{KyuRa Moment} Appa Eomma One Day

Author   :   elftodie21 and syipoh

Cast        :  Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Kyumin, Kangin, Lee Yoonji

Rate       :  PG13

Genre    :  comedy, romance, marriedlife, family, sedikit geje ama mesum #plaakk

Bonjour’ kkumers!!! We’re back again with another ficlet, aduh tampaknya kami ketagihan bikin ficlet daripada ff ya. Ahahaha… But, still. Entah kenapa ni ficlet jadi kepanjangan dan akhirnya jadi ff. ckck.

Gapapa deh ya… Itung-itung bonus. Lagian, ini ff terinspirasi dari pengalaman pribadi salah satu author.  Kkkk… Esa eonni aja kali. Aku sih ogah. #plak So, junbi dwaesseoyo? Chulbaaaaaaalllllllllll…

*****

Kyuhyun’s P.O.V

“Kau lulus dengan nilai terbaik, Cho Kyuhyun. Selamat.” Bibirku membentuk lengkungan. Aku segera menyambut uluran tangan dosen pembimbingku dan dosen pengujiku.

“Kamsahamnida, paksanim…” Aku membungkukkan tubuhku. Lalu. aku mengikuti mereka keluar dari ruangan yang cukup panas ini.

Sebelum keluar, aku bisa melihat Hyora dengan wajah cemas sambil menggenggam bunga yang sepertinya akan diberikan untukku. Tentu saja. kepada siapa lagi dia akan memberikan bunganya itu selain suaminya yang tampan ini? Oh, ya. Hyora sudah lulus sebelumnya. Dia melaksanakan sidang skripsinya kemarin. Sedangkan aku, baru mendapatkan jadwalnya hari ini.

“O….otte?” tanyanya saat aku menutup pintu ruangan tadi.

Aku menggeleng menjawab pertanyaannya.

“M…mwo?? K..kau tidak…”

“Tsk…” Aku menggeleng lagi berusaha terlihat stress.

“W…wae?? Kyuhyun~ah…” Dia langsung memelukku. “Gwaenchanha… ” Suaranya sedikit bergetar seperti mau menangis.

“Mereka bilang aku….”

“Sudah sudah… Kau tak perlu meneruskannya.” Aku merasakan tangannya kini membelai punggungku. Hahaha. Kau memang cerdas, Cho Kyuhyun. Bisa mengambil kesempatan di saat seperti ini.

“Aku… Aku lulus dengan nilai terbaik.” bisikku.

“MWOOOO??!!” Dia kaget sambil melepaskan pelukannya. Bisa kulihat ada air mata yang sudah mau tumpah di matanya. Aku memamerkan smirk-ku yang paling menawan kepadanya. Kkkk.

“Mworago?!! Ya!! Cho Kyuhyun! Neo!” Dia langsung memukulku dengan bunga yang dibawanya.

“Huahahhaha… Kau sungguh mudah sekali di tipu, Myeonjjang~…”

“Neo nappeuniyaaaa!!” Aku masih tertawa saat di memberiku tatapan tajam.

“Kau tak mau memberiku selamat?” Aku melebarkan lenganku mengharapkan hadiah pelukan selamat atau mungkin lebih dari itu? Hehehe…

“Babo…” Dia terlihat marah. Tapi, mendekat padaku yang sudah tersenyum lebar padanya dan membalas pelukanku.

“Chukhahae…” bisiknya tepat di telingaku.

Lalu, entah setan apa yang sedang merasukinya saat ini, dengan tiba-tiba Hyora menciumku. Baiklah, dia yang memulainya. Aku pun tak melepas kesempatan baik ini. Kuperdalam ciuman kami hingga lidah kami saling bertautan.

“Ya ya ya~…. Tak bisakah kalian melakukannya di rumah saja?” Suara itu memutuskan ciuman kami. Boram, rupanya. Dia sudah berdiri di depan kami bersama Sungmin Hyung. Aish!! Bocah ini mengganggu saja. Tapi, kemudian mereka berdua tersenyum padaku dan mengeluarkan suara yang membuatku menyunggingkan senyumku.

“Chukhahae, Cho Kyuhyun!!!”

—-

Senangnya, tak perlu lagi pergi ke kampus. Dan sekarang, kami berdua bisa lebih sering berada di apartemen kami dan emmm… tentunya lebih sering berolahraga malam. Hahaha. Bingo! Kami hanya tinggal menunggu wisuda saja bulan depan. Dan yang membuat aku lebih senang lagi adalah aku sudah memiliki pekerjaan. Aku telah melamar di perusahaan milik seorang sunbae-ku dan aku langsung di terima karena prestasiku dan nilai-nilaiku yang baik. Lagipula, sunbae-ku itu sudah mengenalku. Jadi, dia memang sudah mengincarku untuk masuk di perusahaannya kelak ketika aku sudah lulus.

Aku sedang membaca koran di kamar ketika Hyora meletakkan cake untukku. Biasanya jika dia sudah membuat cake semacam ini, dia pasti menginginkan sesuatu.

“Jjangmyeon~ah…” panggil Hyora manis. Benar, kan? Dia pasti menginginkan sesuatu.

“Wae?” jawabku.

“Aku merindukan Kyumin.”

“Mwo? Kenapa Kyumin? Kenapa tidak Kyuhyun saja?” tanyaku sambil menaik-turunkan kedua alisku.

“Aku serius…”

“Bagaimana kalau kita buat saja adik untuk Kyumin. Jadi, kita tak perlu kesana lagi. Kkkk.” Aku mulai mendekatinya perlahan, bersiap untuk menyerangnya sambil terkekeh.

“Geumanhae…” Jari telunjuknya yang kini ada di dahiku menghentikan gerakan tubuhku.

“Wae?”

“Ya! Semalam kita kan sudah melakukannya. Kau tidak lelah, ya? Lagipula, kata Leeteuk Euisanim kita tak boleh terlalu banyak melakukannya, kan?”

“Mwo?” Aku tak percaya dia akan mengatakan ini.

“Ayo kita ke rumah Kyumin dulu. Eo?” rengeknya manja.

“Lalu? Setelah ke rumah Kyumin, kita boleh melakukannya?” Aku memamerkan deretan gigiku. Memberikan senyum tiga jariku yang mempesona ini. Yah… Meskipun tidak semempesona smirk kesukaanku.­­

“Mwo?”

“Arasseo… Setelah ke rumah Kyumin, kita akan melakukannya. Okay, call… Kaja..!!” Aku menarik tubuhnya dari tempat tidur kami untuk bersiap-siap. Kenapa jika Hyora yang meminta aku tak bisa menolaknya, ya?

End of Kyuhyun’s P.O.V

 

Author’s P.O.V

Mereka pun bersiap-siap menuju rumah Kangin dan Yoonji untuk menemui Kyumin. Kangin dan Yoonji juga sudah pindah ke Seoul. Jadi, mereka tak perlu repot-repot ke Busan lagi jika Hyora sedang rindu dengan Kyumin.

“Aku akan menelepon Yoonji Eonnie dulu.” kata Hyora.

“Hemmm…” Kyuhyun hanya membalasnya dengan dehaman.

“Jinjjayo? Arasseoyo Eonnie. Bawa saja Kyumin kemari. Aku yang akan mengasuhnya.” jawab Hyora samar-samar di telepon.

“Mwoya? Kyumin mau kemari? Jadi kami tak jadi ke sana?” gumam Kyuhyun yang sedikit mendengar percakapan Hyora di telepon tadi.

“Otte?” tanya Kyuhyun saat Hyora masuk lagi ke dalam kamar.

“Kita tidak usah kesana karena Yoonji eonnie dan Kangin Oppa akan pergi sebentar untuk membeli beberapa kebutuhan untuk acara rumah baru mereka. Dan mereka akan menitipkan Kyumin kesini. Huwa… Johta!” ujar Hyora dengan wajah berbinarnya.

“Mwo? Kita mengasuh Kyumin?”

“Gwaenchanha. Aku malah yang menyuruhnya. Tadinya, Eonnie mau menitipkannnya pada tetangganya. Tapi, mereka kan masih baru. Jadi, aku menawarinya untuk menitipkannya kesini.”

“Baiklah kalau begitu. Bisakah kita melakukannya dulu sebelum Kyumin datang?” Kyuhyun memeluk Hyora dari belakang sambil mulai menciumi tengkuknya.

“Ya~… Siapkan tenagamu, Jjangmyeon~ah…”

“Ah~ maja…” Suara Kyuhyun sedikit terdengar kecewa. Hyora yang menyadarinya pun kemudian memutar tubuhnya, berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Dikalungkannya kedua tangannya di leher Kyuhyun. Sedangkan, tangan Kyuhyun otomatis memeluk pinggangnya.

“Aku akan menuruti keinginanmu jika Kyumin sudah pulang. Bagaimana?” kata Hyora sambil tersenyum, membujuk dan menenangkan suaminya itu. Kyuhyun hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Hyora.

‘Cup!’ Sebuah kecupan ringan pun mampir di bibir Kyuhyun.

“Arasseo…” jawab Kyuhyun menurut, seperti anak kecil yang akan dijanjikan membeli mainan oleh ibunya.

“Ja!! Ayo kita bereskan ruangannya agar Kyumin bisa bermain dengan leluasa.” perintah Hyora.

Hyora dan Kyuhyun pun memindahkan beberapa perabotan yang menurut mereka bisa membahayakan Kyumin.

“Ini yang terakhir…” Hyora menggelar selimut tebal di tempat yang sudah mereka rapikan.

‘Ding dong’ Suara bel di intercom apartemen mereka berbunyi.

Hyora segera berdiri dan berlari ke arah intercom yang ada di dalam apartemen untuk memeriksa siapa yang datang.

“Nuguseyo??” tanyanya.

“Komooooooo….” Di layar intercom sudah terlihat Kyumin yang tersenyum.

“Jamkkanman, Kyumin~ah…” Hyora segera menekan tombol unlock-nya.

“Annyeong~…” sapa Yoonji diikuti Kangin yang membawa tas bayinya.

“Annyeong haseyo… Annyeong, Kyumin~ah…” Hyora tampak bersemangat sekali.

“Kyuhyun eottiya?” tanya Kangin.

“Ada di dalam, Oppa.” jawab Hyora. “Oremaniya, Kyumin~ah…(sudah lama tak bertemu Kyumin~ah)” lanjut Hyora yang tak peduli lagi dengan Kangin yang sudah masuk ke dalam.

“Tolong jaga Kyumin, ya? Aku takut jika kami mengajaknya, kami akan kerepotan sendiri.” kata Yoonji memindahkan gendongannya kepada Hyora yang sudah mulai membuat mimik lucu untuk membuat Kyumin tertawa.

“Gwaenchanha, Eonnie. Serahkan saja pada kami.” jawab Hyora sambil tersenyum.

“Kyuhyun ~ah… Kau harus menjaga anakku baik-baik, ya?” kata Kangin.

“Tenang saja, Hyung. Serahkan semua pada Hyora…” Mendengar hal itu, Hyora segera memperlebar matanya, mengancam Kyuhyun.

“Ah. Ani… Serahkan saja padaku.” Jawab Kyuhyun gugup diiringin kerutan heran di wajah Kangin.

“Eo! Hitung-hitung untuk pengalamanmu menjadi appa. Araji?” kata Yoonji.

“Ne, Nunaaaa…”

“Hyora~ya… Iluwa (kemarilah)… Aku akan mengajarimu cara membuat susu.” Yoonji menuju dapur dan mengambil beberapa peralatan untuk minum Kyumin seperti susu dan botolnya. Hyora pun menyerahkan Kyumin kepada Kangin karena dia harus belajar untuk membuat susu.

End of Author’s P.O.V

 

Kyuhyun’s P.O.V

“Ya~… Pegang dia.” perintah Kangin Hyung.

“Mwo??” Aku sedikit gugup karena aku tidak terbiasa menggendong anak kecil. Tapi, tiba-tiba Kyumin tersenyum padaku. Seakan berkata ‘Samchoon, aku percaya padamu’.

“Kau boleh pegang seperti ini.” Kangin Hyung yang sudah terbiasa mulai mengajarkan padaku cara menggendong Kyumin.

“Atau jika lelah, kau juga bisa membuatnya berdiri. Dia sedang senang-senangnya merangkak dengan cepat. Kau harus mengawasinya terus karena Kyumin sangat aktif.”

“Jinjjayo?”

“Hmm… Keurigo, dia ini juga sedang senang-senangnya belajar berjalan. Kau juga bisa menitahnya seperti ini.” kata Kangin Hyung yang memperlihatkanku cara menitah Kyumin yang kini berceloteh dengan riangnya. Bisa dilihat dia menyukainya.

Dengan hati-hati, aku mencoba menggendongnya. Kyumin bergerak-gerak terus ingin melihat appanya setelah berada dalam gendonganku.

“Hyung… Hyung… Hyuuuuuuungggg….” Aku panik.

“Aigoo… ” Kangin Hyung segera memegangi Kyumin lagi.

“Ini berarti, dia belum merasa nyaman dengan gendonganmu.” Kangin Hyung mengangkat Kyumin. Lalu, menyuruhku menggendong seperti dia. Aku sudah lupa bagaimana caranya menggendong Kyumin dulu. Huahh… Bagaimana jika aku harus menggendong anakku dan Hyora nantinya? Baiklah. Demi menjadi Appa yang baik, aku akan berusaha. Hwaiting!!

Dan akhirnya, setelah beberapa kali latihan aku bisa juga menggendong Kyumin. Dia anak yang sangat aktif ternyata.

End of Kyuhyun P.O.V

 

Hyora P.O.V

“Beri dia susu sekitar jam 11 nanti. Biasanya, dia sudah lapar. Aku sudah menyiapkan untukmu susu yang sudah aku takar. Jadi, nanti kau hanya tinggal memasukkannya ke dalam botol ini.” jelas Yoonji Eonni.

“Ne, Eonnie… Hmmm. Haruskan aku memasak botolnya?” tanyaku.

“Tak usah. Kami akan segera kembali. Lagipula, nanti Kyumin akan kuberi makan sepulang kami berbelanja.”

“Arasseo…” Aku menganggukkan kepalaku tanda mengerti.

“Jadi setelah nanti kau masukkan susunya, beri air panas sampai sini.” Yoonji Eonnie menunjukkan angka 2 pada botol minum Kyumin.

“Keurigo. Tambahkan air biasa sampai batas nomor 3.”

“Ah~… Jadi, agar hangat saja ya, Eonnie? 2:1, kan?”

“Maja! Jika dia rewel, kemungkinannya adalah dia lapar. Nanti kalau aku belum pulang, buatkan saja omellete. Kyumin suka sekali makan omellete dengan nasi.”

“Dia sudah makan makanan seperti itu?”

“Iya. Tidak apa-apa untuk melatihnya.”

“Oke, Eonnie. Serahkan saja padaku.”

“Bekerjasama lah dengan Kyuhyun.”

“Ne, Eonnie…”

“Ada beberapa mainan kesukaan Kyumin juga di dalam tas. Juga ada beberapa pakaian jika diperlukan. Popok juga…”

“Oke.”

“Kaja!” Yoonji Eonnie mengajakku kembali ke ruang tengah dimana Kyuhyun sedang berlatih menggendong Kyumin. Huahahaha. Dia masih saja kaku saat menggendong Kyumin.

“Nampyeon~… Kaja.” ajak Yoonji Eonnie.

“Eo, buin… Sudah selesai?” Kangin Oppa menengok ke arah istrinya.

“Eo, kaja! Palli..” perintah Yoonji eonnie.

“Ajari dia menggendong Kyumin dengan benar, Hyora~ya…” pesan Kangin Oppa.

“Arasseoyo, Oppa…”

“Ja~… Kami pergi dulu. Jumsinhaera (hati-hati), Kyuhyun~ah…”

“Ne~…”

Aku kembali ke dalam setelah mengantarkan kedua sepupu Kyuhyun keluar apartemen.

“Hyo~yaaaaaa…” Belum sampai ke dalam, Kyuhyun sudah berteriak memanggilku diselingi suara Kyumin yang menangis.

“Ya! Kau apakan dia?” tanyaku.

“Dia bergerak terus.”

“Letakkan saja dia. Mungkin dia ingin main saja. Tak ingin di gendong.” saranku. Kyuhyun langsung meletakkan Kyumin di tempat yang sudah kami siapkan tadi.

Aku mengambil mainan Kyumin di dalam tas, seperti kata Yoonji Eonni. Kyumin langsung diam ketika melihat mainannya. Dia pun langsung bermain sendiri.

“Aigoo. Dia sangat lucu, kan?” tanyaku sambil memperhatikan Kyumin.

“Kau ingin anak kita nanti lucu juga seperti aku, kan?” jawab Kyuhyun percaya diri.

“Mwo?”

“Kau bilang aku kwieopta, bukan? Jadi, kau ingin anak yang mirip denganku?” Kyuhyun menggodaku.

“Eo, baiklah. Maka dari itu, kau harus lebih berusaha lagi.” jawabku sedikit aneh karena mendengar pertanyaan dari Kyuhyun tadi.

“Baiklah… Tenang saja. Setelah Kyumin pulang, aku akan berusaha!!!” seru Kyuhyun.

“Ya~! Jangan keras-keras mengucapkan kata yang begitu mesum di depan Kyumin.” Aku memukul ringan pundaknya.

Kyumin yang melihat tingkah kami kemudian tertawa seperti melihat gag concert saja.

“Kyumin~ah… Keugobwa. Ni komo nappeuniya… (Kyumin~ah… Lihatlah. Komomu nakal sekali…)” Kyuhyun berkata dengan gaya aegyo-nya kepada Kyumin. Kyumin tertawa mendengar Kyuhyun.

“Igeo? Kau suka ya jika samchoon dipukul seperti ini?” Aku memukul Kyuhyun lagi. Dan Kyumin tertawa lebih keras lagi.

“Aigoo… Kau bersekongkol dengan komomu, ya? Rasakan ini Kim Kyumin.” Kyuhyun mencubit pipi Kyumin lembut.

End of Hyora’s P.O.V

—–

Author’s P.O.V

Dua puluh menit sudah appa dan eommanya Kyumin pergi. Dan tiba-tiba, ketika Kyuhyun dan Hyora sedang menemani Kyumin bermain. Wajah Kyumin berubah. Dia melihat ke sekeliling ruangan dan terlihat bingung.

“Maa… Ppaaaaa… Euaaaaaaaanggg…” Dia merasa appa dan eommanya pergi sepertinya. Kyuhyun tampak panik dan menyuruh Hyora menggendongnya.

“Omo omo… Kyumin~ah…” Hyora menggendongnya. Namun, Kyumin tak menghentikan tangisannya untuk mencari appa dan eommanya.

“Ya~… Kita ajak saja dia keluar. Bagaimana? Mungkin dia bosan dan masih merasa asing disini.” usul Kyuhyun setelah mereka berdua mencoba menghibur Kyumin, tapi tak berhasil.

“Baiklah. Kalau begitu, kau ganti baju dulu. Aku juga akan memakaikan jaket untuk Kyumin dulu.” Hyora pun mengangguk, tanda bahwa dia menyetujui usul Kyuhyun.

“Arasseo arasseo… Kau ingin bermain diluar, ya? Ja~… Uljima, Kyumin~ah… Kau harus memakai baju hangat dulu ya sebelum kita pergi.” Hyora masih menenangkan Kyumin dan memakaikan baju hangat untuknya serta memakaikan sepatu.

“Ini pakailah…” Hyora menengok ketika Kyuhyun sudah membukakan mantel untuknya.

“Hemm…” Hyora tersenyum. “Gomabta.” Dia memasukkan tangannya ke mantel. Lalu, kembali fokus pada Kyumin. Kyumin masih sedikit menangis dan sesekali memanggil appa dan eommanya.

“Jamkkanman, Uri Kyumin… I komo harus memakai mantelnya agar tidak kedinginan. Araji?” kata Kyuhyun. Seketika, Kyumin menghentikan tangisnya dan menatap Kyuhyun yang sedang mengikatkan tali mantel di pinggang Hyora.

“Waaa. Daebak! Dia mendengarkanmu.” Hyora takjub. Kyuhyun sendiri cukup kaget dengan kelakukan Kyumin yang tiba-tiba diam karena perkataan Kyuhyun.

“Junbi dwaesseo? Kaja!” kata Kyuhyun setelah selesai. Tiba-tiba, Kyumin lagi-lagi mengeluarkan reaksi yang sangat menggemaskan. Dia menyipitkan kedua matanya dan menunjukkan gigi depannya yang masih sedikit itu.

“Uaaa… Kwieopta… Kaja, Kyumin~ah…”

Mereka pun kemudian berjalan menuju playground yang ada di dekat apartemen mereka. Tinggal beberapa meter lagi mereka sampai di playground, Kyumin sudah menangis lagi dan seperti ingin turun dari gendongan Hyora.

“Turunkan dia, Hyo…”

“Hmm?”

“Kata Kangin Hyung dia itu sedang senang-senangnya belajar berjalan. Biar aku saja yang menitahnya. Aku sudah bisa.” kata Kyuhyun percaya diri.

“Baiklah…” Hyora menurunkan Kyumin dan Kyuhyun langsung memegang kedua tangan keponakannya yang lucu itu dan mulai berjalan mendahului Hyora. Kyumin langsung saja berlari kecil.

“Ya Tuhan… Kenapa cara mereka berjalan sama persis? Huahahahaha.” Hyora tertawa saat melihat Kyuhyun dan Kyumin berjalan. Dia kemudian duduk di sebuah bangku yang kosong untuk memperhatikan kedua bayinya sedang bermain.

Kyumin terlihat sangat senang bermain bersama Kyuhyun. Kyuhyun dan Kyumin (atau lebih tepatnya Kyumin) berjalan memutari playground-nya. Kyumin benar-benar tak bisa dihentikan. Dia seperti menarik Kyuhyun terus untuk menemaninya berjalan.

“Ya~ neo… Humdeuljianha, Kyumin~ah? (Apa kau tidak lelah, Kyumin~ah?)” Kyuhyun berkata pada Kyumin yang dicoba digendongnya. Tapi, begitu dia mendekap Kyumin di dadanya, Kyumin memberontak dan akhirnya Kyuhyun menyerah dan menurunkan Kyumin kembali.

“Ah~ jinjja…” keluhnya yang lalu melanjutkan lagi berjalan.

“Kyumin~ah… Ayo kita kembali ke komo.” Kyuhyun lalu mengarahkan keponakannya ini untuk berjalan ke arah Hyora. “Samchoon sangat lelah.”

“Annyeong…” Hyora melambaikan tangannya saat kedua Kyu itu mendekatinya. Kyumin ikut tertawa. Dilebarkannya tangannya agar bisa memeluk Kyumin.

“Huaaaaa….” Kyuhyun tiba-tiba bersuara setelah mendudukan tubuhnya di sebelah Hyora yang kini sedang mengajak Kyumin bicara.

“Wae?”

“Jinjja himdeuroo…” Hyora tersenyum. Dia menghapus keringat yang ada di dahi suaminya itu.

“Kyumin~ah… Lihat samchoon-mu. Kelelahan karenamu. Hahaha. Mianhaeyo, samchoon…” Hyora membuat Kyumin membungkuk.

“Istirahatlah… Aku yang akan menemaninya bermain.” kata Hyora yang lalu berdiri.

“Eo, ka!” jawab Kyuhyun setelah meneguk airnya dan mengatur nafasnya.

Namun ketika Hyora berjalan sedikit jauh, Kyumin memberontak lagi dan menangis sambil menggapai-gapaikan tangannya kepada Kyuhyun.

“Ppaaaaaa… Appaaaaaaaa…. Euaaaaaaaaaaaa…!!!” Kyuhyun terkejut mendengar Kyumin memanggilnya appa. Dia kemudian melupakan rasa lelahnya dan berdiri. Lalu, berjalan menuju Hyora yang sedang menenangkan Kyumin.

“Kyumin~ah… Wae?? Jogebwa… Banyak mobil disana. Lihat…” Namun, usaha Hyora untuk menenangkan Kyumin ini tak berhasil.

“Berikan dia padaku.” kata Kyuhyun. Dia mengarahkan tangannya ke arah Kyumin yang masih menunjukkan tangannya padanya. Hyora memberikan Kyumin padanya.

“Gwaenchanha?” tanya Hyora.

“Gwaenchanha…Aigoo… Maafkan samchoon, ya?” Kyuhyun membetulkan letak gendongannya dan mencium Kyumin sebentar. Seketika Kyumin berhenti menangis.

“Kyumin~ah. Kita bermain bersama Samchoon dan Komo, ya?” kata Hyora sambil menghapus air mata Kyumin. Kyumin melihat Hyora dan memamerkan gigi depannya. Mereka kini sedang berjalan menuju area yang menyediakan kolam bola.

“Aigoo…  Kau lucu sekali!!”

“Besok kita harus punya aegi yang mirip denganku dan lebih lucu dari dia. Ok?” celentuk Kyuhyun.

“Aish!! Nappeun Samchoon, tak ada yang melebihi ketampananku!” kata Hyora mengecilkan suaranya, seolah Kyumin lah yang sedang berbicara.

“Ne, Komonim… Kyuhyun samchoon itu kwieopta, kan? Bukan tampan?” jawab Kyuhyun sambil memperlihatkan smirk-nya.

“Jangan perlihatkan senyuman seperti itu, Cho Kyuhyun!!” Hyora mencubit pipi Kyuhyun sebagai hukumannya.

“Huahahhaha… Komo jangan marah-marah terus. Nanti cepat….”

“Mwo? Cepat apa? Hah? Cepat apa?” Hyora sudah mengerucutkan bibirnya.

“Lari, Kyumin~ah… Komo benar-benar menakutkan!” Kyuhyun mempercepat jalannya meninggalkan Hyora sambil menggendong Kyumin.

“Ya!!!”

—–

Kyumin, Kyuhyun, dan Hyora bermain bersama di kolam bola tadi. Awalnya, Hyora menyerang Kyuhyun dengan bola-bola hanya untuk membuat Kyumin memperhatikan mereka. Tapi akhirnya, mereka berdua malah yang saling menyerang dengan bola-bola tadi. Kyumin yang melihatnya malah senang dan sesekali melempar-lempar bolanya ke arah Kyuhyun sambil tertawa senang.

“Ya!! Neo… Kim Kyumin…”

“Waaa. Gomawo, Kyumin~ah…” Hyora segera menggendong Kyumin. “Biar saja samchoon disana. Kita pergi saja, ya? Kaja!”

“Ya!! Kim Kyumin! Lee Hyora! Tunggu aku!”

Kyuhyun segera menyusul mereka berdua.

“Kita main apa lagi ya, Kyu?” tanya Hyora pada Kyumin. Tiba-tiba Kyumin menunjuk ke arah ayunan yang ada di depan. Tubuhnya sedikit memberontak dalam gendongan Hyora.

“Kau mau kesana?”

“Eung.” jawabnya.

“Arasseo…”

Hyora dan Kyumin menuju ke ayunan tersebut dan bermain berdua. Mereka terlihat senang sekali bermain bersama. Hyora selalu tersenyum dan tertawa karena Kyumin. Kyuhyun yang sedari tadi memandangi mereka pun ikut tersenyum.

‘Dia sangat menginginkan aegi rupanya. Tunggu saja, Hyora~ya…’ gumam Kyuhyun. Diselipkannya doa di dalam sela hatinya yang terdalam. Harapannya bersama Hyora ke depan.

‘Klik Klik Klik’ Hyora menengok ke arah yang sudah di hafalnya itu.

Terlihat Kyuhyun tengah mengambil beberapa gambarnya bersama Kyumin. Hyora langsung saja memasang senyum terbaiknya dan mengarahkan Kyumin.

“Ja! Kita pulang ya, Kyumin~ah…” Kyuhyun menggendong Kyumin lagi. Hari ini, walaupun dia lelah, tapi melihat Kyumin dia merasa kelelahan itu sirna begitu saja.

—–

“Eo! Ini sudah jam 11 lebih. Kau bermain bersama Kyumin dulu ya, Jjangmyeon? Aku akan membuatkan susu untuknya sebentar.” Kata Hyora sepulang mereka dari playground.

“Arasseo…” Kyuhyun membawa Kyumin ke ruang tengah, tempat yang tadi sudah dia dan Hyora siapkan untuk bermain Kyumin.

“Ppa… appaaaaa…”

“Woaaaa. Kau memanggilku appa appa… Aku kan tidak segendut Kangin Hyung…” ujar Kyuhyun sambil bermain-main dengan tangan Kyumin yang kini tertawa. Tak lama, Hyora kemudian datang membawa botol susu untuk Kyumin.

“Igo. Kyumin~ah…” Hyora duduk di samping Kyuhyun dan mendudukkan Kyumin di pangkuannya. Kyumin pun langsung cepat tanggap begitu melihat botol susu miliknya. Tangannya menggapai-gapai botol susu itu dan dia pun langsung tenang saat botol susu itu sudah masuk ke dalam mulutnya. Dengan cepat, isi botol itu pun berangsur-angsur menyusut hingga akhirnya habis diminum oleh Kyumin.

Setelah selesai memberi susu untuk Kyumin, Hyora memposisikan tubuh Kyumin dalam gendongannya untuk menidurkan Kyumin. Hyora menggumamkan lagu. Tapi, baru saja dia menggumamkan satu bait pertama. Kyumin sudah memberontak dan membuat Hyora melepaskan pegangannya.

Dengan cepat, Kyumin merangkak. Hyora dan Kyuhyun yang awalnya belum sadar pun hanya saling memandang. Lalu, dengan cepat mereka berdiri dan berlari menghampiri Kyumin yang kini sedang merangkak menuju pintu kulkas di dapur mereka.

“Aigoo… Kyumin~ah… Andwae…” ucap Kyuhyun yang dengan cepat menangkap tubuh Kyumin. Dia pun memberontak dalam gendongan Kyuhyun.

“Lepaskan saja, Kyu…” Kyuhyun pun menurunkan Kyumin dalam posisi berdiri. Kyumin bergerak-gerak dan bertepuk tangan saat dirasakannya tubuhnya sudah menyentuh lantai apartemen Kyuhyun.

Kyuhyun pun ikut tersenyum saat melihat Kyumin berlatih berjalan dengan berpegangan padanya. Hyora yang melihatnya Kyuhyun dan Kyumin yang tampak akrab, saling berlarian, dan raut wajah Kyuhyun yang berubah-ubah saat bersama Kyumin membuat hati Hyora merasakan sesuatu yang berbeda. Hyora menatap perut datarnya dan mengelusnya pelan.

‘Seandainya sudah ada kau disini. Pasti kami akan menjadi keluarga kecil yang paling bahagia.’ ucap Hyora dalam hati. Bulir air mata pun entah kenapa keluar begitu saja dari mata indahnya.

“Andwae! Kau tidak boleh menangis. Ayo senyum!” Hyora menggelengkan kepalanya lalu menarik ujung bibirnya hingga akhirnya membentuk lengkungan senyuman yang terpatri manis di wajahnya.

Setelah menenangkan dirinya sendiri, Hyora segera mencari Kyuhyun dan Kyumin yang sekarang tengah menghilang entah kemana.

“Iluwaaa, Kyumin~ah… Andweee! Jangan kesitu! Nanti Komomu akan memarahimu jika kau merangkak kesitu.” Terdengar suara Kyuhyun yang melarang Kyumin. Hyora yang mendengar suara Kyuhyun pun segera menghampiri mereka.

Kyumin sudah hampir masuk ke bawah tempat tidur saat Hyora masuk. Dia juga melihat Kyuhyun yang sedang menarik Kyumin dari situ.

“Ya~ Kyumin~ah… Kau tidak boleh kesitu.”

“Ya!! Cho Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan??!!” jerit Hyora saat melihat Kyuhyun menarik kaki Kyumin dari bawah tempat tidur. Hyora tergopoh mendekati mereka.

“Aish!! Kau ini!!” Hyora memukul lengan Kyuhyun karena kecerobohannya menarik kaki Kyumin.

“Wae?”

“Jangan menarik kakinya seperti itu.” Hyora segera mengangkat lengan Kyumin dan mendudukkannya di pangkuannya. Kyuhyun terdiam. Dia sadar bahwa dia begitu cerobohnya menjaga Kyumin. Air muka Hyora terlihat kecewa padanya.

“Mianhae, Hyo… Tolong jangan marah. Ya ya?” Kyuhyun berusaha melunakkan hati istrinya dengan menunjukkan puppy eyes-nya kepada Hyora. Tapi, nampaknya Hyora masih marah dengan Kyuhyun. Hyora hanya bergeming menghadapi tatapan Kyuhyun. Kyumin yang duduk di hadapan mereka hanya menatap mereka berdua bingung lalu melanjutkan bermain dengan mainan-mainan kesayangannya.

“Hyo~ya… Jebal… Maafkan aku… Aku tidak akan mengulangi hal berbahaya seperti itu lagi. Iya kan, Kyumin? Samchoon tidak akan melakukannya lagi…” Kali ini Kyuhyun sedikit merengek. Hyora yang tidak tega pun akhirnya luluh.

“Arasseo… Janji tidak melakukannya lagi?” sahut Hyora sambil menunjukkan jari kelingkingnya. Kyuhyun pun langsung menyambutnya dengan mengaitkan jari kelingking mereka berdua.

“Janji.” jawab Kyuhyun mantap sambil mengulurkan senyum tiga jarinya.

Kyuhyun pun sontak mendekati tubuh Hyora dan menutup matanya. Dia memajukan bibirnya, berharap Hyora akan menjatuhkan kecupan manis atau bahkan ciuman panjang, seperti yang biasa mereka lakukan setelah selesai bertengkar.

“Mwoya? Kenapa kau memajukan bibirmu seperti itu?” tanya Hyora sambil menutup bibirnya, menahan tawa. Tapi, Kyuhyun hanya diam saja dan malah memajukan bibirnya sambil menggerak-gerakkan wajahnya, berharap agar Hyora segera mengecup bibirnya itu.

‘Jinjja! Apa yang dia lakukan? Micheosseo? Apa dia tidak ingat kalau ada Kyumin disini? Dasar babo!’ gumam Hyora dalam hati. Melihat kelakukan konyol suaminya itu Hyora memiliki ide.

“CHU~…”

“Hyo, kenapa kau berliur seperti ini, hah?” jawab Kyuhyun sambil membuka matanya saat ciuman itu mendarat pertama kali di bibirnya.

“Hihihihihihi…” kikik Hyora dibalik punggung Kyumin yang memasang muka bingung juga setelah ‘dipaksa’ mencium Kyuhyun Samchoon-nya.

“Ya!! Pantas saja!! Aigoo… Kyumin~ah… Air liurmu banyak sekali.” Kyuhyun mengusap bibirnya yang dipenuhi liur Kyumin. Sedangkan Hyora sibuk menahan tawanya yang akhirnya meledak juga melihat tingkah bodoh suaminya. Kyumin ikut tertawa melihat Samchoon-nya membersihkan bekas air liurnya.

“Huahahahahahaha….”

“Awas saja kau nanti malam…” ancam Kyuhyun.

“Mwo? Apa yang akan kau lakukan nanti malam padaku, hah?” tantang Hyora.

“Kau takkan bisa tidur nanti malam.” jawabnya tenang. Jawaban Kyuhyun membuat Hyora menelan ludahnya mengingat janjinya setelah Kyumin pulang dari sini.

“Jjangmyeon~ah… Jika, kita ingin menjadi orang tua yang baik kita harus lebih berhati-hati. Walau Kyumin keponakan kita, tapi dia harus kita jaga dengan baik. Araji?.” Nasihat Hyora sambil tetap mengawasi Kyumin yang bermain dengan asyik sendiri di depannya dan Kyuhyun. Hyora mencoba mengalihkan pembicaraan mereka soal sesi ‘olahraga malam’ mereka.

“Mianhae… Tadi itu aku kesulitan menjangkaunya. Jadi, aku tarik saja kakinya. Hehehe.” ujar Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Gwaenchanha. Lain kali, kau harus lebih memperhatikan hal seperti itu. Mungkin itu tidak berbahaya. Tapi, itu tidak benar, kan?”

“Eo arasseo…” Kyuhyun mengangguk mengerti. Hyora tersenyum lalu mengacak rambut Kyuhyun yang kemudian dibalas dengan senyuman tulus dari bibir Kyuhyun.

“Euuuaaaaaaaaaa…. ” Keduanya terperanjat saat mendengar tangisan Kyumin dan segera mencari sumber suaranya.

“Kyumin~ah. Waegeure?”

“Heuks heuks… Huwaaaaaaaaaaaa…” Kyumin menangis lebih kencang saat imo dan samchoon-nya datang menghampirinya. Hyora pun segera menggendongnya.

“Kau kenapa Kyumin?” Namun, pertanyaan Hyora hanya dijawab Kyumin dengan tangisan yang lebih keras lagi.

“Ottokhaji?” tanya Kyuhyun yang bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Bukannya dia sudah minum susu?”

“Mungkin Kyumin masih lapar. Ehmmm. Kata Yoonji Nuna bukannya dia sudah boleh makan omelette?”

“Ah~ maja… Baegopa, Kim Kyumin? Kaja kaja… Bab mokja.” Hyora membawa Kyumin keluar dari kamar diikuti Kyuhyun.

“Eo? Jamkkanman… Kalau aku yang menjaga Kyumin, lalu siapa yang akan memasak?” Hyora menghentikan langkahnya tiba-tiba.

“Errr…. Kau juga.” jawab Kyuhyun tak yakin.

“Mwoya?” Hyora menatapnya tajam.

“A…ani…. Kyumin~ah. Iliwa… Kau dengan samchoon saja, ya?” Kyuhyun segera meminta Hyora memberikan Kyumin, yang masih saja menangis kepadanya.

“Jaga dia baik-baik.” ucap Hyora yang terdengar seperti ancaman. Hyora tidak ingin kejadian saat Kyuhyun menarik kaki Kyumin terjadi lagi. Hyora lalu menuju dapur dan membuatkan omelette untuk makan siang Kyumin.

“Aku juga lapar, Myeonjjang….”

“Arasseo… Akan kubuatkan juga.” teriak Hyora dari arah dapur.

“Uljima, Kyumin~ah… Samchoon yeogi isseo…”  Kyuhyun membawa Kyumin berkeliling apartemen, berusaha untuk menenangkan Kyumin. Tapi, Kyumin tetap saja menangis. Kyuhyun menyandarkan kepala Kyumin di pundaknya dan menyanyikan sebuah lagu untuknya. Setahu dia, Kyumin sangat suka jika ada orang yang mennyanyikannya sebuah lagu. Kali ini dia mendendangkan ‘Puff the Magic Dragon’ lagi. Kyumin sangat menyukai lagu ini. Jadi, dia berharap Kyumin akan menjadi tenang sedikit sambil menunggu Hyora menyiapkan makan siang untuk mereka.

‘Puff the magic dragon lived by the sea

And frolicked in the autumn list in a land called Honah Lee,

Little Jackie Paper loved that rascal puff

And brought him strings and sealing wax and other fancy stuff… ohh….

Puff the magic dragon lived by the sea

And frolicked in the autumn list in a land called Honah Lee

Together they would travel on a boat with billowed sail’

Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Kyumin. Dia merasa Kyumin sudah tenang. Tapi, setelah diperiksa ternyata Kyumin sudah menutup matanya dan dengan tenangnya tertidur di pundak samchoon-nya itu. Kyuhyun mengelus rambut Kyumin sambil tersenyum.

“Kau kelelahan bermain, ya?” bisiknya. Lalu, dengan hati-hati Kyuhyun menidurkan Kyumin di tempat tidur yang sudah disiapkan Kyuhyun dan Hyora jika Kyumin ingin tidur.

Kyuhyun tersenyum lagi melihat wajah keponakannya yang sangat damai saat tertidur.

“Pantas saja Hyora komo selalu merindukanmu, Kyumin~ah… Samchoon akan segera memberikanmu teman untuk bermain. Arasseo?” bisiknya lagi.

Kyuhyun ikut membaringkan tubuhnya juga di sebelah Kyumin. Ditepuk-tepuknya lembut perut Kyumin agar bisa tidur lebih tenang.

End of Author’s P.O.V  

—–

Hyora P.O.V

“Kkeut (selesai)…” gumamku. Kyumin dan Kyuhyun pasti sangat kelaparan. Aku segera menghidangkan bibimbab untuk Kyuhyun di meja makan dan membawa omelette dengan nasi untuk Kyumin.

‘Eo? Kemana mereka? Kenapa sepi sekali?’ tanyaku dalam hati ketika keluar dari ruang dapur.

Tak lama kemudian, senyumanku mengembang melihat dua sosok yang dengan damainya tidur bersebelahan. Kepala mereka berada di satu bantal. Tangan kanan Kyuhyun ada diatas perut Kyumin. Sedangkan Kyumin sedang tertidur dengan wajah polosnya. Aigoo… Kyieopta!

Kuletakkan makanan untuk Kyumin di meja dekat TV, lalu mengambilkan selimut untuk mereka berdua. Aku memindahkan tangan Kyuhyun dari perut Kyumin dan menyelimuti mereka. Aku tak bisa berhenti menyunggingkan senyumanku karena pemandangan langka ini. Segera kuambil kamera SLR Kyuhyun dan menyimpan momen ini.

“Kalian kelelahan bermain bersama rupanya.” Kubelai puncak kepala mereka berdua pelan. Suamiku benar-benar sangat tampan dan sangat manis jika sedang tidur. Lain sekali jika sedang bangun. =.=”.

Karena aku tak mau membangunkan mereka, jadi aku meninggalkan mereka tertidur. Aku mengambil majalah sambil menunggu Kangin Oppa dan Yoonji Eonnie pulang serta Kyuhyun dan Kyumin bangun. Sebenarnya, aku ingin sekali bermain game mengingat aku sudah lama sekali tidak bermain game. Tapi, aku takut membangunkan mereka karena jika bermain game aku pasti akan berteriak-teriak. Jadi, kuputuskan untuk membaca majalah saja di depan TV sambil menunggui dua aegi-ku ini.

‘Ding dong’

Intercom apartemen kami berbunyi. Aku segera mendekatinya dan melihat ke layarnya. Terlihatlah Kangin Oppa dan Yoonji Eonnie yang baru saja pulang dari belanja. Aku segera membukakan double lock-nya.

“Kyumin bagaimana?” tanya Yoonji Eonnie.

“Dia sedang tidur dengan Kyuhyun.” laporku.

“Jinjja?” Kangin Oppa sampai tak percaya.

“Ne. Mereka bahkan tidur dengan satu bantal.” jawabku sambil membantu membawakan belanjaan mereka.

“Dia sudah makan?”

“Belum Eonnie. Ketika aku membuatkan makanan, Kyuhyun yang menjaganya. Dan saat aku selesai memasak, mereka sudah seperti itu.” Aku menunjukkan lokasi tidur Kyuhyun dan Kyumin. Kangin Oppa dan Yoonji Eonnie ternganga melihat mereka.

“Dia yang membuat Kyumin tidur?” bisik Yoonji Eonnie.

“Ne…”

“Daebak…”

“Hyora~ya. Aku membelikan daging untuk makan siang kita. Kau siapkan pemanggangnya.” perintah Yoonji.

“Ne, Eonnie…”

Kangin Oppa dan Yoonji Eonnie membelikan kami beberapa ddokboki dan juga merencanakan makan siang dengan bulgogi di apartemen kami. Kami bertiga pun mempersiapkan bahan-bahan yang akan kami panggang nanti.

“Nampyeon, sudah siapkah semua?”

“Eo! Sudah.”

“Ayo kita makan saja. Biar Kyuhyun dan Kyumin tidur saja. Aku sudah lapar.” ajak Kangin Oppa.

“Iya, biar saja mereka tidur.”

Aku pun mengangguk setuju.

“Srrrr….” Suara daging yang terpanggang di wajan pemanggang itu terdengar sangat menggiurkan. Perutku saja sampai berbunyi dan tak sabar menanti daging-daging itu matang. Tapi, tiba-tiba aku teringat Kyuhyun yang masih tidur. Bagaimana aku bisa makan sedang dia masih tidur? Istri macam apa aku ini?

“Jamshimanyo Eonnie, Oppa…” kataku saat mereka berdua sudah mulai makan.

“Wae?”

“Lebih baik aku membangunkan Kyuhyun dulu. Dia bilang tadi dia juga lapar.”

“Tidak perlu. Aku sudah mencium baunya.” Kyuhyun tiba-tiba muncul dengan wajah kusut bangun tidurnya sebelum aku sempat beranjak dari kursi meja makan.

“Eo. Kau sudah bangun? Cuci wajahmu dulu, baru bergabung dengan kami.” perintah Kangin Oppa.

“Ne, Hyung…” Kyuhyun yang masih setengah sadar itu menuju kamar mandi.

“Sebentar Eonnie, Oppa…” Hyora segera menyusul Kyuhyun ke kamar mandi setelah kedua iparnya itu mengangguk.

“Jjangmyeon…” panggilku.

“Hmmm…”

“Aku tak tega membangunkanmu tadi.”

“Gwaenchanha…” jawabnya sebelum membasuh wajahnya dengan air.

“Biar aku saja yang membersihkan wajahmu.” kataku yang sudah siap dengan handuk di belakangnya.

“Kau pasti lapar, ya?”

“Aku mencium aroma daging. Jadi, aku bangun.”

“Perutmu pasti sakit ,ya?” Aku sedikit khawatir dengan keadaan perutnya karena perutnya sempat bermasalah beberapa kali.

“Aku lapar….” jawabnya yang sepertinya masih sedikit mengantuk. Aku tersenyum, sepertinya dia kehabisan tenaga mengasuh Kyumin.

“Baiklah. Ayo kita makan, Tuan Cho…” Aku menggandenganya keluar dari kamar mandi.

Aku mengambilkannya nasi dan dia langsung saja makan dengan lahap.

“Pelan-pelan saja, Kyuhyun~ah…”

“Kau tak tahu betapa laparnya aku, Hyung… Kyumin benar-benar menguras tenagaku.” ujar Kyuhyun dengan mulut penuh makanan.

“Hahaha… Tapi, kau hebat, Kyuhyun~ah… Dia bisa tidur denganmu seperti itu.” puji Yoonji Eonnie.

“Gomabta.” tambah Kangin Oppa.

“Kalian sudah tahu kan bagaimana jadi appa dan eomma?”

“Ne Nuna…. Kalian berdua… Daebak…” Kyuhyun mengacungkan jempolnya ke arah Kangin Oppa dan Yoonji Eonni.

Kami tertawa sambil meneruskan makan siang menjelang sore itu. Tiba-tiba, di tengah acara makan kami, aku mendengar Kyumin terbangun.

“Eonnie, teruskan saja makannya. Aku sudah selesai makan. Jadi, biar aku saja yang mengambil Kyumin.” kataku.

“Gomawo, Hyora~ya…” Aku pun segera menuju tempat Kyumin. Dia sudah dalam keadaan duduk sambil menangis.

“Aigooo… Kyuminie… Ireonasseo?” Aku menggendongnya dan menenangkannya. Lalu, membawanya ke meja makan untuk bertemu dengan appa dan eomma nya.

“Annyeong, adeul~ah…” sapa appa nya yang lalu memintanya dari gendongannya.

“Hoaaaa…” Kyumin menangis keras saat melihat appa dan eommanya.

“Aniya aniyaaaa. Kami takkan meninggalkanmu lagi.” Yoonji Eonnie ikut menenangkan Kyumin.

“Kyuhyun Samchoon memperlakukanmu dengan baik, kan?” tanya Kangin.

“Huaaaaa…Hiks hiks…”

“Biasanya, dia seperti ini jika baru kami tinggal. Gwaenchanha, Kyumin~ah. Eomma yeogi isseo.” Kangin Oppa memberikan Kyumin pada Yoonji Eonnie dan seketika Kyumin berhenti menangis.

“Ah, iya. Dia kan belum makan. Akan kuambilkan omelette yang tadi aku buat, Eonnie.” kataku. Bagaimana dia tidak menangis? Dia pasti lapar.

End of Hyora’s P.O.V

—–

Author’s P.O.V

“Annyeonghi kyeseyo komo samchoon….” Kangin melambaikan tangan kecil Kyumin pada Kyuhyun dan Hyora di depan pintu apartemen mereka. Setelah makan tadi, mereka memang berpamitan pulang.

“Annyeong, Kyumin~ah… Hati-hati, Oppa… Eonnie…” kata Hyora.

Wajah Kyumin pun berubah saat mereka akan pergi. Dia lalu menggapai-gapai ke arah Kyuhyun.

Dan tak lama kemudian terdengarlah tangisan dari bibir mungilnya.

“Hoaaaaahoaaaa…”

“Arasseo. Besok kita akan kemari lagi. Oke?” Yoonji menjanjikan Kyumin. Dia tahu Kyumin tak ingin meninggalkan komo dan samchoonnya itu.

“Kalian masuklah agar Kyumin tidak melihat kalian dan ingin tinggal.” saran Kangin.

“Baiklah, Hyung. Hati-hati, ya?”

“Eo… ka…”

Lalu. mereka berdua pun mengalah masuk ke dalam apartemen. Sebenarnya, Hyora ingin sekali melihat Kyumin sampai mereka membelok ke lift. Tapi, mau bagaimana lagi. Hyora tidak ingin Kyumin menangis lagi. Mereka akhirnya masuk ke dalam apartemen dan mulai membereskan tempat bermain Kyumin tadi.

“Sepi sekali ya, tak ada Kyumin.” kata Hyora.

“Ehmmm… Tadi, suara tangisannya terdengar terus. Sekarang tinggal kita berdua lagi.”

“Geunde (tapi), kita banyak belajar hari ini angeure? (betul tidak?)”

“Geure… Pelajaran yang harus aku ambil hari ini yang utama adalah bahwa aku menginginkan anak perempuan, Myeonjjang…” kata Kyuhyun sambil menatap Hyora seakan menekankan keinginannnya itu. Hyora balik menatapnya sambil mengedipkan matanya beberapa kali.

‘Jadi dia ingin membuat anak perempuan…’

“Tapi, tak apalah kalau nanti kau hamil anak laki-laki… Semoga, dia nantinya akan menjadi tampan sepertiku. Kkkkk” kata Kyuhyun terkikik kemudian melanjutkan merapikan tempat itu. Hyora hanya bisa memandangi wajah suaminya itu dengan tatapan ‘dasar-percaya-diri-sekali’ ke arah Kyuhyun.

“Arasseo…”

“Ja!! Ini yang terakhir…” kata Kyuhyun sambil mendorong meja yang tadinya digeser agar tempat tersebut menjadi lebih luas. Sedangkan Hyora, dia membawa selimut dan bantalnya ke kamar.

—-

Hyora melangkah ke balkon sambil membawa coklat hangat di mug miliknya.

“Fiuhhh…” Dia meniup poninya terlihat bingung.

‘Bagaimana cara memulainya ya? Ehmm… Aku kan sudah janji padanya tadi pagi. Perlukan aku memakai lingerie hadiah ulang tahun pernikahan kami? Apakah itu tidak terlalu seksi? Masa aku harus agresif seperti dia? Ah… Eottokhaji?!!’ Matanya membulat. Dia bisa merasakan wajahnya memanas karena memikirkan hal yang tidak biasa dia lakukan.

“Tsk… Baru memikirkannya saja, aku sudah gugup begini. Bisa-bisa, Kyuhyun menertawakanku jika dia bisa membaca pikiranku…”

“Myeonjjang~…” Sebuah suara membuatnya menarik diri dari dunianya sendiri. Hyora menengok ke arah suara yang memanggilnya.

“Eung. Jjangmyeon, aku di balkon.” jawabnya. Sesaat kemudian, kepala Kyuhyun muncul dari pintu menuju balkon apartemen.

“Kau sedang apa?” tanyanya sambil menggosok kepalanya dengan handuk kecil karena dia baru saja mandi.

‘Glek.’

Hyora menelan air liurnya sendiri. Pada saat itu, Kyuhyun terlihat begitu seksi walaupun hanya dengan kaos dan celana piyamanya.

“Apa? Apa ada yang salah denganku?” Kyuhyun memandang Hyora yang sedang memandanginya juga.

“A…ani.” jawabnya yang lalu buru-buru meneguk coklat hangatnya untuk mengalihkan perhatiannya.

“Lalu kenapa kau melihatku seperti mau memakanku saja, hah?” Kyuhyun menyenggol lengan Hyora menggodanya.

“A…aniyaaaaaa…” Hyora sudah tak bisa menjawab kata-kata Kyuhyun tadi. Jadi, dengan spontan dia mengalihkan pembicaraan.

“Kau mau?” di sodorkannya mug berisi coklat panasnya tadi.

“Boleh.” Kyuhyun meneguk sedikit coklat panas tadi. “Hmmm… Johta… Coklat memang membuat hati kita senang, ya?” katanya.

“Jadi, kenapa kau tadi mencariku?” Tanya Hyora

“Ah, iya. Aku lupa memberitahumu. Sunbae ku tadi menelepon. Dan katanya, aku sudah bisa bekerja mulai Senin minggu depan.”

“Jinjja?!!” Kyuhyun mengangguk. “Chukhahanda… ” Serta merta Hyora memeluk suaminya itu.

“Gomawo…”

“Kau hebat sekali. Baru saja lulus sudah dapat pekerjaan.”

“Kau tidak usah bekerja juga tidak apa-apa.”

“Andwae… Aku harus bekerja. Aku tidak mau ada di rumah saja. Untuk apa aku kuliah kalau nantinya ilmuku tidak aku gunakan?” tolak Hyora.

“Pelan-pelan saja. Aku bukannya melarangmu. Kau kan sudah menjadi tanggung jawabku. Jadi, kalau nantinya kau tidak bekerja, aku juga tidak akan mempermasalahkannya. Arasseo?” Kyuhyun mengacak rambut Hyora.

“Arasseo…” Hyora mengangguk mengerti.

‘Shhuuuu…’ Angin berhembus kencang. Walaupun ini musim semi, tapi tetap saja anginnya terasa dingin dan menusuk tulang.

“Ayo kita masuk. Aku tak mau kau sakit, Jjangmyeon…”

End of Author’s P.O.V

—–

Kyuhyun’s P.O.V

Aku menutup jendela balkonnya setelah aku memberi tahu istriku bahwa aku akan segera bekerja. Aku senang, karena nantinya tanggung jawabku padanya adalah hasil dari keringatku sendiri.

“Sudah kau periksa double lock-nya?” tanyaku memastikan.

“Eung…” Dia mengangguk. Ya, Tuhan… Seharian mengurus keponakanku benar-benar sangat melelahkan. Badanku pegal ㅠ.ㅠ. Aku ingin segera merebahkan tubuhku di kasur. Jadi, aku mempercepat langkah untuk ke kamar mandi dulu karena ingin cepat-cepat tidur.

Kugosok gigiku cepat dan mencuci wajahku. Segar sekali rasanya. Aku pun segera keluar dari kamar mandi. Saat aku membuka pintu kamar mandi, Hyora buru-buru masuk ke kamar mandi tepat saat aku keluar.

“Hati-hati, Lee Hyora…” Nasihatku dari luar yang dijawabnya dengan tutupan pintu kamar mandinya. Aku menggelengkan kepalaku.

Ah… Apa peduliku? Yang penting sekarang aku bisa tidur. Aku melemparkan diri ke kasur kami.

“Johta….” Segera saja mataku tertutup rapat dan tak lama kemudian aku sudah berada di alam mimpi.

End of Kyuhyun’s P.O.V

 

Hyora’s P.O.V

Kyuhyun melewatiku dengan cepat dan masuk ke dalam kamar mandi. Eottokhae? Dia sudah bersiap tidur. Dan aku masih belum tahu apa yang harus aku lakukan. Hoaaa… Bagaimana ini? Sudahlah… Sepertinya aku memang harus melakukan dan menepati janjiku. Aku menghampiri lemari tempat aku menyimpan lingerie merah hadiah pernikahan ku dari kakak-kakakku.

Aku menyembunyikannya di balik jubah tidur yang belum kupakai. Tak lama kemudian, Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Agar dia tidak melihat lingerie itu, aku dengan cepat bergegas masuk kamar mandi juga.

“Hati-hati, Lee Hyora…” Aku masih bisa mendengarnya berbicara dari luar tepat saat ku tutup pintunya.

Aku menghadap cermin dan masih bertanya-tanya. Apakah tindakanku ini konyol? Aku memandang lagi kotak lingerie itu. Kututup mataku dan kuhembuskan nafas panjang.

—–

Aku memeriksa lagi penampilanku menggunakan lingerie seksi berwarna merah menyala itu. Ahra Eonnie benar-benar sangat ahli dalam memilihkan hal-hal seperti ini. Aku pernah membaca sebuah artikel kalau kebanyakan namja lebih menyukai yeoja yang menggunakan pakaian yang berwarna merah menyala seperti ini.

Astaga… Jantungku berdegup kencang sekali. Padahal, ini bukan yang pertama kalinya kami akan melakukannya. Tapi, entah kenapa masih saja aku gugup. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada di kamar mandi ini sampai aku memutuskan memakai lingerie ini. Aish!! Kenapa aku begitu bodohnya menjanjikan hal-hal macam ini kepada Kyuhyun? Babo babo babo!! Baiklah… Aku akan terima resikonya dan aku harus menepati janjiku pada suamiku. Kusemprotkan sedikit parfum seperti yang diajarkan Gain eonnie.

“Lee Hyora, fighting!!” Aku menyemangati diri sendiri.

‘Klik…’ Aku membuka perlahan pintu kamar mandi dan keluar dari situ. Suasana kamar kami begitu tenang. Lalu, langsung saja kulihat sosoknya yang sudah tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka. Kegiatan baby sitting kami sepertinya membuatnya lelah dan dia juga sepertinya melupakan janjiku padanya.

Air liurnya yang menetes menandakan kalau dia sudah sampai ke alam mimpi. Aku mengambil bed cover kami dan menyelimutinya. Kemudian aku memposisikan diri juga tidur di sebelahnya. Aku menahan tawa saat melihat ekspresi wajah tidurnya. Bocah ini benar-benar…. Ah! Bagaimana aku mengatakannya, ya? Han mari eopsseo (Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa). Kuambil tissue untuk menghapus liurnya sambil tetap menahan tawa.

“Kau sudah keluar dari kamar mandi rupanya.” katanya tiba-tiba sambil mengubah posisinya. Dan sekarang wajah kami berhadapan. Bedanya dia berbicara padaku dengan mata tertutup.

“Eo. Aku sudah keluar.”

Tangannya terulur dan memeluk pinggangku.

“Tepati janjimu besok saja. Badanku sakit karena mengasuh Kyumin.” Aku tersenyum mendengarnya. Ternyata dia tidak lupa janjiku tadi pagi. Bagaimana bisa dia melupakan janji yang jarang sekali kuucapkan demi bertemu Kyumin?

“Algesseo.”

“Nan ttal(r)eul wonhae. Aku mau anak perempuan saja sepertinya.”

“Mwoya~? Bagaimana kalau laki-laki juga?”

“Apa maksudmu?”

“Aku ingin anak lelaki juga.”

“Kita sudah punya Kyumin, Hyo…”

“Kalau begitu bagaimana jika dua-duanya?”

“Mwo?” Dia membuka satu matanya.

“Anak kembar.”

“Keugo andwae.”

“Wae?”

“Aku tidak punya keturunan kembar. Neo isseo? (apa kau punya?)”

“Ah~… Maja…”

“Jadi, besok kita buat anak perempuan yang cantik saja., ya?”

“Perempuan atau laki-laki atau keduanya.”

“Baiklah… Jadi, besok kita harus bekerja lebih keras dan lebih lama. Setuju?”

“Kau ini… Arasseo arasseo…”

“Ja~… Ijeneun jaleo kaja (Baiklah. Mari kita tidur sekarang).”

Kubelai rambutnya yang masih setengah basah dan menelusuri wajahnya. Ini adalah hal yang paling kusukai, memandang wajahnya.

Jinjja han mari eopsseo. Aku sudah tak tahu harus mengungkapkan apa tentang dia. Dia benar. It’s more than words. Tak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku sekarang karena memilikinya. Semua yang dia lakukan untukku dan yang telah dia berikan untukku.

Karena aku tak bisa meluapkan apa yang aku rasakan, maka aku memutuskan untuk merapatkan tubuhku padanya. Dan walaupun sambil tidur, dia masih bisa meresponnya dengan baik dengan membalas pelukanku. Aku harap, dia bisa merasakan luapan perasaanku yang tak bisa kukatakan ini walau hanya lewat pelukan ini.

Perlu kau tahu Cho Kyuhyun, kau adalah hal terbaik yang pernah aku miliki….

Dan perlahan kututup mataku juga dan bergabung dengannya menuju alunan mimpi kami.

End of Hyora’s P.O.V   

*****

Oke. Bunuhlah Esa Eonni kalau ternyata ff ini kurang memuaskan. Nyahahaha. Mianhae. Mianhae banget kalau disini KyuRa kurang mesum. Dan sekali lagi, cecunguk gank tidak mendapat porsi di ff ini. cecunguk : kapan jatah kami main? *protesmodeon*

Oh, ya. Satu lagi. Berhubung udah mau uas. *cepet amat, yak!* Mungkin bakalan ada ff setelah bulan Juni awal deh. Jadi, bersabarlah. Ps : kita udah ada ff baru pengganti lunar oath loh.. Nyahahaha. *bikin penasaran readers*

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

36 responses to “{KyuRa Moment} Appa Eomma One Day

  1. Eonn,bikin ff kyura lagi dung….
    Pas kyura x hamil..
    Pas kyu x kesusahan gara2 hyora x ngidam..
    Jebal oenni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s