Cause MY HUSBAND is CASSANOVA end

Author : Enny_xie

Title : Cause MY HUSBAND is CASSANOVA

Cast : Bae-Suzy , Lee Taemin , Ok Taecyeon , Lee Junho , Jang Wooyoung , Choi Sulli

Lenght : [Series] 2,966 words

Rating : [PG-15] + STRAIGHT

A.N : GAK SUKA , JANGAN BACA – KLO UDAH BACA , JANGAN LUPA UNTUK RCL [Read,Like & Comen]

| Prolog | Previous |

^^

-^^

Suzy akhirnya sadar juga

“dimana aku ini?…” ucapnya terdengar begitu lemah

Wooyoung sedang berdiri disampingnya sedangkan Taecyeon baru saja masuk kedalam ruangan tsb. Taecyeon mendatangi Suzy dan duduk disampingnya, Junho menarik Wooyoung keluar

“kenapa kamu harus membohongiku??” tanyanya, Suzy sekarang mengerti apa yg sedang terjadi

“kamu-telah mengetahuinya??” ucapnya gugup
“miane.. aku-“ bahkan sebelum Suzy menyelesaikan ucapannya, Taecyeon sudah mencengkram kedua bahu Suzy hingga ia merintih kesakitan

Mendengar isakan Suzy, Wooyoung-pun menerobos masuk kedalam ruangan tsb. Tapi Taecyeon sudah sempat keluar dan menutup pintu

“apa yg kamu lakukan, Taecyeon?? APA YG KAMU LAKUKAN?? apakah kamu tidak tau ia baru saja kecelakaan??” kesal Wooyoung

Taecyeon menoleh kearah Wooyoung dengan kesal “kenapa kamu begitu mengkhawatirkannya? Apakah kamu menyukainya??” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Taecyeon, Wooyoung langsung diam. Taecyeon menulak tubuh Wooyoung, lalu ia-pun pergi dengan kesalnya

Wooyoung masuk keruangannya Suzy untuk melihatnya, yeoja ini sedang menangis

“kata dokter… kamu sudah bisa pulang setelah siuman, bila kamu ingin- aku dan Junho bisa mengantarmu” ucapnya, Suzy hanya diam menundukkan kepalanya
“baiklah~ aku tidak menganggumu dulu, istirahatlah” Wooyoung-pun bersiap untuk keluar, tapi Suzy tiba-tiba menarik bajunya

“jangan pergi!” Wooyoung menoleh kearahnya dengan wajah merah
“setidaknya- pinjamkan aku bahumu untuk sebentar saja” serunya kemudian. Wooyoung tersenyum dan dengan sangat rela melakukan hal itu

Junho tiba-tiba membuka ruangan tsb dan sangat terkejut melihat Suzy yg sedang menangis dibahunya Wooyoung, Wooyoung menatap kearah Junho dan menyuruhnya untuk menunggu diluar, Junho menurutinya walaupun masih terasa aneh melihat pemandangan itu

,,,

Setelah mengantarkan Suzy, Wooyoung dan Junho-pun mendatangi Taecyeon yg memang lagi mabuk-mabukkan itu. Wooyoung langsung menarik kerah baju Taecyeon dan ingin memukulinya, tapi Taecyeon berhasil menangkisnya

“apa yg kamu lakukan, Wooyoung a!!!” teriak Junho memisahkan mereka

“ada apa dengan anak ini, dia kelihatan aneh sekali! apakah kamu juga menyadarinya??” ucap Taecyeon kearah Junho, Junho yg sedang menebak-nebak perasaan Wooyoung itu hanya menundukkan kepalanya tidak ingin ikut campur

Ketiganya-pun akhirnya duduk diam minum bir disana, lebih baik bicara baik-baik daripada berkelahi bukan?? tentunya setelah perasaan Taecyeon dan Wooyoung agak baikan

“besok- temuilah Suzy!” pinta Wooyoung

“kenapa aku harus??” sela Taecyeon tidak memberi kesempatan kepada Wooyoung untuk berbicara

“baiklah!! dia membohongimu dia memang salah, tapi- apakah kamu pernah bertanya pada dirimu sendiri kenapa ia harus melakukan hal itu?? sudah pasti karna ia mencintaimu bukan, Taecyeon??? (ok! Kali ini Wooyoung salah menebak, haha) ini sudah bukan pertama kalinya untukmu, Taecyeon!! Sudah berapa banyak wanita diluar sana yg selalu mengatakan mereka sedang mengandung anakmu, tapi kamu tidak pernah peduli bukan?! Lalu- kenapa Suzy.. kamu ingin menikahinya?? Aku sudah bisa melihatnya dari awal Taecyeon, kamu- tertarik pada yeoja itu”
Sebelum Wooyoung meninggalkan tempat tsb “1 hal lagi… kenapa kamu marah?? Tepatnya.. kenapa kamu marah karna Suzy membohongimu??” Taecyeon hanya diam, ia hanya tau klo perasaannya lagi tidak baik sekarang ini
“hehe.. cassanova apaan kamu?? Bahkan tidak bisa membaca pikiranmu sendiri. Babo!!”
“khaja, Junho!!” Wooyoung-pun pergi

Junho masih duduk disana menatap kearah Taecyeon khawatir, tapi akhirnya namja ini ditarik juga oleh Wooyoung dan menghilang dari hadapan cassanova yg baru patah hati ini

‘bener?! Kenapa aku marah?? Kenapa aku harus kesal??’
‘SIAPA DIA RUPANYA??!!’
‘dia tidak hamil bukankah aku harus senang??’
Taecyeon pening akan pikirannya sendiri ‘ada apa dengan diriku ini??’

^^

Sudah beberapa hari sejak kejadian hari itu, kini Suzy, Junho dan Wooyoung terlihat lebih dekat, sedangkan Taecyeon selalu menyendiri dengan para perempuannya, ia memang terlihat menjauhi kedua sahabatnya ini. Pulang sekolah hari ini, Suzy meminta Wooyoung untuk menemaninya membeli beberapa barang. Pulang dari belanja inilah Wooyoung tidak sengaja bertemu dengan seorang yeoja yg sangat familiar untuknya, yeoja tsb juga menatapnya dengan tatapan menyedihkan. Wooyoung langsung menarik Suzy untuk masuk kesebuah cafee

“ada apa, Wooyoung?” heran Suzy

Setelah mendapati yeoja itu pergi, barulah Wooyoung tenang “aniya~” balasnya sambil tersenyum
“hanya ingin mengajakmu untuk minum bareng, hehe” Suzy-pun membalas senyumannya

Setelah minuman Suzy datang

“siapa-yeoja tadi itu?” tanya Suzy tiba-tiba, Wooyoung terkejut

“ternyata- kamu menyadarinya juga” Suzy hanya tersenyum
“dia- mantanku” balas Wooyoung

“salah satu mantan yg telah melukaimu?” tanya Suzy lagi, awalnya Wooyoung cukup kesal mendengar hal tsb, tapi akhirnya ia mengakuinya juga ‘ya’
Suzy memberikan teh herbal miliknya kepada Wooyoung, yeoja ini menempelkan kedua tangan Wooyoung dicangkir herbal tsb “hangat bukan???” tanyanya, Wooyoung mengangguk ‘ya’ dengan polosnya
“mirip denganmu” lanjutnya kemudian, Wooyoung keheranan
“kamu selalu menghangatkan hati semua orang, Wooyoung. Ketika aku sedih, kamu akan menghiburku. Ketika aku dan Taecyeon sedang bertengkar, kamu juga akan selalu menjadi penengah kami. Kamu- adalah orang yg baik, apakah kamu sadar itu? tapi aku heran, kenapa orang seperti ini selalu mengingat luka-luka yg pernah ia alami sampai ingin balas dendam segala” ucap Suzy, Wooyoung terdiam
“setiap kali ada masalah, kamu akan selalu membantuku bicara didepan Taecyeon. kamu bahkan lebih ngertiin aku daripada aku ngertiin diriku sendiri, tapi aku heran… kenapa kamu tidak pernah mencoba untuk ngertiin mantan-mantanmu itu? kamu tau mereka pasti juga mempunyai alasan bukan?? bila kamu mengetahuinya, kenapa kamu tidak bisa memaafkan mereka??”

Wooyoung tertawa dalam diamnya “kamu ingin mengatakan, aku babo bukan?? hehe arrayo~ gomawo Suzy a~” ucap namja ini, Suzy menempelkan kedua tangannya dicangkir yg sama dengan Wooyoung dan keduanya-pun terlihat tersenyum bersama

Suzy yg hampir menitikkan airmatanya itu menatap keluar kaca toko tsb untuk menahan tangisnya, tapi yeoja ini langsung melonjak ketakutan ketika ia melihat namja yg sedang berdiri didepan kaca mereka itu. Suzy langsung melepaskan tangannya, Woyoung-pun terkejut dan melirik kearah yg sama

“Taecyeon!!” serunya
“aku yg menyuruhnya kemari, kalian perlu berbicara bukan??” ucapnya senang, tapi Wooyoung sama sekali tidak menyangka bila Taecyeon akan langsung pergi setelah melihat kedekatan mereka (Woo and Suzy)
“Taecyeon a!!” teriak Wooyoung pada akhirnya, Suzy ikut keluar untuk mengejarnya
“yach! Jakhaman-yo!! Mian… aku mengambil keputusan sendiri, tapi kalian perlu berbicara bukan??” ucap Wooyoung setelah berhasil menahan Taecyeon

Taecyeon yg sedang kesal itu menatap Wooyoung sekilas lalu mengarah kearah Suzy “apakah masih perlu?? Percuma aku-“ Taecyeon langsung menarik kerah baju Wooyoung dan BUGH tepat kewajah chubinya

Junho yg baru siap memarkirkan mobilnya itu langsung mendatangi ketiganya

“ada apa ini, Ok Taecyeon??” kesalnya juga, Junho tidak suka yg namanya kekerasan
Setelah mendapatkan satu pukulan diwajahnya, barulah Wooyoung sadar apa yg sedang terjadi ‘Taecyeon sedang cemburu’ Wooyoung bisa melihatnya dari tatapan namja tsb
‘sepertinya ia salah paham akan hubunganku dengan Suzy’

“Junho a~ bantu aku- antarkan Suzy pulang dulu” pintanya, awalnya Junho tidak mau. Tapi setelah melihat situasi ini, mungkin lebih baik ia membawa Suzy pergi

“khaja” Suzy menolak
“kamu disini hanya akan memperunyam masalah, arra??” teriak Junho untuk kedua kalinya hari ini, akhirnya Suzy menurutinya juga walaupun masih enggan dan khawatir terhadap Wooyoung. Dari awal Suzy sudah bisa melihatnya klo Taecyeon sedang cemburu, karna itu ia langsung melepaskan tangannya dari cangkir tsb

Sesampainya dirumah Suzy, sebelum yeoja ini keluar dari mobil

“aku harap kamu bisa menghilang, Suzy. Menghilang dari kehidupan kami” pinta Junho
“kamu tau… kami tidak pernah seperti ini sebelumnya, SEMUA KARNAMU! Aku-“

“mian” ucap Suzy cepat, Junho hanya bisa menghela nafas panjang

“sudahlah~ keluarlah!” Suzy-pun keluar dan Junho-pun pergi

Suzy sangat sadar ia yg salah dan ingin menebusnya, tapi bagaimana caranya?? Apakah ia beneran harus pergi dari kehidupan mereka?? pikir yeoja ini

“Taecyeon a~” sudah sedaritadi Wooyoung mengedor pintu kamarnya
“kita perlu berbicara, keluarlah~” pinta Wooyoung, tapi Taecyeon tidak ingin menghiraukannya. Hatinya sangat sakit saat ini, ia perlu menyendiri

Ini kedua kalinya Taecyeon menangis setelah pertama kalinya dikarenakan kematian anaknya yg telah digugurkan oleh Jessica. tapi kali ini Taecyeon terlihat lebih frustasi lagi dikarenakan kali ini ia bukan saja kehilangan seseorang yg ia cintai, tapi sahabat terbaiknya juga

‘bagaimana bisa, Wooyoung… kamu- mengkhianatiku??’
‘kamu yg membuatku sadar bukan??’
‘wae?? kenapa harus Suzy!?’

Begitu Junho datang keapartemennya Taecyeon, namja ini langsung menarik Wooyoung yg berdiri didepan pintu kamar Taecyeon itu dan menonjoknya kembali

“INIKAH CARAMU MEMPERLAKUKAN TEMAN BAIKMU, YACH BRENGSEK!!!” teriak Junho tidak tahan lagi, ia sudah cukup melihat tingkah mereka selama beberapa bulan ini. Junho bisa melihatnya kalau Wooyoung memiliki perasaan yg berbeda kepada Suzy
Junho kembali menarik Wooyoung yg sudah tergeletak dilantai itu “jujurlah padaku, apakah kamu- menyukai Suzy??” Wooyoung hanya diam
“YACH!! UCAPKANLAH SESUATU?? APAKAH KAMU BISU?? YA ATAU TIDAK!!” teriaknya lagi, kelihatannya Junho beneran marah kali ini

,,,

“kamu sudah pulang nona” ucap pembantunya ini, Suzy yg sedang banyak pemikiran itu tidak meresponnya dengan baik. Bahkan ia terlihat sedang melamun sambil berjalan, jadi tidak mungkin ia mendengar apa yg sedang dibicarakan oleh pembantunya

Begitu yeoja ini membuka pintu rumahnya, dilihatnya kedua orangtuanya sedang duduk diatas sofa. Mereka menatap kearahnya sambil tersenyum manis, yeoja ini terkejut dan langsung memeluk keduanya. Ada perasaan aneh dihati kedua orangtuanya ini, tidak biasanya Suzy bertingkah seperti ini didepan mereka

“apakah telah terjadi sesuatu padamu?” tanya ummanya to the point, mereka senang Suzy bisa kembali seperti semula, tapi rasa khawatir tetap tidak terelakkan bukan??

“aniya..nothing happen” jawab Suzy

“ataukah- karna Taemin?” kali ini appanya yg bersuara, Suzy langsung diam mendengarkan nama itu

“kalian tau- ia telah kembali?” appa dan ummanya mengangguk ‘ya’

“apakah kalian telah bertemu, Suzy?” tanya ummanya lagi, Suzy mengangguk ‘ya’
“kalian telah bersama lagi?” seru mereka antusias, tapi sayang Suzy malah mengelengkan kepalanya

“ia telah mempunyai seseorang, umma” balas Suzy, umma dan appanya ini menundukkan kepalanya

“tapi.. apakah kamu tau- mereka telah berpisah??” Suzy menatap kearah ummanya terkejut ‘jinja?’
Umma Suzy mengengam erat kedua tangan putrinya “kalau kamu bisa kembali dengannya, appa dan umma pasti akan sangat gembira sekali” ucap ummanya ini

Sejak Suzy menghilang, sejak saat itulah Taemin merasa ada yg aneh dengan dirinya. Ia tidak bisa menerima Sulli, walaupun ia telah berusaha sekalipun. Dihatinya.. Suzy tetaplah yeoja yg paling ia cintai dan inginkan. Pagi itu ketika Sulli bangun untuk membuatkan sarapan, Taemin tiba-tiba memeluknya dari belakang

“miane” ucap namja itu singkat

Sulli tidak mengerti apa yg ia maksudkan, tapi seharusnya bukanlah hal yg baik

“apa yg miane?? Kamu tidak suka aku membuatkan sarapan untukmu?” ujar Sulli

“miane, Sulli a~” ucapnya lagi

“sebenarnya ada apa denganmu?” Sulli tetap berusaha terlihat santai walaupun ia sudah mulai curiga, ditambah ketika ia ingin mendekati Taemin, namja ini malah menjauh darinya

“menjauhlah dariku” pinta Taemin

“aku tidak bisa!” tolak Sulli setegasnya

“tapi- aku tidak mencintaimu, Sulli a~”

Sulli langsung memeluknya “gwencana, tidak masalah bagiku. Asalkan kamu bisa tetap berada disisiku, itu sudah cukup Taemin”

Taemin melepaskan pelukan tsb dengan paksa “maafkan aku” lalu mengambil jaketnya dan pergi
“bila kamu tidak ingin pergi darisini, maka aku yg pergi” Taemin-pun menutup pintu apartemennya, Sulli sedang menangis dibalik pintu. tangisannya terdengar tragis sekali, Taemin bisa mendengarnya. tapi ia tidak bisa menoleh lagi, karna hal itu hanya akan lebih melukai Sulli, Suzy dan dirinya sendiri

Appa dan umma Taemin akhirnya balik ke-korea, kedua orang ini-pun bertemu dengan kedua orangtua Suzy dan mengungkapkan apa yg telah terjadi dan apa yg mereka inginkan sekarang ini. mereka berharap Taemin dan Suzy dapat dipersatukan kembali, Taemin masih sangat menyukai Suzy.

“seseorang telah menangis karnaku..” seru Suzy merasa bersalah
“miane umma, appa” ucap Suzy
“kalian… sangat menyayangiku bukan?? kalian akan mengabulkan semua permohonanku bukan?? aku- mempunyai sebuah permintaan..” pintanya dan tentu saja kedua orang ini mengangguk ‘ya’ kecuali bila permohonan Suzy ini tidak masuk diakal
“aku- ingin meninggalkan tempat ini, aku ingin mencari ajuhma ke-kanada”

“wae-“

“aku tidak jelas dengan perasaanku sendiri, aku tidak bisa kembali dengan Taemin. Aku-“

“arrayo~ bila itu kemauanmu, lakulanlah~ umma dan appa yg akan menjelaskan hal ini kepada kedua orangtua Taemin” ujar umma dan appanya

“gomawoyo” kembali memeluk kedua orangtuanya

Mungkin selama beberapa bulan mereka tidak ini telah terjadi banyak hal, orangtua Suzy dapat melihatnya, Suzy telah dewasa sekarang, ia tau apa yg harus ia lakukan. karna itu mereka membiarkannya

^^

Pagi ini, Junho tiba-tiba menerima telepon dari Suzy. Namja ini nampak kesal

“wae?” jawabnya jutek

“karna kamu sudah sering mengantarku, jadi antarlah aku untuk terakhir kalinya” pinta Suzy, Junho sedikit binggung

“EMANK KAMU PIKIR AKU TAXIMU APA???” teriaknya judes, tapi akhirnya ia datang juga menjemput Suzy (HAHAHA)

Setelah melihat koper besar yg dibawa oleh Suzy, Junho jadi terkejut setengah mati

“kamu- akan pergi?” tanyanya, Suzy mengangguk ‘ya’

“bukankah itu yg kamu harapkan?” balas Suzy pula, sebenarnya Junho tidak bermaksud jahat, saat itu ia sedang kesal
“karna aku telah mewujudkan satu keinginanmu, apakah kamu juga bisa menwujudkan satu permintaanku?” tanyanya kemudian

“mwo (apa itu)?”

“masuklah dulu.. nanti kita bicarakan” ucapnya, Junho-pun menurutinya

Sesampainya dibandara, setelah selesai memasukkan koper kedalam bagasi pesawat

“aku tau kamu menyukai Taecyeon, Junho” seru Suzy tiba-tiba, alhasil muka namja ini pucat seketika. Seluruh tubuhnya nampak bergetar

“darimana- kamu tau?” tanyanya pula

“semua orang bisa melihatnya, ok?! Hanya cassanova bodo itu yg tidak dapat merasakannya” jawab Suzy

“so” kali ini Junho terlihat dingin sekali

“SO… aku ingin kamu membantuku untuk menjaganya, setidaknya menyatukan Wooyoung dan Taecyeon kembali. Aku sangat merasa bersalah bila mereka terpisah karnaku” jelasnya kemudian

“tanpa kamu mintai-pun aku pasti akan melakukannya” jawab Junho
“tapi- apakah kamu yakin aku ini- homo??” tanyanya lagi, Suzy nampak keheranan

“bukankah itu kenyataan..” ucap yeoja ini pula, Junho nampak kesal sekali

“KATA SIAPA?? apakah perlu kubuktikan klo aku itu masih normal?!” kesal namja ini
‘sepertinya ia marah’ takut Suzy

“mian.. klo gitu- (aku pergi dulu)” Junho langsung menarik tangan Suzy dan CUP menciumnya, Suzy sangat terkejut

“sudah kukatakan aku bukan- homo, kamu yg memaksaku” ujar Junho, Suzy terlihat mematung disana
‘apakah ia menyukaiku??’
‘ah~ ani! Tidak mungkin!!’
‘apa yg sedang kamu pikirkan, Suzy!!’

“baiklah~ aku tau sekarang, mian..” membungkuk dalam
“klo begitu.. a-aku pergi sekarang, annyeong” tidak seberapa lama Suzy pergi, ia-pun kembali lagi dan memeluk Junho
“aku pasti akan sangat merindukan kalian!! Bila ada waktu, kunjungilah aku. Arra!!” walaupun Junho tidak begitu dekat dengan Suzy, tapi melihat yeoja ini akan pergi, tetap ada rasa berat dihatinya

“arrayo~ kha!” paksa Junho kemudian dan akhirnya Suzy-pun pergi

Sebelum pergi, Suzy menitipkan 4 surat kepada Junho. Yeoja ini berharap Junho dapat mengirimkan surat tsb kepada pemiliknya, salah satu surat tsb adalah untuk Junho sendiri. Namja ini membuka dan membacanya, lalu tersenyum sendiri

“aku akui.. kamu bener-bener hebat, Bae Suzy” ucapnya
“kamu dapat membuat 4 pria mencintaimu diwaktu yg bersamaan” lanjutnya kemudian dengan tawa yg besar

Tidak banyak yg Suzy katakan, hanya 1 kata “TERIMA KASIH” terima kasih untuk segalanya Junho, kira-kira seperti itulah~

,,,

Wooyoung sedang sendirian dikamarnya, akhirnya namja ini memutuskan untuk membaca surat dari Suzy juga. Hal yg sama-pun terjadi kepada Wooyoung seperti halnya ketika Junho membaca surat tsb, namja ini nampak tersenyum kecil. Sepertinya Suzy memang bukanlah seseorang yg suka menulis, karna itu isi surat tsb hanya berupa 1 kata yaitu “HWAITTING!!” hwaitting, kamu pasti bisa. kira-kira seperti itulah~

Dan disisi kanan setiap surat tsb, Suzy selalu menambahkan “bila ada waktu, jangan lupa mengunjungiku ya.. ^^”

“baiklah~” jawab Taemin setelah membaca surat tsb
Taemin-pun meletakkan surat tsb keatas meja ‘apakah sekarang waktunya aku melupakanmu dan memulai hidup yg baru??’ karna isi surat Taemin adalah “LUPAKANLAH AKU~” dengan maksud kira-kira seperti ini “aku tidak mencintaimu, jadi lupakanlah aku secepatnya dan cari penganti diriku yg lebih baik”

Lalu.. apa isi surat dari Suzy ke-Taecyeon??

^^

Sudah 3 tahun berlalu, kini Suzy sedang bersekolah disebuah universitas yg ada di-Kanada. Setiap tahun, Junho dan Wooyoung selalu datang mencarinya. Tapi sayang, Taecyeon tidak pernah ikut bersama dengan mereka. sekitar 3 bulan yg lalu, sebuah surat dikirim kerumah-nya Suzy. Surat itu dari Taemin, katanya ia akan segera pindah ke-kanada setelah menyelesaikan adminnya disekolah Seoul dulu. Walaupun Taemin tidak pasti apakah Suzy masih menyukainya atau tidak, tapi namja ini tidak ingin mengalah dan masih terus mengejarnya. Lalu.. bagaimana dengan Taecyeon??

“Suzy a!! Suzy!!” panggil Lee Minggi, anak dari bibinya yg berada di-Kanda. Suzy-pun berhenti untuk mendengarkannya

“kudengar.. kamu menolak Taemin karna kamu sudah pernah menikah dengan seorang namja ya?” tanyanya to the point
Suzy sempat terkejut ‘darimana ia tau??’ tapi akhirnya ia mengangguk ‘ya’

Seharusnya para pembantunya ini telah menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya mengenai Taecyeon

“lalu… kenapa dia (suamimu) tidak pernah datang mencarimu?” Suzy terdiam
‘aku juga tidak tau..’ itulah sebenarnya yg ia pikirkan

Tapi Suzy malah menjawab “mungkin karna.. aku telah menikahi seorang cassanova, hehe” Suzy-pun pergi meninggalkan Minggi yg masih menolol itu
‘ne!! inilah kenyataan yg harus kuterima’ ucap Suzy dalam hati

THE END

Apakah ada yg penasaran dengan surat yg diberikan oleh Suzy ke-Taecyeon?? bila ada, sini author kasih tau. hoho

“apakah kamu beneran tidak ingin ikut dengan kami mencari Suzy, Taecyeon? sudah tiga tahun berlalu, kamu tau aku dan Suzy tidak ada apa-apanya bukan? walaupun yah~ aku memang menyukainya” jelas Wooyoung
Junho langsung menyiku teman baiknya ini ‘apa pula yg kamu katakan??’

“Bukankah hari ini kita sengaja datang untuk mengajak Taecyeon kesana, kenapa pula kamu mengatakan hal seperti itu aish~” gerutu namja ini, Wooyoung hanya diam sambil melirik apartemen Taecyeon kembali
‘cepat sadarlah, Taecyeon’ lalu mereka-pun beranjak pergi kebandara

Taecyeon masuk kedalam kamarnya dan mengeluarkan sebuah surat dari lemarinya, surat tsb masih tertutup dengan rapatnya. Selama 3 tahun ini, Taecyeon tidak pernah membuka surat pemberian dari Suzy ini. ia takut, ia takut melihat isi surat tsb. Ia takut Suzy akan mengatakan hal-hal yg membuatnya sakit hati, jadi daripada dibaca mending ia simpan saja. Taecyeon meletakkan surat tsb diatas meja dan namja ini-pun berjalan kearah jendela kamarnya, Taecyeon menatap kearah Wooyoung dan Junho yg baru meninggalkan apartemennya itu

‘bukan aku yg tidak ingin mencarinya teman, tapi aku tidak bisa. Dia- tidak menyukaiku….’ jelas namja ini
‘bila ia menyukaiku, ia pasti tidak akan pergi bukan??’ pikirnya juga

Surat yg tadinya tertata manis diatas meja itu kini terlihat mulai basah dikarenakan tetesan air AC dari kamar Taecyeon, beberapa tulisan mulai terlihat jelas dipermukaan surat tsb

Tes “SA”

Tes “RANG”

Tes “HE”

Kapankah Taecyeon akan menyadari isi dari surat tsb?? Tsk tsk end.

48 responses to “Cause MY HUSBAND is CASSANOVA end

  1. critax kren bnget!!!!!!!!!!
    tp syang gk ad lnjtannya klo ad psti tmbh seru crita taeczyx!!!!!!!!!
    dtnggu lo!!!!!
    gomawo!!!!!!!!!

  2. ceritanya kereen!!
    4 namja suka sama 1 yeoja yang sama..
    waaah gantung, baca lanjutannya dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s