[7 of ?] WHEN I……

Title: (7 of ?) WHEN I……..

Author: yeolzy (@yeolzy)

Length: Drabbles, Series

Main Cast:

  • Namjoo & Kwangmin
  • Eunji & Hyunseong
  • Hayoung & Youngmin
  • Naeun & Donghyun
  • Taeyeon & Suho
  • Tiffany & Hoya
  • Krystal & Sehun
  • Serri & Baro

Minor Cast:

  • Jaehyo Block B
  • Jiyul Dal Shabet
  • Chunji Teen Top
  • Yoonhye Rainbow

Genre: Romance & Friendship

Rating: PG-15

A/N: Aku suka sama pairing-pairing ini dan kalau kalian gak suka ya gak usah di baca aje kekekeke. Gampang kan? Dan ini cuma fanfiction..please dibawa seru-seruan aja oke? Oh ya fyi..aku author dwiananing..ganti nama jadi yeolzy kekekeke. Dan satu lagi, tiap part cerita dan castnya memang beda-beda. Enjoy! 🙂

1 || 2 || 3 || 4 || 5 || 6

Namjoo & Kwangmin – When I Cut My Hair

“Kwangmin-ah, bagaimana menurutmu rambut baruku?” tanya Namjoo yang berdecak pinggang di depan Kwangmin. Rambut sebahunya itu kini hanya sebatas telinganya saja.

“Bagus,” jawab Kwangmin singkat.

“Yah, apa kau serius?” tanya Namjoo lagi.

“Iya,” jawab Kwangmin lagi tanpa melihat ke arah Namjoo dan masih berkutat dengan majalahnya.

“Yah Kwangmin-ah.”

Namjoo akhirnya tidak kuasa menahan amarahnya dan mengambil paksa majalah yang dibaca Kwangmin lalu melemparnya ke lantai.

“Aku serius. Ini penting karena A-Pink akan segera comeback. Kenapa kau tidak mau melihatku sebentar saja sih?”

Kwangmin menoleh ke arah Namjoo dan menatapnya tajam, “Kau sedang PMS? Kenapa jadi marah-marah seperti ini? Kalau aku bilang bagus ya berarti memang bagus. Kau tahu itu kan? Lagipula, kau akan selalu terlihat cantik dengan model rambut apa saja.”

Namjoo salah tingkah, dia benar-benar malu karena tingkahnya kali ini memang keterlaluan. Namjoo dengan cepat memeluk Kwangmin.

“Maafkan aku.”

“Aku mengerti. Tapi aku mohon jangan kau ulangi lagi ya,” kata Kwangmin lalu mencium kening Namjoo. “Aku doakan yang terbaik untuk comeback A-Pink.”

“Ne, terimakasih Kwangmin-ah. Saranghae.”

***

Eunji & Hyunseong – When I See My Ex-Boyfriend

“Eunji-ah, itu Jaehyo hyung sama Jiyul noona kan?”

“Yang mana?” tanya Eunji bingung. Matanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru café.

“Itu, yang make kemeja biru trus Jiyul noona make dress ungu,” kata Hyunseong.

Aku melihat lagi secara seksama dan benar saja, duduk di pojok café, mantan pacarku dan pacar barunya. Ya, yeoja yang menjadi selingkuhanya saat berpacaran denganku. Entah mengapa masa laluku teringat kembali dan perlahan air mataku menetes. Perasaanku benar-benar campur aduk.

“Eunji-ah, kenapa nangis?”

“Itu, kemeja yang Jaehyo oppa pakai hadiah ulang tahunku buat dia. Nggak nyangka aja ternyata kemeja itu masih dia simpen trus dia pake. Dan ternyata dia beneran sayang sama Jiyul onnie. Buktinya mereka masih pacaran sampai sekarang. Dulu kenapa aku selalu mentingin perasaanku diatas perasaannya dia? Jaehyo oppa sekarang pasti jauh lebih bahagia dengan Jiyul onnie.”

Hyunseong menatap Eunji di depannya lalu menghapus air matanya dengan kedua jarinya, lembut.

“Semua kejadia pasti ada hikmahnya. Kalau kamu masih pacaran sama Jaehyo hyung, kita juga nggak bakal pacaran kan? Semua udah ada jalannya dan itu sudah jadi rencana Tuhan lalu kita manusia hanya bisa berharap kalau itu semua jadi yang terbaik buat kita.”

Eunji menatap Hyunseong lembut lalu memeluknya erat. Eunji tidak akan pernah mau kehilangan Hyunseong, namja yang sudah dipacarinya selama 2 tahun ini.

“Aku beruntung banget bisa jadi pacar kamu,” kata Eunji tepat di telinga Hyunseong.

“Salah, aku yang beruntung bisa jadi pacar kamu,” kata Hyunseong yang juga berkata tepat di telinga Eunji.

“Ya udah, kita sama-sama beruntung,” kata Eunji lalu dengan cepat mencium pipi Hyunseong.

***

Hayoung & Youngmin – When Meet Her Little Cat

“Yah, namja pencuri. Mau kemana kau?”

Youngmin berbalik dan melihat Hayoung, seorang yeoja tinggi yang sedang memandangnya marah.

“Kau memanggilku?” tanya Youngmin bingung karena Hayoung memanggilnya pencuri dan ya, memang hanya dia namja yang ada di tempat itu.

“Siapa lagi yang aku maksud kalau bukan kamu? Hanya kamu namja yang ada di tempat ini,” katanya sinis. “Aku sedang mencari kucing kesayanganku dan ternyata kau yang mencurinya. Apa kau tidak tahu kalau aku sangat menyayangi kucingku itu? Kau benar-benar tidak punya perasaan.”

Hayoung berteriak ke arah Youngmin lalu merebut paksa kucing kecil itu dari pelukan Youngmin.

“Yah, aku bisa menjelaskan semua ini semua,” kata Youngmin. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman dan berujung pertengkaran. “Aku menemukan kucing ini disini dan aku berniat untuk mengembalikannya pada pemiliknya. Tapi kau tiba-tiba datang, menuduhku pencuri dan membentakku. Kau tidak boleh seperti itu padaku.”

Kali ini Hayoung malah terdiam dan perlahan-lahan air matanya menetes dan ya, Hayoung menangis.

“Yah, kenapa kau menangis?” tanya Youngmin panik.

“Kau tadi memarahiku,” katanya sambil tetap menangis. Dan makin lama, tangis Hayoung makin menjadi-jadi.

“Kau duluan yang menuduhku sembarangan. Jelas saja aku marah.”

“Kau benar-benar namja kurang ajar.”

“Yah, sudah untung aku mau mengembalikan kucingmu itu. Awalnya aku

ingin mengambil kucing itu dan aku bawa pulang. Apa kau tahu?” tanya Youngmin geram.

“Hayoung, sedang apa aku disini? Aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini,” kata seorang namja tampan yang terlihat dewasa.

“Chunji oppa,” kata Hayoung lalu memeluknya erat. “Namja ini jahat padaku.”

“Aniyo, dia duluan yang menuduhku pencuri. Padahal aku juga baru saja menemukan kucingnya itu,” bantah Youngmin.

“Apa benar yang namja itu katakan?” tanya Chunji pelan.

Hayoung mengangguk, “Tapi dia juga membentakku oppa. Oppa tahu kan kalau aku tidak suka dibentak?”

“Tapi kalau kau membentak orang lain, itu tidak masalah?” tanya Chunji. “Kau tidak boleh egois Hayoung-ah.”

Hayoung tersentak dan terdiam. Kata-kata Chunji benar adanya. Dia selalu mementingkan dirinya sendiri.

“Aku minta maaf,” kata Hayoung akhirnya.

“Aku juga minta maaf. Oh ya, namaku Youngmin,” kata Youngmin pelan.
Hayoung sudah tidak menangis lagi dan sekaran Hayoung tersenyum manis ke arah Youngmin, “Terimakasih karena kau sudah menemukan kucingku.”

Youngmin mengangguk lalu tersenyum ke arah Hayoung. Setelah saling diam beberapa menit, Chunji dan Hayoung pamit lalu pergi meninggalkan Youngmin sendirian.

Entah kenapa, Youngmin merasa ada getaran lain yang dia rasakan saat ini. Dan dia yakin, kalau dia menyukai gadis manis itu, “Semoga aku bisa bertemu denganmu lagi, Hayoung-ah.”

***

Naeun & Donghyun – When I Make An Avocado Juice For You

“Donghyun oppa, rasanya kurang manis,” kata Naeun merengek seperti anak kecil lalu memberikan gelasnya kembali pada Donghyun.

“Yah, kalau terlalu manis juga tidak enak. Lagian kamunya juga udah manis banget kan,” kata Donghyun gombal.

“Dih gombalnya kumat,” kata Naeun tertawa. “Tapi seriusan deh rasanya kurang nendang. Nggak ada yang mau beli lagi mah kalau rasanya kaya gitu.”

“Seriusan? Ah oke tunggu aku tambahin gula lagi ya.”

Beberapa menit kemudian Donghyun kembali lagi dengan segelas jus alpukat itu dan memberikannya pada Naeun.

“Yah oppa, ini kurang lagi dikit aja. Tambahin lagi dikit aja gulanya,” kata Naeun protes, lagi.

“Oke tunggu.”

“Donghyun kembali ke dapur lalu beberapa menit kemudian di kembali lagi dengan segelas jus alpukat untuk Naeun.

“Oppa, yang ini kemanisan. Kalau…..”

Naeun tidak melanjutkan lagi protesnya karena Donghyun sudah menciumnya, tepat di bibirnya.

“Jadi yeoja jangan cerewet. Kalau mau bikin sendiri gih. Capek kali bolak-balik bikin,” kata Donghyun setelah mencium Naeun.

“Yah Donghyun oppa sialan. Nyuri kesempatan banget ya pake cium segala,” kata Naeun sambil mengejar Donghyun yang berlari ke taman yang ada di café itu. Donghyun sendiri pun hanya bisa tersenyum malu.

***

Taeyeon & Suho – When I Touch Her Lips

“Noona,” panggil Suho pada Taeyeon yang ada di sampingnya.

“Ne?” tanya Taeyeon yang sedang asik makan kue tart black forest hadiah dari fansnya.

“Hmm, itu bibir noona,” kata Suho tergagap.

“Bibirku kenapa? Sexy? Aku sudah tahu itu Suho-ah,” kata Taeyeon tertawa. Tawa itu benar-benar membuat jantung Suho berdetak kencang.

“Bukan itu maksudku. Ada krim kue di ujung bibir noona,” kata Suho akhirnya. Taeyeon menatap Suho lalu perlahan meraba bibir sebelah kanannya.

“Disini?” tanya Taeyeon.

“Bukan, disini,” kata Suho pelan lalu dengan cepat menghapus krim kue di ujung bibir Taeyeon sebelah kiri itu dengan jempolnya. Suho melakukannya sambil menatap Taeyeon tajam.

Wajah Taeyeon bersemu merah, begitupula dengan Suho. Keringat dingin juga mengucur di dahi Suho.

“Terimakasih,” kata Taeyeon tersenyum ke arah Suho.

“Sama-sama Taeyeon noona.”

***

Tiffany & Hoya – When I Meet My Ex-Girlfriend

“Yoonhye noona?”

“Hoya?”

“Wah, kau tambah cantik saja noona. Apa kabar?” tanya Hoya lalu tersenyum manis.

“Aku baik, kau bagaimana? Ah, kita sudah lama tidak bertemu ya? Ngomong-ngomong aku kangen loh ngobrol sama kamu,” kata Yoonhye yang juga tersenyum manis.

“Benarkah? Aku juga,” kata Hoya yang tidak henti-hentinya tersenyum.

“Ehem.”

Tiffany berdehem keras dan membuat Yoonhye dan Hoya yang sedang asik mengobrol jadi terhenti sejenak.

“Siapa yeoja ini? Pacarmu?” tanya Yoonhye penasaran.

“Iya, kenalkan namanya Tiffany noona.”

“Noona? Kau memang suka sekali dengan noona, Hoya-ah? Haha,” kata Yoonhwe tertawa kecil. “Kau cantik sekali onnie. Pasti hoya beruntung memilikimu.”

“Tapi kau juga cantik,” kata Hoya malu-malu.

Deg. Entah mengapa Tiffany merasa cemburu. Dia tidak suka dengan suasana seperti ini dan langsung berlari meninggalkan Hoya dan Yoonhye.

“Yah, Tiffany noona, kenapa kau lari?”

“Untuk apa aku diam disana kalau aku hanya jadi obat nyamuk diantara kalian? Lagipula aku pacarmu yang sekarang, bukan dia lagi. Kenapa kau terlihat senang sekali saat bertemu dengannya? Kenapa kau tega seperti ini padaku? Bahkan tadi kau malas-malasan pergi denganku. Apa kau masih mencintainya? Bilang saja yang sejujurnya,” kata Tiffany emosi.

“Ah, noona cemburu kan? Berarti rencanaku berhasil,” kata Hoya tertawa terbahak-bahak.

“Yah rencana apa? Ini sama sekali bukan hal yang lucu,” kata Tiffany memanyunkan bibirnya.

“Aku sengaja bertemu dengan Yoonhye noona disini dan membuat noona cemburu. Asal noona tahu, aku juga ingin noona cemburu saat melihatku dengan yeoja lain. Selama ini noona selalu cuek padaku. Apa itu salah? Maaf kalau cara yang aku lakukan salah, tapi aku tidak tahu cara lain selain cara ini.”

Tiffany tertegun dan merasa sangat bersalah, “Tentu saja aku cemburu saat kau dekat dengan yeoja lain. Tapi aku biasanya tidak memperlihatkan langsung padamu. Tapi, akhirnya malah jadi seperti ini. Maafkan aku juga,” kata Tiffany lalu menggenggam tangan Hoya. Mereka saling menatap mata satu sama lain, lama, lalu tertawa dan menyadari kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.

“Eh tunggu, berarti kau memang masih berhubungan dengan Yoonhye itu?” tanya Tiffany penasaran.

“Iya, tapi tenang saja, dihatiku cuma ada noona. Tiffany noona.”

***

Krystal & Sehun – When I Say Your Cute Name

“Thehuna, thalanghae,” kata Krystal sambil tertawa terbahak-bahak.

“Nado thalanghae,” kata Sehun lalu memukul Krystal dengan bantal yang ada di sampingnya.

“Yah thehun, sakit tau,” kata Krystal lalu memegang kepalanya yang terkena pukulan bantal tadi.

“Maaf, bercanda doang kok,” kata Sehun tersenyum nakal.

“Hmm thehuna?”

“Ne?”

“Kau sekarang sudah terkenal dan punya banyak fans yeoja. Aku cemburu,” kata Krystal memanyunkan bibirnya. “Aku kangen thehun yang dulu. Saat kita berdua masih bebas pergi kemana saja. Kalau sekarang, mana bisa kita seperti dulu lagi?”

“Yah, aku kira kau sudah mengerti tentang hal ini,” kata Sehun pelan.

“Tenang saja, aku tetap Sehun yang dulu. Sehun yang akan selalu menyayangi dan mencintaimu. Mengerti?”

“Tapi….,”

“Tidak ada tapi lagi. Ini sudah jalan hidup kita, kita harus melewatinya bersama-sama. Lagipula ini mimpi kita berdua kan?” tanya Sehun lalu memeluk Krystal dari belakang. “Oh ya, apa kau sadar kalau kita memiliki beberapa persamaan?”

“Kita yang sama-sama lahir tahun 1994? Kita yang sama-sama maknae?”

“Ah, kau cepat sekali menjawabnya. Kalau begitu, kita memang jodoh,” kata Sehun lalu berdiri di sebelah Krystal. Krystal hanya tersenyum malu mendengar kata-kata Sehun tadi.

“Thehuna, neomu thalanghae.”

***

Serri & Baro – When I Stay In Your Apartment

“Baro-ah, aku boleh nginep disini kan? Sehari aja deh,” kata Serri merengek.

“Loh, nanti kalo mama sama papa noona nyariin gimana?”

“Mereka lagi nggak di rumah. Kakak sama adik aku juga pada ikut nginep di rumah nenek. Jahat banget aku ditinggal dan aku nggak mau sendirian di rumah.”

“Noona hubungin mereka dulu deh, nanti malah nyariin lagi.”

“Udah biarin aja.”

Serri bergegas ke kamar Baro dan mengambil kaos oblong dan celana pendek milik Baro.

“Yah, kenapa jadi berantakan gini sih lemariku? Yah Serri noona, rapiin dulu lemariku.”

“Maaf,” kata Serri memeletkan lidahnya, tanda dia tidak merasa bersalah sama sekali.

Setelah selesai berganti baju di kamar ganti, Serri merasa sangat ngantuk dan langsung merebahkan dirinya di kasur milik Baro.

“Baro, aku tidur disini ya?” tanya Serri dengan matanya yang sudah 5 watt.

“Lah, trus aku tidur dimana? Di sofa? Ogah.”

“Ya udah tidur disini aja sama aku,” kata Serri santai.

“Eh? Apa kata noona tadi?”

“Ya tidur disini sama aku. Kenapa sih? Duh, pasti pikirannya udah nggak bener aja nih.”

“Glek. Kenapa Serri noona tahu apa yang aku pikirkan?” gumam Baro dalam hati.

“Tuh bener kan, dasar otak mesum,” kata Serri lalu melempar bantal dan guling ke arah Baro.”

“Yah.”

Baro lalu dengan cepat berlari ke arah Serri dan memeluknya erat. Keduanya berpelukan di tempat tidur sambil tertawa.

“Lanjut besok deh ya mainnya. Aku ngantuk,” kata Serri. Dan benar saja, belum ada semenit, Serri sudah tertidur di pelukan Baro. Baro lalu dengan hati-hati menidurkan Serri di pelukannya.

“Selamat malam periku yang cantik, mimpikan aku ya,” kata Baro lalu mencium bibir mungil Serri. “Aku mencintaimu.”

***

THE END

16 responses to “[7 of ?] WHEN I……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s