When It Rains

title: When It Rains

author: lightless_star

length: ficlet

Cast:

  • Nam Woohyun (INFINITE)
  • Han Rihyo (OC)

genre: fluff, hurt. (honestly, idk what genre this is)

rated: general

When It Rains

-lightless_star-

xxx

DISCLAIMER: The cast (except OC) is not mine. i only own the plot. this just a fiction, so it doesnt happen to the character in their real life.  


“Apa itu kau, Woohyun-sshi?” suara lembut gadis itu bertanya padaku saat tanganku menyentuh pundaknya. Kemudian ia kembali diam sambil menghadap kearah jendela yang dibasahi titik hujan yang perlahan turun.

“Ne, Rihyo-sshi. Ini aku. Bagaimana kau bisa tahu?”

Jendela itu sedikit terbuka, membiarkan dingin udara luar menelusup pelan ke kulitku. Aku mendesis karena dingin, namun sepertinya Rihyo tak tampak kedinginan sama sekali.

“Entahlah. Hanya menebak,” ucapnya sambil tersenyum. Aku tertawa kecil. Senyumannya manis sekali, namun sayang ia sendiri bahkan tak bisa melihatnya.

“Aku senang kalau kau yang menemaniku, Woohyun-sshi,” lanjutnya. Ia tersenyum sekali lagi. Ada sedikit rasa sakit dihatiku saat melihatnya. Namun aku hanya tertawa kecil.

Aku menatap keluar jendela. Hujan masih terus turun membasahi bumi. Titik-titik airnya membentuk butiran-butiran kecil di jendela. Rerumputan rumah sakit ikut basah karenanya, namun suasana itu selalu mampu menelusupkan tenang dalam hatiku.

“Woohyun-sshi, diluar sedang hujan, ya?” tanyanya lagi.

“Ya. makanya kita tidak bisa jalan-jalan keluar,” ucapku. Jelas saja, bagaimana jika seragam rumah sakit yang aku kenakan basah nanti?

“Woohyun-sshi, apa kau suka hujan?” tanyanya. Aku lalu mengangguk. Seakan ia bisa melihatnya.

“Ya. Aku suka hujan. Rasanya menyenangkan bersentuhan dengan titik-titik air yang jatuh perlahan dari langit itu. Bagaimana denganmu, Rihyo-sshi?”

Gadis itu mengulum bibir, lalu menundukkan kepala.

“Aku juga suka. Suara gemerisik rintik-rintiknya serta bau tanah basah itu selalu bisa membuatku tenang—–“ ucapnya. Ia lalu terhenti sejenak.

“—-walau aku belum pernah melihatnya,” lanjut Rihyo. Sinar mata indahnya yang selalu kosong itu tampak sedih.

“Kau akan dapat melihatnya sebentar lagi, hm?”

Ia mengangguk senang,”Woohyun-sshi, rasanya berdiri ditengah hujan itu seperti apa, ya?”

“Menyenangkan sekali. Tapi siap-siap saja bajumu jadi basah semua. Ahaha,” ucapku. Berusaha membuatnya tertawa.

“Apa tidak sakit?” ujarnya polos, membuatku tertawa kecil.

“Tidak, Rihyo-sshi. Rasanya cuma seperti berada di bawah shower,” kataku, kali ini ia tertawa.

“Itu artinya kau juga selalu senang saat berada dibawah shower, Woohyun-sshi?” ujarnya, derai tawanya belum berhenti. Aku tak menjawab, ikut tertawa bersamanya.

“Aku ingin merasakannya. Terlahir sebagai orang buta memang tidak enak, ya. Aku salah apa sih sampai Tuhan menghukumku begini?” ada keputusasaan dalam suaranya. Keputusasaan yang aku tidak suka.

“Jangan bilang begitu, aku tidak suka,” ucapku tegas. Ia hanya diam, lalu menundukkan kepalanya lagi.

Rintik-rintik hujan masih mengalun lembut ditelingaku. Aku bisa melihat keluarga pasien sedang berlari tergesa dikoridor rumah sakit dengan baju yang basah kuyup. Sementara, dihalaman rumah sakit aku dapat melihat bunga bougenville ungu itu tertunduk layu karena hujan.

“Operasimu akan berlangsung minggu depan. Kau bisa melihat semuanya sebentar lagi,” lanjutku.

“Apa yang pertama kali ingin kau lihat, Rihyo-sshi?” tanyaku. Suaraku melembut. Seulas senyum terkembang di bibir gadis manis itu.

“Wajah Woohyun-sshi. Aku ingin melihat wajahmu.”

Aku tersentak. Namun, ia mungkin tak tahu. Ia tak melihat ekspresi wajahku sekarang seperti apa.

“Aku yakin Woohyun-sshi pasti orang yang tampan,” raut wajahnya tampak malu-malu saat ia memujiku. Manis sekali.

“Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?” tanyaku.

“Entahlah. Intuisi orang buta? Ahaha,” ucapnya asal.

“Kau itu orang yang baik, Woohyun-sshi. Kau orang yang lembut dan manis. Kau selalu bisa membuatku senang saat berada didekatmu,” ucapnya dengan nada suara yang lembut sekali.

Aku mengusap rambutnya lembut, lalu mencium pucuk kepalanya dengan sayang.

“Aku menyayangimu,” ucapku. Ia kemudian menggenggam tanganku erat.

“Harus kau katakan berapa kali, Woohyun-sshi? Aku juga menyayangimu.”

“Aku tak tahu kenapa kau mau dengan gadis buta sepertiku,” ucapnya lagi. Aku terdiam.

Aku sendiri tak tahu kenapa tertarik padanya. Kami hanya bertemu dirumah sakit, sebagai pasien dan perawatnya. Perasaan itu entah muncul darimana, aku tak tahu. Aku bahkan tak ingat sejak kapan aku selalu terjebak dimatanya yang bahkan tak bisa melihat itu, entah sejak kapan aku merasa aneh saat berada disamping sosok itu.

Sekalipun matanya buta, tapi hatinya tidak. Ia orang yang tulus sekali. Ketulusan yang belum pernah aku dapatkan dari gadis-gadis yang pernah menjalin hubungan denganku sebelum ini. Hal yang membuatku semakin menyayanginya.

Lagipula, sebentar lagi ia akan bisa melihat dunia. Mata indahnya itu akan bisa melihatku, dengan binarnya yang cerah. Tidak selalu kosong seperti yang aku lihat saat ini.

“Lalu saat aku bisa sudah keluar dari rumah sakit ini nanti, aku ingin bisa berdiri dibawah hujan bersama Woohyun-sshi,” katanya. Aku mengeratkan genggaman pada tangannya.

Setelah itu tak ada yang berbicara lagi.

Yang ada hanya sunyi yang menenangkan, ditemani rintik hujan yang masih riuh rendah diluar sana.

Dan sekali lagi, aku tersenyum.

-fin-

Advertisements

17 responses to “When It Rains

  1. Hah? Kok FIN? Ngegantung sekalee ini endingnya. Masih butuh penyelesaian ini ff menurutku thor 🙂

  2. Sebenernya kalo dilanjutin pasti bagus banget cerita. Pendek banget cerita thor. Tapi bagus kok ↖(^▽^)↗

  3. NAMUUUUUUUU!!!! Hahahaha… selalu kegirangan kalo ff dengan cast namu… LOL

    ceritanya manis… betapa perhatiannya seorang namu disini… yahh… walo agk out of character sih dia disini ya… kan biasanya dia gombal mulu… *ditendang namu* kkk~~~ XD

    overall… skali lagi ceritanya manis bgt, ga ad niat buat di lanjutin kah? hoho… 😀

    • INFINITE’s greasy tree =)))

      ng.. iya ya rada OOC :”| ntar saya perbaiki deh. kalo bikin panjang enakan karakterisasinya. ._.a #ngek
      dia ga bisa berhenti ngegombalin semua fans-nya padahal udah punya istri -_-a #siapa #maksudterselubung #bakarsajasaya

      ini bakal dikembangin jadi oneshot/twoshoot, kok 😀 karna reader yang baca banyak yang minta begitu di comment 🙂
      pasti saya remake ntarnya ehehe. thanks for read and comment o/

  4. Woohyuu~nn (^ ^) satu dari beberapa bias-ku di Infinite :* #plak!!gakadaygnanya
    Ho-oh!! biasanya ngegombal mulu .. N gak lupa LOVE SIGN-nya 🙂 nyahahahahahaha.. author ceritanya agak ngegantung ya.. 😦
    lanjut ya author #puppyeyes

    • aku juga woohyun biased~ XD #gaadayangnanyalagi

      love sign-nya dan.. ng..infamous flower pose nya -_-a #ngek

      pasti dilanjutin, tunggu aja ya~
      thanks for read and comment 🙂

  5. annyeong saengi 😀
    ini ffmu yang pertama aku baca ya? hehehehe
    aku suka penggunaan kata-katanya >.<
    sastra bangett huweee
    puitis tapi masih ringan jadi ga terlalu formal

    endingnya masih gantung,cuma aku suka
    ending gantung malah lebih keren walaupun bikin penasaran
    hahahaha *abaikan orang aneh ini

    Gomawo ^^

  6. -fin- ? <—— apa maksudnya ini ?
    oneshootnya dong …

    gaenak kalo gantung gini ..
    yayya 😀
    apalagi castnya woohyunnie ~.~
    gaenak kalo gantung juga ..
    ganteng ganteng gitu digantungi (?)

    uwaaah ..
    pengen tau deh , gmn si cewek + woohyunnya …

  7. rencananya mau dikembangin jd oneshoot?
    asiiikk XD
    ditunggu ya, ditunggu! lagi kena demam woohyun soalnya~
    khekhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s