahnya dengan bantal.

“Salah aku apa sih? Sementang aku maknae, trus bisa suka-suka gitu mengabaikan aku?” tanya Sehun pada dirinya sendiri. “Kalau begini caranya, lebih baik aku pergi saja dari dorm.”

Tujuh menit menit kemudian, Sehun keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Luhan, Xiumin, dan Kris sedang duduk manis di sofa sambil nonton acara variety show, Star King. DO, Chen, dan Tao sudah pergi lima menit yang lalu.

Sehun menatap ketiga hyung paling tuanya itu dengan tatapan berharap mereka bertanya “Kau mau kemana?” atau setidaknya sekedar menyapa “Hai sini gabung.” Tapi harapan itu semua sirna. Satu pun dari ketiga namja itu tidak ada yang memperdulikan keberadaan Sehun. Sudah terlalu sabar untuknya, Sehun pergi dari dorm.

“Eh mau kemana dia?” tanya Luhan.

“Nggak tahu. Kamu sih nggak mau tanya,” kata Xiumin.

“Gawat urusan,” gumam Kris.

*****

“Aku mau kemana? SM building? Ngapain? Ah molla.”

Sehun menendang-nendang gundukan salju yang ada dihadapannya. Saat ini dia masih berada didepan apartment. Ia menunggu datanganya taksi. Beberapa detik kemudian, sebuah taksi berhenti tepat di depan Sehun. Seorang yeoja cantik yang tak lain adalah Sulli, turun dari taksi.

“Hai,” sapa Sehun. Mereka satu sekolah dan satu agency pula, jadi lumayan dekat.

Sulli yang menyadari bahwa yang menyapanya adalah Sehun, hanya tersenyum manis. Lalu pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun. Hebat sekali. Sulli juga di kacangi Sehun tanpa sebab. By the way, Sulli ada perlu dengan temannya yang juga tinggal di apartment yang sama dengan member EXO.

“Tuhan tolong beri tahu salah ku apa? Apa aku salah punya wajah yang super duper cool?”

Tidak mau kehilangan taksi, Sehun langsung masuk ke taksi yang tadi membawa Sulli. Beruntung banget ni supir taksi. Penumpangnya artis terus dari tadi.

“Ahjusshi tolong antar aku ke SM building,” kata Sehun.

“Ne.”

Taxi pun jalan membawa Sehun menuju SM building.

*****

“SM building selalu ramai seperti biasanya,” gumam Sehun.

Lumayan banyak artis SM berlalu lalang. Pastinya mereka sedang ada jadwal latihan, atau ada perlu. Seketika itu, Taemin lewat seperti menghampiri Sehun. Yang tepatnya sih dia ingin keluar.

“Annyeonghaseyo Taemin hyung,” sapa Sehun.

Sama seperti Sulli, Taemin hanya senyum menanggapi sapaan Sehun.

“Aneh banget orang-orang satu hari ini,” gerutunya. “Eh aku ngapain sih kesini?”

Karena bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan, Sehun pergi ke ruang latihan dance. Mungkin saja disana ia bisa temukan seseorang yang tidak mengabaikannnya.

Ruang dance ada di lantai 3. Tepat bersebelahan dengan ruang vocal. Sehun membuka pintu dengan perlahan.

Klek

“Kok sunyi?” Sehun mengingat jadwal para sunbaenya. Hari ini tanggal 10 April. “Ah ne, mereka semua sedang ada schedule. Ehm lebih baik aku latihan untuk besok debut stage di M! Countdown.”

Sehun berdiri menghadap kaca. Wallpaper dinding ruang dance yang bergambarkan awan, membuatnya semakin semangat (?). Ia pun latihan sendiri. Awalnya dia latihan dance lagu History, setelah itu MAMA.

Tak terasa matahari sudah menyingsingkan cahayanya, dan mulai berganti dengan cahaya terang rembulan yang tampak cantik berada diatas sana bersama bintang-bintang.

“Huh capek juga ya,” gumam Sehun. Ia melihat kedepan, tepatnya ke jam dinding. “Mwo? Jam 8 malam?” Lalu Sehun melihat jam tangan yang ia kenakan. “Aku tidak buta. Ini memang sudah jam delapan malam.”

Sedikit mengelap keringatnya, setelah itu ia bangkit. “Pulang saja deh.” Itu yang ada dipikiran Sehun. Ia berjalan menuju pintu. Mencoba membuka knop pintu.

Klek. Klek. Klek.

Pintunya tidak dapat dibuka. Sehun sudah berkali-kali mencobanya. Tapi tetap saja tidak bisa. Sehun pun berasumsi ada yang sengaja menguncinya dari luar. Karena kalau rusak itu sangat tidak mungkin.

“Help me! Siapa pun yang ada diluar sana, tolong bukain pintunya! Aku, Sehun, terkunci dari luar. Luhan hyung tolong aku!” teriak Sehun sekencang mungkin.

Sehun menunggu selama dua menit. Tapi tak ada satu orang pun yang membukakan pintu.

“TOLONG AKU TUHAN! EOMMA! APPA!.” Teriak Sehun lagi.

Setengah jam kemudian, masih belum ada yang membukakan pintu untuk Sehun. Ia merogoh kantongnya, dan mengambil handphone Galaxy Tab nya. Nomor telephone yang pertama kali yang Sehun cari adalah, Luhan.

“Tolong angkat hyung.”

Harapan Sehun hancur, Luhan tidak mengangkat telephonenya. Padahal sudah lima kali ia mencoba menghubungi Luhan. Setelah itu Sehun menghubungi Baekhyun, tapi sama saja. Kai, Suho, Chanyeol, DO, Chen, Xiumin, Kris, Lay.

“Masa aku hubungi Tao? Mana tahu dia apa yang aku bilang. Tao kan tahunya cuma ‘Annyeonghaseyo, jaenun EXO-M maknae Tao imnida.’ Tapi coba aja deh.”

Sama seperti sepuluh orang yang lain, Tao juga TIDAK mengangkat telephone dari Sehun. Ia pun menghubungi manager EXO-K, berharap sang manager mengangkat telephonenya.

“Aku bisa gila,” ucapnya.

Sehun duduk dilantai, dan menatap lagi jamnya. Jam sepuluh malam tepat. Pikirannya sudah sangat kacau. Ia ingin mendobrak pintu, tapi pintu itu terbuat dari kaca. Terlalu besar resikonya.

“Oh Sehun, anda belum beruntung hari ini,” ucap Sehun sambil menunjuk-nunjuk dirinya didepan kaca. “Ah aku baru sadar, ternyata aku ganteng banget ya, hahaha. Pantas saja aku bergitu gampang masuk SM dan menjadi salah satu visual di EXO.”

Dengan bangganya atau karena stress, Sehun memuji dirinya sendiri. Sehun tetap duduk didepan kaca, sambil memainkan permainan di Galaxy Tab nya. Terkadang ia histeris sendiri saat kalah, atau jingkrak-jingkrak saat menang.

“Jam sebelas lewat dua lima menit. Sampai kapan aku terkurung disini? Masa aku harus menunggu sampai besok pagi.” gerutu Sehun.

Suasana sangat hening. Karena boring, Sehun menghidupkan lagu MAMA versi Korea, yang dinyanyikan oleh EXO-K.

“…NO ONE CARE ABOUT ME!” Sehun bernyanyi setengah berteriak.
DREP.DREP.DREP….

Saat Sehun berteriak, seketika itu juga lampu satu persatu mati.

“YA!” teriak Sehun lagi. “MASIH ADA ORANG DISINI WOY!”

Sehun menghidupkan handphonenya. Dengan bantuan cahaya dari handphone, Sehun bejalan menuju pintu.

Klek klek klek. Bruak bruak bruak.

Dengan sekuat tenaga Sehun mencoba membuka pintu.

“HELP MEEEEE!” teriak Sehun. “Woy, tolongin aku!”

Sehun sudah habis tenaga untuk meminta pertolongan, tetap saja hasilnya nihil. Kalau dihitung-hitung Sehun sudah ada 8 jam berada di ruang latihan dance. Ia kembali ke tempat duduknya semula, dan mencoba tidur. Sekarang dia hanya bisa pasrah.

“Woah sudah pukul nol nol,” gumamnya saat melihat jam tangan.

Drep. Drep. Drep. (lampu kembali hidup)

Doar doar doar. Priiit…

“Saengil chukkahamnida. Saengil chukkahamnida. SAENGIL CHUKKA OH SEHUN, saengil chukkahamnida…”

Tiba-tiba saja kesebelas member EXO sudah berada di dalam ruangan dance. Tidak hanya member EXO, tapi juga ada kelima member SHINee, Sulli & Krystal f(x), Yoona, Sooyoung, dan Seohyun SNSD, Donghae, Kyuhyun dan Leeteuk Super Junior, dan tidak ketinggalan Yunho dan Changmin DBSK.

Tes. Sehun meneteskan air mata. Wajahnya langsung memerah. Ia tak tahu mau bilang apa lagi. Semua ini sudah ada yang mengaturnya.

Luhan dan Minho membawa sebuah kue bolu tart berukuran besar. Bagian Luhan ada dua lilin yang membentuk 1 dan 9, tepat umur Sehun yang ke 19 tahun. Sedangkan yang dibawa Minho, lilinya mungkin ada sekitar 15 buah.
“Sudah jangan menangis. Cepat tiup lilinya,” perintah Yunho.

Dengan tenaga seadanya, Sehun berdiri dan menuruti perintah Yunho.

“Eits make a wish dulu dong,” seru Yoona.

Sehun memejam matanya. “Semoga aku tambah ganteng, dan cute. Orang tua ku tambah sayang dan mau memberikan ku kado mobil. Dan tentunya semoga tahun ini dan seterusnya akan menjadi tahun untuk EXO. Amin,” doanya dalam hati.

Huuuh….

Lilin yang ada di kue Luhan langsung mati. Tapi Sehun membutuhkan waktu hampir semenit untuk mematikan yang ada ditangan Minho.

“Saengil chukkahamnida Sehunnie,” ujar Luhan.

Luhan memberikan cake nya pada Suho, lalu ia memeluk Sehun. Tanpa disadari Sehun menangis dipelukkan Luhan.

“Sehun udah dong mesra-mesraannya,” kata Onew sambil menarik Luhan.

“Hyung aku Luhan, bukan Sehun,” kata Luhan.

“Huh? Mianhae, kalian sekilas mirip banget,” Onew tertawa.

“Happy birthday Sehun, Mianhae, ini semua ide Luhan dan Baekhyun,” ujar Kris.

“Tepatnya ide semua orang yang ada disini, hehe,” sambung Kai.

“Enak aja. Kita juga dateng kesini karena kalian suruh,” Sooyoung buka suara.

“Jadi kau tidak ikhlas?” tanya Donghae. “Kalau kau, ikhlaskan Yoong?”

Yoona hanya mengangguk dan tersenyum. Ia menatap Sehun yang wajahnya masih kelihatan shock banget.

“Happy birthday Sehun. Semoga kau menjadi maknae terbaik,” ucap Yoona sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.

“Ehem…ehem…” Changmin, Kyuhyun, Seohyun, Taemin, dan Krystal serentak mendehem.

“Masa periode kalian menjadi maknae sudah habis, haha,” ledek Leeteuk.

“Taeminnie, sekarang jabatan mu sebagai maknae namja sejati di SMTOWN sudah terganti oleh Sehun. Sabar ya, hyung turut prihatin, haha,” Key ikutan meledek.

“Hahaha….” Semuanya tertawa mendengar perkataan Key dan Leeteuk.

“Terserah deh hyung. Sehun, selamat ulang tahun. Semoga kau tidak suka melet-melet lagi, hehe,” Taemin memeluk Sehun.

“Hehe, sudah kebiasaan hyung. Agar bibirku tetap lembab. Oh ya terima kasih semuanya. Aku tidak menyangka kalau kalian akan setega ini pada ku,” ucap Sehun. “Tapi aku senang. Sekali lagi, gamsahamnida.”

Sehun membungkuk, tapi tidak sampai 90 derajat. Ya Sehun emang tidak pernah membungkuk sampai 90 derajat, entah mengapa.

“Eh potong dong kuenya,” perintah Chanyeol.

“Ih kok kamu yang nafsu? Beli kue sendiri dong,” kata Baekhyun.

“Ehem,” Suho mendehem. Baekhyun dan Chanyeol diam. “Ini pisaunya, cepat potong.”

Seperti perintah Chanyeol dan Suho, Sehun memotong kue yang sekarang letaknya sudah ada diatas meja. Potongan pertama, ia memberikannya kepada, ehm siapa lagi kalau bukan Luhan.

“Ayo foto bersama,” seru Krystal.

“Kajja kajja kajja,” Jonghyun bersemangat.

“Yang ngambil photonya siapa nih?” tanya Seohyun.

“Manager Kim saja,” jawab DO cepat.

Manager EXO-K itu pun menuruti saja. Semua artist SM yang berada disitu mengambil posisi masing-masing. Taemin dan Kai sudah mengambil posisi mereka. Namja yang tinggi dibelakang, Sehun ditengah yang diapit dengan Luhan dan Yoona.

Sekitar lima kali photo bersama, lalu mereka melanjutkan party sederhana itu. Kapan lagi bisa ngumpul gini di waktu yang non formal.

*****

12 April 2012, EXO-K melakukan debut stage di M! Countdown. Hari itu tepatlah ulang tahun Sehun yang ke 19 tahun. Dan untuk yang kedua kalinya, Sehun mendapatkan kejutan saat sedang record.

Sebuah cake berukuran kecil dengan cream berwarna putih dan buah strawberry menjadi penghias cake yang diterima Sehun hari itu. Keenam member EXO-K mengambil photo bersama. Sehun memegang cakenya, Kai dan Chanyeol merangkul Sehun. D.O yang kelihatan Cuma kepalanya, dan Baekhyun yang menyelip dibawah. Sehun sangat bahagia, walaupun tampangnya seperti biasa saja.

Karena sedang berada di China, Luhan menyampaikan pesannya lewat media televise. Kebetulan saat itu EXO-M sedang diundang di suatu acara.

“Since today is your birthday, I hope that in 2012 you will be happy. If you are sad, remember to tell hyung.” – Luhan

-The End-

Advertisements

35 responses to “Saengil Chukkahamnida Sehun

  1. Aku pernah liat kalo luhan ngucapin selamet ulang tahun ke sehun tp campur ada korea juga mandarin kayaknya uaaa sosweet banget #KibarBenderaHUNHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s