Beauty and the Beast

Title: Beauty and the Beast

Author: Kim Chae Rin

Poster: Kim Chae Rin

Main cast: Kim Nara(OC), Cho Kyuhyun(Super Junior)

Genre: Fantasy, Romance

Rating: PG13

Length: Oneshoot

Summary: Love has nothing to do with perfection but with what you have within your heart.

Disclaimer: Terispirasi dari dongeng Beauty and the Beast. Hehe tapi cerita disini banyak yang saya ubah dan jalan ceritanya hanyalah fiktif belaka. Don’t be a silent readers and plagiator. Please like, coment, and happy reading~^^

Beauty and the Beast

Kim Nara POV

Sinar matahari pagi menyusup ke kamarku melalui tirai jendela. Aku mengerjapkan mataku berusaha mengumpulkan kesadaran. Seulas senyum terukir di bibirku mengingat mimpi yang ku alami tadi malam. Entahlah mimpiku tadi malam terasa nyata. Aku bermimpi menikah dengan seorang pangeran yang sangat tampan. Aku dapat mengingat bagaimana wajahnya. Bagiku ketampanannya sangatlah sempurna. Dan senyumannya pun aku masih mengingatnya.

Tiba-tiba saja aku mendengar keributan dari lantai bawah. Karena penasaran aku pun keluar dari kamarku dan menuju lantai bawah.

“Appa eomma sebenarnya apa yang sedang terjadi?” tanyaku heran ketika melihat banyak dayang dan prajurit yang berkumpul di lantai bawah.

“Sayang, mahkota appa telah dicuri oleh seseorang” jawab appa dengan raut wajah yang cemas.

“Ne.. Appa dan eomma sudah meminta semua dayang dan prajurit untuk mencarinya di wilayah istana tetapi tetap tidak ditemukan” kata eomma cemas.

Aku yang mendengar penjelasan mereka pun ikut cemas.

“Lalu apa rencana appa selanjutnya agar mahkota dapat ditemukan?” tanyaku

Appa tampak berfikir sebentar “sepertinya kita harus mengadakan sayembara” jawabnya

“Ne sepertinya itu ide yang bagus. Sebaiknya kita buat undangan sayembaranya sekarang” kata eomma.

Raja  dan Ratu Shinwa pun menyuruh pegawai istana untuk membuat undangan sayembara lalu disebarkan ke seluruh penjuru negeri dan juga kerajaan-kerajaan tetangga.

Aku sedang sibuk menata rambutku di cermin rias kamarku. Tak lama kemudian terdengar bunyi ketukan pintu. Aku pun membukanya.  Ah ternyata itu eommaku.

“Ada apa eomma datang menemuiku?” tanyaku heran sambil tetap menata rambutku. Eomma menghampiriku dan menghadapkan tubuhku padanya.

“Nara sayang.. eomma harap kau mengerti dengan keputusan appa dan eomma ini” kata eomma lembut sambil menatap kedua mataku.

“Keputusan apa maksud eomma?” tanyaku. Jujur aku tidak mengerti dengan ucapan eomma tadi.

Eomma tampak menghela napas sebelum melanjutkan kata-katanya “appa dan eomma sudah memutuskan jika nanti ada yang berhasil menemukan mahkota….” Ucap eomma menggantung

Eomma melanjutkan kata-katanya “kau harus bersedia menikah dengannya..” ucap eomma lembut

“MWOOO?! MENIKAH?!”

Kim Nara POV End

Di sebuah kerajaan besar yang bernama Blue Kingdom tinggallah seorang pangeran tampan yang bernama Pangeran Kyuhyun

Kyuhyun POV

Sinar matahari pagi menyusup ke kamarku melalui tirai jendela. Aku mengerjapkan mataku berusaha mengumpulkan kesadaran. Seulas senyum terukir di bibirku mengingat mimpi yang ku alami tadi malam. Entahlah mimpiku tadi malam terasa nyata. Aku bermimpi menikah dengan seorang puteri yang sangat cantik. Aku dapat mengingat bagaimana wajahnya. Bagiku kecantikannya sangatlah sempurna. Dan senyumannya pun aku masih mengingatnya.

Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku mempersilahkannya masuk. Ternyata yang masuk pengawal kerajaan.

“Ada apa?” tanyaku heran melihat pengawal kerajaan membawa sebuah gulungan kertas berwarna emas.

“Ini ada undangan untuk anda pangeran” jawab pengawal itu. Aku pun menyuruhnya menaruh undangan itu di meja samping tempat tidurku dan mengucapkan terimakasih sebelum pengawal itu meninggalkan kamarku.

Aku membaca isi undangan itu. Ternyata raja kerajaan Shinwa mengadakan sayembara untuk menemukan mahkotanya yang hilang. Dan siapa saja yang dapat menemukan mahkota itu dapat mempersunting puteri cantik kerajaan Shinwa yang bernama Kim Nara.

“Yang mana puteri kerajaan Shinwa itu?” gumamku. Jujur di setiap acara antar kerajaan aku belum pernah melihat puteri Shinwa yang katanya sangat cantik itu.

Aku membolak-balikkan kertas undangan. Ku lihat ada sebuah foto di balik undangan itu.

“Oh.. jadi ini puteri kerajaan Shinwa yang bernama Kim Nara itu..” gumamku. Tak lama kemudian aku tersadar akan sesuatu

“MWO?! BUKANKAH DIA ADALAH PUTERI CANTIK YANG ADA DI MIMPIKU TADI MALAM?!”

***

Kini aku berada di hutan belantara bersama para prajuritku. Ya setelah mengetahui pemenang sayembara ini akan mendapatkan puteri yang ada di mimpiku tadi malam, aku jadi semangat mengikuti sayembara ini. Dan menurut info yang ku dapat pencuri mahkota itu bersembunyi di daerah sini.

Sudah berjam-jam aku menyusuri hutan tetapi belum ada tanda-tanda dimana pencuri itu bersembunyi. Tetapi tunggu dulu! sepertinya aku menemukan petunjuk!

“Kalian tunggu disini saja! Aku sudah menemukan petunjuknya!” perintahku pada para prajurit

“Tapi pangeran kami harus menjaga keselamatanmu” ucap para prajurit khawatir

“Gwenchana, aku bisa menjaga diriku. Kalian tunggu disini saja! Dan jangan ada yang melawan perintahku!” kataku. Para prajurit pun mengangguk mengerti

Aku mengikuti jejak kaki yang mencurigakan ini hingga membawaku sampai di sebuah goa yang besar. Lalu aku memasuki goa tersebut. Goa tersebut sangat gelap dan banyak kelelawar. Tampak dari kejauhan aku melihat sebuah benda yang sangat bersinar.

“Mungkinkah itu mahkotanya?” gumamku. Aku terus menyusuri goa tersebut mengikuti arah benda yang bersinar itu. Ternyata benar! itu adalah mahkotanya. Aku pun segera memasukkan mahkota tersebut ke kotak yang sudah aku siapkan. Dan menyuruh prajurit menangkap pencurinya.

“Kau akan menjadi milikku Kim Nara” aku berjalan meninggalkan goa sambil terus tersenyum.

***

“Kenapa aku berubah menjadi seperti ini?!” teriakku frustasi melihat pantulan diriku di cermin.

Kini aku bingung harus melakukan apa. Tidak mungkin Kim Nara mau menikah denganku yang seperti monster ini. Aku sudah menanyakan pada tabib istana penyebab aku seperti ini. Ternyata ini semua terjadi karena mantra penyihir yang tidak rela mahkota curiannya sudah ditemukan olehku. Sampai saat ini pun belum ada cara agar aku kembali seperti semula. Dan raja Shinwa juga sudah memintaku untuk segera datang ke istananya.

“Apa yang harus ku lakukan?!” aku menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar. Aku mempersilahkannya masuk. Ternyata itu eommaku.

“Kyuhyun..” panggil eomma lembut. Aku mendudukkan tubuhku

“Ne eomma..” jawabku lemas. Eomma duduk di sampingku lalu menghadapkan tubuhku padanya.

“Kyuhyun dengarkan eomma.. Kau tidak boleh putus asa seperti ini. Eomma tau kau sangat mencintai puteri Kim Nara..” kata eomma sambil memegang kedua bahuku.

“Ne eomma aku benar-benar mencintai puteri Kim Nara..” kataku

“Eomma yakin puteri Kim Nara itu puteri yang baik.. ia pasti akan menerimamu apa adanya. Yang paling penting kau harus menunjukkan kalau kau benar-benar mencintainya” eomma menyemangatiku.

“Tetapi jika ia tidak mau menikah denganku bagaimana?” aku tertunduk

“Sudahlah tidak usah pikirkan itu dulu.. yang penting kau bawa mahkota itu ke istana Shinwa dulu hm?” kata eomma sambil tersenyum.

“Ne baiklah eomma. Terimakasih sudah menyemangatiku” kataku sambil memeluk eomma.

Kyuhyun POV end

Author POV

“Bagaimana ini? Mau tidak mau aku harus rela dipersunting oleh pemenang sayembara itu..” Nara termenung sambil menatap dirinya di cermin.

“Ya aku harus menerimanya. Aku tidak mau merusak nama baik appa dan eomma” batin Nara

Nara  segera membenahi penampilannya menjadi  sebaik mungkin lalu berjalan menuju lantai bawah dimana pemenang sayembara sudah ada di sana.

“Annyeonghaseyo” Nara menyapa semuanya yang sedang menunggunya. Ia sempat kaget melihat makhluk yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya yang tak lain adalah Kyuhyun.

“Ne annyeong..” semuanya ikut menyapa Nara kecuali Kyuhyun.

“Kenapa ia tidak menyapaku?” batin Nara pada Kyuhyun. Lalu Nara duduk di samping eommanya. Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka.

Sebenarnya orangtua Kyuhyun ingin menceritakan kejadian yang sebenarnya penyebab Kyuhyun menjadi seperti itu. Tetapi Kyuhyun melarang orangtuanya. Kyuhyun ingin tahu Kim Nara menikah dengannya karena mencintainya dengan tulus atau hanya karena penampilan fisik aslinya.

“Kim Nara apa kau bersedia menikah dengan Kyuhyun?” tanya appanya Nara dengan tatapan ragu.

Nara tampak berfikir keras. Sebenarnya ia sudah memutuskan mau menikah dengan pemenang sayembara itu apa pun resikonya.

“Ne appa aku bersedia” jawab Nara yakin. Semua yang ada disitu pun takjub dengan jawaban Nara. Orangtua Kyuhyun pun tersenyum bahagia karena Kyuhyun akan menikah dengan gadis sebaik Nara. Orangtua Nara menatap Nara dengan tatapan yang seakan mengatakan “Maafkan kami Nara..”. Nara membalas tatapan orangtuanya dengan tersenyum tulus dan mengatakan “Tidak usah khawatir. Aku pasti akan bahagia bersamanya”

Kyuhyun yang mendengar perkataan Nara juga ikut tersenyum.

“Sepertinya aku tak asing dengan senyuman itu. Tetapi dimana?” gumam Nara dalam hati ketika melihat senyuman Kyuhyun.

Satu minggu kemudian pesta pernikahan pun diselenggarakan. Pesta pernikahan Pangeran Cho Kyuhyun dengan Puteri Kim Nara dirayakan dengan besar-besaran dan mewah. Semua kerajaan tetangga diundang di pesta ini. Banyak pangeran dari kerajaan lain yang sangat menyayangkan Nara menikah dengan Kyuhyun yang kini buruk rupa. Tetapi Nara tidak menanggapi itu semua. Nara tetap tersenyum sepanjang pesta menunjukkan rasa bahagianya menikah dengan Kyuhyun.

Acara berdansa dengan pasangan masing-masing pun dimulai. Semua tamu undangan berdansa dengan pasangannya. Sedari tadi Nara hanya memandang para tamu yang berdansa sambil sesekali tersenyum.

“Sepertinya ia juga ingin berdansa” batin Kyuhyun. Kyuhyun pun memutuskan untuk mengajak Nara berdansa bersamanya.

“Ayo kita berdansa” Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Nara sambil tersenyum. Nara tampak berfikir sebentar lalu tersenyum.

“Ayo” Nara menerima uluran tangan Kyuhyun. Kyuhyun lalu membawanya ke tengah-tengah istana berdansa seperti pasangan lainnya.

DEG!

“Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang ketika jarakku dengan Kyuhyun sedekat ini?” batin Nara.

“Senyum dan tatapannya itu.. aish sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana??” Nara terus berusaha mengingat-ngingat.

Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan wajah istrinya pun ikut heran melihat ekspresinya “Aish kenapa ekspresi yeoja ini menggemaskan sekali? Membuatku ingin menciumnya saja” batin Kyuhyun sambil terus memperhatikan ekspresi istrinya itu sambil sesekali tersenyum.

Malam hari pun sudah tiba pertanda pesta pernikahan sudah selesai. Mulai hari ini Nara menetap di istana Kyuhyun atau yang biasa disebut Blue Kingdom.

“Hari ini langitnya indah sekali ya” Nara memandang langit yang kini dipenuhi bintang yang berkelap-kelip dari balkon kamar Kyuhyun.

“Ne kau benar indah sekali” Kyuhyun memandang langit sambil tersenyum.

“Nara, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu” kata Kyuhyun sambil tetap memandang langit

“Mau bertanya apa?” jawab Nara

“Apa kau tidak malu menikah denganku?” tanya Kyuhyun

Mendengar pertanyaan tersebut Nara langsung menoleh ke arah Kyuhyun  “Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau meragukanku?”

“Bukan begitu maksudku.. aku hanya tidak tega melihatmu yang sempurna dihina karena menikah denganku yang seperti ini” jawab Kyuhyun dengan nada bersalah.

Nara tersenyum “Tidak usah dengarkan perkataan mereka. Cinta itu tidak ada hubungannya dengan kesempurnaan tetapi dengan apa yang ada di dalam hati kita”

Mendengar jawaban istrinya, Kyuhyun pun tersenyum “Terimakasih Nara..” ucapnya sambil menggenggam tangan Nara.

Semakin hari hubungan Kyuhyun dan Nara semakin akrab layaknya suami istri. Dan semakin hari pula rasa cinta tumbuh diantara mereka.

Suatu sore di taman istana..

“Kyu..” Nara memanggil Kyuhyun yang sedang duduk di bangku taman

Kyuhyun menoleh “Ada apa Nara?”

“Ehm.. boleh tidak aku kembali ke istanaku untuk beberapa hari? Aku.. merindukan appa dan eomma..” jawab Nara dengan ekspresi sedih

“Hm.. sepertinya tidak boleh” jawab Kyuhyun

Nara mengerucutkan bibirnya “Jebaaaal” katanya sambil menyatukan kedua telapak tangannya pertanda memohon

Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi Nara “Haha aku hanya bercanda.. tentu saja kau boleh mengunjungi orangtuamu” Kyuhyun mengacak pelan rambut Nara

“Benarkah? Gomawo Kyuhyun..” Nara tersenyum riang mendengar jawaban Kyuhyun.

Nara pun sampai di istana Shinwa. Para penghuni istana sangat senang dengan kedatangan Nara

“Appa.. Eomma.. aku sangat merindukan kalian” Nara memeluk kedua orang tuanya

“Baru beberapa hari tidak bertemu saja kau sudah seperti ini.. dasar puteri appa yang manja” kata Raja Shinwa sambil membalas pelukan puterinya. Nara terkekeh mendegar perkataan appanya.

“Oh ya bagaimana keadaanmu disana Nara?” tanya Ratu Shinwa

“Aku baik-baik saja eomma.. aku merasa senang tinggal di sana” jawab Nara

Ratu Shinwa tampak ragu “Benarkah?” tanyanya lagi

Nara mengangguk lalu tersenyum “Tentu saja benar eomma.. untuk apa aku berbohong? Disana Kyuhyun sangat menyayangiku” jawab Nara. Ratu Shinwa pun tampak senang mendengar anaknya baik-baik saja.

Hari ini adalah tepat satu minggu Nara di istana Shinwa. Ia tampak sedang menikmati keindahan langit malam dari balkon kamarnya. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu. Nara mempersilahkannya masuk. Ternyata yang datang adalah dayangnya.

“Ada apa?” tanya Nara heran melihat ekspresi panic dayang tersebut

“Itu tuan puteri.. tuan pangeran..” jawabnya terputus-putus

“Ya ada apa dengan pangeran?” tanya Nara khawatir

“Ia.. sedang mengalami sakit keras” jawab dayang tersebut

Nara yang mendengar berita itu pun panic dan segera bersiap-siap kembali ke Blue Kingdom walaupun hari sudah larut malam. Sepanjang perjalanan Nara terus panic membayangkan hal-hal yang kemungkinan terjadi pada Kyuhyun.

Sesampainya di istana Nara langsung menuju kamar Kyuhyun yang juga merupakan kamarnya.

Author POV end

Nara POV

Setelah sampai di kamar Kyuhyun dapat kulihat disana juga ada Raja dan Ratu dan juga para tabib istana yang tampak sama khawatirnya denganku. Aku pun duduk di kursi samping tempat tidur Kyuhyun sambil menggenggam tangannya yang dingin. Ternyata sudah satu minggu ia tidak sadarkan diri semenjak aku pulang ke istanaku. Dan ia juga menolak Ratu untuk memberitahuku kalau ia sakit karena tidak ingin membuatku khawatir juga. Rasanya sangat sedih melihatnya terbaring lemah seperti ini. Aku juga menyesal baru bisa menemuinya sekarang. Kata tabib istana kemungkinan ia dapat sadar kembali sangatlah kecil.

Tadi saat aku menuju kamar Kyuhyun aku tidak sengaja mendengar perbincangan para dayang. Mereka membicarakan penyakit Kyuhyun ini. Entahlah tadi itu kurang jelas apa yang mereka bicarakan. Tapi aku rasa ini semua ada hubungannya dengan mahkota appaku itu. Aku jadi merasa tidak enak padanya. Mungkin ini semua tidak akan terjadi jika ia tidak menyelamatkan mahkota appaku.

Aku mengelus pelan pipi Kyuhyun. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika ia benar-benar pergi meninggalkanku. Jujur sifatnya yang sangat lembut padaku membuatku menyukainya. Bahkan aku merasa kini aku mencintainya. Aku merasa ini seperti cinta yang sesungguhnya karena aku bisa mencintainya walaupun fisik Kyuhyun yang kata orang menyeramkan. Mungkin cinta dari Kyuhyun lah yang membuatku jatuh cinta padanya. Tak peduli apa kata orang, bagiku ia adalah pangeran yang paling tampan.

“Jadi aku mohon Kyu.. kau cepatlah siuman.. jangan tinggalkan aku secepat ini..” aku mengelus pipinya pelan. Mataku sudah tak kuat lagi menahan bendungan air mata yang kini menetes begitu saja  hingga mengenai pipi Kyuhyun.

Tanpa Nara sadari suatu keajaiban terjadi di ruangan tersebut saat air mata tulusnya menetes di pipi Kyuhyun

“Kyu kenapa aku selalu berfikir kau adalah pangeran tampan yang ada di mimpiku?” aku menatap wajah Kyuhyun hingga akhirnya aku tertidur di sampingnya.

***

Sinar matahari pagi menyusup ke kamar melalui tirai jendela. Aku  merasakan ada tangan yang memeluk pinggangku. Aku pun membuka mataku dan yang pertama ku lihat adalah wajah pangeran tampan yang waktu itu ada di dalam mimpi berada sangat dekat dengan wajahku.

“Pasti aku hanya bermimpi..” gumamku berniat melanjutkan tidurku

“Kau tidak bermimpi Nara..” jawab suara berat yang berada di dekatku. Aku membuka mataku.

“Mwo?!” aku terkaget melihat wajah Kyuhyun yang kini berubah menjadi tampan seperti pangeran yang ada di dalam mimpiku.

“Ne kau tidak bermimpi Nara. Ini aku Cho-Kyu-Hyun suamimu” kata Kyuhyun dengan penuh penekanan pada namanya lalu tersenyum padaku.

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat “Aish kau ini jangan berbohong! Dimana Kyuhyun suamiku yang sebenarnya?!” kataku sambil menjauhkan tubuhku darinya.

“Kau ini kenapa tidak percaya padaku?” katanya sambil memasang wajah cemberut. Ia pun melanjutkan kata-katanya “baiklah akan aku ceritakan kejadian yang sebenarnya”

“Ini seperti cerita dongeng..” kataku setelah mendengar penjelasannya.

“Ne kau benar aku pun merasa seperti itu. Tetapi sekarang kau percaya kan kalau aku ini suamimu?” tanyanya. Aku mengangguk dan tersenyum “Ne aku percaya”

Kyuhyun pun memeluk lagi tubuhku dengan erat lalu membenamkan kepalaku di dadanya.

“Nara~” panggilnya

“Ne?” aku menatap wajahnya. Ku lihat Kyuhyun tersenyum jahil

“Apakah benar aku adalah pangeran tampan yang ada di mimpimu?”

“MWO?! DARIMANA KAU TAHU?!” kataku sambil menyembunyikan wajahku yang memerah di dalam selimut.

FIN

Gimana readers ffnya? Mian ya kalo gaje dan kalimatnya berantakan-_-v Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Gomawo yang udah mau baca+coment^^ *bow*

WordPress : fanficidol

Advertisements

27 responses to “Beauty and the Beast

  1. itu yg nyuri mahkota appa nya nara kejem bener smpe nyihir kyuhyun segala jd beast tapi gpp denk, toh akhirnya malah menjadi bukti cinta sejati itu ada dan mengalahkan segalanya *alah bahasanya* /duagh tapi pas balik lagi ke wajah tampannya itu, balik juga sifat jailnya..wkwkwk

    • Iya yang nyuri mahkota jahat banget ya hahaha iya nih akhirnya malah jadi bukti cinta sejati #eaaa hehe iya kyuhyun evilnya balik lagi^^ gomawo yaa udah baca dan coment:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s