Baby Face, Luhan Part 5

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre: Friendship, comedy

Ratting: PG-13

Title : What happen with you Jong in?

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama trainee…

Tiap hari sekarang di isi dengan jadwal ketat yang di susun oleh SMent. Mereka sangat disiplin, sekarang kami menjadi lebih kompak. Waktu yang selalu kami habis kan bersama membuat tim ini semakin solid saja… aku senang jika tiap hari seperti ini. Sahabat – sahabatku trimakasih selama 3 bulan ini sudah mau berteman denganku. Tiap hari kami akan membuat sebuah history.

Aku membungkukkan badanku dan berterima kasih pada pelatih. Dia juga mengatakan bahwa kami sudah bekerja sama selama ini. Aku tersenyum lebar meski aku sangat lelash dan sangat jenuh dengan rutinitas ini. FYI, aku sudah dari tahun 2008 mengikuti pelatihan seperti ini tapi samapi detik ini aku belum debut. Itulah alasan kenapa bahsa koreaku sangat baik, aku juga pernah melakukan pertukaran pelajar di korea. Dulu aku di JYP jadi trainee di sana, tahun 2010 saat aku berjalan – jalan di myeondong ada staf SM menawari ku untuk pindah saja. Dengan sebuah janji tahun ini aku akan debut… semoga janji itu bukan sekedar janji saja… perjalanku tidak semudah yang mereka semua pikirkan kan? Tapi biarlah mereka berpikir seperti itu.

Malam hari dalam dorm…

Entah kenapa dorm yang biasa ramai seperti pasar mendadak sepi. Kemana Baekhyun dan Chanyeol biasanya mereka sangat ribut atau Kai dan sehun yang sibuk main game atau membicarakan sekolah dan chen yang biasanya mengajari kami menyanyi juga Tao yang merengek minta di temani jalan – jalan? Kemana mereka yang dulu? Sekarang hanya ada wajah kelelahan setiap pulang latihan… waeyo? Aku merindukan kalian semua. Sepi sekali aku hanya main rubiks sendirian di ruang TV… aahhh… bosan -_- aku bisa mati bosan……

“lalalala… kalian semua tidur ya?!” kataku sedikit berteriak, lalu Dio datang menghampiriku.

“heh… kenapa berteriak malam – malam seperti itu?!”

“ani… aku hanya bosan,”

“di dalam dorm hanya ada aku yang lainnya pergi entah kemana… bagus kalau mereka tidak pulang! Dorm jadi rapi dan bersih juga enggak berisik… terutama chanyeol itu ampun dia selain berisik juga sangat malas, xiumin apa lagi dia sering meletakkan celana di sembarang tempat, Tao dia manja dan egois, Kai dia klo tidur seperti kuda gila… dan semuanya blablablablaaa…” omel Dio sambil melipat kedua tangannya dan bersandar di tembok. Entah kenapa aku merasa dia seperti seorang ahjumma (bibi – bibi) aku hanya pasang wajah innocent sambil mengangguk. Aku membayangkan dia mengatakannya dengan banyak roll di rambut dan masker di wajah. Aku ingin mutah… hahahaha…

Tiba – tiba pintu depan terbuka mereka semua datang…

“hey… bibir tebal siapa yang berisik dan malas?!” kata chanyeol marah, Dio pun melotot kaget.

“aku meletakkan celana sembarangan?” kata xiumin kesal.

“Manja? Egois??? Hyung belum pernah merasakan jurusku ya… patah tangan atau kaki?!” ancam Tao dengan tatapan tajam.

“patahkan saja lehernya… hahaha…” tambah Baekhyun. Suho dan Lay hanya tertawa geli. Kris masih diam seperti biasanya. Aku tidak melihat sehun dan Kai, mungkin mereka ada urusan atau belajar bersama.

“ammmpuunn… semua… ampunnn tadi aku hanya bercanda… sorry sorry sorry…” Dio memohon sambil menyanyi lagu sorry, sorry. Chanyeol menarik kerah belakang Dio.

“berani kau memjelekkan ku di belakang yaaa… dasar kyungsoo jelek! sebagai hukumannya pergi masaknan makan malam untuk kami…” perintah chanyeol, semuanya tertawa. Hari ini kami puas membully si bibir tebal ini, hahaha… dio memang lucu apa lagi saat kesal bibirnya maju seperti bebek. Hahaha aku tidak bisa berhenti tertawa saat melihat ekspresinya.

Malam semakin larut, semua nampak lelah dan tertidur dengan pulas. Aku masih menunggu Kai dan Sehun pulang sambil tiduran di atas sofa. Tiba – tiba Sehun pulang, anak itu… membuatku kawatir saja.

“kenapa baru pulang jam segini?” kataku kesal.

“ah, mianne… ada pesta ulang tahun di rumah temanku, tadinya aku ingin pulang ke rumah saja tapi rumahku sudah di kunci semua sudah tertidur…” kata sehun. Dasar anak muda jaman sekarang party sampai jam segini.

“tentu saja mana ada yang masih terbangun jam segini? Cepat sana tidur… Jong in kemana dia? Tidak ikut party?”

“anni… dia tidak mau ikut party dan masih latihan di studio sekarang,”

“mwo? Jam segini ini jam 12 malam!? Kenapa latihan hingga larut lagi… Baiklah aku akan kesana dan menyuruhnya pulang sekarang,” kataku kaget sambil mengambil jaket di atas meja.

“lulu perlu aku temani?”

“tidak, kau tidur saja sana… aku tidak lama,” sehun hanya mengangguk, aku pergi meninggalkan dorm dan mencari jong in.

Kim Jong In, semenjak kejadian dengan pacarnya di café itu dia jadi berubah. Yang dulunya dia sangat ceria dan periang juga ramah sekarang dia jadi pendiam dan pemurung juga kasar. Pacarnya yang sangat ia cintai itu memilih untuk putus denganya. Entah apa alasannya aku tidak berani untuk menanyakan langsung… sepertinya masalah yang sangat serius hingga mereka putus seperti itu.

Hampir saja aku ketinggalan bus terakhir malam ini, sepertinya hari ini aku akan menginap di studio SM building menunggu hingga besok saat ada bus pertama datang. Aku mengintip sedikit dari jendela, benar itu Kai dia sedang latihan untuk debut kami. Dia memang pekerja keras, dance adalah sebagian dari hidupnya. Karena yang ku tahu ia menghabiskan separuh lebih hidupnya hanya untuk menari… Kai benar – benar berbakat. Kai terjatuh, tapi ia dengan cepat bangun kembali… sepertinya dia semakin lemah karena terlalu lama latihan. Aku saja maksimal hanya 3 jam selebihnya mungkin aku bisa pingsan… daya tubuh seorang yang keras kepala. Omooanaa! dia terjatuh lagi. Cukup aku muak melihatnya… tapi aku tidak mau menggangunya, sudahlah aku membeli makanan dan cappuccino saja untuknya.

Aku kembali membawa banyak makanan untuknya. Aku mengintip lagi, dia merjatuh saat melakukan gerakan berputar.

BRAKKK…

“jonginnie! Gwaenchanayo?” aku tidak tahan lagi melihatnya terus jatuh dan kesakitan seperti itu.

“kenapa kau ada di sini? Anak kecil sepertimu pulang saja sena! Ahhh…” katanya sambil memegangi kakinya, seluruh tubuhnya di penuhi kerigat dingin dan tatapan matanya di penuhi kebencian.

“bagian mana yang sakit? Ayo aku antar ke rumah oran tuamu saja, kakimu terluka…” kataku panik.

“pergilah…! Aku tidak apa – apa… jangan menggangguku,”dia terus mengusirku, mana mungkin aku pulang dengan melihat nya seprti ini?!

“apa ini semua gara – gar gadis bernama Lee Cheonrin itu?” kataku dengan menatap matanya tajam. Dia meliriku tajam kemudian berdiri.

“iya atau tidak bukan urusanmu!” dia berdiri kemudiam mebelakangiku. Dengan langkah terseret dia terus berjalan.

“kim jong in kumohon jangan seperti ini! Ayo kita pulang…” dia terdiam sebentar kemudian aku melihat wajahnya di cermin besar di sekeliling studio ini. Wajahnya semakin pucat, dan astagaaa… hidungnya mengeluarkan darah. Dia mimisan.

“sudah cukup! Aku bilang pulng saja sana‼! Aku bukan Sehun mu itu yang bisa kau perlakukan seperti anak kecil…… akuuu… akkuuu…” dia terus berteriak aku menarik tangannya. Aku mengambil sapu tangan ku dan membersihkan darah dari hidungnya.

“kau bodoh kim jong ini! Kau bodoh sekali… apa gara – gara wanita kau jadi seperti ini?! Memalukan…” kataku sambil membersihkan darah yang terus mengalir dari hidungnya. Apa seperti ini  percintaan remaja jaman sekarang, move on! apa itu sulit untuk dilakukan? Wanita di dunia ini kan banyak… dulu waktu SMA aku pernah pacaran lalu putus tapi tidak sampai separah ini. Benar – benar kekanak – kanakan.

Dia maju selangkah semakin dekat denganku. Dia menatap mataku sendu kemudian jatuh pingsan. Aku mulai panik saat dia terjatuh. Aku terus menepuk pipinya dan menyuruhnya bangun… ettokehe?

“jong ini! Sadarlah… jangan bercanda!” dia tidak merespon sama sekali. Aku menelefon dorm dan menejer kim, tapi mereka semua tidak menjawab. Mungkin ini sudah sangat larut dan mereka semua sedang tidur. Hubungi siapa ya? Aku bingung… aku mengambil HP di saku celananya. Aku segera menelefon orang tuanya.

Luhan POV end

Luhan membuka matanya perlahan, dia bingung kenapa dia bisa tidur di sini… di kamar seorang yeoja. Padahal seingatnya ia membawa kai ke rumah orang tuanya. Tiba – tiba seorang yeoja cantik menghampirinya.

“ah… adik kecil yang manis kau sudah bangun?” kata yeoja itu sambil mengelus poni Luhan.

“noona siapa?”

“aku kakak perempuan nya Kai, namaku Kim Jae In.  terimakasih kau menggendongnya sampai ke pintu depan, kim jong in itu tinggi dan besar kau hebat bisa mengangkatnya seperti itu. Kau hebat sekali…” jelas Jae In.

“oh… iya aku ingat, sekarang di mana jong in?”

“di kamarnya dia sedang istirahat,”

“aku mau melihatnya sebentar, dimana kamarnya noona?” kata Luhan sambil tersenyum pada Jaein.

Kai masih tertidur dan selang infuse terpasang di tangan kirinya. Kai memang anak yang lebih suka memendam masalahnya sendiri. Terus di tumpuk dalam dada hingga akhirnya tak terbendung lagi. Kai dan Cheon rin sudah berpacaran sudah 2 tahun saat mereka lulus SMP. Dulunya mereka bersahabat, namun rasa itu mulai muncul seiring waktu berjalan. Dan kini cerita manis selama dua tahun itu harus di kubur dalam – dalam. Luhan mendengar cerita itu dari Jae In, cheon Rin terpaksa meninggalkan Kai karena ia tidak mau merusak karir Kai. Jika mereka masih bersama Kai tidak akan bisa debut… pertaturan yang di buat SM, artisnya dilarang punya hubungan asmara alias pacaran.

Luhan menatap Kai yang sedang terbaring, dengan ekspresi datar. Pikiran Luhan terbang kemana – mana, bagaimana jika suatu saat ia jatuh cinta dengan seorang gadis nanti dan tidak bisa memilikinya karena karir… memilih cinta atau impian menjadi selama ini? Sangat dilemma…

“kau tau Kai? Aku pernah membaca sebuah buku… di sana ditulis ‘jika sepasang sahabat berubah menjadi sepasang kekasih perasaan itu di sebut ketulusan. Dan jika sepasang kekasih berubah menjadi sepasang sahabat kembali itu adalah perasaan yang di sebut kedewasaan’. Aku tau kau sudah 18 tahun itu bukannya sudah dewasa dan mengerti semua itu kan? Cinta tak harus memiliki… mungkin ini kalimat hanya untuk orang yang tidak pernah di cintai, tapi kau Kim Jong In! suatu saat saat exo debut kau akan banyak dapat cinta dari fans… setidaknya cinta mereka sama besarnya seperti cintamu ke Cheon rin…” kata Luhan di depan Kai yang masih belum sadar.

Kai membuka matanya ia mulai sadar, orang pertama yang ia lihat adalah Luhan. Kai mencoba duduk dan Luhan membantunya.

“kau tidak apa – apa?” kata Luhan cemas. Kai hanya meangguk ia tersenyum tipis lalu menatap mata Luhan sendu. Kai menarik badan Luhan kemudian memeluknya, kai mulai menangis. Luhan hanya memasang ekspresi sedih sambil menepuk pundak Kai. Sepertinya kata – kata Luhan membuat Kai tersadar, kai merasa Luhan kai ini sangat berbeda ia terasa 10 tahun lebih tua dan dewasa. Masalah ini hanya Luhan yang tahu, dan Luhan tidak pernah membocorkan ini pada siapapun.

……

Kai mengunjungi perpustakaan saat istirahat tiba. Banyak tugas yang harus ia kerjakan hari ini, saat ingin mengambil buku di salah satu rak di sana tanpa sengaja secara bersamaan Kai menyentuh tangan seorang gadis. Gadis itu cheonrin, mantan pacar Kai.

“mianne…” kata cheonrin sambil tersenyum tipis, suasana terasa canggung di antara mereka. Kai membalas senyum gadis cantik berambut sebahu itu.

“kau duluan… ambil saja, kita masih bisa berteman lagi seperti dulu kan?” kata kau sambil memberikan buku itu.

“tentu saja… kau bercanda kim jongin? Kita ini kan sahabat sejak masih kecil,” kemudian mereka berjabat tangan, suasana canggung itu perlahan menghilang. Sudah jadi keputusan mereka berdua untuk sekedar menjadi sahabat saja. Apakah mereka sudah dewasa sekarang?

Beberapa hari kemudian…

Hari minggu pagi yang cerah, Luhan membuka matanya. Ia membuka hpnya ada satu pesan masuk, sebuah ucapan selamat ulang tahun ke 24 tahun dari Ibunya. Ia tersenyum bahagia meski terlambat beberapa minggu ibunya masih mengingat bulan  di mana anaknya di lahirkan.

Luhan bersiap untuk jogging bersama Sehun. Sehun menyuruh Luhan memakai baju berwarna pink, tentu saja luhan menolaknya karena baju itu sangat feminism.

“kau gila? Tidak mau suruh orang lain untuk memakainya…” luhan melempar baju pink itu dan tanpa sengaja Tao menangkapnya.

“lulu… tapi aku ingin melihatmu seperti dulu. Seperti foto mu saat menjadi ulzzang ini,” Sehun menunjukan foto luhan yang memakai baju pink dan bergaya aegyo.

“yya‼ kau dapat foto itu dari mana! Ah… aku malu sekali,” sehun menundukan mukanya sehun hanya tertawa puas.

“chogiiyoo… baju siapa ini? Untukku saja ya! Pink… bagus sekali,” kata Tao bersemangat. Luha dan Sehun melihat ke arah Tao.

“ambil saja…” kata luhan dengan ekspresi bingung.

“maknae… itu baju untukmu!” kata sehun kesal.

“langkahi dulu mayatku kalau kau mau melihatku memakai baju pink itu…” kata luhan geram.

“Tao hyung? Kau suka warna pink?” tanya Sehun dengan ekspresi tidak percaya, Tao mengangguk.

“bolehkan ini menjadi milikku…”

“baiklah ambil saja,” kata Sehun lemas.

“gomawo…” Tao pergi ke kamarnya dan mencoba baju pink itu.

“dia konyol sekali… padahal aku takut setengah mati saat dia menunjukan wushu nya padaku, selain aegyo dia juga suka warna pink… sungguh kepribadian ganda,” kata Sehun dengan wajah datar.

“hahaha sudahlah… kita jogging sekarang nanti keburu siang dan panas,” kata Luhan sambil menarik tangan Sehun.

Selesai jogging Luhan menghampiri kai yang sedang menyiram tanaman di halaman. Dia membawa anjing peliharaan kesayangannya yang ia beri nama Mongu.

“selamat pagi jongin!” sapa Luhan ramah.

“pagi maknae‼! Hahahaha… ” tiba – tiba Kai menyemprotkan air pada Luhan, dalam semenit tuhuh Luhan jadi basah kuyub.

“yyaa…‼ apa yang kau lakukan cukuppp… hahaha… yaaa kim jong in ssi!” Luhan terus meronta dan mencoba merebut selang air itu.

“mongu kejar dia…” mongu mengejar luhan dan membuat namja berbadan mungil itu jatuh. Anjing kecil berwarna coklat itu mejilati wajah Luhan.

“cukup mongu geli! Kkyyaa… hahaha kai! Aku akan membalasmu nanti…”

“maknae kau belum mandi kan? Nih mandi lagi…” kai menyemprot Luhan lagi. Kris datang secara tiba – tiba kai mematikan selangnya, kris membantu luhan berdiri. Luhan menatap aneh Kris, kris menaruh handuk kecil di atas kepala Luhan kemudian pergi.

Luhan masih memasang wajah bingung, kai mendekatinya dan mengeringkan rambut Luhan dengan handuk itu. Kai menatap mata luhan sebenatar kemudian menarik hidung Luhan gemas.

“akkhh… kau mau membunuhku pagi – pagi seperti ini?” kata luhan sambil memegangi hidungnya. Kemudian Kai memeluk Luhan erat…

“gomawo Luhan…” bisik pelan Kai, luhan mengangguk sambil tersenyum manis.

Di kamar luhan mengeluarkan hpnya. Hpnya mati dan rusak karena terkena air tadi. Lalu luhan menaruh hp itu di laci meja. Dia sangat kesal…

“haa haa hhssiimm…… sepertinya aku flu…” luhan bersin karena kedinginan bermain air bersama kai tadi.

….

Setelah ganti baju Luhan berjalan menuju dapur, ia mengambil air putih di kulkas. Dio datang menghampirinya.

“wajahmu pucat sekali, kau sakit?” tanya Dio.

“tidak…  gwaenchanayo… aku hanya sedikit flu saja,”

“sudah makan belum?” Luhan hanya menggeleng lemas.

“belum, tapi aku tidak lapar…”

“sudah tidak apa – apa, aku akan mau mencoba resep baru… kau tunggu di sini ya,”

Luhan duduk di atas kursi sambil memberhatikan Dio memasak. Dio terlihat lebih keren saat memasak tanganya begitu lincah seperti seong professional saat memotong sayuran.

“waaa… keren sekali!” teriak Luhan semangat.

“ini belum apa – apa, chaaa~ sudah jadi tidak ada 10 menit! Cobalah…”

“apa ini? Mie dengan kimchi?”

“ini spaghetti kimchi! Ini cobalah…” Dio memberikan sebuah garpu kepada Luhan.

“aku lebih suka makan dengan sumpit,”

“kau ini makanan mahal malah makan pake sumpit, kau pikir ini ramyun dasar aneh!” Dio mengambilkan sumpit untuk Luhan.

“spaghetti juga mie kan? Kenapa harus memakai garpu itu diskriminasi antar makanan…” kata Luhan sambil tersenyum manis.

“hahaha… kau bisa saja, bagaimana?”

“ini enak sekali, gomawo hyung-nim, hyung harus membuka restoran nanti… aku bisa jadi pelayan di sana…” luhan dengan lahap memakan masakan Dio.

“apa Xi Luhan itu nama aslimu?”

“bukan, itu hanya panggilan ku di sekolah. Xi artinya Deer atauu Rusa. Jadi aku ini luhan si rusa,” jelas Luhan.

“mulai sekarang kau bukan beruang lagi, tapi Rusa… Luhan deer^^”

“Luhan bear juga tidak apa – apa…” Dio tersenyum sambil mengelus rambut Luhan. Sebenarnya Dio sedikit kasihan pada Luhan karena di usianya yang masih sangat muda ia harus terpisah dengan orang tuanya demi menjadi seorang penyanyi.

Lay mengintip sedikit luhan dan dio di dapur, dia tersenyum sinis. “dasar penjilat!” kata Lay lalu ia kembali masuk ke kamarnya.

To Be Continue

……

////

Preview next part

Lay menggedor  – gedor pintu depan dorm dengan kasar. Dia berteriak sambil berbicara dengan tidak jelas.

“akuuu… akuuu… ini menghabiskan 5 tahun untuk di trainee di sini, tiap hari aku latihan dengan keras agar bisa jadi dancer terbaik! Aku menahan diri untuk tidak bertemu keluargaku, tidak jatuh cinta dan meneruskan studyku… aku sangat tersiksa‼ Tapi… tapiiii…… kenapa posisiku harus di tukar dengan anak yang di temukan di pasar tahun lalu?‼‼! Apa kurangnya aku di bangingnya! Apa menurut merka dia lebih tampan?! Aku melakukan perawatan kulit yang sangat menyakitkan, dan sekarang aku hanya akan tampil di belakang dan tidak di depan, kenapaaa…‼!” Lay mabuk dia terus berbicara dalam bahasa mandarin. Semua member tidak mengerti apa yang ia bicarakan kecuali Kris, Tao, dan Luhan. Kris dan Tao mencoba menenangkannya. Semua member melihatnya aneh. Luhan tau anak itu yang di maksud Lay adalah dirinya. Luhan mendekati Lay yang sedang mabuk, lay menatap mata luhan tajam.

“kaaauu…” kata lau sedikit tidak jelas, sambil menunjuk wajah luhan.

Luhan bersujud didepan produser, dia terus memohon agar posisi Lay tidak di gantikan olehnya. Apakah produser mengabulkan permohonan Luhan?

/////

Hehehehe………. 😀 makasi yg sudah setia baca 🙂 …

Oh iya ff ini akan terbit tiap hari sabtu malem.

50 responses to “Baby Face, Luhan Part 5

  1. kok lay jadi gini sih sifatnya, aslinya kan enggak, klw lay dicerita ini karakternya gak kyk gini, ntar gak ada konfliknya, lanjut thor 😀

  2. Heran deh ama Kai, dia dinasehatin ama yg muda. Itu artinya dia tidak sadar akan Luhan itu tua dan imut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s