mwoya ? my husband is a vampire ? part 1/?

Main cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, choi Siwon, hanGeng, Kim Heechul, leeteuk, Henry lau dst.

Genre : mystery, romance. AU

Rating : PG 16

kyu vampire

–HAPPY READING–

Aku membaca hurup demi hurup, kata demi kata, kalimat demi kalimat di kertas berwarna coklat yang sedang kupegang, aku masih tidak percaya dengan apa yang tertulis disana, kubaca lagi isi dalam kertas itu sekali lagi namun tak ada yang berubah. Isinya tetap sama.

“ aissshhh Kenapa dia menyulitkanku seperti ini !! “ bantakku kasar pada Dennis yang sedang berdiri di belakangku.

“ sebenarnya surat itu sudah ditulis lama sekali nona, pada saat itu ada seorang peramal dari Venice mengabarkan bahwa tuan Hero, kakek anda baru akan mempunyai keturunan wanita di abad 21 dan keturunannyalah yang harus menjalankan wasiat ini “ jelasnya dan makin membuatku marah.

“ Kau tahu kan kalau aku kurang begitu suka dengan mahluk-mahluk semacam itu !!” bentakku lagi. Dia menunduk “ tapi anda tetap tidak punya pilihan Nona perjanjian itu ditulis dengan menggunakan darah sebagai jaminannya, dan jika anda menolak. Nona tau apa akibatnya “

Aku mendengus kesal pada Dennis “ Cih !! baiklah. Aku akan menerima perjanjian itu “ kata-kata yang tak ingin kuucapkan pun akhirnya keluar juga.

Tak pernah kusangka hidupku seperti ini, kakekku hero menjodohkanku dengan seorang dari keturunan yang bukan manusia, entah apa jenisnya aku belum mengetahuinya.kalau saja perjanjian itu tidak melibatkan orang-orang sekitarku, aku akan dengan senang hati menolaknya.

_@@_

“ Jiyoo-ya kenapa kau melamun?? “ ujar Hyun na temanku. Aku menggeleng “ ani.. aku hanya sedang ada fikiran saja “ kataku. Dia mengernyitkan alisnya “ memang apa yang sedang kau fikirkan ? mungkin aku bisa membantumu “ tawarnya.

Aku tersenyum simpul mendengar tawaran teman baikku ini “ tidak na-ya, hanya masalah sepele kok “ dia tersenyum. “ Baguslah kalau hanya masalah sepele, oh iya pulang sekolah nanti aku ke rumahmu ya. Di rumahku sedang tidak ada siapa-siapa “ ucapnya membuatku teringat akan sesuatu yang kulupakan.

Hari ini adalah hari dimana aku harus pergi ke rumah CALON suamiku dan tinggal disana, aku belum menyiapkan alasan pada Hyun na kalau tiba-tiba saja aku pindah dari rumahku. Otthe?

“ Mianhae Na-ya rumahku sedang direnovasi jadi untuk sementara kau tidak bisa main ke rumahku “ ucapku berbohong padanya. “ ah gwenchana jiyoo-a lain kali kalau rumahmu sudah selesai di renovasi aku bisa main lagi “ ucapnya membuatku menghembuskan nafas lega.

Aku berkemas di kamarku, memasukkan barang-barang yang kuanggap penting untuk kubawa. tempat tinggal CALON suamiku itu sepertinya agak jauh dari perkotaan . aku benar-benar mengutuk Hero. Dia selalu saja menyulitkan keluargaku, tak bisakah dia tidak mengganggu kehidupanku. Dan sekarang kemana dia pergi?!. Cih

Aku sudah sampai di depan sebuah rumah, err mungkin lebih cocok kupanggil kastil sepertinya. Bangunanya bergaya Eropa jaman pertengahan, dan sekitar rumah itu juga .dilingkupi oleh pepohonan. Aku menurunkan 2 koper besar dari bagasi mobilku. Saat hendak memencet bel tiba-tiba pintu gerbangnya terbuka begitu saja dan sejenak membuatku kaget.

Terang saja seperti itu, aku tahu disekitar rumah ini terdapat banyak sihir atau ilmu semacamnya yang bisa melakukan hal-hal gaib. Aku berjalan menuju pintu utama sambil menyeret 2 koper besarku.

Sama seperti gerbang tadi, pintu inipun terbuka secara otomatis, namun sekarang ada seseorang yang sepertinya menungguku di belakang pintu itu.

Seorang lelaki bertubuh tinggi, berkulit pucat dan berambut perak mengulurkan tangannya dan membawakan koperku serta menuntunku ke ruang tengah.

“ mereka sudah menunggu anda Nona “ ucapnya datar. Aku mengangguk meski ia tak melihatnya. Akhirnya aku sampai di sebuah ruangan disana sudah ada beberapa orang yang menunggu–mungkin–.

Mereka memasang wajah datar melihatku dan sepertinya sedikit terpaku melihatku. Aku berusaha untuk tak terlihat gugup maupun takut saat melihat tatapan mereka.

Salah seorang dari mereka menghampiriku dan apa yang dia lakukan sepertinya sedikit tidak pantas. Dia mengendus bau tubuhku seperti anjing, membuatku menjauhkan tubuhku darinya.

“ Hyung, dia benar-benar hanya manusia? “ tanyanya pada 3 lelaki lain yang masih duduk di Sofa.

“ sepertinya begitu, dari sini bisa kupastikan kalau dia hanya seorang manusia “ ucap salah satu dari mereka lagi. Pernyataannya itu membuatku tertawa menang dalam hati, tak sia-sia aku belajar menghilangkan bau tubuhku.

Aku benar-benar risi ditatap begitu oleh mereka hingga kuberanikan membuka mulutku “ Bisa kalian jelaskan kalian mahluk apa? dan siapa yang akan jadi suamiku ?” tanyaku bertubi-tubi.

Mereka saling menoleh dan salah satu dari mereka yang postur tubuhnya lebih tinggi sepertinya dari yang lainnya mempersilakanku duduk.

“ akan kujelaskan, tapi duduklah dulu “ ucapnya. Ternyata bisa sopan juga.

“ Kami adalah bangsa Vampire.. “ ucapannya baru sampai sana nafasku sudah tercekat

“ Va-Vampire?? “ tanyaku memastikan.

Dia mengangguk “ Nde.. kami adalah keluarga vampire Vlad III..” perkataanya tadi membuatku berteriak reflex “ bu-bukankah vampire Vlad III adalah Vampire kesatria yang suka menyate orang…” teriakku sedikit takut.

“ Yak !!! dengarkan dulu penjelasan Siwon. Kalau sudah selesai kau boleh Protes “ ucap seseorang yang memiliki rambut merah memarahiku sambil menggendong kucing abu-abunya. Membuatku mengkeret patuh.

“ Hyung sudahlah, “ ucap Siwon itu ,menenangkannya.

“ Vlad III yang sekarang berbeda dengan Vlad III zaman dulu nona, jadi jangan khawatir, kami tidak akan menjadikanmu sate “ ucapnya terkekeh.

“ Lalu, yang akan menjadi calon suamimu, ah.. sebentar lagi mereka sampai “ ucapnya.

Tunggu ! mereka.? Bukankah kata itu diungkapkan untuk menyatakan lebih dari satu orang?

“ Mereka?? “ tanyaku ragu. Belum ada yang menjawab pertanyaanku karean tiba-tiba sesuatu seperti pusaran angin menerobos masuk kastil ini.

Dan munculah 2 sosok orang, ke2nya menggunakan pakaian serba hitam “ Mereka ber2 lah calon Suamimu “ ucap orang yang dipanggil Siwon itu.

Kepalaku mendadak pusing, entah kenapa. Salah satu dari ke 2 orang itu menghampiriku.

“ Aiden Lee, tapi disini sepertinya kau lebih baik memanggilku Donghae “ ucapnya menarik tanganku dan menciumnya lembut. Rasa sakit itu akhirnya menghilang.

Seorang lagi yang datang bersama Donghae menghampiriku dengan wajah angkuhnya, berbeda dengan Donghae yang tersenyum tadi. Dia menyeringai “ benar-benar hanya manusia “ ucapnya menyingkirkan donghae yang ada di hadapanku. Dia memegang daguku dan sentuhannya benar-benar membuat jiwa lain dari diriku sepertinya ingin keluar.

Author pov

“ Benar-benar hanya manusia “ ucap seorang lelaki yang bersama Donghae tadi. Dia memegang dagu Jiyoo dan mencium dagunya itu “ Namaku marcus, panggil saja aku Kyuhyun kalau di Korea “ ucapnya dengan nada angkuh sambil melepaskan dagu Jiyoo.

Jiyoo terdiam dan tidak mengedipkan matanya, sampai saat Donghae menghampirinya lagi dan membuat Jiyoo kembali tersadar “ Kami berdua adalah tunanganmu “ ucapnya.

“ Ber-dua? “ gagapnya.

Casey atau lebih sering dipanggil Chullie nyeletuk tiba-tiba “ Tentu saja suamimu hanya satu, kau serakah sekali sih.” Celetuknya dan sepertinya benar-benar membuat Jiyoo kesal.

“ padahal aku inginnya tidak keduanya, apalagi yang bernama Kyuhyun itu “ pikir Jiyoo.

“ Kyu Hyung, dia bilang dia tidak sudi menjadi istrimu “ celetuk Henry dan membuat Jiyoo membelalakan matanya kaget.

Donghae berbisik di telinga Jiyoo “ jangan memikirkan hal yang macam-macam saat henry ada di sekitarmu, dia bisa membaca fikiran manusia “ Sekali lagi Jiyoo membelalakan matanya, kali ini sambil membulatkan mulutnya.

Kyuhyun mendengus kesal, sedangkan Donghae tertawa kecil dan menatap Jiyoo dengan mata birunya.

Jiyoo memijat pelipisnya pelan, siwon yag menyadari hal itu bicara pada semua vampire yang ada disana “ sepertinya calon adik ipar kita lelah.. pergilah ke kamarmu “ ucap siwon.

“ tapi dimana kamarku?? “ Tanya Jiyoo.

“ hari ini kau tidur di kamar Donghae hyung, dan besok di kamar Kyuhyun hyung,lusa di kamar Donghae hyung lagi dan lusanya lagi di kamar Kyuhyun hyung dan begitu seterusnya” celoteh henry.

Jiyoo mendadak pingsan tak sadarkan diri entah karena shock atau karena hal lain.

_@@_

Sulit sekali membuka mataku, rasanya berat sekali. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini. Bukan kamarku. Ah tentu saja, aku kan baru pindah ke rumah vampire-vampire aneh itu.

“ Sudah bangun..” ucap seseorang. Kulihat Donghae menghampiri tempat yang sedang kutiduri dengan membawa secangkir minuman, entah apa itu.

“ minumlah, menurut hangeng, ini bisa membuat manusia sepertimu menjadi lebih segar “ ucapnya.

Aku mengambil cangkir itu ragu,namun senyuman vampire yang ia keluarkan meyakinkanku kalau ia tidak menyimpan apapun yang berbahaya pada minuman ini. Aku meminumnya sedikit dan meletakannnya di buffet kecil disamping tempat tidur ini.

“ aku kira vampire tidak tidur.. kenapa bisa punya ranjang ?“ tanyaku babo. Dia tersenyum dan mengacak rambutku pelan “ kami memang tidak tidur, ini hanya sebagai formalitas saja .“

Aku terdiam memikirkan kenapa aku pingsan tadi, jujur bukan karena Shock, tapi entah kenapa dia-diriku yang lain dalam tubuhku-seperti ingin menerobos ke luar.

“ kau masih sekolah?? “ tanyanya. Aku mengangguk “ err setahuku vampire itu meminum darah manusia kan? “ entah kenapa pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulutku.

“ tentu saja.. “ ucapnya santai. “ tapi klan kami sudah lama hidup berdampingan dengan manusia, jadi kami bisa mengendalikan diri kami. Dan satu-satunya orang yang masih labil akan hal itu adalah Kyuhyun, dia masih belum bisa menahan hasratnya untuk tidak minum darah” lanjutnya.

“Oh begitukah? Err..sepertinya aku harus berhati-hati pada kyuhyun-sshi”ucapku pelan.

Aku masih bertanya-tanya, kenapa donghae itu tidak terlihat seperti vampire, dimataku dia lebih mirip seperti malaikat. Dan sampai saat ini aku masih memikirkan bagaimana hidupku bersama mereka.

Tangan dinginnya memegang lenganku membuatku terkesiap karena suhu tubuhnya yang dingin. Dia menciumi tanganku, jari-jarinya dan terus naik menciumi lenganku. Aku menarik tanganku “ apa yang mau kau lakukan Donghae-sshi?? “ tanyaku takut. Dia tersenyum penuh arti.

Sekarang dia duduk di pinggir ranjang dan wajahnya mendekati wajahku. “ ma-mau apa kau? “ tanyaku tergagap. Dia menghiraukanku dan bibirnya yang dingin menyapu bibirku. Mataku membelalak lebar, sedikit takut kalau dia mengeluarkan taringnya saat menciumku, namun sentuhan lembut bibirnya membuatku mau tak mau memejamkan mataku meskipun belum membalas ciumannya.

Donghae menciumku makin kuat dan dalam, membuatku mendesah. Dia menggigit bibirku dan membuatku mau tak mau membuka mulutku, lidahnya menyusuri setiap rongga mulutku, kali ini aku membalas ciuman panasnya, kukalungkan lenganku di lehernya yang ternyata dingin juga. Dia memegang tengkukku mambuat ciuman kami makin dalam. Nafasku sepertinya mau habis, kudorong tubuhnya ssedikit menjauh dariku. dadaku naik turun mengambil nafas, rasanaya ciuman tadi membuatku lupa cara bernafas.

“ Mianhe aku lupa kalau kau seorang manusia yang membutuhkan oksigen, “sesalnya. Aku heran dengan vampire ini, dia perhatian sekali sih, biasanya yang namanya vampire itu kejam.

Aku mengangguk malu “ tidurlah lagi, manusia sepertimu masih harus sekolah. Dan kau tidak boleh terlambat ke sekolah besok “ ucapnya membelai pipiku lembut.

Seumur hidupku aku belum pernah pacaran apalagi sampai berciuman, tapi kenapa tadi aku meraasa sangat mahir sekali berciuman dengannya.

_@@_

Aku turun dari kamarku-kamar donghae- dengan perasaan masih asing berada di lingkungan rumah ini. Henry yang ku tahu adalah vampire yang usianya paling muda diantara mereka berteriak kearahku. “ Jiyoo-ya kemari !! cepatlah !” desaknya. Aku menurut dan berjalan mendekatinya.

“ OMO !! ke-kenapa kau memakai seragam sekolah yang sama denganku?” tanyaku tergagap melihat dirinya yang sudah rapi dengan seragam yang sama denganku. Henry tidak menghiraukan ucapanku dan menarikku ke ruang tamu. Disana kulihat mereka telah duduk di kursinya masing-masing.

“ Henry akan bersekolah di sekolahmu “ ucap siwon santai. “ MWO? Tapi kan henry itu vampire “ ucapku. Henry yang mendengarku mengatakan hal itu hanya manyun “ vampire kan juga butuh belajar Jiyoo-ya.” Ucapnya dengan tingkah seperti anak kecil. Baru kutahu kalau ternyata ada juga vampire yang manja seperti itu.

Aku dan henry berangkat bersama diantar oleh HanGeng dan Chullie, saat sampai di sekolahku aku masuk duluan karena tak mau bersama dengan mereka.

Aku melihat pandangan kagum orang-orang terutama gadis-gadis di sekolahku saat heechul, hanGeng dan Henry berjalan melewati lorong menuju sekolahku. Terang saja begitu, penampilan mereka sedikit tidak wajar. Ketiganya yang memang berwajah pucat ditambah hangeng yang berambut perak, heechul yang berambut merah dan henry yang berambut cokelat serta wajah mereka yang terkesan oriental. Membuat yeoja-yeoja itu berteriak histeris, untung saja aku tadi memutuska untuk tidak masuk bersama mereka.

Henry ternyata sekelas denganku dan bahkan dia duduk disebelahku. “ ya kenapa kau duduk disampingku Henry “ bisikku pelan dia hanya tersenyum gaje. Vampire aneh.

“ untuk mengawasimu, takut-takut kau selingkuh dari Donghae dan Kyuhyun hyung “ ucapnya membuatku melotot kearahnya.” Sialan … “ batinku.

“ Aku dengar itu..” ucapnya. Aku lupa kalau anak ini bisa membaca fikiran orang lain.

“ maka dari itu kau harus berhati-hati dan menurut pada kami jiyoo-ya “ ucapnya lagi membuatku ingin menendangnya ke sungai styx biar tenggelam disana.

Henry terus mengikutiku kemanapun aku pergi saat di sekolah, dan itu membuatku risih apalagi melihat tatapan yeoja lain yang sepertinya iri padaku.

Hyun na menghampiriku dengan dua buah jus di tangannya “ jiyoo-ya aku membawakan jus jambu kesukaanmu..” ucapnya sepertinya belum sadar kalau ada Henry disampingku.

“ kau murid baru itu kan? “ tanyanya setelah menyadari ada henry. Henry tak menjawabnya sampai aku menginjak kakinya agar membalas pertanyaan teman baiku itu.

Dia mengangguk sambil mendelik tajam ke arahku. “ Choi Hyun na imnida..” ucap Hyun na mengulurkan tangannya pada henry. Sekilas kulihat mata Henry berubah menjadi merah.

“ Henry…”

“ kalian dekat sekali jiyoo, apa dia temanmu sebelumnya ?” tanyanya. Aku memikirkan apa yang harus kukatakan padanya.

“ kami saudara jauh..” ucap Henry. Aku menoleh kearahnya dan tatapan matanya masih menatap Hyun na dengan tatapan yang aku yakin itu adalah tatapan tertarik.

“ oh..”

Aku dan Henry ada di halte bus terdekat menunggu seseorang diantara vampire-vampire itu menjemput kami, maklum saja tempat itu kan tidak terlewati oleh kendaraan umum. Dan datanglah sebuah audy hitam berhenti tepat di depanku. Seseorang dari dalam mobil membuka kaca mobil dan melongokan kepalanya keluar “ masuklah, aku tak mau keluar di siang hari lama-lama “ ucapnya. Deg.. perasaan itu lagi kenapa saat dia di dekatku rasanya aku merasakan sesuatu yang dulu juga pernah kurasakan.

Aku dan Henry masuk ke mobil itu, aku ingin duduk di kursi belakang, tapi Kyuhyun menahan tangaku dan menyuruhku duduk disampingnya.

Aku jadi teringat sesuatu tentang henry yang ingin kutanyanyakan dari tadi. “ Henry-sshi kenapa matamu berubah merah saat kau tadi melihat Hyun na ?“ selidikku. Dia sedikit terkejut mendengar pertanyaanku “ er.. itu..”

“ dia menyukainya..” celetuk Kyuhyun. “ jinjja?! Ya jangan kau dekati Hyun na,” ucapku sengit.

“ Terserah aku donk, lagipula dia juga tak menolak untuk kudekati…” ucapnya santai.

“ tapi aku tidak mau terjadi sesuatu padanya “

“ memangnya aku akan melakukan apa? Aku kan minum darah hanya sebulan sekali “

“ Aku tidak mau dia terlibat dengan apapun yang berhubungan dengan vampire “ ucapku

Jiyoo pov

Huh repot sekali tiap hari harus tidur di tempat yang berbeda. Hari ini adalah hari aku untuk tidur di kamar Kyuhyun, yassshh diakan angkuh dan wajahnya juga terlihat mesum, mengerikan.

Aku membuka baju seragamku di dalam kamar itu dan saat aku hendak membuka rokku, seseorang berbicara dengan nada angkuh “ ternyata kau memang tidak seksi “ ucapnya. Mendengarnya aku reflex menutupi tubuh bagian atasku yang hanya mengenakan bra saja.

“ yak ! berbalik. Kenapa kau ada disini? “ teriakku. Tapi dia seakan menghiraukanku dan malah berjalan mendekat kearahku. “ hei ini kamarku, kau ingat?” tanyanya dengan seringaian setan.

“ tapi aku sedang ganti baju…” rengekku kesal. Tapi tiba-tiba dia sudah berada di belakangku dan memeluk tubuhku seenak jidatnya.

Aku lupa kalau ia vampire yang memiliki kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Dia mengeratkan pelukannya di pinggangku. Suhu tubuhku tiba-tiba berubah drastic menjadi sangat dingin

“ cih apa yang kau lakukan huh??” ucapku melihatnya mencoba menjilati leherku dengan lidahnya.

“ memangnya apa lagi..” ucapnya membuatku memanas, bukan karena malu atau apa, tapi karena aku sudah bersiap akan menendangnya.

“ Kau juga berciuman dengan Donghae, kenapa tidak denganku? “ ucapnya masih memelukku. Aku melepaskan pegangan tanganya di pinggangku cepat dengan kekuatan yang kumiliki.

“ Jangan macam-macam padaku..” ucapku sengit. Dia menyeringai “ Cih, aku akan membuatmu memilihku Nona “ ucapnya sambil melepaskan pelukanya dari pinggangku.

Dia keluar dari kamar ini secepat kilat, yah dengan kekuatan vampirenya ia bisa pergi kemanapun secepat kilat.

_@@_

Malam ini aku tidak bisa tidur, mungkin karena belum terbiasa dengan semua ini, sepi sekali. Mungkin yang lain sedah tertidur, eh aniya vampire kan tidak tidur. Kuputuskan untuk berjalan-jalan mengitari rumah yang lebih mirip disebut kastil ini.

Aku duduk di taman belakang yang menghadap pepohonan lebat, aku tidak takut melihat pemandangan ini, hanya saja aku takut berada sendirian di tempat yang belum kukenali ini.

“ sedang apa kau disini? “ Tanya sebuah suara. Aku menoleh tapi tidak ada siapapun. Saat aku membalikan pandanganku kembali, ternyata Donghae sudah duduk disampingku dengan pakaian serba hitam seperti biasanya.

“ ani.. aku hanya sedang merenung saja “ ucapku tanpa menatap langit mengalihka perhatianku darinya. Kurasakan tangannya menyentuh bahuku lembut.

“ Apa kau terbebani dengan semua hal yang terjadi padamu sekarang?” ucapnya, aku mengangguk. “ Kau ini vampire Donghae-sshi, kenapa hatimu peka sekali seperti manusia? .“dia tersenyum kecil mendengar ucapanku.

“ Karena aku suka manusia, kadang aku berharap bisa menjadi manusia “ ucapnya membuatku kaget. “ Jeongmal kau punya fikiran seperti itu?”

Dia mengangguk lagi

Dia tidak membalas perkataanku dan meraih tubuhku ke dalam pelukannya membuatku sedikit terkejut. “ er- apa yang kau lakukan?” tanyaku tergagap. Dia mencium bibirku aku sadar, tapi aku tak mau membalas ciumannya itu. Aku takut terhanyut oleh semua perasaan ini.

Seseorang meraih tubuh Donghae menjauh dariku, kyuhyun menatapku dan Donghae dengan seringaian khasnya “ Donghae.. hari ini giliranku “ ucapnya dan secepat kilat menarikku. Hingga saat ini aku sudah ada di kamarnya lagi.

“ Yak ! kenapa menarikku kasar hah!” marahku langsung. Dia tidak menggubrisku dan dengan angkuhnya duduk di jendela yang menghadap langsung kearah hutan, namun tiba-tiba dia mengerang, dan erangannya makin lama makin keras membuatku terkejut.

“Kyuhyun-sshi, kau kenapa?” tanyaku melihatnya yang terduduk sambil mencengkram kepalanya. “ Menjauh dariku…” teriaknya.

Tapi kenapa? Kenapa dia berkata seperti itu? Apa maksudnya dia ? aku menghiraukan ucapannya dan entah kenapa aku malah menghampirinya yang masih mencengkram rambutnya itu.

“KUBILANG MENJAUH DARKU !!”teriaknya lagi. Kulihat matanya berubah merah, aku tahu apa tandanya itu, dia menjadi vampire seutuhnya. Matanya menatapku tajam begitu menusuk. Aku melangkahkan mundur kakiku menjauh darinya.

Aku pernah melihat pemandangan ini sebelumnya, saat Hero kakekku menampakan mata merahnya. Dan itu tandanya ia harus segera meminum darah.

Dia secepat kilat ada di hadapanku dan mencengkram bahuku kuat, reflek aku berteriak kencang meminta bantuan.

Kudengar suara pintu terbuka kasar, Siwon oppa dan Hankyung oppa telah berdiri disana, han oppa menarik Kerah baju Kyuhyun menjauh dariku dan Siwon segera menariku.

Han oppa membawa kyuhyun ke ruang tengah, aku mengikutinya bersama siwon oppa. Han oppa memberikan sebotol minuman yang entah apa karena botol itu berwarnya gelap sehingga tak memantulkan apa yang ada di dalamnya.

Kyuhyun meminumnya dan setelahnya aku tahu kalau yang diminumnya itu adalah DARAH. Lututku lemas seketika melihatnya meneguk darah dalam botol itu. Sudah lama sekali aku tak melihat pemandangan ini. Kulihat matanya sudah tidak berwarna merah lagi.

Aku berlari menuju kamarku—kamar kyuhyun—mengurung diri disana, entah mengapa aku sangat terkejut melihat pemandangan tadi, padahal ini bukan yang pertama kalinya.

_TBC_

Ini ff saya bikin Cuma 2 jam jadi mian kalau jelek banyak typo atau plotnya sedikit berantakan…

untuk kelanjutannya, saya liat dulu minat para reader semuanya…

anyeong..

109 responses to “mwoya ? my husband is a vampire ? part 1/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s