Our Longest Separation #2: Please, Tell Me to Stop

title: Our Longest Separation

author: lightless_star/ Jung Jinra

length: ficlet (letter format-706 words)

cast:

  • Kim Myungsoo (Infinite)
  • Lee Sungyeol (Infinite)

genre: hurt, angst

rated: G

pernah juga di publish di Indonesia Fanfiction Kpop. kunjungi, ya! 😀

Our Longest Separation

-lightless_star-

xxx

DISCLAIMERS: the characters belong to themselves. i only own the story

WARNING: SHONEN-AI, PLOTLESS

xxx

#1: Are You Doing Fine, Myungsoo?

Dear Myungsoo,

Kau benar-benar jahat ternyata. Masa membalas suratku saja tidak mau? Kau benar-benar tidak suka kalau aku mengganggumu? Aku tahu kalau dulu kau selalu bersikap acuh tak acuh terhadapku. Aku rindu sikapmu yang seperti itu. Tapi, oh ayolah Myungsoo, aku sudah puas kau acuhkan dulu. Bisakah sekali saja, cuma kali ini kau pedulikan aku? Aku benar-benar ingin bicara padamu lagi, Myungsoo.  Tidakkah kau percaya kalau aku… Aku masih mencintaimu?

Kalau kau tidak mau aku ganggu lagi,balas suratku. Suruh aku berhenti mengganggumu.

Aku tahu dibalik sikap acuh tak acuhmu itu kau sangat menyayangiku. Caramu memanggil namaku, caramu menatapku, caramu mengusap rambutku, caramu memarahiku saat aku membuatmu jengkel, membuatku tahu kalau kau menyayangiku. Yah, walaupun kau memang tidak bicara secara langsung padaku, sih.

Tapi, kau tahu? Aku selalu merasa kalau kau memandangiku saat aku berbaring disampingmu. Sampai-sampai kadang aku takut kalau kau akan melakukan hal-hal buruk padaku. Aku juga selalu dengar nama siapa yang kau ucapkan saat kau mengigau dalam tidurmu. Namaku. Kau memang selalu bersikap sok dingin, Myungsoo. Namun kau tak bisa menyembunyikan sisi lembutmu dariku. Aku terlalu memahamimu. Aku tidak sebodoh itu, bodoh. Ahaha.

Ah, mengataimu bodoh membuat aku rindu. Kenapa, sih selalu ada saja sesuatu yang membuatmu kembali lagi dalam ingatanku? Kau memang selalu bisa membuat aku kesal, bahkan saat kau sedang tidak ada disini.

Hei, Myungsoo. Kemarin aku masuk ke kamarmu. Tunggu, tunggu! Jangan marahi aku! Aku tidak menyentuh apapun, sungguh! Aku langsung keluar lima menit setelah aku masuk, kok. Aku tidak tahan dengan betapa kotornya kamarmu, sampai-sampai lebih mirip gudang dibandingkan kamar tidur. Aku tidak membersihkannya, sih. Soalnya aku tahu kalau kau tidak suka ada orang yang sembarangan masuk ke kamarmu. Itukah alasanmu kenapa senang sekali tidur di kamarku? Nah, kan. Kau jadi kembali ke dalam bayanganku lagi. Dasar sialan. Tapi, Myungsoo, boleh tidak kalau aku masuk kesana lagi nanti? Soalnya, aroma tubuhmu tertinggal disana. Itu membuatku merasa seolah-olah kau ada disampingku lagi.

Ah iya, kau melonggarkan senar gitarmu? Kau tahu kau akan lama tidak memainkannya, ya? Makanya kau longgarkan supaya neck gitarmu tetap stabil. Wuah! Maaf-maaf! Aku memang menyentuhnya! Jangan marahi aku, tolong! Gitar kesayanganmu itu masih baik-baik saja, kok! Aku bahkan membersihkan body-nya karena sudah terlalu berdebu setelah setahun kau pajang di sudut kamarmu. Senarnya masih bagus karena waktu itu baru kau ganti dan tak pernah kau mainkan lagi. Aku ingin mencoba memainkannya, Myungsoo. Tapi, kau melonggarkan senarnya hingga membuatnya harus disetem lagi dan aku tidak mengerti standard tuning itu seperti apa.  Ah, seandainya kau ada disini kan kau bisa mengajariku, ya.

Makanya, ayo kembali kesini lagi. Mainkan lagu untukku dan duduk disampingku lagi, seperti dulu.

Aku mau minta maaf sekali lagi, lantai kamarmu sedikit basah karena air mataku. Ya, aku menangis. Mengingat segala sesuatu tentangmu membuat satu bagian disudut hatiku terasa sakit. Aku benar-benar tidak bisa menyingkirkanmu dari ingatanku, kau menempati satu bagian khusus dalam otakku. Ah, iya. Aku lupa kalau kau tidak suka melihat aku menangis, kau pernah bilang kalau kau benci airmata. Kau juga bilang kalau aku tidak boleh cengeng lagi. Kau selalu mengomeliku kalau aku menangis. Yah, sekalipun kau bilang benci, sih kau tetap saja memelukku dan menyuruhku berhenti menangis. Pelukanmu hangat sekali, kau selalu bisa membuat aku merasa tenang. Lalu setelah itu kau akan tersenyum, senyum yang khas (walaupun aneh, sih) dan membuatnya sulit untuk dilupakan.

Kenapa waktu aku menangis kemarin kau tidak memelukku?

Tapi, entahlah, Myungsoo. Aku masih merasakan kehangatanmu ada disini. Kadang, aku masih mendengar derai tawamu saat aku memejamkan mataku. Itu membuat aku yakin kalau aku masih dekat denganmu.

Itu yang membuat aku yakin kalau kau akan kembali. Walaupun kemarin Sungjong bilang kalau aku sudah gila karena mengirim surat seperti ini padamu. Dia bilang aku harus berusaha melupakanmu dan berhenti mengirimimu surat.

Aku tidak mau berhenti kalau bukan kau yang memintanya.

Lagipula, tentu saja kau tidak suka kalau aku lupakan, ya kan?

Karena itu, Myungsoo. Pulanglah, buktikan pada Sungjong kalau dia salah. Buktikan kalau penantianku selama ini tidak sia-sia.

Kau tahu, hari-hari belakangan terasa menyiksaku. Aku tahu kau tidak suka melihat aku begini, tapi sungguh aku tak bisa berhenti.

Silahkan bilang aku bodoh. Silahkan bilang kalau kau menyesal pernah mencintai orang bodoh yang tak bisa lepas dari kenangan seperti aku ini.

Kembalilah. Aku ingin mendengarmu mengomeliku karena kebodohanku lagi.

Aku semakin merindukanmu.

yang tidak kau pedulikan,

Sungyeol.

xxx

author’s note:

current music mode author: Luna Sea-I For You

semakin gak jelas. ehehe. maaf ya kalo misalnya kurang suka karena kurang dapet feelnya^^;

abisnya fic ini ditulis cuma sebagai selingan aja. ._.a

masih ada 2 lagi yang sepertinya akan dipublish juga hari ini. 🙂

thanks for read, mind to leave comment? thanks! 😀

8 responses to “Our Longest Separation #2: Please, Tell Me to Stop

  1. part ini lebih nyesek daripada yang tadi ya >.<
    lebih menyentuh apalagi pas bagian sungyeol bilang dia ga akan berhenti nulis sampe Myungsoo yang nyuruh dia berhenti T.T
    berasa banget feelnya si Sungyeol yang kehilangan
    baguss 🙂
    *lari ke part berikutnya

  2. Pingback: Our Longest Separation – The Last #4: Myungsoo, I’m Tired | FFindo·

  3. waaaahaa (T_T)
    mian ya thor.. ditinggal dulu komentnya disini
    ya Amplop thor.. itu Sungyeol galau banget ditinggal Myungsoo.. 😦
    feel nya kerasa thor.. kesannya yang jadi Sungyeol itu saya.. (= =)v #damai
    capcus –> next part

  4. kenapa FF sekeren ini kurang peminaaaat T,T
    bener2 dapet feel nya aku sukaaa
    apa lagi ada abang myung ku dan couple fav ku MYUNGYEOL *pertama sebelum BaekYeol *gaada yg nanya -.-
    yaampun, sungyeol lama2 masuk rsj kalo gini caranya, gimana orang mati bisa balik lagi? u,u

  5. Pingback: Our Longest Separation – Epilogue: Yes, I Miss You Too | FFindo·

  6. ya ampun miris banget
    sumpah ini sedih bgt ceritanya
    apalagi pas yg kamarnya basah krn air mata sungyeol
    T,T
    mamahhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s