[FF_Haha! This Is Our Story_part 9(1)]

Title :

“ Haha! This Is Our Story!” ( sekuel FF Our Story In Ramadhan )

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin. Facebook :: http://www.facebook.com/Citrapertiwi.7

Genre :

Comedy, romance, friendship, family, khayalan author yang nyangkut dipohon tomat (?)

Main Casts :

Lee Family :

Park Jungsu a.k.a Leeteuk sebagai Ustadz Leeteuk

Kim Taeyeon sebagai Ibu Ustadz

Lee Jinki a.k.a Onew sebagai anak sulung

Lee Gikwang sebagai anak tengah-tengah

Lee Taemin sebagai anak paling bontot                                   

Bae Suzy sebagai anak angkat

Kim Family yang terdiri dari :

Kim Jonghyun sebagai pengusaha bakso

Kim Ki Bum a.k.a Key sebagai istri Jonghyun

Shin Se Kyung sebagai istri kedua Jonghyun

No Minwoo sebagai anak Sekyung

Kim Jongwoon a.k.a Yesung sebagai anak sulung

Kim So Eun sebagai anak paling bontot

 

Other Casts :

Im Yoona sebagai sahabat So Eun dan kekasih Gikwang

Lee Donghae sebagai teman SMA Yoona

Cho Kyuhyun sebagai pengusaha warnet game online (tapi udah kebakar :p #plak!!)

Choi Sooyoung sebagai adik Siwon

Choi Siwon sebagai ketua OSIS

Tiffany Hwang sebagai sekretaris OSIS

Choi Minho sebagai wakil ketua OSIS

Kim Sang Bum sebagai kakak OSIS seksi olahraga (?)

Lee Hyukjae sebagai kakak OSIS dan sahabat Donghae

Kim Hyoyeon sebagai kakak OSIS

Yoon Doojoon sebagai guru muda :p

Son Dongwoon sebagai pacar Sooyoung

Moon Geun Young sebagai teman satu sekolah Yesung

Jo Kwangmin & Jo Youngmin sebagai sahabat Minwoo

Yang Yoseob sebagai sahabat Gikwang dan adik Luna

Park Sungyoung a.k.a Luna sebagai kakak kelas Jinki

 

Rating :

RAHASIA #ditabokreaders

Type :

Sekuel

Part :

9(1)

Before Story ( OSIR ) : Part hiji (1) , Part dua (2) , Part tilu (3) , Part empat (4) , Part lima bagian hiji (5(1)) , Part lima bagian dua (5(2))

Sekuel : Summary , Part hiji bagian hiji (1) , Part hiji bagian dua (1(2)) , Part dua (2) , Part tilu (3) , Part empat bagian hiji (4(1)) , Part empat bagian dua (4(2)) , Part lima (5) , Part genep (6) , Part tujuh (7) , Part salapan (8)

NB : Ya, FF ini merupakan part terpanjang dari semua part sekuel OSIR sebelumnya, mudah-mudahan tetep memuaskan ya 😦

Dan satu lagi, meskipun diatas tulisannya part 9(1), tapi ini dipost tunggal, part 9(2) yang merupakan part akhir belum kelar jadi gak dipost bareng, hehe #digebukinreaders-_-

Author POV

 

“ Jadi tidak ada yang tahu dimana dia?” tanya guru bahasa Indonesia yang sedang mengabsen siswa.

Semua siswa kelas X.7 menggeleng.

“ Lo gak tau dia kemana?” bisik So Eun.

“ Yah, mana gue tau.”jawab Yoona.

“ Kamu, kamu kan teman semejanya. Masa’ tidak tahu?” tanya guru tersebut sambil menatap Yoona.

“ B.. beneran bu saya nggak tau.”jawab Yoona gugup.

“ Belum seminggu sekolah sudah ada saja yang bolos.”keluh guru tersebut sambil menulis simbol ALPA tepat dikolom nama Lee Donghae di daftar absen, “…saya akan laporkan ke wali kelas kalian.”

“ Mampus! Satu yang bolos bisa kena marah semua sama Mr. Doojoon. Ntar peraturan kelasnya ditambah lagi -___-“ kata Jinki pelan.

“ Iya bener.. aduuh.”timpal So Eun, ia kembali berbalik kearah Yoona, “…Yoong, lo bener ngga tau dimana dia? Dia gak ada ngasih tau apa gitu?”

“ Aduh, suer deh. gue gak tau!” jawab Yoona.

“ Bu, jangan laporin ke Mr. Doojoon donk, yah yah? Kita bisa kena omel semua!” kata Jinki berani kepada guru yang sudah hendak berdiri untuk pergi menemui Mr. Doojoon yang masih berada di UKS karena kak Hyoyeon belum sadar.

Guru tersebut mengeryitkan alisnya, “ Kalau ada yang kayak begini, Mr. Doojoon bilang sama semua dewan guru untuk melaporkannya pada beliau.”

“ Tapi bu..”

“ Ya sudah. Begini saja, saya beri kalian kesempatan jam istirahat nanti untuk mencari tahu kemana Donghae. Kalau berhasil diketahui, saya gak akan lapor Mr. Doojoon.”

Semua siswa langsung melirik kearah Yoona.

“ Aaaa, gila juga gue gara-gara elu, Hae!!” omel Yoona sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja.

————————————————–

Takol 10.23

 

“ Kyaaaaa!!! Keren banget itu kak Kimbum!! Aaaa!!!!”

Lapangan basket penuh dengan siswi yang jejel-jejelan (?) melihat aksi Kimbum yang sedang bermain basket. Kimbum lari, mereka tereak. Kimbum dapet bola, mereka tereak. Kimbum lari bawa bola, mereka makin tereak. Kimbum berhasil masukin bola ke ring, mereka pada histeris bahkan ada yang pingsan sampe UKS penuh *segitunya yak -_-*

So Eun duduk sendirian dipinggir lapangan. Yoona pergi, sementara Jinki sedang ke kantin untuk membelikannya minuman, tapi sejak tadi si penggila ayam itu tidak kembali-kembali juga.

Ia baru sadar kalau disampingnya terdapat tas Kimbum dan dari dalam tas tersebut terdengar dering lagu ‘Salah Alamat’nya Ayu Ting-ting. Sepertinya ponsel Kimbum mendapat sms atau telepon masuk *yang jadi masalah itu nada deringnya apaan, kenapa gak lagunya author aja -_- #authorpenyanyijugaloh #plak!bohong-_- #abaikan*

“ Mas, hapenya bunyi!” teriak So Eun, Kimbum menoleh. Spontan para siswi yang sejak tadi mesem-mesem geje (?) nontonin Kimbum langsung menoleh ala setan (?) kearah So Eun, mata mereka melotot segede jengkol (?), tanda kesel dan sirik pada So Eun yang baru sekali manggil Kimbum yang dipanggil udah noleh, lah mereka yang daritadi teriak ampe tenggorokan sekering padang sahara (?) gak pernah dipeduliin Kimbum.

“ Siapa?” tanya Kimbum seraya berjalan menghampiri So Eun.

So Eun mengangkat bahunya. Kimbum membuka tasnya dan mengambil ponselnya, ia terkejut ketika melihat siapa penelponnya.

“ Assalamualaikum.. om Kim?” jawab Kimbum. So Eun terkejut karena yang menelpon Kimbum ternyata Tuan Kim, ayahnya.

“ Waalaikum salam.. kamu lagi sibuk ya?” tanya Tuan Kim diseberang sana (?)

“ Nggak om, hanya lagi main basket aja tadi.. ada apa ya om?”

So Eun mendekatkan telinganya ke ponsel Kimbum. Orang-orang disekitarnya yang gak ngerti mulai ngira yang enggak-enggak.

“ Begini. Saya mau ngasih tau, hari ini saya sama Nyonya Key pulang dari luar kota, mungkin sore atau paling lambat malam sudah tiba di Bandung. Kamu tolong kasih tau So Eun atau Yesung yah. Saya baru ngasih tau Sekyung tadi, saya mau nelpon mereka takutnya mereka lagi belajar dikelas..”kata Tuan Kim.

“ Ooh.. gitu. Baik om, saya pasti sampaikan..” jawab Kimbum sambil tersenyum kearah So Eun.

“ Terimakasih ya. Kamu mau oleh-oleh apa?”

“ Oleh-oleh? Wah.. gak usah repot om.. yang penting om Kim dengan tante Key tiba disini dengan selamat..”

“ Haha, ya sudah kalau begitu.. saya titip So Eun ya. Assalamualaikum.”

“ Iya om.. waalaikum salam.”

“ Horeee.. papa pulang hari ini.” So Eun tersenyum senang, “…tapi, kok papa ngasih tau mas yah?”

Kimbum menggeleng tidak tahu. Karena memang Kimbum sendiri tidak tahu bahwa Tuan Kim ingin menjodohkannya dengan So Eun *cuma author dan Yesung serta Tuan Kim sendiri yang tau :P*

Tanpa mereka sadari Jinki sudah berada dibelakang mereka dengan mulut menganga, tentu karena melihat kedekatan Kimbum dan So Eun yang tidak biasanya. Jinki yang berjiwa lawak bisa juga merasa cemburu *eaeaeaeaea #plak!*

“ Lama amat baliknya..” kata So Eun seakan merasa tak terjadi apa-apa, dengan santainya ia mengambil sekotak teh dingin dari tangan kanan Jinki.

“ Kantin antri. Teteh Sooyoung jualan risoles isi ayam sama batagor laku keras tuh..” jawab Jinki.

“ Hah?? Beneran?? Waah.. hebat! Kenapa nggak beli?”

“ Pengen beli, tapi udah kehabisan. Ini aja beli minum ampe sesek-sesekan -_-“

“ Oh, ya.. sayang banget.”

“ Minumnya buat gue? Aduh.. makasih yah!” dengan watadosnya Kimbum mengambil satu kotak teh dingin dari tangan kiri Jinki.

“ Eh.. tapi..” So Eun kaget.

“ I.. iya gak apa-apalah.”jawab Jinki pasrah, “…kalian kayaknya lagi ngomong penting ya. Aku ke kelas duluan deh, bye.” Jinki balik kanan dan berjalan menuju kelasnya.

“ Jinki…!!” panggil So Eun, namun cowok itu tidak menyahut. Perasaan So Eun mulai tidak enak, sementara Kimbum tersenyum licik sambil mengacungkan jempol kearah kak Luna yang ternyata sejak tadi bersembunyi dibalik bak sampah (? -_-) untuk memperhatikan mereka. *tempat sembunyinya gak elit banget -___- #PLAK!!*

————————————————-

Gikwang mengayuh sepedanya kencang-kencang di trotoar jalan raya, nafasnya terengah-engah dan keringat dingin bercucuran dari dahi mulusnya. Ia terpaksa bolos satu mata pelajaran dan kabur dari sekolah karena ia baru ingat ia lupa mengunci pintu kamarnya. Ia takut bu Taeyeon berinisiatif membersihkan kamarnya dan melihat karung uang milik Tuan Kim dibawah tempat tidurnya.

Dilain tempat, Yoona pun sedang mengayuh sepedanya kencang-kencang dengan mulut penuh coklat pemberian Donghae *laper ni anak -,-*. Ia izin meninggalkan sekolah pada jam istirahat untuk mencari Donghae meski ia sendiri tidak tahu harus mencari cowok itu kemana karena ia sama sekali tidak tahu dimana Donghae sering nongkrong. Kalau ia pintar, mungkin ia sudah bertanya ke kak Hyukjae, tapi disini kan ceritanya Yoona rada-rada oon jadi dia gak kepikiran sampe situ #plak!!!digebukinYoonaddict-_-

CKIT!

Gikwang mengerem sepedanya secara mendadak sampai ia sendiri hendak terloncat (?) dari sepedanya. Ia menaruh sepedanya sembarangan didepan rumah kemudian dengan masih memakai sepatu ia masuk kedalam rumahnya dan berlari menuju kamarnya.

“ Eh eh eh.. siapa yang ngajarin gitu??!” tegur bu Taeyeon yang melihat anaknya masuk rumah tanpa permisi.

“ Eh.. maaf bu, assalamualaikum.”kata Gikwang gugup.

“ Waalaikum salam. Mau apa kamu? Udah pulang sekolah? Mana tasmu?”

“ A.. anu bu. Belum pulang kok, Gikwang mau ambil buku ada yang ketinggalan. Hehe.”

“ Buku apa? Biar ibu yang ambilkan, kamu tunggu aja..”

“ Eeeh, gak usah bu! Gikwang aja..”

“ Enak aja, kamu pake sepatu. ntar kotor..”

“ Ntar Gikwang yang sapuin rumah pulang sekolah! Gikwang janji.. yah? Yah?? Udah ibu gak usah repot-repot!” Gikwang melanjutkan ngibritnya ke kamar, setelah pura-pura masuk dan mengambil buku ia segera mengunci pintu kamarnya.

“ Hmm.. pasti ada yang disembunyiin ya dikamarnya??” tanya Bu Taeyeon sebelum Gikwang pergi lagi.

“ Eng.. engga kok.”

“ Ibu tau kok.. gak usah disembunyiin laah.”

“ Hah? i.. ibu tau???” Gikwang ketakutan.

“ Iya, ibu tau. Foto-foto Yoona kan??”

Gikwang menghela nafas lega karena tebakan ibunya salah, “ Iya bu, hehehe..”

“ Huuh, dasar. Ya sudah, sana berangkat lagi. Inget janjimu ya nyapuin rumah.”

“ Iya bu. Gikwang berangkat dulu. Assalamualaikum!”

“ Waalaikum salam..”

“ Aduh.. datengin gak yah. datengin, ngga.. datengin.. ah gak usah deh!” Yoona balik kanan, mengurungkan niatnya untuk menemui Donghae yang sudah ia temukan. Setidaknya ia sudah tahu dimana Donghae berada, tidak perlu mendatangi cowok berseragam yang sedang asyik menghisap batang tembakau dibalik tembok sebuah pos kosong tersebut.

“ Gue tau lo pasti dateng.”

“ Mampus!” kaki Yoona kaku seketika.

“ Sini..”

“ Gue..gue mesti..”

“ Sini dulu!! Kalo ngga gue tarik nih!”

“ Tapi.. gue harus perg….”

“ Lo pergi gue kejar.”

“ Aaaaah apa mau lo sih!!!” Yoona ngamuk dan terpaksa menghampiri Donghae.

“ Haha.. jangan marah dong. Ntar cakepnya ilang.”

Yoona manyun.

“…coklat dari gue lo makan ya?”

“ Idih, sorry ye. Tu coklat gue buang..” Yoona bohong.

“ Buang ke perut lo? Hahaha, belepotan tuh!” Donghae berdiri dan membuang rokoknya kemudian mengelap bibir Yoona yang berlumuran coklat dengan tisu.

“ Eh, hehe.. ketahuan deh gue boong -_-“

“ Itu.. Yoona noona?” Gikwang yang kebetulan sedang melintas menghentikan sepedanya dibawah pohon, kemudian beringsut pelan mengawasi seorang gadis yang sedang bersama seorang cowok disebuah pos kosong yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

“…gak, gak mungkin! Masa’ iya ampe lap-lap mulut gitu..” ia mencoba menepis, namun ia tak dapat mengelak ketika ia perhatikan lekat-lekat, gadis itu memang Yoona, pacarnya.

“ Lo kenapa gak sekolah?” tanya Yoona.

“ Tadinya gue sekolah, dateng pagi. Habis naro coklat di loker elo, gue pergi. Gue malu sama lo, hehe.” Donghae cengengesan, bikin Yoona bingung.

“ Lo ngapain naro coklat di loker gue? Hari valentine juga bukan..”

“ Lo gak baca surat dari gue?”

“ B.. baca.”

“ Kalo gitu kenapa nanya?”

“ Ya gue bingung..”

“ Haaah, susah ya suka sama cewek bego!”

“ Lo suka sama gue? Eh..”

“ Sialan!! Ngajak ribut tu cowok.”tangan Gikwang mengepal, rasanya ia ingin kesana untuk melabrak namun terhenti ketika ia melihat Yoona dipeluk oleh Donghae *o.O* #authornangiskejerbersamaGikwang #plak!!

“ Iya. Gue suka sama elo. Lo mau kan jadi cewek gue? Kalo lo mau gue bakalan berubah deh. gak bakal brandal kayak gini lagi..”

“ Eh tapi.. tapi tapi..”

Wajah Gikwang memerah karena terbakar emosi, jika Yoseob tidak mengiriminya sms untuk segera kembali ke sekolah, ia mungkin sudah melabrak kedua orang itu dan menghajar Donghae habis-habisan. Ia pun pergi dengan emosi yang meledak-ledak dalam hatinya.

————————————————-

Takol 14.25

 

“ Idih! Pantesan nggak jemputin So Eun, taunya lagi sibuk yah!” So Eun masuk ke dapur kemudian menghampiri Yesung yang sedang sibuk menumis kangkung.

“ Hehe. Iya, maaf Sso.. kakak lupa waktu. Kamu pulang sama siapa?” tanya Yesung.

“ Sama Yoona.”

“ Pake apa?”

“ Jalan kaki. Ampe kaki encok nih! Panas-panasan jalan di trotoar..”

“ Hah?? Kok.. jalan kaki?? Kenapa gak ikut Jinki? Dia kan pake sepeda.”

“ Yaiyalah. Aku gak mungkin ikut Jinki, ntar aku ninggalin Yoona.”

“ Loh, Yoona bukannya biasanya dijemput Gikwang?”

“ Gak tau kak, aneh tu si Gikwang, Yoona nggak dijemput..”

“ Ya ampun, jadi kalian jalan kaki? Jinki ngga nemenin?”

So Eun menggeleng, “ Dia kayaknya lagi bad mood gitu. Gara-gara pas istirahat ngeliat aku ngobrol sama mas Kimbum. Bukannya geer sih, tapi kalo dia emang sayang sama aku, pasti dia cemburu kan.”

“ Lah kamu juga ngapain ngobrol sama Kimbum?”

“ Kan papa nelpon dia buat ngasih tau kalo papa pulang hari ini, kebetulan aku ada disitu.”

“ Ooh. Ya ampun, salah paham tuh si chicken mania, minta maaf gih.”

“ Ntaran aja deh, paling juga nanti baik sendiri. Em, tumben masak yang enak-enak. Mau ada apa kak?”

“ Yah, baru aja tadi kamu bilang. Papa dan umma kan pulang hari ini, jadi harus masak yang enak-enak dong.”

“ Oh iya iya.. wah, inisiatif banget sih kak Yesung. Aku malah nggak kepikiran.”

“ Kakak juga, ini ide Geun Young.tuh buku resepnya dari dia semua..”

“ Kok teteh Geuninya gak kesini?”

“ Dia lagi dikamar Minwoo.” Yesung setengah berbisik.

“ WHAT!!??? Hah??? Ngapain!!??” So Eun terkejut setengah mati.

“ Katanya sih ngebacain dongeng. Si Youngmin sama Kwangmin juga ada disono..”

“ A.. apa gak salah??” So Eun masih tidak percaya.

“ Waktu dia diculik sama tiga tikus itu kan dia malah ngedongeng. Eh tu tiga tikus malah jadi ketagihan didongengin deh sekarang -___-“

“ Trus, kalo si mak lampir kemana?”

“ Tante Sekyung? Dia masih kerja di restoran..”

“ Oh iya! Duit papa gimana? Udah diambil dari kamar Gikwang?”

“ Belum!! Aduh.. lupa.”

“ Yaelah.. ayo buruan ambil. Mumpung si mak lampir belum pulang!”

“ Kamu yang ambil deh yah? Sekalian minta maaf sama Jinki. Ajakin Yoona sono. Kakak gak bisa ninggalin masakan nih..”

“ Iya deh. aku ganti baju dulu.”

———————————————————————–

“ Errrrggghh.. ntu orang maunya apa sih!!? kenapa kerumah Jinki mulu!” So Eun menggeram karena lagi-lagi ia melihat motor kak Luna didepan rumah keluarga Lee.

“ Sabar.. ada perlu kali.”jawab Yoona.

“ Perlu apaan coba??? Huh!! Pengen gue labrak trus gue jambak tu orang!”

“ Gimana bisa, lo aja kudu masuk lewat jendela..”

“ Huh! Nyebelin! Yaudah, aku ke jendelanya ya. Eh lo sekalian cari tau ya si kak Luna ngapain disana.”

Yoona mengangguk, So Eun pun berjalan pelan menuju jendela kamar Gikwang, sementara Yoona bertugas (?) untuk pura-pura bertamu ke rumah keluarga Lee ini agar Bu Taeyeon maupun ustad Leeteuk tidak menyadari ada So Eun yang sedang mengendap-ngendap mengambil karung duit dikamar Gikwang.

“ Hah, untung ada kamu disini. Kebetulan!” So Eun merasa beruntung karena kebetulan Jinki dan Taemin sedang berada dikamar Gikwang.

“ Hei, Sso.. kok tiba-tiba nongol disini?” Jinki berjalan menuju jendela, Taemin yang lagi baring ditempat tidur langsung terduduk.

“ Aku mau ambil karungnya, hari ini papa pulang.”

“ Ooh.. tepat banget. Untung kami kebetulan disini. Yaudah, kakak tunggu aja disini, kita ambilin.” Taemin pun mengambilkan karung tersebut.

“…berat Sso, kamu bisa bawa?” tanya Jinki khawatir.

“ Bisa kok, aku udah pesen becak.”

“ Oh, gitu.. yaudah, nih.. bisa kan ngangkatnya?”

“ Bisa..”

“ Hati-hati ya, jangan sampe ketahuan tante Sekyung.”pesan Taemin.

So Eun mengangguk, kemudian ia mengambil tiga lembar uang seratus ribuan dari dalam karungnya.

“ Nih, buat kamu, Gikwang, sama kamu Taemin. makasih ya kalian mau bantu aku dan kak Yesung.” kata So Eun sambil menaruh uang tersebut ditangan Jinki.

“ Eeh.. gak usah, kita ikhlas kok. Lagian aku kan cuma bantu ngangkat karungnya ini..” kata Taemin gak enak.

“ Gak apa-apa.. ambil aja.”kata So Eun.

“ Makasih ya, pacarku ini baik banget deh^^” Jinki mengacak-acak rambut So Eun, membuat gadis yang masih nangkring di jendela itu tersenyum malu.

“ Gak nemuin kak Luna? Dia ada disini kan?” tanya So Eun.

“ Yah!! Lagi romantis juga, malah ngomongin kak Luna. Ngerusak suasana amat sih -__-“

“ Loh, emang ada kak Luna kan disini??”

“ Iya, dia lagi bakar-bakar ikan dibelakang sama ibu dan Suzy. Aku ngajak Taemin ke kamar Gikwang ini ceritanya lagi demonstrasi.”

“ Demonstrasi? Demonstrasi apa?”

“ Kak Jinki ngambek soalnya mereka bakar-bakar ikan, bukan bakar-bakar ayam.”jawab Taemin.

“ -______-“

“ Assalamualaikuuum~” Yoona mengucap salam sambil melepas sendalnya didepan pintu rumah keluarga Lee yang kebetulan terbuka lebar.

“ Waalaikum salam, eh.. Yoona, silahkan masuk nak^^” jawab ustad Leeteuk yang kebetulan sedang baca koran di ruang tamu, sementara Gikwang yang ternyata sedang menepati janjinya pada bu Taeyeon untuk menyapu rumah ternganga-nganga (?) melihat noonanya datang.

Yoona pun masuk rumah kemudian duduk manis diruang tamu.

“…wah, tumben bertamu.. ada apa nak?” tanya ustad Leeteuk ramah.

Yoona menggaruk pelipisnya karena bingung, apalagi ditatap Gikwang seperti itu, ia jadi tidak bisa berpikir.

“ A.. anu om, saya mau kenalan sama Suzy. Boleh kan?” akhirnya otak Yoona pintar sesaat, ia tahu apa alasan yang tepat untuk bertamu ke rumah keluarga Lee.

“ Oooh.. tentu saja boleh.. kemarin Susi juga bilang dia mau kenalan sama pacar kakaknya.”ustad Leeteuk melirik Gikwang, Gikwang hanya tersenyum tipis saja karena perasaannya masih kesal mengingat apa yang ia lihat tadi siang.

“ Wah, baguslah kalau begitu. Suzynya ada?” tanya Yoona.

“ Ada.. dia sepertinya sedang didapur, ngebantuin istri saya sama Luna bakar-bakar ikan.. sebentar yah, om panggil dulu. Kamu ngobrol-ngobrol aja dulu sama Gikwang.” ustad Leeteuk berdiri kemudian berjalan kedapur.

Ternyata Gikwang tetep melanjutkan kegiatan menyapunya yang padahal sudah tuntas, ia sama sekali tidak bicara pada noonanya itu.

“ Heh, cuek amat sih.”kata Yoona bingung.

Gikwang tetap diam.

“ Woy, Kiwiiii..” panggil Yoona.

Gikwang cuma melirik sebentar, kemudian lanjut menyapu lagi.

“ Kamu marah sama aku?”tanya Yoona.

“ Menurut noona?”tanyanya sinis.

“ Kalau iya, apa alasannya?”

Gikwang diam saja, lanjut nyapu lagi. Hingga tak lama ia mengatakan sesuatu yang cukup telak.

“ Noona, enak ngga dipeluk Donghae?”

Mata Yoona membelo seketika, jantungnya langsung dag dig dug duer (?), darahnya turun seketika dan wajah putihnya mendadak pucat pasi.

“ Kamu.. kamu liat dimana??” tanya Yoona gugup.

“ Ooh, jadi bener berarti yang aku liat itu memang noona.”

“ A.. tapi.. tapi itu gak seperti yang kamu pikirkan.. itu.. ituuuuu..”

Gikwang meletakkan sapunya kemudian tanpa memperdulikan Yoona ia ngeloyor meninggalkan gadis itu.
“…yah, kok marah sih? aduh.. dia salah paham.” Yoona serasa ingin menangis.

“ Kenapa kak?” Suzy yang udah nongol melihat mata Yoona berkaca-kaca.

“ Aah.. Suzy ya? Enggak, kakak gak kenapa-napa..” Yoona menahan air matanya yang sudah hendak jatuh.

“ Ih, pasti kak gaje ngapa-ngapain kakak yaa?”

“ Ahh.. engga. Eh, kita kenalan dulu.. aku..”

“ Kak Yoona kan? aku Suzy..” Suzy menjabat tangan Yoona, Yoona tersenyum.

“ Kelas berapa, Zy?” tanya Yoona.

“ Kelas satu SMP kak, kakak kelas satu SMA kan?”

Yoona mengangguk.

“…kok mau sih sama kak gaje? Dia kan masih kelas 3 SMP kak. Kakak gak selera ya ama yang seumur?” tanya Suzy polos, bikin hati Yoona ‘jleb’ seketika.

“ Kakak juga gak tau, Zy. Kakak gak tau kenapa kakak cuma mau sama Gikwang. padahal dia itu ceroboh, gampang dikibulin, masih agak kekanakan, trus juga kadang pikirannya pendek, suka banget sama kekerasan mentang-mentang ototnya gede..”

Suzy tertawa mendengar perkataan Yoona, “ Wah, kalo kak gaje denger ini gimana yah, dia pasti malu..hahahaha :D”

“ Tapi kamu harus tau Zy.. cinta sejati itu gak pake syarat.. seseorang yang bener-bener cinta itu gak tau kenapa dia bisa cinta sama orang yang dia cintai. Dan kakak, kakak sama sekali gak tau kenapa kakak bisa cinta sama Gikwang walaupun dia begitu.” Entah mengapa saat itu otak Yoona bener-bener lagi pinter. Terang-terangan ia berani mengungkapkan pada Suzy betapa sayangnya ia pada bocah kelas 3 SMP yang sedang ngambek padanya itu.

Suzy tercengang mendengar perkataan Yoona, dalam hati ia berkata, “ Kak gaje bilang kalo kak Yoona gak pinter-pinter amat bahkan bisa dibilang dodol. Kata siapa coba.. dasar -_-“

“…wah, kakak hebat. Aku salut sama kakak. Kakak bener, cinta itu gak pake syarat..” kata Suzy.

Yoona hanya tersenyum getir.

Gikwang yang menguping pembicaraan mereka dibalik tembok langsung tersandar tak berdaya (?). ia jadi bimbang apakah ingin terus melanjutkan aksi marahnya pada Yoona atau tidak. Baru kali itu ia bisa merasakan bahwa Yoona benar-benar masih tulus mencintainya. *eaeaea bisa aja lu thooor!! #digiringreaderskeselokan-_____-*

——————————————–

“ Sebenernya kalo mau dipake sih cukup aja buat bangun warnet lagi, bahkan bisa lebih besar dari Kyu.net yang udah kebakar.. belum lagi Sooyoung yang sekarang udah mulai nyari duit dengan jualan risoles, dodol, ama cendol di sekolahnya buat bantu gue. Bener-bener lebih dari cukup untuk ngebangun Kyu.net lagi..”

Bang Kyuhyun menutup buku tabungannya kemudian bersandar di dinding kamarnya.

“…tapi, kalau gue bangun warnet lagi. Itu sama aja gue ngelepasin Sooyoung untuk dilamar sama Dongwoon. Errrgh! Kenapa perasaan gue jadi gak rela begini. Sejak kapan gue bisa suka sama cewek udik itu!” bang Kyuhyun mengacak-acak rambutnya dengan depresi.

“ Ai.. kunaon kang?” Dongwoon nongol diambang pintu tiba-tiba.

“ Eh! Ah, gak apa-apa. Ada apa?” tanya Bang Kyuhyun sambil membenarkan posisi duduknya.

“ Mau pinjem sepeda ya kang. Disuruh Siwon jemputin Sooyoung. Karunya keur sorangan di sekolah, masih beresin dagangan ceunah.” (mau pinejm sepeda ya kang, mau jemput Sooyoung. Kasian sendirian di sekolah, katanya masih beresin dagangan).

Lagi-lagi Bang Kyuhyun merasakan nyesek yang entah datang dari mana.

“ Emang Siwon kemana?”tanya Bang Kyuhyun.

“ Ceunah keur ka lokasi LDKS jeung babaturan OSISna..makanya abdi nu disuruh jemput Sooyoung.” (katanya lagi ke lokasi LDKS sama temen-temen OSISnya, makanya saya yang disuruh jemput Sooyoung)

“ Yaudah, silahkan.”jawab Bang Kyuhyun terpaksa.

“ Nuhun nya kang. Punten..” Dongwoon pun pamit.

“ Mangga.”jawab bang Kyuhyun pelan, ia mengurut dadanya perlahan.

“ Cuma 2 juta.”jawab Bang Kyuhyun berbohong ketika Sooyoung datang kerumahnya dan menanyakan jumlah uang tabungannya.

“ Ih, bohong pisan! Nteu mungkin sakitu!” Sooyoung gak percaya, Dongwoon cuma bengong doang.

“ Beneran.”jawab bang Kyuhyun singkat.

“ Sok sini mana buku tabungan abang??” tagih Sooyoung.

“ Enak aje! Apa hak elu..!” bang Kyuhyun sewot.

“ Abang teh teu ngahargain abdi nya.. abdi teh hayang pisan ngabantu abang bangun warnet deui.. tapi abangna meni kitu pisan.” (abang tu ngga ngehargain aku ya. Aku tuh mau banget ngebantu abang ngebangun warnet lagi. Tapi abangnya kayak gitu banget). Sooyoung sedih.

Bang Kyuhyun terdiam, kasian juga sama Sooyoung. Tapi lagi-lagi ia nyesek ketika melihat Dongwoon mengusap-usap punggung gadis itu, dan makin nyesek ketika ngeliat Sooyoung ngerespon dengan tersenyum kearah Dongwoon. Ck, rasanya Bang Kyuhyun pengen nembak kepala sendiri ngeliat pemandangan itu *dalem nih dalem -___-*

“…abang bilang abang geus nabung tilu tahun. Kumaha rek percaya abdi lamun abang cuma bilang dua juta!” sambung Sooyoung.

Dongwoon yang sejak tadi ngebolak-balik buku kamus bahasa Sunda-Indonesia miliknya buka suara.

“ Jujur bang, kalau abang belum bangun warnet lagi, saya sama Sooyoung gak bisa ngadain acara lamaran apalagi sampai nikah. Sooyoung ngerasa berat karena hutang budi sama abang..” kata Dongwoon *cie bisa bahasa Indonesia xD #pletak!-_-*

“ Justru itu yang gue mau, sampe kalian bosen trus gak jadi kawin.”batin bang Kyuhyun sambil ketawa setan dalam hatinya *evilnya kumat -___-*

“ Kalian gak perlu tau berapa jumlah uang gue. Sooyoung, kalo masih mau jualan lanjutin aja pekerjaan lo itu. Soal uang ntar gue kasih tau ke Siwon aja.”jawab Bang Kyuhyun kemudian.

“ Bener ya bang??”

“ Iya..”

“ Kalo gitu abdi ka bumi heula atuh yah, hayang nyiapkeun dagangan buat besok.” Sooyoung pamit.

“ Neng, ngilu atuh.”kata Dongwoon.

“ Hayu..”

Dongwoon pun ikutan berdiri.

Bang Kyuhyun makin nyesek aja.

“ Sekalian panggilin Siwon yah, suruh kesini.”kata bang Kyuhyun.

“ Iya. Lamun geus balek.”jawab Sooyoung.

“ Kalo gitu kita pamit ya bang, permisi..Assalamualaikum.” Dongwoon pamitan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar (?)

“ Waalaikum salam..”

Dongwoon dan Sooyoung pun pergi. Bang Kyuhyun terus memperhatikan mereka sampai sosok mereka hilang dibalik pintu.

“ Ya Allah, ampuni aku yang sudah berniat menggagalkan rencana indah mereka..” ucap Bang Kyuhyun pelan.

*kyaaaa jangan gitu bang, sama author aja beres kan urusannya 🙂 #PLAK!!!*

—-

“ Elu sih bego! Kenapa dengan cara kayak gitu coba nembaknya! Lo kira dengan cara kayak gitu dia mau nerima lo apa..”

“ Iya gue nyesel kak..” jawab Donghae pasrah dengan amukan kak Hyukjae.

“ Trus, dia nolak elo?”

“ Yaiyalah..”

“ Tuh kan! selain cara lo gak ngenakin, dia juga mana mau kalo lo masih urakan begitu.”

“ Padahal gue udah janji untuk berubah kalo dia nerima gue, tapi dianya tetep gak mau.”

“ Berarti dia gak kayak Hyoyeon. Waktu kakak nembak Hyoyeon, kakak janji untuk berubah dan gak jadi anak urakan lagi. Tapi sampe sekarang kakak gak nepatin janji itu. Kakak tau dia pasti nyesel jadi pacar kakak. Kalo suatu saat Yoona ngebuka hati buat lo, lo jangan sampe kayak kakak.”

Donghae mengangguk.

“ Loh, kamu disini?” tiba-tiba kak Hyoyeon datang ke tempat nongkrong Donghae dan kak Hyukjae tanpa permisi.

Kak Hyukjae hanya mengangguk dengan kikuk.

“ Emangnya ada apa kak?” tanya Donghae.

“ Bagus ya. Anak-anak OSIS yang lain pada kunjungan ke lokasi LDKS, elo malah ngabur. LDKSnya dipercepat dua hari dari yang ditentukan tau, harusnya lo ikutan sibuk.”omel kak Hyoyeon.

“ Sorry. Gue lagi males.”jawab kak Hyukjae.

“ Ck. Oh iya, gue mau ngomong bentar.”

“ Ngomong apa?”

Kak Hyoyeon tak menjawab, ia malah berbalik dan pergi, kak Hyukjae tau itu isyarat agar ia mengikuti langkah Hyoyeon, ia pun menyusul Hyoyeon dan meninggalkan Donghae yang terbengong-bengong.

————————————————–

Takol 20.00

 

“ Huah.. papa kira bisa pulang sore, ternyata sampai malam. Jalanannya macet.” Tuan Kim duduk diatas sofa mewahnya kemudian menghela nafas lega karena tiba dengan selamat dirumahnya.

Dengan tampang sok malaikat (?) Sekyung bersikap selayaknya istri yang baik. Melepas dasi Tuan Kim dan menyuruh Minwoo membawakan tas suaminya itu, bikin Yesung dan So Eun mencibir.

“ Key umma mana?” tanya So Eun yang heran melihat ayahnya datang sendiri.

“ Mamamu itu ikut truk.”jawab Tuan Kim.

“ HAH!!? Truk..? truk apaan???” semua kaget, termasuk Yesung yang lagi nyiapin makan malam di dapur, piring yang ia pegang sampai pecah.

“ Truk pabrik keripik. Dia beli satu truk..”

“ Beli satu truk.. keripik???” tanya Sekyung, pikirannya menjalar takut-takut Nyonya Key pengen menyerang ia dan Minwoo dengan keripik-keripik tersebut *ada takutnya juga -___-*

“ Iya. Papa juga gak ngerti kenapa dia sampai beli keripik sebanyak itu..” jawab Tuan Kim.

Teeett.. teeetttt!!!

Tiba-tiba terdengar suara klakson yang sangat cempreng. Sebuah mobil truk dengan box bertuliskan ‘Keripik Mercon (?)’ memasuki halaman rumah keluarga Kim, tetangga-tetangga yang kaget langsung pada keluar.

Nyonya Key dengan anggunnya (?) turun dari truk tersebut, ternyata ditengah jalan ia bertukar posisi dengan supir truknya, ia sendiri yang membawa truk tersebut sampai rumahnya *author speechless-_-*

“ Hai semua.. kok pada bengong? Gak kangen sama saya???” Nyonya Key heran melihat anggota keluarganya malah pada cengo melihatnya.

“ Ummaaaa~!! So Eun kangeeeen!!” So Eun berlari duluan memeluk Nyonya Key, Yesung ikutan juga.

“ Iya..iya.. umma juga kangen. Sehat-sehat aja kan sayang?”

So Eun menggeleng pelan, Yesung hanya tersenyum getir.

“…ya, umma tau. Ya sudah, sekarang kan umma sudah pulang..”

“ Ngapain umma beli keripik sebanyak ini?”tanya Yesung.

“ Ada deh.”jawab Nyonya Key misterius, bikin semuanya bingung.

“…ya sudah, ayo kita makan malam. Umma laper banget.”sambung Nyonya Key, kemudian ia menoleh kearah supir truknya, “…mas, ayo makan!”

“ Boleh bu?”tanya si supir dengan raut wajah bertepuk gembira *emang wajah bisa tepuk tangan thor -___-*

“ Boleh lah! Ayo!”

*Nyonya Key memang dermawan. Eh, dermawanti deng #plak!!*

Sesudah makan malam, seakan tidak punya rasa lelah Nyonya Key langsung berangkat ke rumah keluarga Lee dengan truk keripiknya, So Eun yang penasaran dengan maksud ummanya itu ikut. Sementara Yesung sedang diajak ‘rapat’ oleh Tuan Kim. Sekyung dan Minwoo? Sepertinya mereka sedang rapat juga didalam kamar.

“ APA??? Jadi.. jadi ini semua.. buat.. buat Gikwang???!!” ustad Leeteuk, bu Taeyeon, Jinki, Taemin, dan Suzy terbelalak kaget melihat kedatangan Nyonya Key kerumah mereka dengan satu truk keripik mercon.

“ Iya..! sekarang mana anaknya?? Kok gak nongol?” Nyonya Key tetep masang wajah nyante.

“ Tapi.. tapi kenapa Nyonya tiba-tiba ngasih keripik sebanyak ini ke Gikwang? ada apa?” tanya Ustad Leeteuk penasaran, yang lain ngangguk kecuali Jinki. Sebagai saksi taruhan antara Nyonya Key dan Gikwang, Jinki ingat betul apa yang ditaruhkan oleh mereka.

“ Panggil dulu anaknya, ntar saya kasi tau.”jawab Nyonya Key misterius, sementara So Eun yang ada disampingnya hanya garuk-garuk kepala karena bingung juga.

“ Waah, ini keripik yang pedesnya ada dari level 1 sampe 15 itu lho.. ih enak nih.. kak gaje hebat euy..” dengan watadosnya Taemin dan Suzy masuk kedalam box truk dan berbinar-binar melihat ratusan bungkus keripik mercon yang ada didalam sana.

Jinki langsung berlari masuk rumah memanggil Gikwang yang sejak tadi sore bergalau ria (?) didalam kamar.

“ Heeehh!! Heh! Heh! Keluar sono!! Ada Nyonya Key tuh nepatin janjinya sama elo!!” kata Jinki sambil masuk kedalam kamar adiknya itu.

“ Ha? Janji apa?” tanya Gikwang bingung.

“ Taruhan lo itu! Nyonya Key pasti ngira hubungan lo sama Yoona baik-baik aja sampe sekarang, makanya dia mutusin buat ngasih lo satu truk keripik itu!”

Gikwang terbelalak kaget, ia langsung berlari ke depan dan menemui Nyonya Key.

“ Hai sayaaang.. lama gak ketemu.” dengan gaya khasnya sebagai tante-tante Nyonya Key langsung cipika-cipiki dengan Gikwang, sementara Gikwang melotot ngeliat truk bertuliskan ‘Keripik Mercon’ tersebut.

“ Tante.. ini apa?” tanya Gikwang dengan nada ngahuleng (?).

“ Masa’ gak inget sama taruhan kita sih??”

Gikwang menggigit bibirnya karena gak nyangka ternyata Nyonya Key benar-benar menepati janjinya. Sementara itu ustad Leeteuk dan bu Taeyeon masih bertanya-tanya apa yang dibicarakan oleh anaknya dan Nyonya Key.

“…hubungan kamu dengan Yoona baik-baik aja kan sampai sekarang? Itu berarti saya yang kalah. Iya kan?”kata Nyonya Key lagi.

“ Kata siapa, tante? Justru.. besok sebenernya aku malah ingin ke rumah tante, untuk ngembaliin ini.” Gikwang mengeluarkan ponsel ‘limited edition’ pink Nyonya Key kemudian memandangnya nanar, “…aku juga bakal beliin tante keripik mercon dua bungkus tiap minggunya.”

“ Loh.. loh kenapa gitu?? Kamu putus dengan Yoona?” Nyonya Key kaget, sementara ustad Leeteuk dan bu Taeyeon makin ngga ngerti *Jinki juga malah bengong bukannya ngasih tau -___- #inikanceritaeluthorkenapanyalahinJinki-___-*.

Gikwang menggeleng, “ Gak tau, tante. Yang jelas, hubungan kita lagi gak baik.”

“ Lo kenapa sama Yoona?????” tanya Jinki dan So Eun kompak.

“ Ah, pokoknya lagi gak baik.” Gikwang gak mau cerita.

“ Loh.. trus.. jadi ini keripiknya.. kumaha atuh?” Nyonya Key jadi bingung.

“ Terima aja kak!! Terimaaaaa~ enak tau keripiknya~!!!!” Taemin dan Suzy teriak dari dalam box truk. Ustad Leeteuk, Bu Taeyeon, dan Jinki lama kelamaan ngiler juga kepengen keripik itu. Seandainya mereka bisa, mereka juga mungkin bakalan maksa Gikwang.

“ Aku mah sebenernya mau, tapi kan..” Gikwang menggaruk pelipisnya.

“ Lagian nggak putus kan, udah terima aja!!” Taemin dan Suzy masih aja berkicau (?) dari dalam box truk, Gikwang makin bingung.

“ Masalah kamu dengan Yoona gara-gara orang ketiga, bukan??” tanya Nyonya Key, Gikwang langsung nelangsa (?) mendengarnya, ia mengangguk pelan.

“ Oh, Donghae..” Jinki dan So Eun mendesis pelan.

“ Saya kira kamu gak ada masalah dengan Yoona.. ini yang lagi marah kamu apa Yoona?” Nyonya Key kembali menginterogasi (?)

“ Aku.”jawab Gikwang.

“ Kalo lagi marah kan enaknya makan keripik, udah terima ajaaa!!” Taemin dan Suzy lagi-lagi ngomporin dari dalam box truk *itu mereka ngapain sih didalem sana -__- #authorngintipkedalemtruk #diusir-_-*

“ Kalo belum putus, mending fifti-fifti aja deh.”usul Jinki, So Eun mengangguk duluan tanda setuju.

Gikwang melirik kedua orangtuanya yang sejak tadi cuma bengang-bengong doang, namun kedua orangtuanya itu hanya pasang wajah datar karena masih belum ngerti.

“ Terserah tante Key aja deh.”kata Gikwang kemudian.

“ Yo wes, itu keripiknya ada lima ratus bungkus, berarti saya dua ratus lima puluh bungkus, kamu juga segitu.”Nyonya Key setuju.

“ Yah kenapa gak semuanyaaaa!!!” teriak Taemin dan Suzy masih dari dalam box truk.

“ Bawel nih daritadi!” Gikwang melempar batu kearah box truk sampai kedua anak tersebut berteriak kaget, “…buruan ambil dua ratus lima puluh bungkus sana!!”

Taemin dan Suzy dengan semangat langsung mengambil keripik-keripik tersebut.

“…ini tante, aku balikin. Maaf ya pulsanya cuman aku isi lima ribu..” Gikwang mengembalikan ponsel Nyonya Key.

Nyonya Key menerima ponselnya yang ternyata lecet sana sini karena nggak dijaga oleh Gikwang, tapi ia tidak protes, ia justru tersenyum ketika melihat wallpaper ponselnya.

“ Kamu ini, lupa diganti ya wallpapernya.”kata Nyonya Key sambil menunjukkan wallpaper ponselnya yang ternyata masih terpampang wajah cantik Yoona.

“ Oh iya, sorry tante..” Gikwang segera menggantinya kembali kemudian ia balikin ke Nyonya Key, “…tuh, aku ganti sama foto suami tante yang ‘setia’.”

Nyonya Key manyun seribu senti *sabar nyonyaahhh..-___-*

—————————————————————

Pagi, takol 07.00, di kantin sekolah yang sedang penuh, sesek, dan padet (?) *ini kalimat macam apa coba -,-*

 

P3NGUMUM4ND…!

 

B3rDa5ArK4n haSiL rApAtd OSIS iiannkk k’duA, k3g1aTaN L4tIH4n DaSaR K3p3m1mPiNaN SiSwA (LDKS) p’lakZaNaaN’a D’p3rCEpatd 2 h4rie d4ri iiaannk t’laH d’t3ntuk4n. Jdie unTugg p4r4 siSw4 iiankk 4k4nd m’ngikUtie k3g1aTaN inie h4r4pz m’p3rsIaPkanD diRie eaaachh. . . K3gi4T4nd d’L4ks4n4k4n dhiee huTand bEL4k4ng sEkoLah. KuMpuL jam 4 sOrE. . . .

S3p3rtie iiaank t’l4h d’tEnTuk4n, k3gi4t4nd b3rL4nGsUnk 2 h4Ri 2 m4L4m.

 

“ LDKSnya dipercepat euy..” kata Jinki setelah setengah mati membaca sms yang dikirimkan oleh kak Luna ke ponselnya. *Luna ternyata anak 4L4Y -_- #authordigebukin*

“ Berarti lusa dong.”sambung So Eun yang juga menerima sms dari kak Siwon yang alhamdulillah bahasa smsnya sangat jelas.

“ Yah, lu pada LDKS gue sendirian dong.”kata Yoona manyun sambil nyolekin garem yang ada di meja *sama kayak author suka kayak gitu juga xD #ohternyata-___-*

“ Entar tengokin aja kita..”

Yoona mengangguk.

“ Gue mau ngerjain Donghae ntar pas LDKS.”kata Jinki dengan nada sadis sambil mengunyah mi ayamnya (?)

“ Loh, kenapa emang kok tiba-tiba mau ngerjain dia?” tanya So Eun bingung.

“ Yaelah, lo ngga inget? Gara-gara dia adek gue tercintrong si Lee Gikwang jadi depresi tuh!!” kata Jinki berlebihan

Yoona langsung tersedak bakso yang ia makan, “ Ehek! G.. Gikwang depresi??” ia langsung merasa bersalah.

“ Ah, masa iya??” So Eun tak percaya.

“ Ehehehe.. gak depresi sih, tapi.. ya kelakuannya jadi aneh. Banyak bengong, gak mau makan, sensitif juga.. gue khawatir lama kelamaan dia nyicipin rokoknya Taemin. Tau sendiri kan seusia dia mah masih labil, apa-apa dicoba kalo lagi stress.”kata Jinki, walaupun terdengar berlebihan tapi sepertinya ia serius.

Yoona menggigit sendoknya kemudian merenung, “ Gue jadi merasa bersalah..”

“ Emang lo salah.”kata Jinki tega *telak amat mas -__-*

“ Emang ada apaan sih? lo sama Gikwang kenapa?” tanya So Eun.

“ Jadi gini, kemaren.. inget kan waktu gue kudu nyariin kemana Donghae biar kita gak kena marah Mr. Doojoon? Gue nemuin dia di sebuah pos satpam dannn….” Yoona mulai menceritakan kejadian yang ia alami kemarin.

“…ya gitu deh, pertamanya kita ngomongin soal coklat yang dia taro di loker gue. Tapi tiba-tiba dia meluk gue, trus.. dia nembak gue.”

“ APAAAAA????!!!!!!” Jinki dan So Eun langsung memekik ‘apa’ ala Soimah #PLAK!!

“ Ya gitu, dan gue gak nyangka ternyata Gikwang ngeliat itu semua..”

“ Hah???!!! Astajim..” Jinki dan So Eun menjitak kepala mereka sendiri karena gak nyangka dengan kejadian ala sinetron yang dialami Yoona.

“ Bener-bener keterlaluan tuh si Hae! Liat aja, gue bakal nyamar jadi pocong buat nakutin dia pas jurit malam LDKS!” Jinki menggebrak meja karena esmosi, So Eun langsung mual karena tau Jinki bakalan nyamar jadi pocong, malu-maluin aja -____-

“…elu juga Yoong!! Jangan-jangan lo bales pelukannya!” tuduh Jinki.

“ Idih!! Kata siapa!? Gue nolak dia kok, trus kabur deh.”jawab Yoona polos.

“ Tuh kan. berarti ini emang Donghaenya aja yang pengen ngerebut elo. Syukur alhamdulillah deh Yoong kalo lo masih setia sama Gikwang, walaupun dia ngambek sama lo. Kayaknya dia salah paham deh.”kata So Eun.

“ Gue gak nyangka Gikwang bisa semarah itu sama gue. Dulu biasanya gue yang kayak gitu sama dia. Gue jadi tau gimana rasanya diginiin..” kata Yoona sedih, So Eun mengelus punggungnya dan menenangkannya.

Sementara itu Jinki menyingkirkan mangkuk mi ayamnya kemudian menggambar diatas tisu, ia menggambar peta strateginya untuk menakuti Donghae saat LDKS nanti.

*niat amat pengen ngerjain -___-*

_Bersambung_

 

Read, Comment, and Like yaa^^

Part 9(2) nanti jadi part akhir, jadi mian kalo ntar agak ngaret ngepostnya xD

Author sangat sangat butuh komen yang panjang dari kalian, komentar kalian bisa menunjang dan menentukan isi endingnya, gomawo~ 🙂

52 responses to “[FF_Haha! This Is Our Story_part 9(1)]

  1. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ PART 2 : Ada Apa dengan Ayam? ] | FFindo·

  2. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ PART 3 : KKJB ( Kembali ke Jalan yang Benar ) ] | FFindo·

  3. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [Part 4A : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk] | FFindo·

  4. Li4atD SmZ Lun4 b1k!n s4kitd m4t4 y4ch
    Hahaahaha..
    Dasar anak alay malah makin susah tuh nulis gitu -__-”
    Tapi sukses buat speechless dah tu tulisan kkkk~

  5. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ Part 4B : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk ] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s