Baby Face, Luhan part 3

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre:

Friendship, comedy

Ratting:

PG-13

Title :  I’m LOST with sehun…. ettoke?

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama trainee…

AUTHOR NYARI CAST YEOJA BUAT… cek tulisan paling bawah 🙂

Normal POV

12 member exo berkumpul untuk makan malam bersama. Makan malam bersama di dorm baru untuk pertama kalinya. Dio, baekhyun dan chen yang memasak untuk makan malam. Namun luhan di dapur juga, dia hanya menjadi pesuruh yang di suruh bolak – balik mengambil sesuatu. Mereka terus menindas Luhan, sehun mengintip mereka di dapur.

“maknae! Ambilkan piring di rak atas…” seru DO.

“baik hyung…”

“tolong cuci sayur nya dulu…” perintah baekhyun.

“iya sebentar… ini piringnya,”

“kau sekarang rebus airnnya… lalu masukan sayurannya, mengerti…” kata chen.

“iya aku mengerti…” luhan menganguk pelan, wajahnya terlihat sangat kelelahan. Lalu luhan mengangkat sepanci sup yang berat dan panas ke meja makan. Sehun melihatnya dan membantu Luhan yang sangat kerepotan.

“tidak apa… kau menunggu saja di meja makan,”

“sudah biar aku saja, jong in bantu aku dan maknae!” kata Sehun sambil tersenyum, Luhan hanya menganguk dan menyerahkan panic itu pada sehun. Kai datang membantu. Akhirnya semua makanan tertata rapi di meja makan, pesta kecil dorm baru di mulai.

“semuanya aku hanya bisa masak ini, ini enak atau tidak… aku tidak tau,” kata Do.

“wow… ini sangat enak! Kau pernah belajar memasak ya?” chanyeol memuji masakan Do.

“rasanya sama seperti masakan ibuku…” kata Kai sambil tersenyum malu.

“kita pangil DO eomma saja gimana, sepertinya itu cocok untuk karakternya yang cerewet dan pintar masak… hahaha…” canda baekhyun, DO hanya tersenyum malu.

“diooo eomma…” kata Tao dengan nada aegyo, semua tertawa terbahak – bahak. Sehun melirik ke arah Luhan yang hanya makan sedikit, dia hanya memutar mutar nasi dalam mangkuknya. Sehun mengambil sepotong daging dengan garpunya kemudian menyuapi Luhan. Semua jadi diam dan menjadi focus ke Luhan dan Sehun.

“luhan buka mulutmu…”

“kau… apa yang kau lakukan…” kata luhan kaget.

“aaaa…… pesawat datang…” luhan membuka mulutnya, kemudian menelannya. Semuanya menatap Luhan dan sehun aneh.

“apa ada yang mau aku suapi juga? Suho hyung kau mau… aaa… buka mulutmu!” Sehun kini menatap ke arah Suho.

“ah… tidak usah aku bisa makan sendiri,”

“aaaa… untukku saja sehunnie!” chanyeol membuka mulutnya, kemudian sehun menyuapi chanyeol. Mereka kemudian tertawa dan melanjutkan makan. Selesai makan dapur dan meja makan terlihat  berantakan. Semua orang sibuk bercanda dan menonton di tv di ruang tv. Luhan membereskan dan mencuci semua piring itu sendiri. Saat di dapur sendirian Kris menghampiri Luhan. Kris memeluk Luhan dari belakang saat luhan sedang mencuci piring. Luhan kaget setangah mati, luhan hanya bisa terdiam. Kris membisikan sesuatu, “kau jangan senang dulu xi luhan… kau tau suatu saat kebohonganmu akan terbongkar?” Kris tersenyum licik. Kemudian melepaskan pelukannya. Badan luhan menjadi lemas saat itu juga.

Mereka semua asik menonton TV dan bercanda, luhan selesai membereskan dapur pun menghampiri mereka.

“maknae katanya kau bisa main rubic cube?” tanya Suho pada Luhan.

“iya… sedikit,” kata Luhan sambil mengangguk.

“berapa rekor waktumu?” tanya xiumin.

“satu setengah sampai dua menit,”

“main rubic? Aku juga bisa, ayo kita bertanding!” seru Chanyeol sambil melempar sebuah rubic ke arah Luhan.

“hana dul set net~! Mulaiii~~” seru sehun, kai menghitung waktu menggunakan stopwatch. Semua  menyoraki Luhan dan Chanyeol. Belum ada 2 menit Luhan berhasil menyesaikan Rubic 3×3 itu  sementara Chanyeol masil pusing mengutak –atik rubicnya. Chanyeol pun jengkel dan melempar rubic nya ke kepala Luhan.

PRAKK

“ah… sakit hyung…”

“hey… chanyeol hyung! Jangan memukul luhan!” seru sehun sambil mengusap kepala luhan.

“hahaha… habis aku gemas sekali padanya, banyak sekali kemampuannya…” kata chanyeol sambil terenyum lebar.

“pemenangnya maknae! Sudah terbukti kan kalau Chanyeol suka pamer dan menyebalkan tapi sebenarnya dia tidak bisa apa – apa kecuali berjalan di catwalk‼” seru Baekhyun penuh semangat, kerena baru kali ini meliahat Chanyeol kalah seperti ini. Chanyeol menjadi kesal.

“Yya‼! Baekhyun~‼ apa yang kau katakan?” chanyeol dan baekhyun besiap untuk berkelahi seperti biasanya. Dan Tao dan Suho melerai mereka. Sementara yang lan hanya menertawai merka. Mereka semua bercanda hingga larut malam.

“maknae… luhan sini…” tao memanggil Luhan.

“apa zi tao?”

“kau kan maknae… apa kau tidak bisa aegyo(imut)? Bbuingg – bbuing… seperti ini,” Tao menunjukkan aegyonya dengan buing – buing.

“bbu buu apa? aku tidak mengerti…” luhan menggaruk kepalanya bingung.

“ah… kau maknae payah‼ kepalkan kedua tanganmu, lalu taruh di pipi lalu buat ekspresi paling lucu dan aegyo!” Tao mengajari Luhan untuk menjadi maknae yang aegyo. Namun Luhan terlihat sangat aneh dan kaku. Namun dengan sabar Tao mengajarinya, hingga mala mini Luhan lulus menjadi maknae yang paling aegyo.

“buiing.,, buuinnggg…  bagaimana? Aku sudah layak jadi maknae yang aegyo?” tanya Luhan.

“yah… lumayan lah, walau sedikit kaku..”

“lalu ini apa kegunaannya…?” tanya luhan dengan wajah polosnya.

“biar aku tunjukkan… ini digunakan ketika kita  merayu hyung untuk melakukan sesuatu atau saat mereka marah,”

“contohnya… aku masih tidak mengerti,”

“duduk di sini dan lihat!” Tao berjalan mendekati Lay yang sedang membereskan kamar. Luhan terus memperhatikan apa yang di lakukan Tao.

“hyung… aku pinjamin PSP nya ya… sebentarrrr saja!” kata Tao dengan nada manja.

“apa sih… engga ah……! Nanti kamu rusakin lagi,”

“please hyung… buuingg – bbuingg…” Tao menunjukkan buiing – buiing super aegyo nya. Dan trik itu berhasil dengan baik Lay masuk ke perangkap buiing – buuing mematikan milik Tao. Luhan tersenyum sambil mengangguk, dia mengerti sekarang. Luhan masuk ke kamarnya dan mencoba mempraktekan, dia ingin meluluhkan hati Kris dengan aegyonya itu.

Kris sendiri di kamar, Luhan masuk ke kamar.

“krisss ssi…” panggil Luhan Kris hanya menoleh dengan tatapan tajam.

“kumohon jangan marah padaku seperti ini, buiing – buiing…… m(`u`)m” kata luhan dengan suara paling aegyo. Kris membulatkan matanya, dia bingung apa yang sebenarnya Luhan lakukan.

“ckck ingat umurmu… kau tidak pantas melakukan hal aneh seperti itu!” kata Kris datar. Luhan kesal karena buuing – buiing nya 100 % gagal. Luhan keluar kamar sambil mengembungkan pipi kemudian menendang meja di dapur.

“aisshh sakit…! Luhan apa yg kau lakukan~ aku terlihat bodoh sekali…” omel luhan dalam hati sambil memukul kepalanya.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Semua seudah memasuki kamar masing – masing. Luhan masuk ke kamarnya, ia melihat Kris sudah tertidur sementara baekhyun dan chanyeol masih berebut tempat tidur. Luhan tidak bisa tidur karena keributan yang di buat oleh baekhyun dan chanyeol.

“singkirkan kakimu yang panjang itu!” kata baekhyun sambil menendang kaki chanyeol.

“kan udah ada batasnya guling ini, dari tadi kaki mu yang pendek dan kecil itu yang terus melewati batas!” seru baekhyun.

“ aku tidak pernah keluar dari batas, kau selalu menyalahku!”

“aku tidak pernah menyalahkan siapa – siapa! Dari dulu aku selalu mengalah…”

“mengalah apanya! Tidur saja sana! Aku malas melihatmu!” baekhyun menarik selimutnya dan menghadap ke tembok.

“kau pikir selama ini aku tidak muak melihatmu!” chanyeol menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badannya. Sebenarnya baekhyun dan chanyeol saling menyanyangi namun selalu saja ada pertengkaran di antara mereka berdua. Mereka terlihat tidak harmonis di dalam namun Luhan tau sebenarnya di dalam hati mereka berdua ada sebuah kedekatan melebihi dua orang sahabat yang tidak pernah bertengkar sekalipun.

Jam di dinding sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari luhan belum bisa tertidur, sementara chanyeol akhirnya mengalah dan tidur di bawah karena ia tidak bisa tidur seranjang dengan baekhyun karena saat tidur Baekhyun terus bergerak dan menguasai seluruh ranjang. Luhan kasihan sama chanyeol dia memberikan selimutnya dan menyuruh chanyeol tidur dengan Kris saja.

“hyung… chanyeol hyung jangan tidur di bawah, itu tidak baik untuk kesehatan…” kata Luhan sambil memberikan selimutnya pada chanyeol.

“apa maknae… tidur sana aku tidak apa – apa, kaki ku panjang jadi tidak bisa tidur di atas!” kata chanyeol dengan mata tertutup.

“tidurlah dengan Kris hyung dia tidak banyak bergerak, seperti orang mati jika tertidur,”

“nanti kau tidur di mana? Jangan tidur dengan baekhyun dia nakal sekali,”

“tidak, aku ingin tidur di sofa saja… lagian aku juga tidak bisa tidur, ayo tidur di atas saja aku tidak ingin kau sakit,”

“hooaammpp iya baiklah…” chanyeol tidur di sebelah Kris. Luhan berjalan sendirian menuju sofa, ruangan keluarga sudah sepi dan gelap ditamabah dengan cuaca yang dingin. Luhan membaringkan tubuh kecilnya di atas sofa. Tiba – tiba Sehun menghampiri Luhan.

“ahh… sehunnie aku tidak bisa tidur!” Luhan mengubah posisi tidurnya menjadi duduk di atas sofa.

“sama… aku juga tidak bisa tidur! Aku belum terbiasa tidur di tempat yang masih asing… kau sendiri?” tanya sehun sambil duduk di sebelah Luhan.

“aku tidak kuat tidur di kamarku karena baekhyun dan chanyeol hyung sangat berisik… hooaammpphh…” Luhan menguap dan memejamkan matanya.

“oh…… mereka, sabar ya! Mereka memang selalu seperti itu… Luhan… Luhan…” sehun tertawa kecil. Luhan tertidur dengan bersandar di bahunya. Sehun hanya tersenyum tipis dan membiarkan Luhan tertidur di bahunya.

……

Luhan POV

Hari ini kami semua pergi untuk hiking dan camping, acara hari ini pasti sangat seru. Aku memang suka jalan – jalan dan pertualangan. Jadi teringat dulu waktu SMA aku sangat aktif dalam kegiata pecinta alam. Tapi aku sedih karena Sehun tidak ikut hiking karena  dia tidak bisa meninggalkan sekolahnya. Anak itu terlalu rajin padahal Kai saja ijin untuk tidak masuk hari ini. Kurang seru jika sehun tidak ikut…

Kami semua sudah bersiap dan mulai memasuki bus, aku duduk di sebelah Suho. Sepanjang perjalanan aku terus melihat kearah jendela melihat pemandangan sekitar. Ternyata Korea Negara yang sangat indah. Ini pertama kalinya aku hiking di korea.

2 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai, di tempat tujuan. Aku dan Kai berlari – lari di padang rumput seperti anak kecil, kami berdua sangat senang. Suho menyuruh kami semua berkumpul untuk membagi tugas. Kami bekerjasama dengan baik, aku di bantu suho, chanyeol, chen, lay, dan tao mendirikan tenda yang cukup luas. Sementara yang lain menyiapkan peralatan yang lain.

Malam pun tiba kami semua duduk melingkari api unggun, jadi teringat waktu SMA dulu. Aku tersenyum tipis sambil memeluk kedua kakiku. Andai sehun ada di sini… aku merindukannya…

“sepi sekali… ayo kita bernyanyi!” usul Suho.

“boleh juga… aku yang main gitarnya,” Lay sudah bersiap dengan gitarnya. Mereka menunjukkan bakatnya masing – masing, aku hanya menjadi penonton saja. DO dan Baekhyun menyanyi lagu CN Blue yang berjudul Love Light dan chanyeol mengisi part Rap nya. Benar – benar pertunjukan yang keren. Suara DO dan Baekhyun saat pecah suara terdengar sangat merdu… mereka benar – benar berbakat!

“yaaaa… daebakkk‼” kataku antusias sambil mengacungkan kedua jempol.

“ayo maknae… suaramu kan bagus! Kau akan jadi Lead Vocal kan?” tanya baekhyun.

“ayo maknae! Akan ku usahakan bisa di iringi pake gitar,” tambah Lay.

“tapi yi xing… aku tidak bisa menyanyi dalam bahasa korea, aku tidak ada yang hapal…”

“sudah tidak apa – apa… lagu apa saja boleh kok,” suho menepuk pundakku. Aku kurang mengikuti perkembangan kpop makanya aku kurang tau lagu yang sedang populer sekarang.  Aku berdiri dan mencoba mengingat lagu apa yang aku bisa nyanyikan dengan baik. Oh… iya aku ingat! Lagu Han Jieun di drama Full house, drama korea yang dulu ku tonton waktu masih SMA.

kom sema-ri-ga 
han chi-be-yi-so
appa gom
omma gom
ae-gi gom
appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da

semua bengong melihatku menyanyi dan menari. Lalu mereka semua menertawaiku.

“hahahahaha… 3 beruang? Lagu macam apa itu?!” Chanyeol menertawaiku.

“maknae… kau lucu sekali!” Kai tertawa sambil memegang perutnya.

“seharusnya kau melakukan buiinggg… buuuiinngg… sekalian!” tamabah baekhyun sambil menarik pipiku gemas. Aku hanya bisa menahan malu, aku makin terlihat aneh di mata mereka. Mereka terus tertawa, ekspresi wajahku sekarang terlihat bingung… tanpa ku sadari ternyata Chen merekamku saat aku bernyanyi tadi. Ah… kacau!

Pagi pun tiba, kami membawa barang seperlunya untuk hiking. Aku sangat bersemangat…!

“3 beruang! Sana ambil peta nya dulu…” kata Kai.

“kenapa kau memanggilku 3 beruang!” kataku kesal.

“beruang Lulu‼ sini ambil petanya!” seru Suho, kenapa semua orang memanggilku beruang sekarang! Aku kesal sekali, aku hanya menggembungkan pipi ku. Aku mengambil peta yang ada di meja lalu memasukkanya ke dalam tas. Kami di surung untuk mencari pasangan untuk hiking. Sehun tidak ada lalu aku sama siapa?

“hyung nim… aku sama siapa?”

“kau boleh bergabung dengan siapa saja…” kata suho hyung sambil tersenyum.

“suho hyung aku gabung dengan mu saja ya…”

“hmmm… baiklah!” tiba – tiba ada seorang namja datang sambil berlari.

“luhan denganku saja!” dia adalah sehun, sehun menarik tanganku.

“SEHUNN‼!” teriak semuanya sambil memeluk sehun.

“sehunnie…‼ kau benar sehun… kyyaaaa…”

“sehun kapan datang?!” tanya suho.

“barusan… aku dia antar ayah, ayo semua siap kan?” akhirnya aku berdua bersama sehun mendaki gunung. Sepanjang perjalanan yang mendaki dan melelahkan namun pemandangan sekitar sangat indah. Kami berjalan mengikuti anak panah yang telah di sediakan oleh panitia. Aku sangat senang hari ini apa lagi aku hiking bersama sehun. Di usiaku yang sekarang terkadang tingkahku masih seperti anak kecil.

Sekitar 2 jam kami berjalan tapi tidak ada tanda panah atau petunjuk apapun. Aku merasa ini sudah tidak wajar karena sepertinya kami hanya memutari tempat ini. Apa kita berdua tersesat?

“sehunnie… apa kau merasa kita hanya berputar – putar saja?”

“ku benar! Aku juga meras pohon ini sudah 3 kali ku lihat!” kata sehun sambil menunjuk pohon itu.

“apa yang kau bawa? Aku hanya ada peta…” aku menangambil peta di dalam tasku dan memberikan padanya.

“aku bawa Ipad, kita tidak akan tersesat!”

“YYA‼! Apa kau bodoh di hutan seperti ini tidak ada sinyal! Ipad ini tidak berguna!” kataku kesal.

“iya juga, kenapa aku tidak perpikir sampai kesana? Ini kan gunung… mana ada sinyal… bodoh sekali,” sehun membuka peta yang aku bawa. Sehun menatapku aneh.

“apa? ada yang salah?”

“maknae? Kau tidak bisa membaca hangul? Kau salah mengambil peta!”

“MWO…?! Ettokehe…” aku langsung panik. Sehun memegang tanganku, dan berkata “sudah… jangan panik kita pasti bisa keluar dari sini!”

“tolonggg… tolonggg… ada orang tidak?” teriakku.

“suho, baekhyun, DO, kris, Lay, xiumin, chanyeol, tao, kai, chen hyuuunnggggggg~~‼! Kalian dimana?! Kalian mendengarku?!” teriak sehun. Kami terus berjalan tanpa henti, kami benar – benar tersesat. Kakiku benar – benar sakit, sehun menarik tanganku.

“lariii‼ ada babi liar!” aku melihat ada babi liar yang bersiap mengejar kita berdua.

“hah? Babi liar?” kami berdua berlari dan bersembunyi di balik pohon. Nafasku tersengal – sengal, aku lelah sekali.

“akh… apa kita sudah aman?”tanyaku, sehun hanya mengangguk. Sehun mencoba berdiri tapi tiba – tiba dia terjatuh, kakinya terkilir saat berlari.

“sepertinya kaki ku terkilir… ahhh… sakitt…”

“aku membawa obatnya, tunggu… aku kan mengobatimu, lebih baik sekarang kita istirahat di sini…” sehun hanya mengangguk dengan wajah innocentnya itu. Dia terus meringis kesakitan saat aku memijit pelan kakinya, aku pernah mempelajari nya sedikit dulu waktu SMA.

“bagaimana?”

“lebih baik… gomawo Luhan…” dia tersenyum sambil menarik pipi ku. Kami istirahan di sana sampai sore. Aku jadi takut apa lagi jika malam mulai datang. Tadi saja ada babi hutan yang mengejar kami berdua. Sehun duduk sambil merangkul kedua kakinya dia menundukkan muka. Aku menepuk bahunya perlahan…

“sehun kau tidak apa – apa kan?” tanyaku

“aku takut Luhan… aku takuttt gelap……” jawab sehun sedikit terisak dia menangis.

TO BE CONTINUE

////

Preview next part

aku membuka mataku perlahan, ini dimana?

Sehun terlihat masih trauma… apa yang harus ku lakukan…?

“hari ini sehun ulang tahun yang ke 17, happy sweet 17th Sehunnie…”

Semua berkumpul di dalam dorm untuk memrayakan pesta sederhana ulang tahun Sehun.

“luhan maknae… kapan kau ulang tahun?” tanya chanyeol.

“iya yang keberapa? Dan tanggal berapa…” tanya lay penasaran.

“itu… itttuu…” kris meliriku sinis. Ettokehe?

Kai terlihat sedang beradu mulut sengan seorang gadis, apa itu pacarnya? Gadis itu menamparnya?

///

Author lagi nyari cast yeoja buat jadi pacarnya Kai, berminat? Coment di bawah sertain nama korea kalian… nanti salah satu yg beruntung  bakal author pilih 🙂 gamshamnida ^^~

74 responses to “Baby Face, Luhan part 3

  1. Thor suka nonton full house ya?ehehe sama,suka bgt song hye kyo. Eh iya tuh lagu yg pas jieun ngapain ya?yg pas joget2 gaje itu bkn?yg pas pake jaket ijo sama rok itu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s