Baby Face, Luhan part 2

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre:

Friendship, comedy

Ratting:

PG-13

Title : Krissss gege… please pardon me 😥

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan…

Kris berdiri di hadapan Luhan, tatapan matanya begitu tajam. Luhan menjadi sekain gugup.

“Xi Luhan… siapa kau sebenarnya? 20 April 1987…?” kata Kris sambil menunjukan KTP Luhan.

“akkuu.. ituuuu…”

“kau penipu, Luhan… berapa usiamu yang sebenarnya? 15 atau 23 tahun?” Luhan membulatkan matanya kaget saat Kris tahu rahasianya yang sesungguhnya. Luhan tidak bisa berkata apa – apa, keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuhnya.

“akuuu… seebenarnyaaa…”

“sudahlah aku sudah muak, aku tidak pernah mengira kalau orang sepertimu akan menipu semua orang… cepat beritahu semuanya tetang usiamu yang sebenarnya!” Kris melempar KTP dan dompet Luhan dengan kasar ke lantai, luhan hanya bisa menundukkan wajahnya. Kris meninggalkan Luhan dengan wajah kesal dan marah. Luhan mengepalakan tangannya dan mulai menangis. Tiba – tiba luhan menyuruh Kris untuk berhenti.

“tunggu, aku bisa jelaskan semuanya… aku membohongi mereka karena aku ingin lebih dekat dengan mereka semua, jika mereka tahu aku 7 atau 5 tahun lebih tua mereka akan canggung denganku dan tidak mau berteman denganku… kami akan sulit bekerjasama, kumohon jangan beritahu semuanya,” ucap luhan sambil menangis, Kris hanya berhenti sebentar kemudian ia berjalan menjauhi Luhan.

“Wu Fan‼ WuFan……… kumohon,”

 

Luhan POV

Aku membaringkan tubuh di atas ranjang, semuanya sudah berakhir… aku ketahuan. Pasti sekarang Kris sudah membongkar semua identitasku yang sebenarnya. Apa kebohonganku ini bisa di maafkan? Mendadak kepalaku pusing, aku tidak bisa tidur malam ini, aku akan habis……

Pagipun tiba semalaman aku hanya merenungkan apa yang akan aku lakukan saat aku di usir dari korea dan pulang ke china. Aku tidak tau… aku bingung…

Tiba – tiba HP ku berdering, Baekhyun menelefonku…

“yeoboseyo…” kataku dengan suara lemah.

“YYA maknae nakal! Kenapa kau tidak datang ke tempat latihan vocal sekarang?” kata Baekhyun dengan nada marah.

“tapi… akk akkuuuu…”  aku bingung karena Baekhyun masih memanggilku maknae, apa kris belum memberitahu semuanya?

“hei maknae apa kau sakit? Dari suaramu kau terlihat tidak sehat…”

“ahh… tidak hyung aku baik – baik saja hanya sedikit pusing saja,”

“cepat minum obat sana… kau bisa datang sekarang kan?”

“iya hyung aku akan ke sana sekarang,” aku segera menuju ke tempat latihan vocal. Sesampainya di sana tidak ada yang ganjil. Semuanya seperti biasanya, mereka masih menganggapku magnae. Aku menghela nafas lega, kris tidak membocorkan semua rahasiaku. Kris terimakasih…

Di sana sudah ada baekhyun, chen, dan do kyungsoo mereka adalah lead vocal sama sepertiku. Kami latihan dengan sorang pelatih professional yang sangat disiplin dan sedikit galak. Berkali – kali aku di marahi olehnya masalah power vocalku ini, pikiranku memang sedikit kacau karena masalah semalam dengan Kris. Ini sangat mempengaruhi latihan vokalku hari ini.

“Luhan… ada apa dengan suaramu kenapa banyak yang fals,  power suaramu lemah sekali? Apa kau sakit?!” kata pelatih padaku.

“mianhamnida…” aku hanya bisa meminta maaf.

“sudah kita lanjutkan latihan minggu depan… luhan latihan lagi!” pelatih meninggalkan kami berempat.

“ne, songsaengnim gamshamnida~”

Chen menepuk bahuku pelan dia mengepalkan tangannya sambil mengucapkan “luhan maknae… fighting!” lalu baekhyun dan DO tersenyum padaku dan mengucapkan “fighting” secara bersamaan. Aku jadi semangat untuk menjadi semakin semangat. “gomawo hyung-nim,” kataku lalu mereka mengacak – acak rambutku dengan gemas. Inikah rasanya jika mempunyai seorang kakak? Perasaan ini tidak dapat tergantikan oleh apapun di dunia ini…

Aku berjalan menaiki tangga menuju balkon atas gedung ini, aku ingin merasakan segarnya angin di sore ini. Aku melihat seorang namja sendirian sedang olahraga lompat tali (skipping). Aku menghampirinya perlahan.

“apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku padanya.

“ah… Luhan ssi ! aku hanya olahraga sedikit,” namja itu adalah Sehun.

“lanjutkan lagi sana aku tidak mengganggu kan?

“tidak sama sekali… kau habis dari mana?”

“latihan vocal tadi…” jawabku sambil melihat pemandangan dari atas gedung ini. Dia melanjutkan olahraga lompat talinya.

“yya! Maknae, kau harus sering skipping seperti ini agar kau tumbuh lebih tinggi,” kata sehun, aku meliriknya dengan tajam.

“kau pikir aku tidak bisa, berikan talinya padaku!” aku mencobanya dengan berbagai gaya dari lompat dengan kaki satu samapi menyilangkan tali. Sehun serius melihatku.

“waaahh… daebak! Luhan kau hebat sekali!” sehun bertepuk tangan dengan wajah polosnya itu.

“kau tau? Aku sangat suka olah raga…”

“ah… iya aku ajari juga main rubic cube, ku dengar kau sangat jago main rubic…”

“rubic itu sangat mudah… hari ini aku tidak membawanya, besok ya” aku menyerahkan tali itu pada sehun. Dia melanjutkan melompat dan aku hanya melihatnya. Aku ingin mengerjainya, aku mendekat ke hadapannya dia kaget dan menghentikan aktivitasnya.

“ayo lanjutkan… kita akan lompat bersama!”

“tapi… aku tidak bisa jika lompat bedua~”

“ayolah sudah putar saja talinya…” aku dan sehun pun melompat bersama kami saling berhadapan. Kulihat dia terlalu berkosentrasi aku menatap matanya wajah kami semakin dekat. Aku bisa merasakan detak jantung kami seirama dengan tali yang terus berputar.

“astaga~ apa yang kalian lakukan?!” kata seorang namja yang baru memasuki balkon. Sehun keget dia kehilangan keseimbangan keseimbangan dan jatuh, aku pun juga jatuh tepat di dadanya karena kakiku terseret tali skipping.

“sebenranya apa yang kalian lakukan?” namja itu adalah do kyungsoo.

“apa? aku hanya lompat tali, hyung!” kata ku gugup.

“iya… kami hanya bermain tidak ada yang lain…” tambah sehun.

“ya sudah… aku hanya ingin mengabari kalau besok berkumpul jam 5 sore… jangan terlambat! Kalian jaga jarak! Mencurigakan sekali!” kata DO dengan nada curiga.

“ne hyung-nim~” aku menganggukan kepala. Sehun hanya tersenyum dan menggaruk kepala bingung.

“sudah ku bilang kalian jangan dekat – dekat…! sudah aku pergi dulu,” kata kyungsoo sembari memajukan bibirnya. Hahahaha wajah kyungsoo lucu sekali aku dan sehun pun tak kuasa menahan tawa saat dia pergi.

“hahahha dia lucu sekali…” kataku sambil tertawa lebar.

“kau benar! Dari dulu kyungsoo hyung tidak pernah berubah…”

Aku dan sehun hanya tertawa menahan geli dengan ekspresi DO dengan matanya yang bulat dan bibirnya yang tebal itu. Dia lucu sekali.

………

Keesokan harinya aku dan semua member EXO di kumpulkan menjadi satu. Sepertinya akan ada pengumuman penting. Aku melihat sehun dan kai masih mengenakan seragam sekolahnya. Sepertinya mereka berdua baru pulang sekolah.

“kau tidak sekolah hari ini?” tanya kai padaku. Aku jadi bingung harus menjawab apa, aku segera mencari alasan.

“sebenarnya aku belum mendaftar sekolah,”

“apa? nanti kamu bisa ketinggalan pelajaran lho,” kata kai.

“benar sekolah sekarang sangat sulit, kau juga harus menyesuaikan diri…” nasehat suho sambil menepuk pundakku.

“iya hyung… aku akan menghubungi menejerku supaya mendaftarkanku sekolah,” aku hanya tersenyum sambil mengangguk. Tak lama Kris dan tao datang, kris melirik sinis kearahku. Tiba – tiba aku menjadi sedikit takut. Aku menundukan wajahku dan pura – pura tidak melihatnya.

Kris seperti tidak memperdulikanku, suasana begitu terasa canggung saat ini.

Ternyata hari ini kami semua di pertemukan untuk membahas dorm yang akan kita tempati minggu depan. Aku senang sekali karena bisa tinggal bersama dengan member exo yang lain mulai minggu depan. Aku benar – benar tidak sabar menunggu saat kami akan berbagi kamar, berbagi makanan, cerita, kebahagiaan, dan kesedihan bersama.

 

Hari ini Aku mendatangi menejer kim, aku menceritakan semuanya. Aku bilang kalau kris tau usia ku sebenarnya dan member yang lain curiga kenapa aku belum mendaftar sekolah. Menejer kim tetap menyuruhku untuk tenang dan jangan panik, besok saat pindah ke dorm baru dia akan menyiapkan semuanya. Aku menjadi sedikit lega…

_seminggu kemudian_

Menejer kim memberiku sepasang seragam SMA dan sebuah tas sekolah beserta buku dan alat tulis. Dia menyuruhku memakai seragam itu saat pindah ke dorm baru nanti sore. aku langsung mencoba seragam SMA itu aku jadi teringat 7 tahun yang lalu saat aku masih menjadi seorang siswa SMA aku dulu begitu manis, tampan, dan banyak gadis yang menyukaiku. Ah… masa – masa indah 7 tahun yang lalu. Hahahaha…

Aku melihat ke arah cermin, aku tidak berubah. Bahkan semakin tua aku semakin terlihat semakin muda…

Drrttt… ddrrtt… hp ku bergetar ada yang menelefonku.

“yeoboseyo…”

“luhan ssi… ini aku Joomyeon (suho),”

“iya… kenapa hyung?”

“kau sudah berkemas? Satu jam lagi aku dan beberapa asisten akan ke apartement mu untuk menjemputmu,”

“siap hyung… semua sudah siap!”

“baiklah… jangan ada yang tertinggal ya,”

 

1 jam kemudian

Seseorang mengetuk pintu pintu apartementku. Aku membuka pintu itu suho dengan seorang  asistennya, mereka datang untuk membantu ku membawa barang – barangku ini ke dalam mobil. Suho hyung terlihat kaget saat melihatku memakai seragam sekolah.

“wae hyung? Apa aku aneh…” aku membetulkan kemeja seragamku.

“ani… hanya saja kau pas sekali memakai seragam itu, aku baru pertama kali melihatmu memakai seragam…” kata suho hyung sambil tersenyum.

“hyung dulu juga pernah memakai seragam kan? Joomyeon hyung pasti juga keren,” kata ku sambil mengangkat kedua jempolku.

“tidak juga, kau manis sekali maknae…” katanya kalem. Suho dia terlihat sangat dewasa dan perhatian, meski dia lebih muda dariku dia jauh lebih dewasa dariku. Dia seperti seorang kakak bagiku selama di korea.

Setelah setengah jam perjalanan kami pun sampai di dorm yang baru. Di sana semua sudah berkumpul, termasuk Kris. Dorm baru kami sangat sempit karena hanya ada 3 buah kamar dan masing masing kamar hanya ada 2 ranjang. Semuanya ribut masalah pembagian kamar, aku hanya diam saja menyendiri duduk di sudut ruang tv bersama sehun. DO, Baekhyun, Tao dan Chanyeol terus beradu mulut mereka saling berebut kamar. berisik sekali…

“tidak bisa hyung…! Aku duluan tadi yang di kamar 2!” protes DO.

“kalian tuh gimana sih… kan aku udah bilang dari kemarin kamar itu udah akau pesen dulu. Titik‼” teriak chanyeol kesal.

“bukan gitu kamar 2 udah jadi milik ku! Koperku udah aku kasih sana duluan!” balas baekhyun. Dan mereka terus berdebat seperti tidak ada ujungnya. Kai mendatangi dan sehun sambil menutup telinganya, kai terlihat sangat frustasi. Akhirnya aku, sehun, dan kai hanya menjadi penonton saja dengan sesekali kami tertawa melihat kelakuan mereka yang liar itu terutama Baekhyun dan Chanyeol. Aku sendiri tidak peduli tidur dengan siapa. Semuanya sama saja… 🙂

“sudah~ sudah hentikan‼! Kalian itu kayak anak TK aja!” teriak chen frustasi.

“kita cari solusinya aja… kalian bikin ruangan ini nambah sempit aja…!” kata Lay.

“apa solusinya? Emang ada? Bukannya siapa cepat dia dapat…” tanya chanyeol kesal.

“sudah jangan seperti anak kecil park chanyeol… begini jadi ka nada 3 kamar setiap kamar berisi 4 orang satu ranjang 2 orang. Bagaimana? Dan masalah roomante kita undi saja…” usul dai Suho.

“aku setuju… aku setuju‼‼” seru ku penuh semangat sambil mengangkat tanganku. Semua mata langsung melihat ke arahku.

“kenapa kau langsung setuju begitu saja…” tanya sehun heran.

“emm… sebenarnya kita ini kan akan bergabung dalam satu tim kan? Kita sebagian memang sudah saling mengenal dan akrab jika kita hanya bergaul dengan orang yang sama terus menerus… bukannya kita akan jadi canggung? Dan kita sulit untuk berkomunikasi, mungkin jika roommate di undi kita bisa membuat yang dulunya selalu bermusuhan menjadi teman baik? EXO akan menjadi grup yang sangat kompak…” jelasku pananjang lebar.

“yya‼ maknae kau pintar sekali…!” seru baekhyun sambil mengacak – acak rambutku.

“nah sekarang… apa kalian setuju jika pembagian kamar dan roommate di undi?” tanya suho.

“SETUJU‼!” semua sudah setuju. Kertas undian pun di buat, kami semua mengambil masing masing nomer kamar.

Kamar 1 : suho, lay, chen, dan sehun

Kamar 2 : kai, DO, xiumin, dan tao

Kamar 3 : baekhyun, chanyeol, kris dan luhan

Kami semua segera bergegas masuk ke kamar masing – masing. Aku pun mulai memasuki kamar nomor 3. Meski baekhyun dan chanyeol adalah musuh bebuyutan mereka memutuskan untuk tidur seranjang, dan hal itu membuatku tidur dengan Kris. Kris menatapku dengan tatapan sinis lagi aku hanya menganggukan kepala pelan sambil tersenyum tipis. Sebenarnya aku tidak mau tidur seranjang dengan kris tapi tidak apa – apa yang penting dia tidak membocorkan rahasiaku.

Semuanya tampak sibuk membereskan koper dan barang – barang. Karena barang bawaanku tidak terlalu banyak aku selesai duluan. Sebenarnya dorm ini sangat bagus, luas dan bersih, sebenarnya kuota dorm ini hanya untuk 6 orang tapi kami ada 12 jadi terasa sumpek dan sempit. Sekarang aku hanya tiduran di sofa melihat mereka sibuk dan berlalu lalang di hadapanku.

“maknae~‼ ayo kesini… pemandangan di sini sangat indah!” sehun memanggilku.

“dimana? Kau dimana sehun?” aku berjalan menuju sumber suara.

“sini! Di luar sini di lantai 2!” sehun menajakku ke atap, bintang di langit indah sekali malam ini.

“dongsaeng aa kau tau sekarang ada berapa bintang di langit?” sehun bertanya padaku.

“tak terhingga,” jawabku polos.

“bukan maksudku yang terlihat sekarang!” aku segera menghitung satu per satu bintang yg terlihat.

“1… 2… 3………8… 9…… 12. Ada 12 bintang! Terus…?”

“Kita kan ada 12 suatu saat nanti kita pasti akan menjadi bintang!”

“ah… kau benar! Dan oh sehun pasti menjadi bintang yang itu! Yang paling bersinar dan tampan!” kataku sambil mengacak – acak rambutnya gemas. Sehun aa kau namja termanis dan terpolos yang pernah kutemui, kau juga baik dan lucu. Kepolosanmu sebagai maknae tidak bisa ditutupi, mungkin sekarang aku adalah maknae… tapi hanya maknae palsu yang berpura pura polos. Aku sudah menganggap mu sebagai adik kandungku sendiri. Tiba – tiba Kris menghampiri kami berdua.

“sehun kau di panggil suho kopermu belum bereskan?” kata Kris sambil melipat kedua tangannya.

“oh… iya! Luhan aku duluan ya!”  sehun meninggalkanku, kini Kris mendekatiku aku jadi sedikit takut apa yang akan dia lakukan padaku? Tubuhnya yang tinggi itu semakin mendekat padaku. Aku hanya bisa mundur perlahan.

“appaaa yang akan kau lakukan padaku?” tanyaku dengan wajah ketakutan. Ekspresinya sangat datar dan dingin, aku bingung apa yang harus ku lakukan.

“wufann… kumohon!” aku pun bersujud di kakinya.

“sebelumnya~ aku mau bilang terimakasih‼‼ Kris! Kau baik seperti malaikat~ terimakasih kau masih menjaga rahasiaku sampai detik ini…… aku sangat berterimakasih…” kataku dalam bahasa mandarin.

Kris mematung dia diam tanpa ekspresi, tak berapa lama kemudian. Dia tertawa. Apanya yang lucu… ini pertama kalinya aku melihat orang sedingin Kris tertawa seperti ini. Aku bingung aku berdiri sambil menggaruk kepalaku.

“kenapa ada orang sebodoh dirimu~!”

“bodoh? Apa maksudmu!”

“kalau ku beri tahu mereka aku juga tidak punya bukti…” dia pergi meninggalkanku. Ah… dia cool sekali…

“jadi… jadiii… kau tidak akan member tahu semuanya?” dia hanya melambaikan tangannya. Aku hanya membungkukkan badanku berulangkali sambil mengucapkan terima kasih.

To be continue

///

Preview next part

Baekhyun dan chanyeol terus berperang, kamar ini menjadi sangat ribut. Mereka tendang – tendangan dan saling melempar bantal. Tapi kris sama sekali tidak memperdulikannya……

“kau jangan senang dulu…” bisik kris di telingaku, kenapa dia… kris membuatku fustasi lagi…

 

Untuk merayakan syukuran dorm baru pihak SMent member kami liburan berupa hiking dan camping. Katanya dengan kegiatan ini kerjasama kami makin di uji dan kami akan jadi akrab satu sama lain.

“sehunnie… kita dimana? Apa maksud peta ini?”

“coba aku lihat… maknae? Kau tidak bisa membaca hangul? Kau salah mengambil peta…”

“hah bagaimana ini???”

///

Hehehehe… 😀

Part kemaren ada yg nanya kok umur luhan 23 iya aslinya luhan masih 21 tahun tapi aku jadiin 23 tahun. Trus apa luhan di kira 15 tahun beneran itu juga hanya sekedar imajinasi author samata. Hehehe 😀 yg udah baca RCL ya… gomawo…

39 responses to “Baby Face, Luhan part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s