Baby Face, Luhan Part 8

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre: Friendship, comedy

Ratting: PG-13

Title : Be Honest

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama trainee…

Guess star: Miss A suzy as Sehun’s school Friend ^^

/////

Tak terasa minggu depan sudah rekaman untuk album pertama mereka. Luhan semakin deg – degan perasaan nya kacau, antara senang kawatir dan tidak sabar. Luhan ingin melihat hasil latihan kerasnya selama ini dengan teman – temannya. Semua sudah bekerja keras ia tidak boleh mengecewakan yang lain. Selesai latihan Luhan duduk sendirian di gedung SMent sambil memandangi langit yang biru sore itu.

“hey~ beruang lulu! Ngapain ngelamun sendirian di sini?” tanya tao tiba – tiba dan menghamburkan lamunan Luhan. Tao datang bersama Lay.

“iya nih, ga biasanya Luhan melamun sendirian…” tambah Lay.

“gege… kalian berdua ngagetin aku aja, aku lagi bosen aja… hehehe…”

“udah daripada pada gak jelas di sini ikut kita…!” ajak Tao.

“kemana?”

“udah deh ayo ikut aja…” Lay menarik tangan Luhan.

Lay dan Tao mengajak Luhan ke toko baju terkenal dan bermerek yang terkenal mahal. Tao sibuk memilih baju untuk Luhan. Lay juga memilih sepatu yang bagus untuk Luhan. Mereka berdua akan member Luhan baju dan sepatu yang baru karena mereka lihat selama ini Luhan kurang fashionable dan terkesan cuek dengan penampilannya, padahal Luhan itu tampan dan manis jika mau sedikit mengubah penampilannya.

“hyung… ini semua kan mahal… aku ga punya cukup uang untuk membeli semua ini,” kata Luhan kawatir.

“udah deh… diem aja! Biar nanti aku yang bayar, ayah baru kirim uang nih…” kata Tao sambil mengambil beberpa potong baju, Tao terlahir sebagai anak orang kaya dan sangat di manja oleh kedua orang tuanya itu lah sebab ia sangat manja pada Kris dan hyung nya yang lain. Selain wushu kegiatannya yang lain adalah shopping karena Tao memang Shopaholic.

“tapi… aku jadi ga enak nih…” Luhan menggaruk rambutnya.

“sudah jangan sungkan sama aku, lagian aku bosen lihat kamu mau jadi idol tapi penampilan kesut gitu,” kata Tao.

“nah sekarang kamu pakai baju ini sama sepatu ini, bagus kan?” kata Lay sambil membawa kemeja berwarna putih dan rompi berwarna biru.

“gomawo… yixing… taozi… ^^” Luhan terlihat sangat senang kerna kedua temannya yang dari cina ini sangat peduli dan memperhatikannya. Hari ini luhan memakai baju baru pemberian teman – temannya itu, tidak sampai di sini saja Tao dan Lay mengajak Luhan ke salon. Mereka berdua ingin rambut Luhan yang sudah agak panjang itu di potong kemudian di cat blonde. Awalnya luhan menolak tapi Tao terus memaksa seperti biasanya. Luhan jadi sedikit takut, ia pasrah saat hair style list me make over penampilan nya.

Hampir dua jam Tao dan Lay menunggu di ruang tunggu salon itu, Luhan pun keluar ia menutupi rambut barunya dengan topi.

“ayo kita pulang…” kata Luhan panik.

“kenapa di tutupi? buka ya…” lay menarik topi yang di pakai Luhan. Mereka kaget melihat penampilan baru Luhan. Luhan terlihat lebih segar dan muda dengan potongan rambut pendek dan berwarna pirang.

“wah… kau tampan sekali! Gak sia – sia habis banyak… aku puas! Hahhahaaa…” kata Tao sambil tertawa.

“kau puas? Aku merasa aneh? Ini bukan style ku… rambut sebahuku~ T,T”

“udah begini jauh lebih bagus kok… kita kan mau debut nih… anggap aja ini hadiah dari kami berdua ok…” kata Lay penuh semangat, Luhan hanya mengangguk pasrah dengan ekspresi innocent nya itu.

“kalian lapar? Kita makan ke sebuah restoran… aku yang traktir!” seru tao. Mereka pun melajutkan perjalanan, mereka makan malam di sebuah restoran cina. Di sana sudah ada Kris yang menunggu. Kris kaget melihat penampilan baru Luhan. Dia terus menatap Luhan dengan terheran.

“kenapa aku aneh ya Kris gege?” kata Luhan sambil menundukkan wajah.

“damn… you looks so adorable hyung!” kata Kris sambil tersenyum kemudian memegang pundak Luhan. Tao dan Lay bingung kenapa Kris memanggil Luhan dengan ‘hyung/kakak’. Hanya Kris yang tahu usia luhan yang sebenarnya, 24 tahun.

“Luhan kan masih 15 tahun kenapa kau memanggilnya ‘hyung’?” kata Tao heran, Kris dan Luhan saling menatap dan jadi salah tingkah.

“oh… itu biasa kok… Kris sering memanggilku dan Sehun hyung iya kan Kris gege… bahasa korea mu kan sangat kacau… hahaha…” jelas Luhan sambil tertawa, Kris hanya tersenyum bingung dan mengaguk. Mendadak suasana menjadi awkward/canggung.

“hmmm… gitu ya? Ya sudah pesan makan saja sekarang!” kata Lay mencoba memecah kecanggungan di antara mereka.

……

_Sehun’s school_

Sehun melihat ke sekelilingnya menunggu seseorang datang, ia menunggu seorang adik kelasnya yang sudah membuat janji dengannya kemarin di kantin sekolah. Tak lama menunggu, orang itu datang.

“Soo Ji aa~‼ di sini!” panggil Sehun pada gadis itu, gadis berambut panjang dengan poni lurus itu menghampirinya sambil membawa beberapa buku. Gadis itu bernama asli Bae SooJi atau yang lebih di kenal dengan nama Suzy MissA dia salah satu member dari Girlband terkenal, Miss A. Suzy bersekolah di sekolah yang sama dengan Sehun.

“iya… maaf sunbae/senior aku terlambat, kau menunggu lama ya?” tanya Suzy.

“engak kok… aku barusan dateng, tunggu bentar ya aku mau ngambil makan siang dulu…” Sehun meninggalkan Hp nya di meja. Suzy tak sengaja melihat wallpaper Hp Sehun ia seperti mengenal orang yang berfoto bersama Sehun itu.

“ini kan…” kata Suzy sambil melihat foto itu lebih jelas. Lalu Sehun datang membawa makan siangnya.

“hmm… kamu ga makan siang?”

“aku udah makan, tadi sama temen…”

“ Mianne SooJi aa… aku merepotkan mu, aku pinjang catatanmu ini dulu ya… kau tau kan anak kelas 12 mau ujian dan catatanku di rumah orang tuaku sekarang aku tinggal di dorm…”

“aku ngerti banget rasanya tinggal di dorm, memang susah ya klo anak sekolah kayak kita ini mau debut mesti pinter bagi waktu antara sekolah sama jadwal latihan…”

“iya bener… aku jadi pusing sendiri, mana nanti ada pemadatan, kau tau Sooji… minggu depan aku rekaman pertama ^^” kata Sehun senang.

“wah selamat yaaa sunbae! Aku harus dapat tanda tangan khusus nih…”

“iya… apa sih yang enggak buat Suzy Miss A yang cantik itu… hahhaa”

“ah… sunbae bisa aja, jadi malu nih… oh iya itu yang di wallpaper HP mu itu, namja itu bernama Luhan kan?” tanya Suzy sambil menunjuk Hp sehun.

“kenapa kau bisa tau?” kata Sehun kaget.

“wahhh… tebakanku benar‼!  Dia Luhan oppa dari china kan? Badannya kecil, menggemaskan, easy going, lucu, imut, dan sangat jago main rubiks!” kata Suzy bersemangat.

“tebakanmu benar semua! Kau mengenalnya?”

“ne… aku kenal Luhan oppa dulu dia di JYP,”

“kau panggil dia apa?”

“Luhan oppa?”

“oppa? dia bahkan lebih muda dari mu sooji aa… kau lucu sekali,” kata Sehun sambil tertawa.

“lebih muda? Luhan oppa 8 tahun lebih tua dariku…” kata Suzy dengan ekspresi bingung, sehun masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Suzy. Tapi ia mejadi sedikit curiga dan penasaran dengan yang di katakan Suzy. Seharian Sehun memikirkan tenatang yang Suzy ceritakan tentang usia Luhan.

“apa… lulu membohongi kami selama ini?” kata Sehun dalam hati, ia terus gelisah memikirkan hal ini.

……

sehun masih bingung dengan apa yang di katakan Suzy tadi siang di kantin mengenai Luhan. Ia ingin bertanya langsung tapi sehun masih ragu…

Luhan latihan vocal sendirian bersama pelatihnya, Sehun mengintip mereka sedikit. Sehun juga baru selesai latihan dance bersama pelatihnya sepulang sekolah tadi. Tak berapa lama kemudian pelatih vocal Luhan pergi, sepertinya latihan sudah selesai. Tapi luhan malah duduk sambil memainkan piano lalu Luhan mulai menyanyi. Sehun hanya bisa terdiam saat mendengar suara merdu Luhan, memang suara Luhan tidak sepower full dan penuh dengan teknik vocal seperti suara Chen atau Dio tapi suara Luhan yang lebut itu seakan – akan di nyanyikan dengan tulus sehingga para pendengar mampu merasakan setiap bait yang Luhan nyanyikan. Sejenak Sehun melupakan rasa curiganya pada Luhan.

“sehunnie~~‼” panggil Luhan seperti anak kecil.

“Lulu… hmmm… kamu bisa ulangi sekali lagi lagu itu?” kata Sehun sedikit gugup.

“kau suka lagu itu?  Hmmm… tapi ada syaratnya!”

“apa?”

Luhan mendekat ke Sehun kemudian menarik tangannya “traktir aku makan es cream!” kata Luhan manja.

“baiklah~” kata Sehun singkat.

“kau aneh hari ini? Kau lihat rambut ku? Keren kan?! Tao gege yang mengubahnya…” kata Luhan semangat.

“ne… keren sekali,” kata Sehun tanpa ekspresi. Luhan menatap mata Sehun yang terlihat kosong saat itu. Luhan cemas kemudian memegang dahi sehun.

“kau kenapa? Apa kelelahan? Kita makan es cream saja bagaimana?” tawar Luhan, Sehun hanya mengangguk pasrah.

….

Luhan dengan lahap memakan es cream rasa stroberry yang ia pesan. Terlihat sedikit belepotan di bibirnya, sehun terus melihat ke arah Luhan. Namja seperti anak kecil ini tidak mungkin 7 tahun lebih tua darinya. Dia juga anak yang baik, tidak mungkin ia berbohong. Sehun terus berpikiran positif dan menganggap Suzy hanya salah orang saja.

“kata buku yang pernah ku baca coklat bisa membuat kita bahagia dan senang, makanya aku pesankan untukmu yang rasa coklat. Cepat di makan nanti es creammu meleleh lho…!” kata Luhan dengan senyum lebar dan wajah innocentnya semakin menyakinkan Sehun kalau Suzy salah.

“Lulu di bibirmu~ada cream,” kata Sehun sambil membersihkan bibir Luhan dengan  tissue.

“oh… gomawo, memalukan sekali… cepat makan es cream mu!”

“baiklah aku akan makan, semoga dengan es cream coklat ini moodku bisa membaik!” seru Sehun sambil tersenyum tipis.

“Sehunnie Fighting‼!” sorak Luhan sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Lulu fighting‼‼!” seru Sehun. Kemudian mereka tertawa bersama.

Sehun dan Luhan pulang ke dorm, jam di dinding sudah menunjukan pukul 11 malam. Makan malam sudah lewat, tapi dorm terlihat sangat sepi. Mereka sibuk dengan latihan solo mereka masing – masing. Sibuk… sangat sibuk! Bahkan sekarang mereka jarang bertemu di jam yang sama. Luhan sangat merindukan masa – masa mereka makan malam bersama ber12. Bermain di ruang TV atau melihat baekhyun dan chayeol bertengkar. Mereka semua seakan – akan menghilang. Luhan tersenyum tipis berharap semua itu kembali seperti semula.

Luhan menonton TV tapi pikirannya melayang ke mana – mana seakan TV yang sedang menontonnya.  Ia ingin mereka semua kembali membuat keramaian, karena Luhan benci kesepian. Sehun duduk di meja belajarnya dan mengerjakan tugas dan PR yang menumpuk karena jadwal latihan super ketat.

Ding dong…                                                                              

Bel berbunyi, Luhan dengan semangat membuka pintu. Ia melihat Suho, Xiumin , Chen, Kai, baekhyun, chanyeol, dan Dio datang. Luhan tersenyum lebar. Suho tersenyum ke arahnya.

“hyung membawa apa?” tanya Luhan.

“makanan… aku tau kau dan sehun belum makan malam!” kata Suho sambil menyerahkan bungkusan plastic berisi makan itu.

“kalian semua sudah makan belum?”

“udah kok tadi… cepat sana panggil sehun,” kata Chanyeo.

“baik hyung… Kris, Yixing, dan Tao kok engga ada?”

“mereka ada les bahasa Korea jadi telat, senangnya klo jadi kamu udah lancar jadi ga butuh kursus bahasa gitu…” jawab Chen sambil terenyum.

“ah… aku juga belum baik kok…”

“akkuuu capekkk banget! Nanti pijitin ya!” seru Chanyeol sambil menyenggol bahu Baekhyun.

“aahhhh apaan sih! Emang aku tukang pijit apa! aku juga capek tau!” kata Baekhyun kesal.

“ya udah biasa aja‼!” chanyeol mendorong baekhyun.

“ga usah dorong – dorong juga kali… aku tau situ badan tinggi besar ga kayak aku yang kecl pendek dan kurus! Tapi aku ga semena – mena! Menyebalkan!”

“kau bilang apa?”

Xiumin datang menengahi tapi ia malah di usir. Sehun hanya diam tanpa ekspresi, ia sangat mengantuk dan kelelahan. Suho sepertinya sudah tidak peduli, terserah mereka mau ngapain yang pasti ia tau mereka saling menyayangi meski sedikit labil.

“cukup…! Udah malem yaaaa… capek‼!” kata Dio kesal.

“ udah deh mulai lagi… kayaknya butuh borgol lagi,” kata Kai sambil menggit bibir bawahnya. Luhan tersenyum melihat baekyeol bertengkar lagi.

Mungkin ini akan jadi perpisahan Luhan dengan keluarga angkatnya selama di Korea. Sejak di SMA sebagai murid pertukaran pelajar sampai sekarang keluarga ini selalu menjaganya dan menganggapnya sebagai anak sendiri.

Luhan ingin berpamitan sekaligus berterimakasih pada appa angkatnya. Luhan dan appa angkatnya itu duduk di ayunan taman di belakang restoran milik keluarga angkat luhan.

“jaga dirimu baik baik ya Xi, aku yakin kau pasti bisa…”

Luhan menatap ayah angkatnya sendu, seakan ia ingin menangis, “appa, aku sedih sekali mungkin ini hari terakhir kita bisa bertemu… selama ini kalau aku nakal, dan merepotkan ayah dan ibu aku minta maaf…”

“kau anak yang baik dan mandiri, kami semua sudah menganggapmu sebagai anak kandung jadi jangan sungkan…” appa menatap langit yang malam itu terlihat cerah dan banyak bintang berkelap – kelip.

“byeol… bintang! Malam ini sangat indah ya appa,” kata Luhan sambil tersenyum dan mengangkat tangannya seakan ingin meraih bintang itu.

“kau akan jadi bintang sebentar lagi, aku percaya itu! Pesan appa cuma satu… jangan menutupi kebohongan dengan kebohongan yang lain, akuilah usiamu yang sebenarnya pada teman-teman mu… suatu saat mereka akan tau, jika mereka tau kau berbohong perasaan mereka pasti akan sangat sakit. Lebih baik kau meminta maaf dan mengakuinya… Xi kau bisa melalukannya kan?” pesan appa, Luhan hanya menunduk. Kemudian ia tersenyum.

“baik… aku pasti akan mengakuinya. Sudah malam aku masih ada latihan… salam untuk keluarga di rumah bilang aku sayang mereka semua… :)” Luhan berpamitan dengan sopan kemudian berjalan menuju halte bus.

Luhan seperti mendapat sebuah tamparan keras, hatinya merasa tidak tenang. Kebohongan yang sengaja ia buat bersama manejer Kim itu sekarang menjadi rumit. Luhan ingin mengakuinya tapi di sisi lain ia sangat kawatir teman – temannya akan membencinya. Di dalam bus yang kosong ini Luhan terus merenung. Ia sangat bingung dan dilemma.

Selesai latihan Luhan sengaja menemui Kris yang baru selesai latihan. Luhan menunggu di depan pintu ruangan Kris melatih vocalnya. Tak lama Kris keluar dari ruangan itu.

“kau tidak sibuk kan?” tanya Luhan.

“tidak… kenapa? Apa ada masalah? Wajahmu terlihat aneh…”

“Wu Fan… temani aku minum,”

“kau menemuiku sebagai Luhan 15 tahun atau 23 tahun?”

“aku Luhan 24 tahun…” kata Luhan sambil menatap mata Kris tajam. Dia terlihat sangat dewasa saat itu.

Kris tersenyum tipis kemudian mengangguk “kalau begitu baiklah……”

Kris dan Luhan membeli beberapa botol Soju kemudian duduk di tepi sungai han. Kris menuangkan minuman keras yang hanya boleh di beli orang berusia 21 tahun itu ke gelas kertas milik Luhan. Luhan meminum nya kemudian meringis karena rasa minuman itu sangat pait.

“hiiizzz… pait sekali! Tuangkan lagi…” kemudian Kris menuangkan soju itu lagi.

“seberapa tahan kau dengan alcohol?”

“aku belum pernah mencobanya… sssstttzz… pait‼” Luhan menengguk gelas keduanya. Kemudain gelas ke tiga dan keempatnya.

“sudah… ku yakin kau tidak kuat minum,” Kris merebut gelas milik Luhan kemudian meminumnya. Luhan mengerutkan alisnya kemudian ia mengambil gelas yang lain.

“kau jahat Kris! Kenapa kau tidak membocorkan umurku yang sebenarnya saat itu…? Sekarang semakin rumit aku  semakin lama di sembunyikan semakin sulit aku mengakunya… kenapa saat itu kau tidak membocorkannya pada yang lain kenapa?‼” kata Luhan frustasi, sepertinya kesadarannya mulai berkurang. Kemudian Luhan mulai menangis.

“aku ingin kau mengakuinya sendiri hyung… aku tidak suka membocorkan rahasia orang sembarangan,”  kata kris kalem. Luhan terus menangis sambil memeluk lututnya.

“bagaimana caranya aku mengakui itu semua? Bagaimana…?”

“katakan saja yang sebenarnya, jelaskan pada mereka kalau menejer kim yang menyuruhmu… mereka pasti mengerti,” kata Kris sambil memeluk badan mungil Luhan. Kris menepuk – nepuk pundak Luhan.

Kris dan Luhan pulang ke dorm mereka, Kris menggendong Luhan yang pingsan karena mabuk.  Semua member EXO menghampiri mereka berdua.

“astaga, bau alcohol! Kalian habis minum?” tanya Xiumin Kris hanya mengangguk.

Sehun melihat keadaan luhan ia melihat wajah Luhan terlihat pucat dan kelelahan, “lulu kau kenapa? Kris gege kenapa mengajak lulu minum dia kan masih di bawah umur?” kata Sehun marah.

“dia yang minum sendiri … lalu pingsan,” jawab Kris singkat.

“apa Luhan terlalu banyak minum?” tambah Suho, cepat bawa ke kamar.

“iya… Luhan tidak kuat minum,” kris membaringkan tubuh kecil Luhan. Suho melepas sepatu dan membenarkan selimut Luhan. Suho menyuruh yang lain kembali ke kamar mereka masing – masing. Kris menarik tangan Suho dan menagajak Suho berbicara 4 mata dengannya.

Luhan membuka matanya kepalanya masih terasa pusing, ia lupa kejadian tadi malam. Dia keluar dari kamarnya dan melihat semua sedang duduk di meja makan. Suho memanggil luhan untuk bergabung bersama. Suho mengambilkan semangkuk nasi untuk luhan.

“makan yang banyak… ku lihat kau makin hari makin kurus saja…” kata Suho sambil tersenyum.

Chen datang membawa segelas air putih dan obat untuk luhan, “ini ada obat penghilang sakit kepala dan vitamin untukmu…”

“lulu… semangat! Jangan putus asa… kami akan selalu ada di sampingmu…” kata Kai, semua member mengangguk. Luhan menjadi terharu, ia teringat kejadian tadi malam ia kebanyakan minum dan sekarang teman – teman mengaggap dirinya sedang tertekan.

“aku tadi beli jeruk untuk Lulu…” kata Tao. Luhan menjadi bingung dengan perlakuan mereka semua yang sangat memperhatikannya dan menyayangi dirinya.

……

Luhan POV

Aku akan bilang yang sejujurnya, harus jujur. Aku sudah tidak kuat memendam kebohongan ini terlalu lama. Aku menelefon Suho untuk mengakui semuanya, kita janjian ketemu di taman. Pertama aku akan menjelaskan semuanya pada Suho karena dia leader di sini. Hufffttt… aku sudah mengupulkan semua keberanianku untuk mengakuinya.

aku menunggu dengan cemas di cafe ini. Tak lama ia datang sambil menunjukan senyum khasnya.

“kenapa luhan? ada yang ingin kau bicarakan?” tanya nya.

“ada sebenarnya… suho hyung aku itu bukan… aku mau bilang…” luhan mulai gugup, suho hanya tersenyum tipis.

“aku tau kok… Luhan hyung ^^”

“kau tau semuanya? usiaku yang sebenarnya?” Luhan kaget ia tak percaya.

“aku tau sudah lama hyung, tapi aku diam saja ^^ aku tau semanjak menjemputmu pulang sekolah waktu itu…”

“lalu yang lain?” tanya Luhan panic.

“mereka belum tau…”

TBC

///

preview next part

saat di studio untuk rekaman pertama mereka Luhan memberanikan diri untuk mengakui semuanya…

“kau bercanda?”

“ini tidak masuk akal!!!”

sehun mengepalkan tangannya dan menangis.

….

suho terus memaksa luhan untuk ikut makan malam bersama, luhan dengan lembut menolaknya.

“kenapa kau masih di sini?” kata Dio sinis

“kau membuatku kelilangan nafsu makan!!” tambah chanyeol. Luhan merasa di kucilkan sekarang. Sehun mendiamkannya dan yang lain membencinya. hanya Suho dan Kris yang masih membelanya.

Luhan tidak kuat dengan perlakuan kasar teman – temannya itu. dia memutuskan untuk pergi….

////

huuueee sudah selesai part ini sodara2 ^^ pasti banyak typo? pasti itu lol 😀

mian rada telat postnya coz jaringan inet lg lemot abis. -___-”

ehemmmm krn minggu depan gue ulangan semesteran terpaksa sekali gue gak bisa post kelanjutannya minggu depan T,T #nangisdipelukanluhan

sebagai rasa bersalah gue kasih meme atau semacam gambar lucu dengan tulisan aneh/lucu apa lah namanya bagi yg suka buka 9gag.com pasti tau bgt 😀 moga lucu n menghibur aminnn….

ini dia MEME CHANYEOL KAMSEUPAY~~~ jengjeng~~  n

hehehee :”D semoga meme chayeol ini bisa menghibur hati yang kamseupay 😛

maaf bgt buat minggu depan *bow* 😥 doain gue bisa ngerjain soal dg baik dan lancar klo kangen mention @aprelaputri #ngarep #najissss

53 responses to “Baby Face, Luhan Part 8

  1. chanyeol mukamu itu lho ga nahaaaan. pake teriak kamseupay, kamseupay segala pula -____- *kebawa gambar*
    about the story: aissshhhh gatau kuat apa engga baca chapter selanjutnya. kayanya bakalan rumit, ribet, dkk. kasian kamu lulu, udah badan kecil, muka kelewat baby face, di-bully pula *peluk lulu*
    lanjut, lanjuuut. ditunggu yaaaaa

  2. Korea emang kejam. Hal kecil gitu aja dibuat masalah besar. Terlalu mengagungkan hal yg bernama “KESEMPURNAAN”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s