My Angel

My Angel

Cast:

Kwon Yuri

Seo Joo Hyun

Cho Kyuhyun

Lee Taemin

Im Yoona

Lee Donghae

SNSD

SHINee

SJ

Love is not a game”


Cho Kyuhyun POV

“OPPA!” teriak yeodongsaengku.

“Aduh! Nggak ada cara lain apa? kalau bangunin orang jangan teriak-teriak, PABO!” teriakku sekencang-kencangnya sambil memukul kepalanya. Sedangkan dia hanya terkikik geli melihatku.

Yeodongsaengku, Seo Joo Hyun. Selalu saja begini. Setiap pagi dia membangunkanku dengan cara berteriak! Aku sempat berfikir, dia ini yeoja atau namja? Ah! ada-ada saja!

“Oppa, cepat! Nanti kita terlambat sekolah!” teriaknya lagi.

“Ah! iya iya! Aku tau! Kau keluar sana! Kau mau ngintip?” ucapku kesal sambil bangun dari tempat tidurku.

“Ne, ne! Aku keluar! Cepetan mandinya! Udah jam berapa ni!” ucapnya sambil keluar dari kamarku.

Setelah Seohyun keluar dari kamarku, aku bergegas mandi. Kalau tidak, aku akan terlambat! Dan kalau aku terlambat ke sekolah, reputasiku akan hancur! OH MY GOD! Aku tidak mau itu terjadi.

Selesai mandi, aku bersiap-siap lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan.

“Hai, oppa!” ucap Seohyun sambil tersenyum ke arahku. Aku membalas senyumnya. Tapi, ada kejanggalan nih! Apa, ya?

“Oh My God! Mana sarapanku?” teriakku saat melihat piring sudah kosong tak berisi. Pasti kerjaan Seohyun!

“Hahaha…. mian oppa, aku lapar… jadi tidak ada sisa untukmu” tawa Seohyun meledak.

“Seo! Awas kau!” teriakku sambil berlari mengejarnya. Dia berlari kearah mobil dan masuk ke dalam mobil. Dengan perut yang keroncongan, aku masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil tersebut ke sekolahku dan Seo Hyun. Aku dan Seohyun satu sekolah. Satu kelas lagi. seohyun memang anak jenius sehingga sekarang dia sekelas denganku. eits, tapi jangan berfikir kalau aku tinggal kelas, ya… Seohyun itu mendapat kelas aksel. Yah, loncat kelas.

“Mianhae oppa, aku lupa oppa juga mau sarapan. Mianhae oppa!” ucapnya berkali-kali saat diperjalanan.

“Sudahlah, itu juga sudah terlanjur. Yah, kalau aku memarahimu, sarapan itu juga tidak akan kembali, kan?” ucapku tersenyum sambil membelai rambutnya. Aku akui, adikku ini cantik. Aku sempat berfikir kalau aku menyukainya. Tapi, mana ada kakak kandung laki-laki yang menikahi adiknya sendiri.

“Gomawo oppa” ucap Seohyun sambil tersenyum. Aku mengangguk sambil membalas senyumnya yang manis itu.

Tak lama, kami sampai disekolah. Aku dan Seohyun turun dari mobil dan berjalan menuju kelas.

“Seo, kau tau apa yang akan kau lakukan, kan?” tanyaku.

“tentu saja aku tau, oppa! Bye, selamat bersuka ria dengan para fans mu yang LEBAY itu” teriak Seohyun sambil menjauh dariku. Aku tersenyum emlihatnya menjauh. Tapi, dia berhenti dan kembali kedekatku.

“Ada apa lagi?” tanyaku dengan nada agak ketus.

Seohyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Hahaha… oppa, ini sarapanmu! Mianhae aku mengerjaimu! Bye!” ucapnya sambil menyerahkan kotak bekal yang dibawanya dan berlari meninggalkanku begitu saja. Aish… kenapa aku selalu dikerjai olehnya! Dasar kau Seo! Lihat pembalasanku.

“Kya! Kyuhyun… aku bawakan bekal makanan untukmu!” banyak gadis yang menghampiriku. Yah, inilah yang terjadi setiap pagi. Jadi, terpaksa Seohyun menghindar dulu.  Dan mau tak mau, aku harus meladeni mereka ini.

KWON YURI POV

“Nona, anda sudah sampai di sekolah anda yang baru” ucap supir pribadiku saat aku sampai disekolah baruku.

“Oh, ne… gomawo telah mengantarkanku” kataku sambil keluar dan membungkuk kepada supirku.

Setelah mobilku melaju meninggalkan sekolah ini, aku masuk ke dalam gerbang sekolah ini. aku melihat banyak sekali murid yang berlalu lalang. Aku terus saja berjalan sampai menemukan ruang kepala sekolah. Aku mengtuk pintu dan masuk ke dalam setelah dipersilahkan masuk.

“Annyeonghaseyo” ucapku samil membungkuk.

“Annyeonghaseyo nona Kwon, kau boleh duduk” ucapnya. “Seonsaengnim, tolong panggil aku Kwon Yuri saja. Tidak usah memakai nona. Aku jadi merasa tak enak” ucapku sambil duduk di kursi yang telah disediakan.

“Hahaha… kau sungguh rendah hati Yuri. Kau tidak sombong. Aku suka denganmu. Selamat datang di sekolah Korean international high school. Sebenarnya tidak ada hal lain yang ingin saya beritau padamu. Jadi, mari saya antar ke kelasmu” ujar kepala sekolah itu sambil tersenyum. Dia keluar dari ruangannya bermaksud untuk mengantarku kekelasku. Aku mengikutinya. Dia menyuruhku berjalan di sampingnya dan aku menurutinya.

“Yuri, disini kamu sudah langsung kelas XI, jangan terkejut” ucapnya yang membuatku tekeju.

“Mwo? Seharusnya aku masih kelas X, Profesor” ucapku.

“Kau harus tau bahwa aku mengetahui kemampuan otakmu. Kau sama seperti Seo Joo Hyun, teman barumu. Come on Genius” kepala sekolahku itu terus berjalan sampai berhenti di sebuah ruang kelas yang mewah dari kelas-kelas lainnya.

“Oke, Kwon Yuri… ini adalah kelas terbaik di sekolah ini. hanya orang Genius yang bisa masuk ke kelas ini. so, saya harap kamu tidak menyia-nyikannya.” Ucap kepala sekolahku sambil masuk begitu saja ke kelas tersebut. Dia berbicara sebentar lalu menyuruhku masuk ke dalam kelas itu. Lalu aku memperkenalkan diri. Setelah itu, kepala sekolah pergi dan aku duduk dibangku yang masih kosong. Tepatnya disebelah seorang yeoja cantik dan disebelah namja yang culun, dia memakai kacamata dan kelihatan pendiam. Tapi, aku yakin bila kacamatanya dibuka, pasti dia sangat tampan.  Dan… aku memulai belajar di kelas ini dan dengan teman-teman yang baru.

“KRING!!” bel istirahat berbunyi. Aku memasukkan buku yang dipelajari tadi ke dalam tasku. Yeoja yang berada di sebelahku tadi menghampiriku.

“Annyeonghaseyo… Seohyun imnida” ucapnya sambil ersenyum ke arahku.

“Annyeong… Kwon Yuri imnida” aku membalas senyumnya.

“Ayo, kita ke kantin bersama…” ucapnya sambil menarik tanganku. Aku hanya menurutinya yang entah berjalan ke arah mana. Maklum, aku belum mengenal sekolah ini.

Sesampainya di kantin, aku dan Seohyun duduk di kursi yang kosong dan memesan makanan.

“Oh ya, Seohyun… aku boleh tau, siapa namja berkacamata yang duduk disebelahku tadi?” tanyaku yang penasaran dengan namja tadi.

“Oh, itu Lee Donghae. Dia selalu menjadi bahan olokan teman-teman yang lainnya” jawab Seohyun.

“Hm? Kau juga mengoloknya?” tanyaku dengan nada jahil.

“Anio! Mana mungkin! Di dunia ini, aku hanya berani menjahili oppaku” jawabnya.

“hm? Oppamu? Kau sudah punya pacar?” tanyaku lagi.

“Ani! Maksudku… hm… bagaimana kalau aku bilang hyung?” ucapnya.

“Oh, kakak laki-lakimu… hehehe… mianhae, aku sudah lama tidak berada di Korea. Jadi aku lupa-lupa gitu” ucapku sambil terkekeh.

“Oh! Kau darimana?” tanya Seohyun.

“Aku dulu bersekolah di Inggris. Appa ku selalu pindah tempat kerja. Kadang ke Inggris, Amerika, Indonesia, Singapura, jadi aku harus ikut bersama appaku. Karena dialah satu-satunya orang tuaku” jawabku.

“Ibumu sudah tidak ada?” tanya Seohyun pelan. Aku tau maksudnya, dia tidak mau menyinggung perasaanku. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Mianhae Yuri-ssi” ucapnya sambil menunduk. “Sudahlah tidak apa, oh iya, kalau boleh tau, siapa nama oppamu?” ucapku.

“Hm? Cho Kyuhyun… itu dia” jawab Seohyun sambil menujuk seorang namja yang sedang dikerubungi yeoja-yeoja yang menutuku LEBAY.

“Oh.. namja itu, yang duduk dibelakangku” kataku.

“Kau tidak menyukainya?” tanya Seohyun.

“Hm? Menyukainya? Aku belum kenal dia” jawabku dengan nada bingung.

“I mean.. bukankah dia tampan? Semua yeoja yang melihatnya pasti akan tertarik” ucap Seohyun.

“Tidak, aku lebih tertarik dengan Lee Donghae” ucapku santai.

“Hahaha… kau menyukai namja itu? Lee Donghae?” tawa Seohyun. Kenapa dia tertawa? Ada hal lucu?

“Ya! Kenapa kau tertawa?” tanyaku.

“Ani, hanya saja… baru pertama kali aku mendengar yeoja cantik dan murid baru berkata bahwa dia menyukai Lee Donghae” jawabnya.

“Oh.. hehehe… aku hanya tertarik, bukan menyukainya” ucapku.

“Annyeong, Seohyunie… Yuri-ssi” teriak seseorang yeoja dan seorang namja sambil mengejutkan Seohyun.

“Annyeong Yoona, Taemin… mau bergabung?” sapa Seohyun balik sedangkan aku hanya tersenyum melihat ke arah mereka.

“Hm… aku dan Taemin sudah selesai makan, jadi kami mau ke Perpus. Mianhae… bye Seohyunie” yeoja cantik itu berjalan bersama namja itu entah ke arah mana. Ku rasa mereka ke arah perpustakaan karena yeoja itu bilang ingin ke perpustakaan.

“Mereka tadi siapa?” tanyaku.

“Yeoja itu Im Yoona dan namja itu Lee Taemin” jawab Seohyun.

“Mereka pacaran?” tanyaku lagi.

“yah, seperti yang kau lihat!” jawab Seohyun.

“Pasangan yang serasi” ujarku.

Tak lama, makanan kami di antar ke meja kami dan kami melahapnya. Saat aku meminum minumanku,  seseorang duduk disebelahku. Aku melihat ke arahnya.

“Hai, Cho Kyuhyun imnida” ucapnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahku.

“Hai, Kwon Yuri imnida” sapaku balik sambil tersenyum.

“Oh ya, Seohyun… nanti aku pulang agak lama, ada urusan OSIS, jadi kau terpaksa menunggu… nggak apa-apa, kan?” tanya Kyuhyun pada Seohyun.

“Huh! Selalu aja gini!” Seohyun mendengus kesal. Kyuhyun hanya terkekeh.

“Hm, Kyuhyun-ssi  anggota OSIS?” tanyaku dengan nada sedikit santai.

“Bukan anggota lagi.. tapi ketua OSIS” jawab Seohyun sedikit kesal.

“Oh iya, Seo… kau bisa ceritakan lagi tentang Lee Donghae?” tanyaku.

“Hm?oke.. Lee Donghae, anak rajin dan pintar. dia selalu mendapat ranking 3 besar di kelas kita. Mungkin hanya itu. Dia anak yang pendiam dan aku tidak pernah berbicara padanya, jadi aku kurang tau tentang dirinya” jawab Seohyun sambil meminum minuman yang dipesannya.

“Hm… kalau kamu Kyu, kamu tau apa saja tentang Donghae?” tanyaku pada Kyuhyun.

“Ha? Aku? Aku tidak tau apa-apa tentang anak itu dan aku tidak mau tau” jawab Kyuhyun santai tapi agak kesal. Kenapa dia ini?

“oh, baiklah kalau begitu… Seo, Kyu, aku pergi sebentar ya…” ucapku pada Seohyun dan Kyuhyun. Mereka hanya mengangguk padaku. Aku segera pergi… entah kemana.

Cho Kyuhyun POV

Setelah Yuri pergi dari tempatku dan Seo, aku segera menanyakan hal yang daritadi kupendam.

“Seo, Yuri menyukai Donghae?” tanyaku.

“Ani, dia hanya tertarik saja” jawab Seohyun. “Wae, oppa? Kau cemburu?” lanjut Seohyun.

“Ya! Aku tidak cemburu! Tak bsiakah sekali saja kau tidak mengusiliku?” bentakku. OMO! Kenapa aku mempuanyai adik seperti ini?

“Hahahaha,… oppa, mianhae… aku tak bisa sehari saja tanpa mengusilimu! Kau tau, mengusilimu itu sangat enak!” tawanya. Ish! Dasar!

“Seo, Kwon Yuri cantik ya” ucapku mengubah pembicaraan.

“Wah, wah wah… sepertinya aku benar, kau memang cemburu pada Donghae, kan? Aku tau, kau suka dengan Yuri” kata Seohyun dengan nada mengejek. Yak! Anak ini!

Tapi, sebenarnya… yang dikatakan Seohyun itu ada benarnya juga. Soalnya, semenjak Yuri masuk ke kelas tadi, aku tak bisa berhenti menatapnya. Kebetulan, dia duduk tepat dihadapanku. Apa itu artinya aku menyukainya? Hmm… mungkin saja. Oke, aku jujur sekarang. Aku menyukai gadis itu! Untuk mendapatkannya…. hmm bagiku mudah. Karena kalian tau? Sainganku hanyalah Lee Donghae si freak itu.

“Sudahlah Seo Joo Hyun! Tak usah bahas masalah tak penting itu!” ucapku sedikit kasar. Tapi, walaupun aku meneriakinya dengan kasar, ekspresinya tetap saja mengejek. Memang banar-banar yeoja aneh!

“Hahaha… ne, ne… aku tak akan membahas masalah itu. Tapi, kau harus jujur padaku bahwa kau menyukain Kwon Yuri!” lagi-lagi dia tertawa! Sangat menyebalkan!

“Oke, aku menyerah! Kau menang Seohyun my hunny bunny sweaty” ucapku pasrah.

Seohyun tertawa lepas melihatku. Sumpah aku muak melihatnya sekarang ini! sangat menyebalkan! “Hahaha… I  WIN! Oh iya Cho Kyuhyun. Jangan panggil aku Seohyun my hunny bunny sweaty! Kau tau? Itu menjijikkan!” ucapnya.

Aku hanya mendengus kesal. Tuhan! Kenapa aku punya adik yang sangat menjengkelkan ini!

KWON YURI POV

Apa yang aku lakukan? Aku tak tau sekolah ini! kenapa aku kabur dari Seohyun dan Kyuhyun? YURI PABO!!! ah! lebih baik aku pergi ke kelas daripada nyasar.

Aku segera pergi ke kelasku. Dan… WAW! Betapa beruntungnya aku. Disana hanya ada Lee Donghae. Dia duduk diam di bangkunya sambil membaca buku. Tapi, tiba-tiba dia berdiri dan keluar dari kelas.

Tentu saja aku penasaran dia ingin pergi kemana. Aku mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuannya. Dia terus naik tangga hingga sampai ke lantai paling atas. Kalian tau? Itu taman! Sangat indah! Dan, tidak ada siapa-siapa disana kecuali Donghae. Dia duduk di tengah-tengah taman yang indah ini. haruskah aku menyapanya dan berkata bahwa aku membuntutinya? Aish! Tidak mungkin! Tapi… ah! aku ini nekat!

Diam-diam aku mendekatinya dan menyapanya. “Annyeong Donghae-ssi, aku Kwon Yuri” ucapku ramah padanya. Dia tampak terkejut melihatku.

“Kenapa kau bisa berada disini? Tidak ada yang tau tempat ini selain aku!” tanyanya dengan nada dingin. Oh My God! Aku gila!

“Mianhae, aku tadi membuntutimu. Hmm.. bolehkah aku duduk disebelahmu?” ucapku dengan sedikit takut-takut.

“Silahkan, Yuri-ssi. Aku tidak keberatan” ucapnya dengan nada yang sedikit lembut dari nada yang tadi.

Aku duduk disebelahnya dan menatap langit yang cerah dan indah. “Yuri-ssi” kata Lee Donghae yang membuatku sedikit terkejut.

“Ada apa?” tanyaku.

“Kau… kenapa selembut ini kepadaku? Kau punya maksud yang jahat?” tanya Donghae.

“Ani Donghae-ssi. Kau tau? Dari pertama masuk tadi aku selalu memperhatikanmu. Aku tidak punya maksud untuk berbuat jahat kepadamu. Aku sangat sangat ingin menjadi temanmu” jawabku sambil tersenyum ke arahnya.

“Benarkah? Kalau begitu, selamat karena kau telah menjadi teman pertamaku Kwon Yuri-ssi. Aku sangat senang” ucapnya dengan nada gembira.

“Hahaha.. donghae-ssi. Melihatmu begitu, aku jadi ikut bahagia!” kataku sambil tertawa.

“Benarkah? Kau sangat baik Yuri-ssi. Aku siap menjadi sandaranmu kapan saja” ucapnya sambil tersenyum ke arahku.

“Kau juga menyenangkan Donghae-ssi. Terima kasih, kau pasti akan menjadi tempat sandaranku. Kau juga… kalau ada masalah, katakan saja padaku. Aku siap membantumu kapan saja!” aku menatap langit yang indah itu sekali lagi sambil tersenyum.

Sungguh! dia sangat menyenangkan! Dia tidak seperti namja kebanyakan. Kurasa, aku semakin tertarik dengannya. apa aku menyukainya? OMO! You make me crazy Lee Donghae!

“Thanks Yuri-ssi. Oh ya, apa aku boleh memanggilmu Yul? Kurasa itu lebih mudah! Heheeh” ucap Donghae.

“Silahkan! Kalau begitu aku memanggilmu Dong!” kataku.

“Mwo? Dong? Ani! Itu terlalu kuno! Lebih baik kalau kau memanggilku chagiya… hahaha” Donghae tertawa.

”YA! Apa maksudmu? Daripada aku memanggilmu chagiya, lebih baik aku memanggilmu ikan pendek, hahahaa” ucapku.

“Ani! Kau kira aku ikan? Aku manusia! Dasar monyet ramping” teriak Donghae.

“Ya! Aku bukan monyet PABO! sudahlah, aku panggil kau Hae-ssi!” ucapku sedikit berteriak sambil menjitak kepala Donghae.

“Baiklah… hilangkan ssi-nya. Jadi panggil aku Hae saja” ucap Donghae sambil mengacak-acak rambutku.

“Baiklah ikan pendek!” ucapku dengan nada mengejek.

“Ish! Kau ini sungguh menyebalkan! Kalau kau masih memanggilku ikan pendek. Aku akan memanggilmu monyet ramping!” kata Donghae.

“Hahaha… mianhae Hae-ssi, aku sengaja!” tawaku meledak melihat tingkah Donghae.

“Sengaja? Dasar monyet ramping!”teriak Donghae.

“Oh iya, Hae-ssi… rumahmu dimana?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Di jalan Sugen nomor 12” jawab Donghae.

“Mwo? Rumah kita dekat Hae-ssi!! Rumahku di jalan sugen nomor 11! Wah! Kebetulan sekali! Bagaimana kalau nanti malam kau main ke rumahku? Aku punya tempat rahasia, aku juga ingin ngobrol banyak denganmu. Bagaimana?” tawarku padanya.

“Benarkah? Baiklah! Ternyata rumahmu yang besar itu, ya? Tunggu aku nanti malam! Oke?” kata Donghae.

“oke Ikan pendek!” teriakku. “Monyet ramping!” Donghae balik berteriak dan begitu seterusnya hingga bel masuk kelas berbunyi. Aku dan Donghae segera menghentikan perkelahian kami dan turun ke bawah dan pergi ke kelas untuk kembali belajar.

Aku tau, banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan aneh. Dan kalian pasti tau penyebabnya. Yap, karena aku masuk bersamaan dengan Donghae dan aku dan Donghae sedang tertawa ria. Tentu saja orang menatapku aneh. Dan yang paling mengerikan adalah tatapan dari Kyuhyun dan Taemin. Jika kalian melihat tatapan itu. Kalain pasti akan mengira kalau itu artinya tatapan membunuh. Sangat mengerikan!

~~~~~~~~~~~~~~

KRING! Bel pulang berbunyi. Aku segera merapikan tasku dan aku langsung ditarik oleh Seohyun untuk keluar kelas bersamanya. Kulihat Donghae menatapku.

“Aku duluan ikan pendek! Bye!” teriakku sambil melambaikan tangan ke arah Donghae.

“Ya! Dasar monyet ramping!” teriak Donghae yang masih dapat kudengar. Aku terkikik sendiri. Tapi ada yang aneh. Aku melihat ke arah Seohyun. Dia menatapku dengan tatapan yang sangat mengerikan. Lebih mengerikan dari tatapan Kyuhyun dan Taemin tadi.

“Wae?” tanyaku pada Seohyun.

“Kau gadis aneh, Kwon Yuri!” ucap Seohyun.

“Maksudmu?” tanyaku yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud Seohyun.

“kau berteman bahkan tertarik dengan namja aneh seperti Donghae. So, kau memang yeoja aneh!” jawab Seohyun.

“Sudahlah Seo, dia tidak aneh. Hanya saja… pendiam.” Ucapku.

“sekali yeoja aneh, tetap saja yeoja aneh! Oh iya, Yuri… mau menemaniku sampai Kyuhyun pulang??” tanya Seohyun.

“Boleh. Kebetulan aku dijemput agak lama” jawabku menyetujui tawaran Seohyun. Seohyun tersenyum senang.

“Yuri, kita ke perpustakaan aja yuk…” ajak Seohyun sambil menarik tanganku untuk mengikutinya.

“Hmm… baiklah” ucapku mengikutinya. Tak lama, aku dan Seohyun sampai di perpustakaan. Disana aku melihat Donghae sedang membaca buku. Aku menarik Seohyun untuk menghampirinya.

“Annyeong ikan pendek! Belum pulang?” sapaku.

“Sudahlah Yul, sekali lagi kau memanggilku ikan pendek, aku akan memanggilmu Monyet Ramping selamanya! Mengerti?” kata Donghae.

“Hahahaa…” aku tertawa terbahak-bahak.

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku dan Seohyun. Segera saja aku dan Seohyun membalik ke arah orang tersebut.

“annyeong Yuri-ssi, Seohyun-ssi!” sapa orang it sambil tersenyum.

“Annyeong Taemin” sapa Seohyun balik,s edangkan aku hanya tersenyum sambil melambaikan tanganku ke arahnya.

“Oh ya.. Yuri, nanti malam kau ada waktu?” tanya Taemin.

“Ada apa?” tanyaku balik.

“Aku ingin mengajakmu makan malam” jawab Taemin sambil tersenyum. Mwo? Makan malam? Tiba-tiba saja aku teringat aku ada janji dengan Donghae, dan aku teringat Taemin sudah punya pacar! Nanti aku dibilang ngerebutin pacar orang lagi! ah! aku tak mau!

“Mianhae Taemin-ssi, nanti malam aku sudah punya janji” ucapku dengan ada menyesal.

“Janji dengan siapa Yuri?” tanya Taemin berkali-kali.

“Donghae” jawabku singkat. Aku melihat wajah Taemin melihat ke arah Donghae dengan ekspresi marah. Sungguh aku tak tahan melihat Donghae.

“Oh ya Hae-ssi… kau kapan pulang?” tanyaku.

“Aku… agak lama dijemputnya. Sepertinya aku dijemput sekitar 2 jam lagi” jawab Donghae. Waw! Lama banget dijemputnya!

“Lama banget… lebih baik kamu pulang dengan aku aja! Sekalian temanin aku ke toko buku! Ne? Ne?” tawarku.

“Ah! tidak usah Yul… aku bisa pulang sendiri” tolak Donghae.

“Ish! Kau ini! ikan pendek!” teriakku.

“Aish! Kau ini! monyet ramping!” teriak Donghae.

“Terserah! Weee” teriakku sambil menjulurkan lidahku.

“Sudah ah, aku pergi dulu! Malas lihat orang pelit kayak kamu, ikan pendek!!!” teriakku lagi.

“Yuri, aku bisa menemanimu ke toko buku pulang sekolah nanti” ucap Taemin.

Sekali lagi aku teringat bahwa Taemin sudah mempunyai Yoona! “Ah, tidak udah repot-repot Taemin-ssi. Aku hanya ingin pergi dengan Donghae-ssi. Mianhae”

“Oh, baiklah kalau begitu” ucap Taemin yang lagi-lagi menatap Donghae dengan tatapan marah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tok! Tok! Tok! Terdengar suara pintu rumahku. Aku segera berlari ke arah pintu rumahku dan Donghae sudah berdiri di depanku.

“Hai ikan pendek! Ayo masuk! kita ke tempat rahasia!” ucapku senang. Dia sangat tampan! Dia tidak memakai kacamata. Sudah kubilang, kan? Kalau dia melepas kacamatanya, pasti dia sangat sangat tampan!

“Ayo, dimana tempat rahasiamu itu?” tanya Donghae.

“Ikuti saja aku Hae-ssi” jawabku sambil menarik tangan Donghae. Tempat rahasiku itu ada di belakang rumahku. Itu adalah sebuah taman. Disana banyak rangkaian bunga dan beberapa ayunan.

“Wah, taman ini indah sekali Yul!” ucap Donghae.

“ahaahaha… thanks Hae… kita duduk di ayunan itu saja” ucapku pada Donghae.

Aku dan Donghae segera duduk di ayunan tersebut.

“Oh iya Hae-ssi, kenapa tadi Taemin menatapmu seperti orang marah seperti itu?” tanyaku. Pertanyaan ini sudah melayang-layang dari tadi di kepalaku.

“Hm? Itu… baiklah, aku akan membocorkan sau rahasia padamu, kuharap kamu tidak menceritakannya pada orang lain” kata Donghae.

“Rahasia? Apa?” tanyaku.

“Sebenarnya… Taemin itu suka denganmu. Tapi, dia kesal karena kau terus saja meladeni aku, bukan dia. Dan… sebenarnya… Taemin itu adik kandungku. Tapi, dia tidak pernah mengakuiku sebagai kakaknya. Kau tau? Dia selalu saja merebut semua kebahagianku. Dia sudah merebut Yoona dariku, dia juga sudah mempengaruhi appa dan amma ku agar menjauhiku. Dan sekarang, dia mencoba merebutmu dariku. Kadang, aku sempat berfikir, kenapa dia begitu jahat kepadaku.” Jawab Donghae lirih.

Jahat sekali Taemin itu! Sungguh, aku mulai membenci Taemin!

“Tenang saja Hae, aku bisa membuat Taemin menyayangimu, aku punya ide” ujarku.

“Bagaimana caranya?” tanya Taemin.

“Hahaha… kau bilang, Taemin menyukaiku, kan? Mudah saja….” tawaku.

Aku membisikkan sesuatu ditelinga Donghae. Yap, rencanaku! Donghae terlihat ragu dengan rencanaku. Tapi, aku sangat yakin!

======To Be Continued======

Ah… gaje

Read Comment Like

Oke?

22 responses to “My Angel

  1. ceritanya keren 🙂
    kok si donghae dijauhin sih? terus kenapa orang2 pada kesel ngeliat donghae deket ama yuri?
    jadi penasaran.
    next part jangan lama2 thor xD

  2. Aaaaak walaupun haeppa make kacamata bulet sekalipun, inner handsomenya tuh gak bisa ditutup eoon! Wkwk fighting buat next chapnya! Aku suka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s