Stupid [Chapter 3]

Author : AlinePark ( @angiiewijaya )

Main Cast :

  • Lee Eun Ae (OC’s)
  • Byun Baek Hyun (EXO K)
  • Kim Jong Hyun (SHINee)
  • Stephanie Hwang or Tiffany (SNSD)
  • Onew or Lee Jin Ki (SHINee)

Other Cast : Find by Yourself

Genre : MIX

Length : Series

Rating : Teenager (T) or PG

Disclaimer : Cerita FF ini milik saya ^^

Note : Annyeong Readers ! ^^ Ini dia Chapter 3 nya. Udah pada nunggu kah? Hehe 😀 Udah deh, Author ga mau banyak ngomong u,u Kalo kurang memuaskan Author minta maaf. Kalo ada kesamaan dalam bentuk apapun, Author minta maaf, karena Author tidak tau.

Jangan jadi SILENT READERS.
Udah baca? Comment.
Ga mau comment ama gasuka? Ga usah baca.

~Happy Reading~

Normal POV

Eun Ae berjalan menuju taman yang ada didekat rumahnya. Dilihatnya Jong Hyun sedang duduk disalah satu kursi taman yang ada. Eun Ae pun menghampiri Jong Hyun.

“Oppa…” panggil Eun Ae.

Jong Hyun menoleh kearah Eun Ae. “Ah, kau sudah datang. Duduklah.” kata Jong Hyun.

Eun Ae pun duduk disamping Jong Hyun. “Ada apa kau mengajak ku kesini?” tanya Eun Ae.

“Hanya sedang ingin bersama mu saja.” kata Jong Hyun. “Tapi ada yang ingin ku tanyakan.”

“Apa?” tanya Eun Ae.

“Apa kau memiliki hubungan dengan Byun Baek Hyun?” tanya Jong Hyun.

“Apa maksudmu?” tanya Eun Ae.

“Waktu kita dimall, ia datang bicara padaku dan sepertinya ia tidak suka kita berdua.”

“A-apa?”

Eun Ae terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Jong Hyun. Baek Hyun tidak suka Eun Ae bersama Jong Hyun? Apa ada masalah? Eun Ae dan Jong Hyun hanya sahabat, teman dekat. Jong Hyun bukanlah orang jahat atau orang asing. Mengapa Baek Hyun bisa tidak suka saat Eun Ae bersama Jong Hyun? Eun Ae benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan dengan Baek Hyun.

“Kau kenapa?” tanya Jong Hyun menyadarkan Eun Ae dari lamunannya.

“Ah, tidak, tidak apa-apa.” jawab Eun Ae.

“Apa maksudnya Baek Hyun oppa tidak suka aku bersama Jong Hyun oppa?” batin Eun Ae.

Jong Hyun mengajak Eun Ae kesebuah pameran lukisan yang diadakan disuatu mall. Karena Jong Hyun mengetahui Eun Ae suka menggambar atau dapat dibilang berbakat dalam menggambar Jong Hyun mengajak Eun Ae ke pameran lukisan tersebut.

“Lukisannya bagus-bagus sekali.” gumam Eun Ae melihat lukisan-lukisan yang ada.

“Kau juga pasti bisa menggambar seperti itu, kau juga mempunyai bakat melukis bukan?” kata Jong Hyun.

Eun Ae tersenyum mendengar perkataan Jong Hyun. “Tapi aku tidak mungkin seperti mereka, kurasa mereka jauh lebih hebat dariku.”

“Mungkin karena kau memang belum menunjukkan lukisanmu kepada orang lain.” kata Jong Hyun.

Eun Ae hanya tersenyum menanggapi perkataan Jong Hyun.

“Permisi, tuan dan nyonya.” kata seorang yeoja tiba-tiba.

Jong Hyun dan Eun Ae pun menoleh kearah yeoja itu.

“Ada apa?” tanya Jong Hyun.

“Mau kubantu untuk menjelaskan lukisan-lukisan yang ada disini? Kalian tampaknya terlihat begitu tertarik.” kata yeoja itu. Ternyata yeoja itu adalah salah satu dari pemandu di pameran lukisan tersebut.

“Ah, boleh saja.” jawab Jong Hyun sambil tersenyum.

Akhirnya yeoja itu menerangkan satu persatu lukisan yang ada. Selain mengenai lukisannya, yeoja itu juga menerangkan mengenai orang yang membuat lukisan itu. Dari penjelasan yeoja itu Eun Ae semakin menarik mengenai lukisan. Dan akhirnya sampai di lukisan yang terakhir.

“Oh, ya, jika kalian tertarik, bulan depan kami mengadakan lomba. Lomba nya kalian harus mengirimkan lukisan kalian dan akan dinilai bulan depan. Peserta nya tidak hanya dari Korea Selatan, tetapi juga Jepang dan juga China. Yang menang lukisannya akan dipajang di museum yang ada di Jerman yang dimiliki oleh tuan Kim Jong In atau lebih singkatnya Kai.” kata yeoja itu menjelaskan.

“Ah benarkah? Lalu kapan lukisan paling lambat dikirim?” tanya Eun Ae.

“Paling lambat dikirim 2 minggu dari hari ini.” jawab yeoja itu.

“Ah, kalau begitu terima kasih atas informasimu.” kata Eun Ae.

Yeoja itu tersenyum. “Apa ada yang perlu dibantu lagi?” tanya yeoja itu.

“Ah, tidak ada.” jawab Eun Ae. “Terima kasih sudah menjelaskan lukisan-lukisan yang ada di pameran ini.” kata Eun Ae.

Yeoja itu tersenyum. “Oh, ya, ini selebaran lombanya. Diselebaran ini mungkin nyonya bisa mengetahui lebih dalam lagi lomba tersebut.” kata yeoja itu sambil memberikan sebuah selebaran.

“Ah, terima kasih banyak.” jawab Eun Ae lalu mengambil selebaran tersebut.

“Kalau begitu aku permisi.” kata yeoja itu lalu meninggalkan mereka berdua.

Eun Ae tersenyum melihat selebaran tersebut. Ia tidak menyangka akan ada lomba seperti itu. Dan bahkan yang menang lukisannya akan dipajang di museum yang dimiliki oleh Kim Jong In.

Kim Jong In atau Kai adalah seorang pemilik museum yang terkenal. Ia masih muda, kira-kira seumuran dengan Baek Hyun. Ia tidak hanya memiliki museum di Korea Selatan tetapi juga di China, Jepang, Jerman dan juga Inggris.

Dan kebetulan lukisan pemenang akan dipajang di musem yang ada di Jerman, karena museum yang ada di Jerman adalah museum yang paling besar yang dimiliki oleh Kai.

Tetapi selain seorang pemilik museum, Kai adalah juga seorang pelukis. Lukisannya dikenal banyak orang mau yang pencinta lukisan maupun tidak. Dan juga Kai ini dikenal tampan, apalagi ia masih muda. Maka itu banyak yeoja yang menggilainya.

Tetapi sayangnya para yeoja-yeoja penggila Kai itu sedih karena ada berita mengenai Kai memiliki seorang yeojachingu. Tetapi syukurnya berita itu sering dibantah oleh Kai, Kai selalu bilang ia tidak memiliki seorang yeojachingu.

“Kau akan ikut lomba itu?” tanya Jong Hyun.

“Aku rasa aku akan ikut,” jawab Eun Ae. “aku sangat tertarik dengan lomba ini, apalagi jika aku menang lukisanku akan dipajang dimuseum yang dimiliki Kai di Jerman.”

“Apa kau penggemar Kai?” tanya Jong Hyun.

“Err… Lumayan.” jawab Eun Ae.

Jong Hyun tertawa mendengar jawaban Eun Ae karena Eun Ae terlihat malu menjawabnya. “Sudah kuduga, tidak mungkin kau tidak menyukai Kai. Dia kan tampan.” kata Jong Hyun.

“Tidak juga. Yang kusuka adalah lukisannya dan juga kehebatannya dalam memiliki museum padahal usianya masih muda.” jawab Eun Ae.

“Ah kau tidak usah bohong.” kata Jong Hyun menggoda.

“Hey, aku tidak bohong.” jawab Eun Ae.

Jong Hyun hanya tertawa menanggapi perkataan Eun Ae. “Oh, ya, mau makan dulu tidak? Aku lapar.” kata Jong Hyun.

“Baiklah.” jawab Eun Ae.

Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan pameran lukisan tersebut dan makan disebuah restoran.

Normal POV END

Onew POV

Hari ini kuputuskan untuk berjalan-jalan dimall. Lagipula teman kantorku, Min Ho, mengajakku makan siang di sebuah restoran yang ada dimall.

Akupun sampai di restoran tempat aku dan Min Ho janjian. Akupun duduk disalah satu bangku yang masih kosong.

Tiba-tiba kulihat seorang namja dan seorang yeoja masuk kedalam restoran. Aku merasa mengenali namja itu, dan pernah melihat yeoja itu. Akupun mulai melihatnya lebih jelas lagi.

Aku terkejut seketika. Ternyata namja itu adalah namdongsaeng angkatku yang bernama Jong Hyun dan yeoja itu adalah yang kutemui tadi pagi direstoran saat aku sarapan.

Tiba-tiba Jong Hyun melihat kearahku. Ia tersenyum sambil melambaikan tangannya. Ia pun langsung menghampiriku.

“Kau sedang apa hyung?” tanya Jong Hyun.

“Aku ada janji makan dengan teman.” jawabku. Akupun langsung melihat kearah yeoja yang bersama Jong Hyun. Kulihat ia sedikit terkejut melihatku.

“Kau bukannya namja yang tadi pagi?” kata yeoja itu.

“Ah, kita bertemu lagi.” kataku.

“Ternyata Jong Hyun mengenalnya.” batinku.

Tiba-tiba seorang namja tinggi menghampiriku. “Onew.” panggil namja itu.

“Ah, Min Ho kau sudah datang.” kataku.

“Ah, aku pergi dulu ya hyung.” kata Jong Hyun.

Akupun hanya mengangguk. Setelah itu Jong Hyun dan yeoja itu pergi meninggalkanku dan duduk ditempat yang sedikit jauh dari tempatku.

Onew POV END

Eun Ae POV

Aku tidak menyangka aku akan bertemu dengan namja itu. Namja yang aku temui direstoran tadi pagi.

“Apa kau mengenal namja itu?” tanya Jong Hyun oppa tiba-tiba.

“Kami hanya bertemu direstoran tadi pagi, saat aku sarapan.” jawabku. “Lalu dia siapa mu?” tanyaku.

“Dia adalah hyung angkatku.” jawabnya. “Dulu sebelum aku pergi ke Jerman. keluargaku mengangkatnya menjadi hyung angkatku. Dia dulu hilang saat kecil. Dan kurasa orang tuanya tidak menemukannya.”

“B-benarkah?” kataku terkejut.

Jong Hyun mengangguk. “Tetapi dia sudah seperti hyung kandungku sendiri.”

“Oh, ya, namanya ‘Onew’?” tanyaku.

“Ne.” jawabnya.

“Itu nama asli?” tanyaku.

“Kurasa bukan. Dia hanya memberitahu namanya Onew.” jawab Jong Hyun oppa.

Aku tidak menyangka bahwa itu adalah hyung angkat Jong Hyun oppa. Tapi yang kuheran kenapa namanya ‘Onew’? Apa itu nama asli? Aku tidak pernah mendengar nama orang ‘Onew’. Aku rasa itu bukan nama aslinya.

Eun Ae POV END

7 PM

Onew POV

Aku masuk kedalam kamarku. Kulihat Jong Hyun sedang bermain game dikamar. Memang kami berdua satu kamar.

Aku memutuskan untuk berbaring ditempat tidurku. Aku melihat langit-langit kamarku. Ternyata tebakkan ku benar, Jong Hyun mengenal yeoja itu.

Apa aku harus menanyakan tentang yeoja itu kepada Jong Hyun? Ah, tapi nanti Jong Hyun curiga. Lagipula apa itu yeojachingu Jong Hyun? Kalau dia yeojachingu Jong Hyun aku bisa gawat, nanti dia akan marah padaku jika aku menanyakan tentang yeoja itu. Nanti aia pikir aku suka dengan yeoja itu lagi.

Ah, sudahlah nanti saja aku tanyakan, nanti yang ada aku akan mati.

Onew POV END

Normal POV

Dari dapur, Eun Ae melihat Baek Hyun yang sedang menonton TV. Eun Ae masih penasaran dengan yang Jong Hyun bilang, mengenai Baek Hyun menghampiri Jong Hyun saat dimall waktu itu.

Eun Ae bingung harus bertanya atau tidak. Ia takut jika bertanya nanti malah menjadi masalah atau Baek Hyun marah padanya. Tetapi Eun Ae tidak dapat menahan rasa penasarannya.

Eun Ae pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Oppa..” panggil Eun Ae.

“Mmm? Waeyo?” tanya Baek Hyun.

“Umm.. Aku boleh menanyakan sesuatu? Tapi kau jangan marah ya oppa.”

“Iya, iya.” jawab Baek Hyun. “Kau mau tanya apa?” tanya Baek Hyun.

“Apa waktu itu saat kita ketemu dimall, kau menghampiri temanku?” tanya Eun Ae.

“Maksudnya?” tanya Baek Hyun.

“Kata temanku saat kita bertemu dimall, kau datang menghampirinya dan mengatakan kau tidak suka kalau dia bersamaku.” kata Eun Ae.

“A-ah, i-itu, err…” Baek Hyun bingung harus menjawab apa. Ia benar-benar bingung dan gugup.

“Apa itu benar? Atau salah?” tanya Eun Ae.

“Err… Iya itu… Benar.” jawab Baek Hyun. Baek Hyun benar-benar malu sekarang.

“Eh? Itu benar? Kenapa kau melakukan itu?” tanya Eun Ae.

“Err… Ya tidak apa-apa. Sudahlah tidak usah dibahas.” kata Baek Hyun.

Eun Ae heran melihat Baek Hyun. Kenapa ia seperti itu? Ia merasa ada yang aneh dengan Baek Hyun. Mengapa Baek Hyun memarahi Jong Hyun?

Tiba-tiba Baek Hyun bangkit dari duduknya. Ia tak sengaja tersandung kaki meja itu membuatnya terjatuh kearah Eun Ae.

Ia pun langsung memeluk Eun Ae dan Eun Ae menahan badan Baek Hyun.

Kini wajah mereka begitu dekat. Entahlah mereka tidak pernah seperti ini. Terlihat nafas mereka sedikit tidak teratur, nafas mereka pendek-pendek. Mata mereka saling melihat satu sama lain dan tak bergerak ke arah lain.

Tiba-tiba terdengar pintu rumah mereka terbuka. “Baek Hyun? Eun Ae?” kata 2 orang yeoja paruh baya tiba-tiba. Dan terlihat 2 namja paruh baya terkejut melihat Baek Hyun dan Eun Ae.

TBC~

Ini dia Chapter 3 nya! 😀 Gimana? Memuaskan ga? Apa kurang? u,u Ya Author menerima segala komentar, kritik ya bahasa nya halus ya ^^v Udah segitu aja dulu. Kritik / saran / kesamaan dalam bentuk apapun / pengen kenalan *._.v* follow and mention @angiiewijaya

Yang udah baca jangan lupa comment ya 😀 Jangan jadi Silent Readers. Gasuka ama gamau comment? Gausah baca. Gomawo ^^

49 responses to “Stupid [Chapter 3]

  1. omo .
    itu ortu2nya ?
    gawat ntar kalo dikira macem-macem ..

    jngan-jngan onew kakaknya eun ae ? tapi masa bisa ?
    jjong temennya kai ? gamungkin kayaknya ..

    trus klanjutannya gmn ?
    langsung baca next partnya deh ya 😀
    haha , like this story 🙂

    • Iya, haha.
      Ya bisa aja kan. Haha. Ya kita liat nanti aja ya 😛
      Haha, ok deh 😀
      Selamat membaca next part nya ^^ Hehe.
      Gomawo, haha.
      Ok, gomawo *again* udah read + comment ^^

  2. wahh semakin menarik ceritanya chingu^^
    suka deh 🙂
    Omo, jgn” mrka emg di jodohin ya?
    hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s