I’M PLAY GIRL part 3

 

Tillte: I’m Play Girl 3

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Main Cast: Bisa dilihat diposter XD

Support Cast: Lee Sooman, Doojoon & Kikwang B2ST

Genre: Romance, Mystery (?)

Rating: PG-17

Lenght: Chapter

 Happy reading \^0^/

 

I’m Play Girl

 

“apa oppa yakin?” entah sudah berapa kali Myung Ah menanyakan hal tersebut pada Luhan. Dan lagi-lagi Luhan hanya bisa tersenyum kecil sambil mengangguk.

“apa tidak lebih baik kalau oppa kerumah sakit saja?” usul Myung Ah yang benar-benar khawatir dengan keadaan Luhan.

“tidak usah baby. Oppa pulang saja, lagipula dirumah ada pelayan yang bisa merawat oppa. Jadi baby tenang saja ne” ucap Luhan membujuk. Tangan kanannya kini terarah memegangi pipi Myung Ah yang terasa dingin akibat udara pagi kota Seoul.

“aku antar sampai rumah oppa ya” ucap Myung Ah dengan raut wajah yang khawatir. Walau dia  tidak mencintai Luhan, bukan berarti dia juga tidak menyayangi namja tampan tersebut. Luhan menggeleng, mereka sudah terlalu lama berdebat didepan gerbang gedung apartement. Taksi yang dipanggil Luhan pun tampak sudah terlalu lama menunggu namja tampan itu untuk masuk.

“tidak usah baby. Oppa bisa pulang sendiri, lagipula oppa akan naik taksi, jadi tidak usah cemas” ucap Luhan yang kembali membujuk. Myung Ah menggigit bibir bawahnya pelan, dia tidak yakin Luhan akan benar-benar selamat. Mungkin namja tampan itu akan sampai dengan selamat kerumahnya, tapi apa yang menunggu dirumah Luhan-lah yang dicemaskan oleh Myung Ah.

“lagipula bukankah baby ada jadwal kuliah pagi? Lebih baik baby pergi kekampus, baby tidak maukan ketinggalan pelajaran?” ucap Luhan yang kini tampak mengelus pelan puncak kepala Myung Ah.

“oppa pulang dulu” ucap Luhan karena Myung Ah terus diam. Tapi langkahnya yang ingin mendekati taksi tiba-tiba saja terhenti karena Myung Ah memegangi ujung jaketnya, membuat Luhan menoleh kearah Myung Ah yang menatapnya cemas.

“telpon aku saat oppa sampai dirumah” ucap Myung Ah yang membuat Luhan tersenyum lebar sebelum akhirnya mengangguk.

“ne baby

=+=+=

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Mandi dan sarapan sudah Myung Ah lakukan, sekarang gadis manis itu tampak memasukkan buku-buku kedalam tas dengan malas. Rasanya dia ingin sekali bolos kuliah dan pergi kerumah Siwon.

“huft, kenapa aku harus kuliah lagi” rutuk Myung Ah kesal. Kalau saja bukan karena misi, mungkin Myung Ah dan bahkan juga Junghyun tidak perlu harus kembali kebangku perkuliahan. Terang saja tidak perlu karena kedua gadis itu sudah kuliah, bahkan sama-sama kuliah di Inggris dan kembali ke Seoul untuk bergabung di NDI (National Democratic Institute) dimana keduanya masuk kedalam tim yang dipimpin oleh Siwon, oppa kandung Myung Ah. Ponsel Myung Ah bergetar, membuat gadis itu meraih ponselnya.

“yoboseyo Junhyung oppa” ucap Myung Ah dengan suara yang dibuat terdengar ceria.

jagiya, apa kau masih diapartement?” tanya Junhyung yang membuat Myung Ah mengkerutkan kening.

“ne, tapi sebentar lagi aku mau berangkat kuliah. Waeyo oppa?” tanya Myung Ah balik sambil menyampirkan tasnya.

huft, kalau begitu oppa tidak telat, hehe. Oppa ada didepan gerbang gedung apartementmu jagiya. Oppa antar kekampus ya” ucap Junhyung yang terdengar bersemangat.

“jinja? Okey, aku turun sekarang” ucap Myung Ah menutup pembicaraan dengan Junhyung. Dengan santai Myung Ah menutup pintu apartementnya dan berjalan menuju lift. Dan tepat saat akan masuk kedalam lift, ponsel Myung Ah kembali bergetar. Melihat nama yang menelpon, Myung Ah tampak kaget sebentar sebelum menerima telpon tersebut dengan perasaan gugup (?).

“yoboseyo Luhan oppa. Apa oppa sudah sampai dirumah?” tanya Myung Ah to the point. Terdengar suara Luhan yang tertawa kecil, membuat kening Myung Ah sontak berkerut.

ne baby, oppa sudah sampai dirumah. Baby sendiri apa sudah berangkat kekampus?” tanya Luhan balik. Dari suaranya Luhan terdengar baik-baik saja, membuat Myung Ah menghela nafas lega.

“aku sedang dalam perjalanan kekampus oppa. Oppa jangan lupa sarapan, setelah itu istirahat, jangan pergi kemanapun. Arachi!” ucap Myung Ah yang membuat Luhan kembali tertawa kecil.

ne nona Choi. Ah, oppa tutup dulu ya, ada appa” ucap Luhan sambil sedikit mengecilkan suaranya.

hmm, ne. Bye oppa” ucap Myung Ah dan sedetik kemudian Luhan pun memutuskan telpon sementara Myung Ah sudah sampai didepan gedung apartement. Melihat Myung Ah, Junhyung pun turun dari mobilnya sambil memamerkan senyum manisnya.

“pagi jagiya” sapa Junhyung sebelum memeluk Myung Ah dan mencium puncak kepala gadis manis itu.

“pagi juga Junhyung oppa” balas Myung Ah sambil tersenyum.

“kkaja” ajak Junhyung sambil menggandeng Myung Ah masuk kedalam mobilnya. Selama perjalanan menuju kampus, Junhyung tak henti-hentinya mengocehkan banyak hal. Dan Myung Ah? Gadis itu hanya menjadi mendengar yang baik dan kadang sedikit mengomentari cerita Junhyung agar namja tampan itu senang. Setengah jam kemudian mobil Junhyung sudah berhenti tepat didepan gerbang kampus Myung Ah.

“gomawo oppa” ucap Myung Ah sambil tersenyum.

“apa nanti mau oppa jemput?” tanya Junhyung yang langsung diberi gelengan oleh Myung Ah.

“mianhe oppa, tapi aku sudah ada janji jalan-jalan dengan Junghyun-a” ucap Myung Ah sambil memasang wajah bersalah. Senyum Junhyung menghilang, tapi tak lama namja tampan itu kembali tersenyum.

“kalau makan malam?” tanya Junhyung yang lagi-lagi diberi gelengan oleh Myung Ah.

“tidak bisa juga oppa, mianhe. Dan,,,hmmm,,,sebenarnya selama seminggu kedepan kita juga tidak bisa bertemu oppa” ucap Myung Ah dengan nada tidak enak hati sementara Junhyung melotot kaget.

“wae? Wae tidak bisa bertemu?” tanya Junhyung tidak paham.

“appa ingin aku pulang ke Busan untuk bertemu halmoni” terang Myung Ah yang sontak membuat Junhyung menunduk lemas.

“mianhe” ucap Myung Ah pelan.

“kalau memang karena itu, tidak apa-apa jagiya. Selama disana jaga diri baik-baik ne” ucap Junhyung yang sudah pasrah. Myung Ah tersenyum lalu mengangguk.

“kalau begitu aku kuliah dulu” ucap Myung Ah sebelum mencium pipi kanan Junhyung.

“sampai ketemu seminggu lagi oppa” ucap Myung Ah sebelum turun dari mobil Junhyung dan tampak berlari karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai.

=+=+=

Sakit disekujur tubuh, itulah yang dirasakan oleh Luhan saat ini. Padahal luka yang semalam saja belum sembuh total.

“bagaimana kau bisa tidak tau kalau disana ada polisi huh?!” teriak kesal laki-laki tua sambil memukul meja dengan tongkat baseball yang dipegangnya. Luhan menutup matanya, takut-takut kalau tongkat baseball itu kembali melayang menyentuh kulitnya.

“bàoqiàn (maaf)” ucap Luhan sedikit meringis dalam bahasa mandarin.

“kau pikir dengan kata maaf maka uangku akan kembali huh?!” bentak laki-laki tua tersebut sambil melempar tongkat baseballnya kearah Luhan. Untung saja tongkat tersebut tidak sedikitpun mengenai tubuhnya karena dilempar sembarangan. Walau begitu Luhan tetap menutup matanya kuat saat mendengar suara keras yang berasal dari arah samping kanannya.

“mau bagaimanapun caranya, kau harus bisa menyusup kekantor polisi dan mengambil semua senjata-senjata itu lagi. Kalau tidak, kau akan aku bunuh” ucap dingin laki-laki tua itu sebelum pergi meninggalkan Luhan yang masih meringkuk disudut ruangan. Setelah cukup lama laki-laki tua itu pergi, Luhan pun akhirnya mencoba berdiri perlahan. Tiap kali bergerak, rasanya ada saja tulang ditubuhnya yang berbunyi.

“polisi sialan. Gara-gara dia aku babak belur dua kali” rutuk Luhan sebelum keluar dari ruangan mirip ruang kerja dan berjalan tertatih-tatih menuju kamarnya.

=+=+=

Bertemu dengan Junghyun ditaman bunga membuat Myung Ah akhirnya benar-benar membolos. Dengan sedikit memaksa Myung Ah kembali membawa Junghyun pulang kerumah Siwon. Jika selama perjalanan Myung Ah tampak tersenyum senang, maka Junghyun kebalikannya. Gadis cantik berambut sebahu itu tampak menyetir dengan raut wajah masam.

“Jungie, jangan pasang wajah seperti itu” tegur Myung Ah karena Junghyun tidak mengubah raut wajahnya. Junghyun melirik Myung Ah sekilas, lalu kembali menatap jalanan denga raut wajah yang sama sekali tidak berubah.

“wae? Apa kau marah padaku?” tanya Myung Ah takut. Junghyun menggeleng pelan.

“aku tidak marah padamu. Setelah mengantarmu kerumah Siwon oppa, aku akan pergi memata-matai saja” ucap Junghyun yang membuat Myung Ah mengkerutkan kening.

“mau memata-matai siapa? Tidak kerja sehari aku rasa Siwon oppa tidak akan marah. Kenapa tidak selesaikan game yang waktu itu saja?” tanya Myung Ah bingung. Padahal Junghyun biasanya akan lebih memilih bermain game daripada bekerja iseng-iseng (maksudnya kerja tanpa komando, XD).

“aku sedang malas dirumah. Sudah sampai, cepat sana temui pacarmu” ucap Junghyun sambil memasang senyum mengejek. Myung Ah menaikkan sebelah alisnya, tidak menghiraukan kata-kata terakhir Junghyun.

“apa kau bertengkar lagi dengan Kyuhyun babo itu?” tanya Myung Ah dengan tatapan selidiknya.

“mau turun atau ikut aku memata-matai Lee Junho?” ucap Junghyun sambil bersiap menjalankan mobilnya.

“cih, kalau iya bilang saja iya” ucap Myung Ah kesal sambil keluar dari mobil Junghyun. Dan sedetik setelah itu, mobil Junghyun pun sudah melaju pergi meninggalkan Myung Ah yang terlihat berkacak pinggang.

huh, selalu saja tidak pernah mau berbagi cerita denganku” ucap Myung Ah kesal sambil masuk kedalam pekarangan rumah Siwon.

“loh? Myungie? Tidak kuliah?” sapa Victoria yang tampak sedang menyiram bunga yang ada ditaman dengan rumah.

“aniyo unnie, aku malas” ucap Myung Ah sambil tersenyum.

“apa Siwon oppa ada dirumah?” tanya Myung Ah sambil menatap sekelilingnya was-was.

“ani. Siwon oppa sedang pergi kemarkas besar. Wae? Kau mencari Siwon oppa?” tanya Victoria yang langsung diberi gelengan oleh Myung Ah.

“bagaimana dengan Kyuhyun babo? Apa dia juga pergi?” tanya Myung Ah yang sontak membuat Victoria menahan tawa.

“siapa yang kau bilang babo huh?” ucap seorang namja sambil mendaratkan jitakan dikepala Myung Ah. Membuat Myung Ah tentu saja meringis sambil sambil memutar tubuhnya dan mendapati Kyuhyun tengah menatapnya kesal.

“tentu saja kau tuan Cho Kyuhyun babo” ucap Myung Ah sambil menjulurkan lidahnya sebelum lari masuk kedalam rumah agar Kyuhyun tidak bisa kembali menjitaknya.

“dia, kenapa sifatnya sama saja dengan Jungie. Kenapa mereka tidak bisa sopan padaku yang jelas-jelas oppa mereka” omel Kyuhyun yang membuat Victoria kembali menahan tawa.

“kenapa nuuna? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?” tanya Kyuhyun yang tidak suka dengan reaksi Victoria. Victoria menggeleng pelan lantas tersenyum.

“kalau kau mau mereka sopan padamu, bukankah seharusnya kau yang merubah sifatmu dulu” ucap Victoria sebelum berjalan masuk kedalam rumah, meninggalkan Kyuhyun yang kebingungan dengan kata-kata Victoria.

=+=+=

Senyum yang lebar, itulah yang tampak dipamerkan Myung Ah saat melihat Jonghyun masih tertidur pulas. Tidak ingin mengganggu Jonghyun yang masih tertidur pulas, Myung Ah pun keluar dari kamar yang sebenarnya adalah kamarnya dengan langkah pelan.

“dia masih tidur?” tanya Victoria sambil mendekati Myung Ah yang duduk santai diruang tv. Myung Ah menoleh kearah Victoria, tersenyum kecil lalu mengangguk sebelum menerima cangkir berisi cappuccino yang disodorkan Victoria padanya.

“gomawo unnie” ucap Myung Ah sebelum menyeruput sedikit cappuccinonya. Victoria tersenyum, mengangguk lalu mengambil tempat duduk tepat disamping Myung Ah.

“unnie sudah dengar semua rencana untuk Kim Jonghyun. Apa mau unnie bantu saat menyergapan?” tanya Victoria yang langsung diberi anggukan cepat oleh Myung Ah.

“aku sangat mau unnie. Aku juga berencana mengajak Jungie. Yang jelas, Kyuhyun babo tidak akan pernah aku ajak” ucap Myung Ah sambil menggeleng sementara Victoria tersenyum geli.

“memangnya ada apa dengan Kyuhyun-a? Kenapa kau dan juga Jungie selalu tampak tidak suka dengannya?” tanya Victoria penasaran. Maklum saja, Victoria itu baru 3bulan yang lalu bergabung didalam tim yang dipimpim oleh Siwon tersebut, dan tidak tau seperti apa sebenarnya hubungan para anggota. Yang dia dengar dari Siwon hanyalah Kyuhyun itu jahil dan suka ceplas ceplos, itulah yang membuat Myung Ah dan Junghyun tidak suka. Pembenaran, itulah yang mungkin diinginkan oleh Victoria.

“Kyuhyun babo itu tidak pernah berpikir dulu sebelum berbicara. Dia tidak perduli apakah orang yang dia bicarakan itu sakit hati atau tidak karena omongannya. Dan dia juga sangat jahil. Unnie tau tidak, saat aku dan Jungie bergabung, kami berdua diospek habis-habisan olehnya. Gara-gara itu dalam beberapa hal aku dan Jungie jadi trauma. Untung saja trauma kami tidak lama karena Siwon oppa menyembuhkannya, soalnya agen rahasiakan tidak boleh punya trauma” terang Myung Ah panjang lebar sementara Victoria tampak menjadi pendengar yang baik. Ternyata apa yang dikatakan Siwon adalah benar dan kalau Kyuhyun memang mau Myung Ah dan Junghyun sopan padanya, dia harus merubah sifatnya. Setelah itu Victoria pun mengganti topic pembicaraan, membuat Myung Ah yang tadinya bad mood karena mengingat masa lalu akhirnya kembali ceria dan tidak berhenti bercerita tentang apa saja yang belum pernah diketahui oleh Victoria tentang dirinya, Siwon dan Junghyun. Dan tanpa Myung Ah ataupun Victoria sadari, ternyata Kyuhyun mendengar apa yang dikatakan oleh Myung Ah. Wajah namja tampan itu tampak mendung, tidak menyangka efek dari kejahilan dan sifat ceplas ceplosnya membuat dirinya dibenci oleh Myung Ah dan juga Junghyun. Hendak merenung didalam kamar, saat ditangga Kyuhyun pun bertemu dengan Jonghyun yang baru saja bangun dari tidurnya.

“annyeonghaseyo” sapa Jonghyun saat sadar Kyuhyun menatapnya.

“annyeong” balas Kyuhyun singkat sebelum melewati Jonghyun.

“sombong sekali namja itu” gumam Jonghyun sambil menuruni tangga. Kelaparan, itulah yang membangunkan Jonghyun dari tidurnya. Dengan sedikit malas Jonghyun pun berjalan menuju dapur, tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara tawa yang sangat familiar baginya. Yakin tentang siapa pemilik suara tawa tersebut, Jonghyun pun berjalan menuju suara tawa dan sontak tersenyum lebar saat menemukan Myung Ah.

“ah, oppa sudah bangun tidur” ucap Myung Ah saat melihat Jonghyun. Gadis manis itu bahkan langsung berdiri dari duduknya.

“chagi tidak kuliah?” tanya Jonghyun namun tidak menyembunyikan kesenangannya bertemu Myung Ah. Myung Ah menggeleng pelan, berjalan mendekati Jonghyun hingga berdiri tepat dihadapan namja tampan itu.

“aku malas oppa” ucap Myung Ah yang diakhiri cengengesan kecil, mendengar itu Jonghyun kembali tersenyum.

“apa oppa lapar?” tanya Myung Ah yang langsung diberi anggukan oleh Jonghyun.

“sangat lapar chagiya” ucap Jonghyun dengan wajah sedikit memelas. Melihat Myung Ah dan Jonghyun, Victoria hanya bisa tersenyum sebelum berjalan menuju taman kecil yang ada dibelakang rumah.

“lebih baik aku berkebun saja” gumam Victoria yang tidak mau mengganggu Myung Ah dan Jonghyun.

“kalau begitu akan aku buatkan sandwich. Tapi sebelum sarapan lebih baik oppa mandi dulu, aku akan ambilkan baju Siwon oppa” ucap Myung Ah sambil mendorong Jonghyun menuju kamar mandi. Setelah itu dengan cepat Myung Ah pun berlari menuju kamar Siwon, membuka lemari pakaian lalu mengambil pakaian santai yang jarang dipakai oleh Siwon. Setelah itu Myung Ah pun dengan cepat kembali kekamar mandi.

tok tok tok, Jonghyun oppa, bajunya aku letakkan diatas meja ya” ucap Myung Ah sambil meletakkan pakaian diatas meja yang berada tepat disamping pintu kamar mandi.

“gomawo chagiya” ucap Jonghyun dari dalam kamar mandi.

“ne” ucap Myung Ah sebelum berjalan menuju dapur.

=+=+=

Tidak bersemangat, itulah yang kini tampak diraut wajah Junho. Sms dari Myung Ah yang berisi berita bahwa dia akan pergi ke Busan selama seminggu benar-benar membuat Junho kehilangan arti hidupnya.

huh, kenapa mendadak sekali” rutuk Junho sebelum kembali meneguk wine yang ada digelas.

“padahal baru semalam aku merasa sangat senang karena bisa makan malam dengannya” gumam Junho yang kini menyandarkan kepalanya diatas meja bartender. Sementara Junho sibuk meracau sambil minum, Junghyun tampak hanya mengamati sambil menggeleng pelan karena mendengar perkataan Junho.

Myungie pasti senang kalau tau semua namjachingunya mencintai dia. Tidak seperti aku’ batin Junghyun sebelum beranjak dari duduknya. Memata-matai Junho sepertinya tidak akan ada hasil yang memuaskan.

“apa yang kau lakukan!” teriakan yang terdengar dari arah belakang membuat Junghyun sontak menghentikan langkahnya dan berbalik perlahan. Dengan mata yang sedikit disipitkan, Junghyun bisa melihat dengan jelas seorang laki-laki tua tampak mencoba membangunkan Junho yang sudah mabuk berat.

“cepat bangun! Kau harus secepatnya mengantarkan ini!” kembali suara teriakan terdengar. Sepertinya tidak ada satupun penghuni diskotik yang heran dengan kejadian tersebut kecuali Junghyun.

“kenapa harus selalu aku yang mengantar barang haram itu huh?! Suruh saja anak buahmu” ucap Junho acuh sebelum berjalan gontai menuju lantai dua diskotik. Tapi langkah Junho terhenti saat laki-laki tua itu menarik kerah belakang bajunya hingga membuat Junho tersungkur dilantai.

“berani sekali kau membantah kata-kataku. Apa kau sudah tidak sayang lagi dengan pacarmu itu huh?! Cepat antarkan!” ucap laki-laki tua yang tak lain adalah Lee Sooman sambil melemparkan sebuah amplop coklat tebal kewajah Junho sebelum berjalan entah kemana, meninggalkan Junho yang tampak menggeram kesal. Alis Junghyun terangkat, tak lama gadis cantik itupun tersenyum tipis, sepertinya pekerjaan memata-matai Junho tidak hanya membuang-buang waktunya.

=+=+=

“Myungie?” ucap heran Siwon saat berjalan melewati meja makan. Yang dipanggil tampak menoleh sebelum tersenyum kearah Siwon.

“oppa baru pulang? Kenapa tadi pergi kemarkas?” tanya Myung Ah sambil berdiri dari duduknya sementara Jonghyun masih duduk tapi tentu saja sudah memberi salam pada Siwon.

“kau tidak kuliah?” tanya Siwon yang langsung diberi gelengan oleh Myung Ah.

“aku malas kuliah. Jadi?” tuntut Myung Ah karena Siwon belum menjawab pertanyaannya.

“oppa kemarkas untuk mencocokkan data yang diberikan oleh Kim Jonghyun dengan data yang ada disana. Igo, kapanpun kau bisa melakukan penyergapan” ucap Siwon sambil memberikan sebuah amplop coklat besar pada Myung Ah.

“lalu bagaimana dengan tempat dimana oemma dan nuuna Jonghyun oppa disekap. Apa oppa sudah tau?” tanya Myung Ah yang diberi anggukan pelan oleh Siwon. Melihat itu Jonghyun yang tadinya masih duduk manis kini langsung berdiri dari duduknya.

“dimana, dimana oemma dan nuunaku disekap Siwon hyung?” tanya Jonghyun tak sabar.

“aku tidak bisa memberitahukanmu Kim Jonghyun” ucap Siwon datar.

“dan mian, sekarang waktunya kau untuk pindah tempat tik” ucap Siwon sambil menjentikkan jarinya hingga beberapa pasukan berseragam masuk dan langsung mengelilingi Siwon, Myung Ah dan Jonghyun. Kaget, itulah yang tampak menghiasi wajah Jonghyun sementara Myung Ah tampak menghela nafas karena dia sudah tau pasti prosedurnya.

“chagiya” panggil Jonghyun antara takut dan bingung.

“oppa ikut saja dengan mereka. Jawab semua pertanyaan mereka dengan jujur dan tunggu sampai aku datang menemui oppa. Arachi” ucap Myung Ah yang diberi anggukan pelan oleh Jonghyun.

“perlakukan dia dengan baik. Kalau sampai aku mendengar dia diperlakukan dengan tidak baik, akan aku patahkan tulang-tulang kalian” ucap Myung Ah mengancam dengan tatapan membunuh yang dilayangkannya pada pasukan berseragam sementara Siwon yang mendengar kata-kata yeosaengnya hanya bisa tersenyum tipis.

“bawa dia” perintah Siwon yang langsung dikerjakan oleh pasukan berseragam yang kini tampak mengawal Jonghyun untuk masuk kedalam mobil. Sebelum masuk kedalam mobil, Jonghyun sempat menoleh kebelakang, kearah Myung Ah yang menatapnya entah dengan tatapan apa sebelum tersenyum dan melambai, memberi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“jadi kapan kau akan melakukan penyergapan?” tanya Siwon setelah mobil yang membawa Jonghyun menghilang dari pandangan mereka.

“pagi buta. Sekarang aku harus pergi, Park Yoohwan sudah menungguku” ucap Myung Ah sambil menyampirkan tasnya.

bye oppa” ucap Myung Ah sambil memeluk Siwon sekilas sebelum berlari keluar dari pekarangan rumah dan dengan cepat menyetop taksi yang baru saja lewat.

=+=+=

“oppa” teriak Myung Ah sambil melambai pada Yoohwan yang tampak bersandar pada body mobilnya. Familiar dengan suara tersebut, Yoohwan pun menoleh lalu tersenyum lebar. Dan tepat saat Myung Ah berdiri disampingnya, Yoohwan pun langsung memeluk gadis manis itu.

“mianhe aku lama” ucap Myung Ah dengan raut wajah bersalah, Yoohwan menggeleng pelan lalu mengelus puncak kepala Myung Ah.

“tidak apa-apa baby. Oppa juga baru sampai” ucap Yoohwan, padahal dia sudah menunggu hampir 1jam.

“kita belanja sekarang?” tanya Myung Ah yang langsung diberi anggukan oleh Yoohwan sebelum namja tampan itu menggandeng Myung Ah masuk kedalam mobilnya.

=+=+=

“tumben sekali sore-sore begini kau kemari Junhyung-ie” ucap seorang namja dengan keningnya yang sedikit berkerut. Junhyung menoleh sebentar, lalu dengan acuh diapun kembali berjalan.

“cih, dingin sekali dia” ucap kesal namja tersebut tapi disembunyikan olehnya dengan sebuah senyum kecil.

“pacar kesayangannya pergi ke Busan selama seminggu, makanya dia begitu Doojoon hyung” sahut namja yang duduk disamping Doojoon. Doojoon menoleh, alisnya tampak terangkat sebelah.

“hanya karena gadis itu? Wah wah” ucap Doojoon sambil menggeleng sementara Kikwang tampak tersenyum kecil sambil mengangguk.

“diakan masih punya pacar yang lain. Hanya karena tidak bisa bertemu dengan gadis itu selama seminggu dia jadi begini. Aku jadi curiga” ucap Doojoon yang sontak mendapatkan lemparan bantal dari Junhyung.

“apa yang kau curigai hyung? Pacarku yang lain? Siapa? Pacarku cuma satu” ucap Junhyung kesal sementara Doojoon menatapnya tajam karena sudah berani melempar bantal kewajahnya.

“mwo? Bukankah Hara-ssi pacarmu juga Junhyung hyung?” tanya Kikwang kaget.

“enak saja kau bicara” ucap Junhyung sambil menjitak kepala Kikwang.

“dia yang terus-terusan menempel padaku. Aku tidak pernah pacaran dengan dia” ucap Junhyung ketus sambil berjalan menuju pintu keluar.

“padahal aku kesini agar moodku membaik, tapi yang ada kalian hanya tambah merusaknya saja brakkk” rutuk Junhyung sambil membanting pintu.

“cih, sana pergi jauh-jauh!” teriak Doojoon kesal karena sikap tak sopan Junhyung padanya.

“aduh, jitakkannya keras sekali” rutuk Kikwang sambil mengelus puncak kepalanya.

=+=+=

Semua bahan makanan sudah dibeli oleh Myung Ah dan Yoohwan.

“apa sudah semua baby?” tanya Yoohwan sambil menoleh kearah Myung Ah. Myung Ah tampak menatap kereta belanja yang hampir penuh, mengingat-ingat apakah ada bahan yang belum dibelinya.

“hmm, seperti sudah semua oppa” ucap Myung Ah yang ditanggapi anggukan oleh Yoohwan sebelum mendorong kereta belanjaan menuju kasir dengan Myung Ah yang berjalan disampingnya.

“selamat datang” ucap seorang pekerja supermarket saat seorang namja masuk kedalam supermarket. Myung Ah yang tadinya asik berbicara dengan Yoohwan tiba-tiba mematung. Mata gadis manis itu tampak melotot sebelum dia tiba-tiba bersembunyi dibelakang badan Yoohwan.

baby, ada apa?” tanya Yoohwan bingung sambil menoleh kebelakang punggungnya. Myung Ah menatap Yoohwan sambil berpikir akan memberi alasan seperti apa pada namja tampan itu.

“a,,,ada seniorku dikampus oppa. Kemarin dia menyatakan cinta padaku. Aku,,, merasa tidak enak hati kalau bertemu dengannya apalagi aku sedang jalan dengan oppa” terang Myung Ah memberi alasan. Yoohwan tampak mengangguk paham, lalu perlahan membuka jaket yang dipakainya.

“pakailah jaket oppa. Tudung jaketnya bisa menyembunyikan wajahmu” ucap Yoohwan sambil memakaikan jaketnya pada Myung Ah.

“gomawo oppa” ucap Myung Ah sambil tersenyum sebelum menutupi wajahnya dengan tudung jaket Yoohwan. Kedua tangan Myung Ah pun mulai melingkar dilengan Yoohwan sebelum mereka kembali berjalan menuju kasir.

Tbc…

Gimana ceritanya? Makin bagus apa makin ancur nich? XD

Hayo hayo, komentnya mana nich? Kok koment dipart 2 berkurang sich T_T

Please jangan jadi sider, inget itu dosa >.<

Kalo komentnya dikit, ffnya bakal lama loh dipost #ngancam #duag

 

3 responses to “I’M PLAY GIRL part 3

  1. huaaa,, yg myung ah ketemu di supermarket it sapa ya ? kkkk ~
    ya aampun, smua pacarnya myung ah sayang banget sama dia kkkk ~ bagi 1 boleh dong wkwkwkwk

    dtnggu next part un 😀

  2. beruntung banget jd myungie krn smua kekasihnya itu sayang ma dy walau sebenernya cinta dy spertinya cm bwt jonghyun..kekeke
    eh, siapa tuh yg ketemu di supermarket ya? ketawan ga ya kira2?
    jd penasaran lanjutannya lho 😀

  3. aduw_ktmU sp yA???
    hmm_bkln ktAuAn gA y?*jD deg”An ne#kkk 😀
    ck_kyuppA jD ‘sdh’_gr” d!benci T.T
    daebAk eon
    lAnjuutt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s