The Angel’s Story [Part 2]

Title : The Angel’s Story

Author : Yong Yoon Ka

Cast :

  • Kim Kibum / Key [SHINee]
  • Yong Yoonka [OC]
  • Kim Jonghyun [SHINee]
  • Nam Woohyun [Infinite]
  • Kim Sunggyu [Infinite]
  • Choi Minho [SHINee]
Rating : PG-13
Genre : Fantasy, Friendship

Length : Chaptered

Disclaimer : Plot is MINE!!! that all .__.v
Ssangkyu~

Author’s Note : Sebelumnya makasih buat yang udah setia menanti FF abal-abal ini .__.v Dan juga makasih untuk yang ngoment ya 😀 and especially buat Ditha yang udah mau sukarela nge-post FF abal-abal ini ( ‘ – ‘ )v Pliisss >_< Comment is Like an Oxygen for Me! No Siders Pliss !>_<!

Previous : PROLOGUE | Part 1

*********

Key P.O.V.

Aku punya permintaan padamu…

Sampaikan pesanku.. padanya..

Jika kau bertemu dengannya…” 

Sekelebat bayangan tentang Woohyun, saat detik-detik terakhirku akan dikirm ke dunia manusia, memenuhi benakku.

Hhh.. Siapa orang yang kau maksud itu…, Woohyun-ah?

Aku yakin kau pasti ada disana tadi. Tapi kenapa saat kupanggil kau tidak menampakkan wujudmu? Bagaimana caranya aku bisa menyampaikan pesanmu. Kau tidak menjelaskan padaku siapa orang itu. Apa kau lupa dengan janjimu waktu itu?

Aish! Woohyun-ah..

“Ya. Key-ah,” aku menoleh.

“Jonghyun-ah…,” Jonghyun berdiri dibelakangku.

“Ada apa denganmu? Sudah selesai masaknya? Kenapa malah bengong?” tanyanya bertubi-tubi padaku.

Aku.. bengong..?

Ah~ Ne. Mungkin karena aku sedang memikirkan Woohyun tadi. Kulihat air diatas kompor sudah mulai mendidih. Langsung saja kumasukkan beberapa mie instant kedalamnya. Dan setelah matang langsung kubawa untuk dihidangkan diatas meja.

“Maaf menunggu.” ujarku pada beberapa temanku yang datang kerumah.

“Akh~ tidak apa-apa kok. Maaf sudah merepotkanmu ya Key-ah” ujar Minho padaku.

“Ne,” jawabku sambil kembali duduk di depan meja dan mulai menuangkan mie ke beberapa mangkuk.

Choi Minho, teman sekelasku. Dia ini mirip sekali dengan Elias. Sifatnya pun sama. Aku ragu jangan-jangan dia ini benar-benar Elias yang menyamar menjadi Choi Minho untuk memata-mataiku. Atas perintah dari Petinggi Langit tentunya. Ah.. ya. Aku ingat janjiku pada diri sendiri saat aku sampai di dunia manusia. Aku akan mencari Pecahan Matahari itu segera dan kembali ke Negeri Langit. Dan aku akan menuntut Petinggi Langit karena sudah menghukumku karena hal yang tidak masuk akal.

Hanya karena mengintip…?! Bidadari-bidadari itu juga akan kutuntut. Karena menurutku mereka sangat sombong. Ingatkan aku untuk membalas mereka nanti saat aku kembali ke langit.

Mangkuk pertama kuserahkan pada Yoon Ka. Dia juga datang untuk belajar bersama di rumahku. Jonghyun yang mengajaknya. Jonghyun juga yang mengajak Minho.

“Igeo.. Ladies First.” ujarku. Aku sebenarnya kurang setuju mengajak Yoon Ka untuk belajar bersama di rumahku. Karena hanya dia satu-satunya yeoja dalam kelompok belajar kami. Tapi ia bilang tidak apa-apa. Ia bisa jaga diri.

Ya sudahlah.. Sebaiknya aku menjaganya dari belakang saja supaya ia tidak kenapa-kenapa dan tidak hilang satu apapun sehabis pulang dari rumahku.

Aku mulai mengambil bagian untukku sendiri karena kulihat Minho dan Jonghyun sudah mengambil bagian mereka sendiri.

Tiba-tiba Yoon Ka berdiri. Aku menoleh padanya. Gadis itu tidak bilang apa-apa namun hanya menunjukkan layar ponselnya padaku. Tertera disana caller identity-nya dari Umma. Aku mengangguk dan ia pun segera keluar meninggalkanku Minho dan Jonghyun bertiga, melanjutkan makan kami dalam diam saat tiba-tiba kulihat Minho berdiri dan berseru. “Gawat! Aku lupa cuci tangan!!” ia pun berlalu masuk ke dapur. Sekarang hanya tinggal aku dan Jonghyun di sini. Kulihat ia sedang menatapku  dan aku pun balas menatapnya. Ia kemudian tersenyun ke arahku.

Deg! Darah di sekujur tubuhku mendesir hebat. Ada apa denganku? Kulihat Jonghyun masih tersenyum ke arahku. Kurasa aku pernah melihat senyum itu sebelumnya. Senyuman yang terasa sangat familiar bagiku. Aku pun balas tersenyum padanya dan kembali melanjutkan makanku. Aku yakin pernah melihat senyuman itu sebelumnya, tapi bukan berarti senyuman Jonghyun ini adalah senyuman pertama yang ia tunjukkan padaku. Aku yakin pernah melihat dan mengenal senyuman itu sebelumnya, tapi dimana..??

Dan kenapa tubuhku tiba-tiba menggigil saat ingat apa yang sudah Jonghyun lakukan tadi ya..?

“Minho lama sekali cuci tangannya.” Jonghyun membuyarkan fantasi gilaku. Syukurlah.  Aku hanya menggeleng tidak tahu. Tepat saat itu Minho keluar dari dapur dan duduk kembali diantaraku dan Jonghyun. Syukurlah Minho sudah kembali. Setidaknya dengan kehadirannya bisa meredam fantasi gilaku.

Yoon Ka juga ternyata sudah kembali. Ia kembali duduk di tempatnya.

“Kenapa tidak makan?” tanyaku saat kulihat ia hanya memandangi mangkuknya. Jonghyun dan Minho lantas menoleh. Yoon Ka menggeleng. “Tidak enak?” tanya Minho. Gadis itu lagi-lagi menggeleng. Ia kemudian mengambil sumpitnya.

“Oppaku tidak bisa menjemput.” ujarnya memecah keheningan diantara kami. Aku, Minho dan Jonghyun kembali menoleh padanya. “Umma juga tidak mungkin menjemput. Aku tidak ingin merepotkannya.” ujarnya pelan. Sontak kami bertiga langsung memandang iba padanya.

“Jadi.. setelah ini aku akan langsung pulang. Aku hanya tidak ingin tiba dirumah malam-malam.” tambahnya lagi.

“Yah.. kenapa begitu..? Kita baru belajar 1 jam yang lalu. Janjinya kan sekarang kita belajar 3 setengah jam. Kenapa kau cepat sekali minta pulang..?” Minho nampaknya sedikit kecewa. Yoon Ka hanya diam sambil terus mengunyah makanannya.

“Disini saja dulu sebentar.” Jonghyun juga memohon pada Yoon Ka.

“Andwe. Aku tidak mau pulang malam-malam. Ummaku bisa khawatir.” jawabnya sambil menggeleng cepat. Yeoja yang-tidak-pernah-takut-pada-apapun itu ternyata bisa juga takut membuat Ummanya khawatir.

“Begini saja, kau tetap belajar dulu disini bersama kami. Nanti kalau sudah saatnya pulang, aku, Minho, atau Jonghyun yang akan mengantarmu pulang.” ujarku memberi penyelesaian pada masalah Yoon Ka.

“Aku tidak bisa Key-ah, arah rumahku berlawanan dengan rumahnya.” ujar Jonghyun.

“Aku juga tidak bisa. Aku harus menjemput Umma di rumah sakit.” ujar Minho.

Oke.. baiklah. Sepertinya hanya tinggal aku.

“Baiklah. Aku yang akan mengantarmu pulang.” kataku pada akhirnya.

“Baiklah kalau begitu.” Yoon Ka tersenyum dan kembali melanjutkan makannya. Wajahnya sedikit cerah dari sebelumnya. Yah.. baiklah. Lebih baik daripada tidak sama sekali.

Singkatnya saat jadwal belajar bersama kami sudah selesai, seperti yang Minho katakan sebelumnya ia langsung pergi dengan motornya menjemput Ummanya di rumah sakit. Dan Jonghyun pun juga pulang setelah ia membantu membereskan dapur sebelumnya.

“Aku pulang dulu.Terima kasih untuk semuanya.” serunya ketika aku dan Yoon Ka berpisah dengannya di persimpangan jalan.

“Antarkan aku sampai halte saja.” kata gadis itu memecah keheningan diantara kami sepeninggal Jonghyun. “Andwe.. rumahmu masih jauh. Kau bahkan masih harus jalan kaki lagi sehabis dari stasiun.” balasku.

“Kubilang tidak usah!” serunya tegas.

Oke.. baiklah.

“Kau pikir aku tidak bisa jaga diri..?” ujarnya menatap padaku.

“Mmm.. Mianhae.”

Sungguh, yeoja satu ini benar-benar lain dari semua yeoja yang pernah kukenal. Biasanya para bidadari ataupun malaikat pasti memaksa ingin diantar sampai rumah, bahkan sampai pintu kamar.

Setelahnya kami pun larut dalam kesunyian.

“Hei… aku lihat kau punya gantungan ponsel yang sama dengan Jonghyun.” ujarnya tiba-tiba. Aku menoleh.

“Apa maksudmu?”

“Coba lihat ponselmu..,” jawabnya sambil mengulurkan tangannya padaku. Apa maksud gadis ini..? Kukeluarkan ponselku dan kuserahkan padanya.

“Lihat. Ini..,” ia menyentuh gantungan ponselku itu.

“Lalu… apa maksudmu sama dengan Jonghyun?” aku masih tidak mengerti.

KEY… Benda ini mirip dengan gantungan ponselnya Jonghyun. Hanya saja kalau kau, hurufnya hanya ada 3, K-E-Y. Tapi kalau Jonghyun ada 7 huruf. J-O-N-G-K-E-Y. JONGKEY.” terangnya.

“Jongkey..?!” ujarku shock. “Jonghyun-Key maksudnya??!”

“Ne. Jonghyun-Key… apa kalian couple..?” tanyanya dengan santainya.

“Aa~ aniyo~!!! Memang kau tahu darimana kalau gantungan ponselku sama dengan Jonghyun??” tanyaku.

“Kau tidak pernah melihat ponselnya kalau begitu?? Mmm.. aku pernah melihatnya. Bahkan sering. Bentuk huruf ‘KEY’ ini sama dengan ‘KEY’ dari gantungan ponselnya Jonghyun. Warnanya pun sama.” ujarnya lagi.

“Tidak mungkin.. Bisa jadi itu hanya kebetulan..” ujarku saat kami sudah sampai di halte bus.

“Ani.. kurasa itu bukan sekedar ‘kebetulan’.” ujarnya pelan.

Hening…

Kebetulan? Benda ini sudah ada padaku saat aku pertama kali menginjakkan kaki di surga. Bagaimana mungkin di waktu yang bersamaan Jonghyun juga bisa punya benda yang sama?

“Igeo,” aku mengambil kembali ponselku.

Ya~.. selama ini aku memang tidak pernah melihat Jonghyun dengan ponselnya. Jadi bagaimana aku bisa tahu gantungan ponselku sama atau tidak dengannya?

“Bagaimana kau bisa berpikiran begitu?” tanyaku.

“Mmm.. Mollaseo.” jawabnya sambil mengedikkan bahunya.

“Sudah ya. Busnya sudah datang. Terima kasih untuk semuanya.” serunya sambil melangkah masuk kedalam bus. Meninggalkanku sendirian.

End of Key P.O.V

~~~~XXX~~~~

Berbagai macam alat musik berjejer rapi di sepanjang dinding di lorong itu. Mereka tersimpan aman dalam etalase-etalase yang tertanam ke dalam dinding. Di setiap sudut berbagai macam jenis musik diputar. Tampak segelintir orang hilir mudik keluar masuk ruangan, lorong, dan lift. Secara keseluruhan, tempat ini tidak begitu ramai untuk ukuran gedung yang cukup besar.

Dan di sanalah Key berada sekarang. Woolim Entertainment. Key ingat dengan namja bermata sipit yang bertemu dengannya di sekolah beberapa hari yang lalu. Bukannya Key tertarik untuk melatih vokalnya. Itu alasan kedua ia datang ke Woolim. Ia tertarik pada namja yang bernama Sunggyu itu. Mungkin karena ia telah memuji suara Key makanya ia datang untuk menemui namja itu sekedar untuk berterima kasih sudah memuji suaranya.

Tapi sepertinya Key punya masalah. Ia baru pertama kali menginjakkan kaki dalam gedung yang luas dan besar itu. Ia kebingungan harus mulai mencari kemana namja bernama Kim Sunggyu itu.

Key saat ini ada di lantai 3. Tepatnya lantai yang khusus tempat kelas vokal berada. Tidak tertutup kemungkinan Sunggyu bukanlah seorang instruktur vokal sebab pada kartu nama yang ia berikan tidak tertera keterangan ia instruktur yang mengajar bagian apa. Tapi menurut Key, Sunggyu pasti seorang guru vokal. Sebab ia mengerti bagaimana suara Key. Maka itulah alasan mengapa Key mulai pencarian dari lantai 3. Key terlalu sibuk memperhatikan sekeliling dan tidak melihat apa yang ada di hadapannya.

BRUK!!

Key tak sengaja menabrak seseorang saat ia akan berbelok di persimpangan lorong. Namja yang ditabraknya itu terhuyung sedikit kedepan. Key menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang ia tabrak. Begitu juga dengan orang itu yang menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang telah menabraknya.

“Ahh~ Mianhae….,” ujar Key. Namja itu menggeram pelan sambil menyandang kembali tas gitar di bahunya.

Key melihat pada jaket namja itu. Pada bagian dada ia melihat lambang yang sama dengan lambang yang ia lihat di depan pintu masuk gedung tadi. Lambang  Infinite ∞

Sepertinya ia murid di sini, pikir Key.

“Ah~ permisi. Apa kau tau kelas vokal mana yang sedang ada kegiatan sekarang?” tanya Key cepat pada namja itu. Tapi sedetik kemudian Key sadar pertanyaannya salah. Harusnya ia langsung saja menanyakan Kim Sunggyu pada namja di depannya itu. Siapa tahu namja itu kenal dengan orang yang dimaksud.

Namja itu mendesah dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ekspresinya seolah menganggap Key telah menganggunya waktunya.

“Hahh.. terus saja. Dikelas B dekat tangga lantai 4.” ujarnya cepat. Kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Key setelah memberikan tatapan dingin padanya.

“Ah~ Kamsahamnida.” seru Key saat  namja itu menghilang di balik tikungan lorong.

“Ada apa dengan orang itu? Aku kan sudah minta maaf.” gumam Key.

Key pun kembali melanjutkan langkahnya dan sekarang ia berdiri di depan pintu kelas B seperti yang dikatakan namja tadi.

Key perlahan membuka pintu dan masuk kedalam. Sebuah ruangan besar dan luas terbentang dihadapannya. Dengan jendela besar yang terdapat di sisi kanan dan seberang Key yang membuat ruangan itu terang bermandikan cahaya matahari.

Disudut ruangan, berdiri membelakangi Key–seraya membereskan setumpuk kertas–seorang namja yang terlihat begitu familiar di mata Key.

Cahaya matahari menerangi namja itu sehingga namja itu terkesan berkilauan.

Sosok namja itu terlihat mengabur di mata Key. Kemudian Key melihat ada sesuatu yang samar-samar membayang di belakang namja itu. Sesuatu yang berkilau, terkesan transparan hampir tak terlihat dengan sebentuk sayap besar yang membentang, melayang di belakang namja itu yang Key yakini sebagai..

“Woohyun?”

“Ahh~ Aku sudah mengira kau akan datang.” sosok itu berbalik perlahan. Memunggungi cahaya matahari. Dan tersenyum manis pada Key.

~~~~XXX~~~~

Key P.O.V.

Benar ini ruangannya kan..?? Didepanku, pintu kelas B dengan keterangan dibawahnya, Kim Sunggyu. Yah sepertinya memang ini ruangan yang dimaksud namja aneh tadi.

Setelah menguatkan hatiku,  perlahan kubuka pintu itu. Dan kulihat di depanku sebuah ruangan yang cukup luas dan sangat terang karena punya banyak jendela besar di dindingnya.

Kenapa sepi..? Apa kelasnya sudah selesai..? Aku tidak melihat seorang pun. Namun ternyata sudut mataku menangkap kehadiran seseorang yang sedang berdiri memunggungiku. Sosoknya tidak terlihat jelas karena ia berdiri di sudut ruangan dekat jendela besar yang mana cahaya matahari jatuh di belakang punggungnya. Mengakibatkan punggungnya bermandikan cahaya matahari pagi.

Orang itu sepertinya tidak sadar dengan kedatanganku. Ia terlihat sibuk dengan kertas–yang entah apa itu–ditangannya. Perlahan kulangkahkan kakiku menuju orang itu. Namun seketika langkahku terhenti. Entah aku yang salah lihat atau apa…

Sesosok bayangan samar-samar melayang dibelakang orang itu. Dari garis wajahnya…

“Woohyun?”

Orang itu tersentak kemudian tiba-tiba menoleh kebelakang.

“Ah~ aku sudah mengira kau akan datang.” Kim Sunggyu. Orang yang sama dengan yang waktu itu. Ia tersenyum padaku seraya meletakkan setumpuk kertas yang dipegangnya tadi ke atas meja di sampingnya.

Aku mendongak, menatap liar  ke seluruh ruangan. Bayangan sosok Woohyun tadi tiba-tiba menghilang saat Kim Sunggyu menoleh kebelakang.

“Woohyun..,” bisikku lirih. Ia mempermainkanku.

“Ada apa?” Sunggyu berjalan ke arahku menatap khawatir padaku. Aku masih melihat sekeliling. Berharap menemukan sosok Woohyun yang sedang menertawakanku karena telah berhasil mempermainkanku. Tapi aku hanya bisa menelan ludah. Sosok Woohyun tadi benar-benar menghilang.

Aku tidak mungkin salah lihat. Sosok samar seperti itu tadi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Beruntung Petinggi Langit tidak mencabut kekuatanku sepenuhnya. Yah.. walaupun aku tidak menggunakan kekuatan suciku itu di depan umum. Hanya saat aku sedang sendirian saja.

“Mmm.. Gwenchana?”

Aku tersentak. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri sampai-sampai tidak menyadari kalau Sunggyu sudah berdiri dihadapanku.

“Ah~ ani. Gwenchana” ujarku. Aku mencoba menutupi kegugupanku dengan menggaruk belakang leherku yang tidak gatal. Sunggyu tersenyum. Matanya kembali menghilang.

“Ah~… apa ada orang lain disini…?” tanyaku takut-takut. Berharap Woohyun memang ada disini.

“Ada.” jawabnya serius. Aku terdiam. Jangan bilang kalau Woohyun memang ada disini!!!!

“Ee.. Siapa?” tanyaku lagi.

“Kau~~!!! Hahahahahahaha!!!!” Sunggyu menunjuk padaku kemudian tertawa keras.

Oh God. Satu lagi makhluk aneh yang kutemui hari ini. Lihat matanya.. Matanya hilang kemana..? Aku melihat kebawah. Mungkin matanya jatuh atau tercecer. Orang ini masih saja tertawa keras.

“Aah~ ha. Ha.ha.ha.ha.ha.ha. Kau lucu sekali.” ujarku tertawa garing. Hei.. apa yang lucu sih..?

Kesan pertama pada orang ini, aneh. Baiklah. Tadi mungkin aku hanya salah lihat. Itu bukan Woohyun. Mungkin karena cahaya matahari yang masuk terlalu silau jadinya aku melihat fatamorgana.

“Aaahh.. hahahahahaha. Aku sudah menunggu kedatanganmu. Sungguh. Aku yakin sekali kau pasti akan datang. Tapi, hanya untuk memastikan, apa gerangan yang membawamu menemuiku disini..?” tanyanya sambil tersenyum ramah padaku. Aku segera merogoh saku celanaku dan mengeluarkan secarik kertas dari dalamnya.

“Kau memberiku ini.” Sunggyu melongo sesaat. Namun sedetik kemudian langsung tersenyum lebar. Lagi matanya menghilang.

“Tertarik?” tanyanya.

“Nn… Ne.” aku mengangguk tidak yakin. Apa yang sudah kulakukan. Apa benar itu tujuanku datang kesini?

“Mari. Sebaiknya kita bicara di kantin saja. Mari ikut aku.” ujar Sunggyu membil menyilakanku berjalan lebih dulu.

Ya sudahlah.. Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang. Sekarang rasanya seluruh sel otakku dipenuhi oleh Woohyun dan sosok samar tadi.

“Woohyun…,” bisikku menatap sekilas ke seluruh ruangan kelas untuk terakhir kalinya sebelum Sunggyu menutup pintu ruangan itu.

End of Key P.O.V

~~~~XXX~~~~

“Baiklah. Kau boleh pulang sekarang.” Sunggyu melambaikan tanganya pada seorang murid terakhir di kelasnya yang membungkuk padanya dan berlari keluar.

“Hahhh….,” Sunggyu melepas kacamatanya dan memijat pelipisnya. Sudut matanya melirik pada meja didekat jendela. Setumpuk kertas partitur lagu berserakan di atasnya. Sunggyu lagi-lagi mendesah dan berjalan menuju meja itu untuk membereskan kertas-kertas itu.

Semilir angin menerpanya dari belakang saat ia mulai membereskan kertas-kertas itu. Sontak ia menoleh kebelakang.

“Aish.. anak itu lupa menutup pintu.” ia pun menoleh kembali melanjutkan membereskan kertas-kertas partitur itu.

“Hmm~~ Hmmm~,” ia bersenandung pelan, seiring angin pelan yang membelai wajahnya lembut.

Woohyun, melayang rendah di belakang Sunggyu. Sosoknya yang transparan tertimpa cahaya matahari membuatnya terlihat berkilau. Ia tersenyum lembut pada Sunggyu seraya memejamkan matanya ikut menikmati irama senandung pelan yang keluar dari bibir Sunggyu. Lagi, dengan pelan ia mengepakkan sayapnya. Menimbulkan angin yang lagi-lagi membelai Sunggyu lembut.

“Ah.. sepertinya kututup saja dulu pintunya.” Sunggyu berjalan meninggalkan meja menuju pintu. Di belakangnya Woohyun mengikuti.

Sunggyu kembali ke meja dan melanjutkan membereskan kertas-kertas partitur lagu yang berserakan.

“Anak itu pasti akan datang.” Sunggyu melirik jam tangannya. Di belakangnya, Woohyun tersenyum.

Cip.. Ciip ciip Cip.. Cip cuit Cip cip

Woohyun melihat keluar. Dua ekor burung terbang bermain dekat jendela. Raut wajah Woohyun langsung berubah sendu. Ia melirik pada Sunggyu yang masih asyik dengan kertasnya. Ia kembali menoleh keluar jendela. Burung-burung diluar masih asyik bermain diluar jendela. Ia menutup matanya.

“Aku harus pergi….” bisiknya pelan

“Woohyun?” ia tersenyum

“Maafkan aku..,” bisiknya lagi.

Ia memalingkan wajahnya yang ditimpa sinar matahari, lalu dengan perlahan tubuhnya menghilang seriring dengan sinar matahari yang menelannya dengan cahayanya.

“…hyun..?”

Sunggyu Sontak menoleh.

“Ah~ aku sudah  mengira kau akan datang.” Sunggyu memutar badanya dan tersenyum manis pada seseorang yang baru memasuki ruangan itu. Ia berjalan menuju orang itu sambil tersenyum lebar.

“Ada apa..?” tanyanya saat orang yang berdiri dihadapannya itu sibuk menoleh kesana kemari, melihat ke seluruh ruangan.

“Mmm.. Gwenchana?” tanyanya lagi.

“Ah~ ani. Gwenchana.”

Di luar, angin berhembus sepoi-sepoi menerpa jendela. Burung-burung beterbangan kesana kemari. Bernyanyi riuh seiring dengan cahaya matahari yang bersinar makin terang. Menyinari ruangan kelas yang di penuhi oleh derai tawa.

-TBC-

waahahahahaha -____-a mian kalo makin Ga.Je

Need More Comment untuk kelangsungan hidup author, nusa dan bangsa FF ini! (O_O))

18 responses to “The Angel’s Story [Part 2]

  1. First kah?
    eh ini Key dihukum gara2 ngintipin bidadari? hadew….Minho = Elias?
    jangan2 Jjong juga…
    a….aq masih bingung, next part ditunggu ya 😀

  2. Wen, izin komen diselipin sama sedikit protes(?) boleh ya? 0:^)

    Aku suka cara Wenny menggambarkan kondisi yang sama tapi dengan bahasa yang berbeda-beda (scene pas Key ketemu Sunggyu). Tapi kalo menurutku, itu cuman bakal jadi hal yang sedikit kurang perlu, karena pada nyatanya 3 paragraf terakhir masih terus membahas hal yang sama.

    Protes yang kedua, karena adanya scene yang diulang-ulang ini…
    ff kamu jadi terasa kurang panjaaaaaaaaang-_________- *teriak pake toa* *kemudian dilempar sama wenny*
    Aku ga puas =A= /plak
    Next, pokoknya part-nya dipanjangin ah! Gak mau tau! *wenny: siapa eloh ngatur-ngatur gueeh?-_-*

    Dan di part ini kok kayaknya aku menangkap sinyal-sinyal aneh yang diberikan oleh Key buat Jonghyun ya? Sempat pikiran aku melanglang buana(?) ke mana-mana. Apalagi pas Key bilang ‘fantasi gila’. Sampai-sampai aku menyimpan rasa su’udzon pas lagi baca ff ini, “Plis Tuhaaan, jangan biarkan Wenny membuat fanfic ini dengan tambahan unsur yaoi ;~;”

    Tapi setelah baca genre yang ketulis di atas, ada kata ‘friendship’.

    Baiklah, mulai mencoba untuk membuang pikiran-pikiran negatif itu-____-

    Tapi aku bener kan ya? Ini bukan ff yaoi, kan? Pasti dulu Jong-Key itu di masa lalu pernah punya hubungan sebagai sahabat deh u,u *sok tau*

    Itu yang nabrak siapa deh? Let me guess! Pasti kalo bukan Myungsoo, Sungyeol, Hoya, atau Dongwoo. Ye kan? Ye kan? *udah sok tau maksa lagi*

    Terus itu teuteup ya, si om Sunggyu-___- Kenapa ga disebut dengan kata-kata yang lebih pedes aja itu matanya? Ga sekalian tuh mata si Sunggyu dibilang mirip amoeba yang kalo mau diliat mesti pake mikroskop dulu? *ditabok Sunggyu*

    Dan itu kenapa si Woohyun ga mau nongol depan si Key sih??? Arrrggghhh…penasaran nih penasaran~ ;A; *tarik-tarik Wenny*

    Okelah, next part yupz! Cemungudh Wenny cemungudh!

    • (=A=)a . . . .
      aaa~…. .__.a
      maksudnyaa diulang2..?? Aku niatnya mau bikin dari sudut pandang berbeda gitu.. sudut pandang Key, Sudut pandang Woohyun, N sudut pandang Sunggyu.. tapi.. makasih buat sarannya N selipan Protesnya (‘-‘)b 😀
      ff yang akan datang bakalan aku panjangin deh.. .__.v
      mian ya kalo sekiranya kurang memuaskan.. #nyengir kuda (=_,=)
      ee.. terus.. soal yaoi.. .__. mm gimana ya.. ? bikin atau nggak nih ya. .__.a
      liat dulu deh.. .__.v coz saya selaku author juga gak rela sama laki saya pairing-an ama Jonghyun B-) #demi apa.. gak ada cast yg lain apa.. (= =)a #duagh!
      wahahahahaha 😀 penasaran kah.. ?? silakan menebak !! \(^ ^)/
      tunggu next partnya ya.. 😀 #kalo gak ada halangan-rintangan apapun yg menghadang .__.
      Cemungudh Wenny \(O o)/

  3. eh, penasaran nih ngapain si woohyun muncul di belakangnya sunggyu..ada hubungan apa ya diantara mreka? trus penasaran jg hubungan jonghyun-key disni setelah yoonka ngomongin tentang gantungan handphone yg serupa tapi tak sama..
    ditunggu lho next updateny lg ^^

  4. W.O.W
    AAAAAAAAAAAAAAAA
    I’m so confuse tonight! @.@
    why the 3 ff i loved has update tonight at the sam time!!!
    SOL16, TAS2,TE5.
    how it can be!!!
    ckckck the authors really wanna make me crazy. XD
    ehemmm.
    i must read 1 by 1 calmly n feel them!!!
    fighting!!
    i’ll comment again later.

  5. uwaa curiga am jjong??? jngn2 dy ad ap2 am key dlu’ny
    trus itu bneran woohyun,,,trnyata si key msh bs menggunakn kekuatan’ny..
    eeh ad minho?? sp kah si minho ini(?) kkk~
    ayooooooooooo lanjuuuuuuuuut penasaran….

    • Sumber Kekuatan Key sebenarnya ada pada sayapnya.. tp karena sayapnya di belenggu jadinya cuman standard power aja yg tersisa.. kayak seluruh indranya yg tajam.. Kekuatannya baru pulih kembali kalau sayapnya terkembang dengan bebas 🙂
      Minho disini mirip sama Elias yg didunia langit.. mereka mirip tapi tak serupa 😀
      lama2 backsoundnya musti Shinee-sherlock nih.. (- -)a XD !
      Wait for the next part okay ? 😀

  6. setuju ama ditjao 유나연 川森 花
    3 paragraf itu emang keliatan ga perlu, soalnya gambarin hal yang sama kayak yg di atasnya .
    trus, setuju juga yang soal JONGKEY itu ..
    jjong ga homo kan ? #frontal
    aku ngebayanginnya kalo jjong itu orang di masa lalu key . sebelum key ke surga ..
    mungkin orang yang ada di kehidupan key yang sebelumnya ..

    kayaknya orang yang ditabrak itu L . iya ga ?
    mukanya kalo ketemu orag pertama kali judes sih .
    hehe ..

    trus yoon ka itu …
    em , gimana ya ?
    dia ga mau pulang sendiri malem2 tapi akhirnya naik bis sendiri kn?
    omo . bingung ..

    ditunggu next partnya ya 🙂

    • okeh .__. mungkin itu kekurangan aku kali ya.. .__.a
      aku cuman pengen bikin scene yg berbeda2 dari 3 tokoh itu.. (= =)a
      tp.. caranya salah atau apa kali ya.. .__.
      gomawo buat kritik&sarannya nya 🙂 saya author baru.. musti banyak belajar lagi 😀 Mohon bimbingannya~

      mm.. soal yg nabrak Key itu… (=_=)a
      Guess Who ..?? 😀 (^ ^) kkkkkk 😛

      Itulah anehnya Yoon Ka.. .__.a sama anehnya sama Author #duagh!
      karakter Yoon Ka disini orng yg pendiam.. susah ditebak jalan pikirannya.. kadang2 pokerface.. kdng2 nggak.. .__.a #saya author nya tp Sumpah! saya suka bingung sendiri sm ff nya.. kadang2 kepikiran.. “Wenny.. what have you done..?!” (x_x)a

      tunggu next partnya ya.. 😀 doakan saya masih sehat sentosa untuk melanjutkan ff (abal2) ini 😀 #big smile

      Thanks for the Comment 😀

  7. Jongkey maksudnya apaan yak??? hahahaha
    ceritannya jadi aneh pas bagian key ngeliat jjong senyum :))
    ini kan ff fantasy, lebih banyakin yg aneh2 *plaaakk* *abaikan*

  8. AAAAAAWWWWWWWW….
    Key,,,,, ❤
    JjongKey????
    lol
    \next chaaaaaaaaappppt..
    btw, i'm upset with that triple or more the same scenes????
    makes the plot so short.

  9. Pingback: The Angel’s Story [Part 4] | FFindo·

  10. Pingback: The Angel’s Story [Part 5] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s