Your Soul is My Soul-Part 03

Author        :LenitaJonas

Length        :Chaptered

Genre          :Fantasy,Romance,AU

Casts              :

  • Lee Jinki [SHINee]
  • Park Seungmi [Reader]
  • Lee Taemin [SHINee]
  • Park Jungsoo [Super Junior]
  • Other Casts

Previous Parts: Part 01|Part 02

-Whoaaa, here the part 3 readers XD, part ini agak lebih pendek(?) dari part-part sebelumnya….kayaknya sih….hehehe…oke, Enjoy reading it then give your comment okay?-

*

Seungmi terbangun karena ponselnya yang berbunyi nyaring, sedari tadi berbunyi. Setelah menyingkap selimut merah-nya dan mencoba menemukan dimana benda kecil yang sedari tadi suaranya memekakkan telinga, akhirnya ia menemukan ponselnya di bawah bantal, nyaris jatuh dari tempat tidur. Seungmi tanpa pikir panjang pun menjawab telepon itu.

“Halo, siapa ini?” tanyanya dengan lirih.

“It’s time to wake up, My Girl…” sahut suara di seberang.

Dengan sedikit malas Seungmi menjawab, “Aku tau ini waktu untuk…” tiba-tiba ia menghentikan kalimatnya, dan seketika itu pula matanya yang semula hampir tertutup kini terbuka lebar. “MY GIRL??” serunya dengan penuh penekanan.

“Bukannya kau yang menawarkan diri menjadi ‘gadisku’?”

“Lee Jinki, bukan itu…”

Belum sempat Seungmi menyelesaikan kalimatnya, Jinki sudah menyela, “Ya sudah, kau cepat siap-siap, aku akan menjemputmu, 30 menit lagi!” perintahnya.

“Aishh, Roger Sir…” gumam Seungmi. Ia sempat mendengar kikikan Jinki sebelum ia akhirnya menutup telepon.

*

*

Seungmi menatap pantulan dirinya di cermin. Dia sudah sepenuhnya sembuh. Namun ada satu hal yang belum pasti disini, dia belum tentu bisa kembali, setelah 4 hari lagi, ini sudah hari ke 3 dari 7 hari yang diberikan. Seungmi menghela nafas, ini memang sedikit aneh, bagaimana Jinki dan dirinya yang memperebutkan hak untuk bertahan hidup sekali lagi di dunia ini, malah mencoba untuk saling mencintai.

“Aku takut…” gumamnya pada pantulannya sendiri. “Bagaimana jika aku akan benar-benar mencintainya?”

*

*

Jinki menunggu Seungmi di mobilnya. Ini sudah hari ke 4 sejak pertama kali ia bertemu Seungmi dan hari ketiga dari 7 hari yang diberikan. Seungmi memang bukan tipenya sama sekali. Seungmi yang ceroboh, namun selalu mencoba yang terbaik yang dia bisa itu, terkadang mengejutkan. Jinki tersenyum mengingat tingkah gadis itu. Lalu menghela nafas. Pikirannya sedikit gundah, ditambah lagi dengan peringatan Drew kemarin.

“Terkadang aku merasa ingin melindunginya…” Gumam Jinki.

*

*

Jinki keluar dari mobilnya begitu melihat Seungmi juga keluar dari rumahnya dengan kaus biru abu-abu, jeans dan jaket coklatnya.

“Kita mau kemana?” tanya Seungmi.

“Ke suatu tempat…” gumam Jinki.

“Aku tak akan ikut kalau tujuannya tidak jelas…” sahut Seungmi sembari mengerucutkan bibirnya.

“Sayang sekali, padahal aku mau mentraktirmu hari ini, kalau begitu…”

“Aku ikut!!” seru Seungmi spontan dan masuk ke dalam mobil, tanpa mendengar lanjutan kalimat Jinki.

Jinki tersenyum, lalu ikut masuk ke dalam mobil.

*

*

“Ini tempatnya!!” Seru Jinki gembira setelah mereka menempuh perjalanan 1 jam lamanya.

Seungmi keluar dari mobil. Seketika itu juga ia tersenyum lebar melihat kuil indah di tengah danau yang ada didepannya. “whoaa” serunya.

“Bagus kan? Tapi sebenarnya ada yang lebih bagus lagi…” gumam Jinki.

“Benarkah?” sahut Seungmi antusias.

Jinki mengangguk dan langsung menarik tangan Seungmi. Membimbingnya ke suatu tempat, tanpa ia sadari Seungmi yang gugup karena tangannya ada dalam genggaman tangan Jinki. Mereka sampai didepan sebuah pohon besar. Seungmi mengamati pohon tersebut dan mengernyitkan dahinya begitu menyadari apa yang digantung di hampir seluruh dahan pohon itu.

“Untuk apa amplop-amplop yang tergantung ini?” tanya Seungmi sembari mengamati salah satu amplop kecil berwarna pink.

“Ini pohon harapan, ada mitos jika kau menulis harapanmu di kertas, memasukkannya ke dalam amplop lalu menggantungnya disini, harapanmu akan terkabul…” jawab Jinki sambil tersenyum manis.

Seungmi mengangguk antusias. “ayo tulis harapan kita!”

Jinki tersenyum lembut lalu mengusap kepala Seungmi. “Aku tahu kau akan se antusias ini! Tunggu disini ya!” katanya lalu berbalik.

Seungmi merasakan sesuatu yang panas di pipinya, lalu ia menyadari itu karena pipinya memerah saat ini. Ia menggeleng lalu bergumam dalam hati jika aku benar-benar mencintainya,maka semua akan kacau…

Jinki kembali dengan pena,kertas dan amplop untuk mereka berdua. “Ayo tulis harapan kita setelah 7 hari ini berlalu…”

“Huh? Harapanku jika 7 hari ini berlalu?” gumam Seungmi.

Jinki mengangguk. “Selain itu, maukah kau berjanji?”

Seungmi menatap Jinki heran, ia heran dengan nada bicara Jinki melemah, bahkan setengah memohon. “Berjanji?”

“4 hari lagi, salah satu dari kita yang tersisa, siapapun itu, akan kembali kesini, menemukan amplop kita dan berhak membacanya…bagaimana?”

Seungmi tersenyum sekilas, walaupun ia masih belum paham mengapa Jinki meminta itu. Namun ia tetap mengacungkan jari kelingking kanannya “Aku berjanji!” serunya sembari tertawa kecil.

Jinki tersenyum lega lalu menautkan jari kelingking kanannya pada kelingking Seungmi. “Aku juga berjanji!”

Seungmi dan Jinki lalu sibuk dengan kertas mereka, menulis harapan mereka setelah 7 hari yang diberikan habis. Jinki lalu menggantung amplop mereka, ditempat yang tidak terlalu tinggi tetapi juga tidak terlalu rendah.

“Semoga harapanku terkabul!” gumam Seungmi sembari menutup mata dan mengatupkan kedua tangannya.

“Semoga saja!” seru Jinki.

“Kau, apa yang kau tulis?” tanya Seungmi perlahan.

“Mengapa?” tanya Jinki kembali.

“Eh, apakah aku..eh..” Seungmi tampak ragu untuk mengucapkan kalimatnya.

“Bicara yang benar Park Seungmi…” gumam Jinki.

“Apakah aku terlibat di harapanmu?” tanya Seungmi akhirnya. Jinki tediam, Seungmi bingung, tak biasanya ia terdiam seperti ini. “Eh, Jinki…” gumam Seungmi dan tanpa sadar ia menggenggam tangan Jinki yang ada di dekat tangannya.

Jinki lalu tersenyum perlahan. “Lihat saja nanti…”

*

*

*

Setelah berkeliling menikmati keindahan kuil tersebut dan setelah Jinki mentraktir Seungmi sesuai janjinya. Tanpa mereka sadari langit sudah gelap dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Seungmi yang takut akan repetan Oppa-nya pun menggiring Jinki pulang.

“Kalau aku tiba di rumah terlambat, bukan aku saja yang kena repetan, kau juga akan dibawah pengawasannya!” itu alasan Seungmi ketika Jinki bertanya mengapa mereka harus pulang cepat.

*

*

Seungmi menguap sementara Jinki fokus pada setir. Jinki tersenyum melihat Seungmi menguap. Gadis itu terlihat lelah namun bibirnya tak henti menyunggingkan senyum manis khasnya.

“Gadis aneh…” gumam Jinki.

Seungmi mengerutkan keningnya bingung sekaligus sedikit kesal, lalu menoleh ke Jinki. “Aku?”

Jinki tertawa kecil. “Menurutmu siapa lagi? Kau kelihatan lelah namun tetap tersenyum seperti itu…”

“Itu karena aku senang!” kilah Seungmi.

“Benarkah? Kau harus berterimakasih padaku kalau begitu…”

Seungmi tertawa. “Seharusnya begitu…terima kasih…Lee Jinki.” Katanya lalu menguap.

“Sebaiknya kau tidur, aku akan membangunkanmu begitu sampai…”

“Baiklah kalau begitu, kau harus membangunkanku!” jawab Seungmi sembari membenarkan posisinya sehingga ia merasa nyaman untuk tidur.

Setelah sekitar 1 jam perjalanan, Jinki memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Seungmi. Ia melirik jam di mobilnya sebentar. “sudah jam 9.25” gumam Jinki. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Seungmi. Gadis itu masih terlelap. “Seungmi, bangun! Sudah sampai!” bisik Jinki sembari mengguncang tubuh gadis itu pelan sementara tangan kirinya bertumpu pada sandaran kursi Seungmi yang sudah diturunkan. Namun tak sedikitpun gadis itu bergeming.

“Aish, seharusnya aku tidak menyarankannya untuk tidur tadi!” gumam Jinki kesal. “Seungmi bangun! Seungmi…” tanpa sengaja tangan kirinya terpeleset dan kini wajah Jinki hanya berjarak 2 cm dari wajah Seungmi yang sedang terlelap.

Jinki cukup kaget, namun tanpa sadar ia tersenyum melihat wajah Seungmi yang menurutnya terlihat sangat damai ketika tertidur seperti ini. Entah karena terbawa suasana atau karena bisikan hati kecilnya, tanpa sadar pula Jinki membawa wajahnya mendekat ke wajah Seungmi. 2 cm, 1.5 cm, 1 cm, 0.5 cm. akhirnya bibir Jinki menyentuh bibir gadis itu. Jinki mencium Seungmi. Bukan ciuman yang menggebu. Hanya sekedar menempelkan bibir saja, namun entah mengapa jantungnya berdebar kencang. Dan saat itu pula kedua mata gadis itu terbuka.

*

*

Seungmi masuk rumah dengan muka merah. Begitu menutup pintu depan rumahnya dan berbalik ia melihat Jungsoo, kakakknya menatap aneh dirinya.

“kau kenapa? Mukamu merah…” tanya Jungsoo.

“Oppa…aku…” gumam Seungmi lalu tanpa sadar memegang bibirnya. Lalu menggeleng.

Seketika mata Jungsoo melebar kaget. Lalu tersenyum penuh arti. “Aaa…adik manisku baru saja dicium? First kiss huh?” godanya lalu tertawa.

“Aiish, Oppa!” kilah Seungmi sembari berlari kecil menuju kamarnya, meninggalkan Jungsoo yang masih tertawa.

*

*

Jinki termenung sepeninggalan Seungmi. Ia juga masih bingung dengan sikapnya tadi. Masih teringat olehnya wajah Seungmi ketika ia mencium gadis itu. Tapi Seungmi tidak marah ataupun memakinya. Ia hanya keluar dari mobil Jinki, mengucapkan selamat malam dan terimakasih secara kaku lalu berbalik masuk ke rumahnya.

“Apa dia marah?” tanya Jinki pada dirinya sendiri.

*

*

“Drew ini hasil kerjamu?”

“Well…ini diluar perkiraan…”

“Jika yang aku bilang benar adanya, kau tahu apa artinya itu kan?”

Drew mengangguk. “Yang menang yang akan pergi…”

6 responses to “Your Soul is My Soul-Part 03

  1. jinki ama seungmi beneran jatuh cinta nih jangan2? walau ga romantis tapi keren banget deh hari yg mreka habiskan bersama, tapi itu apa mksdnya hasil kerjaan drew? trus apa itu mksdnya yg menang yg akan pergi? asa ga tega liat mreka harus kehilangan hidupnya >.<

  2. itu beneran saling cinta gitu ya?lah kok jadi gini ._.
    hasil kerjaan drew?
    yang menang yang pergi?penasaran thorrrr
    next part ditunggu bangeeett ^^

  3. yang menang yang akan pergi, apa maksudnya tuh???
    kalo dua2nya jatuh cinta dua2nya hidup dong. atau dua2nya pergi juga ???
    romantis banget tau ceritanya, apalagi seungmi nya gugup begitu >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s