SUPER JUNIOR RADIO LOVE SERIES: SIWON THE BOSS (PART 4)

Author: Kim Hye Ah

Cast: Choi Siwon (SUPER JUNIOR)

Stephany Hwang aka Tiffany (SNSD)

Additional Cast: Member Super Junior & SNSD

Rating: PG-15

Genre: Romance, Friendship

Disclaimer: Humans, things, and ideas here belong to God. Full crediting me, my blog, and this page if you wanna take it out.

PS: Many typo, I can’t stand a bit longer to correct all, jeongmal mianhamnida. Feel free to correct me readers.

Happy reading

Chapter 1    |    Chapter 2     |     Chapter 3    |

Siwon The Boss

Chapter 4

Tiffany POV

“Appa, Omma, Ho Min-sshi, perkenalkan Choi Siwon, dialah namja chingu-ku yang sebenarnya. Mianhae karena aku menutupinya selama ini”

Aku tidak sedang berhalusinasi, aku melakukannya dengan sadar. Keyakinan diriku begitu besar ketika mengatakan Choi Siwon adalah namja chinguku. Aku tidak perduli bagaimana respon ketiga orang yang berada di depanku.  Aku belum pernah seyakin ini walaupun apa yang aku lakukan ini benar-benar gila. Mengakui seseorang yang sama sekali tidak kau kenal sebagai namja chingumu. Dengan percaya diri aku pegang erat lengannya, aku menatapnya, ia menatapku. Aku tidak tahu apa dia mengerti arti pandanganku tapi namja itu sepertinya tahu. Hebatnya dia tampaknya mengerti karena ia tidak berusaha mengibaskan peganganku. Entah apa alasannya, ia juga tampak yakin dengan apa yang dilakukannya ketika berjalan mendekati ke arah tempat meja kami berada. Tapi aku harus memastikan bahwa dia dapat mengikuti jalan cerita ini, mengikuti alur skenarioku bukan skenarionya.  Aku tidak melepaskan pandanganku padanya. Lihatlah mataku, Choi Siwon, jangan berpaling, tolonglah aku. Katakan iya pada mereka, katakan bahwa aku adalah yeoja chingumu!

Flash Back.

Tiffany POV

Setelah insiden tabrakan dengan namja aneh itu. Aku langsung bergegas menuju rest room restoran. Penampilanku begitu acak-acakkan malam ini. Tidak mau mengecewakan Appa, aku berdandan kembali dan masuk ke restoran tanpa ada yang tahu bahwa beberapa menit sebelumnya aku baru menangis. 

Appa menyambutku dengan gembira, sambil memelukku ia berbisik,”Tolong Tiffany sayang, jangan kacaukan acara makan malam ini, jebal”

“Ne”, aku mengangguk dan terkejut ketika seorang namja tiba-tiba dengan cekatan berdiri dan memberikan tempat duduk untukku.

“Annyeonghaseyo Tiffany-ssi. Chonun Kim Ho Min imnida”

Aku menoleh ke arahnya. Mungkin ini yang namanya Ho Min. Tidak terlalu jelek. Tapi aku tidak tertarik. Aku tersenyum pendek. Ia mengulurkan tangannya meraih tangan kananku kemudian mengecupnya.

“Senang bertemu dengan yeoja cantik seperti anda”

Tingkahnya membuat aku seperti berada dalam film-film cinta yang romantis mendayu-dayu. Aku meringis, mian Ho Min, aku bukan tipikal putri dalam cerita dongeng. Tingkahmu menggelikan!

Kuusap tangan yang telah dikecupnya dengan tissue. Aish, sepertinya aku harus mandi kembang untuk membersihkan bekas mulutnya di kulitku ini. Siapa tahu meninggalkan virus atau jampi-jampi!

Aku membalas perkenalannya dengan pendek,”Tiffany”

Omma memandangku tajam, baiklah aku memang kurang sopan dalam memperkenalkan diri. Terus kenapa?

“Ternyata benar yang dibicarakan banyak orang, kau adalah putri chaebol tercantik di Korea. Betapa beruntungnya aku memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu”

Aku tersenyum kecut. Namja ini seperti datang dari abad 18. Gaya bicaranya seperti pangeran dari negara antah berantah yang penuh aura romantis dan sensual.  Aku tidak suka mendengar suaranya. Kau pernah membayangkan suara pria sok seksi yang berat dan mendesah. Mendengarnya bicara membuat aku bergidik. Kami tidak sedang ada dalam scene film porno bukan?

Ia menuntunku untuk duduk di sebelahnya.Tanpa ijin, ia langsung memegang tanganku. Spontan aku mengibaskannya tapi ia memegang tanganku kembali. Aku menatap Appa memohon pertolongan tapi Appa malah tersenyum-senyum.  

 “Tiffany, Perkenalkan Kim Ho Min-ssi, ia adalah Direktur Keuangan Mitsubishi Bank branch Korea. Ayahnya adalah pemilik perusahaan Korean Steel Co. Kau tahu kan Kim Jo Min-ssi yang kemarin mendapatkan penghargaan dari majalah Forbes? Itu adalah ayahnya.  Tapi ia tidak mau bergantung pada perusahaan Appanya. Ia ingin mandiri dan kini ia sudah hampir menyamai kesuksesan Appanya”

“Ahjussi terlalu memuji, saya tidak sebagus yang anda katakan. Saya pikir alangkah menariknya jika kita mencoba berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung dengan warisan dan perusahaan keluarga. Saya tidak mau menjadi anak manja”

Aku nyengir karena kesal, apa maksudnya? Mau menyindirku? Bukankah aku bekerja di perusahaan keluarga juga, jadi aku ini anak manja dong? Hmmm, mungkin benar juga sih, aku sedikit manja, tapi dia dia tidak boleh bicara seperti itu. Itu menyinggungku tahu! Aku memang bekerja di perusahaan Appa, tapi aku juga bisa kok bekerja di perusahaan lain. Aku hanya kasihan sama Appa jika aku menolak tawarannya untuk bekerja di Hwang Company. Namja ini baru bertemu  sudah mengecewakan!

“Beberapa bulan ini ia sedang ada pendidikan khusus di Jepang, oleh karena itu Appa usulkan supaya pertemuannya di sini saja, sekalian kita berwisata. Bukankah sudah lama kita tidak ke Jepang, iya kan Fanny?”

Aku menarik bahuku, whatever you say Appa. Sebalnya, Pria itu masih memegang tanganku. Dasar!

“Ho Min-ssi, anakku Tiffany ini cantik bukan? Ia adalah Public Relation Director di kantor kami. Lulusan Harvard dengan nilai terbaik. Ia sangat berbakat, hobinya melukis. Kau bisa melihat lukisannya di beberapa galeri di Seoul”

Aku melihat tatapan matanya yang terkejut ketika Appa mengatakan bahwa aku bekerja di kantor Appa. Makanya kalo ngomong jangan sembarangan, Ho Min!

“Ne, ia cantik sekali Ahjussi. Betapa beruntung Ahjussi dan Ahjumma memiliki anak gadis seperti dia, cantik, pintar, dan berbakat. Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan Tiffany-ssi”

“Ia juga pintar balet, sejak umur sembilan tahun ia sudah belajar balet. Sewaktu remaja, ia sering tampil bersama sanggarnya. Tapi sekarang karena kesibukannya, ia sekali-kali menjadi pengajar di sanggar lamanya di Seoul”, kali ini gantian Omma yang memujiku.

Terus, terus saja mempromosikanku. Antara bosan dan geli mendengarnya. Setiap aku dipertemukan dengan namja selalu kalimat-kalimat seperti itu yang dilontarkan. Dan biasanya para yeoja akan memandangku penuh dengan hasrat dan kekaguman. Aku bertaruh dalam dalam hati mereka akan berkata”Aha inilah calon istri yang selevel denganku yang tampan dan sukses ini. Istri yang bisa memuluskan ambisiku untuk menjadi seorang CEO menggantikan Ayahnya!”

Namja itu terus memandangku dan tersenyum, aish, aku risih dengan pandangannya. Sebagai seorang yeoja dewasa, aku sudah bisa membedakan mana pandangan kagum dan pandangan penuh nafsu. Dan aku melihat Ho Min memandangku dengan bumbu nafsu di dalamnya.  Hey, bisakah kau berhenti menatapku seperti itu? Apesnya , tanganku juga masih sukses dipegangnya.

Cup, ia kembali mencium tanganku di depan Omma dan Appa. Aku terkejut, baiklah  ini sudah keterlaluan, kukibaskan pegangannya dengan tatapan marah. Tapi ia menyeringai menjijikan kemudian berbisik ke telingaku. Rasanya jengah karena jarak mulutnya dengan telingaku hanya tinggal 1 atau 2 senti.

“Kau menolak, aku semakin masuk, chagi”

Aish siapa namja ini percaya diri banget.

Tanpa diminta ia kemudian bercerita mengenai dirinya, bagaimana ia menjadi anak yang paling dibanggakan orang tuanya, selalu berprestasi baik di sekolah dan pekerjaannya, menjadi kepercayaan perusahaan di tempatnya bekerja, bagaimana ia sukses menata karir dan merancang masa depannya, cita-citanya yang setinggi langit dan wajahnya yang tampan. Aish, dia berani-beraninya berkata bahwa wajahnya lumayan menarik di depanku, Appa dan Omma. Narsis banget! Kulihat tatapan mata Omma yang sangat memuja. Omma selalu begitu, setiap dia melihat calon jodohku, pasti ia langsung jatuh hati. Maksudnya jatuh hati sebagai seorang Omma pada anak. Omma memang mengharapkan punya anak laki-laki, tapi sayangnya ketika lahir yang keluar adalah yeoja  tengil sepertiku heheheh.

 “Aku sudah tua, sudah cukup untuk mengalihkan perusahaan kepada Tiffany. Tapi jika Tiffany belum menikah. Aku jadi ragu, hal inilah yang membuatku tidak pernah bisa tidur nyenyak selama ini. Perusahaanku begitu besar, aku butuh penerus untuk menjaga Hwang Company. Andaikata Tiffany menikah, memiliki suami yang bisa diandalkan dalam mengurus perusahaan dan juga bisa memberikanku cucu, alangkah bahagianya. Aku bisa melepaskan perusahaanku dengan tenang”

Mata Ho Min sudah sangat membelalak, senyumnya mengembang. Aku tahu apa yang dipikirkan namja itu. Kekuasaan, kebanggaan akan segera diperolehnya jika ia menikahiku. Tidak akan kubiarkan kau menguasaiku dan perusahaan Appa!

“Saya sangat mengerti keinginan anda Tuan Hwang. Tapi mungkin Tiffany-ssi membutuhkan waktu untuk berpikir dan menemukan namja yang tepat baginya”

Basa basi! Pola yang sama yang selalu kutemui dari setiap pertemuan seperti ini. Dan begitulah pembicaraan palsu mengalir begitu saja. Aku tidak tertarik untuk ikut dalam pembicaraan ini. Kulihat mata Omma yang terkagum-kagum melihat penampilan Ho Min dan kemampuannya memikat hati Omma. Appa yang juga tidak pernah berhenti memujiku. Aish Appa, kalau boleh jujur, tanpa Appa memujiku, Ho Min itu pasti akan mengejarku. Bukan karena ia menyukaiku sih tapi lebih tepatnya ia menyukai apa yang ada di belakangku. Hwang Company adalah satu dari perusahaan terbesar di Korea, perusahaan yang dirintis dari sebuah toko kecil yang kemudian berkembang menjadi salah satu raksasa industry di negaraku.  Siapa yang tidak mau menjadi pimpinan utama di situ.

“Saya tidak ingin membuat Tiffany merasa terpaksa tapi saya dengan senang hati ingin membuktikan bahwa saya bisa menunjukan komitmen terbaik saya untuk menjadi pendampingnya”

Ho Min mengedipkan matanya ke arahku. Iih, menggelikan. Dia pikir dia siapa?. Di bawah meja, ia sudah mulai menyentuh tanganku dan mulai bermain dengan kakiku. Aku menatapnya tajam , ia kembali mengedipkan matanya. Kampungan!

Kusibukkan diriku dengan bermain-main dengan HP ku, tanpa sadar aku telah menekan folder tempat foto selca Choi Siwon yang sukses tersimpan di HP ku. Aku tersenyum melihat aksi narsisnya. Bagaimana bisa ia dengan sepede itu memfoto dirinya sendiri dengan HP ku. Kupikir ia hanya memfoto dirinya satu kali, ternyata sampai 5 kali dan anehnya ia bisa mengambil posisi yang membuatnya kelihatan tampan. Yah dipikir-pikir, namja itu memang tampan. Aku suka dengan gaya berbusananya. Ia selalu terlihat fashionable. Bahkan ketika kami bertemu saat insiden vending machine itu terjadi, walaupun hanya dengan mengenakan baju santai, ia tampak terlihat menawan. Apa ia seorang model? Bisa jadi, mungkin karena itu ia terbiasa dikejar-kejar yeoja, sehingga ketika aku muncul, aku disangkanya stalker. Tapi tidak apa-apa lah, melihat foto Siwon ini seperti menjadi hiburan buatku yang sudah mulai bosan dengan perbicangan tidak seimbang antara Ho Min dan Appa. Ho Min tidak pernah berhenti bicara. Hello, ada yang punya saklar enggak sih? Apa ia terbuat dari baterei, kok enggak cape-cape bicara dan menyombongkan diri.

Sudahlah, aku malas bercerita mengenai Ho Min itu, karena aku tidak tertarik sama sekali. Kenapa tadi aku tidak membawa kapas ya, setiadaknya aku bisa menyumpal telingaku untuk tidak mendengar suaranya yang dibuat sewibawa mungkin serta bualannya yang membuat aku ingin muntah. Lagi-lagi aku ingin orang yang mendengar curhatanku ini bisa membayangkan bagaimana menganggu suaranya itu. Aku belum pernah menonton film-film biru. Kau tau kan maksudku dengan fim biru? Tapi mendengar suaranya dan bagaimana dia menatapku, aku seperti melihat pria-pria tidak senonoh dalam film-film seperti itu. Aish, aku ingatkan sekali lagi ya bukan berarti aku pernah menonton film itu. Tapi bisa kau bayangkan bukan?  Pria sejenis itu kini ada di sampingku, dia kadang-kadang mencuri-curi kesempatan untuk mengelus-elus pahaku atau membuat garis-garis pelan di punggungku dengan telunjuknya. Kau pikir kita ada di kamar hotel, Ho Min? Beberapa kali aku mengibaskan tangannya atau menghindar ketika jarinya sudah mulai menyentuh punggungku tapi namja mesum ini tidak jera juga.

Jika aku tidak melihat bagaimana tatapan mata Appa dan Omma yang begitu kagum dengan namja ini, rasanya aku ingin berteriak dan menamparnya. Tapi aku tidak boleh gegabah, namja ini datang dari keluarga yang cukup penting. Bisa bahaya jika aku melakukan sesuatu yang dramatis.  Aku juga harus berfikir mengenai hubungan Oppa dengan ayahnya. See, kini dia melakukannya lagi. Tangan kirinya sudah mulai memainkan jarinya di leher belakang dan punggungku. Apa ia ingin menciptakan suasana erotis supaya aku terpancing dan menyukainya? Gila ya orang ini! Kini tangannya sudah mulai bermain-main dengan pahaku. Untunglah aku tidakmemakai gaun pendek, apa jadinya jika aku memakai gaun yang terbuka. Cukup, ini sudah mulai berlebihan ketika ia sudah mulai menarik-narik gaunku. Sayangnya Appa dan Omma tidak bisa melihat hal ini, karena ia melakukannya dengan sangat halus dan tertutup oleh badan meja. Baiklah saatnya beraksi, Aku tangkupkan tanganku di atas tangannya yang sudah mulai beraksi, dan dengan kukuku kucengkramkan pada daging tangannya. Cress, kuharap tangannya berdarah karena aku menancapkan kukuku dengan tajam dan tanpa perasaan.

Ia menjerit dan mengaduh, aku pura-pura terkejut dan prihatin hahahaha. Jangan bermain-main denganku Ho Min.

“Kau tidak apa-apa? Ho Min-ssi, kenapa tanganmu, terluka? Tanganmu mungkin mengenai pisau steak ya. Omona, perlu aku berikan plester?”, aku menatapnya dengan tatapan khawatir.

Aku kini malah berani menyentuh kulit tangannya yang seperti tergores pisau. Aku tidak menyangka kukuku setajam itu. Ia menatapku antara marah dan bingung. Tapi aku memberikannya senyum terbaik.

“Sudahlah, jangan takut Ho Min-ssi, aku selalu menyiapkan plester di tasku”

Appa mendekati kami,”Wah, pisaunya tajam ya Ho Min, tapi tidak apa-apa kan?”, ia menatap Ho Min dengan khawatir,”Tiffany keluarkan plesternya, aku takut dia infeksi!”

Di rest room tadi aku cuci tangan enggak ya? Aku berharap dia terkena infeksi.

“Tidak usah, tidak usah, ini tidak terlalu berbahaya, nanti saya akan memakainya di apato”, ia ketakutan melihatku yang mencoba menempelkan plester di tangannya.

Aku mengeluh manja,”Ho Min Oppa, tanganmu terluka, masa kau tidak mau aku pasangkan plester. Kemarilah?”

Aku tarik tangannya dan sebelum aku pasangkan plester, aku tancapkan sedikit kuku tanganku di bagian tangannya yang terluka.

“Aww” , ia mengaduh untuk yang kedua kalinya.

Kali ini Omma yang khawatir, “Aduuuh sepertinya luka pisau itu parah ya Ho Min-ssi, Fanny yang pelan ya kau pasangkan plesternya. Mau kami antarkan ke rumah sakit, kami takut lukamu akan jadi lebih parah”

“Tidak usah Ahjumma, saya baik-baik saja”

Setelah tangannya berhasil di plester, kami duduk kembali. Bagus, kini ia tidak lagi menggerayangi tubuhku seperti tadi. Kuharap ia langsung mundur dari perjodohan ini. Tapi doaku tidak berbalas. Ia ternyata masih bersemangat mengenalku lebih dalam. Pembicaraan kini sudah menjurus pada masa depan dan rencana masa depan. Bel peringatan sudah berdentang di kepalaku. Ini adalah saat kritis bagiku.

“Jadi bagaimana Ho Min, apakah anakku bisa menjadi bagian dari masa depanmu?”

“Tentu saja, ketika melihatnya, aku seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia begitu cantik, begitu pintar. Aku tertantang untuk dapat menaklukan hatinya”

“Tapi kau ingat, anakku ini bukan yeoja sembarangan. Kau harus benar-benar berusaha keras untuk membuatnya menyukaimu”

“Aku yakin bisa Ahjussi, hanya tinggal menghitung hari!”

Wow, gaya bahasanya seperti untuk panggung drama. Sudah sudah Fanny jangan terpana dengan bintang panggung ini. Sekarang kau harus mencari akal lagi, jika obrolah ini tidak terhenti, mungkin malam ini aku sudah sukses menjadi Nyonya Kim Ho Min.

“Kau yakin? Karena jika benar, aku siap menikahkan kalian di sini”, tiba-tiba Appa mengeluarkan keputusannya.

Aku terkejut! Tidak boleh, tidak boleh. Aku tidak boleh menikah!

Tapi lagi-lagi aku ingat ancaman Appa yang akan mempreteli semua fasilitas yang dia berikan kepadaku jika aku membantah keputusannya. Aku tidak boleh pasrah. Aku sudah tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena sibuk dengan pikiranku sendiri. It must be a way to escape but how? Think think Tiffany. Kau pintar kan? Iya jelas aku pintar kau tahu kan IPK ku 4, lulusan Harvard, juara Olimpiade Fisika. Mianhae, tampaknya aku sering menyebutnya mungkin kau sudah bosan dengan keterangan ini. Baiklah kita tinggalkan obrolah soal ini, sekarang aku harus konsentrasi dengan permasalahanku .

Aku menoleh pandanganku ke arah pengunjung yang bersantap malam di restoran mewah ini untuk mencari ide. Aku berbalik ke belakang dan aku sangat terkejut. Aku melihatnya berdiri, sedang merapikan jasnya dan berjalan pelan, ke arahku? Apakah ia memang sedang berjalan ke arahku? Choi Siwon? Namja aneh yang merasa dirinya artis itu? Ya, ia berjalan ke arahku. Aku menatapnya, ia balik menatapku. Apa yang akan ia lakukan? Tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul di otakku. Ide gila yang mungkin akan membuat kacau segalanya. Tapi terpaksa aku lakukan. Maafkan aku Choi Siwon.

Ia terus mendekat ke arahku. Aku tersenyum sangat manis kepadanya. Orangtuaku dan Ho Min sudah mulai menangkap signal aneh dari keberadaan Siwon yang sedang mendekati kami. Seperti film slow motion, ia terus berjalan ke arahku diiringi tatapan tanda tanya dari mereka. Suasana berubah hening. Ia sekarang sudah di belakangku. Posisiku masih duduk berbalik menatapnya. Aku kemudian berdiri. Kurengkuh kedua tangannya, Siwon tampak terkejut tapi juga tidak berusaha menarik tangannya. Aku menggenggam tangannnya dengan sangat erat. Kutatap namja itu dengan penuh perasaan. Aku posisikan diriku sebagai stalker saat menatapnya. Kami saling berpandangan cukup lama. Kau mungkin bisa membantuku, adegan ini ada dalam fim apa? Mungkin seperti adegan saling menatap dalam film lama Romeo Juliet yang dibintangi Leonardo di Caprio, saat ia melihat Juliet di balik kaca aquarium. Kemudian aku menatap Appa, Omma, dan Ho Min bergantian.

“Appa,  Omma, perkenalkan Choi Siwon, dialah namja chingu-ku selama ini. Mianhae karena aku menutupinya selama ini”

Author POV

Seperti sihir, Siwon tampak terhipnotis oleh tatapan mata Tiffany,  membuatnya menuruti saja semua tindakan gilanya. Ia tidak bisa berpikir ketika yeoja itu mengatakan bahwa ia adalah namja chingunya. Semuanya terjadi begitu saja tanpa ia bisa kendalikan. Tapi tiba-tiba kesadarannya pulih.

“Mianhae, saya tidak mengerti…awww!!!”

Siwon berteriak mengaduh. Yeoja itu melotot tajam ke arahnya. Kenapa ia menginjakku? Rintih Siwon dalam hati.

 “Apa yang kau lakukan?”

“Syuut diamlah, tolong jangan banyak bicara. Kau hanya harus berkata iya saja, okey?”

Tiff berbisik pelan ke arahnya tapi kemudian berteriak sambil memandang kedua orangtuanya,

Namja itu mulai menyadari apa yang terjadi, ia tampak kebingungan dengan akting Tiffany,”Kau gila!”, desisnya

“Siwon yeobo? Kau sudah tak sabar untuk berkenalan dengan orang tuaku bukan. Baiklah aku akan perkenalkan kau dengan mereka”

Tiffany menghadap Appa dan Omma yang mukanya sudah merah karena marah. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ada namja yang mengaku-aku sebagai namja chingu anaknya. Jangan-jangan namja itu adalah pria bayaran yang disuruh Tiffany untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Tapi Appa terbiasa bertindak hati-hati, ia tidak mau gegabah. Dalam ruangan ini terlalu banyak orang penting, akan bahaya jika ia membuat keributan apalagi dengan anaknya sendiri.  Begitu juga dengan Ho Min, yang merasa dipermainkan oleh keluarga itu. Bukankah tadi mereka sudah berbicara mengenai rencana pernikahan, kenapa tiba-tiba ada namja yang mengaku sebagai namja chingu Tiffany di sini.

 “Appa Omma perkenalkan ini Choi SIwon, namja chinguku. Bolehkah dia duduk bersama kita di sini?”

Tiffany memanggil pelayan dan menyuruhnya menyediakan satu tempat duduk untuk Siwon. Ia tetap memegang tangan Siwon, takut-takut dia akan kabur. Yeoja itu terus menatapnya berharap semoga namja itu dapat mengerti dengan bahasa isyaratnya.

“Maafkan aku Siwon, tolong ikutlah permainan ini, berpura-puralah menjadi namja chinguku, tolong!”, pesan itulah yang ingin disampaikan Tiffany saat dirinya menatap Siwon yang kebingungan dan tengah mencerna semua yang terjadi. Ia ingat, bukankah ia akan menolong yeoja ini dari perjodohan. Ia menoleh ke arah Otsuji-san yang dengan seksama terus mengamati semua kejadian yang terjadi di meja ini. Pria paruh baya itu mengacungkan jempolnya.

Siwon mengumpulkan kekuatan untuk bisa memperkenal diri sebaik mungkin.”Perkenalkan, saya…”

Brak, tiba-tiba Ho Min menggebrak meja,”Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ada pria ini di sini? Tuan Hwang anda benar-benar mempermainkan saya. Anda katakan bahwa anda akan menjodohkan saya malam ini dengan anak gadis anda. Bila perlu malah akan langsung mengadakan pernikahan di sini. Tapi apa yang saya dapatkan, anda malah mempermalukan saya”

“Ho Min-ssi tenanglah, nampaknya ada kesalah pahaman di sini. Kita bisa bicara baik-baik. Mianhae saya juga tidak mengerti”, muka Appa sudah pucat pasi. Dilihatnya muka Ho Min yang sudah memerah, tampak menakutkan.

“Perlakuan anda telah menjatuhkan martabat saya. Saya jauh-jauh datang dari Hokaido ke sini dengan iming-iming bahwa saya akan menikahi anak anda asal saya dapat memberikan cucu pada anda. Tapi lihatlan kelakukan anak gadis anda yang tidak tahu diuntung ini”

“Hey jangan menghinda anakku, Ho Min”

“Kau sekarang membelanya Tuan Hwang, anak seperti apa itu? Tidak tahu sopan santun. Apakah anda mendidiknya dengan baik? Apakah ia benar-benar lulusan Harvard seperti yang anda katakan?”

“Hey jaga bicara anak muda. Anakku tidak seperti itu?”, kali Appa berbalik marah, bagaimanapun kacaunya kelakukan Tiffany tapi yeoja itu tetap anaknya.

“Kau tahu, dia anakmu itu, gila! Kau tahu kenapa tanganku luka? Tanyalah pada dia?”

Ho Min itu menunjuk-nunjuk Fanny dengan sangar.

“Fanny apa yang kau lakukan padanya, kau melukainya”

Fanny menunduk,”Mianhae, aku tidak sengaja”

Siwon ternganga, ia bisa melihat plester di tangan Ho Min itu sekilas. Ia tidak percaya bahwa yeoja itu yang melakukannya. Terus terang, ia tidak menyangka bahwa kehadirannya akan membuat situasi menjadi kacau seperti ini.

Appa dan Omma tampak shock, semua kekacauan ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam kasus ini, mereka juga bingung siapa yang harus mereka bela? Ho Min atau Tiffany? Mereka tahu Tiffany salah tapi bagaimanapun Fanny adalah anak mereka, tidak boleh ada seorangpun yang boleh menghina darah dagingnya apa lagi di depan mata mereka. Ho Min yang tadi terasa ramah dan menyenangkan tiba-tiba berubah menjadi namja yang sangat menakutkan. Gebrakan meja tadi begitu kuat sehingga membuat gelas-gelas yang terhidang di meja berjatuhan.  Hampir semua pengunjung restoran menonton kejadian ini.

Siwon menarik nafas dalam-dalam. Peran apa yang seharusnya ia lakukan dalam kasus ini? Ia tidak terbiasa dengan keributan, ia ingin menjernihkan situasi ini. Tapi masalahnyapun ia sendiri tidak tahu apa-apa. Sedihnya, yeoja cantik yang masih memegang lengannya ini pun, ia sendiri tidak tahu siapa namanya. Aish, ini semua gara-gara Otsuji-san. Ia harus bertanggung jawab terhadap semua masalah ini. Baiklah ia akan minta insentif lebih besar untuk nilai investasi yang ditawarkan Otsuji, orang itu harus membayar kekacauan ini. Walaupun sebenarnya yeoja ini yang memiliki peranan penting terhadap masalah ini, tetapi Otsuji memiliki andil di dalamnya.  Dan mengenai wanita ini? Aish, ia benar-benar trouble maker. Tampaknya kemanapun yeoja itu melangkah, mesti membuat keonaran dimana-mana. Lagi-lagi ia merutuk pada nasib buruknya untuk selalu berhubungan dengan yeoja itu.

“Kau dengar sendiri bukan Tuan Hwang yang terhormat? Itulah kelakuan anakmu yang kau bangga-banggakan itu!”

“Jeongmal mianhamnida Ho Min-ssi, kami mengakui kesalahan Tiffany. Kami juga tidak mengerti mengapa pria ini muncul, kami sama sekali tidak mengenalnya”

Appa melirik Siwon tajam, terlihat rasa marah terpancar di matanya. Siwon ingin berteriak, Ahjussi, bukan saya pelaku kekacauan ini tapi dia, yeoja ini, anakmu!

“Tiffany dia bukan namja chingumu bukan?”, Omma bertanya pada Tiffany dengan harapan besar bahwa anaknya itu akan mengatakan ‘orang itu bukan namja chingu-ku, Omma’.

Tapi Tiffany menggelang,”Dia namja chinguku, kami sudah pacaran selama beberapa bulan ini. Tapi kami belum berani untuk memberitahu Appa dan Omma karena hubungan kami masih baru, terlalu dini untuk menggembar-gemborkannya”

“Tapi kenapa kau tidak mengatakannya, tahukah ini begitu penting?”Omma sudah mulai menangis.

“Bukankah aku sudah menolak perjodohan dari sejak lama, apa itu tidak cukup membuktikan semuanya”, inilah kelihaian Tiff dalam berkelit.

“Lalu kenapa dia di sini?”, Ho Min kali ini yang bertanya.

“Kebetulan ia memiliki urusan di sini dan sebenarnya ia ingin memperkenalkan dirinya pada Appa dan Omma. Tapi Appa tidak pernah mendengarkanku, beginilah jadinya”. Tiffany merasa berdosa, ia telah memutar balikan fakta seolah-olah orangtuanya yang salah. Jeongmal mianhamnida Appa, Omma.

Tiba-tiba Ho Min menghampiri Appa dan menarik kerah baju pria paruh baya itu sehingga ia kesulitan bernafas” Tuan Hwang, anda harus bertanggung jawab untuk semua rasa malu yang saya dapatkan malam ini’, ia tidak melepaskan kerah Appa. Omma dan Tiffany berteriak ketakutan.

“Tolong lepaskan Appa, Ho Min-ssi, jebal. Mari kita bicara baik-baik”, Tiffany terkejut . Kejadian ini di luar skenarionya. Ia tidak menyangka namja itu bisa bertindak sekasar itu pada ayahnya. Omma sudah hampir pingsan.

“Aku akan tuntut Appa-mu ini ke penjara!”

Ia terus menarik kerah Appa sehingga Appa kesulitan bernafas,”Lepaskan aku akh!”

“Lepaskan Appa, tolong!”, Tiffany menangis. Ia merasa bersalah, semuanya karena dia. Dialah yang merencanakan ini semua. Beberapa saat yang lalu ia tampak yakin dengan keputusannya, tapi beberapa detik ini, ia mulai menyesal. Ia telah mengorbankan Appa untuk dirinya yang egois.

“Baiklah jika kau ingin kita menikah, kita bisa menikah sekarang. Tapi lepaskan Appa-ku, aku mohon”

Mwao? Siwon terkejut dengan pernyataan yeoja itu. Ia kini berada dalam situasi sulit, ia ingin menolong orang tua itu, tapi ia hanyalah orang luar yang menjadi boneka yeoja ini. Tapi ia harus melakukan sesuatu.

Ho Min itu tampak mengendurkan tarikannya pada kerah Appa. Appa sudah mulai bisa bernafas dengan baik. Ia kini balik menatap anaknya dengan perasaan menyesal. Ia telah salah membuat keputusan. Seharusnya, tidak dijodohkannya Tiff dengan namja kasar ini. Bagaimana jika mereka jadi menikah? Jangan-jangan Tiffany hanya akan menjadi bulan-bulanan emosi orang ini.

“Tidak, aku tidak setuju!” Appa berteriak, “Kubatalkan perjodohan ini!”

Ho Min kemudian menarik kerah Appa lagi,”Apa maksudmu orang tua. Kau ingin menarik kembali perjodohan ini. Baiklah kita ke kantor polisi”

Tiffany dan Omma menjerit,”Hentikan tolong! Appa susah bernafas”

Tiba-tiba Bruk, hanya dalam waktu beberapa detik, tiba-tiba namja gila itu sudah jatuh tersungkur, menimbulkan keributan yang lebih besar lagi karena kini semua mata pengunjung sudah melihat mereka.

Sebuah bogem mentah rupanya sudah menghantam Ho Min yang langsung ambruk menimpa meja dalam satu kali pukulan. 

“Jangan pernah membuat onar di sini. Atau kau ingin merasakan pukulanku lagi hah” Siwon memelintir dan menarik Ho Min yang sudah terengah-engah. Siwon menarik keras kedua tangan Ho Min dari belakang , didorongnya tubuh dan pria gila itu untuk menempel ke atas meja. Ditekannya badan Ho Min sehingga namja itu kesulitan bergerak. Tiffany ternganga, ternyata Siwon telah memukul KO Ho Min.

 “Jangan pernah menyakiti orang tua di depanku, atau kau yang akan kulaporkan pada polisi. Mengerti!”

Beberapa petugas keamanan gedung tiba-tiba datang, Siwon menyeret namja itu dan menyerahkannya pada polisi. Suasana restoran begitu riuh karena kejadian ini.

“Ia hampir melakukan percobaan pembunuhan. Tolong urusi dia!”

Semua pengunjung yang memang menyaksikan kejadian ini spontan bertepuk tangan atas aksi heroik Siwon. Ho Min akhirnya digiring ke luar. Entah apa yang akan terjadi dengan dirinya. Appa bernafas lega, dalam beberapa menit lagi jika namja itu tidak menolongnya mungkin ia bisa mati karena tidak bisa bernafas. Tiffany dan Omma berlari mendekati Appa dan memeluknya. Tiffany menangis,”Appa, mianhamnida, jeongmal mianhamnida. Ini semua karena aku, tolong maafkan aku Appa. ”

Tiffany menangis begitu juga Omma, kejadian tadi begitu mengerikan,”Omma, maafkan aku Omma, memang benar aku egois Omma, aku hanya memikirkan diri sendiri. Omma tolong maafkan aku”

Omma terdiam, ia merasa senang karena Appa berhasil diselamatkan, ia juga senang mengetahui bahwa Ho Min ternyata pria brengsek, tapi ia sedih dengan sikap Tiffany yang tidak dewasa. Karena ulahnya membuat mereka hampir kehilangan Appa.

“Maafkan aku Omma”

 “Kau tahu akibat perbuatanmu Fanny? Omma kecewa”

“Omma boleh menghukum aku, aku salah Omma”

Tapi bagaimanapun Tiffany adalah anak yang sangat dicintainya. Omma kembali menangis,”Sudahlah, Omma juga salah seharusnya kami tidak memaksamu. Kami kira Ho Min adalah pria baik-baik tapi ternyata dia tega menyakiti Appa”

Sekeluarga itu akhirnya berpelukan. Appa belum bisa bicara karena dirinya masih shock akibat peristiwa tadi. Siwon hanya bisa jadi penonton. Ia tidak tahu harus melakukan apa di depan keluarga yeoja itu. Jujur saja sebetulnya tangannya masih sakit akibat pukulan tadi. Ia juga heran dengan kemampuannya meninju namja brengsek tadi. Semuanya terjadi spontan, ada tindakan kekerasa di depan matanya, dan ia hanya harus melakukan sesuatu.

Tiba-tiba Appa mendekati Siwon,”Terima kasih anak muda, kau menyelamatkanku. Aku tidak pernah melupakan pertolonganmu”. Ia memeluk Siwon, Siwon tampak rikuh.

“Sudah menjadi tugasku Ahjussi”

 Aish, ia tidak tahu harus bersikap apa di situasi yang serba canggung ini.

Beberapa pelayan datang membersihkan meja mereka yang berantakan, Appa memberikan tanda bahwa mereka masih akan tinggal di situ. Pengunjung sudah kembali ke tempat semula. Di Jepang, orang-orangnya cenderung tidak terlalu suka ikut campur urusan orang. Ketika masalah keributan dianggap sudah selesai, ya sudah. Mereka akan kembali melanjutkan urusannya.

“Bawakan semua hidangan terenak di restoran ini segera!”

“Silahkan duduk, hmmm tadi siapa namamu?”, Appa menyilahkan Siwon untuk duduk disebelahnya.

“Siwon, Choi Siwon ,Ahjussi”

Siwon sudah merasa bahwa kali ini ia akan diinterogasi oleh orangtua yeoja yang tidak salah dengar namanya Fanny atau Tiffany. Sebelum orang tua itu bertanya lebih lanjut, ia harus segera menjernihkan situasi ini. Bukankah tugasnya sudah selesai, dengan sikap kasar yang ditunjukan Ho Min tadi otomatis telah membuat perjodohan ini batal dengan sendirinya.

“Mianhamnida, bisakah saya berbicara sebentar dengan Tiffany-ssi?”

Appa dan Omma mengangguk. Tiffany tahu namja ini pasti akan menghukumnya. Dengan berpura-pura bersikap mesra, Siwon berjalan menggandeng Tiffany yang sudah mulai ketakutan. Setelah keluar dari pintu restoran dan berada di tempat yang dirasanya aman, ia mengibaskan pegangannyanya dengan sedikit kasar .

“Apa lagi yang kini kau lakukan padaku Nona Tiffany? Kau membuatku terlibat dalam masalah besar. Aku bisa berurusan dengan polisi dan kini aku harus menjadi namja chingumu. Kau ingat aku bilang jangan sekali-kali membuat masalah denganku tapi kau tidak pernah kapok juga”

“Maafkan aku telah menyeretmu dalam masalah ini, Tolonglah SIwon-ssi, aku mohon, aku dalam situasi sulit, aku tidak punya ide lagi untuk menghentikan perjodohan ini”

“Its not my business”

“Aku tahu kau berhak marah, tapi tolonglah Siwon-ssi, untuk hari ini saja, berpura-puralah kau menjadi nama chinguku. Setelah besok aku yakin kita tidak akan bertemu lagi. Aku jamin”

“Aku tidak percaya!”

Tiffany memohon-mohon, ia harus meyakinkan namja di depannya untuk tetap berpura-pura menjadi namja chingu-nya

“Tolonglah, kau tidak tahu bahwa Appa bisa tega melepas semua yang kupunya jika tahu bahwa aku berbohong”

“Kau masih punya pekerjaan? Kehilangan fasilitas tidak masalah. Kau masih bisa hidup”

“Aku serius Siwon-ssi, dia bisa melepas semua fasilitasku termasuk pekerjaan dan dia bisa memblokir akses pada kolegaku jika aku mencari pekerjaan lain. Kau tahu semua ijazahku, Appa yang menyimpannya. Jika dia melepas semua, itu berarti aku tidak akan punya apa-apa sama sekali. Kau harus percaya padaku. Setelah semua masalah ini reda, akan kukatakan juga pada Appa dan Omma bahwa kita sudah putus. Beres bukan! Kau tidak harus takut aku akan mengaku-aku sebagai yeoja chingumu!”

Ada terbesit rasa kasihan melihat tatapan Fanny yang memelas. Sebetulnya jika yeoja itu tidak pernah cari masalah dengannya. Ia sangat mengerti kesulitan yeoja itu, tapi karena ia dipaksa dilibatkan dalam kasus ini, ia merasa sangat kesal. Kekesalan yang sudah sampai ke ubun-ubun. Tapi jika permintaannya itu bisa membuat yeoja itu tidak mengganggunya lagi, mungkin ia akan menurutinya.

“Kau janji?”

“Yah aku janji, Siwon-ssi”

“Kau bisa dipercaya”

“Kau bisa beberkan semua faktanya, jika perlu ke media, jika aku melanggar janjiku!”

“Baiklah, tapi kau juga harus berjanji bahwa Appa-mu tidak akan mencari-cariku setelah ini. Aku khawatir dia akan memaksaku untuk menikahimu”

“ Yah, aku berjanji, aku pikir aku bisa mengendalikan situasi ini. Setelah besok kita putus. Otokhae?”

“Tapi itu tidak cukup!”, ide licik tiba-tiba muncul dalam benak Siwon.

“Kau mau apa? Apa kau mau aku bayar professional?”

“Apa maksudmu?  berhentilah untuk bersikap merendahkan orang. Aku tidak butuh uangmu”

“Lalu kau mau apa?”, ayolah Siwon jangan bertele-tele, masalah ini sangat kritis, rutuk Tiff dalam hati.

“Aku hanya ingin kau mengikuti perintahku”

“Perintah apa?”, tanya Fanny terkejut dengan permintaan Siwon.

“Aku belum memikirkannya, tapi ketika waktunya tiba, aku akan memintanya. Kau sanggup?”

Tiffany tidak menjawab, permintaan itu begitu tidak masuk akal.

“Tidak adakah permintaan yang lain? Kau ingin aku belikan mobil, rumah mewah”

“Aish, bisakah kau tidak merendahkanku? Jika mau aku bisa membeli hartamu!”

“Tapi kau harus menjelaskan, perintah apa yang kau minta dariku”

“Sudah kubilang aku belum memikirkannya. Jadi bagaimana kau menerima tawaranku ini tidak? Tapi kalau kau tidak mau, ya sudah, aku akan menemui orang tuamu dan aku akan beberkan semuanya”

Siwon bangkit dan berjalan menuju restoran tadi. Tiffany mengejarnya,”Baiklah, apapun, aku akan menyanggupinya, asal kau berjanji menjadi namja chinguku sampai kau pulang kembali ke Korea!”

“Aku pulang besok”

“Ya berarti, kau menjadi namja chinguku sampai besok. Arasso?”

Siwon tersenyum, permintaan yang mudah. Yeoja itu tidak tahu bahwa tuntutan pada Fanny nanti mungkin akan jauh lebih berat daripada sekedar berpura-pura menjadi namja chingu-nya. Yeoja ini? Aish, ia harus diberi pelajaran karena mengganggu ketentraman hidupnya.

“Baiklah”, tiba-tiba Siwon meraih tubuh yeoja itu dan memeluk pinggangnya.

“Aish apa yang kau lakukan?”, elak Fanny menjauhkan diri.

“Bukankah kau sekarang yeoja chinguku? Bersikaplah yang pantas kali ini Fanny apalagi di depan orang tuamu. Kau tidak mau mereka curiga kan?”

To Be Continued

Author curcol:

Di Fanny POV, kebanyakan Fanny bicara dengan dirinya sendiri, karena dia emang ga ngomong sama sekali. Jadi kebayang curhatannya begitu panjang seperti itu. Btw FF ini paling berkesan karena author ngerjainnya di kampus, nginep sambil belajar buat ujian besok. Yang bikin author semangat adalah karena readers yang selalu setiap mensupport FF ini, makanya dibela-belain sambil belajar sambil ngetik ff ini hehehe. Doain ujian lancar ya.  Mianhae kalo agak geje, konsentrasi sedang terpecah masalahnya. But I promise to write the best for you all readers. Saranghae, jangan lupa read, like, comment yah. Kritikan , pujian, ditampung, terserah readers aja, author terima dengan lapang dada 🙂 🙂

143 responses to “SUPER JUNIOR RADIO LOVE SERIES: SIWON THE BOSS (PART 4)

  1. Beeuhh..prah bner tuh homin..untung knak hjar dia ma abg siwon..haha..
    Pi fany,,btul kta siwon,,jngan ska mrndahkan orng lain..
    Nnti knak krmanya loh..hehe

  2. Pingback: SIWON THE BOSS (Part 3) – YOURMIND·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s