I’m In ♥ With An Actress

Title: I’m In ♥ With An Actress

Author: dwiananing (@yeolzy)

Length: Oneshoot

Main Cast:
• Byun Baekhyun EXO-K
• Han Ahra (OC)

Minor Cast: Member EXO-K yang lainnya

Genre: Friendship, Comedy, Romance

Rating: PG-15

NB: FF ini spesial pake telor *Lah dikata martabak telor* buat teteh @marinemenari. Enjoy! ♥


Author’s POV

“Han Ahra, Ahra, Ahra, Ahra.”

Byur……..

Si jangkung nan tampan itu tanpa berpikir panjang langsung menyiram air seember penuh pada teman sekamarnya yang daritadi belum bangun juga.

“Baek, bangun lo, udah gue siram masih nggak sadar aja lo,” teriak si jangkung itu sambil menahan tawa.

Baekhyun, namja itu, perlahan membuka matanya dan kaget saat melihat dirinya sudah basah kuyup.

“Kenapa gue basah gini Chan?” tanya Baekhyun polos sambil mengucek-ucek matanya.

“Tadi ada banjir bandang bro,” jawab Chanyeol masih sambil menahan tawa karena muka polos Baekhyun yang sepertinya belum benar-benar sadar. Baekhyun seperti masih berada di alam mimpinya.

“Seriusan? Untung gue selamat ya,” kata Baekhyun sujud syukur dan tak henti-hentinya mengelus-elus dadanya dan berterimakasih pada Tuhan.
Sedetik kemudian, Chanyeol pun pingsan di tempat.

***

“Wah, udah pada rapi jali gini ya,” kata Baekhyun tersenyum. “Kita mau ada rapat apa sih emangnya?”

“Kita semua juga pada nggak tau. Manajer Kim cuma nyuruh kita semua ngumpul di ruang tamu ini,” kata Jongin.

“Seketika ruang tamu yang berisi enam namja itu hening dan hanya suara deruan nafas mereka saja yang terdengar. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Ada yang memandang kaki masing-masing dan ada yang memandang langit *Ini kenapa galau banget ya*.

Beberapa menit kemudian, datanglah manajer Kim dengan gagahnya. Senyum mengembang di bibirnya dan langsung duduk di sofa empuk yang berhadapan langsung dengan keenam member itu.

“Guys, kalian udah siap denger berita dari gue?” tanyanya sambil tersenyum lebar. Ya, sangat lebar hingga lebah pun bisa bersarang disana -_-.

“Udah,” jawab mereka serempak. Mereka benar-benar antusias dengan berita yang akan disampaikan oleh manajer Kim. Dan mereka semua yakin kalau berita ini adalah berita bagus.

“”Baiklah. Promosi MAMA kan udah mau selesai, jadi kita bakal bikin MV baru buat lagu follow up,” katanya semangat. “Dan lagu yang kita pilih itu Angel.”

Semuanya bersorak senang. Bahkan keenamnya langsung berpelukan layaknya teletubbies.

“Dan di MV itu bakal ada jalan ceritanya dan salah satu dari kalian bakal jadi model MVnya. Dan untuk model yeojanya, kita sudah memutuskannya.”

“Mwo? Siapa?” tanya Junmyeon penasaran. Kyungsoo yang juga penasaran menatap manajer Kim dengan tatapan andalannya.

“Yeoja itu seorang aktris,” jawab manajer Kim yang makin membuat member EXO-K penasaran. Sayang sekali memang karena pada saat ini, EXO-M sedang berada di China dan mereka tidak bisa ikut syuting MV bersama-sama.

“Aktris? Han Ahra?” tanya Baekhyun polos. Semua memandang ke arahnya dengan tatapan please-deh-baek-sotoy-banget-lo.

“Hahahahaha bagaimana kau bisa tau Baekhyun-ah?” tanya manajer Kim sambil memandang heran Baekhyun. “Ya, Han Ahra yang akan menjadi model MVnya. Han Ahra adalah aktris pendatang baru yang masih sangat muda, fresh dan juga sedang naik daun. Aktingnya memang sangat bagus dan banyak yang kagum akan aktingnya yang sangat natural. Pasti itu akan menjadi nilai jual yang sangat tinggi.”

Baekhyun menganga *Hati-hati kemasukan lalat* sedangkan Chanyeol disampingnya terharu sampai menangis.

“Baek, nggak nyangka lo bakal ketemu langsung sama idola lo itu. Gue jug pengen ketemu Omas. Gue mau adu lebaran mana mulut gue sama mulut dia,” kata Chanyeol tersedu-sedu.

“Iya, gue juga nggak nyangka nih. Ah, sumpah gue nggak bisa bayangin nanti kalo gue ketemu langsung sama Ahra,” kata Baekhyun yang ikut menangis namun sambil tertawa (?). “Ngomong-ngomong lo seriusan mau ketemu sama Omas? Hati-hati naksir.”

Chanyeol hanya nyengir kuda lalu memukul dada Baekhyun pelan. Member lain dan manajer Kim memandang heran keduanya.

“Dan apa kalian mau tahu siapa yang menjadi model namjanya?”

“Mauuuuuu,” teriak keenamnya antusias. Mereka saling berpegangan tangan layaknya sedang menunggu pengumuman yang sangat-sangat-sangat penting.

“Baiklah, gue bakal ngasi tau sekarang juga. Baekhyun-ah, ini kesempetan emas buat lo, maanfaatin sebaik-baiknya ya,” kata manajer Kim lalu memberikan wink pada Baekhyun. Dan ya, Baekhyun sudah pingsan di tempat

***

Menghitung hari, detik demi detik. Menghitung hari, detik demi detik………….

Ya, lagu itu sudah menjadi theme song untuknya beberapa hari ini. Mimpinya untuk bertemu dengan Han Ahra secara langsung akhirnya bisa jadi kenyataan. Sebenarnya bisa bertemu saja sudah membuat Baekhyun senang bukan main, dan yang tak disangka Baekhyun malah mendapatkan jackpot untuk beradu acting dengan Ahra. Ya, ini benar-benar anugerah terindah dari Tuhan yang harus dia syukuri.

Han Ahra, menarik perhatian Byun Baekhyun dalam aktingnya di drama ‘Love and Hate’. Ahra berperan sebagai yeoja kuat yang berjuang demi hidup keluarganya. Ahra bukan pemeran utamanya, namun bagi Baekhyun, Ahra-lah yang membuat drama itu menarik. Ditunjang dengan fisik yang menarik, Ahra benar-benar menjadi sosok yang sempurna di mata Baekhyun. Ahra langsung menjadi salah satu yeoja spesial di hati Baekhyun. Bahkan mungkin yeoja pertama membuatnya gila seperti sekarang ini.

“Bro, kenapa gue ya yang dipilih jadi model MVnya? Padahal yang jago akting kan lo sama Junmyeon hyung,” tanya Baekhyun pada Sehun yang sedang asik luluran.

“Siapa sih yang nggak tau lo ngefans banget sama Ahra noona? Siapa sih yang nggak shock liat kamar lo sama Chanyeol hyung dindingnya penuh poster Ahra noona gitu? Bahkan selimut lo aja gambarnya Ahra noona lagi senyum unyu gitu,” kata Sehun santai sambil sesekali melakukan manicure dan pedicure untuk kuku-kuku cantiknya.

“Iya sih gue tau, tapi suer gue masih nggak nyangka aja. Manajer Kim milih gue apa beneran karena dia tau kalo gue suka Ahra? Apa dia cuma asal milih doang? Trus bro, gapapa kan kalo gue yang jadi modelnya? Gue tau banget lo sama Junmyeon hyung udah nunggu banget moment dimana lo sama Junmyeon hyung bisa nunjukin akting kalian yang keren mampus itu.”

“Nggak mungkin asal milih lah. Anggep aja ini hadiah buat ultah lo beberapa hari yang lalu,” kata Sehun tersenyum manis. “Dan soal itu santai aja kali. Mungkin emang belum jalannya aja gue dapet proyek yang itu. Kan denger-denger SM mau bikin drama baru, doain aja gue bisa ikutan disana.”

“Ah lo emang adek kesayangan gue banget. Makasi ya,” kata Baekhyun sambil mencium kilat pipi Sehun lalu dengan cepat kabur dari Sehun.

“Yah sialan lo, jeruk makan jeruk.”

***

Hari ini, manajer Kim memberikan naskah MV yang akan Baekhyun mainkan. Baekhyun memandang naskah itu dalam-dalam. Naskah itu benar-benar tebal dan membuat Baekhyun berpikir dalam hati, “Berapa lapis? Ratusan.”

“Baek, hafalin baik-baik ya dialognya. Lo juga mesti latihan akting. Ya walaupun dikit tapi adalah lo usaha buat nantinya nggak kelihatan kaku banget. Mana lo belum punya pengalaman sebelumnya kan? Lo bisa minta member lain buat pura-pura jadi Ahra. Si Chanyeol kek, Kyungsoo kek, ya siapa aja boleh. Biar nanti aktingnya tuh feelnya bisa dapet banget. Lo mau kerja cepet kan? Lo nggak pengen syuting sampe larut malem kan? Biasanya syuting MV bisa sampe tengah malem trus beberapa hari loh.”

Baekhyun mengangguk pasti. Dia tidak akan menyiakan-nyiakan kesempatan emas ini, “Makasih ya bro sama kesempatan yang lo kasi. Gue bakal berjuang mati-matian buat MV ini.”

“Oke sama-sama. Gue yakin lo pasti bisa kok. Semangat ya bro,” kata manajer Kim sambil menirukan gaya ala Cherrybelle. “Baekhyun Baekhyun Ha Ha Ha.”

***

“Demi apa ada adegan ciuman bibirnya?” kata Baekhyun berteriak di kamarnya yang sedang ramai pengunjung. Dia benar-benar shock saat membaca halaman terakhir naskah itu.

“Lo sama Ahra? Di MV? Nggak salah? Wah gila beneran,” kata Jongin geleng-geleng kepala.

“Demi?” tanya Kyungsoo dengan matanya yang melotot *Hati-hati matanya lepas -_-*

“Eh tapi kenapa sekarang muka lo oren gitu bro? Aih lo pasti lagi ngebayangin ciuman sama Ahra ya sekarang?” tanya Chanyeol menggoda Baekhyun.

Baekhyun salah tingkah, perasaannya benar-benar campur aduk kali ini.

“Eh kalo gitu lo mesti latihan ciuman juga dong? Lo kan belum pernah ciuman Baek. Udah sini sama gue aja,” kata Chanyeol dengan senyum pepsodentnya. Baekhyun langsung melempari Chanyeol dengan tepung, air dan telur *Lah dikira lagi ulang tahun apa atau dikira mau bikin kue -_-*.

“Sial lo, biar gue latihan sama guling aja. Kalo perlu sama tembok.”

***

Aku mau makan, ku ingat Ahra. Aku mau tidur, ku ingat Ahra. Aku mau pergi, ku ingat Ahra. Oh cinta, mengapa semua serba kamu.

Aku mau makan, kuingat Ahra. Aku sedang sedih, juga ku ingat Ahra. Aku sedang bosan, ku ingat Ahra. Oh cinta, inikah bila ku jatuh, jatuh cinta.

Lagu itu terputar tanpa henti di IPad milik Baekhyun. Apa-apa ingat Ahra. Apalagi semenjak tahu kalau nanti ada adegan kissing antara dia dengan Ahra.

Doo doo roo doo doo doo kissing you baby. Doo doo roo doo doo doo loving you baby

“Yah, sialan lo Hun. Ngapain lo muter lagu itu hah?” tanya Baekhyun kesal. Kenapa pas sekali saat Baekhyun sedang memikirkan adegan kissingnya, eh Sehun malah dengan santainya memutar lagu kissing you milik SNSD itu.

“Suka-suka gue dong. Lagian lo fanboy SNSD noona kan? Kenapa sewot banget?” tanya Sehun balik nyerang.

“Gue lagi mikiran adegan kissing itu dan lo malah muter lagu itu. Kan gue jadi tambah galau. Gue masih nggak siap bro,” kata Baekhyun lemas.

“Ah udah jalanin aja bro. Santai aja gitu. Inget kata-kata manajer Kim deh. Ini kesempatanemas buat lo. Lo harus manfaatin sebaik-baiknya. Lo juga pengen hasil yang bagus kan? Semangka..semangat qaqa.”

Baekhyun termenung sejenak. Kenapa maknae bisa jauh berpikir dewasa darinya?

“Oke sip thanks dedenya. Doain gue ya bro. Doa lo kan biasanya manjur banget.”

Tiba-tiba entah darimana datangnya *Lah dikata hantu*, Junmyeon datang dengan gagahnya. Senyum pepsodent terpancar hingga membuat silau Baekhyun dan Sehun. Bahkan senyum itu mengalahkan silaunya sinar matahari.

“Lagi pada ngapain? Ngomongin gue ya?” tanya Junmyeon yang langsung duduk di antara Baekhyun dan Sehun.

“Ge-er banget lo, serasa paling oke,” jawab keduanya kompak. “Dan lagian jelas-jelas kita lagi duduk masih ditanya juga.”

“Ah serius dong, kalian lagi ngomongin apaan?”

“Oh itu, Baekhyun hyung lagi galau soal syuting MV nanti. By the way kasi wejangan dia deh. Deadlinenya tinggal dua hari lagi loh,” kata Sehun lalu pergi meninggalkan Junmyeon dan Baekhyun.

“Lo kenapa lagi sih?” tanya Junmyeon. “Kayanya nggak kelar-kelar deh lo galau tentang itu.”

“Iya nih hyung, gue jadi nggak bisa mikirin hal lain. Bahkan gue sampe nggak nafsu makan. Liat nih perut gue jadi buncit gini,” kata Baekhyun memamerkan perutnya pada Junmyeon.

“Lah itu buncit ya karena lo makan terus dodol,” kata Junmyeon memukul lengan Baekhyun. “Nah sekarang coba deh lo belajar sama gue. Ya bukannya gue bersifat menggurui, kita sama-sama masih belajar kok. Gue bakal ngasi tau ilmu yang pernah gue dapet dulu pas ikutan kelas akting sama Ki Joko Bodo *Eh*. Ya yang standar aja sih kaya senyum, nangis, sedih, atau ekspresi lainnya lah. Yang pasti semua yang lo lakuin harus dapt banget feelnya.

“Coba lo akting nangis sekarang.”

“Huweeeee huweeeeee.”

Baekhyun menangis sambil meraung-raung seperti anak kecil hilang. Junmyeon memandang geli dongsaengnya itu.

“Nggak gitu juga kali Baek. Jadi lo sok tegar gitu awalnya, tapi benernya lo nyesek banget. Nah pas mau nangis itu deh lo pikirin semua hal yang bikin lo nyesek. Pasti nanti lo bakal ngeluarin air mata secara alami. Jadi lo nggak perlu deh pake obat tetes mata buat bikin seakan-akan lo itu lagi nangis.”

Baekhyun mengangguk tanda mengerti, “Tapi lo tunjukin langsung dong akting nangis lo. Gue pengen liat prakteknya di depan mata gue sendiri.”

“Sekarang?” tanya Junmyeon polos.

“Nggak, dua tahun lagi. Ya iyalah sekarang dodol,” kata Baekhyun berteriak *Ini anak gak sopan banget ya -_-*.

“Oke, lo seakan-akan jadi Ahra ya. Jadi disini ceritanya Ahra nggak pernah mau jawab pernyataan cinta gue,” kata Junmyeon mantap. Baekhyun pun juga dengan mantap ikut mengangguk.

“Ready go!”

“Ahra-ah, kenapa lo nggak mau terima gue jadi pacar lo? Please, apa sih yang kurang dari gue? Gue ganteng, gue kaya, trus gue juga populer. Member boyband lagi. Gue kurang apa sih di mata lo?” tanya Junmyeon emosi.

“Lo mau tau? Lo kurang tinggi,” kata Baekhyun lalu tertawa keras.

“Lo yang serius dong. Jangan bercanda gini. Ini buat kebaikan lo loh.”

“Gue ngomong kenyataan kali.”

“Ah udah diem lo. Mau dilanjutin nggak nih?” tanya Junmnyeon sedikit membentak.

“Eh iya deh lanjut hyung.”

“Oke. Ahra, apa yang lo nggak suka dari gue? Bilang aja. Gue bakal ubah sikap gue biar lo mau nerima gue. Gue bakal selalu ada buat lo. Jadi malaikat yang bakal selalu jagain kamu.”

Junmyeon menggenggam erat tangan Baekhyun lalu menatapnya lama. Perlahan-lahan air mata Junmyeon menetes, bibirnya bergetar hebat mengalahnya tarian ngebor Annisa Bahar.

“Wow hyung. Demi apa akting lo keren gila. Sumpah mantep banget. Cocok lah lo jadi aktor papan atas,” kata Baekhyun sambil bertepuk tangan.

“Lo gantiin gue deh jadi model MVnya ya?”

“Serius lo? Ntar lo nyesel lagi,” kata Junmyeon sambil menghapuskan air matanya.

“Eh iya nggak deng,” kata Baekhyun terkekeh. “Makasi ya hyung, masukan lo berguna banget.”

“Sama-sama, sukses ya buat debut akting lo. By the way, lo mau latihan ciuman bareng gue juga?”

“Sialan lo hyung, sama aja lo kaya Chanyeol,” kata Baekhyun memanyunkan bibirnya. “Oh iya hyung, lo belajar akting dimana deh waktu itu?”

“Dimana ya? Gue juga lupa sih,” kata Junmyeon terkekeh. Baekhyun hanya bisa memandang miris hyungnya itu.

“Masih muda kok udah pelupa akut gitu. Nggak kebayang gimana tuanya nanti,” keluh Baekhyun dalam hati.

***

Hari syuting MV yang semakin dekat, semakin dekat pula Baekhyun akan bertemu dengan Ahra.

“Hun, minta lulur sama alat manicure plus pedicure dong,” kata Baekhyun manja.

“Hah? Nggak salah lo? Ah pasti ini semua gara-gara Ahra hahahaha. Eh tapi nggak gratis deng, wani piro?” tanya Sehun menyelidik.

“Ih tau aja lo. Cium nih,” kata Baekhyun pada Sehun lalu memeluknya erat. “Tenang aja tiap hari gue bakal beliin lo Bubble Tea kesukaan lo.”

“Horeeeeeeeeee,” katanya senang. “Tapi gue nggak mau dicium sama lo ah. Jauh-jauh lo dari gue. Kalo Luhan yang cium gue baru gue mau. Tuh kan, gue jadi kangen Luhan hyung. Luhan hyung, comeback to me now,” kata Sehun yang langsung banjir air mata.

“Idih baru ditinggal beberapa hari doang lo udah kaya gini. Gimana kalo ditinggal sebulan?”

“Sebulan? Gue susul dia ke China,” jawab Sehun mantap.

“Niat amat lo. Udah ah mana perkakas lo itu? Keluarin cepetan sekarang. Gue udah nggak sabar nih.”

“Tuh ambil aja sendiri di lemari gue. Inget nggak boleh ada yang hilang, harus kembali bentuknya kaya semula. Kalo ada yg hilang atau rusak, lo harus ganti rugi sepuluh kali lipatnya.”

“Inggih ndoro ratu.”

Selama seharian penuh itu, Baekhyun melakukan perawatan tubuh sendiri di kamarnya. Setelah yakin dengan kemampuan aktingnya dan kemampuan menghafal dialog dengan baik, Baekhyun ingin fokus pada penampilannya.

Jadi, dia menghabiskan waktunya dengan luluran, manicure, pedicure dan juga maskeran, masker asli buatan sendiri, yang asli dia petik dari tumbuh-tumbuhan yang berada di sekitar gedung SM -_-. Yang pasti, dia harus tampil menarik.

***

Hari syuting pun tiba. Anak-anak EXO-K sudah berada di lokasi syuting sejak subuh karena member selain Baekhyun pun akan mengambil bagian di MV walaupun hanya berperan sebagai figuran. Baekhyun resah dan gelisah karena sang pujaan hati tak kunjung datang, “Bro, kok Ahra belum dateng ya?”

“Bentar lagi kali. Sabar aja,” kata Chanyeol menenangkan hati sahabatnya. “By the way lo ganteng banget hari ini. Wangi banget lagi. Make parfum berapa botol?”

“Ratusan,” jawab Baekhyun santai.

Seketika suasana mendadak hening. Dan beberapa menit kemudian, munculah sesosok yeoja cantik berambut panjang terurai. Senyum semanis madu mengembang di wajah mungilnya itu.

“Annyeonghaseyo. Maaf aku telat,” kata Ahra lalu membungkuk 90 derajat.

“Ah tidak apa-apa,” jawab Baekhyun tersenyum sangat lebar. Perasaannya campur aduk detik ini juga. Ahra, yeoja yang selama ini hanya dia lihat dari televisi. Yeoja yang selama ini hanya dia kagumi lewat lacar tancap, yeoja yang selama ini sering datang di mimpinya, akhirnya muncul di depan kedua matanya langsung.

Ahra terlihat jauh lebih cantik aslinya. Ahra benar-benar terlihat sempurna, di mata Baekhyun tentu saja.

“Ayo kenalkan diri kalian masing-masing,” kata manajer Kim lalu tersenyum genit pada Ahra.

“We are one. Annyeonghaseyo, EXO-K imnida,” kata mereka serempak seirama.

“Halo, gue si jangkung, Chanyeol.”

“Halo, gue nyokapnya EXO-K, Kyungsoo.”

“Halo, gue maknae unyu, Sehun.”

“Halo, gue si seksi berkulit eksotis, Jongin.”

“Halo, gue leader ganteng, Junmyeon.”

“Baekhyun,” kata Ahra keras sambil menunjuk Baekhyun. Baekhyun yang ingin mengenalkan diri jadi urung melakukannya.

“Ah iya, aku Bacon, eh salah deng maksudnya aku Baekhyun. Iya Baekhyun, Byun Baekhyun,” kata Baekhyun malu-malu. Semburat warna pink terlihat di pipinya.

“Ih lucu banget sih kalo malu-malu gitu. Harusnya Ahra yang malu soalnya Baekhyun itu bias Ahra di EXO,” kata Ahra tersenyum malu.

“Seriusan? Ahra suka EXO? Ahra nanti aku kasi CD EXO plus tanda tangan dari aku sama yang lainnya ya. Ngomong-ngomong aku juga ngefans banget loh sama kamu. Aku ngikutin drama ‘Love and Hate’ banget loh. Bahkan aku nggak pernah lewatin satu episodenya sekalipun. Akting kamu disitu bagus banget, mana kamunya juga cantik banget. Ah, yang pasti aku ngefans banget sama kamu,” kata Baekhyun tersenyum manis ke arah Ahra. Dia tidak menyangka kalau semua akan terjadi sangat indah seperti ini.

“Kalian berdua kenapa jadi seru sendiri? Oke dunia serasa milik bedua trus yang lain ngontrak ya,” kata manajer Kim tertawa. Member yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala. Chanyeol, di satu sisi terus saja melihat ke arah Ahra dan Baekhyun yang terlihat begitu bahagia layaknya orang yang baru menang lotere -_-.

“Chanyeol hyung, lo kenapa?” Kok kaya mau nangis gitu?” tanya Kyungsoo dengan mata melotonya.

“Mata lo biasain dulu deh ngeliatnya,” kata Chanyeol. “Itu, gue terharu liat Baekhyun yang akhirnya bisa ketemu langsung sama Ahra. Ya, gue lagi mikir kapan posisi gue bisa sama kaya dia gitu.”

“Emangnya lo pengen ketemu siapa?” tanya Kyungsoo lagi.

“Omas.”

***

Syuting berjalan dengan lancar. Ahra dan Baekhyun berakting dengan sangat bagus. Baekhyun mendapatkan sambutan luar biasa dari semua yang ada disana karena aktingnya yang ternyata jempolan dan terlihat sangat natural. Keduanya juga sangat menghayati perannya masing-masing. Member EXO-K yang lain walau hanya berperan sebagai figuran, dapat memainkan karakternya dengan sangat apik.

Waktu syuting yang sudah berjalan selama setengah hari itu dijalani santai oleh semua yang ada disana. Dan saat break syuting, mereka kerap bercanda gurau layaknya anak TK.

“By the way, gue shock loh pas pertama kali denger suara Chanyeol. Dalem gitu kaya sumur,” kata Ahra tertawa keras.

“Wuih, Ahra bisa ngelucu ya ternyata,” kata Chanyeol ikut tertawa. “Iya gue juga nggak ngerti nih kenapa suara gue bisa jadi kaya gini. Padahal muka gue muka bayi kan.”

“Muka bayi? Muka chucky mah yang ada,” kata Baekhyun sambil tertawa keras. Yang lainnya pun ikut tertawa.

“Sialan lo Baek. Nanti di dorm lo tidur di ruang tamu aja. Nggak boleh tidur di kamar,” kata Chanyel ketus.

“Nggak mau gue. Keenakan dong lo bisa mandangin poster Ahra sendirian doang,” kata Baekhyun memanyunkan bibirnya.

“Poster gue?” tanya Ahra menatap tajam Baekhyun dan Chanyeol. Setajam silet.

“Iya, poster lo tuh udah menuhin dinding kamar mereka. Ya, si Baekhyun kan ngefans parah-gila-akut sama lo,” kata Sehun. Saat itu juga muka Baekhyun memerah, semerah kulit paprika -_-.

“Sama dong kalo kaya gitu sama gue. Dinding kamar gue juga penuh banget sama poster Baekhyun,” kata Ahra malu-malu.

Baekhyun menatap Ahra tak percaya, “Ahra segitu sukanya sama Baekhyun? Baekhyun nggak nyangka banget loh.”

“Duh sok imut banget sih lo, ‘Baekhyun nggak nyangka’, Huek,” kata Junmyeon sewot.

“Suka-suka gue kali. Masalah buat lo? Ngomong sama tangan,” kata Baekhyun menirukan gaya terkenal dari sinetron favoritnya zaman dahulu kala, Ku Tlah Jatuh Cinta. Baekhyun lalu kembali fokus menatap Ahra.

“Ahra juga mau nanya, Baekhyun segitu sukanya sama Ahra? Ahra kan jadi malu,” kata Ahra lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Ih Ahra ngegemesin banget sih. Baekhyun cium nih ya,” kata Baekhyun yang makin mendekat ke arah Ahra.

“Kalian berdua, ayo cepat kesini,” kata sang sutradara berteriak keras pake toa. Baik Ahra dan Baekhyun hanya bisa saling pandang lalu berjalan beriringan ke tempat yang sutradara arahkan.

“Ada apalagi toh mas bro? bukannya syutingnya udah kelar ya?” tanya Baekhyun bingung.

“Loh? Kalian udah baca naskahnya sampe abis kan? Kalian tau kan kalau dibagian akhirnya kalian berdua ada adegan kissingnya?”

Glek. Ahra dan Baekhyun saling pandang. Keduanya mengira kalau adegan itu tidak jadi dimasukkan dalam MV.

“Kenapa? Kalian kok kaget gini? Hahahaha santai saja. Makanya tadi gue kasi waktu break biar kalian bisa lebih deket dan nggak canggung satu sama lain.”

Baekhyun masih menganga. Setelah tadi dia sudah berkesempatan memegang tangan Ahra, membelai rambut Ahra dan memeluknya, sekarang dia mendapatkan kesempatan untuk mencium Ahra, tepat di bibirnya. Ini benar-benar bagaikan durian runtuh bagi Baekhyun, dan mungkin juga bagi Ahra.

***

“Ayo Ahra dan Baekhyun, kalian sekarang saling tatap-tatapan dulu,” kata sutradara mengarahkan. Ahra dan Baekhyun langsung menjalankan instruksinya dan saling menatap mata satu sama lain.

Keduanya saling tersenyum dan terlihat seperti pasangan yang sedang jatuh cinta. Tanpa aba-aba, Baekhyun langsung mendekatkan wajahnya ke arah Ahra. Ahra pun mulai menutup matanya dan…..

“Stop. Kau mencuri hatiku-hatiku. Stop, kau mencuri hatiku,” kata san sutradara sambil menirukan gaya Dewi Perssik. “Lo main nyosor aja sih. Belum gue suruh juga.”

“Huuuuuuuuuuuuu. Baekhyun nafsuan.”

Semua member yang ternyata juga sedang mengelilingi Ahra dan Baekhyun bersorak keras. Ahra dan Baekhyun saling tatap lalu tersenyum menahan malu.

“Ya sudah, lakukan yang seperti tadi ya. Lakukan senatural mungkin. Ready go!”

Sekali lagi, Baekhuun mendekatkan wajahnya ke arah Ahra dan Ahra perlahan-lahan menutup matanya. Baekhyun bisa merasakan hembusan nafas Ahra dan Baekhyun bisa merasa bibirnya semakin dekat dengan semakin dekat dengan bibir Ahra. Dan akhirnya, bibir Baekhyun pun mendarat dengan sempurna di bibir Ahra *Lah dikira pesawat -_-*.

Baekhyun mencium lembut bibir Ahra yang terasa manis itu. Baekhyun menikmati tiap detiknya karena Ahra pun, yang tak disangka Baekhyun, membalas ciumannya.”

“Cut.”

Baekhyun tetap mencium Ahra dan tidak mendengar seruan sang sutradara. Bibir manis itu mampu mengalihkan dunianya. Dunia seakan berhenti, ikut melihat moment manis diantara keduanya.

“Cut.”

Tetap saja, Baekhyun tidak mendengarnya. Keduanya sudah larut dalam indahnya cinta. Dan karena sudah tidak tahan, sang sutradara akhirnya mengampiri mereka berdua.

“Mas, mbak. Maaf ganggu bentar. Gue juga mau ngasi tau, ciumannya kelamaan.”

Ahra dan Baekhyun dengan cepat melepaskan ciumannya dan menatap sang sutradara malu-malu. Wajah keduanya benar-benar merah seperti udang rebus. Menyadari kalau mereka berdua salah, keduanya dengan cepat membungkuk dan meminta maaf pada sutradara. Sang sutradara hanya bisa tertawa melihat tingkah keduanya.

“Gila lo Baek, keenakan banget lo,” kata Jongin yang langsung menghampiri Ahra dan Baekhyun.

“Iya nih. Manfaatin kesempatan dalam kesempitan banget lo. Nggak bisa dibagi-bagi apa?” tanya Kyungsoo polos. Semua pun menyoraki Kyungsoo.

“Eh tapi gue salut lo. Akting lo berdua tadi dapet banget feelnya. Saking bagusnya jadi keliatan nggak lagi akting gitu, kaya beneran kalian tuh emang lagi pacaran,” kata Chanyeol yang langsung membuat Ahra dan Baekhyun malu-malu tikus *Eh kucing deng -_-*.

“Iya bener, cuma butuh sekali take lagi. Good job loh kalian berdua. Tadi tuh kalian kaya emang lagi ciuman trus ada yang nggak sengaja ngerekam.”
Ahra dan Baekhyun hanya bisa tertunduk malu. Mereka benar-benar jadi bahan godaan semuanya hari ini.

“Gue yakin MV dan lagu ini pasti bakal sukses banget,” kata sang sutradar sambil menepuk-nepuk bahu Ahra dan Baekhyun lalu bertepuk tangan.

“Makasih banget karena kalian udah milih kerjasama bareng gue dan tim gue di proyek MV baru kalian. Akting kalian sudah bagus dan natural. Dan untuk Ahra, gue juga doain semoga karir akting lo juga selalu sukses. Sukses untuk kalian semua.”

Semua bertepuk tangan dan saling membungkuk sebagai tanda hormat. Tak terasa syuting hari ini berjalan sangat lancar dan juga cepat. Dan perlu ditekankan kalau syuting MV Angel ini hanya butuh satu hari.

“Ahra,” panggil Baekhyun saat mereka bersiap-siap untuk pulang.

“Baekhyun-ah, ada apa?” tanya Ahra mlu-malu. Semenjak ciuman tadi, keduanya memang terlihat canggung.

“Hmm makasi ya kamu udah mau jadi model buat MV baru kita. Dan maaf karena tadi aku menciummu.”

“Kenapa harus minta maaf? Itu kan cuma akting, jadi itu bukan masalah buatku,” kata Ahra tersenyum.

Jadi Ahra hanya melakukannya sebatas pekerjaanya sebagai aktris? Hanya itu saja?” tanya Baekhyun dalam hati.

“Ah baiklah,” kata Baekhyun akhirnya. “Oh ya, kita bikin selca yuk, kamu mau kan?”

“Tentu saja,” jawabnya pelan. Baekhyun lalu membuka fitur kamera di handphonenya dan mulai berpose. Ahra dengan santainya menempelkan wajahnya pada wajah Baekhyun dan itu membuat Baekhyun jadi salah tingkah.

“Makasih Ahra cantik.”

“Sama-sama Baekhyun jelek,” kata Ahra memeletkan lidahnya. “Salam buat yang lainnya ya.”

“Eh tunggu, ada yang kurang.”

“Apalagi?”

“Nomer hape kamu berapa?”

Ahra tersenyum lalu menyebutkan nomer handphone sementara Baekhyun dengan saksama mencatatnya. Baekhyun benar-benar merasa beruntung hari ini. Dan perasaan kagum dan sukanya sudah berubah jadi cinta. C.I.N.T.A *Ala D’Bagindas*

***

Ahra resah dan gelisah di kamarnya. Pertemuannya dengan Baekhyun, namja yang dikaguminya itu benar-benar membuat perasaannya bahagia. Awalnya dia tidak tahu siapa lawan mainnya di MV Angel itu, dia malah mengira kalau tidak Junmyeon ya Sehun. Tapi ternyata Baekhyun, benar-benar di luar dugaannya.

Dan ciuman mereka tadi, selalu terekam di ingatannya. Bibir Baekhyun yang manis itu masih terasa sampai sekarang.

“Yah, kenapa aku jadi memikirkannya terus? Kenapa aku menciumnya juga?” tanya Ahra bingung.

Neoui sesangeuro yeorin barameul tago. Ne gyeoteuro eodieseo wannyago….

Tiba-tiba saja handphone Ahra bordering dan nomer sang penelepon tidak tersimpan di kontaknya.

“Halo,” sapa Ahra.

“Halo,” sapa namja di seberang sana. “Aku Baekhyun.”

Glek. Ahra benar-benar kaget saat Baekhyun meneleponnya. Keringat dingin mengucur di dahinya.

“Ada apa Baekhyun-ah? Kangen sama aku ya?”

“Kok tau sih kalo aku kangen?”

“Cieeeeeeeeee”

Terdengar sorakan dari seberang sana. Ahra yakin kalau itu adalah suara member EXO-K lainnya.

“Maaf ya ribut banget, semua lagi nggak ada kerjaan soalnya. Jadi pada diem di kamarku sama Chanyeol deh.”

“Iya gapapa. Seru malah ngeliat kalian ngumpul bareng gitu. Jarang-jarang kan bisa punya waktu santai gitu?”

“Iya hehehehe,” jawab Baekhyun terkekeh. “Oh ya, kamu udah makan?”

“Belum sih, kamu gimana?”

“Loh kok belum sih? Mau abang Baek suapin? Abang sih udah makan.”

“Eaaaaaaaaaaaaaa.”

Terdengar lagi sorak sorai member lainnya. Mereka juga tertawa terbahak-bahak.

“Dih lagi ngegombal ya? Nggak usah deh bang, neng bisa makan sendiri kok.”

“Oke deh. Neng belum ngantuk? Atau jangan-jangan nunggu telpon dari abang dulu baru bisa tidur ya?”

Ahra tersentak. Kenapa Baekhyun bisa membaca pikirannya? Dia tadi memang sangat berharap kalau Baekhyun akan meneleponnya.

“Hmm kok tau sih?”

“Tau dong. Kita kan sehati.”

Suara tawa terdengar lagi. Sepertinya member lain sedang mem-bully Baekhyun.

“Oh iya, Ahra kenapa bisa ngefans sama Baekhyun sih? Kenapa nggak member lain aja?” tanya Baekhyun penasaran.

“Boleh jujur?”

“Iya dong masa bohong sih. Emang kenapa?”

“Ahra awalnya suka sama Kyungsoo. Tapi Ahra kadang suka serem liat mata Kyungsoo yang suka melotot gitu. Kemaren aja ketemu sebenarnya Ahra takut banget. Kyungsoo kaya mau nerkam Ahra gitu.”

Kyungsoo protes, sedangkan member lain lagi-lagi hanya bisa tertawa.

“Trus akhirnya Ahra ngelirik ke Baekhyun yang menurut Ahra suaranya bagus banget. Baekhyun juga suka ngelucu udah gitu ganteng lagi. Tipe namja idaman Ahra banget.”

“Udah jadian aja gih. Jadian.”

Ahra mengenali suara khas Chanyeol yang berat itu dan kata-kata Chanyeol tadi membuat pipinya memerah.

“Trus kalo Baekhyun kenapa ngefans sama Ahra? Kan banyak aktris lain yang lebih cantik dari Ahra.”

“Ahra itu beda dari yang lainnya. Memang ada mungkin yang lebih cantik dari Ahra. Tapi buat aku Ahra yang paling cantik. Ahra itu cantiknya beda trus aktingnya juga bagus banget. Kepribadian Ahra juga bagus trus anaknya asik buat diajak seru-seruan. Tipe yeoja idaman Baekhyun banget.”

“Jadian, jadian. Udah ‘tembak’ aja bro.”

Kali ini Jongin yang bersuara. Sepertinya dia dan Chanyeol yang paling ingin cepat-cepat melihat Ahra dan Baekhyun jadian.

“Oh ya, Ahra suka lagu apa di mini album kita?”

“Sebenarnya Ahra paling suka Baby Don’t Cry, tapi sayang banget nggak masuk di mini album *Ini curhat author banget /plak*. Tapi Ahra juga suka banget Angel sih. Makanya Ahra seneng banget pas diajakin buat jadi model MVnya.”

“Kalo gitu mau aku, Kyungsoo sama Junmyeon hyung nyanyiin live nggak? Chanyeol yang ngiringin pake gitar. Jongin sama Sehun jadi pemandu sorak aja.”

Ahra mengangguk mantap dan menganggap kalau Baekhyun bisa melihat jawabannya dari seberang sana. Dan benar saja, tanpa perlu Ahra katakan, sudah terdengar suara petikan gitar yang mengalun indah di seberang sana. Suara merdu Baekhyun, Kyungsoo dan Junmyeon pun terdengar sangat indah. Baginya, ini adalah hal termanis yang dia dapatkan dari namja-namja yang dikenalnya. Baekhyun, Kyungsoo dan Junmyeon menyanyinkan lagu itu sampai habis, tanpa dicut sedetikpun.

Tepuk tangan dan sorakan pun terdengar di seberang sana. Entah mengapa air mata Ahra tiba-tiba menetes. Air mata bahagia tentu saja.

“Ahra, kamu suka?”

“Apa aku harus menjawabnya? Tentu saja aku suka,” jawab Ahra terbata-bata. Dia berusaha menormalkan suaranya agar Baekhyun dan yang lainnya tidak tahu kalau dia sedang menangis.

“Aku seneng deh kalo kamu seneng. Oh ya, udah malem nih. Kamu tidur ya sekarang. Aku juga mau tidur nih, besok ada pemotretan tabloid soalnya. Good night my angel. Have a nice dream.”

Baekhyun menutup teleponnya dan setelah itu, Ahra benar-benar banjir air mata. Dan dia pun sadar, rasa kagum dan suka itu sudah berubah menjadi rasa cinta. C.I.N.T.A *Ala D’Bagindas..lagi*.

***

Pemotretan hari ini berjalan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, Baekhyun dan yang lainnya memilih untuk menghabiskan waktu kosong mereka untuk bersantai di café yang berada di dekat lokasi pemotretan.

“Eh, itu bukannya Ahra ya?” tanya Junmyeon sambil menunjuk seorang yeoja berambut panjang lurus dan bertubuh mungil itu.

Iya, kaya dia sih. Coba panggil dia gih,” kata Sehun pada Baekhyun. Baekhyun bukannya memanggil, tapi dia langsung menghampiri yeoja itu karena dia juga merasa kalau yeoja itu adalah Ahra.

Baekhyun makin mempercepat langkahnya dan dengan cepat berdiri di belakang yeoja itu, “Ahra?”

Baekhyun menepuk pundak yeoja di depannya itu dengan hati-hati. Yeoja itu berbalik dan benar saja, yeoja itu adalah Han Ahra. Ah, Baekhyun benar-benar merindukan yeoja cantik di depannya ini, padahal baru bebeapa hari saja mereka tidak bertemu.

“Baekhyun oppa,” kata Ahra tersenyum manja lalu memeluk Baekhyun erat. “Aku kangen.”

“Oppa? Kok manggil oppa sekarang? Kita seumuran kan?” tanya Baekhyun bingung.

“Iya sih aku tau. Tapi aku cuma iseng aja manggil kamu gitu. Kamu nggak suka? Masalah buat kamu?” tanya Ahra sambil menatap Baekhyun dalam dan memasang tampang sedih.

“Eh? Aku suka kok. Apalagi kamu yang manggil,” kata Baekhyun yang juga memeluk erat Ahra dan membelai rambutnya dengan sayang. Ahra yang tadinya sedih langsung tersenyum manis. “Dan aku juga kangen banget sama kamu. Oh ya, kamu sendirian kesininya?

“Nggak juga sih. Aku lagi nungguin pacarku juga,” kata Ahra tersenyum nakal. Wajah Baekhyun yang tadinya ceria langsung mendadak murung. “Hahahaha kenapa mukanya berubah gitu sih? Aku cuma bercanda kali. Aku masih single.”

Wajah Baekhyun pun kembali cerah ceria, secerah sinar mentari yang bersinar hari itu, “Kamu bikin aku panik aja sih. Cium nih.”

“Sini cium kalo berani,” kata Ahra yang langsung mendekatkan pipinya ke arah Baekhyun.

Cup.

Baekhyun benar-benar mencium pipi Ahra dan tidak memikirkan keadaan di sekitarnya. Ahra sendiri malu bukan main dan langsung memukul manja dada Baekhyun.

“Maaf mbak, jadi mesen nggak sih? Daritadi sibuk pacaran mulu di depan gue. Tau nggak sih kalo gue tuh nggak punya pacar? Tau nyesek nggak sih?” tanya sang pelayan yeoja yang sedari tadi sudah tidak sabar dengan tingkah keduanya.

“Eh iya jadi deng, ice mocha satu ya jeng,” kata Ahra terkekeh pada pelayan di depannya itu. “Oh ya, kalo kamu kesini sama siapa?”

“Itu sama member lain,” kata Baekhyun lalu menunjuk teman-temannya yang sedang melambaikan tangan ala tarian Hawaii.

“Oh dikirain sendiran. Aku ikutan boleh kan?”

“Iya dong *ala Mama Dedeh*.”

Setelah pesanan Ahra jadi, Ahra dan Baekhyun pun saling berpegangan tangan ke tempat member lain berkumpul.

“Ehmm, ada yang udah jadian nih roman-romannya,” kata Chanyeol sambil berdehem. Member lainnya pun ikut berdehem.

“Belum kok, hampir,” kata Baekhyun pede.

“Dih kepedean banget sih,” kata Ahra lalu memukul lengan Baekhyun.

“Ah tapi kamu nungguin aku ‘nembak’ kamu kan?”

Kali ini wajah Ahra memerah, semerah tomat. Baekhyun yang gemas langsung mencubit pipi chubby Ahra.

“Ahra, bokap lo tukang listrik ya?” tanya Junmyeon.

“Kok tau?”

“Abis senyum lo nyetrum hati gue sih.”

Semua tertawa terbahak-bahak mendengar gombalan sang leader. Kali ini Jongin yang beraksi.

“Ahra, babe lo tukang es ya?”

“Kalo iya kenapa deh?”

“Abis pas liat lo hati gue jadi adem banget gitu.”

“Eaaaaaaaa.”

Semua tertawa terbahak-bahak sekali lagi. Untungnya café ini sedang sepi pengunjung. Jadi, hanya mereka bertujuh yang berada disana dan tentu saja mereka jadi tidak menganggu yang lainnya.

“Ahra, bokap lo tukang got ya?”

“Tukang got? Kok nggak asik banget sih? Iuuuuuuh.”

“Iya soalnya lo bau sih. Belum mandi ya?” tanya Baekhyun lalu menutup hidungnya rapat-rapat.

“Oppa!”

Ahra memukul bahu Baekhyun dengan sangat keras. Bunyinya bahkan bisa terdengar dari radius sejauh 10km *Lebay ya -_-*. Baekhyun hanya bisa meringis kesakitan lalu menatap Ahra dengan sayang.

“Aku cuma bercanda kok,” katanya tersenyum.

“Tapi bercandanya nggak lucu,” kata Ahra memalingkan mukanya *Lah masa muka sendiri di curi #eh*.

“Nah loh Ahra noona ngambek,” kata Sehun yang makin membuat Baekhyun tidak enak hati.

“Kamu mau apa? Balon? Permen? Apa aja aku beliin tapi please jangan ngambek gini dong.”

“Mau balon tapi yang bentuknya muka kamu. Permen juga boleh asal ya bentuk permennya bentuk muka kamu,” kata Ahra tersenyum nakal. Baekhyun menatap heran yeoja di depannya ini

“Iya tenang aja ,gak bakal aku beliin.”

“Oppa.”

“Panggil lagi coba.”

“Baekhyun oppa,” kata Ahra manja.

Entah kenapa Baekhyun suka sekali dengan cara Ahra memanggilnya oppa. Rasanya berbeda dengan yeoja lain yang memanggilnya oppa. Walaupun harus dia sadari sekali lagi, dirinya dan Ahra seumuran.

“Ah kamu lucu banget sih. Cium nih,”

Kata Baekyun genit pada Ahra. Ahra disebelahnya hanya bisa bergidik geli.

“Eh iya,lo kok bisa ada di sini?” tanya Chanyeol.

“Oh itu tadi gue ada urusan kontrak iklan baru gitu. Kalo kalian kenapa bisa ada disini?”

“Habis pemotretan tabloid Gaul,” kata junmyeon bangga. “Dan ada waktu luang akhirnya kita memilih diem disini deh. Eh iya, abis ini mau kemana? Ikutan kita karokean yuk di Inul Vista.”

Ahra tiba-tiba teringat akan jadwal syutingnya yang ternyata dimajukan, “Sorry banget guys. Gue ada syuting nih gue barun inget. Lain kali deh ya. Bye.”

Ahra lalu dengan cepat meninggalkan café itu. Baekhyun dan lainnya pun juga meninggalkan café itu dan bergegas ke tempat karaoke favorit mereka.

***

“Ahra, makasih ya untuk hari ini,” kata Baekhyun saat menelepon Ahra di malam harinya.

“Ne, makasih juga ya. Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu trus temen-temen kamu. Terutama sih aku senengnya karena bisa ketemu kamu.”

Baekhyun malu bukan main. Dia tidak menyangka kalau apa yang dia rasakan sama seperti yang dia rasakan.

“Aku juga,” jawab Baekhyun.

“Benarkah? I love you oppa,” kata Ahra manja.

“Aku nggak denger.”

“I love you oppa.”

“Hmmm.”

“Oppa, I hate you.”

“Yah, I hate you too.”

“Oppaaaaaa.”

“I love you.”

Ahra tersenyum manis. Perasaannya terbalas. Walaupun belum ada ikatan resmi, tapi Ahra yakin kalau suatu saat nanti Baekhyun akan jadi miliknya.

“Eh iya, besok aku ada syuting di Strong Heart loh.”

“Aku juga ada, tapi aku syuting di Inkigayo.”

“Yah, kita nggak bisa ketemu dong ya,” kata Ahra kecewa.

“Kalo jodoh pasti ketemu kok,” kata Baekhyun menggoda Ahra. “Si neng cantik jangan main mata sama namja disana ya.”

“Abang ganteng juga jangan main mata sama om-om kameramen ya,” kata Ahra yang juga menggoda Baekhyun.

“Wink itu kan fanservice buat fans. Bukan buat om-om itu,” kata Baekhyun sewot. “Ya udah deh ya, pulsaku udah mau abis nih. Kalo kamu mau beliin pulsa, baru aku telpon lagi.”

“Ye enak aja,” kata Ahra yang juga ikutan sewot. “Oh ya, jangan begadang ya. Jangan lupa mimpiin aku juga.”

“Pasti. Kamu juga ya. Muah.”

***

“Han Ahra, Ahra, Ahra, Ahra.”

Plak. Chanyeol menampar pipi mulus Baekhyun dan ternyata cara ini sangat jitu karena Baekhyun langsung bangun saat itu juga.

“Sakit bro,” kata Baekhyun sambil memegang pipinya yang merah itu. “Lo kenapa nampar gue?”

“Itu tadi ada nyamuk gede banget. Ya jadi gue tampar deh. Sakit ya? Maafin gue bro.”

“Hmmm maafin nggak ya.”

“Maafin dund.”

“Lo mau ngasi gue apa kalo gue maafin lo?”

“Lo mau apa? Lo mau hati gue? Cinta gue? Langsung gue beri,” kata Chanyeol yang tiba-tiba langsung menangis.

“Loh kok nangis bro?”

“Gue sedih karena semenjak ada Ahra di hidup lo, lo jadi lupa sama gue. Lo cuek sama gue dan nggak peduli lagi sama gue. Lo tau nggak kalo sekarang gue lagi sakit? Nggak kan? Biasanya lo bakal langsung bikinin gue teh anget, langsung bikinin gue sarapan. Tapi sekarang? Lo sekarang selalu bangun siang. Lo selalu mimpiin Ahra. Kapan lo mimpiin gue? *Lah ini Chanyeol kenapa -_-*.

Chanyeol dengan cepat beranjak dari tempat tidur Baekhyun lalu memilih tidur di tempat tidurnya, dan cepat-cepat berselimut. Layakanya orang yang sedang sakit.

Baekhyun tersentak akan kata-kata Chanyeol, “Gue kaya gitu ya? Maafin gue bro kalo gue kaya gitu di mata lo. Tapi suer, gue ngerasa nggak ada yang berubah dari diri gue. Gue sayang banget sama lo, sama yang lainnya. Gue nggak bakal lupa cuma gara-gara Ahra. Ahra penting, tapi bagi gue jauh lebih penting kalian semua. Gue janji gue bakal ngerubah sikap gue. Lo demam? Ya udah istirahat aja gih, gue bikini sarapan dulu buat lo ya. Biasa kan bubur jengkol? Dan please, jangan nangis lagi ya.”

***

“Bro, gue pengen nembak Ahra nih besok. Menurut kalian keputusan gue gimana? Gue nggak pengen nyembunyiin perasaan gue lagi. Gue pengen milikin Ahra seutuhnya,” curhat Baekhyun saat mereka sedang makan bersama.

“Ya udah ‘tembak’ aja bro. Awas lo keduluan sama namja lain. Gue yakin Ahra banyak yang suka. Ahra itu tipe cewek yang gampang banget menarik perhatian namja-namja di luar sana. Tapi inget, lo artis, dia artis. Lo harus terima resikonya. Entah kalo nanti hubungan kalian ketauan publik, ya kalian berdua harus bisa ngadepin itu,” kata Junmyeon bijak. “Dan lo pada tau nnggak? Gue ngerasa kalian tuh udah jodoh banget. Cocok banget. Saling ngelengkapin satu sama lain.”

Member lainnya mengangguk mantap, setuju akan kata-kata sang leader.

“Tapi gue mikirin fans….,”

Belum sempat selesai berkata, Kyungsoo memotong pembicaraanya, “Fans emang penting, tapi jauh lebih penting perasaan lo sendiri. Gue tau banget lo emang butuh yeoja yang bisa jagain lo. Lo nggak selamanya sama gue, sama yang lainnya. Lo pasti butuh pasangan hidup yang bisa bikin hidup lo lebih berwarna.”

Semua berdiri dan memberikan standing applause untuk Kyungsoo karena kata-katanya yang benar-benar di luar dugaan. Namun setelahnya, ekspresinya kembali O_O.

“Yang pasti lo harus bisa ngelindungin Ahra sepenuhnya. Lo harus jadi namja yang baik buat dia, yang selalu ada buat dia. Lo jangan pernah mainin perasaan dia. Kalo sampe gue tau lo mainin dia, hadepin gue dulu lo,” kata Chanyeol lalu memamerkan kedua lengannya.

“Emang lo siapanya Ahra?” tanya Sehun polos.

“Gue? Bukan siapa-siapanya sih,” jawab Chanyeol nyengir kuda.

“Huuuuuuuu.”

“Ah udah-udah, jadi gue udah nentuin keputusan. Gue bakal nembak Ahra, besok. Thanks ya guys buat masukan kalian. You’re the best. Doain gue buat besok ya. Doa kalian berarti banget buat gue.”

***

Di hari sabtu yang indah ini, Ahra dan Baekhyun menghabiskan waktu malam mereka di taman yang berada di dekat gedung SM. Mereka saling berpegangan tangan dan tersenyum satu sama lain.

Baekhyun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, karena dia akan menyatakan perasaannya pada Ahra.

“Ahra, kamu mau nggak….,”

“Aku mau. Jadi sahabat kamu kan? Aku mau banget,” kata Ahra tersenyum.

“Bukan, aku maunya lebih dari sekadar sahabat,” kata Baekhyun tanpa basa-basi. “Aku suka kamu. Ah bukan, aku cinta kamu. Walaupun kita baru aja kenal, tapi aku ngerasa kalo kamu itu jodohku. Kamu itu yeoja yang selama ini aku cari.”

Jodohku, maunya ku dirimu *Anang-Ashanty mode:on*

“Hmmmm.”

“Aku mau kamu jawab yang jujur, aku nggak mau maksain perasaan kamu. Aku nggak pengen kamu terima aku cuma karena kasian sama aku. Aku mau kamu terima aku kalo kamu juga cinta sama aku,” kata Baekhyun sambil menatap langit yang bertaburan bintang itu.

“Aku takut oppa,” kata Ahra menarik ujung kemeja Baekhyun. “Aku takut kalau kita ketahuan pacaran trus aku nggak bisa bayangin kalo fans kamu nyerang aku. Ataupun mungkin fans aku yang bakal nyerang kamu.”

Glek. Ahra ternyata juga memikirkan hal yang sama dengannya.

“Aku tahu itu. Semalem aku juga mikirin itu. Tapi itu konsekuensi yang harus kita terima. Kita bakal hadepin semua bareng-bareng. Aku serius sama hubungan kita. Sekarang aku pengen jawaban kamu. Kamu mau apa nggak jadi pacar aku?” tanya Baekhyun sekali lagi.

“Aku, aku mau banget. Aku cinta kamu.”

Ahra langsung memeluk Baekhyun dengan erat. Senyum lega pun mengembang di wajah keduanya.

Tiba-tiba muncul kembang api di antara bintang-bintang yang bersinar indah itu. Kembang api itu bertuliskan nama ‘Han Ahra’ dan berwarna biru, warna kesukaan Ahra.

Ahra menatap Baekhyun sayang lalu mencium pipi kiri Baekhyun, “Makasi ya sayang. I love you.”

Tidak lama kemudian, terdengar suara nyanyian dan suara petikan gitar yang mengalun indah dari arah belakang. Suara itu makin lama makin terdengar jelas. Chanyeol, sang gitaris, memainkan gitar kesayangannya dengan sangat apik.

“Neng neng nong neng, nong nang nong neng neng nong neng. Nong nang nong neng neng nong neng…..,”

“Ya, masa nyanyi lagu gituan sih?” tanya Baekhyun berteriak kesal pada Chanyeol. “Lagu yang romantis kek. Balonku kek. Kebunku kek. Apa kek.”

“Ye dodol, itu mah lagu anak-anak. By the way gimana nih kalian? Udah jadian apa masih gantung kaya lagunya Melly?” tanya Junmyeon.

“Gue udah jadian dong bro,” kata Baekhyun bangga lalu memeluk Ahra. “Thanks ya buat semua yang udah dukung gue buat bertahan di Mamamia.”

“Lah Mamamia, lo kata lo lagi ikut lomba apa? Dodol,” kata Jongin lalu memukul kepala Baekhyun.

“Hehehehe,” jawab Baekhyun terkekeh. “By the way, makasi banget ya kalian udah nyiapin kembang apinya. Bagus banget bro. Ahra juga suka banget.”

“Jadi kalian yang nyiapin? Makasi banget ya, gue suka banget.”

“That’s what friends are for,” kata Jongin lagi lalu tersenyum manis. Semanis gula merah. Eaaaaaa.

Tiba-tiba saja Kyungsoo dan Sehun yang daritadi diam saja, menangis.

“Kalian berdua kenapa nangis darah gitu sih?” tanya Baekhyun bingung.

“Gue nggak nyangka aja ada yang mau sama lo, hyung. Lo yang kalo tidur suka ngorok, lo yang kalo ngigo suka nyiumin Chanyeol. Lo yang nggak banget deh pokoknya,” kata Sehun tersedu-sedu.

“Iya bener. Nggak nyangka juga akhirnya gue kalah taruhan soalnya lo duluan yang punya pacar. Siapa yang menang bakal ditraktir jajan sebulan plus dibeliin villa di Bali sama yang kalah. Parah banget kan? Duit darimana? Ya kalo tinggal metik sih enak, nah kalo nggak? Gimana gue nggak stress coba. Mamaaaaaaa,” kata Kyungsoo yang juga masih tersedu-sedu.

“Lo berdua tukang fitnah banget. Ahra sayang, jangan percaya sama mereka ya. Mereka cuma iri aja karena akhirnya aku bisa pacaran sama kamu sedangkan mereka masih jomblo aja,” kata Baekhyun sambil member Ahra wink mautnya.

“Iya, neng Ahra cuma percaya sama abang Baekhyun ganteng kok.”

Ahra dan Baekhyun saling pandang dan tersenyum, mereka lalu bangun dari duduknya dan berjalan berpegangan tangan ke arah dorm. Chanyeol hanya bisa pasrah jalan sendiri tanpa pendamping hati. Junmyeon dan Jongin asik bersenda gurau sedangkan Sehun dan Kyunsoo masih tetap asik menangis di taman tanpa menyadari kalau yang lainnya sudah kembali ke dorm.

Tiba-tiba suasana hening. Sehun dan Kyungsoo perlahan mulai membuka mata mereka dan menyadari kalau di taman sudah tidak ada orang. Suasanan mendadak horror, bulu kuduk mereka berdiri. Mereka lalu berteriak dengan kencang, “Sialan, kita ditinggal. Lariiiiiiiii.”

***THE END***

Advertisements

45 responses to “I’m In ♥ With An Actress

    • kya!!! udah 3 kali komennya ilang!!
      anak2 ini (?) mengingatkanku dengan sunbae2 mereka yang kekoplakannya diatas rata2 hehe..
      kali2 bikin yang gini (?) lagi ya~ abisnya bosen dgn romance^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s