.: KyuRa Moment :. Call Us Flower Bee [Part 5 END]

Title : Call Us Flower Bee

Author : KyuRana aka Kirana (@kyuranelf)

Main Cast :

  • Park Kyo Ra (OC)
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Donghae
  • Park Ri Rin (OC)
  • Lee Hyuk Jae

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Length : Chapter

Desclimer: Kyuhyun, Donghae, and Eunhyuk belong to God and their parents. But Kyo Ra, Ri Rin and the plot are mine ^^ 

P.S :Ji Eun itu BUKAN IU, aku malah baru tau kalo nama korea-nya IU itu Ji Eun. aku cuma ngawur ngetik aja.

SILENT READERS ARE FORBIDDEN TO READ THIS FAN FICTION

DON’T LIKE, DON’T READ!!! PLEASE NO BASHING 😀

———- Happy Reading ———-

At Yeom Kwang High School

1 PM

“Changmin 55, Donghae 55, Hyuk Jae 50, Ri Rin 75, Kyo Ra 80, Kyuhyun 80….”

Sontak Changmin membulatkan matanya lebar-lebar. Tentu saja bingung, bagaimana bisa teman sebangkunya itu bisa mendapat nilai 80. Changmin hapal betul jika Kyuhyun selalu mendapat nilai di bawah 60 pada pelajaran sejarah. Senasib dengan dirinya.

Sementara itu Ri Rin dan Donghae sibuk memikirkan bagaimana bisa nilai Kyo Ra dan Kyuhyun bisa sama. Terbayang tanda tanya besar di benak mereka.

“Apa sebelum ulangan sejarah beberapa hari yang lalu Kyuhyun makan buku paket? Ah tidak mungkin. Apa dia membawa contekan? Tapi seingatku dia mengerjakannya dengan mulus. Tidak sepertiku. Kok bisa ya?” tanya Changmin pada Kyo Ra dan Ri Rin.

Kyo Ra memilih mengendikkan bahunya. Berlagak tidak tahu menahu. Padahal dirinyalah yang berjasa hingga membuat Kyuhyun bisa meraih nilai di atas enam.

Selamat Kyu, ternyata kau bisa mendapat nilai delapan. Kalau saja kau berangkat hari ini, aku tidak bisa membayangkan betapa girangnya dirimu. Kau juga tidak kena omel seongsaenim lagi. batin Kyo Ra.

“Jangan-jangan kau dan Kyuhyun belajar bersama ya?” selidik Ri Rin membuat Kyo Ra sedikit gelagapan.

“Jangan sembarangan bicara Rin-ah. Mana mungkin aku belajar dengannya. Di sekolah saja aku dan dia tidak pernah akur.”

***

At Nowon Hospital

7 PM

Kyuhyun masih setia duduk di samping ranjang Ji Eun, menemani gadis itu tanpa rasa bosan sedikitpun. Ji Eun dan Kyuhyun memang sangat dekat karena mereka selalu bersama sejak kecil. Maka, tak heran jika keduanya seringkali disebut sebagai sepasang kekasih.

“Berjanjilah kepadaku Kyu, ketika aku sudah tiada, kau harus hidup bahagia bersama Kyo Ra. Aku tahu selama ini kau selalu mengganggunya dan aku juga tahu bahwa dengan cara itulah kau memberinya perhatian.”

“Jangan bicara seperti itu…” Kyuhyun menyangkal. Tentu saja pria itu menyangkal kata-kata Ji Eun yang secara tersirat menyatakan dirinya akan segera menghadap Tuhan. Bukan penyataan Ji Eun yang memang benar jika Kyuhyun memang suka menjahili Kyo Ra karena diam-diam menaruh rasa suka.

CEKLEK!

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu dari Ji Eun datang dengan beberapa kantung plastik di tangannya. Senyum tipis sedikit tersungging di bibirnya.

“Makan dulu Kyu, bibi bawakan jajangmyeon kesukaanmu. Emm, mungkin setelah makan kau boleh pulang. Bibi kasihan melihatmu belum ganti baju sejak tadi.” Ujar Im ahjumma sembari meletakkan barang bawaannya.

“Jeongmal kamsahamnida ahjumma, tapi bolehkah nanti aku kemari? Besok kan hari Minggu. Jadi tidak ada salahnya jika aku menginap sambil menemani Ji Eun.”

Im ahjumma tersenyum lebar. Wanita paruh baya itu berjalan mendekati Kyuhyun dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. “Tentu boleh. Bibi sangat berterima kasih padamu Kyu.”

Kyuhyun kemudian membiarkan Ji Eun bersama Im ahjumma. Pria itu menyeret kakinya keluar dari kamar inap Ji Eun. Memilih menghabiskan makanannya di luar ruangan sambil duduk di kursi tunggu yang ada di sepanjang koridor rumah sakit.

Tiba-tiba nama ‘Park Kyo Ra’ terlintas begitu saja di benaknya. Entah sadar atau tidak terselip kerinduan di hati Kyuhyun untuk melihat sosok Kyo Ra. Hari ini dirinya hanya bertengkar sebentar dengan gadis itu.

Kyuhyun merogoh saku celananya. Mencari benda kecil berwarna putih yang tak lain adalah ponselnya. Berharap keajaiban Kyo Ra memberinya pesan yang berisi bagaimana keadaannya.

“Aish, sial ponselku mati!”

***

At Kyo Ra’s House

At 6 PM

Kyo Ra meraih knop pintu kamarnya. Kakinya terseret tanpa tenaga saat berjalan menuju ranjangnya. Badannya lemas dan pikirannya hanya terfokus pada satu nama. Cho Kyuhyun. Gadis itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Mencintai seseorang hingga nyaris gila. Mungkin bena, Park Kyo Ra bukan saja menyukai Kyuhyun. Namun terlanjur mencintai.

Tangan Kyo Ra bergerak merogoh saku seragam sekolahnya. Mencari ponsel untuk menelepon seseorang. Entah setan apa yang merasukinya hingga dirinya memberanikan diri uttuk menelepon Kyuhyun. Gadis itu ingin mengobati kerinduannya dengan mendengar suara Kyuhyun.

“Nomor yang anda tuju sedang di luar jang…”

Gadis itu menekan tombol merah pada ponselnya lalu mendengus kasar. Ponselnya dilempar ke atas ranjangnya. Wajahnya benar-benar tidak bisa dideskripsikan saat ini. Kesal, sedih, rindu, dan khawatir campur aduk menjadi satu. Begitu pula dengan hatinya.

Kaki Kyo Ra bergerak menuju balkon kamarnya. Ditengoknya langit sore yang semakin gelap dan mendung. Rintik hujan perlahan jatuh membasahi bumi.

Kau tahu Kyu? Aku rindu saat kita dihukum beberapa hari lalu. Aku rindu saat kita adu mulut. Aku rindu melihat tingkah laku konyolmu. Aku rindu melihat wajahmu yang khawatir saat kakiku terluka. Aku rindu saat kau menggendongku. Bahkan aku rindu saat merasakan bibirmu mendarat di bibirku. Tapi aku juga harus berpikir ulang. Semua itu hanya permainanmu saja. Bagian dari kejahilanmu. Aku membencimu Cho Kyuhyun!!!Aku benar-benar membencimu!!! Batin Kyo Ra menjerit. Air matanya turun dengan derasnya. Sederas hujan di sore itu.

***

March 21, 2010

1 PM

“Sebenarnya kalian ingin membawaku kemana? Datang ke rumahku tiba-tiba. Menyuruhku memakai pakaian serba hitam. Menyuruhku diam sepanjang perjalanan. Sebenarnya ada apa?” cerocos Kyo Ra membuat Ri Rin dan Donghae nyaris naik pitam.

“Biar aku saja yang memberitahunya Chagi~ kau berkonsentrasilah menyetir.” Ucap Ri Rin pada Donghae yang sudah jengkel karena kicauan Kyo Ra.

“Kita akan ke pemakaman Ji Eun Kyo-ah.” Sontak Kyo Ra menatap lekat sahabatnya itu. Mulutnya terkunci seketika.

“Dia meninggal tadi malam. Memang selama ini Ji Eun terlihat ceria. Seolah tidak apa-apa. Tapi ternyata dia mengidap leukemia stadium akhir. Di sekolah kita memang tidak ada yang mengetahui penyakitnya itu. Termasuk sahabat terdekatnya sendiri, Mi Chan. Hanya guru-guru saja yang mengetahuinya. Dan satu jam yang lalu Eun seongsaenim meneleponku bahwa Ji Eun meninggal dan teman-teman satu angkatan berencana datang ke pemakamannya.”

Kyo Ra semakin tidak bisa berkata-kata. Sekarang gadis itu mengerti kenapa Kyuhyun tidak berangkat sekolah berhari-hari. Dan sekarang Kyo Ra juga bisa merasakan bagaimana hancurnya hati Kyuhyun ditinggal ‘kekasih’nya untuk selama-lamanya.

Kyo Ra masih tidak berkutik sampai-sampai tidak menyadari bahwa Donghae sudah memarkirkan mobilnya. Gadis itu masih tenggelam dalam lamunannya.

“Ayo Kyo-ah. Kau mau terus-terusan di dalam mobil?” teriak Ri Rin sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil.

“Aku mencari Eunhyuk dulu ya. Kau urusi saja sahabatmu yang lelet itu.”

Ri Rin dan Kyo Ra berjalan berdampingan menuju kerumunan teman-teman lainnya. Ternyata banyak yang masih tidak percaya dengan kepergian Ji Eun. Tergambar jelas dari wajah mereka yang kebingungan.

Baru berjalan beberapa langkah, Kyo Ra menghentikan langkahnya. Membuat Ri Rin juga ikut berhenti dan menatap Kyo Ra. Melihat Kyo Ra yang sedang bengong, Ri Rin pun mengalihkan pandangannya ke arah objek yang membuat Kyo Ra menghentikan langkahnya dan terbengong dengan mata melotot.

Ri Rin hanya mengernyit begitu matanya menangkap sesosok pria berkacamata hitam dengan jas hitam yang membalut tubuhnya. Ya, Cho Kyuhyun. Ri Rin merasa jika sahabatnya itu sedang terbuai dengan pesona Kyohyun.

“Ayo, Ji Eun akan dimakamkan sekarang. Jangan melamun di sini Kyo-ah. Ingat kita ada di makam. Kalau ada setan yang merasukimu aku tidak ikut-ikutan.” ancam Ri Rin yang membuyarkan lamunan Kyo Ra.

“N..ne…” balas Kyo Ra terbata.

***

Detik-detik saat Ji Eun akan dimakamkan, isak tangis kembali terdengar. Entah dari ibunya, dari ayahnya, atau dari teman-temannya. Tapi tidak dengan Kyuhyun. Pria itu justru terlihat tenang dan tegar. Tidak ada setitik air mata di wajahnya.

Kyo Ra ingin sekali mendekati Kyuhyun yang saat ini berdiri di barisan paling depan. Namun, gadis itu mengurungkan niatnya begitu melihat ekspresi wajahnya yang terkesan sangat dingin. Meski di sekolah Kyo Ra selalu melihat ekspresi itu, tapi Kyo Ra merasa kali ini benar-benar menyeramkan.

“Kenapa kau? Takut? Belum pernah ke pemakaman?” Tanya Ri Rin begitu menyadari ekspresi wajah Kyo Ra yang mendadak aneh.

“A…aniyo. Lupakan. Aku tidak takut pemakaman.”

Pandangan Kyo Ra tak lepas dari Kyuhyun. Pikiran gadis itu masih tertuju dengan wajah Kyuhyun yang tetap tenang namun masih tetap dingin. Kyo Ra memang tahu benar jika Kyuhyun bukanlah tipikal lelaki yang mudah memperlihatkan kesedihannya. Namun dalam keadaan seperti ini, lelaki seperti Kyuhyun tidak meneteskan sebulir air mata saat menyaksikan ‘kekasihnya’ dimakamkan memang patut dipertanyakan.

“Dasar namja aneh! Di saat seperti ini saja masih gengsi untuk menangis. Mudah sekali kau melepaskan kekasihmu itu. Benar-benar makhluk langka kau Cho Kyuhyun!” hardik Kyo Ra dalam hati.

March 25, 2010

At Yeom Kwang High School

Sudah beberapa hari ini Kyo Ra dan Kyuhyun tidak saling bertegur sapa. Semenjak kematian Ji Eun lima hari yang lalu, Kyuhyun tidak lagi mengganggu Kyo Ra. Memang sudah tidak ada lagi kesedihan yang membekas di wajahnya. Pria itu sudah bisa tertawa seperti biasanya. Kyuhyun bisa kembali ceria bukan karena berhasil membuat Kyo Ra merengut kesal, namun pria itu bisa sumringah karena game. Setelah berhasil mengalahkan Changmin, Eunhyuk, dan Donghae, Kyuhyun kembali menunjukkan suara tawa khasnya yang seperti setan.

Perubahan sikap Kyuhyun yang aneh itu tentu saja membuat Kyo Ra menyimpan tanda tanya besar di benaknya. Aneh dan membingungkan. Terlebih saat pelajaran jam pertama tadi. Kyuhyun yang biasa meminjam alat tulis Kyo Ra, sengaja meminjam alat tulis milik Ri Rin dan mengacuhkan Kyo Ra. Hanya Ri Rin yang diajak bicara. Pada saat Kyuhyun menoleh ke belakang pun, Kyuhyun berlagak tidak mau menatap Kyo Ra. Padahal gadis itu sudah menatap Kyuhyun agar pria itu juga membalas tatapannya.

“Changmin-ah, bisa bantu aku?” pria bernama Changmin itu berhenti mengunyah makanannya dan beralih menoleh ke arah Kyuhyun yang juga sedang makan di sebelahnya.

“Bantu apa?”

“Tolong… kempeskan ban motor Kyo Ra.” jawab Kyuhyun dengan nada berbisik.

“Aku pikir kau sudah lupa dengan gadis itu. Emm Kyu, sebenarnya kau ini menyukai Kyo Ra tidak sih? Apa kau hanya menjadikannya sebagai ‘bonekamu’ saja?” Tanya Changmin blak-blakan membuat Kyuhyun menatapnya aneh.

Sebenarnya Kyuhyun sedikit tercengang dengan pertanyaan Changmin barusan. Perumpamaan kata ‘boneka’ yang terlontar tadi sedikit mengganjal di telinganya. Membuat Kyuhyun merasa bahwa kejahilannya pada Kyo Ra selama ini sedikit keterlaluan. Namun Kyuhyun juga tidak lekas merasa bersalah karena dengan cara itulah dirinya member perhatian kepada gadis yang sudah mencuri hatinya. Meski tergolong aneh, Kyuhyun merasa bangga karena caranya itu tidak tergolong pasaran.

“Eumm, sebenarnya aku ingin mengakui satu hal padamu. Mungkin ini akan membuatmu tercengang atau bahkan terkejut.” terang Kyuhyun yang membuat Changmin mengernyit dan memasang wajah penasarannya.

“Sebenarnya aku dan Ji Eun selama ini bukan sepasang kekasih. Dia saudara sepupuku…”

“Uhuukk… uhuukk…”

“Dan aku menyukai Kyo Ra selama ini…” lanjut Kyuhyun berbisik setelah sebelumnya terpotong oleh sedakan Changmin.

Mwoya? Apa kau bilang? Kau menyukai Park… eumm, emm…” teriak Changmin dan reflek berdiri  sambil menggebrak meja kantin. Kyuhyun yang terkejut dengan respon Changmin langsung menyumpal mulut Changmin dengan roti basah yang masih tersisa.

“Babo! Pelankan suaramu! Kau mau membocorkan rahasiaku?” cecar Kyuhyun dengan tampang setannya. Teriakan Changmin membuat seluruh penghuni kantin menatap ke arah mereka.

Changmin kembali duduk dengan wajah yang masih tercengang. Kyuhyun terus menunduk dan menatap piringnya yang masih tersisa sedikit makanan. Menghindari kontak mata dengan Changmin. Lebih tepatnya Kyuhyun menghindari tatapan mengejek yang terpanjar dari mata Changmin.

“Muahahaha~ aku tak habis piker. Ternyata kau benar-benar menyukainya.” Tawa Changmin meledak seketika.

Jebal~ bantu aku. Tolong kempeskan ban motornya supaya sepulang cheers nanti dia bisa pulang bersamaku.”

Changmin memutar kedua matanya. “Emm, bagaimana ya?”

“Aku bayar makananmu tadi deh.”

Geurae, lagi pula kalian berdua memang serasi.”

At Parking Area

5 PM

Kyo Ra terlihat resah sambil berdiri di dekat motornya. Kempes. Ya, permintaan Kyuhyun tadi siang sudah dituruti oleh Changmin. Suasana di tempat parkir itu sudah sangat sepi. Hanya ada Kyo Ra seorang. Motor yang tersisa pun bisa dihitung dengan jari.

“Motorku kenapa lagi ini? Kenapa kesialan lagi-lagi menghampiriku?” sungut Kyo Ra sembari menendang-nendang ban belakangnya.

“Kenapa? Banmu kempes?” celetuk sebuah suara yang berasal dari tenggorokan Kyuhyun. Kehadiran Kyuhyun yang seperti setan itu tentu saja membuat Kyo Ra terlonjak kaget.

“Bukan urusanmu!” ketus Kyo Ra. Gadis itu mencoba untuk membalas kelakuan dingin Kyuhyun padanya akhir-akhir ini.

Kyo Ra berjalan meninggalkan tempat parkir dan motornya. Yang ada di benaknya hanyalah bagaimana caranya agar dirinya tidak bertatap muka dengan Kyuhyun dan pulang dengan selamat.

Kyuhyun menghadang Kyo Ra secara tiba-tiba dengan motor besarnya saat gadis itu sudah berada dalam jarak 200 meter dari gedung sekolah.

“Naiklah, kuantar kau sampai rumah.”

Shireo!” tolak Kyo Ra mentah-mentah. Gadis itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun.

Bukan Kyuhyun jika menyerah begitu saja. Pria itu terus saja membuntuti Kyo Ra. Sebenarnya, Kyo Ra sendiri juga tidak tahu bagaimana dirinya bisa pulang. Rumahnya masih beberapa kilo dari tempatnya berpijak. Dan itu mustahil jika Kyo Ra nekat pulang dengan berjalan kaki mengingat hari sudah semakin gelap dan preman-preman jalanan sudah kembali beraksi.

“Aish, kenapa kau menyebalkan sekali?” sungut Kyo Ra yang lama kelamaan risih dengan dengan sikap Kyuhyun.

“Menawarimu tumpangan.” jawab Kyuhyun datar. Ingin sekali Kyo Ra meninju wajah Kyuhyun yang tanpa ekspresi itu. Pria itu mudah sekali memancing emosinya dan membuatnya kesal. Namun di sisi lain Kyuhyun juga selalu ada di saat Kyo Ra sedang tertimpa kesialan. Meski Kyo Ra tidak tahu bahwa kali ini kesialan yang menimpanya ulah dari Kyuhyun.

“Harus berapa kali kubilang aku tidak butuh bantuanmu!” sentak Kyo Ra yang justru membuat Kyuhyun melepas helm-nya dan turun dari motor.

“Tapi di gang sana banyak preman.”

“Apa pedulimu hah?”

Kyuhyun yang kesal dengan jawaban ketus Kyo Ra berlari mengikuti gadis itu dan mencengkram tangannya erat. Kyo Ra sontak berbalik dan langsung disambut tatapan tajam dari Kyuhyun. Mata mereka bertemu selama beberapa saat. Hingga pada akhirnya Kyo Ra merasa tangan Kyuhyun yang mencengkram pergelangan tangan kanannya mengendor. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Kyo Ra memanfaatkan momen itu untuk membebaskan tangannya.

“Kau tidak bisa lari begitu saja Park Kyo Ra!” Kyuhyun kembali mencengkram pergelangan tangan kanan Kyo Ra semakin erat sebelum gadis itu kabur begitu saja.

“Lepaskan aku! Kenapa kau selalu mengusik kehidupanku Cho Kyuhyun? Kenapa kau selalu berkeliaran menggangguku? Apa kau tidak pernah sadar kalau ulahmu itu seringkali keterlaluan? Aku bukan boneka yang bisa kau mainkan sesukamu Kyuhyun-ah. Apa kau tidak sadar, kau sudah mencuri ciuman pertamaku…”

Untuk pertama kalinya Kyuhyun melihat Kyo Ra menitikkan air matanya. Kyuhyun terpaku sesaat. Pria itu kemudian menarik gadis dihadapannya itu ke dalam pelukannya. Kyo Ra tidak bisa memberontak karena tenaga Kyuhyun yang jauh lebih kuat dari tenaganya. Namun meski Kyo Ra sudah tenggelam dalam pelukan hangat Kyuhyun, kedua tangan gadis itu memukul-mukul pelan dada Kyuhyun masih dengan isak tangis.

Mi… mianhae. Ada alasanya kenapa aku bersikap… seperti itu padamu.” bisik Kyuhyun terbata.

At Nowon Central Park

6 PM

“Yak! Kau baru saja meminta maaf dan tulus mengantarku pulang Cho Kyuhyun. Tapi kenapa kau malah membawaku ke taman? Ini sudah hampir malam Cho Kyuhyun! Tidak ada gunanya juga ke taman. Cepat antar aku pulang! Badanku sudah lengket. Hey, bukannya kau tadi juga basket? Aku saja ingin cepat-cepat mandi, masa’ kau tidak?”

Kyuhyun melongo melihat gadis di hadapannya. Begitu cepat mood Kyo Ra berubah. Baru beberapa menit yang lalu pria itu melihat wajah Kyo Ra yang mendung dan rapuh. Tapi sekarang ekspresi wajah Kyo Ra yang ketus dan menyebalkan sudah kembali lagi.

Pria itu tidak menggubris ocehan Kyo Ra yang sepanjang rel kereta api ekspres. Kyuhyun merangkul pundak Kyo Ra. Membuat gadis itu menatapnya dengan penuh tanya.

“Jangan kurang ajar. Mau apa kau?”

Kyuhyun tetap tidak bergeming. Seulas senyum menghiasi wajah pria itu. Ketika Kyo Ra menghentikan langkahnya mendadak dan melemparkan tatapan bengis ke arahnya pun, Kyuhyun tetap menarik gadis itu berjalan menuju bangku taman yang berselimut dedaunan kering.

“Sudah hampir gelap Kyu, ayo pulang!”

Kyuhyun masih tidak menggubris gadis itu dan langsung membersihkan daun-daun yang menyelimuti bangku yang akan ditempati.

“Duduklah sebentar. Bukankah selama beberapa hari terakhir kita tidak bersama?” Kyo Ra mengernyit mendengar pernyataan Kyuhyun barusan.

“Apa maksudmu? Aish, terserah. Aku mau pulang Cho Kyuhyun. Hari sudah semakin ge… lap.” Suara Kyo Ra memelan saat lampu taman yang secara tiba-tiba menyala saat mulutnya mengucapkan kata ‘gelap’.

Kyo Ra terperangah selama beberapa saat. Gadis itu baru menyadari jika ternyata cahaya warna warni yang terpancar dari lampu taman itu sangat indah.

“Kau belum pernah ke sini? Benarkah? Setiap hari kita melewatinya. Kenapa kau malah belum pernah? Dasar kampungan.” Cibir Kyuhyun.

Dengan ekspresi wajah yang masih terkagum-kagum, Kyo Ra ikut duduk di sebelah Kyuhyun. Mengesampingkan cibiran Kyuhyun. Gadis itu memang jarang sekali keluar malam. Pulang sekolahpun bisa dipastikan bahwa sebelum jam enam sore Kyo Ra sudah sampai di rumahnya. Kyo Ra memang tidak terlalu suka gerlap malam. Terang saja, gadis itu penakut.

“Sebenarnya, ada yang ingin aku katakana padamu Kyo-ah.” Kyuhyun bangkit dadi duduknya dan berlutut di hadapan gadis itu.

Kyo Ra mengerjamkan matanya bingung. “Would you be my girlfriend?” ucap Kyuhyun mantap, tanpa keraguan sedikitpun, sambil menyodorkan sebatang lollipop ke arah gadis itu.

Hening…

“Bwahahaha~” tawa Kyo Ra meledak setelah beberapa saat hening karena Kyo Ra yang baru menyadari jika Kyuhyun menyatakan cintanya dengan sebuah lollipop.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap wajah Kyo Ra. Mencari jawaban kenapa gadis itu justru tertawa kesetanan dan tidak menjawab pertanyaannya.

“Menyatakan cinta dengan sebuah lollipop? Kau mau melawak? LOL~” cibir Kyo Ra yang masih tertawa kesetanan.

“Memang apa salahnya? Aku ingin sesuatu yang berbeda. Bunga, coklat, kalung sebagai tanda cinta itu sudah sangat pasaran. Jadi, apa jawabanmu Kyo-ah? Apa kau mau menerimaku menjadi kekasihku?”

Tawa Kyo Ra terhenti seketika. “K…kau.. benar-benar menyatakan cinta?” Tanya Kyo Ra ragu.

Kyuhyun mendengus kesal. Pria itu sejak menapakkan kakinya di halaman taman sudah mati-matian menyembunyikan perasaan gugupnya agar saat menyatakan cintanya pada Kyo Ra terdengar mantap tanpa sedikit keraguan. Namun gadis itu dengan gampangnya menganggap pernyataan Kyuhyun itu hanya candaan belaka. Sungguh keterlaluan.

“Aku serius Park Kyo Ra!” ucap Kyuhyun penuh penekanan di setiap kata.

Kyo Ra mulai terlihat panik. Wajahnya memerah dan matanya tidak berani menatap wajah Kyuhyun yang sudah menatapnya tajam. Keraguan Kyo Ra pun sirna saat gadis itu melirik Kyuhyun dengan ekor matanya. Ditangkapnya wajah Kyuhyun yang memandangnya penuh harap.

“Aa..a..ayo pulang Kyu!” dalih Kyo Ra sembari memegang tengkuknya. Kyuhyun memegang erat pergelangan tangan Kyo Ra saat gadis itu akan bangkit berdiri.

“Aku tahu kau juga menginginkanku Park Kyo Ra. Beri aku jawaban secepatnya!”

“Cih, percaya diri benar kau Cho Kyuhyun. Berani-beraninya kau berkata seperti itu. Aku tidak menyukaimu, mencintaimu, bahkan menginginkanmu.”

Kesabaran Kyuhyun sepertinya kembali diuji. Sifat keras kepala dan gengsi Kyo Ra muncul lagi. Membuat Kyuhyun kesal untuk kesekian kalinya.

“Oh begitu, ya sudah. Di sekolah masih banyak yeoja yang menantiku.” Balas Kyuhyun mencoba tenang. Pria itu bangkit berdiri dan memasukkan lollipop yang diacuhkan Kyo Ra ke dalam saku celananya.

“Ya sudah, pergi sana…” usir Kyo Ra ragu. Namun begitu mendengar jawaban gadis itu, Kyuhyun benar-benar melangkahkan kakinya menjauh dari bangku itu. Sontak mata Kyo Ra terbelalak.

“Ah Cho Kyuhyun, andwae! Hajima~” Kyuhyun menghentikan langkahnya. Baru lima langkah pria itu berpura-pura meninggalkan Kyo Ra, namun gadis itu sudah memanggil namanya.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan tawanya langsung meledak begitu melihat wajah Kyo Ra. “Astaga Kyo Ra, setakut itukah kau kehilanganku?”

“Aish, kau mengerjaiku. Sudah, aku mau pulang.” Ambek Kyo Ra. Kyuhyun mendekati gadis itu dan memeluknya dari belakang. Kehangatan merayapi gadis itu. Sentuhan Kyuhyun itu seperti sengatan listrik yang menghipnotisnya. Membuat Kyo Ra membeku, tidak bisa memberontak dan berkata apapun.

Tangan Kyuhyun merapikan helai demi helai rambut Kyo Ra yang menutupi tengkuknya. “Apa jawabanmu?” bisik Kyuhyun di tengkuk gadis itu hingga membuat Kyo Ra bergidik geli.

Tidak ada jawaban yang meluncur dari bibir Kyo Ra. Tenggorokannya benar-benar tercekat. Pikirannya pun kacau. Dan hatinyapun bergejolak antara senang atau terharu. Hanya sebuah anggukan yang mewakili jawabannya. Hah, sebegitu parahkah efek jika berada di samping Kyuhyun? Konyol!

Kyuhyun memeluk erat gadis yang kini resmi menjadi kekasihnya itu. Senyum sumringah mengembang di bibir keduanya. Benar-benar keajaiban akhirnya mereka bisa menjadi sepasang kekasih.

“Tapi tunggu dulu.” Celetuk Kyo Ra. Kyuhyun mengendorkan pelukannya. Menatap Kyo Ra dengan penuh tanya.

“Bagaimana kalau teman-teman di kelas bahkan di sekolah tahu? Aku tidak mau menjadi bahan cibiran. Huff, salah kita juga setiap hari seperti kucing dan anjing yang selalu bertengkar.”

Kyuhyun terkekeh pelan. Namun pria itu kemudian terlihat berpikir. “Emm, iya juga ya. Aneh juga kalau tiba-tiba seorang Cho Kyuhyun yang tampan menawan is in relationship with Park Kyo Ra si gadis tengil ababil.”

Sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Kyuhyun. Sebagai balasan Kyo Ra atas hinaan yang Kyuhyun tujukan kepada dirinya.

“Aww, yak! Apa-apaan kau?” pekik Kyuhyun tidak terima.

“Salah sendiri mengejekku.”

“Baiklah, begini saja. Kita backstreet untuk beberapa minggu ke depan. Ya, bukannya aku tidak mengakuimu sebagai kekasih, aku hanya tidak mau mereka menganggapmu sebagai pelarianku mengingat Ji Eun belum lama meninggal dan rumor yang beredar bahwa Ji Eun kekasihku padahalkan dia hanya sepupuku.”

“Mwo? Ternyata dia bukan kekasihmu? Astaga Kyu, pantas saja saat di pemakaman kau tidak menangis.” balas Kyo Ra terkejut.

“Ne, dia hanya sepupuku. Im ahjumma –eomma Ji Eun – memberiku amanah agar aku menjaganya. Dia mengidap leukemia semenjak SMP. Mengenai hubungan kita… tenanglah, kalau keadaan sudah memungkinkan kita publikasikan saja hubungan kita yang sebenarnya. Aku juga tidak begitu yakin akan betah menjalani backstreet.” terang Kyuhyun sembari merengkuhkan kedua tangannya di pipi Kyo Ra.

Kyo Ra merasakan wajah Kyuhyun semakin mendekat. Hembusan napasnya pun sudah menggelitik pipi gadis itu. Hingga pada akhirnya tidak ada jarak di antara mereka karena hidung Kyuhyun kini sudah menempel di hidung gadis itu.

Melihat Kyuhyun yang sudah memejamkan matanya, Kyo Ra mengerti apa yang akan pria itu lakukan pada dirinya. Terlintas ide jahil di benaknya. Tangannya mulai mencari saku celana Kyuhyun dan mengambil lollipop yang tadi sempat Kyuhyun berikan padanya.

“Apa yang kau lakukan bodoh?”

Kyo Ra terkekeh. “Hanya mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hakku.”

Kyuhyun mengajak rambutnya frustasi. “Aish jinjja~”

“Kau mau ku cium? Ayo tangkap aku huweee~” goda Kyo Ra yang kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih kesal dengan kejahilannya.

March 28th, 2010

Kyo Ra’s Room

8 AM

Suatu kejadian yang mustahil bagi Kyo Ra namun baru saja terjadi di pagi ini. Gadis itu berhasil bangun pagi tanpa bantuan Bibi Jung. Tentu saja ada sesuatu di balik itu semua.

Kencan pertamanya dengan Kyuhyun hari ini sempat membuat Kyo Ra susah tidur semalam. Gadis itu tidak berniat sedikitpun untuk memejamkan mata mengingat Kyuhyun tidak memberitahu kemana kencan pertama mereka. Yang ada justru membuat Kyo Ra penasaran setengah mati dan tidak sabar menunggu pagi tiba.

Kini, Kyo Ra melihat pantulan dirinya di cermin. Berulang kali gadis itu mengganti bajunya. Terlalu takut mengenakan kostum yang tidak sesuai dengan tempat kencannya nanti.

“Ah si bodoh itu kenapa juga merahasiakan tem…”

“Mau bertemu denganku saja ribet ya?” celetuk sebuah suara dari ambang pintu kamarnya. Gadis itu sontak menoleh dengan wajah terkejut. Matanya mengerjap-ngerjap melihat Kyuhyun yang kini bersedekap sambil bersandar di ambang pintu.

Berdiri mematung, mulut sedikit menganga, dan mata seolah lupa cara berkedip. Begitulah kira-kira yang sedang terjadi pada Kyo Ra saat ini. Kekasihnya itu kembali menghipnotisnya. Bagaimana bisa Kyuhyun terlihat sebegitu tampan dengan balutan kaos putih polos rangkap dengan kemeja motif kotak-kotak yang sengaja tidak dikancingkan? Terlebih lengan kemeja yang seharusnya berlengan panjang itu sengaja dilipat sesiku membuat pria itu semakin terlihat cool.

“Apa aku harus mengingatkanmu lagi Park Kyo Ra? Berkediplah, meski kau kehilangan waktumu satu detik untuk berkedip, ketampananku ini tidak akan hilang. Apa kali ini aku terlihat lebih tampan?”

Kyo Ra berdecak kesal mendengar kenarsisan Kyuhyun yang menurutnya berlebihan itu. Tapi memang ada benarnya juga, kali ini Kyuhyun terlihat semakin tampan.

“Aish, sudah terserah kau saja. Aku sedang malas berdebat. Kau mau membawaku kemana? Apa bajuku sesuai?”

Kyuhyun memperhatikan pakaian yang melekat di tubuh mungul kekasihnya itu. Pria itu terkekeh saat menyadari bahwa Kyo Ra memakai rok. “Kenapa kau? Ada yang lucu?” sewot Kyo Ra.

“Aku sarankan pakai celana saja dan… baju yang tidak terlalu formal. Aku tidak akan mengajakmu ke tempat keramaian Kyo-ah. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang hanya ada kita berdua.” Kyuhyun menyeriangai. Kyo Ra bergidik ngeri melihat seringai itu. Terkesan misterius.

“Jangan macam-macam ya kau. Mendadak aku curiga kau akan menculikku.” tuduh Kyo Ra yang justru membuat Kyuhyun tertawa. Gadis itu kemudian membuka lemarinya dan mengambil celana dan baju yang dirasa sesuai dengan keinginan Kyuhyun.

“Hah, kenapa juga aku harus menculikmu. Kau kan sudah menjadi milikku honey?” sontak Kyo Ra melemparkan tatapan sinis ke arah Kyuhyun.

“Apa yang barusan kau bilang? Honey? Apa kau mau memanggilku dengan sebutan itu? Sorry Kyu, aku lebih suka kau memanggil nama asliku. Nama panggilan yang kau sebut tadi terlalu menggelikan dan…. Pasaran. Sudah aku mau ganti baju dulu, kau tunggu saja di bawah.” Usir Kyo Ra sambil mendorong Kyuhyun keluar dari kamarnya.

***

Kyuhyun mengamati setiap foto yang terpajang di dinding kamar tamu selagi menunggu kekasihnya. Beberapa foto keluarga terpampang di sana. Kyuhyun mengeryitkan keningnya begitu menyadari sosok Kyo Ra dalam sebuah foto terlihat sedang menggembungkan pipinya. Pria itu lantas terkekeh pelan melihat kenarsisan Kyo Ra yang belum ia ketahui sebelumnya.

“Apa yang kau tertawakan?” Tanya Kyo Ra tiba-tiba. Gadis itu kini tampil dengan celana hot pans dan balutan kemeja kotak-kotak dengan tank top putih di dalamnya. Rambut panjang bergelombangnya ia kucir dua dan tambahan topi berwarna cream menghiasi kepalanya.

Neomu yeppoda honey~” puji Kyuhyun yang seketika mendapat tatapan bengis dari Kyo Ra.

“Jangan panggil aku dengan nama itu, jebal~ Ayo kita pergi sekarang.”

Kyo Ra menghambur keluar rumah sementara Kyuhyun mengekor di belakangnya. Sesaat sebelum naik ke motor kekasihnya, gadis itu menyadari perubahan ekspresi wajah Kyuhyun. Terlihat seperti memikirkan sesuatu.

“Kau kenapa?” Tanya Kyo Ra sembari memakai helmnya.

“Kalau kau keberatan jika aku panggil honey? Lalu aku harus memanggilmu apa? Kau yakin tidak mau menggunakan nama panggilan saying? Kau yakin tidak iri dengan pasangan lain?”

Tidak ada jawban terlontar dari mulut Kyo Ra. Gadis itu malah ikut berpikir untuk mencari nama panggilan sayang yang lucu, menarik, dan tidak pasaran.

Kedua manik mata Kyo Ra terpaku pada sebuah bunga cantik yang tidak ia ketahui jelas namanya. Setangkai bunga berwarna merah yang merekah dengan sempurna  itu sedang dihinggapi seekor lebah yang lumayan besar. Melihat pemandangan di hadapannya itu Kyo Ra sepertinya mendapatkan sebuah ide cemerlang.

“Kau panggil saja aku Flo dan aku panggil kau Bee.” Jawab Kyo Ra masih menatap bunga dan lebah itu.

Kyuhyun mengernyitkan keningnya dan menatap wajah Kyo Ra penuh tanya. Pria itu benar-benar bingung dengan jawaban yang meluncur dari kekasihnya. Jawaban Kyo Ra itu justru terdengar seperti orang yang sedang berkhayal dan sulit untuk dicerna oleh Kyuhyun melihat Kyo Ra yang menjawab dengan tatapan kosong dan suara nyaris berbisik namun masih bisa tertangkap oleh indra pendengaran Kyuhyun.

“Flo? Bee” Kyuhyun mengulangi. Kyo Ra masih menatap lurus dua objek di hadapannya namun kini gadis itu menunjuk kedua objek tersebut hingga membuat Kyuhyun berbalik dan melihat apa yang Kyo Ra maksud.

“Aku ingin seperti mereka. Melengkapi satu sama lain. Menutupi semua kekuranganku dengan kelebihan yang kau punya. Begitu pula sebaliknya. Lebah itu memang terlihat tangguh. Terbang dengan bebas kesana kemari. Namun lebah membutuhkan sesuatu yang dapat membuatnya bertahan hidup dan lebah mendapatkan makanannya pada bunga. Begitu pula dengan bunga, tanpa bantuan lebah, bunga tidak bisa melakukan penyerbukan.”

“Baiklah Flo.” Balas Kyuhyun yang kemudian mencium kening Kyo Ra.

***

Seoul Beach

11 AM

“Yuhuuuuu~ pantai…” seru Kyuhyun girang saat dirinya dan Kyo Ra menapakkan kaki di pasir putih. Kyo Ra tersenyum simpul melihat kelakuan kekasihnya yang terlihat seperti anak-anak itu.

Kyo Ra merentangkan tangannya lebar-lebar dan membiarkan angin laut menerpa wajahnya. Dihirupnya udara pantai dalam-dalam. Kedua kelopak matanya tertutup rapat-rapat. Kyo Ra dapat merasakan ketenangan dan kedamaian di hatinya.

Ketenangannya itu sempat koyah saat tangan besar melingkar di perutnya. Gadis itu tersenyum dan membuka matanya perlahan. “Saranghae…” sebuah bisikan meluncur dari mulut Kyuhyun. Seperti gemuruh ombak, jantung Kyo Ra berdegup tak menentu. Seperti pasir pantai, darah Kyo Ra berdesir tak karuan. Kyuhyun benar-benar seperti lebah. Sentuhannya membuat Kyo Ra seperti tersengat.

“Tahu apa kau soal cinta?”

“Bagiku love is a matter…”

That we can feel it but we cann’t hold. Like  a wind, love just blow up into our heart.” Lanjut Kyo Ra  lancar, membuat Kyuhyun terkejut.

“Kau kenapa? Terkejut aku hapal definisi cintamu? Well, sebenarnya aku mencacat kata-kata itu di ponselku. Jangan heran jika aku menghapalnya. Aku sering membacanya saat aku merindukanmu.”

Kyuhyun tidak menggubris penjelasan Kyo Ra, pria itu justru mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. Tangan kirinya meraih tengkuk Kyo Ra sementara tangan kanannya berada di pinggang gadis itu. “Ternyata kau benar-benar mencintaiku Flo.” cetus Kyuhyun yang kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Kyo Ra. Mereka menikmati ciuman selama beberapa saat. Deburan ombak, pasir putih, hamparan lautan, dan pohon-pohon kelapa menjadi saksi bisu kemesraan mereka.

“Cieeee~ pasangan baru.” Seru sebuah suara hingga Kyuhyun dan Kyo Ra terpaksa menghentikan ciuman mereka.

“Changmin? Bagaimana bisa kau…”

“Aku mengintaimu dari kemarin Kyuhyun-ah. Jangan salahkan aku menjadi stalker dadakanmu selama beberapa hari. Kau menyuruhku mengempeskan ban motor Kyo Ra jadi aku penasaran apa yang kau lakukan selanjutnya. Aku juga melihat kau menembak Kyo Ra. Kreatif kau Kyu. Haha~”

Kyo Ra menatap bengis ke arah Kyuhyun. Melemparkan tatapan yang berisi pertanyaan jadi-kau-yang-mengempeskan-ban-motorku.

Gadis itu lantas mencubiti perut Kyuhyun. Merasa geli, Kyuhyun berlari menjauh dari kekasihnya. Bukan Kyo Ra jika diam saja. Gadis itu mengejar Kyuhyun dan ingin segera menghabisinya.

“Selamat ya untuk kalian…” teriak Changmin.

“Call Us Flower Bee.” Balas Kyuhyun tak kalah berteriak.

Kyo Ra tertawa kesetanan melihat Kyuhyun yang jatuh tersungkur. Namun suara tawanya itu lenyap begitu menyadari Kyuhyun tak kunjung bangun. Gadis itu berlari dan berniat melihat apa yang terjadi.

“Bee, bee, ireona.” Kyo Ra menepuk-nepuk pipi Kyuhyun. Berharap Kyuhyun cepat tersadar. Namun setelah beberapa saat Kyuhyun tak kunjung bangun dan tentu saja membuat Kyo Ra semakin panic.

Ireona! Apa kau mau mati konyol? Terjatuh lalu mati, begitu? Bodoh!”

DORRR~

Sontak Kyo Ra terkejut dan kembali mencubiti oerut Kyuhyun. Dirinya baru sadar jika kekasihnya itu kembali menjahilinya.

“Ampun, ampun. Mianhae Flo. Aku hanya bercanda. Sudah hentikan. Geli…” Kyo Ra menghentikan aksinya melihat Kyuhyun yang mulai lemas.

“Bee, bagaimana jika Changmin membeberkan hubungan kita?” Tanya Kyo Ra. Kekhawatiran mulai terlihat di wajahnya.

“Tenang Flo, dia sahabatku. Dia tipikal orang yang tidak suka membeberkan rahasia orang. Soal ban kempes mian Flo…” Kyuhyun menyentil hidung Kyo Ra dan kembali berlari. Memancing Kyo Ra untuk kembali mengejarnya.

Kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu menikmati suasana pantai sepanjang hari. Pantai yang memang sepi karena belum begitu populer itu menambah romantisme di antara mereka. Langit cerah yang bersahabat turut merasakan kebahagiaan mereka.

FIN~

ANNYEONG~~ *tebar kembang*

adakah yg menantikan FF ini? *kyknya sih ngga -___-*

mian kalo lama publishnya, emg aku sengaja #plakk

and finally this FF is over yaaaa~ *dance opera* 😆

jeongmal gomawo buat veetskurnia y udah ngasih masukan buat nama panggilan flower bee ini kekekeke 😀 pokoknya makasih bgt deh ><

soal ending jgn gebukin aku kalo GJ. hahaha aku udah mampet mau bikin yg kyk gmn lagi.

yok yg mau close tab leave your RCL dulu 🙂

gomawo XD

Advertisements

36 responses to “.: KyuRa Moment :. Call Us Flower Bee [Part 5 END]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s