[ONESHOOT] I’M NOT HER

Main Cast : Byun BaekHyun (EXO K) , Lee Yoo Ri (OC)

Other Cast : Lee Yoo San OC, Cho Kyuhyun SJ, Changmin DBSK, Eunhyuk SJ, Chanyeol EXO K, and… just read this fanfic~~

Genre: Sad, Family, Romance, Tragedy.

Rated : 15+

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan YME kecuali karakter OC.

Synopsis: Bagaimana perasaanmu bila semua orang bilang kalau kau yang membuat salah satu orang yang sangat  kamu cintai meninggal? Dan selalu dibeda bedakan oleh orang yang sudah tiada itu?

“YAA!! YOO SAN!! SUDAH AKU BILANG KAU TIDAK BISA MENGEBUT!!! RENDAHKAN KECEPATAN SEKARANG JUGA!!!” “YOO RI AH! AK.. AKU TIDAK BISA MENGENDALIKANNYA!!!”

“GYAAAAAA AWASS SUNGAI!!!!!”

*BRUGH  *BYURR

———————————————————————

Lee Yo Ri POV

Aku berada di gedung aula sekolahku, semua murid memakai seragamnya guru dan para orang tua memakai baju hitam.

Ini bukan acara wisuda atau semacamnya yang membahagiakan, ini terburuk.

“hiks hiks…. aku sangat sedih Lee Yoo San bahkan baru mendapat peringkat 1 lagi di tes ke 3 kemarin.. hiks hiks”

Itu tangisan Guruku.

“hiks hiks.. padahal baru minggu kemarin aku berselca dengannya! Hiks.. hiks…” “hiks.. padahal aku masih ingin menanyakan soal kuliahku… hiks” “aku masih ingin… melihatnya tertawa dengan kami! Dan mengajari kami pelajaran! Hiks hiks”

Itu tangisan teman teman.

“Hiks.. anak kita appa ya…. anak kita!! Dia sudah tiada??! Hiks hiks….” “ne eomma… appa juga… belum mempercayai dan menerima ini semua..”

Itu tangisan kedua Orang Tuaku.

Lalu aku siapa? Aku adik kembar Lee Yoo San yang mereka semua tangisi, Lee Yoo Ri. Semua terjadi begitu cepat…

FLASHBACK

Aku dan yoosan kakak kembarku mau pergi ke suatu tempat yang kita biasa datangi kalau kita hanya ingin dunia untuk berdua, dunia dimana hanya ada kakak beradik, aku Lee Yoo Ri sebagai adik Lee Yoo San.

Entah kenapa yoosan ingin menyetir, ya sudah aku turuti~ kami bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan.

“Yoo Ri ah aku iri padamu….” Kata Yoo San kakak kembarku tiba tiba sambil tetap menyetir menghadap depan, hah? Iri padaku? Dia sudah sempurna apa lagi yang kurang?

“Waeyo Yoosan? Kau sudah sempurna apa yang kau irikan padaku?” jawabku tersenyum ke kakak kembar tersayangku ini.

“Kau mempunyai wajah yang manis, kau pemberani, kau tidak takut apapun, kau seperti laki-laki juga bisa, kau juga sedikit bisa menjaga dirimu sendiri” Lalu aku mengerutkan keningku.

“Yoosan ya.. kau mau memujiku apa meledekku hah?! Hahaha dan wajahku biasa saja” kataku seraya tertawa.

“Aniya kau manis dengan poni ratamu dan rambut panjang lurus bergelombangmu yang suka diikat itu dan aku tidak meledekmu ko aku mengatakan dengan jujur, itu sifat yang aku mau yoori, Aku selalu ingin bisa dianggap berani dan tidak takut apapun, tapi tidak bisa aku terlanjur takut banyak hal serangga, darah ahh~ Dan aku juga tidak mau terlalu diperlakukan layaknya putri, huh…., kau menurutku sungguh keren yoori-ah” Aku hanya bisa menganga mendengar ucapannya, bagaimana tidak? Aku selalu saja ingin sepertinya!

“Yoosan~ Aku malah ingin sekali menjadimu soalnya.. kau itu anggun dan cantik layaknya putri kerajaan berambut pendek~ Kau sangat pintar dari kau kecil sudah selalu mendapat ranking 1 dari seluruh murid, sedangkan aku paling tinggi hanya ke 70, kau takut akan sesuatu, kau tidak berani, hah.. pokoknya kau itu feminin sekali aku iri padamu yoosan ya…~ dan kau selalu saja dilindungi oleh tunanganmu si Bacon jelek itu, tapi aku iri kau dilindungi oleh namja” Kataku dengan menunduk.

‘Bahkan orang tuaku saja dari kita kecil selalu menomor satukan kau yoosan..’ kataku dalam hati.

“Haha.. iri padaku..? aniyo… haha bacon jelek~ baekhyun.. selalu menganggapku lemah dan tidak boleh tertalu capek atau apalah terkadang aku membenci sikap semua orang, Orang Tua kita, termasuk baekhyun yang seperti itu, aku cukup kuat untuk melakukan apa yang kumau, aku tidak suka jika terlalu di overprotektifkan, aku juga cukup kuat sepertimu yoori~ memang kyuhyun tunanganmu tidak pernah melindungimu?” tanyanya heran.

“Aigo.. namja maniak game itu mana mungkin mau melindungiku dia menganggap aku cukup ‘kekar’ untuk melakukan semuanya -_- nah kan~  bacon saja yang  namdongsaeng si kyu itu bisa bersikap seperti itu ke yeoja, kyun bersikap baik dan melindungi jika kepadamu saja, bahkan kyuhyun sering sekali memukulku menjitakku hah~ pokoknya ya kyuhyun itu tidak pernah sekalipun menganggap aku yeoja” kataku dengan tampang asemku.

“j.. jinjjayo? Itu terdengar mengerikkan yoori-ah”

“haha mengerikkan? ._.”

“Tapi kenapa aku dikasih yang lebih tua ya sama orang tua kita, kyun kuliah bacon SMA kelas 3 seperti kita” tanyaku, ya kyuhyun itu lahir tahun 1988 dan baekhyun adiknya 1992, aku yang lebih muda 3 menit dari yoosan mendapat kyun itu dan yoosan mendapat bacon -_-

“mungkin… memang maunya seperti itu? Entahlah aku juga tidak mengerti.. ah sudahlah…kita ini kan saudara kembar aku kakak yang lebih cepat lahir 3 menit sebelum kau dan kau adik kembarku yang keluar 3 menit setelah lahir, kita ini saling melengkapi yoori ^^ dan soal tunangan yang penting mereka mencintai kita~~saranghae~ neomu neomu saranghae~~” katanya di sertai nyanyian merdu dari suara lembutnya.

“ne~~ neomu neomu saranghae~~~” kataku seraya bernyanyi juga.

Tapi.. Kyuhyun… dari awal kami ditunangkan pun dia sama sekali tidak pernah bilang dia cinta atau suka padaku.. aku jadi sedikit meragukan untuk tunangan dengannya…? ah sudah buang pikiran itu jauh jauh yoori! Lagian kalau sedang berduaan kadang dia bersikap gentle..

Lalu beberapa menit diam.

“Kau bisa mengebut yoori?” “he? Hahaha~ tentu bisa dong!” jawabku kaget mendengarnya berkata kebut kebutan, aku suka sekali mengebut kalau pake mobil sendiri -_- haha ya aku ini sedikit tomboy..

“tapi… waeyo?” tanyaku pada yoosan.

Yoosan menjawabnya hanya… dengan alisnya yang tiba tiba serius…?

“Aku… ingin mencoba mengebut” katanya sambil mukanya tambah serius lagi.

“YA! An… andwae yoosan! Kau tidak bisa mengebut!!!!” kataku yang terdorong kebelakang karena tiba tiba yoosan menginjak gas dengan sekuat tenaga, jinjja yoosan bahkan jarang sekali menyetir.

“Yoo san! Aku bilang berhenti! Kurangi kecepatan!!!!” kataku berteriak histeris.

“Aniya… aku ingin menjadi sepertimu juga~!” katanya dengan semangatnya dan senyum yang tetap kelihatan cantik itu.

“Tidak untuk sekarang yoosan!!! Kau bahkan jarang menyetir! Kubilang kurangi kecepatannn!!!!!” kataku sekarang sambil terus menatapnya. Tapi… Yoo san malah menambah kecepatannya.

Tapi lama lama… mukanya yoosan pucat.

Fi-ra-sat-bu-ruk.

“EOTTHEOKKAE YOO RI AKU… TIDAK BISA.. MENGURANGI KECEPATANNYA!!!” katanya tiba tiba berteriak pucat.

“KURANGI TEKANAN PIJAKKAN GAS YANG KAU BERI, DAN REM SEDIKIT!!”

“M…MWO? AKU TIDAK MENGERTI!!!!”

“YAA!! YOO SAN!! SUDAH KUBILANG KAU TIDAK BISA MENGEBUT!!! RENDAHKAN KECEPATAN SEKARANG JUGA!!!” “YOO RI AH! MIANHAE! AK.. AKU TIDAK BISA MENGENDALIKANNYA!!!”

“GYAAAAAA AWASS SUNGAI!!!!!”

*BRUGH  *BYURR

FLASHBACK END

Setelah kejadian mengerikkan itu, Yoosan koma selama 4 hari karena kebanyakan tertelan air dan kepalanya membentur keras ke setir membuatnya gegar otak. Aku…. saat kecelakaan itu entah kenapa.. hanya luka robek di dahi atas dan lecet lecet di kaki dan tangan. Pikirku seraya memegang perban yang ada di dahiku.

Tapi… semua menangis. Semuanya mengeluarkan air mata. Semuanya menangis terseguk-seguk.

Aku mengeluarkan air mata sedikitpun tidak. Apakah.. terlalu sakit hingga air matapun sampai tidak bisa keluar? Aku sedih sedih sedih sekali, tidak terbayang sama sekali aku akan kehilangan salah satu orang yang aku sayangi.

Aku menangis hanya bisa dalam hati entah tapi air mataku tidak bisa keluar, hatiku seperti teriris pisau belati tajam di cabik cabik… aku benar benar sangat tidak menyangka kejadian itu benar benar merenggut nyawa kakakku. Aku hanya bisa menunduk…

“Lee Yoo Ri kau pasti yang membuat yoosan jadi meninggal kan!?” tiba tiba suara teman yoosan mengagetkanku, aku menoleh ke arahnya yang sedang menunjukku, dan semua orang memperhatikanku seketika satu aula diam, bahkan suara tangispun diam.

“Aniya! Aku tidak membuatnya meninggal!” aku berteriak membela diri sendiri.

“Bahkan kau tidak menangisi kakak kembar kandungmu sendiri yoori!!!” kata teman yoosan yang lain.

“Ak..”

“Dan lagi kudengar saat itu kau yang menyuruh yoosan untuk mengebut hingga kalian terjatuh ke sungai! Ya kan?!”

Hey aku ingin berbicara jangan potong seenaknya.

“Ani tidak seperti it..”

“Kau tahu kan… Yoosan itu beda denganmu! Dia itu lemah!! Dia tidak bisa melakukan hal aneh ketomboyan mu itu!”

Kubilang jangan potong seenaknya.

“Diibaratkan dia itu putri yang meninggal  dan kau kembarannya hanya sampah tidak berguna yang membunuh sang kakak kembarnya karena ke-irian akan kesempurnaan kakaknya sendiri”

“TIDAK SEPERTI ITU JAGA MULUTMU NONA MUDA!” kataku berteriak kesal dengan sikap teman teman yoosan yang sudah kelewat membuatku muak dengan kata-katanya. Sekalipun sering merasa iri, aku sama sekali tidak pernah berpikiran seperti itu, aku tetap menyayangi yoosan.

“Kau membunuh saudaramu sendiri” kata teman yoosan yang lain.

Tiba tiba tatapan semua orang berbeda, mereka semua menyeramkan. Tatapan mereka seaakan menyiratkan aku benar benar membunuh kakakku sendiri .

Apakah.. aku benar benar yang menyebabkan ini semua..?

“TI..DAK..” kataku mulai stress dengan keadaan ini.

“Eomma appa! Katakan pada mereka semua aku tidak bersalah!!! Katakan pada mereka ini karena kecelakaan!”

Aku berlari ke eomma appaku.

ANDWAE.. Eomma hanya menunduk kedalam pelukan appa, appa menatapku sebentar lalu menunduk lagi, sikap mereka.. sikap mereka juga memberikankau jawaban bahwa mereka.. juga.. menuduhku..

“An… anio… ANIO! AKU TIDAK BERSALAH!” kataku berteriak menutup telingaku dunia seakan berputar… semua orang tetap melihatku sebagai seorang pembunuh.

‘KAU PEMBUNUH KAU PEMBUNUH KAU PEMBUNUH’ ditelingaku terngiang ngiang terus..

“ANDWAEEEEE!!!!!!!!!!!” aish aku terjatuh perlahan tetap menutup telinga semoga tidak terdengar bisikkan itu.. bisikkan…. ‘KAU PEMBUNUH’ menutup mata, ARGH! Aku ti.. dak tahan!

Aku berlari keluar aula.. aku berlari.. kalau perlu aku ingin sendiri sendiri! Aku berlari tidak tahu arah!

Hingga sampai, entahlah aku tidak tau dimana dan aku sudah tidak mau tau lagi.

Aku menenggelamkan kepalaku di kedua kakiku aku melipat badanku…

“hiks….” aku akhirnya menangis… “hiks… aku tidak membuhnuhnya.. itu kecelakaan.. kenapa tidak ada yang mau mempercayaiku! Hiks..” kataku tetap menangis.

“AKU TIDAK MEMBUNUHNYA!!!!” kataku berteriak dan tetap menangis histeris.. kenapa… tadi aku sama sekali tidak menangis padahal.. menangis.. sekarang pun.. lebih parah dari pada tadi, hatiku benar benar hancur sekarang.

Tidak ada ynag mau mempercayaiku sekalipun orang tuaku sendiri!

“hiks… hiks..” ditempat sepi ini hanya suara tangisanku yang terdengar..

“Hey nona manis”

Apa aku tidak salah dengar? Ada suara namja.

“No.. na… sedang menangis ya?” kata namja itu lagi yang seperti suara… hyukjae teman sekelasku yang berandal itu? sambil memutar mutar ujung rambutku yang sedang tergerai lepas ini, walaupun aku masih menenggelamkan kepalaku aku masih bisa merasakannya.

Lalu kuberanikan diri mendongak..

“Hyuk Jae? Changmin? Chanyeol?” kataku mengabsen orang yang kulihat didepanku sekarang ini. Mereka teman sekelasku dan memang mereka terkenal berandal, yah walaupun sekolah kami sekolah elite tetap saja ada berandal, mereka juga orang kaya.

“A….da apa? Kenapa kalian tau aku disini? Apa mau kalian?” lanjutku takut.

“sabarlah nona manis… kau tadi menangis kencang sekali hingga terdengar sampai luar gang ini..dan terdengar oleh kami yang sedang mencarimu…” kata chanyeol sambil menyentuh daguku dan tersenyum evil.

“Apa maumu? Jangan menyentuhku seenaknya!” kataku ketus sambil memukul tangan chanyeol.

“woahh nona manis marah…..bagaimana ini?” tanya chanyeol ke kedua komplotannya itu.

“kau pembunuh nona kami ya? Lee Yoo San kakak kembarmu yang seperti bidadari itu?” kata changmin, ternyata benar kata teman temanku dulu, mereka menyukai yoosan.

“Aku tidak membunuhnya” kataku sambil menatap mereka geram.

“oh.. begitukah? Kudengar juga… kau iri pada yoo san dan membunuhnya dengan cara menyuruhnya mengebut melaju dengan mobil dan jatuh ke sungai kau ikut dalam mobilnya tapi kau berusaha untuk menjadi sehat sendiri setelah kecelakaan itu” kata hyukjae.

“Aku bilang… aku tidak membunuhnya namja namja tidak punya etika dan kelakukan kelas rendah” kataku tambah geram.

“changmin ya~ dia mengatai kita namja tidak punya etika dan kelakukan kelas rendah tuh…” kata chanyeol tersenyum evil padaku lagi.

“Kau.. Lee Yoo Ri kembaran yoosan…sangatlah mirip hanya beda panjang rambut, tapi kenapa sifatnya beda sekali ya? Ckck suka menjelek jelekkan orang sepertinya.. sayang manis dalam busuk” kata changmin menatapku dengan death glare

“Aku tidak mengatai kalian ini soal fakta changmin” balasku tidak kalah sengit “ckckck sepertinya yeoja ini benar benar suka memutar balikan fakta ya~!” kata hyukjae mendorongku ke tembok.

“Y..YA!!! APA MAU KALIAN SEBENARNYA!!!!!?” kataku memberontak.

“Diam nona manis! Kami mau membalas dendam karena kau telah membunuh yoosan kami!!!!!” kata chanyeol mengunci kedua tanganku dengan kedua tanganya di samping kepalaku.

“LEPASKANNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” aku mau memberontak. Kalah. Kenapa tenagaku tidak cukup?! Kau kuat kan yoori????

SIAL!

“Kau merebut sesuatu yang berharga bagi kami.. kami balas dengan… kami juga akan merenggut apa yang paling berharga darimu LEE YOO RI!” kata changmin sambil menjilat bagian atas bibirnya, membuatku semakin takut.

“Ap.. apa maksudmu?! Hah??” kataku ketus sambil tetap memberontak.

“Ya… kan sudah kubilang kami akan merenggut apa yang paling berharga darimu…”

“orang.. tuaku?” tanyaku, dan memang orang tuaku adalah termasuk yang paling berharga dariku.

Tapi.. sepertinya jawabanku salah?

Lalu mereka bertiga bersamaan melihatku dengan tatapan smirk  dan lagi lagi menjilat bibir atas mereka…membuatku semakin tambah tambah takut.

Dan aku tidak lupa tetap berusaha memberontak. Sial cengkraman chanyeol di tanganku kuat sekali! Kenapa tenagaku jadi lemah seperti ini??!! Sial!!!!!!

“bukan nona manis.. tapi INI MAKSUD KAMI!!” kata hyukjae tiba tiba menyerangku diikuti changmin dan chanyeol yang tetap tidak melepaskan tanganku.

“KYAAAA LEPASKANN AKU JAUHKAN TANGAN KOTOR KALIAN DARI TUBUHKU!!!!!!! Mmhhh ” kataku memberontak ke kanan dan kekiri  saat dirasa tiba tiba ada sesuatu menyentuh bibirku yang membuatku tidak bisa berteriak lagi, kuberanikan diri melihat membuka mata kulihat chanyeol menciumku dengan kasar.

“mmhhhh!!!” kataku tidak jelas sambil tetap memberontak. THIS IS MY FIRST KISS. Dan ini direnggut oleh namja binatang seperti mereka.

“mmshh hiks…” aku semakin memberontak dirasa ada tangan yang membuka bajuku dengan kasar.

‘kau mengambil sesuatu yang berharga dari kami’ ku cerna setiap kata kata mereka.. Apakah aku benar benar salah? Hah? Kalau saja aku tidak biasa mengebut sampai diketahui yoosan yang menjadi ingin sepertiku? Apakah jika aku tidak melakukan itu maka dia akan tidak coba untuk mengebut?

APA BENAR BENAR AKU YANG SALAH?

“hiks.. jebbalyo.. lepaskan aku…” kataku akhirnya bisa berbicara setelah chanyeol melepaskan ciumannya.. lemas tubuhku sudah lemas.

Apa aku biarkan saja? Hah? Aku salah ya aku salah.

“Ky.. KYAAAAA! TIDAK TIDAK!!! HENTIKKAN!!!!!!!” kataku yang hanya bisa berteriak ragaku seperti hilang aku tidak punya tenaga.

Mereka hampir merobek seluruh bajuku termasuk jas sekolahku semuanya dan menjamah tubuhku.

Oh god why always me?!

“HENTIKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” kataku teriak makin keras dan makin memberontak “Changmin bibirnya!”  teriak hyukjae ke changmin dengan segera dia melumat bibirku membuatku tidak bisa berteriak lagi.

“mhhhiks…”  You all so jerk.

Aku pantas menrima ini semua, aku telah mengambil yang mereka semua sayangi! Terlalu banyak yang  menyayangi kau lee yoo san! Berarti aku telah banyak menyakiti hati orang RIGHT! YOU GOT IT YOO RI! YOU’RE SUCK PEOPLE!

“Hentikan kalian!!!!!” tiba tiba ada suara yang sangat kukenal berteriak.

“mmhhh mhhh!!!” kataku tidak jelas karena masih bibirku masih dikunci oleh changmin.

“BAEKHYUN! KYUHYUN!!?” kataku bisa berteriak setelah chnagmin melepaskan ciumannya.

Lalu Baekhyun dan kyuhyun langsung berkelahi dengan hyukjae dan chanyeol, SIAL!! Changmin masih mengunci tanganku.

Aku punya ide! *DUK! “ARGH!!” teriak changmin meloncat dan merasa kesakitan yeah aku bisa lepas darinya, ide bagus lee yoo ri kau memenendang bagian bawah perutnya.

Kulihat keadaanku. Hampir tidak terbalut apapun.. kecuali rok dan penutup dadaku, kemeja dan jasku sudah di robek entah jadi apa sekarang sial sial! namja namja bajingan itu!!!

Aku tidak bisa bergerak jika keadanku begini kuputuskan melipat badanku lagi dan menenggelamkan kepalaku.

Dan tiba-tiba suasana diam. Sudah selesaikah?

“Yoo Ri ya..” kudengar suara lembut tunanganku Kyuhyun. Ku ingat keadaanku seperti ini.

“Ani kyun menjauhlah aku setengah telanjang sekarang”

“Yoo ri” panggil baekhyun dan sepertinya mendekat  “menjauhlah jauh jauh aku sedang setengah telanjang sekarang!”

“Pakailah ini” aku beranikan mendongakkan kepala Kyuhyun memberiku jaket biru kepadaku.

“g..gomawo kyun” “dasar kau ini walaupun keadaanmu sudah seperti ini kenapa kau masih saja memanggilku dengan ‘kyun kyun kyun’”

“ha…ha…” kataku entah, sambil memakai jaket ini.

“dasar…Kau ini bukannya kuat??! Kenapa malah kalah dan jadi seperti ini??! Kau ini bodoh atau apa?!” bentak Kyuhyun tiba tiba.

Kyuhyun POV

“Kau ini bukannya kuat??! Kenapa malah kalah dan jadi seperti ini??! Kau ini bodoh atau apa?!”

Bentakku tiba tiba. Ya kau yang bodoh kyuhyun harusnya kau menenangkannya sekarang.

“Hiks…. hiks… mianhae oppa…” katanya tiba tiba menangis… yah kau babo kyu.

Tunggu dia bilang apa tadi oppa? What? dia belum pernah sekalipun memanggilku oppa sejak 2 tahun kemarin kami ditunangkan…

“ya! Hyung kau ini bagaimana harusnya kau menenangkannya bukan seperti ini babo” omel baekhyun.

“mianhae.. aku.. aku kotor sekarang oppa! Aku tidak pantas jadi tunanganmu lagi…! huweeee” tangisnya makin menjadi jadi dan keliahatan sangat pedih.

“Mianhae yoo ri” kataku sambil memeluk yoo ri kudekap badan mungilnya berharap bisa menenangkannya walau sedikit.

“kau tidak kotor mereka belum melakukannya yoori-ah kau tidak apa apa..” kataku makin memperdalam pelukannya.

“Tapi oppa… mereka merebut ciuman pertamaku!!!!!!!! Hiks…dan.. dan mereka juga… aarghh hiks hiks hiks…” katanya masih dengan tangis dan memukul mukul dadaku. “gwenchanayo… sudah aku antar ke apartementmu…, baekhyun kau pulang duluan saja”

Lalu aku mengantar yoo ri yang masih kelihatan lemah dan meninggalkan baekhyun disana yang… aku tahu dia masih terpukul sangat terpukul bagaimana tidak?? Tunangannya meninggal! MENINGGAL! Dan… yah tapi yang paling terpukul  justru aku kau tahu? Sebenanrya aku… tidak menyukai yoo ri sama sekali aku menyukai kakak kembarnya Lee Yoo San…

———-

“Kshh… sa.. sakit oppa..” “sebentar ya kau lumayan banyak luka lecet yang nambah karena tadi dan jahitanmu oppa ganti juga kapasnya”

Aku sekarang sedang mengobati yoo ri diapartementnya.

“Aku ingin bertanya suatu hal denganmu” kataku sambil tetap mengobati luka lukanya. “mwo?”

“Kenapakau memanggilku oppa? Bukannya… kau pernah bilang tidak akan memanggil oppa jika sampai kita menikah sekalipun?” tanyaku sambil tersenyum miring. Dan pertanyaanku sukses membuat mukanya merona merah. “Jin.. jja aku dari tadi memanggilmu oppa?” katanya terbata bata “tentu yoo ri hahaha tomboy tomboy kau manis juga ternyata” kataku melanjutkan mengobatinya, meninggalkan yoo ri yang mukanya sudah seperti apel itu. –lol

“Selesai~” kataku menepukkan kedua jariku setelah selesai mengobatinya.

“kyu ya, apakah aku benar benar membunuh yoo san?” tanyanya.

“ohh soal di aula tadi.. menurutku itu kecelakaan…sudah tak usah di ambil hati..”

“Tapi kyu.. sampai orang tuaku pun berpikir seperti itu!!!!” katanya seraya menangis.

“Sudahlah tak usah dipikirkan…” “tapi aku benar benar tidak habis pikir juga yoosan kakak kembarku satu satunya akan meninggal karena kecelakaan yang sama denganku! LEBIH BAIK AKU YANG MATI SAJA!!!!!” katanya sambil memeluk diri sendiri.

Aku melihatnya tidak tega.

“Hiks… oppa… aku ma.. masih…” dia menangis lagi gomawo oppa dan bacon itu.. tadi me.. menolongku.. haha ko aku jadi lemah begini” katanya makin menunduk dan erat memeluk dirinya sendiri sepertinya kejadian tadi membuatnya trauma.

“tapi.. aku… tidak menyangka aku bakal ciuman pertama dengan namja seperti mereka..” tubuh yoo ri bergetar sekarang tangannya memegang bibirnya… yoo ri..

“yoo ri” panggilku dia mendongakkan kepalanya dan benar saja mata dan hidungnya sudah merah lagi akibat menangis. *sret sret   aku mengelap bibirnya dengan jariku.

“Anggap saja.. ciuman pertamamu denganku…”

Lalu aku menciumnya.. sebentar dan lalu menatap matanya yang benar benar kecantikkan yoosan.. kembar yang sangat identik.

“Yoo san….” entah kenapa aku memanggilnya… yoo san?!

Lalu yang tadi membulatkan mata kaget karena aku menciumnya aku yakin sekarang dia kaget karena aku panggil yoo san.

“Kyuhyun aku bukan yoo san… apakah kau menyukainya? Hm? Aku sudah punya firasat.. dari sejak pertama tunangan karena kau tidak pernah bilang cinta padaku atau semacamnya…” kata yoo ri tersenyum pahit.

“Bu.. bukan seperti itu yoo ri aku tadi..”

“sudahlah dan lagi pasti kau juga  berpikir.. aku yang membunuhnya iyakan? Kuharap kau keluar sekarang juga dari kamarku” katanya mendorong sedikit badanku.

“Bukan seperti itu ya yoori!” kataku tapi benar juga aku telah mengkhianatinya? Aku dari awal memang menyukai yoo san bukan yoo ri ini sedikit paksaan hatiku untuk mencoba mencintainya karena aku sudah terlanjur di tunangkan dengannya aku tidak bisa menolak hanya untuk bertunangan dengan yoosan lagipula yoosan juga sudah ditunangkan dengan baekhyun.

Tapi baekhyun….

“mianhae yoori…tapi baek…” “kubilang kau keluar sekrang juga!!! nih jaketmu! gomawo!!” lalu dia melemparkan jaket biru yang tadi kupinjamkan padanya ke arahku, aku mengambilnya lalu aku mengalah aku keluar dan menutup pintu apartemennya cepat cepat.

Kau memang salah kyu tidak seharusnya kau seperti ini.

Author POV

Yoo Ri dan Yoosan tinggal terpisah dari orang tuanya karena rumah mereka terlalu besar untuk di tempatkan hanya 4 orang jadi yang dirumah hanya ortu mereka berdua. Dan lagipula rumah dan appartment, lebih dekat ke sekolahnya apartment.

“Aku butuh kamu sekarang kau selalu membuatku nyaman…” kata yoo ri berbicara sendiri di kamarnya lebih tepatnya kamarnya dan yoo san dulu.

“mianhae yoo san tidak seharusnya aku membiarkanmu menyetir waktu itu…kau tetap saja… disayangi oleh semua orang meskipun kau sudah tiada… kebaikanmu benar benar menyebar. Aku selalu berbuat baik saja tidak pernah sekalipun merasakan itu” kata yoo ri sekarang mengambil frame berisi fotonya dan yoosan.

“Dari kita kecil sekalipun….”

FLASHBACK

Waktu yoo ri dan yoo san berumur 6 tahun kelas 1 sekolah dasar.

Saat itu menjelang tidur.

“eomma appa ceritakan bagaimana aku dan yoori dulu” kata yoo san kepada ibunya yang sedang menyisir rambut yang dulu masih panjang yoosan.

“Dulu… kau dan yoori… hmm… kau sudah bisa jalan dan berbicara pada waktu 1 tahun… yoori 2½ tahun.. yoo san ibu sangat kaget kau bisa jalan dan berbicara secepat itu…” kata ibunya tersenyum ke yoo san “Ya appa juga kaget nak” kata appa yoori dan yoosan.

Di saat itu yoo ri disitu juga tapi hanya sedang mendengarkan dan melihat ibunya itu menyisir rambut yoo san.

“eomma atau appa.. aku juga ingin disisir seperti yoo san”  kata yoori dengan mata berbinar layaknya anak kecil pada umumnya “kau bisa sendiri nak” kata eommanya.

“oh.. arrasso eomma” jawab yoori sedikit sedih.. “yoori aku bisa menyisirmu sini eomma menyisir rambutku aku menyisir rambutmu ^^” kata yoo san mengajak yoori, yoori kelihatan senang kembali dan mau dan berjalan ke yoo san. “sudah tidak usah yoo san, kau bisa sendiri yoo ri” lalu yoo ri tidak jadi “tapi eomma aku bisa menyisirkan rambut yoori” “sudah tidak usah yoo san” kata appanya.

“Ohh baiklah selamat malam eomma appa yoo san aku ke kamar duluan ya”  kata yoori dengan senyum yang dipaksakan, dia sudah biasa dari semenjak dia bisa berbicara selalu saja yoo ri ng.. sedikit tidak dipedulikan. “hm” jawab eomma dan appanya singkat “ya duluan saja yoori nanti aku menyusul” jawab yoosan tersenyum.

“hiks hiks….” terdengar tangisan didalam kamar yang berisi 2 orang anak kecil ini.

“yoo ri ya.. waeyo?” kata yoosan masuk ke kamar dan menutupnya kembali.

“ani.. huks… gwenchanayo yoosan” kata yoori sambil menghapus air matanya dan berbalik dengan tidur menghadap yoosan. “waeyo..? kamu tidak terlihat baik baik saja yoori~” kata yoosan menghapus air mata yoori sekarang mereka berdua akan tidur di ranjang king size untuk badan mungil seumuran mereka.

“Aku menyayangimu yoosan kakak kembarku aku akan melakukan apa saja asal kau tetap bahagia… walaupun diriku sendiri menginginkan apa yang selalu orang orang lakukan kepadamu” kata yoo ri entah anak sekecil itu bisa berbicara sesusah itu, yoosan saja tidak mengerti apa maksud yoori hanya mengerti kalau yoori akan terus menyayanginya. “ne aku juga akan selalu menyayangimu yoori”

Lalu kedua anak kecil itu tertidur dengan genggaman tangan di tengah mereka..

Saat kelas 6…

Ya anak SD namja selalu menganggu yeoja yang disukainya begitu pula yang dialami yoori dan yoosan.

Di pinggir sungai…

“Yoosan aneh~ yoosan lemah~ yoosan aneh~ yoosan lemah~” teriak para anak sd yang laki laki mengelilingi yoosan.

“hiks hiks….” yoosan hanya bisa menangis… “yahh sekarang menangis…” kata laki laki tetap mengejek yoosan.

“hey kalian! Jangan sakiti yoosanku!!!” teriak yoori setelah menemukan kakaknya terduduk menangis.

*plak plak yoori melempar batu batu kerikil ke arah anak anak laki laki itu.

“YA!! DASAR! ADIK KEMBAR ANEH!”

“YA BENAR YANG SATU MANIS YANG SATU IBLIS KAU TIDAK COCOK SEBAGAI ADIKNYA!”

Cibir anak laki laki itu semua, dan berlari.

Sebenarnya kata kata mereka menyakiti yoori tapi yoori tetap berusaha tegar…

“gomawo yoori… hah mereka jahat sekali padahal kau manis yoori” kata yoosan memeluk yoori.

“cheonma.. sudah tidak apa apalah hehe sekarang kita pulang yuk” kata yoori melepaskan pelukan yoosan dan  tersenyum tegar.

Saat yoori dan yoosan SMP dan SMA…

“Lihat mereka mirip sekali…! tapi yang satu sepertinya tomboy” “ne benar sekali!! Aigo ada yeoja secantik mereka?”

“gyaaaaaa yoo san peringkat 1 lagi kembarannya hanya peringkat 70 hahahaha perbedaan yang jauh sekali ya ckckckck”

Yoo san yang tidak belajarpun karena lupa atau semacamnya bukan karena dia malas, tetap bisa peringkat 1 sedangkan yoori yang sudah belajar sekuat tenaga sampai begadang pun tetap saja peringkat lumayan rendah.

Cibiran, perkataan yang menyakiti, perbedaan pandangan orang orang terhadap mereka berdua, perbedaan simpati, perbedaan perlakuan. Itu yang selalu membuat yoori tertekan, mereka berdua seakaan hanya identik fisik, selebihnya berbeda sekali.

Tapi yoori tidak pernah membenci yoosan, dia juga tidak pernah mengungkapkannya pada siapapun selalu dia simpan sendiri. Dia selalu mencintai yoosan dan orang tuanya ataupun orang sekelilingnya dia selalu ingin berfikiran positif.

Sampai pada saat kelas  1 SMA mereka di tunangkan.

“Baekhyun dengan yoosan dan yoori dengan kyuhyun” kata appa yoori dan yoosan.

Hhh perlakuan tunangannya saja berbeda sekali dengan yoori dia lebih bersifat melindungi ke yoosan, dan kyu dan yoori tidak terllau terlihat sebagai pasangan melainkan hanya Teman dekat yang suka bertengkar -_-

FLASHBACK END

*tes.. tes…

Tetes demi tetes air mata yoori jatuh ke frame foto…

“aigo… kau tidak boleh menangis atau kau akan membuat sedih yoosan yang sudah ada disurga itu” kata yoori tersenyum sendiri sambil menghapus air matanya.

“Cho kyuhyun… kalau memang dia suka dengan yoosan kenapa mesti dia menciumku tadi? Sebaiknya tidak usah saja karena aku sempat berpikir kyuhyun benar benar mencintaiku…” kata yoori sedih..

“dan juga tadi melihat tatapan semua orang dan orang tuaku sendiri aku benar benar seperti pembunuh… ahhhh!! Semua ini membuatku berpikir aku tidak ada gunanya lagi jika masih hidup, semua orang hanya terpaku pada kau Yoosan andai aku saja yang mati…” teriak yoori stress dan memilih duduk melipat badannya di sudut ruangan…

———————————

Baekhyun POV

“Jeongmal…..? yoori tidak masuk? Lagi???” tanyaku ke teman sekelasku ya aku sekelas dengan yoori juga.

Aku dari tadi tidak melihat yoori sama sekali hari ini dan 2 hari yang lalu.

“Kenapa kau mencari yeoja itu? Bukannya kau itu tunangan yoosan? Kau mau mencari pembunuhnya?” kata salah seorang temanku yang langsung membuat seisi kelas yang tadinya ramai jam istirahat menjadi sepi hanya suara ramai di luar kelas.

Apa- apaan dia berkata seperti itu? Mau cari mati?

“Lancang sekali kau bilang seperti itu Taecyeon” kataku geram kepadanya.

“Ya baekhyun kenapa kau percaya sekali kalau yoori itu tidak yang membunuh yoosan sih?” kata jessica teman sekelasku juga.

“Ya kau tidak menyadari? Yoori pasti iri dengan yoosan hingga berbuat seperti itu, kalau aku jadi yoori juga aku pasti akan sangat iri”

“bener banget mereka kembar sangat mirip tapi dalamnya benar benar berbeda”

Sungguh apa apaan seluruh sekolah ini? Huh? Selalu berkata seperti itu tentang yoori.

“Hah benar harusnya kemarin kau jangan mengganggu kami, mereka juga pasti setuju aku dan 2 temanku menyakitinya kemarin hahahaha~” kata hyukjae tiba tiba dan diikuti tawa 2 temannya changmin dan chanyeol.

“Sungguh apa kalian tidak kapok juga di hajar olehku dan hyungku huh? Kalian manusia rendahan yang berusaha memperkosa yoori bodoh” kataku mendekati ketiga komplotan yang penuh muka lebam dan perban sekarang karena kemarin dan berbicara itu dengan kesan mengerikkan.

“huh~~ hyaaa takut deh~” kata changmin sok sok takut dengan muka sok imutnya. Sialan.

“Memangnya kalian tahu apa tentang yoori, huh” kataku kesal dengan seluruh orang disini. Sambil membuka tas dan menyiapkan buku untuk nanti.

Aku Byun Baekhyun namdongsaeng Kyuhyun aku memakai marga eommaku sedangkan kyu hyung memakai marga appaku jadi marga kami berbeda. Kyuhyun hyung yang sebenarnya menyukai yoosan malah di tunangkan dengan… yoori. Dan itu juga membuatku sedih karena… sebenanrya aku itu menyukai.. Yoori.

“anak anak duduk di tempat masing masing kita mulai pelajarannya”

Lalu Zhoumi seosangnim datang pelajaran bahasa mandarin.

“Kita tetap berduka cita karena salah satu orang yang kita sayangi dan kita banggakan meninggal 3 hari yang lalu… semoga saudaranya itu bisa menyeimbangi Lee Yoo San kita ya..tapi kurasa dia menyerah? Terlalu berbeda sampai sampai sudah absen selama 3 hari. haha”

Sampai gurupun menyindir Yoori huh? Apa dunia ini sudah mulai gila atau apa?

————————-

*TENG TENG TENG lonceng sekolahberbunyi pertanda jam pulang.

Aku mengambil tas jinjing hitam kulit mengkilatku yang tergantung di gantungan tas di mejaku yang juga memang seragam dengan murid yang lain, dan bergegas mencari yoori mungkin dia diapartementnya..?

Sepertinya kejadian kemarin membuatnya.. trauma. Bagaimana tidak? Kemairn begitu banyak masalah yang menghigapi yoori bahkan orang tuanya sendiri.. hah  seorang diri itu tidak enak. Apa lagi aku tau… semua orang sering lebih membanggakan yoosan dari pada yoori. Bagaikan bunga yang wangi… Yoosan bunga yang indah.. wangi… cerah..menjadi perhatian orang.. sedangkan yoori hanya bunga yang tidak begitu cantik dan hanya wangi. Perbedaan pandangan.. aish semua orang berpikir begitu tapi terkecuali aku.

Aku akan menelfon kyuhyun hyung mungkin dia tau sesuatu karena kemairn dia mengantar yoori ke apartementnya, dan juga ya kyuhyun itu kan tunangan yoori… aku selalu sesak mengetahui itu.

“Yoboseo kyuhyun hyung? Kau sedang ada kuliah?”

“ani baekhyun waeyo?”

“yoori… tidak masuk sekolah… sudah 3 hari”

“jeongmal? Ah pasti karena waktu habis aku mengantarnya ke apartemen.. sebenarnya kemarin  3 hari yang lalu itu baekhyun…”

“ne hyung?”

“Aku…. mencium yoori mianhae.. dan habis menciumnya aku memanggilnya dengan yoosan dan aku menceritakan semuanya tentang aku menyukai yoosan..”

Aku terpaku.

“Namja babo, hah! Kau berani sekali mencium yoori sedangkan kau tidak punya perasaan apa apa dengannya! Sudah gitu kau menceritakan kau menyukai yoosan lagi! Sudah pasti hatinya akan sakit! Kalian sudah 2½ tahun berpacaran sebagai tunangan ya CHO KYUHYUN!” kataku kesal sambil masuk mobil hitamku.

Kalau aku sudah memanggilnya dengan tanpa ada embel embel hyung berarti aku sudah sangat marah.

“Mianhae baekhyun, jeongmal mianhae.. aku tidak tega melihatnya kemarin.. mianhae baekhyun” jawab kyuhyun hyung parau diseberang sana.

“hah sudahlah aku akan ke apartementnya sekarang, kamsha hyung” kataku sedikit ketus dan mematikan telfon.

Hah.. hyung ceroboh…

———-

*ting tong

“ne… tunggu sebentar”

“b.. bacon?!” kata yoori kaget dan mau menutup pintunya lagi, hah tetap saja dia memanggilku bacon.

“aku mohon yoori bukakan pintunya!” kataku menggedor gedor pintunya.

“aku mau berbicara sesuatu padamu!”

Belum ada jawaban.

“Jebbal yoori-ah!”

*krek

Lalu pintu terbuka.. menandakan aku boleh masuk? Lalu aku masuk… dan menuntup dan mengunci pintu kembali.

“Y.. ya yoori! Ada apa denganmu!?” kagetku melihat yoori sangat lusuh lingkaran hitam besar di matanya rambut panjangnya yang tak terurus sudah 3 hari sudah begini bahkan apartemennya pun berantakan sangat sangat seperti Dia sudah seperti terkurung selama 1 bulan.

“ah tidak ada apa apa langsung saja apa maumu kesini? Mau menuduhku lagi huh? Ya ya! Aku mengerti aku memang pembunuh!! Persetan dengan kalian semuanya!!!! LEBIH BAIK AKU YANG MATI! AKU BENCI SEMUANYA!!!! SEMUA MAU MENYAKITIKU SILAHKAN KARENA MEMANG AKU PANTAS MENDAPATKANNYA! LEBIH BAIK AKU BUNUH DIRI SAJA! TAK ADA GUNANYA AKU HIDUP!” katanya berteriak didepanku dan menangis..  baru pertama kali aku lihat yoori begini karena biasanya dia kuat sekali.

Apakah… 2 orang yang selalu bersama disaat yang 1 hilang maka kekuatan yang 1 juga akan berkurang? Yoosan ketiadaanmu mengubah segalanya..

“Anio yoori –ah bukan seperti itu aku tidak berfikir seperti itu..” aku pun memeluk yoori.

“Lepaskan aku jangan bersimpati denganku kalian kakak beradik sama saja” katanya ketus melepaskan pelukanku.

“mianhae soal kyu hyung…” kataku mewakili kyuhyun hyung.

“hah kurasa kau sudah tahu dari awal kalau kyuhyun menyukai yoosan bukan aku aku lebih baik tahu dari awal”

“ya kau benar aku mau bercerita padamu yoori”

Lalu yoori menjawabnya dengan alis nya yang dinaikkan bingung.

Sebenarnya…

FLASHBACK

Sekitar   2½  tahun yang lalu…Saat bulan ke tiga setelah tunangan….

“m..mwo..? seb.. sebenarnya  kyuhyun itu me.. menyukaiku?” kata yoosan kaget dengan yang kuceritakan soal kyuhyun menyukainya.

“Tapi.. yoori…”

“ne kita mungkin akan memberitahukannya nanti diwaktu yang tepat.. dan juga aku menyukai.. yoori yoosan mianhae” kataku meminta maaf ke yoosan.

“oh… gwenchana haha untung kau bicara jujur sekarang, aku akan lebih sakit hati bila saat kita menikah nanti kau baru memberitahukannya” kata yoosan tersenyum dengan senyuman manisnya.

“kalian ini mirip sekali… sama manisnya” kataku sedikit bercanda tapi memang mereka kembar yang sangat sempurna menurutku yah walau the truth is ga ada manusia yang sempurna.

“haha kau bercanda ya..tapi.. aku merasa bersalah dengan yoori aku merasakannya aku merasakan aku sedih melihat sekeliling hanya memperhatikanku aku tahu disisi lain yoori yang kuat juga butuh perhatian besar.. dari kecil.. aku benci di anak nomor satukan di keluarga dan orang orang sekitar padahal disisi paling dekatku ada adik kandungku yang manis yang juga butuh perhatian kadang aku merasa diriku ini menjadi masalah bagi yoori.. tapi yoori tidak pernah berkata jahat atau berlaku jahat kepadaku.. itu yang membuatku semakin sedih dia selalu menyimpannya sendirian..”

Kaya yoori panjang lebar, hah aku mengerti sekarang.

“Ku harap jika aku meninggal nanti kau mau menjaganya dan soal kyuhyun… kalau memang dia tidak juga suka pada yoori segera tinggalkan yoori sebelum mereka menikah hahaha”

“meninggal? Hey kau jangan ngomong sembarangan yoosan-ah! Hahaha”

Kami bercanda membicarakan kematian dan 3 hari yang lalu benar benar terjadi. Yoo san meninggal. Itu membuatku tidak percaya.

Dan saat hari terakhir yaitu saat dimana hari ke empat dia koma dia bangun… saat hanya aku dan yoosan di kamar rumah sakit..

“Ba..baekhyun?”  kata yoosan lemah seraya membuka perlahan kedua matanya

“k..kau bangun??! Aku akan panggil keluarga!”

“ani jangan dulu ba…baekhyun kkhh” katanya sembari melepas yang untuk oksigen di mulutnya.

“a…apa kau in..ngat kata kataku yang dulu? Yang soal kau mau menjaga yoori nanti?”

“ah ya aku ingat yoosan..”

“ku harap kau benar benar melakukannya.. aku tidak mau yoori merasakan sakit ..”

“ne.. aku akan menjaganya.. tapi kau jangan bicara ini dulu… kau belum meninggal yoosan” kataku menggenggam tangan kurus yoosan.

Yoosan menggeleng lemah.

“aku.. sudah melihat cahaya putih selalu saat aku koma… dan semuanya bergerak seperti roll film.. dari saat aku merasakn bisa berjalan sendiri.. masuk sekolah.. haha…aku seperti berada di ambang kematian..” katanya menatap lurus ke atas tetes demi tetes keluar dari matanya..

*seperti roll film hehe kaya waktu kyuhyun ceritain pas dia kelempar dari mobil dan pingsan dia melihat pikirannya bergerak kaya roll film dimulai saat dia mulai sekolah.. jadi anggota suju dll… dan harapan hidupnya Cuma 20% waktu itu, kejadian tahun 2007 lalu TT TT*

“jangan bicara seperti itu kumohon yoosan.. “

“ohok! Ohok!!”

“YA YOOSAN!! AKU AKAN CEPAT PANGGIL DOKTER!”

Kegetku setelah yoosan tiba tiba batuk darah.

…..

Dan juga saat itu dia…

Meninggal….

FLASHBACK END

“Kau tidak berbohong padaku kan..?”

YOO RI POV

“kau tidak berbohong padaku kan..?”

Aku kaget mendengarnya ternyata benar apa yang kurasakan Yoosan selalu memikirkanku, makanya aku merasa tak perlu juga membencinya malah snagat mencintainya.

“tentu tidak yoori”

Aku mengeluarkan air mata lagi…

“gomawo baekhyun,.. gomawo yoosan…” kataku menangis dan benar benar menangis sekarang.

“ne cheonma makanya.. kau juga tenanglah..” lalu baekhyun memelukku lagi, dan entah aku tidak menolaknya aku merasa damai..

“t.. tunggu dulu… tunggu dulu!”

Aku melepaskan pelukan baekhyun setelah menyadari sesuatu.

“k..kau bilang kau menyukaiku?????!! MENYUKAIKU?” sadarku dengan sisipan kata baekhyun menyukaiku dari ceritanya tadi.

Dia menjawabnya dengan senyum, aigo senyumnya sangat manis yoosan beruntung… ya walaupun kyuhyun juga senyumannya lembut..

“jeongmalyyo??? Ada apa ini?? Gyaaa!!!!!!” kataku kaget mukaku benar benar panas tak terkendali sekarang.

“haha kau memang manis sesuai dugaanku” katanya tersenyum lagi.

“dasar namja yang suka bereyeliner! Jangan membuatku seperti ini!”

“haha..  yang bilang aku keren saat beryeliner itu kau dan yoosan ya aku tidak salah apa apa karena pertama kali yang memakaikan itu yoosan wee” katanya mehrong ke arahku.

Siallll~

“bukan berarti aku menerimamu sebagai namjaku sekarnag ya bacon jelek” kataku seraya berusaha tenang biar mukaku tidka merah lagi.

“ya aku mengerti nona” katanya tersenyum, aish…

“baiklah saatnya nona mandi~~”

“KYAAA LEPASKAN!!!” aku kaget baekhyun menggendongku ala bridal style.

“Nah! Sana mandi aku akan membereskan kamarmu yang berantakan itu annyeong!” katanya menaruhku di bak mandi kamar mandi lalu berlalu menutup kamar mandi, aigo kenapa dia bisa mengangkatku? Apakah dia sekuat itu?! Kan membuat jantungku berdetak cepat, kau bodoh ya byun baekhyun!!!!

————–

“Sudah selesai mandi? Haha” “ne aigo rapih sekali”

Kulihat kamarku.. hah benar benar rapih layaknya sebelum kejadian itu.

“gomawo baekhyun” “cheonma, dan maukah kau memaafkan hyungku?”

“hah…ne aku memafkannya”

“gomawo juga ^^”

“ne baekhyun…bisa tolong antarkan aku ke rumah ortuku? Aku ingin berbicara sesuatu ke mereka”

“hm? Tentu kenapa tidak?”

Aku sekarang ada dimobil baekhyun.. saat berendam mandi aku memikirkan untuk meminta maaf ke orang tuaku.. haha aku bingung juga sih sebenanrya aku salah apa tapi kalau memang  mereka pikir ‘aku anak yang tak diingankan’ aku akan meminta maaf.

Sampai di rumah ortuku aku langsung ke rumah…mencoba membuka pintu dan ternyata tidak dikunci.

Aku masuk… sampai di tembok perbatasan ruang keluarga dan runag tamu…

“Bagaimana ini? Yoosan kita meninggal.. aku takut yoori anak kita yang biasa biasa itu tidak bisa melanjutkan bisnis kita”

Jeongmal? Seperti suara eomma..dari ruang keluarga  jinjjayo? Segitukah aku?

“Yoo ri ya… ya aku juga takut habis yang kita harapkan menjadi penerus itu yoosan bukan yoori yoori tidak terlalu pintar dan tidak spesial makanya aku memilih dia bersama kyuhyun karena menurutku kyuhyun cukup bisa meneruskan bisnis keluarganya dan yoosan ke baekhyun yang sama sama pintar dengan kyuhyun dengan begitu yoosan juga bisa hidup bahagia dan yoori juga bisa hidup bahagia”

Jinjja? Memang mengesalkan tapi kata kata akhir mereka yang ingin aku bahagia membuatku sedikit senang.

“Tapi kita masih berharap jika yang meninggal itu yoori bukan yoosan, huh”

Hah.. ga mungkin aku pasti salah dengar.

“ya aku juga appa, aku lebih ingin yoosan yang hidup bukan yoori, yoosan meninggal kita seperti hampa aku takut yoori akan menjelek jelekkan keluarga kita dengan nilai standar dia disekolah huh”

Oh….

“ya selalu peringkat 1 dengan selalu peringkat 70 terlalu jauh, mana mungkin bisa jadi penerus kita”

“ya anak biasa biasa itu, harusnya yang dilahirkanku saat itu yoosan saja, supaya yoosan tidak mengenali hal hal yang bersifat ketomboyan dan seperti yang katanya dia ingin mencoba ngebut itu, yang diketahuinya dari yoori, harusnya kita mempunyai anak tunggal saja”

Sungguh itu menyakitkanku eomma, aku juga kan lahir dari rahimmu bahkan appa eomma yang selalu bersikap dingin terhadapku tetap aku cintai, jebbal eomma appa kata kata itu sangat menyakitkanku.

“Yoori pembawa sial kita”

*krek

Aku menginjak.. sesuatu hingga menyebabkan suara. Aigo..

“siapa itu?!” teriak appa

Lalu aku muncul yang tadinya di balik tembok..

“eomma appa… mianhae… mianhae kalau aku benar benar bukan anak yang diinginkan eomma appa..”

Aku beranikkan diri menatap eomma appaku walau sebenarnya dimata ini sudah terbendung air mata yang mau tumpah.

“yoori..” kata eommaku

“mianhae eomma appa mianhae aku mengerti aku juga berpikiran sama tidak ada gunanya aku lahir didunia ini semua hanya menginginkan yoosan bukan aku aku juga sangat berpikir aku saja yang mati saat itu, jeongmal mianhae..!” kataku menunduk berkata ini aku menangis.. dan tidak danggup melihat muka mereka..

“tapi tunggulah aku akan berubah! Aku akan belajar dengan baik dan menjadi anak yang diinginkan oleh kaliansemua!” kataku tersenyum tegar dan berlari keluar rumah.

“Waeyo yoori?”

“kata mereka mereka ingin aku saja yang mati saat itu”

“mwo?”

“dan kata mereka makanya aku dipilih dia bersama kyuhyun karena menurutku kyuhyun cukup bisa meneruskan bisnis keluargaku dan yoosan ke baekhyun yang sama sama pintar dengan kyuhyun dengan begitu yoosan juga bisa hidup bahagia dan yoori juga bisa hidup bahagi, kata mereka begitu, dan mereka bilang mereka takut aku akan merusak nama baik mereka”

“hah? Gwenchanayo yoori? Itu semua terdengar bukan berita bagus” kata baekhyun dengan raut khawatir.

“Baekhyun… tolong aku ya”

“ne? Apa?”
“tolong ajari aku semua pelajaran hingga aku bisa ranking satu, kau kan ranking 2 yah walaupun dibawah yoosan sih yoosanku kan ranking 1”

“yah kau mau  meledekku huh? Gini gini aku hanya beda 1 point denga yoosan, tapi apa maksudmu aku mengajarimu?”

“kau tahu kan? Aku ranking 70 aku ingin tes berikutnya dan saat lulus aku peringkat 1 atau 2 tak apa, aku tidak mau jadi pengecut, aku ingin mereka berpikir aku juga manusia yang pantas untuk hidup juga, ya aku akan menunjukkan aku benar benar kembaran yoosan”

Baekhyun POV

“kau tahu kan? Aku ranking 70 aku ingin tes berikutnya dan saat lulus aku peringkat 1 atau 2 tak apa, aku tidak mau jadi pengecut, aku ingin mereka berpikir aku juga manusia yang pantas untuk hidup juga, ya aku akan menunjukkan aku benar benar kembaran yoosan”

Katanya dengan tatapan semangat, nah kan… ini yang kusuka darinya selalu tegar dan semangat walaupun menghadapi kejadian mengerikkan sekalipun.

“Baru ini yoori yang kusuka” kataku mencium puncak kepala yoori membuat yeoja manis yang didepanku ini mematung.

Aku lanjutkan saja menyetirnya menuju apartementnya hahaha~  membiarkan dia yang masih mematung, lucu sekali.. hahah

————-

“Kyuhyun hyung, sebaiknya kau cepat cepat cari yeoja baru” kataku ke kyuhyun hyung yang sedang memandang layar hpnya, dan setelah kulihat itu foto yoosan.

“Sudahlah hyung… yoosan sekarang masih ada di hatimu tenang.. kalau kau sedih itu membuatnya tidak tenang dialam sana”

“ah.. ne baekhyun haha aku hanya kangen..  maksudmu apa dengan cari yeoja baru?”

Lalu saat ku baru mau memberi jawaban tiba tiba

“jangan bilang kau sudah.. dengan yoori???? Jinjja???!!!”

“ne~ hehehehe dia lucu sekali kenapa kau bisa tidak menyukainya ckckcck” bingungku padanya

“karena memang dari dulu aku menyukai yoosan walaupun aku tahu yoori juga manis, haha ya tentu semoga kalian benar benar jaidan dan.. bagaimana keadaannya?”

“baik sangat baik bahkan dia bertekad untuk merubah segalanya dia akan belajar untuk jadi peringkat atas dan mau membuktikan dia benar benar kembaran yoosan dan pantas dengan itu”

“wow… kau mengubahnya ya… hebat adikku memang hebat” kata kyuhyun hyung menepuk nepuk kepalaku

“ya! Aku sudah besar jangan berlaku layaknya aku masih kecil!” protesku

“walaupun aku sudah tinggi dan besar aku akan tetap berpikir kau adikku yang manis hahahaha~”

“karena aku? Aku mengubahnya? Kurasa karena semangat dia sendiri…”  kataku berbicara kecil dan tersenyum.

“waeyo baekhyun?”

“ani hahaha”

Author POV

Besoknya yoori masuk sekolah.

Tentu saja semua orang melihat dia dengan tatapan aneh…. aneh sekali.

“Lihat… dia muncul lagi.. sang pembunuh yoosan!”

“iya iya lancang sekali dia datang ya”

Bisik bisik orang sekitar.

“maaf… kalau mau membicarakan orang, didepanku langsung saja aku siap” kata yoori mendekati sumber suara tadi.

“ha… apa kau bilang??!! Hah?? Da..dasar pembunuh!!!”

“kau berbicara pada orang yang salah aku bukan pembunuh ”jawbanya tersenyum membuat kesal semua orang disekitarnya.

….

“ya yoori! Kau benar benar datang! Hahaha!” sapa baekhyun yang tadinya sedang duduk di atas meja dan mengobrol dengan yang lain.

“Haha tentu bacon tentu aku akan datang” jawab yoori dengan senyum.

“Wahh pembunuh datang~ hebat juga nyalimu nona killer” kata Hyuna menyindir yoori.

Baekhyun sudah khawatir jika bisa saja nanti yoori drop lagi.

“maaf aku bukan pembunuh, gomawo sudah menyambutku masuk kelas ^^” jawab yoori dengan senyumannya lagi.

“yeoja jelek, duduk paling pojok dekat jendela itu sana pergi kau tidak pantas duduk disini lagi” Kata jessica ketus menempati tempat duduk paling depan yang biasa di duduki yoori.

“ne gomawo..”

Lalu yoori duduk paling pojok.

“annyeong yoori” sapa baekhyun yang tiba tiba duduk di sebelah yoori.

“bacon? Kenapa kau pindah kesini? Kau kan di depan”

“anio masa aku membiarkanmu sendiri dipojok sebelahmu 3 namja aneh itu lagi, lagipula aku juga kan kalau duduk di depan sebelahmu”

“ohh haha….gomawo, oh ya.. kemarin makasih belajarnya dan.. nanti pulang sekolah kita belajar lagi ya ^^” senyum yoori ke baekhyun

“tentu~”

Lalu pelajaran dimulai…

“Lee Yoo Ri” absen guru sampai pada yoori

“ne!”

“ohh kau sudah masuk lagi rupanya haha kukira kau akan keluar dari sekolah ini lee yoo ri, kuharap kau bisa mengikuti pelajaran dengan baik seperti kakakmu”

“ne aku pasti bisa seosangnim”  jawab yoori mantap.

Benar saja setiap guru mengetesnya dia menjawab dengan baik padahal sebelumnya dia suka salah menjawab walaupun sudah berusaha menjawab dengan benar.

*TENG

Istirahat dimulai..

Yoori dan baekhyun keluar kelas menuju kantin.

Tiba tiba

*byuur brak*

Tempat sampah basah jatuh tepat di yoori. Yoori diam. Semua orang memperhatikannya, baekhyun tidak percaya apa yang dilihatnya.

“hahahaha rasakaann~” tawa sekelompok orang orang yang  melempar tempat sampah tadi.

“Ka..kau!!!” kesal baekhyun mau menghadap orang orang itu.

“sudah tak apa bacon.. biar aku saja” kata yoori sembari membuka tempat sampah yang berhasil dimasuki oleh yoori.

Lalu yoori maju….

“Kamshahmnida…” katanya tersenyum dan membungkuk.

Tentu membuat semua orang kaget.

“jjeong… jeognmal? Kau hanya begitu?” tanya baekhyun setelah yoori kembali padanya.

“gwenchana aku mau mandi dulu di ruang ganti dan ganti baju dengan seragam cadangan di lokerku, kau makan duluan saja” balas yoori tersenyum.

Dan yah begitu seterusnya banyak yang mengerjai,, mengatai ngatai yoori.. tapi tidak mmeuat yoori patah semngat juga.

Dia juga seperti biasa.. membantu orang yang kesusahan.. membawa buku ke perpus, mebantu orang yang jatuh, semuanya walaupun ada yang beda, yoori berusaha untuk menganggap itu normal, dan melakukan seperti yang sebelum kejadian itu.

Hari hari dilalui yoori dan baekhyun.

Belajar.. berangkat bersama…

Lama lama mereka mengenal satu sama lain…

Tidak tanggung tanggung perjuangan keras yoori membuahkan hasil. Dia mendapat ranking 2, yah walaupun yoori harus mengakui baekhyun memang pantas di ranking 1.

Hingga saat tes terakhir tes kelulusan mereka berdua..

Yoori POV

@apartemen yoori

“diam atau nanti eyelinernya akan berantakan bacon!!”

Haha aku lega semuanya berakhir… tinggal tunggu hasil pengumuman tes kelulusan besok.. harinya besok.. semoga aku lulus. Aku juga senang aku berhasil selalu mendapat ranking 2 di sekolah ^^

Aku sekarang sedang memakaikan eyeliner ke mata baekhyun.

“Aish.. kau ini masih saja belum bisa memakai eyeliner sendiri bagaimana sih”

“apaan sih maklum aku ini namja babo! Terakhir pakai eyeliner dipakaikan yoosan terus aku mencobanya selalu jelek” kata baekhyun sambil menutup mata.

“Nah sele…..” Terpaku melihat apa yang didepanku sekarang.

“Wae? Kau membuat mataku aneh ya??!”

Baekhyun semakin keren…

“bacon jelek kau terlihat sangat keren” kataku mengalir begitu saja.

“Jeongmal? Kaca kaca aku butuh kaca!”

Lalu aku memberikannya.

“ya ampun… ya aku terlihat makin keren kau benar~! “

Aku berusaha diam saja haya tersenyum, bisakah dia berhenti menyebutku manis manis manis? Memangnya aku gula atau apa??

Tersenyum semanis mungkin.

“Yoosan…..”

Tunggu dia bilang apa? Yoosan?

“yoosan? Kau memanggilku yoosan?” tanyaku heran.

“An..ni hanya sekilas kau mirip sekali dengannya ah bukan bukan memang sangat mirip tapi tadi aku terbesit pikiran yoosan mianhae aku tidak bermaksud apa apa aku tetap menyukaimu yooriah~!!!!” kata bakehyun merapatkan tangannya dan menunduk di depanku.

Aku tidak merasa kesal ko.

“hahahaha!! Kau ini sudahlah tak apa lagian kalau sekilar kau pikir aku yoosan hebat  juga aku jadi semanis secantik sebidadari yoosan hahaha! Dan lagi kenapa kau bilang kau tetap menyukaiku? Bahkan kita saja belum pacaran bodoh!” kataku terbahak bahak.

“m..mwo?” katanya mungkin kaget melihat reaksiku. Apa dia sudah lupa? Aku kan sudah bilang aku akan berubah.

“mwo apanya? Kan sudah kubilang aku tidak peduli lagi apa yang dikatakan orang jadilah lebih baik kedepan terus menerus begitu bacon”

“ohh syukurlah….”

“lagilupa aku juga tidak ingin kalian semuanya melupakan yoosan” kataku tersenyum.

“kau manis sekali, kapan kau mau jadi yeojaku jebbal yoori ya!!” kata baekhyun dengan tampang memohon. Aigo kurasa mukaku panas sekarang.

“apa maksudmu.. aku manis heh? Menjadi yeojamu? Nantilah aku p.. pikirkan lagi..” kataku gugup. Selalu selalu saja baekhyun begini!! Aish!!

“hehe kau tambah manis yoori” pujinya lagi, ah kurasa dia bisa menjadi namja tergombal didunia ini.

“dasar sok gombal!!” kataku seraya mehrong ke arahnya.

“ahh aku tidak bisabersabar menunggu besok.. semoga kita lulus dan aku bisa berbaikan dengan ortuku!!!” kataku sedikit berteriak kelewat senang.

“amien! Semoga saja dan aku bisa cepat cepat ditunangkan denganmu~!!!” katanya lagi

“YA! DIAM KAU BYUN BAEKHYUN!!!!!” kataku sambil melempar bantal sofa. Aish namja ini mau membuatku mati tersipu hah???

“tapi bacon.. apa kyuhyun sudah punya pasangan baru?”

“tentu hyungku kan tampan dan pintar sama sepertiku jadi gampang saja mendapat yeoja baru”

“aish berhenti membanggakan drimu dan hyungmu itu bacon jawab saja apa yang kutanya!!”

“ya ya ya… dia sudah menjalin hubungan serius dengan teman kerjanya Lee Ha Ni”

Ohh.. pasti dia cantik karena aku tau tipenya pasti tidak jauh dengan yoosan.

Walau sudah setengah tahun bersama baekhyun aku tak kunjung menerima pernyataan cinta baekhyun yang terus menerus terbang dan mendarat diaku -_-

Bukan berarti aku tidak mau menjadi yeojanya tapi… aku ingin semua selesai baru aku akan menyelesaikan urusanku dengan bacon yang satu itu.

Aku melihat sedikit sedikit yah lebih tepatnya curi curi pandang ke arah baekhyun.. yang sedang bermain psp. Sungguh kakak beradik yang sangat mempunyai kharisma tinggi, sang kakak dengan suara merdu, dan senyuman maut, sang adik yang manis dan sangat baik tentu juga punya senyuman maut. Kyyaaa baekhyun keren sekali aku jadi semakin menyukainya..

“mwo? Apa? Ada yang salah dengan wajahku?” katanya tiba tiba.

Ternyata tak sadar kau memperhatikannya sambil tersenyum.

“He…he apakah aku terlalu keren?” katanya seraya senyum miring.

“ani.. biasa saja” kataku mengelak.

“dasar liar” dia mengataiku pembohong huh? _-

“aish terserah kau lah”

——————————————————-

ESOKNYA…..

“10….. tak ada namaku… 9… 8….7……6….5….4….” kataku sambil menunjuk papan pengumuman… aku mulai dari yang 10 besar semoga aku ada, tapi sampai 4 pun aku ga ada aku mulai khawatir.

“baekhyun!! Sampai 4 pun aku ga ada eottheokkae????” kataku panik ke baekhyun yang berada di sebelahku, aihshh rame sekali disini.

“yeoja babo lihat dulu 1,2,3 nya” kata baekhyun santai.

“3 park in ra, 2……………………. Lee……….. Yoo…. Ri…….” lalu dengan tampang kaget aku menghadap baekhyun.

“mwo?” tanyanya sambil tersenyum.

Aku pun menarik tangannya keluar dari kerumunan yang mau lihat pengumuman ini.

“kau tahu? Aku peringkat…… 2 aku peringkat 2 BYUNBAEKHYUN!!! Kyaaaa!!! XD” kataku sambil memeluk baekhyun senang!! Bagaimana tidak? Berarti aku bisa berbaikan dengan orang tuaku!! Kyaaa!

“le…lepaskan aku yoori” kata baekhyun.

Omo, aku lupa aku memeluknya. Aish =/////=, tapi.. baekhyun bisa malu juga? Kirain.. abisnya dia juga sellau memelukku -_-

“m..mianhae…”
“lihat sekelilingmu” kata baekhyun lagi.

Kenapa semua orang memperhatikanku?

“Mianhae… tolong maafkanlah kami semua” tiba ketua osis Choi Siwon yang menggantikan kakakku yoosan maju dan menghadapku.

“mianhae kenapa?” tanyaku bingung.

“ya… minta maaf karena… kami semua selalu mencibirmu, kau tidak pembunuh, dan kau juga pintar, mianhae”

Hah? Tunggu apa ini tidak terlalu berlebihan? Sampai ketua osis iya sih memang dia juga suka mengerjaiku, Lagipula aku sudah tidak ambil pusing dengan itu semua.

“maafkan kamijuga…” kata jessica diikuti hyuna.. taecyeon…

Lalu semua orang menyirtkan ‘mianhae’ di mata mereka.. aku tersenyum menahan tangis…

Apakah in semua artinya aku sudah diterima? Jeongmal? Aku senang sekali.

“Gwenchanayo.. dan kamshahmnida!!!!” kataku membungkuk 90o

Di balas senyuman satu sekolah, ya termasuk guru guruku.

——

“Lee Yoo Ri dan Byun Baekhyun… kalian mendapat beasiswa ke Jepang, apakah kalian mau menerimanya?” tanya boa sesoangnim tiba tiba menghampiriku dan baekhyun yang sedang mau pulang.

Aku dan baekhyun beratatapan.

“Apakah ada beasiswa harvard atau semacamnya boa seosangnim?” tanya baekhyun bercanda.

“ohh baru saja ibu mau menanyakan ke kalian, apa kalian juga mau menerima besiswa ke harvard?” tanya boa sesoangnim santai.

“MWO????” kagetku dan baekhyun

———————

“baekhyun doakan aku..” kataku di mobil baekhyun ya dia mengantarku ke rumah ortuku.

“ne pasti! Sekarang sana pergi!”

…..

*ting tong

Aku memencet bel.

Belum ada jawaban.

*ting tong

“ne?” lalu ternyata maid dirumahku.

“ohh nona muda.. silahkan masuk” kata maid itu sambil membungkuk.

“boleh?” tanyaku.

“tentu haha bagamanaa nona ini ini kan juga rumah nona” katanya tertawa.

“ne? Ohh ya ya kamshaa”

Lalu aku mendengar tawaan keras appaku dan tawa kecil eommaku di ruang keluarga.

“eomma appa…” kataku muncul.

“ohh yoori…” kata appa mematikan tv.

“eommma appa kau berhasil!! Aku perngkat 2 !! dan dan.. aku mendapat banyak tawaran beasiswa!! Harvard… jepang..” kataku sambil tersenyum menahan tangis ke mereka.

“Kami.. sudah tahu nak gurumu sudah menelfon… mianhae atas sikap kami terhadapmu dari kamu kecil” kata eomma menghampiriku dan menangis..

“maafkanlah appa juga nak…”

Lalu aku dipeluk oleh 2 orang yang kusayang ini.. bukan.. aku merasakan ada yang memelukku dari belakang… bukan .. hm.. bukan sibacon itu ko.. lalu sedikit sedikit aku melihat kebelakang.

yoosan???

Kagetku sekilas aku melihat yoosan tersneyum memelukku.

Jinjja?

“eommonim abbeojji” tiba dari kejauhan terengar suara yang kukenal.

Sontak orang tuaku melepaskan pelukannya dariku.

“baekhyun? Ohh sudah lama aku tidak melihatmu…” kata appaku tersenyum.

“ne abbeojji.. hmm… aku ingin mengatakn sesuatu ke kalian sekalian meminta izin..” tanyanya ke appaku.

“hmmm ne? Apa?”

“bolehkah aku bertunangan dengan anak perempuanmu yang manis itu? Saat aku dan  yoori selesai kuliah nanti… aku akan menikahinya… lalu aku bisa mengurus perusahaanku dan yoori bisa mengurus bisnismu abbeojji eommonim”

*BLUSH aku terpaku badanku seperti demam sekarang ani ani… andwae baekhyun!! Gyaa kau membuatku gila!

aku menenggelamkan kepalaku di pelukkan eommaku yang dari tadi tersenyum ke arahku, aigo sungguh bacon yang satu ini. Aku terlalu malu untuk menghadapnya sekarang.

“haha yoori-ah.. kau harus bersamanya sana” kata eomma melepaskan pelukanku lembut.

Lalu kuberanikan diri berdiri disamping baekhyun.

Tiba tiba baekhyun berlutut ala pangeran didepanku, apa maunya? Aku mengahap appa dan eomma, mereka malah tersenyum, kan aku tidak mengerti -3-

“maukah kau menjadi yeojaku?” tanyanya sembari membuka kotak merah kecil isi cincin perak.

“h…hah???” kataku

“aish.. disaat romantis gini kau malah hah hah an?! Aish aku memintamu menjadi yeojaku, saat kelak nanti aku akan menikahimu lee yoo ri”

“oh.. ne aku menerimamu” kataku memberikan tangan kanannku dan dipasangkannya cincin di jari manisku.

*prok prok prok tepuk tangan appa dan eommonim,

“kyaaa nona muda… aish senangnya kita melihat adegan romantis sedikit gagal live..”(??)

“iya iya bener banget”

Kata maid maid di rumahku yang ternyata mengintip di balik tembok.

Lalu baekhyun memelukku… aish.. aku merasa tenang jika dipeluknya.

#########################################

Sekarang yoori dan baekhyun duduk di tengah pohon pohon rindang di suatu taman di Korea Selatan.

“Baekhyun…… kita mau lanjut kemana? harvard? Jepang? Atau kemana?”

“tentu ke harvard lah kau ini bagaimana”
“jinjja?”

“tentu yoori….. dan habis kita menyelesaikan kuliah.. aku akan menikahimu…..”

Tiba tiba baekhyun mencium yoori.

“mmh!!” kata yoori kaget dan memberontak.

Lalu baekhyun menggenggam tangan kiri yoori dengan tangan kanannya entah lama lama yoori tidak memberontak lagi..

Diciumnya cukup lama.. tak dipedulikan tatapan orang sekitar mereka….

*authorsesaknapasnulisnya #plak

Last word

Dunia ini terus berputar, ada dimana suatu saat nanti kau akan meninggal, kau akan kehilangan sesuatu yang disayangi, kau akan menghadapi sesuatu yang sulit. Janganlah kamu menghadapinya dengan pikiran pendek seperti bunuh diri semacamnya karena itu  hanya membuat hidupmu sia sia. Berusahalah buktikan bahwa kamu bisa menjadi apa yang sebenarnya diingankan oleh orang orang sekitarmu. Sabarlah menghadapi kesulitan yang di berikan Tuhan YME sesungguhnya pasti ada maksud tertentu di balik kesusahan itu, nanti lagipula di akhir kamu berusaha pasti membuahkan hasil yang baik.

Dan orang selalu disisimu saat meninggal dia akan selalu memperhatikanmu dari atas sana, jika kamu hanya menangis… dan menangis.. pasti orang yang disayangimu di atas sana akan sedih juga. Dan orang yang meninggalkanmu selama itu bisa saja menjadi tumpuan untuk kau berubah.

Mulailah kehidupan yang lebih bermakna perbanyak keindahan dalam hidupmu.

FIN

Hyyaaaaa apa apaan FF gaje ini??!!!! #authorstresssendiri

Maaf kalau akhirnya kependekkan!!!!!!! *bow 180o *gimana caranya?*

Mianhae kalau ffnya kepanjangan dan gaje di microsoft word ini udah 31 halaman lo #Plak #teruskenapa

Maaf juga yang last wordnya gaje~~!!! Kalau ga ngerti ga usah dibaca juga gapapa! wk*bowbowbow

Oh ya soal ff yang from that little accident ff kris buatan author.. author maish lanjutin ko Cuma lagi pengen buat ff tiba tiba terbesit ide ff ini~ langsung author tulis dan nulisnya selama 3 hari lol #lamabet

WKWKWK semoga readers senang

Maaf ya kalau biasnya jadi cast jelek disini! #garuktembok

Maaf juga kalau akhirnya anda pikir  NGEGANTUNG!!!!!!

KAMSHAHAMNIDA YEOROBEUN!

Advertisements

66 responses to “[ONESHOOT] I’M NOT HER

  1. Menyentuh, keren, amazing, fantastic, LUAR BIASA!!!!
    Ga nyangka,, suamiku (baekhyun) bisa ngubah hidup orang xD #plakk

  2. keren! keren! keren! menakjubkan! >_< ceritanya terasa sangat nyata, nyentuh banget. bisa jadi pelajaran hidup untuk jangan menyia-nyiakan hidup. ^_^ aku takjub padamu thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s