Baby face, Luhan part 6

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre: Friendship, comedy

Ratting: PG-13

Title : Zhang Yi Xing Rolling in the Deep~~~

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama trainee…

Luhan POV

Hari ini benar – benar sibuk, waktu ku habis untuk latihan dan belajar bahasa korea. Meski aku sering curi waktu untuk ke restoran daging panggang milik ayah angkatku selama di korea. Semacam tempatku home stay dulu saat pertukaran pelajar beberapa tahun yang lalu. Kadang aku ke sana membantu berkerja paruh waktu di sana, mereka sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri. Aku memang orang yang tidak bisa diam, aku selalu mencari kegiatan hingga tidak ada waktuku yang terbuang sia – sia. Menurutku hidup hanya sekali tidak boleh di lewatkan sedetikpun. ^^

Saat aku mengantar makanan di salah satu meja, ada seorang ahjussi menatapku dengan tatapan aneh. Entah apa yang di pikirkannya…

“kau masih sekolah nak? Kelas berapa…” tanya ahjussi itu heran, lagi – lagi mereka tertipu dengan wajah baby faceku ini.

“maaf, tapi aku sudah 24 tahun,” kata ku sambil tersenyum dan tertawa kecil.

“hah? Aku tidak percaya… ku pikir kau anak SMP…… aku dari sebuah agensi ini kartu namaku, kau mau ikut casting?” dia menawari ikut casting di sebuah perusahaan pencari bakat, tapi aku sudah join di SMent bagaimana ini.

“mianhamnida ahjussi… aku tidak bisa karena aku…” ah.. aku lupa aku dilarang bilang kalau aku akan jadi idol selama trainee ini.

“waeyo…?”

“itu… aku…. Miannhamnida. Gamshamnida… berkunjunglah lagi ke restoran kami lain kali…” aku hanya member salam dengan sopan sambil membungkukan badan pada ahjussi itu dia hanya menatapku bingung dengan wajah kecewa. Aku memang sering mendapat tawaran dari menejer agensi saat aku berjalan – jalan di keramaian atau sedang bekerja seperti ini, enatah kenapa? Apa mereka sangat tertarik dengan wajah ku yang tidak pernah bertambah tua ini? Di mana letak daya tarikku sebenarnya? Entahlah…

Tiba – tiba appa angkatku memanggil…

“luhaaaannn~” panggil appa.

“ne appa…!”

Aku melihat ke arah jam di dinding, sudah jam 3 sore. aku terlamabat jam 4 nanti ada latihan… aku segera ganti baju. Aku memakai seragam sekolah palsuku ini, saat pagi hari aku pura – pura pergi ke sekolah padahal aku ke rumah orang tua angkatku untuk bekerja. Aku bingung harus kemana, aku kan tidak mendaftar sekolah di sana. Huffftt… kadang aku lelah berperan dalam kebohongan ini. Tapi setiap aku mendiskusikannya pada menejer kim dia selalu bilang jangan dulu Luhan… ini belum waktu yang tepat untuk mengakui umurmu yang sebenarnya.

Sebelum itu aku pamit pada appa dan eomma. Aku berlari takut ketinggalan bus menuju SM building. Aku berlari dari halte bus sampe ke gedung SM. Aku masuk ke studio dengan tersengal.

“kamu habis dari mana kenapa lari – lari seperti itu…?” tanya Suho padaku, aku masih mengatur nafas.

“miannee… hyung… hufftt… aku tidak terlambat kan?”

“ini minumlah dulu,” chen membawakan sebotol air putih.

“gomawo… jongdae hyung,” aku tersenyum padanya. Tak lama Yoo Young Jin ahjussi datang dia membawa dua orang asisten yang membwa banyak beberapa lembar document.

……

Pembagian posisi, aku sempat shock juga saat mendapat kan posisi salah satu main dancer. Tapi mau bagaimana lagi ini semua di nilai dari hasil latihan kami selama ini. Aku menggaruk rambutku sambil menatap mereka bingung. Menurutku aku lebih baik menjadi vocalist daripada dancer seperti ini. Ah… aku bingung. Kurasa Yixing(Lay) lebih pantas berada di posisi ku sekarang. Semua tidak ada protes atau keberatan dengan posisi yang sudah di bagikan. Tapi aku sebenarnya aku tidak setuju dengan posisi main dancer ini. Entahlah ini sudah jadi keputusan pihak menejement. Semua memberiku selamat kecuali Lay wajahnya terlihat sangat kelelahan dan kecewa itu semua terlihat dari tatapan matanya. Aku mencoba mendekatinya dan menyapanya, aku sering memanggilnya keripik kentang.

“hei! keripik kentang…! Kau kenapa?” tanya ku padanya. Tapi dia hanya tersenyum tipis lalu meninggalkanku. YiXing kau kenapa? Kau marah padaku… ? 😦

……

Aku pulang ke dorm aku membaringkan tubuh ku di atas sofa, pikiranku sedang kacau sekarang. Aku melihat sekelilingku aku ingin meminta maaf pada Lay mungkin tadi aku tidak sopan padanya dan membuatnya marah. Tao datang tiba – tiba dan membuyarkan lamunanku.

“yya! luhan ssi~ kau bisa membantuku?”

“apa? aku kan membantumu…”

“aku iri sekali padamu kau pintar dan lincah, kau bisa main rubiks seperti seorang master, wajah imut, kulit bagus, bahasa korea dan mandarin sangat baik, suaramu bagus sekali, umurmu masih 16 tahun   dan sekarang main dancer… kau maknae paling sempurna di dunia ini… ajari aku supaya aku bisa jadi sepertimu,” kata Tao panajng lebar, dia terus memujiku dengan suara nya yang seperti anak kecil itu. Ekspresinya saat bicara lucu sekali.

“hahahaha… kau memujiku? Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan… aku tidak sebaik yang kau bicarakan tadi, aku punya satu rahasia …”

“apa rahasiamu?” tanyanya penasaran, lalu aku memberbisik di telinganya.

“aku… tidak bisa Wushu, buiing – buuiing, dan benci warna pink, kau pegang rahasiaku ok…” lalu aku tersenyum nakal padanya. Dia pun tertawa.

“hahahahaha itu semua kan milikku! Kau tidak akan bisa menyamaiku, apalagi dalam bidang wushu…”

“iya.. iya… aku percaya ^^ kau tidak melihat zhang YiXing gege?” tanyku pada Tao, dia hanya menggeleng.

“hanya dia yang belum pulang… sudah ya aku mau belajar bahasa inggris dengan Kris gege,”

“yya! Kau dekat dengannya? Kau tidak merasa takut jika berada di sampingnya?” tanya ku heran.

“tidak… dia sangat baik, katanya aku ini adik paling lucu yang pernah ia temui, bye lulu~!” dia melambaikan tangannya dan pergi meninggalkanku. Apa? baik? Kris baik…? Yang benar saja?!

Tiba – tiba aku mendengar ada yang memencet bel dan mengedor – gedor  pintu dengan kasar. Siapa orang tidak sabaran itu? Membuat semua orang terbangun dan keluar dari kamarnya. Lalu Suho dengan cepat membukakakan pintu. Saat pintu terbuka semua terlihat kaget karena itu Lay yang sedang mabuk. Dia habis minum?

“buka‼! Heiii… kalian~‼‼! Bukaaaa…..!”  Teriak Lay dengan nada tidak jelas, suho membuka pintu.

“YiXing ah… kau mabuk? Kau kenapa…?” tanya Suho kawatir dan membantu Lay berdiri.

“akkuu… tidak mabuk! Kalian semua terlihat lucu…” dia melirik tajam ke arahku kemdian berjalan sempoyongan dan akhirnya terjatuh, kemudian ia tertawa seperti orang gila.

“YiXing gege… kau kenapa?” tanya Tao ketakutan. Kris mengangkat tubuh Lay dan membawaknya ke kamar. Semuanya terlihat bingung melihat tingkah Lay termasuk aku. Aku dan yang lainnya mengintip Kris dan Lay yang masuk dalam kamar.

“katakan kenapa kau minum dan mengacau seperti ini? Zhang Yi Xing!” kata Kris sambil menarik kerah depan baju Lay dia menggunakan bahasa mandarin hanya aku dan tao yang mengerti. Tapi yang lainnya tetap melihatnya.

“kau… peduli apa! minggir sana…‼!” Lay menarik kasar tangan Kris.

“apa karena kau tidak dipilih sebagai main dancer? Dan di gantikan dengannya seperti ketakutan mu selama ini? Apa mental seperti itu yang di miliki seorang calon idola? HAH~‼” bentak Kris sambil mendorong tubuh Lay hingga terjatuh di lantai. Tatapan mata Kris sangat menyeramkan, aku sendiri jadi takut. Mereka menyebutkan pengganti Lay apa yang mereka maksud itu aku. Aku jadi semakin bersalah.

“akuuu… akuuu… ini menghabiskan 5 tahun untuk di trainee di sini, tiap hari aku latihan dengan keras agar bisa jadi dancer terbaik! Aku menahan diri untuk tidak bertemu keluargaku, tidak jatuh cinta dan meneruskan studyku… aku sangat tersiksa‼ Tapi… tapiiii…… kenapa posisiku harus di tukar dengan anak yang di temukan di pasar tahun lalu?‼‼! Apa kurangnya aku di bangingnya! Apa menurut mereka dia lebih tampan?! Aku melakukan perawatan kulit yang sangat menyakitkan, dan sekarang aku hanya akan tampil di belakang dan tidak di depan, kenapaaa…‼! Dunia ini tidak adil…!” Lay terus berbicara tidak jelas dalam bahasa mandarin dan terdengar tidak jelas karena dia sedang mabuk. Akhirnya Lay mengaku bahwa selama ini dia hanya pura – pura menyukai ku, aslinya dia membenciku dan menganggapku  saingannya. Aku baru mengerti sekarang. Aku menghela nafas panjang, dan mencoba menahan emosiku.

Aku memberanikan diri masuk ke kamar itu, aku menutup kamar dan menyuruh lang lain untuk kembali tidur. Aku mendekati Kris dan Lay, aku mengulurkan tanganku pada Lay sambil tersenyum.

“berdiri…” kataku. Lay tidak memperdulikanku.

“KU BILANG BERDIRI!” bentaku padanya, kris memasang wajah tidak percaya saat melihatku bisa membentak orang seperti itu. Lay menatapku sinis, kemudian ia berdiri sendiri.

PLAKKKK……

“ZHANG YI XING‼‼” teriak Kris kaget.

Lay menampar pipiku hingga pipiku keras, rasanya sakit. Bukan karena dia menamparku tapi karena rasa di benci oleh teman sendiri seperti ini sangat sakit. Aku menahan emosiku kemudian tersenyum lembut  padanya. Demi Tuhan dan kedua orang tuaku yang tidak pernah mengajarkan ku untuk melakukan kekerasan aku akan bersabar.

“maafkan aku Lay… lakukan lagi jika itu membuat perasaanmu lebih baik…”  Lay menyiapkan tanyanya untuk menampar wajahku lagi. Kris mencegahnya.

“sudah cukup…!” kata Kris, lalu Lay menangis sambil mengepalkan tangannya. Seluruh tubuhnya bergetar. Dia terus menangis , “kenapa aku jadi seperti ini?” katanya dengan nada bersalah, kemudian ia jatuh pingsan.

“Yixing ssi~‼” kataku sambil menepuk pipinya. Kemudian Kris mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di ranjang. Kris menyuruhku kembali ke kamar dan tidur.

……

Rasanya dadaku sesak sekali, aku ingin teriak dan meluapkan semua emosiku. Aku duduk sendiri di lantai dua, aku memegangi pipiku. Masih terasa panas tapi ini tidak seberapa di banding sakit yang ada di dalam hatiku. Tapi aku mencoba sabar dan diam. Aku mulai memejamkan mataku dan menghitung 1… 2… 3… 4… 5… it’s ok luhan… semua kan baik – baik saja…

Tiba – tiba Sehun menghampiriku, aku membuka mata kaget. Dia menatapku wajahku dengan tatapan aneh.

“tadi Yixing hyung kenapa? Masalah serius ya?” tanya sehun sambil menatap wajahku.

“tidak… dia hanya merindukan ibunya saja,” jawabku dengan suara yang serak.

“sekarang kau kenapa? Rambutmu berantakan, wajahmu pucat, aigooo pipi mu sebelah kanan memerah ujung bibirmu berdarah, apa Lay hyung yang melakukan ini semua?!” dia memegangi pipi ku sambil merapikan rambutku.

“anni… aku Cuma kecapean aja, gwaenchanayo…” aku menepis tangannya.

“kau berbohong! Aku bisa lihat dari tatapan matamu itu…” sehun ters menatap mataku, dia pasti sedang menemukan sebuah kebohongan di sana. Tanpa terasa air mat aku jatuh dengan sendirinya. Akhirnya pertahananku roboh, aku menangis sekarang.

“uljima~ tidak mau cerita padaku juga tidak apa – apa… sudah jangan menangis!” sehun menghapus airmataku kemudian memelukku dan menepuk – nepuk pundakku. Setidaknya ini bisa sedikit melegakan hatiku.

Luhan POV end

Luhan memberanikan diri untuk meminta langsung pada ketua SMent, Lee Sooman. Entah apa yang ada di pikirannya sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan dia tidak akan menyerah.

“ku mohon sajangnim…” Luhan bersujud di depan sooman ahjussi.

“kau bilang keputusna tidak bisa di ganggu gugat… ini keputusan seluruh department,” kata sooman ahjussi dengan bijaksana.

“tapi… Yi xing lebih baik daripadaku dalam bidang dance ini tidak adil… aku bisa lakukan apapun jika permohonanku itu di kabulkan,”

“tetap tidak ada yang bisa kau lalukan luhan, menurutmu saja kan yixing lebih baik darimu tapi kami semua menilai kalau kau beih pantas jadi main dancer, mianne… kecuali kau mau merangkap posisi, tapi ini akan sangat berat…”

“apa saja… akan ku lakukan …”

“baiklah… kau akan merangkap jadi lead vocal dan lead dancer……”

“aku bisa,” luhan tersenyum bahagia.

“aku ingin melihatmu menyanyikan lagu barat… apa saja minggu depan buat aku terkesan,”  dia meninggalkan Luhan sendiri. Luhan tersenyum lebar lalu membungkukan badan sambil terus berkata terimakasih.

Luhan mencari list lagu bersama Chen dan Dio di studio music. Luhan terlihat bingung saat mencari lagu yang ia ingin naynyikan di depan sooman ahjussi.

“buat apa sih… milih lagu kyk gini… bahasa inggris lagi,” keluh dio sambil membuka deretan lagu.

“sudahlah hyung abntu aku saja, aku ingin menyanyi untuk seseorang…hehehe,”

“kau ini…”

“ini! Adele – Rolling in the Deep!” seru Chen.

“tapi ini kan lagu perempuan…”

“iya apa engga aneh? Udah Bruno mars – billionaire aja… karena aku cuma bisa lagu barat itu, kkk~” kata dio sambil tertawa.

“gak bakal aneh! Ini lagu bagus bgt, bikin semangat… percaya sama aku,” lalu luhan setuju dengan lagu itu. Setelah membaca liriknya dan terus berlatih di temani Dio dan Chen akhirnya Luhan bisa menyanyikan lagu itu di luar jam latihan.

The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love, they leave me breathless
I can’t help feeling
We could have had it all
(You’re gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand
(You’re gonna wish you never had met me)
And you played it, to the beat
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)

……

Luhan teru mendengarkan lagu itu melalui headphone nya berulang – ulang. Kali ini ia tidak boleh menyia – nyiakan kesempatan ini. Luhan merekam suaranya di dalam studio kemudian memberikan cd demonya itu ke ruang kereja Lee Sooman ahjussi. “semoga di terima… Tuhan bantu aku kali ini!” kata Luhan dalam hati.

Luhan melihat Lay sedang bermain gitar sendirian di studio. Kemampuan bermusiknya sudah tidak bisa di ragukan lagi. Luhantidak mengedipkan matanya saat jari – jari lentik Lay memetik senar gitar itu. Saat mengintip luhan menjatuhkan tas yang ia bawa. Lay kemudian sadar ada seseorang yang melihatnya. Dia mendekati sumber suara. Luhan mulai panik ia takut Lay datang dan memarahinya. Namun saat mulai mendekat handphone nya berbunyi. Luhan menarik nafas lega.

“ibu… sakit? besok oprasi?” luhan mendengar suara Lay sedang berbicara dengan seseorang. Raut wajah Lay berubah menjadi sedih, Luhan jadi ikut sedih karena mendengar berita buruk itu.

……

Lay terus memegang hp nya menanti kabar tentang oprasi ibunya padahal hari ini sedang latihan. Pelatih menjadi kesal dengan sikap Lay yang tidak focus pada latihannya.

“berikan HP mu padaku,”

“tapi.. aku…” kata lay dengan wajah panik.

“kalian semua juga, hp seperti ini membuat kalian tidak focus pads latihan, gimana kalian mau debut?!” kata pelatih Park. Semua terlihat pasrah saat pelatih mengambil HP mereka.

“luhan mana HP mu?” tanya pelatih.

“aku tidak membawanya, saat latihan aku tidak pernah membawa HP pelatih,” jelas Luhan.

“harusnya kalian mencontoh Luhan, dia selalu focus pada pekerjaan tidak seprti kalian yang kerjaannya main – main saja!” pelatih mulai memuji Luhan dan itu membuat Lay semakin sebal saja. Break makan malam, mereka semua makan malam bersama kecuali Lay ia bingung dan kawatir dengan oprasi ibunya. Luhan menghampirinya.

“kau tidak makan malam?” tanya Luhan.

“apa pedulimu,” kata Lay sinis.

“ini, telefonlah keluargamu dan tanya kabar ibumu…” luhan mengeluarkan HP yang ia sebunyikan di dalam kaosnya, hp itu di pasang sebuah tali dan di kalungkan kemudian timasukan ke dalam baju. Luhan sangat pintar.

“dari mana kau tau?”

“sudahlah itu tidak penting…” Luah tersenyum sambil terus menawarkan HPnya.

“aku tidak butuh bantuanmu,” ia menolak bantuan Luhan.

“kenapa kau seperti ini padaku? Aku membantumu bukan karena merasa bersalah padamu, tapi aku mengerti bagaimana rasanya perasaan saat mendengar ibu sedang sakit, jangankan untuk berfikir bernafaspun akan sulit… kumohon pakailah HP ku dan telefon ibu mu katakan padanya kau menyayanginya…” Lay terdiam sebentar saat Luah berbicara kemudian Lay menatap mata Luhan.  Lay melihat ada seorang malaikat di depannya, seseorang yang tidak pernah menaruh dendam dan tulus seperti Luhan. Perlahan ego Lay pun menghilang ia mengambil HP luhan dan mulai menelefon keluarganya.

……

3 hari kemudian…

Sebenarnya Luhan sudah putus ada karena demo CD yang ia berikan di tolak. Dan ia akan tetap menjadi main dancer sampai debut nanti, tapi tiba – tiba ada pengumuman yang mengubah posisi Luhan dan Lay. Akhirnya Lay mendapatkan posisi yang ia inginkan kembali. Luhan terlihat sangat bahagia dia terlalu senang. Ternyata Sooman ahjussi menyukai suaranya. Lay tersenyum senang kemudian membungkukan badan dan berkata terimakasih pada pelatih. Member yang lainnya member selamat pada Lay. Lay memandangi wajah luhan ia tersenyum tipis.

Luhan mengambil air sendiria di dapur. Tiba – tiba ada seseorang menghampirinya…

“Xi Luhan…” panggil Lay.

“ne…” jawab Luhan kemudian Lay memeluk Luhan.

“maafkan aku… aku bodoh… aku jahat, egois, aku picik,” kata Lay sambil menangis.

“tidak! Kau Xing sahabatku dari china yang baik dan lembut… kau juga keripik kentang ku…” Luhan menepuk pundak Lay.

“gomawo… ku dengar dari sooman ahjussi kau memohon padanya dan membuat CD demo dengan lagu yang barat susah… kenapa kau baik sekali…”

“iya iya… sudahlah jangan di pikirkan kau layak Xing mendapat posisi itu! Bagaiman kabar ibumu?”

“dia baik – baik saja… sekali lagi terimakasih… aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi,” kemudian Lay dan Luhan mengaitkan jari kelingking mereka kemudian tertawa bersama. Kris merlihat mereka berdua kemuidan tersenyum tipis dan pergi.

TBC

////

Preview next part

Flasback setahun yg lalu

“KAU‼ PARK CHANYEOL‼! AKU BERSUMPAH AKAN MASUK SM DAN MENDAPAT NO HP SNSD NOONA~‼!” Teriak Baekhyun.

“hahaha mimpi! Kau akan di tolak lagi…! Sudah lah orang sepertimu mustahil mejadi penyanyi!” kata chanyeol meremehkan.

“aaagghhh… My Soshi‼! Kenapa Chanyeol busuk itu bisa jadi model viedeo clip nyaaaa……. Aarrgghhh…. Aku tidak rela‼‼‼” kata Baekhyun penuh emosi sambil meremas tangannya. dia kesal sekali pada Chanyeol karena dia sering mengejek dan meremehkannya. chanyeol juga dekat dan kenal dengan SNSD, sebagai Fanboy baekhyun merasa iri dan kesal setengah mati pada chanyeol. ia bersumpah akan masuk ke SMent…! Tapi ia selalu gagal dalam audisi di perusahaan manapun, ia selalu ditolak.

………

Luhan punya sebuah ide agar Chanyeol dan Baekhyun akur kembali. ia membisikan idenya ke teman teman.

“kau gila! Luhan…”

“klo engga gini sampe debut mereka akan bermusuhan terus,” akhirnya semua menjalankan ide gila Luhan.

Dio iseng memasukan tiga sendok garam ke sup chanyeol dan baekhyun, dio kesal karena mereka berdua terus menindasnya.

“weeeeekkkk…. asin sekali kau mau membunuhku kyungsoo?!!!” teriak chanyeol marah. Baekhyun mencoba sup itu dan tidak merasakan apa – apa.

“kenapa kau teriak – teriak seperti itu!” kata baekhyun kesal.

“sup mu tidak asin…?” chanyeol merebut sup milik baekhyun dan mencobanya. kemudian menatap Baekhyun yang sedang makan heran. Ekspresi baekhyun sangat datar dan terlihat kelelahan dan pucat.

“kau sakit?” kata chanyeol panik sambil memegangi dahi Baekhyun.

///////

huuaahh… selese juga sodara – sodara. hehehehe mian telat harusnya di post bsk tapi gr2 inet lola bgt. jd di peding deh… hehehe mianne ya yg udh nungguin. kadang jg author lupa mention aja ya di @aprelaputri follow ya ntar aku follback 😀 #malahpromosi

36 responses to “Baby face, Luhan part 6

  1. Luhan baiknya….
    Tapi dengan posisi rangkap kan malah makin eksis… XD
    plahan2 smua mlai luluh ne ma luhan….
    Apa kabarnya y klo mreka tw umur luhan yang sbenarnya…

  2. Emang yg tua jadi penolong walaupun wajahnya imut pada usianya yg tua. Dan kali ini apakah yg terjadi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s