Season of The Lucifer [CHAPTER 17]

Seasons of The Lucifer

Title: Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: romantic, Violence, AU

Leght: Chaptered

Ratting: G

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

Support Cast:

Donghae SuJu as Lee Donghae

Jia Miss A as Jia

CL  as Lee Chaerin

ANNYEONG READERS ^O^

Oh ya, sekarang Season of The Lucifer ada versiTRAILER loh *prok prok prok.

Liat disini ya –> SoL Trailer <– pasti keren deh, Big thanks ya buat Jinhya Eonni a.k.a LIDERONYU yang udah mau repot repot buatin >///<

Mulai dari part ini nggak akan ada lagi pertanyaan, tapi setiap pertanyaan akan terjawab. Happy reading \(^_^)/

Warning: Lupakan paras Taemin yang ceria, cute dan selalu tersenyum. Tapi bayangkan dia adalah seorang Lucifer

Previous Chapter: Click this

Lucifer

Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis

Hati yang egois

Cinta yang tulus

Kesucian yang keliru

Mengancam

Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis

Mempunyai perasaan yang tidak jelas

Lucifer adalah keberanian

Key menoleh ke sumber suara dan mendapati Pastor Jung Jihoon yang berada di belakang mimbar di depan altar sedang tersenyum menatapnya. Pastor itu masih terlihat ramah seperti dulu.

Pastor Jung Jihoon memindahkan cawan yang berada dalam genggamanya ke atas mimbar lalu berjalan ke arah Key yang juga melangkah ke arahnya.

“apa kabar, nak?” sapanya ramah “kau tetap menjalankan ibadahmu dengan renungan yang ku berikan, bukan?”

“tentu, pastor” Key mengangguk mantap “ada apa memanggilku?”

Pastor Jung Jihoon tersenyum lembut “aku akan mempertemukanmu pada seseorang”

“siapa?” key hanya mendapat seulas senyun atas pertanyaanya, namun sesaat kemudian langkah kaki terdengar dari arah kiri.

Key refleks menoleh setelah Pastor Jung Jihoon menoleh ke kiri terlebih dahulu. Seketika itu pula tubuhnya menegang kala menatap seseorang yang tersenyum kepadanya. Senyuman itu masih sama dan selalu menuntunya kedalam bayang masa lalu.

Key tercekat, terasa jelas telapak tanganya yang mendingin. “Krystal…”

~*~*~*~

Tidak ada yang lebih buruk selain bertemu dengan setan masa lalu yang kini mengais pecahan adegan lama untuk disuguhkan kepada orang yang telah susah payah mengubur serpihan itu.

Dulu, ia merasa dirinya seakan berada pada lingkaran setan yang dipenuhi malaikat. Namun kini ia seperti menemukan celah dimana titik awal tak bertemu dengan titik akhir sehingga ia bisa keluar dan menemukan nirvana dalam hipotalamusnya.

Karena wujud itu telah berubah tanpa terduga…

Gadis itu menyuguhkan senyum yang masih sama indahnya seperti tahun tahun sebelumnya, tapi entah mengapa ia merasa senyuman itu jauh lebih tulus meskipun dia belum bisa menerima dengan sempurna.

Krystal masih terlihat cantik seperti dulu meskipun seluruh tubuhnya dibalut jubah putih dan rambutnya tak tampak karena ditutupi tudung berwarna senada. Key terkejut dengan kenyataan bahwa Krystal adalah seorang Biarawati.

“bukankah dia Krystalmu? Dia Jung Soojung, keponakanku” pastor Jung Jihoon tahu semua tentang dirinya termaksud tentang Krystal dan ibunya tetapi ini melenceng jauh dari bayanganya.

Saraf motorknya seakan membeku, otaknya memerintahkan untuk lari tetapi raganya seakan tertanam disana. Selalu seperti itu. setiap kata tak mampu terucap bahkan untuk membatinkan nama itu ia merasa terlalu tabu.

Key berbalik menghadap pintu utama namun sejurus kemudian jantungnya berdegub liar kala mendengar suara gadis itu.

“aku sudah mendengar semuanya dari Pastor…”

“jangan berbicara denganku” potong key dingin.

Ia melangkah cepat menuju pintu karena lututnya semakin melemas sejak tadi, tak mau jatuh untuk kesekian kalinya. Key berlari dengan memejamkan matanya namun sebelum ia benar benar keluar, Krystal sempat mengucapkan sesuatu “aku menunggumu…” dan ia menyesal telah mendengar itu.

Langkahnya terhenti di jambatan gantung, ia menghadap ke sebelah barat dimana matahari seperti separuh tenggelam di bawah laut dan membuat air yang tadinya biru bersemburat oranye.

Key menggenggam tali penyanggah jembatan itu, nafasnya masih tak beraturan entah karena berlari ataupun efek bertemu Krystal. Pandanganya menerawang, teringat akan perkataan Minho “kau yang menciptakan traumamu sendiri…”

Gejolak hebat melingkupinya, Key mengcengkram erat tali penyangah sampai buku buku jarinya memutih “AAAAAAAAAAAAAAKHH”

Pasca berteriak panjang, Key tersenyum disela nafasnya yang terengah engah. ia merasa ringan entah karena apa, atau mungkin…

~*~*~*~

Ponsel Key dalam saku Minhyun berbunyi singkat pertanda pesan masuk. Minhyun menyentuh layar ponsel itu dan terbuka sebuah pesan multimedia.

-Butuh waktu lama untuk mengirim aplikasi ini, instal lebih dulu lalu masukan kode yang ku tulis dibawah, dengan itu kalian bisa melihat dimana alat pelacak yang ditandai dengan titik merah dan titik kuning menandakan keberadaan kalian-

Minhyun mengangguk kecil lalu mengikuti perintah yang diberikan Key, tak lama kemudian aplikasi itu bisa berfungsi sebagaimana yang dikatan Key setelah Minhyun memasukan kodenya, semacam GPS.

“Taemin-ah, Key mengirimkan ini padaku” Taemin memberikan Ponsel itu ke tangan Taemin yang terurur kebelakang.

“titik merah adalah alat pelacak dan titik kuning tempat kita berada”

“ne…” Taemin menyandarkan ponsel itu pada kaca pelindung Speedometer di belakang setir. Ketika Taemin memperhatikan ponsel Key tadi, ia menyadari kalau titik merah berada belakang titik kuning.

“Tidak! Sejak kapan keadaan berbalik. Mereka berada dibelakang kita”

Mendengar seruan itu, Minhyun dan Minho langsung menoleh ke arah Taemin. Mereka sama kagetnya. Tapi anehnya ketika Minhyun menoleh kebelakang ia tak mendapati mobilnya yang dibawa CL tadi, padahal jalanan tidak terlalu ramai.

Taemin memutar setir ke arah kanan untuk berbalik arah dan tak lama kemudian titik merah juga mengikuti jejak titik kuning. “kemungkinan besar CL diculik” Minho beramsumsi.

Minhyun membuka slide ponselnya lalu menekan Keypad dengan terburu buru, ia mendekatkan ponselnya ketelinga sembari mengamati keadaan belakang.

“yobboseyo” sapa Minhyun

“yobboseyo” suara Key terdengar tidak stabil, nafasnya terdengar tak beraturan.

“gawat! Mereka berada di belakang kami tapi aku tak menemukan mobil yang ku bawa tadi. Key-ssi, kau berada dimana?”

“hanging Bridge. Kalau begitu mereka berhasil menculik CL”

“ne, Minho juga mengatakan begitu…”

“kau bersamanya?!” Key memotong ucapan Minhyun, membuatnya berfikir sejenak.

“bersama Taemin juga” well, sepertinya itu jawaban yang sudah diketahui. “lalu kami harus bagaimana?” tanya Minhyun sedikit panic.

“apa berikan ponselmu pada Taemin dan Loudspeaker-kan!” titak Key dan Minhyun pun menurutinya.

“Hyung, Waeyo?”

“apa orang yang hampir menabrakmu tadi sempat menyentuhmu?”

Taemin berfikir sejenak sembari mengingat kejadian tadi “dia mendorongku!”

“periksa bagian dimana ia mendorongmu, siapa tahu ada alat pelacak disana!”

Taemin menolehkan kepalanya kebelakang, begitu juga dengan Minho dan Minhyun yang memperhatikanya. Ia meraba belakang pundak kirinya lalu terdiam pada satu titik.

Yang benar saja, ada sesuatu yang menempel di jaket hitamnya. Taemin mencoba mencabut benda bulat berwarna hitam yang berukuran sangat kecil itu namun tidak bisa, benda itu seperti sudah tertempel. rupanya yang kecil luput dari penglihatan.

“ada hyung!” seru Taemin.

“buang jaketmu, kalau bisa dari Flyover sewaktu ada kendaraan yang melintas” saran Key.

Setelah mematikan ponsel Minhyun, Taemin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sembari melihat ke layar. setelah memastikan jarak titik kuning dan merah cukup jauh, Taemin memperlambat kecepatan karena di depan ada jalan menanjak menuju Flyover.

Tepat di tengah ia berhenti kemudian bergegas keluar sembari melepas jaket, Taemin menggegam pagar pembatas yang cukup tinggi sambil mengamati laju kendaraan di bawah. Ia menggumpalkan jaketnya lalu melempar sekuat tenaga.

Tapi sial! Jaketnya hanya tersangkut di truk besar yang berjalan lambat. Bukan mobil berkecepatan tinggi seperti yang diharapkanya.

Saat Taemin kembali, Minho dan Minhyun menyambutnya dengan tatapan ingin tahu dan ia membalas dengan dengusan kesal yang sudah sangat jelas apa artinya.

~*~*~*~

Minhyun kembali ke mobil seraya membawa bungkusan fast food lalu membagikanya pada Minho dan Taemin di Jok depan, mereka memutuskan berhenti sebentar untuk mengamati kemana perginya mobil yang membawa CL melalui layar ponsel dan menandai jalurnya. Lagipula waktu yang semakin malam membuat kekosongan perut semakin terasa.

Sejak 15 menit lalu mobil yang membawa CL mengetahui bahwa mereka telah dikelabuhi, mobil itu memutar arah dan pergi ke daerah setelah seoul yang terletak pada sisi tenggara korea.

Taemin mengunyah makananya tanpa selera, baginya seenak apapun itu akan terasa hambar karena ia terlalu fokus pada pikiran yang bercabang. “oh mereka berhenti!”

Taemin mengunyah habis makananya lalu menggeletakan begitu saja sisanya di atas dashboard, ia memperbesar layar dengan ibu jari dan telunjuknya untuk memperjelas tulisan kecil nama tempat itu. “mereka berhenti di daerah setelah Seoul” gumanya. Taemin mengerutkan dahi kala membaca rentetan huruf yang terlihat asing, Bukan aksara asia dan bukan alphabeth.

Disana tertulis ‘Kαρпoύζι Mansion’. Minho berdeham pelan “itu dibaca Karpoúzi dari bahasa Yunani, aku tidak tahu artinya” ujarnya dengan suara rendah.

“kita kesana sekarang!”

Taemin menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa sedikitpun melirik ke arah makanan yang masih tersisa lebih dari setengah itu. belasan menit berlalu dan kini mereka memasuki penghujung Seoul.

Mobil itu melesat di jalan beraspal yang tepinya dipenuhi pepohonan mahoni, dibelakang pohon itu menyerupai sebuah perkebunan yang tak tampak jelas karena kurangnya pencahayaan.

Lampu jalan yang berfungsi hanya beberapa lainya entah sudah rusak atau apa, hal itu membuat Taemin menggunakan lampu jauh karena tempat itu sangat sepi seakan tak terjamah.

“aku tak tau ada tempat seperti ini di korea, kenapa tidak pernah di expose?” guman Minhyun takjub.

“hanya perkebunan tadi yang pernah di expose, mungkin tanah ini milik seseorang bukan pemerintah” imbuh Minho.

Setelah melewati perkebunan, jalan yang dilewati menjadi berkelok. mereka disuguhi pemandangan padang rumput yang tumbuh di tanah yang lebih tinggi menyerupai perbukitan namun lebih kecil, keindahan tempat itu terlihat jelas walau  hanya disinari cahaya bulan.

Laju mobil itu melambat dan akhirnya berhenti di depan sebuah rumah besar yang berdiri angkuh tanpa ada pemukiman lain yang menyainginya. Megah layaknya rumah seorang bangsawan dengan gelar sangat tinggi karena bentuknya menyerupai rumah inggris era 80-an lengkap dengan ukiranya, namun dipoles sangat modern sehingga bagunan itu tak terkesan kuno.

Taemin membuka kaca pintu mobilnya untuk mengamati keadaan, sangat disayangkan karena taman disektar rumah itu seperti tak dirawat dan meliar. tak ada satupun lampu yang menyala dan itu membuatnya ragu.

Ia menatap Minho dan Minhyun secara bergantian “kita masuk sekarang?” tanyanya namun tak ada respon. Mendengar nafas tertahan Minhyun dan tatapan Minho yang tak wajar kearahnya, Taemin kontan menoleh kebelakang dan saat itu pula moncong pistol yang dingin menyentuh pipinya.

Taemin menegang. Sial!

~*~*~*~

Secerca cahaya menembus sebuah ruangan melalui jendela tak berkaca namun dihalangi besi silinder menyerupai jeruji. Pencahayaan yang semakin menerang membuat seorang namja mengerjapkan matanya.

Ia mengerang pelan menyadari sekujur tubuhnya yang terasa pegal, saat ia membuka mata nafasnya tercekat. Bagaimana tidak? Dua buah pisau menancap di dinding sebelah wajahnya, yang jika ia menolehkan wajah sedikit saja mungkin ketajaman pisau itu akan mengoyak wajahnya.

“Shit!” Taemin terkunci total, tubuhnya disandarkan pada dinding dengan tangan terlentang dan diikat, begitu juga dengan kakinya. Ikatan itu sangat keras sehingga membuat seluruh jemarinya mati rasa.

Taemin mengamati sekitar sebisa mungkin tanpa menoleh,dan ia mendapati Minho dalam posisi sama namun tak ada pisau diantara wajahnya. ia memutar matanya sekali lagi dan menemukan Minhyun tergeletak di lantai dengan tangan diikat kebelakang, begitu juga kakinya.

Oh sial, dia tidak bisa berbicara bebas karena bayangan kaki beberapa orang terlihat disisi bawah pintu. namun kekhawatiran itu hanya sesaat karena ketika ia menoleh, Minhyun terbangun.

Minhyun terkejut melihat posisi Taemin dengan dua pisau di sebelah wajahnya, ketika menyadari dirinya terikat ia memberontak namun tak menghasilkan apa apa.

“pssttt…”

Minhyun menoleh ke asal suara dan mendapati Minho yang telah bangun tengah menatapnya “gigit pegangan pisaunya dan potong tali Taemin” begitulah kata yang dilafalkan Minho tanpa suara.

Minhyun mendekatkan dirinya ke dinding lalu mencoba berdiri perlahan dengan menjadikan dinding sebagai sandaran. Cukup sulit namun ia berhasil dan kini kakinya yang terikat berjalan hati hati ke arah Taemin.

Posisi kaki Taemin yang sedikit ditekuk membuat Minhyun hanya berjinjit kecil untuk mensejajarkan tingginya. Ia membuka mulutnya dan mengigit pegangan pisau yang tertanam cukup keras itu, sehingga membuat gusinya memutih saat ia mencabutnya.

Minhyun bergetar, dirinya begitu gugup saat mengarahkan pisau itu pada tangan Taemin. Ia mencari posisi yang pas kemudian menggerakan kepalanya dari kanan kekiri agar pisau yang digigitnya dapat menggesek tali itu.

“argh..” Taemin meringis ketika pisau itu beberapa kali mengenai kulitnya, Minhyun sama sekali tak bisa melihat dan itulah resikonya.

Tak lama kemudian tali itu terpotong. Minhyun melepaskan pisau itu dari giginya, ia menghela nafas panjang namun kembali menegang saat mendapati pergelangan tangan Taemin yang dipenuhi luka goresan dan berlumuran darah, untung saja tak mengenai nadinya.

Taemin mencabut pisau di sebelah kiri wajahnya lalu memotong tali yang mengikat tanganya kirinya. Setelah tali itu terlepas, ia membuka ikatan pada kakinya kemudian berjalan kebelakang Minhyun dan mencoba membuka ikatanya.

BRAAAKKKK….

Pintu terbuka dan sebuah pisau meluncur dari seseorang, secepat kilat Taemin mendorong Minhyun hingga pisau itu lewat diantara mereka. Ia melayangkan tanganya, melempar pisau dan langsung mengenai orang yang hendak menembaknya.

“Minho!” Minhyun refleks berteriak ketika melihat pisau yang hampir mengenai mereka tadi kini menancap di dinding di atas bahu kanan Minho. Dan sialnya, permukaan tajam pisau itu mengenai bahu atas Minho. Darah merembes di di sekitar bajunya yang koyak.

Taemin beranjak ke hadapan Minho, ia mencabut pisau itu dengan perlahan sedangkan Minho hanya menatapnya dengan sorot dingin.

“Hyung, Gwaenchana?!” tepat ketika Taemin mengucapkan itu, kepalanya dihantam sebuah balok kayu. Ia tersungkur, bau anyir terhirup jelas dan kelamaan penglihatanya mengabur.

~*~*~*~

Taemin merasakan nyeri luar biasa di kepalanya saat ia terbangun, dan seketika ia sadar bahwa dirinya dalam posisi terikat di sebuah bangku. Taemin membuka kedua matanya dan wajah seseorang langsung menyambar penglihatanya.

“Jung Yunho?” guman Taemin dengan suara serak

Yunho yang mengenakan jaket hitam terlihat berantakan, matanya berkantung dan terlihat jelas usianya yang menginjak 40-an. “apa kabar bocah? Sudah merasa dewasa?” ia menyeringai licik.

“dimana Taehyun?”

Yunho tertawa liar layaknya seorang psikopat. “seperti terorku sebelumnya, aku akan memberikan anak itu setelah kau menyerahkan surat mansion ini”

“AKU TIDAK TAHU TENTANG SURAT ITU” teriak Taemin parau, seketika itu bogem mentah melayang ke pipinya dan meninggalkan lebam biru.

“SERAHKAN!” Yunho menendang kursi taemin hingga jatuh dan sialnya kepala Taemin menghantam lantai dan melipat gandakan nyeri itu lagi.

Yunho menempatkan kakinya di atas tubuh Tamein, matanya melotot tajam “kau tahu, aku menghabiskan puluhan juta dollar untuk membeli mansion dan tanah ini! serahkan surat surat itu! keparat kau!”

Dengan penuh emosi, Yunho menendang Taemin hingga ia terbatuk kasar. Yunho meletakan kakinya di atas kepala Taemin kemudian mengangkatnya dan bersiap menendang, namun dari arah samping sebuah tendangan melayang kearahnya dan membuat ia tersungkur.

Jonghyun berdiri disana dengan nafas memburu, beberapa lebam tampak di wajahnya. ia menoleh ke arah Taemin, Minhyun yang terikat dan Minho yang pucat karena mengeluarkan banyak darah.

Jonghyun melayangkan tatapan mematikan kearah Yunho “masih ingat denganku? Anak buah kesayangan Elison Kim… dulu.”

Yunho menggenggam pisaunya lalu bangkit dan menyerang Jonghyun, tapi jonghyun berhasil memelintir tangan itu dan menghempaskan pisau jauh jauh. Mereka adu jotos, beberapa kali Jonghyun meninju Yunho namun yang terakhir Yunho berhasil membuat sudut bibirnya berdarah.

Jonghyun meludahkan darahnya, ia menatap yunho penuh kebencian “semua anak buahmu sekarat, kau akan mati Jung Yunho!” ia beranjak dan mengejar Yunho.

Saat Jonghyun hendak menikam Yunho dengan pisau di tanganya, tiba tiba gerakanya terhenti saat Yunho mengarahkan pistolnya ke arah Taemin. Jonghyun tak berkutik, pisau yang diambilnya dari anak buah Yunho tak ada apa apanya dalam keadaan seperti ini.

“dimana berkas itu?!” teriak Yunho frustasi.

Taemin memejamkan matanya setelah menyaksikan jari telunjuk Yunho yang menyentuh pelatuk dan bersiap menekanya. ia tak mampu menyerang karena kepalanya terasa berkunang kunang dan penglihatanya berat.

Ia menghela nafas panjang, lalu setiap wajah seakan terlintas dalam benaknya. Dalam bayangan itu Mereka tersenyum sembari memanggil namanya, otangtuanya, Donghae, Jia, SHINee, Minhyun dan Taehyun…

Betapa inginya dia mendekap Taehyun, namun bermimpi pun sepertinya mustahil bila dalam posisinya sekarang. Ia hanya dapat berserah dan berharap semoga Taehyun menjadi anak yang berguna nantinya.

DOORRR!!!!!!

Dalam keheningan, terdengar suara letusan.

~*~*~*~

3 days later

Key menonaktifkan sistem kemudi otomatisnya ketika mobilnya memasuki kawasan padang rumput yang akan mengarah pada Kαρпoύζι Mansion. meskipun berada dalam penghujung musim semi namun padang rumput itu masih terlihat indah di bawah naungan matahari, beberapa bunga liar yang tumbuh menjadi hiasan tersendiri. apalagi ketika rumah megah itu tampak, bangunan kokohnya seakan menentang matahari.

Jonghyun yang duduk di samping jok kemudi menurunkan kaca jendela mobilnya dan membiarkan udara segar memenuhi rongga paru parunya. di dalam mobil hanya berisikan 5 orang karena Minho masih dirawat di rumah sakit akibat lukanya yang cukup serius.

Onew dan Minhyun mengikuti tindakan Jonghyun kemudian berdecak kagum karena jika ditata dan dibersihkan tempat ini akan menjadi kawasan natural yang indah.

Seseorang yang menjadi pengganti Taemin menggeliat dalam dekapan Minhyun, ia mengerjapkan matanya kemudian mengucek pelan.

“apa kita sudah sampai?” tanyanya Taehyun kemudian menguap kecil. Wajahnya yang polos dan lucu membuat Minhyun langsung mengecup pipinya.

“sedikit lagi” jawab Minhyun sembari tersenyum.

Tak lama kemudian mobil itu berhenti dihadapan rumah yang tadinya hanya tampak dari kejauhan. Key membuka pintu disusul dengan yang lainya. Mereka melangkah bersama menuju pintu utama mansion dan membukanya.

Senyuman lembut seseorang menyapa mereka, seketika Minhyun menurunkan Taehyun dari gendonganya.

“Appa!”

Taemin yang berdiri membelakangi mereka seketika berbalik mendengar seruan itu, ia tersenyum mendapati Taehyun yang berlari kecil ke arahnya

Taemin mengeluarkan tanganya dari saku celana lalu mengangkat Taehyun dalam gendonganya dan mendekapnya erat. Ia merasa beban besar terangkat dari pundaknya karena hal yang selama ini ditutup rapat rapat kini bisa diterima secara terbuka oleh sahabat dan orang disekitarnya. Ini semua seperti mimpi.

Ia merasa sewaktu Yunho melayangkan pistolnya, ia akan mati saat itu juga namun suatu hal terjadi dengan sangat mengejutkan.

__ Flashback__

DOORRR!!!!!!

Dalam keheningan, terdengar suara letusan.

Taemin berdegub liar, ia merasa akan mati saat itu juga. Namun suara benda yang terlempar kelantai menyadarkan dirinya kalau ia masih hidup. Taemin menghela nafas dalam lalu memberanikan diri untuk membuka mata.

Meski penglihatanya sedikit mengabur namun ia bisa menangkap bayangan seorang gadis sedang menggenggam pistol dengan kedua tangan yang sejajar. Taemin mengerjap beberapa kali sampai penglihatanya sedikit lebih jelas, ia terkejut ketika mendapati gadis itu adalah Shin Sungrin.

Taemin menolehkan kepalanya dan mendapati Yunho tersungkur dengan tangan penuh darah, pistolnya terhempas tak jauh dari tubuhnya. Jadi tembakan itu…

“kau membuatku sangat menderita… Appa!”

Seluruh orang dalam ruangan itu menoleh ke arah Sungrin dengan pandangan tidak percaya. Pundak gadis itu bergetar hebat, pistol dalam tanganya meluncur dan sesaat kemudian ia terduduk lemas di lantai.

“dia ayahmu?” tanya Taemin parau.

Sungrin menutupi wajahnya dengan telapak tangan, meski begitu air bening yang jatuh dari sudut matanya tetap membasahi seluruh pipinya. “aku membecinya…” ucapnya dengan suara bergetar.

“maafkan aku Tae…” Sungrin terisak, ia tak sanggup menyebut nama Taemin “Jia Eonni adalah sepupuku, aku tahu semua cerita ‘mereka’. Maafkan aku… aku mencoba menebus semuanya”

Tidak ada kalimat yang membalas perkataan Sungrin, ia masih terisak dan merasa malu untuk menunjukan wajahnya. Jonghyun membuka ikatan Taemin dengan perlahan dan membantunya berdiri.

“itu bukan salahmu, Sungrin” Ucap Taemin pelan, ia melangkah dengan kaki terseret ke arah sungrin. Seperti halnya dia, Sungrin juga mengorbankan dirinya.

Taemin mengangkat tanganya hendak mendekap Sungrin namun sejurus kemudian pintu terbuka lalu terlihat beberapa polisi dan Onew yang bersana CL yang tersenyum ke arahnya.

Taemin berlutut lalu mendekap anak laki laki berumur sekitar 4 tahun yang berlari ke arahnya, ia menghela nafas lega. Ketenangan menjalari hatinya kala mendengar Taehyun berkata “Appa, Gwaenchanayo?”

Taemin menatap mata bulat Taehyun lalu mengusap pipinya dengan ibu jari “Appa akan selalu baik baik saja selama kau juga seperti itu”

“hiks… hiks…. Mengharukan… hiks…. Hiks…” Onew yang menyaksikan adegan itu sibuk mengelap air mata buaya dengan menarik lengan jaket CL, tiba tiba sebuah jitakan melayang dikepalanya.

“YA! Dasar Sangtae! Diantara kami hanya kau yang baik baik saja!” cerca Jonghyun dengan pelototan tajam.

“aku kan menyelamatkan CL dan Taehyun! Tapi Sungrin kabur duluan!” tagas Onew.

“DASAR BODOH! APA KALIAN MELUPAKAN SESUATU!” Teriak Minhyun.

“MINHOOOOO!!!!” seru mereka saat menyadari keadaan Minho yang memucat

“BUKA DULU IKATANKU, PABBO!”

Dan begitulah akhir cerita naas abbal abal yang dialami mereka, Jonghyun membuka ikatan Minhyun dan Onew menyuruh CL menelepon ambulans sedangkan ia membuka ikatan Minho dengan hati hati.

Ketika mereka meninggalkan rumah itu, Taemin merasa kekurangan sesuatu. Ia menatap sekeliling dan memperhatikan teman temanya yang sibuk dengan urusan masing masing. Tunggu dulu, dimana Sungrin?

__Flashback End__

“aigoo… sulit dipercaya kau mempunyai anak, Lee Taemin. Aku tidak menyangka maknae cerewet sepertimu ternyata sedewasa itu” celetuk jonghyun sembari tertawa lebar.

Jonghyun menghampiri Taemin diikuti dengan yang lainya, ia terlihat ceria saat bercanda dengan Taehyun. Seperti biasa selalu berhasil menyembunyikan emosi yang sesungguhnya, tidak ada yang thu tentangnya, dan tentang Naomi yang melarikan diri dari rumah sakit.

“aku tak bisa menahan tawa setiap Taehyun memangilmu Appa! Itu lucu!” ucap onew disela tawanya “bocah kok melihara bocah” pletakk…

Peristiwa itu memang ditutupi rapat rapat dan hanya SHINee dan orang orang tertentu yang tahu, namun diluar dugaan Hyukjae dan Sooyoung telah lebih tahu tentang itu dan tentang Taehyun juga pekerjaan Taemin. Semenjak itu, mengolok olok Taemin adalah rutinitas harian onew dan jonghyun, apalagi Minhyun yang terkadang suka ikut.

Taemin terkekeh menanggapi celotehan Onew dan Jonghyun “dimana Chaerin?” tanyanya.

“key yang membawa mobil” balas Minhyun, Taemin mengangguk paham.

“bagaimana? Apa kau dapat surat kepemilikan itu?” key yang tadinya diam akhirnya angkat bicara, Taemin menggeleng pelan.

Taemin memang sengaja datang ke ‘Kαρпoύζι Mansion’ sejak pagi untuk menyelidiki setiap tempat disana karena Donghae maupun Jia sama sekali tak memberitahu surat kepemilikan mansion ini. namun setelah Taehyun dan rombongan datang, tanganya masih kosong sama sekali.

Key menyapukan pandangan kesekeliling, tempat dimana mereka berada nyaris menyerupai sebuah ballroom dengan lantai bercorak Vector. Ruangan itu kosong melompong, disebelahnya terdapat lorong ketempat lain ataupun ruangan.

Disisi Kiri terdapat sebuah tangga besar yang dilapisi karpet merah, Sedangkan di langit langit menggantung lampu kristal besar yang berdebu seperti tak pernah digunakan.

“apa Lee Donghae tidak meninggalkan sesuatu sebelum ia pergi?” tanya key.

Taemin terpekur sejenak, sejurus kemudian ia menyerahkan Taehyun pada Minhyun lalu  mengeluarkan dompetnya “Donghae Hyung sempat meninggalkan sebuah kotak padaku dan isinya bandul kalung berbentuk Zig Zag”

Taemin menngeluarkan kalung di dalam dompetnya lalu menyerahkan ke tangan Key. Sekilas hanya terlihat kalung biasa namun bentuk bandul emas itu tidak umum. Key merasa sangat jarang seseornag memesan bentuk seperti itu.

Key menggeletakkan bandul itu di telapak tanganya seraya menautkan alis “ini seperti…” ia menjepit bandul itu dengan telunjuk dan ibu jarinya dalam posisi berdiri “seperti anak tangga jika dilihat dari samping”

Onew, Jonghyun dan Minhyun ikut mengitar Key kemudian mengangguk menyetujui pendapatnya. “tapi apa hubinganya….” Minhyun tak melanjutkan ucapanya ketika Key tiba tiba membalik bandul itu.

Disana terukir beberapa angka  “angka 2 di garis horizontal pertama, angka 1 di garis Vertikal di bawah garis tadi dan pada garis Horizontal kedua terdapat angka 08. 2-1-08, apa itu?” tanya key.

“tidak salah lagi, itu tanggal lahir Taehyun” celetuk Taemin.

Mata key membulat kala ia menyadari sesuatu “cepat cari tangga yang ujungnya atau awalnya terbelah 2. Cepat!”

Key melangkah ke arah kanan sedangkan Jonghyun, Taemin dan onew memilih ke arah kiri demi mengikuti perintah key. Minhyun yang melongo terus menoleh ke kanan dan ke kiri namun akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti key.

Sepanjang perjalanan key sama sekali tak mengajaknya bicara, untung saja Minhyun menggendong Taehyun  meski kebanyakan ia berbicara sendiri karena anak itu tak merespon.

Beberapa saat berjalan tiba tiba Key menghentikan langkahnya dan membuat Minhyun juga mengikutinya. Dihadapan mereka terdapat pagar pembatas dan saat Minhyun menatap lurus ia melihat Taemin, Jonghyun dan onew berada di seberang dengan pagar pembatas yang sama.Mereka berjarak 1 meter dan dibawah terdapat aula belakang mansion. Tempat yang unik.

“hyung! Apa ini tangga yang kau maksud?” sahut Taemin.

Key menoleh ke sebelah kirinya Dan benar saja disana terdapat sebuah tangga besar yang ujungnya menyatu dengan tangga dimana Taemin berada.

Mereka sama sama melangkah kebawah dan ketika berada pada tangga yang menyatu lalu berdecak kagum melihat dinding kaca besar yang langsung dihadapkan dengan pemandangan padang rumput juga matahari yang mendekati ufuk barat.

Ternyata dinding kaca itu tertutupi oleh lantai jika dilihat dari atas tangga tempat mereka tadi. “lalu apa lagi?” tanya Jonghyunn antusias.

Key membuka telapak tanganya dimana bandul tadi tergeletak disana “2 untuk tangga yang bercabang dan angka 1 untuk tangga yang menyatu. 08, mungkin adalah anak tangga kedelapan di tangga yang telah menyatu”

Mereka sama sama melangkah turun dan menghitung dalam hati. ketika sampai pada anak tangga ketujuh, Key dan yang lainya berhenti lalu menatap taemin penuh arti.

Taemin mengangguk mantap, ia melangkahi tangga ke delapan lalu berhenti pada tangga yang kesembilan. Taemin berjongkok menghadap tangga kedelapan, ia menyingkirkan potongan Karpet merah yang menghiasi bagian atas setiap anak tangga.

Ternyata tangga itu terbuat dari kayu dan ketika menemukan cela, Taemin menatap tidak percaya. Ia membuka bagian atas anak tangga itu dan menggeleng takjub.

Disana tergeletak sebuah tas koper hitam.

“Great!” seru Jonghyun, mereka bersorak girang.

Taemin mengambil koper itu lalu menutup kembali bagian atas anak tangga tadi. Ia terduduk di tangga lalu membuka koper itu, benar saja terdapat beberapa berkas disana dan secarik kertas bertulisan.

“ini tulisan Jia Noona!” seru Taemin.

-siapapun yang menemukan berkas ini pasti orang yang berarti untuk Taehyun, aku sengaja menyimpanya di anak tangga ini dan memberikan Clue pada bandul kalung yang ku pesan. Dan pada Note ini ku beritahu bahwa jika kamu mengisi namamu dalam berkas itu dan membubuhkan tanda tangan di atas materai maka ‘Kαρпoύζι Mansion’ lengkap dengan tanah seluas 2 hektar akan menjadi milikmu-

Taemin berteriak takjub, Ia tidak menyangka semua akan berakhir semengejutkan ini. tidak ada kata yang dapat menguraikan perasaanya sekarang, luapan Euphoria memenuhi hatinya juga orang orang disekitarnya.

~

Key mengaktifkan kemudi otomatis pada mobilnya, mereka masih antusias menjadikan peristiwa tadi topik pembicaraan. Apalagi Taemin, dia sampai rela membiarkan mobilnya ditinggal disana.

“kita kemana Hyung?” tanya Taemin.

“aku telah membooking restaurant dengan semua pelayan namja, kalian lapar kan?!”

Onew, Jonghyun dan minhyun langsung mennggangguk mantap. Dan beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah restauran yang sudah termasuk kawasan Seoul.

Restaurant mewah yang sepi dan hanya diisi oleh pelayan namja. Sebenarnya Jonghyun tidak suka suasana abnormal ini, tapi demi memberi makan cacing cacing diperutnya secara gratis, yah diam sajalah.

“Taemin yo! apa kau ingin merubah ‘Kαρпoύζι Mansion’?!” tanya Jonghyun.

“aku ingin berternak semangka disana!” sahut taemin.

“bertani, bodoh!” cibir Minhyun “lalu bagaimana dengan perusahaan keluargamu?!”

“molla, aku belum memikirkanya”

“sama sekali tidak dewasa” celetuk minhyun dan langsung disambut pelototan garang dari Taemin.

Merka terus bercanda tentang peristiwa tadi, ya meskipun sekali sekali olokan terhadap taemin tetap ditujukan. Tiba tiba Jonghyun beranjak dari duduknya “aku baru ingat, ponselku ketinggalan dimobil!” ujarnya. Setelah Key menyerahkan Kunci mobilnya dan mereka melanjutkan perbincangan lagi.

Jonghyun berjalan ke arah Buggati veyron milik Key yang terparkir di depan pintu restaurant, namun tempat ini benar benar di Booking key sampai malam.

Tangan Jonghyun yang hendak membuka pintu mobil tiba tiba berhenti kala ia menangkap siluet seorang gadis yang tak asing bahkan jika dilihat dari sudut matanya sekali pun.

Jonghyun menengadah dan terkejut mendapati Naomi-nya sedang berdiri di seberang jalan. Meskipun dihalangi kendaraan berlalu lalang tapi tidak salah lagi itu pasti Naomi, gadisnya yang melarikan diri dari rumah sakit setelah jonghyun menjenguknya.

Naomi masih terlihat pucat. Tanpa pikir panjang Jonghyun berlari ke arah Naomi, ia berhenti di tepi jalan karena kendaraan yang lewat cukup ramai namun kesenjangan waktu itu membuat Naomi sadar akan kehadiranya.

Sial! Seorang namja menyambar lengan Naomi, meski sekilas Namun Jonghyun tahu kalau orang itu Naoki. “Naomi Tunggu!”

Jonghyun langsung melangkah menerobos jalan meski beberapa kali Klakson dibunyikan untuk memperingatinya. Saat ia menoleh ke arah Kiri tiba tiba terdengar Klakson panjang dan sebuah mobil sedan yang melaju cepat, Jonghyun melangkah mundur bermaksud untuk menghindar namun Sial sebuah Truk Container menyambarnya.

“Jonghyun!!!!” teriakan Naomi seakan menggema.

Truk tadi berhenti secara mendadak dan dari jarak beberapa meter dari tempat itu terlihat tubuh seorang namja yang dipenuhi cairan merah berbau anyir.

__ TBC__

Kuusahain part selanjutnya dipublish tidak lewat dari seminggu ^_^ Big Thanks for all readers *hug* mmaf kalau penjabaranya kuran dimengerti dan segala typo yang ada.

Buat yang merasa ff ini semakin ngebosenin, aku minta saran buat memperbaikinya ya. Your comment is my spirit.

Tinggal beberapa Chapter lagi, HWAITING!!!!

Cheers,

LucifeRain (ayya)

Advertisements

73 responses to “Season of The Lucifer [CHAPTER 17]

  1. Masa bodo dengan Minho… hahhaaa…
    Key Minhyun masih dingin-dinginan ?? Aahhh… sama sekali gak ada kemajuan.
    Jonghyun ketabrak, anggap itu sebagai penebusan dosa dia ke naomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s