[Drabble] Sky

title: Sky

author: lightless_star

genre: fluff

cast;

  • Huang Zi Tao (EXO M Tao)
  • Wu Yi Fan (EXO M Kris)

rated: General

length: drabble-ish

Sky

-lightless_star-

xxx

DISCLAIMERS: I don’t own the character. i just own the story. this is just a fiction, so it doesn’t happen to the character in their real life. i don’t take any financial profit based on this fic.

WARNING: Shonen-ai, Out of character (maybe)

xxx


Wu Yi Fan tidak berkata apa-apa. Yang ia lakukan hanya duduk diam dan tenang dikursinya sambil melihat keluar jendela pesawat yang sedang mereka tumpangi. Ia tak mau melihat melihat kesamping. Ada yang terasa memberatkan bahu kirinya sedari tadi. rambut hitam yang terasa agak menggelitik lehernya dan gumam-gumam halus yang kadang agak menjijikkan baginya.

“Kris-gege… Peluk… Peluk….” Huang Zhi Tao—yang bersandar dibahunya—menggumam lagi. Membuat Kris mendecakkan lidahnya, ‘adik kecil’-nya itu sangat mengganggunya. Namun Kris tak mau mendorongnya dan membiarkannya tidur bersandar pada sandaran kursi penumpang. Kalau boleh jujur, entah kenapa dia merasa senang. Tao masih tertidur daritadi. Bahkan Luhan yang menarik-narik rambutnya dari belakang kursi untuk menjahilinya tak juga mampu membangunkannya. Suara napasnya yang teratur dan matanya yang masih terpejam kala ia bersandar dibahu Kris membuat pemuda itu merasa tak ingin membangunkan Tao. Merasa nyaman? Mungkin. Tapi beberapa menit berikutnya Kris bisa merasakan kepala Tao yang bersandar dibahu kirinya menggeleng pelan lalu setelah itu matanya terbuka. Tao mengerjap-ngerjapkan matanya dan kemudian menatap Kris yang duduk disampingnya.

“Berapa lama aku tertidur, gege?” tanyanya. Kris mengangkat 3 jari tangan kanannya untuk menjawab.

“Lama sekali! Tiga jam?” ucapnya, agak kaget. Kris mengangguk.

“Gege, kenapa diam saja? Gege sedang sakit?” tanyanya sambil memegang dahi Kris,”Ah, badanmu panas! Lalu.. lihat, wajahmu merah begitu,” ucap Tao polos. Tanpa ia tahu apa yang menyebabkan tubuh Kris terasa hangat dan semburat merah muda itu muncul dipipinya.

“Aku tidak sakit, Tao,” ucap Kris tenang sambil menepis tangan Tao yang menempel di dahinya.

“Apa Gege takut naik pesawat?” tanyanya polos. Kris menggeleng, lalu membuang pandangan keluar jendela lagi. melihat gumpalan awan-awan putih bersih dan birunya langit yang kali ini terasa sangat dekat.

“Aku suka melihat langit,” ucap suara berat itu lagi, Tao. Membuat Kris menolehkan kepalanya karena ingin tahu.

“Kenapa?” tanyanya datar. Mencoba menyembunyikan rasa gugup yang selalu muncul kala ia bersama pemuda yang mestinya ia anggap adik kecil itu.

Tao mengedikkan bahu, “Entahlah. Langit selalu bisa membuatku tenang. Dulu, aku tidak punya sahabat. Walaupun aku punya banyak teman. Jadi, tidak pernah ada yang mau mendengarkanku,” ucapnya, sinar matanya sendu.

“Langit mau mendengarmu? Tapi kan dia tidak bisa menjawab kalau kau tanya….”ucap Kris menanggapi, Tao tersenyum kecil.

“Memang. Tapi, itulah kenapa aku senang melihat langit. Seakan aku bercerita padanya. Dia bisa membuatku tenang, walau dia tak pernah bersuara. Kadang, manusia itu terlalu banyak omong, Gege. Berisik. Aku tidak suka orang yang seperti itu,” ucap Tao lagi. Kris mengangguk tanda mengerti.

“Tapi, sekarang kan disini ada aku. Kau tidak bisa lagi bilang kalau kau tak punya sahabat,” ucap pemuda jangkung itu dengan suara lembut. Tao mengangguk senang.

“Iya. Kris-gege memang yang paling baik. Aku ingat bagaimana waktu aku baru datang ke Korea dulu aku kebingungan karena bahasa Korea-ku tidak bagus dan trainee dari China sering dikerjai. Aku tidak mengerti apa-apa. Tapi Kris-gege selalu mau membantuku, mengajariku ini-itu dan menemaniku kapanpun. Gege membuatku merasa kalau aku tidak sendirian,” bibir tipis Tao melengkungkan senyum, ia melanjutkan lagi.

“Bagiku, Gege itu—–“ mata hitam kelamnya menatap Kris dalam, membuat pemuda yang lebih tua darinya itu sedikit berjengit, ia membelalakkan matanya saat menatap balik pria  itu. Debaran jantungnya makin keras, rasa gugupnya makin meningkat.

“—langitku.”

Pemuda berambut hitam itu kembali tersenyum, tanpa peduli pada ekspresi aneh yang terpeta di wajah Kris.

“Gege, aku mau tidur lagi.”

Dan dengan santainya, kembali menyandarkan kepalanya di bahu Kris lagi.

pemuda berambut cokelat terang itu tersenyum. Adik kecilnya yang berwajah garang itu ternyata manis sekali.

–fin–

A/N:

hai. ehehe. maap kalo fic ini gajelas sama sekali.

ini ditulis waktu UN IPA kemaren. saya masih punya sisa waktu dan karna gatau mau ngapain, jadi saya nulis ini. .___.

jangan ada yang minta lanjutin,ya. abisnya cerita ini bikinnya iseng banget -_-v

nah, karna udah mau selesai UN. jadi saya bisa aktif nulis fic lagi 😀

senangnyaa~

kenapa TaoRis? karna saya suka couple ini. dan dua duanya itu bias saya. o_o

thanks for reading, mind to leave comment?

24 responses to “[Drabble] Sky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s