Baby face, Luhan part 4

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre:

Friendship, comedy

Ratting:

PG-13

Title : SAENGIL CHUKAHAMNIDA SEHUNNIE 🙂

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama trainee…

Normal POV

Luhan dan Sehun masih terjebak di tengah hutan saat hiking. Luhan masih berfikir kenapa mereka berdua bisa tersesat padahal mereka berdua sudah mengikuti tanda panah dengan benar. Luhan terus berfikir positif mungkin saja mereka salah ambil jalur saja. Hari semakin gelap, luhan masih kebingungan mencari bantuan. Dia melihat sehun hanya terdiam sambil memeluk kakinya.

“sehun… kau kenapa?” luhan menepuk bahu sehun.

“aku takut, gelap…” kata sehun pelan, dia menangis. Luhan memeluk sehun erat.

“ada aku di sini… kau jangan takut…… kita pasti selamat, jangan menangis, ok~” luhan menepuk bahu sehun.

“LUHAN‼! SEHUNNNN‼‼ KALIAN DIMANA?‼!” teriak Suho panik. Mereka semua kebingungan mencari Luhan dan Sehun yang hilang.

“kita berpencar saja…!” usul Lay.

“baiklah… kita bertemu lagi di sini sebelum jam 6, arraseo?!” akhirnya mereka berpencar untuk mencari Sehun dan Luhan.

Luhan terus mengajak Sehun ngobrol dan bercanda agar Sehun melupakan sedikit ketakutannya. Luhan terus saja berbicara namun ekspresi sehun tetap datar dan tatapan matanya kosong.

“hohoho… pangeran sehun… jangan menangis lagi!” luhan menggoyang – goyangkan tubuh sehun. Tapi sehun masih saja diam.

“kumohon jangan seperti ini, kita pasti selamat! Hyung semua mencari kita sekarang…… bagaimana kalau aku menyanyi untukmu sebuah lagu…? Aku bisa menyanyi gom se mari dengan baik dan lucu~! Kau mau melihatnya?” kata Luhan antusias, sehun hanya menggeleng. Suasana hening sejenak, Luhan mencari ide untuk menghibur Sehun. Tiba – tiba Luhan menyanyi sebuah lagu, suaranya terdengar merdu.

Here I am yeogi here I am 

Here I am naega yeogie

Yeogi inneunde

 

Here I am jigeum here I am

Here I am jigeum yeogie

Naega inneunde

 

Nal dajweondo mojara

Nal beoryeodo mojara

Naega neol eolmamankkeum saranghaneunjireul

Moreulgeoya ama neol

Here I am

 

Moreulgeoya ama neol

Here I am (ost. Secret Garden)

Sehun menatap mata Luhan saat bernyanyi, sehun menghentikan tangisnya dan tersenyum tipis. Kemudian Luhan menyentil gemas poni Sehun sambil tersenyum lebar. Ia lega akhirnya Sehun bisa kembali tersenyum.

“LUHANNN~‼! SEHUNNNN‼!”

“lulu…‼! Sehunnie‼! Kalian mendengarku?! Ini aku Suho hyung kalian dimana?” sehun dan Luhan mendengar suara teriakan memanggil nama mereka. Luhan langsung berdiri dan mengejar sumber suara tersebut dan menyuruh Sehun untuk tetap diam di tempat.

“aku disiniiii hyung~‼‼!~” teriak Luhan.

“DIMANAAA??‼!”

“kau diamana? Aku bawah bukit dekat air terjun…! Aaarrrgghhhhhh……” saat berlari luhan terpeleset dia jatuh dan pingsan.

“kau kenapaaa…? Astagaaaa… Luhan! Ayo sadarlah~” Suho akhirnya menemukan Luhan tapi dia dalam keadaan tidak sadar. Suho menghubungin yang lainnya dengan walkitalki.

“cepat bukit dekat air terjun mereka ditemukan, siapkan ambulance! Luhan tidak sadar sekarang~” kata Suho dengan nada panik.

……

Luhan membuka matanya perlahan, perlahan ia mulai sadar. Luhan terbangun dan kaget, melihat semua 10 namja mengelilinginya.

“hyung! Aku dimana?”

“Yya‼ kau ini sudah membuat semua orang kawatir!” bentak chanyeol.

“ssstttt… chanyeol tenanglah! Ini Rumah sakit,” kata Chen.

“kau baik – baik saja kan?” tanya suho, Luhan hanya mengangguk bingung.

“mianne… gara – gara aku semuanya jadi kawatir, hyung nim mianne~”

“sudah… sudah tidak apa – apa, yang penting kalian berdua selamat dan baik – baik saja!” kata suho sambil menepuk punda luhan. Tiba – tiba Luhan jadi teringat sehun.

“sehun dia baik – baik saja kan? Sehun di mana?” tanya luhan kawatir.

“gara – gara mu sehun sekarang jadi gila~ matanya merah seram sekali! Dia tidak mau bicara… tidak mau makan…  semua salahmu maknae~‼” kata baekhyun menakuti Luhan.

“jinjayooo?? Ini salahku, separah itukah?” kata luhan dengan wajah bersalah.

“hahahaha… dia mudah sekali di bohongi~! Baboyaa…” kata chanyeol sambil tertawa.

“sehun baik – baik saja dia sekarang sudah pulang ke seoul di jemput orang tuanya tadi,” kata xiumin, luhan bernafas lega ternyata baekhyun hanya mengerjainya saja. Kris melipat tangannya dan terus melihat ke arah Lay dengan tatapan dingin. Semuanya meninggalkan Luhan sendiri di kamar Kris berjalan mengikuti ke mana Lay pergi. Tiba – tiba Kris menarik tangan Lay dan membawanya ke tempat yang sepi……

“WuFan… kau mau apa…?!” tanya Lay heran.

“aku ingin bicara empat mata denganmu,” kata Kris dengan tatapan tajamnya.

“apa yang kau inginkan?”

“zhang yixing… kau kan yang mencopot tanda panah itu?! Aku melihatnya sendiri…”

“a..aappaa… apa maksudmu?” kata Lay gugup.

“kenapa kau pura – pura bodoh?! Dari awal aku sudah tau kau tidak menyukai dan ingin menyingkirkan Luhan, aku tau dia rival terbesarmu…”

“hah… terserah apa katamu!” lay menatap tajam mata Kris kemudian meninggalkan kris. Lalu kris menarik tangan lay. Lay terus meronta agar Kris melepaskan genggaman tangannya.

“lepaskannn‼”

“jangan pernah menyentuh Luhan! Atau kau akan menyesal…” Kris melepas tangan lay. Kris meninggalkan Lay sendiri, lay jadi panik seluruh tubuhnya menjadi dingin.

“bukan aku… aku tidak sengaja kris! Aku kira mereka ada di depan… aku benar – benar tidak sengaja… kumohon kali ini percaya padaku……” kata lay terbata – bata, kris tidak menanggapinya sama sekali.

Kali ini Kris memegang lagi satu rahasia member exo yang belum di ketahui selain umur asli Luhan. Lay memang senggaja membuang panah petunjuk  agar Luhan tersesat, semua perkiraan Kris itu memang benar dan terbukti. Lay memang tidak menyukai Luhan karena semua member EXO sangat menyayanginya dan posisi main dancer yang sudah di janjikan untuknya kabarnya akn di berikan ke Luhan. Padahal Lay sudah lama ikut trainee sedangkan Luhan baru saja bergabung. Sepertinya akan ada persaingan terselubung di antara mereka.

……

Hari ini semua member EXO pulang ke Seoul. Sehun masih berada di rumah orang tuanya, ia belum kembali ke dorm padahal sudah 3 hari sejak mereka pulang dari seoul. Luhan sangat kesepian dan merindukan Sehun. Luhan menelofon sehun tapi tidak pernah di angkat. Akhirnya Luhan pergi ke rumah Sehun.

Di rumah sehun hanya berdiam diri di kamarnya. Sehun masih sedikit krauma dengan kejadian di waktu hiking. Ibu sehun menyuruh Luhan langsung masuk saja ke kamar.

“sehunnie… aku membawa banyak makanan~” kata Luhan sambil mengangkat kantong plastic yang ia bawa.

“luhan…”  kata sehun pelan.

“kau belum makan kan?! Sekarang aku akan menyuapimu…” sehun tersenyum tipis, Luhan menanggap sehun seperti anak kecil. Sifat Sehun yang masih polos dan sangat sensitive berbanding terbalik dengan sifat asli Luhan.

“buka mulutmu! aaaa… pesawat terbang datang…”

“jangan seperti ini aku bukan anak kecil~!”

“lalu yang kau lakukan waktu itu apa, kau juga menyapiku kan bahkan di depan teman – teman, ayo sekarang buka mulutmu! Atau aku tidak mau berteman denganmu lagi!” ancam Luhan dengan senyum liciknya. Terpaksa, sehun pun membuka mulutnya. Luhan terus mengajak Sehun mengobrol dan bercanda, perlahan Sehun yang pemurung itu menghilang kembali menjadi Sehun yang ceria. Ini semua berkat Luhan.

“sehun, kau tau aku diajari Tao hyung untuk jadi aegyo… sehunnie… ayo kembali ke dorm! Buuingg – bbuing…” Luhan melakukan bbuing – bbuing persis seperti yang di ajarkan Tao. Sehun tertawa dan memotret ekspresi lucu Luhan.

“sehun oppa… aku fans mu ayo kita berfoto bersama… bbuing buuing…m(`u`)m ,” kata Luhan dengan suara seperti seorang gadis. Sehun tertawa melihat Luhan seperti itu, akhirnya sehun kembali tersenyum.

“hahaha mana mungkin aku menolak ajakan gadis semanis dirimu~” Sehun menarik pipi Luhan gemas.

“secepatnya kembali ke dorm ya… semuanya merindukanmu terutama jong in, dia tidak ada teman buat mengerjakan PR bersama,” sehun hanya mengangguk dan tersenyum.

Luhan POV

Pulang dari rumah Sehun aku duduk sendirian di taman dakat rumah Sehun. Aku senang dia bisa kembali ceria, aku baru tahu kalau Sehun anak yang phobia dengan tempat gelap dan sepi. Kata ibunya  dulu Sehun waktu kecil pernah hilang di hutan saat piknik bersama teman – temannya. Dan alasan ia tidak ikut camping karena ia takut di dalam hutan saat malam hari bukan karena tidak bisa meninggalkan sekolah.

Huufftt… aku menghela nafas lega… sekarang Sehun sudah baik baik saja… tiba – tiba hp ku bergetar, joomyeon menefelonku.

“yeoboseyo?”

“ne suho hyung? Waeyo?”

“kau masih di sekolah kan? Aku ke arah sekolahmu aku jemput ya? Jam segini biasanya SMA Kyungsan sudah pulang iya kan?” gawat suho menanyakan aku di sekolah atau tidak. Jelas aku tidak di sana bahkan aku hanya punya satu seragam dan tidak mendaftar sebagai murid di sana.

“ehhmm.. ittuu… akk… iya aku sudah pulang,”

“10 menit aku sampai,” katanya singkat lalu ia mematikan telefonnya.

“yeoboseyoooo… suho hyung~‼ aaiisshh… ettokehe?!” aku menggaruk rambutku kesal. Sepuluh menit lagi? Aku bisa gila…

Aku berlari menuju SMA palsuku itu, untung saja jaraknya tidak jauh dari sini. Sesampainya di sana aku memohon pada seorang murid agar meminjamkan seragamnya padaku.

“kumohon… bantu aku, ini darurat!” aku terus memohon.

“baiklah, tapi ini tidak gratis… 100rb won,” kata anak berseragam SMA Kyungsan itu.

“kau gila? Kenapa mahal sekali 50rb saja bagaimana?” yang benar saja 100rb won uang jajan ku dua minggu.

“tidak bisa…!” anak itu pergi meninggalkanku. Aku tarik tangannya.

“baik baik… ini 100rb won…!” aku menyerahkan semua uang di dompetku. Anak ini memerasku, menyebalkan.

Aku keluar gerbang sekolah sudah lengkap dengan seragam lengkap dengan tas sekolah dan kacamata besar yang dipinjamkan anak itu. Penyamaranku sempurna. Suho melambaikan tangannya dan memanggil namaku. Aku menghampirinya dan masuk ke mobilnya. Dia melihatku aneh…

“nam ji hwan? Apa itu nama korea mu? Kemarin seragammu bernama LuHan…” kata suho sambil menunjuk tanada pengenal di seragamku. Bagaimana ini? Ini kan seragam pinjaman. Aku harus mencari alasan.

“nam ji hwan… oh.. ini pasti karena aku belum lancar membaca hangul. Pasti tertukar dengan ji hwan tadi saat olah raga, ah… ini sering terjadi hyung, hehehe…” jawabku sambil tertawa agar dia tidak curiga. Dia hanya tersenyum kemudian menjalankan stirnya. Sepertinya dia tidak curiga dengan kebohonganku… aku selamat!

Setibanya di dorm aku melihat banyak aksesoris yang biasanya untuk mendekorasi pesta ulang tahun seperti balon, pita, dan topi dari kertas. Emang siapa yang mau ulang tahun? Aku masih bingung…

“siapa yang ulang tahun hyung…?” tanyaku pada chen.

“sehun… besok dia ulang tahun ke 17 (18 di korea)… kau tidak tau?” tanyanya aku hanya menggeleng. Sehunnie besok ulang tahun tapi aku belum sempat membelikannya kado, menginget tanggal ulang tahunnya saja tidak. Sahabat macam apa aku ini?!

Lalu aku membantu mereka mendekor ruang TV di dorm. Dua jam hias sana dan sini akhirnya dorm ini penuh dengan pita warna warni. Ada tulisan besar yang aku buat bersama kai dari kertas warna – warni  bertuliskan ‘HAPPY BIRTHDAY SEHUN!’ aku akan memasangnya di tembok paling atas tapi kaki ku dan tubuhku yg kecil ini tidak bisa menjakaunya. Kemudia Kris datang dan membantuku, dia aura horronya itu. Dia tidak tersenyum atau mengatakan sepatah katapun… vampire  menyebalkan!

“selesai semuanya! Terimakasih sudah bekerjasama teman – teman…” kata Suho sambil membungkukan badan.

“sudah selesai kan? Sekarang aku yang membeli makannya ya… aku akan memasak yang spesial!” kata Dio.

“aku akan mengambil kue ulang tahun di toko,” kata baekhyun.

“chanyeol, tolong bantu baekhyun…” kata Suho sambil menoel tangan Chanyeol.

“kenapa harus aku sih… males ah! Aku batuin dio memasak saja!” kata chanyeol kesal.

“kau pikir aku mau di temani oleh bedebah sepertimu?!” balas baekhyun tidak mau kalah.

“sudah… sudah… cukup! Tao bisakan kau menemani Baekhyun?” kata Suho sambil melerai BaekYeol. Lagi – lagi mereka bertengkar, aku bosan melihatnya. Aku ingin melihat mereka sekali saja rukun aku penasaran sebenarnya apa latar belakang mereka terus bermusuhan.

“ne… hyung,” jawab Tao.

Kami semua sudah mengatur rencana, untuk kejutan ulang tahun Sehun. Kali ini aku akan membuat maknae polos itu menangis. Hahaha…

……

“yeoboseyo?! Sehunnieeee…‼!” Tao menelefon Sehun dengan suara sedih dan ingin menangis.

“waeyo? Tao hyung? Kau menangis?”

“luhan maknae… hiks… sehunnieee diaaa…” sekarang Tao benar – benar menangis. Aku tidak bisa menahan tawaku. Tapi Chanyeol membekap mulutku. Aku sekarang terbaring di ranjang di suruh pura – pura sakit untuk mengerjai Sehun.

“Luhan? Kenapa dia… ?!”

“dia sakittt paaarah sekaranggg… hikss… badannya panas sekali dan dia terus mengigau… huhuhu…”

“aku akan segera ke dorm sekarang!” terdengar  suaranya sangat panik.

“HAHAHAHA~‼” kami puas tertawa, acting Tao meyakinkan sekali. Aku sudah bersiap dengan handuk dingin di jidatku. Setengah jam kemudian Sehun datang, ia langsung masuk ke kamarku. Dia benar – benar datang padahal ini sudah jam 23.30.

Semua orang memasang wajah sedih Tao masih menangis.

“luhan…  gwaenchanayo?” kata sehun dengan ekspresi panik, dia memegang tanganku. Aku pura – pura tertidur.

“kenapa bisa sakit seperti ini?” tanya Sehun dia terlihat sangat sedih. Ayolah menangis adik bayi…!

“kami tidak tau… pulang sekolah Luhan pingsan?” kata Lay sambil menepuk pundak Sehun. Sehun menundukkan kepalanya, dia menangis? Aku mengintip sedikit… aku lihat chanyeol menahan tawa. Dia hanya tersenyum dengan senyum lima jari nya itu.

“luhannie… bangun! Ayo sadarlah! Apa sekarang kau mau meninggalkan ku seperti ini, kau jahat!” kata sehun sambil menangis. SUKSES besar …‼! Aku mengintip tadi Chen mengepalkan tanganya sambil berbisik ‘YESSS‼!’

“sehuuunniie…” kataku pelan dan lemah, saatnya aku yg unjuk kemanpuan acting.

“kau sudah bangun?”

“ini yang terakhir… gomawo sehunie… aakkuu hanya ining bilang… kalo akuuu…” kataku terbata – bata.

“apa… kau akan sembuh kalau minum obat percayalah!” tangisnya semakin menjadi.

“akkuu hanyaaa ingin bilangggg…”

“apa?”

“SAENGIL CHUKAHAMNIDAAA‼‼”  teriakku sambil tersenyum lebar. Kemudian baekhyun dan suho datang membawa kue ulang tahun. Sehun sangat terkejut, dia bukannya berhenti menangis malah menangis semakin histeris.

“gomawo hyung nim… kalian semua jahat! Terutama kau luhan!” sehun menaghapus airmatanya. Kemudian kami semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Sehun make a wish sebelum meniup lilinnya… kami mengajaknya ke ruang TV.

“bagus sekali…! Hyeongg… gomawooo…”

“semoga sehun sekarang sudah tumbuh sebagai pria dewasa yang tidak pernah menangis seperti bayi!” kata chanyeol sambil tertawa.

“aminnn…” kami semua mengamini doa chanyeol sambil tertawa. Sehun mengerutkan alisnya.

“aku bukan bayi yang suka menangissss….‼” bentak Sehun kesal.

“iyaaa… iyaaa… adik bayi! Semoga di usiamu sekarang kau jadi orang yg lebih baik, seorang pria dengan penuh karisma, tidak pemalu… dan jangan pernah serubah sampai kapanpun,” kataku sambil mengusap rambutnya.

“gomawooo… luhan!” sehun tersenyum.

Pesta kecil perayaan ulang tahun Sehun di mulai. Sehun pasti tidak bisa melupakan hari ini… It sweetest memory with you all… saranghamnida 🙂

“luhan! Sehun belum melihatmu menyanyi Gom SeMari (3 beruang) kan?” kata Suho.

“ayolah… aku rindu sama beruang Lulu!” tambah Kai.

“sehun kau mau melihatnya kan?” kata Tao, sehun hanya menganguk dengan sebuah senyuman menjengkelkan.

“ayo beruang tunggu apa lagi…” Dio menyeretku.

“aku tidak mau… nanti menertawaiku lagi!” aku menolaknya dan kembali duduk.

“ya sudah kalau tidak mau! chen kau masih punya viedeonya kan?” lalu chen mengeluarkan hp nya dan menunjukannya pada Sehun. Sehun tertawa terbahak – bahak… aku terlihat seperti orang bodoh, puaskah dia?!

“diantara semua member EXO yang aku tidak tahu umurnya hanya kau Luhan, kapan tanggal ulang tahunmu?” tanya chanyeol sambil melahap kue ulang ulang tahun itu.

“iyaa… kapan?!” tambah xiumin. Aku mulai panik bagaimana iniii…?!

“ittuuu… iittuu…” aku menggaruk kepalaku, kris menatapku tajam dan sinis.

“kapaannn…? Jangan bikin kami penasaran!” kata baekhyun sambil mengguncangkan tubuhku.

“eeehh… ituuu… RAHASIA‼ rahasia‼ nanti klo aku beri tahu kalian bisa mengerjaiku seperti mengerjai sehun, hahaha iyakan?” jelasku sambil tertawa agar mereka tidak curiga. Kris menghela nafas, pasti kali ini dia semakin kesal padaku karena aku belum jujur tenatang umurku yang sebenarnya. Bukan 15 tapi 23 tahun dan tepat 20 april 2011 ini usiaku 24 tahun… itu 8 hari lagi. Aku jadi semakin tua di sini… maafkan aku Kris jika sudah saatnya aku akan jujur.

Sore ini tidak ada jadwal latihan, senangnya… aku bisa pergi sebentar untuk membeli kado untuk Sehun. Aku bergi ke sebuah toko yang biasanya banyak di kunjungi untuk membeli kado. Aku di buat bingung dengan banyak pilian di sana. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah gantungan hp yang berhias banyak kupu – kupu. Enatah kenapa aku ingin membelinya untuk sehun… mungkin karena aku menganggap Sehun seperti kupu – kupu sangat indak cantik pemalu tapi kedua sayapnya itu rapuh, ia juga banyak di butuhkan untuk penyerbukan bunga – bunga. Baiklah aku beli ini…

Sebelum pulang aku mampir ke sebuah café. Saat di café aku melihat dua orang remaja, namja dan yeoja. Namja itu terlihat tidak asing bagiku karena seragamnya sama sepeti sehun dan jong in. wajahnya tidak jelas karena namja itu membelakangi ku, yeoja itu kelihatan dia cantik. Diam – diam aku mendengar pembicaraan mereka.

“kita putus… cukup sampai di sini,” kata yeoja itu.

“lee cheon rin! Jangan bercanda!”

“maafkan aku…” gadis bernama Cheonrin itu berdiri dan meninggalkan namja itu. aku serasa sedang menonton drama secara gratis. hahaha hiburan gratis 🙂

namja itu membalik badannya, astagaaaa aku tidak salah lihat kan? itu Kai o_o!!!

“cheon rin ah~!!” panggil kai sambil menarik tangan cheon rin. cheon rin menangis kemudian dia menampar wajah Kai…. omona~ aigoooo…!!! aku membualtkan mataku dan membungkam mulutku kaget.

To Be Continue

////

Preview next part

semenjak kejadian di cafe bersama cheon rin itu kai berubah. dia menjadi anak yang pendiam… nilai sekolahnya juga terus menurun. Aku tau Kai memang anak yang pekerja keras tapi kali ini dia sudah keterlaluan….

“kenapa belum pulang juga jam segini?” tanyaku dalam hati. aku melihat kai masih di studio dance. ini sudah tengah malam. dia belum kembali. 😦

….

“kai… kim jong in!!! kau kenapa? sadarlah…!”

“kau tau kim jongin? sebenarnya jika dua orang sahabat menjadi cinta itu adalah ketulusan… tapi jika kedua pasangan kekasih menjadi sahabat itu adalah sebuah kedewasaan…” kataku pada Kai… dia menatapku dengan tatapan sendu kemudian menangis.

.////

hhuuuaaaa…. selese jugaaaa XD

selamat untuk LEE CHEON RIN 🙂

kamu di pilih secara random aja dan koment mu sukses bikin aku sakit perut XD

gomawo all gue gak nyangka koment nya bakal sebanyak itu kemaren, dan gue harap banyak yg koment bukan karena pengen numpang jadi cast aja 🙂

37 responses to “Baby face, Luhan part 4

  1. Ga nyangka Lay bisa berbuat seperti itu. Padahal Luhan ga salah apa-apa terlebih lagi dia imut plus tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s